DIA milikku

chapter:2

Kamen Rider Ryuuki © Toei Company and Ishimori Production

Perjodohan koyol by RAYANA

Alternate Reality,all karakter OOC, Contain Boy x Boy scene . penuh humor garing n gaje. Typo harap maklum.

Disebuah ruangan bernuansa putih dengan segala jenis perabotan yang bias dibilang tidak murah alias malah. Seseorang tengah berdiri dengan pernah sekalipun didalam hidupnya dia mengenakan pakian macam ini. Ditambah dengan dandannan yang membuatnya tak yakin benarkan pantulan dirinya yang ada dicermin yang dipoles dengan lipstick warna pink,bulu mata yang sekarang terlihat waw ,entah apa nama alat make up kecantikan yang tengah dia gunakan. Dia tak mau tahu dan tak ingin jelas dandanannya ini terlihat MENGERIKAN. Dia laki-laki tulen.

Belum selesai di meratapi nasibnya ada seseorang yang tanpa permisi membuka pintu kamar dan sebaris kalimat membuat telinganya perih" Kau terlihat BODOH , Kido." Ingin rasanya saat itu juga shinji lompat dari manara tertinggi dan mati saat itu juga tapi tak mungkin dia lakukan ,hal itu tak mungkin.

"Ini juga bukan mauku !" Jelas Shinji tak ingin diolok saat ini."Apa liat-liat naksir ya? " ucap shinji sinis saat Akiyama Ren melihatnya dari ujung atas sampai bawah.

"Cuma mu bilang ku mirip banci kaleng perempatan jalan!" Usai mengucapkan itu Ren kabur karena Shinji telah melemparkan Vas bunga kearahnya.

. "m.. ini sungguh menyebalkan" Shinji tak pernah mengira kalau rencana yang shuichi katakan adalah rencana macam ini .Lagi-lagi belum selesai meratapi nasibnya pintu terbuka dengan segera shinji menyambar apapun yang dia bias ingin rasanya menimpuk kepala Ren. Sepertinya kepala ren akan sangat benjol atau masuk rumah sakit karena entah bagaimana bukan vas yang dia sambar melainkan barbel.

"wouuuu" pekikan itu menyadarkan Shinji itu bukan suara Ren tapi…! Takut-takut Shinji melihat orang yang hamper terkena barbell yang dia lempar kenapa hamper karna jelas tak ada bunyi benda yang terkena seseorang atau seseorang yang jatuh.

"Shinjui-chan?aku Tanya dengan serius ya? Apa kau berencana untuk membunuhku?" Tanya seorang laki-laki yang sering disapa Shuichi-san olehnya.

"Shuichi-san, aku tak bermaksud."Ucap Shinji gugup."Aku kira Ren yang mau mengejekku lagi."ucap Shinji jujur. Shuichi menyerngitkan alis mengejek bukanny Ren tadi terlihat senang sekali, dasar Akiyama munafik.

"Sudahlah kita akan berangkat keacara perjodohan itu, gunakan bahasa cewek yamg halus Shinji-chan." Ucap kitaoka sambil terkikik geli."Shuichi-san harus kh kita benar-benar pergi, ku malu."Shuichi jelas melihat rona merah diwajah Shinji,tapi tak dihiraukan olehnya buatnya ini semacaam hiburan tersendiri, jarang-jarangkan melihat Shinji dalam balutan kimono.

"Bukankah kau sudah berjanji buat melindungi Raiko-san Shinji-chan."bujuk kitaoka menyakinkan.

"Iya, kan…"

"Tak ada tapi-tapian" Ucap Shuichi tegas

"Baiklah"

Shuichi harus menahn tawanya saat Shinji mengikutinya dengan patuh. "Manisnya" ucapnya dalam hati.

Saat ini mereka tengah berkumpul diruang tamu dikediman Shuichi. SEmua yang berada diruangan harus menahan geli saat Shinji bergerak gelisah-salah tingkah-.

Dengan perlahan Shuichi membisikkn sesuatu pada Ren yang berad disampingnya.

"Kau suka penampilannya kali ini Ren?" bisik shuichi.

"HN" Shuichi menikan alis begitu mendengar jawaban dari Ren. Walau tak bias diartikan tapi Shuichchi tahu Ren menyukai ini.

"Ayo kita berngkat!."ucap Shuichi member komando dan diikuti oleh yang lainya Rend an Goro yang menjaga rumah sendiri.

-0000000000000000000000-

"Jadi… nona apa yang menjadi kesukanmu.?" Tanya seorang pria yang diketahui oleh Shinji sebagai target untuk diintainya.

"Tak banyak, hanya hal yang tak penting mungkin"UCap Shinji mengikuti kata-kata yang diucapkan Shuichi melalui Shuichi tahu Shinji tak bregitu pandai berbohong.

"Mungkin seperti aku, aku juga mungkin tak penting bagi nona"

Dhinji hampir saja keceplosan sat Shuichi mengatakn lebay dari ujung sana.

"Ja..jangan begitu, anda terlalu merendah"Ucap Shinji dengn kaku. Dalam hati dia sempat membatin di akan membalas dendam pada Shuichi saat urusan ini selesai.

"Begitu kah?nona terlalu "orang itu tertawa dengan nyaring membut Shinji jadi merinding dibuatnya." Mari nona jangan diam saja ayo cicipi makanannya" ujar pria itu sembari menuangkan sake digelasnya.

"Iya, tapi sebelum itu aku mu ketoilet dulu aku permisi" ujr Shinji dengan hormat dan perlahn meninggalkan sang pria yang sedang tersenyum senag. Tak lupa mengacuhkan suara Shuichi yang menyuruhnya untuk tetap diam di tempat. Perduli setan batin Shiji kesal.

Memasuki toilet Shinji dibuat heran degan beberpa cowok melihatnya sambil melotot. Apa ada yng aneh pikr Shinji. Dan mereka buru-buru keluar sambiol berkata apa kit salah ruangan ya? Dan saat itu Shinji baru sadar dia tengah pakai baju wanita.

"dasar bodoh " ucapnya untuk dirinya sendiri. Shinji menuju westafel didekatnya ingin cuci muka tapi risannya akan hilanhg, bisa-disa identitasnya terbongkar hingga membuatnya mengurungkan niatnya. Sking deriusnya dia melamun hingga dia tak sadar ada monster yang mendektiny dan segera menyeretnya kedalm cermin.

-oooooooooooooooooooooooooooo -

Shuchi menghela nafs Shinji merusak kesenangannya dengn pergi ketoilet. Rasany kurng puas mengerjainya.

" kau terliht senang "Ujr Ren sinis.

"Tak apa kan . jarang kan melihatny jengkel"

Belum sempat Ren berujar lebih telingany tiba-tiba berdenging menandakan ada moster disekitar situ. Dia menengok kearah Shuichi dan dengan segera merekia berlari menuju termpat moster itu berada. Baru setengah jlan tiba-tiba mereka mendengr triakan Shinji dri earphone yang mereka pakai.

"Shinji!" trikan panic ini bukan berasa dari bibir Shuichi melainkan Ren. Shichi hampir dibuat melongo saat Ren mempercepat larinya. Shuichi hanya mengekor dibelakang Ren. Bahkan tak ikut berubah bersama Ren, kali ini dia Cuma mau jadi penonton saja. Shuichipun langsung terperangah sat melihat Ren menghajar moster yang menculik Shinji dengan membabi buta. Dalam hati dia bersyukur tak ikut mengejar moster itu kalo tidak pasti dia juga kena DUM keras membuat Shuichi kembali focus dan melihat moster tadi hancur karena ledakan yang tadi terjadi. Tak lama ren keluar dari cermin bersama Shinji yang tengah tak sadarkan diri dalam gedongannya.

" Dasar sadis kata Shuichi aat Ren keluar dari dunia cermin.

"tererah apa katamu , aku tak perduli. Yang jells tak ada yang boleh menyentuhya, siapapun dan apapun itu akan dapat balasan dariku" ucap Ren dengan pandangan sengit mpada Shuichi.

"Ya,aya aku tahu arti pandanganmu itu. Aku tak kan menyentuh apapun itu yang jadi milikmu" Ujar Shuichi sembari mengangkat tangn tanda bahwa ia menyerah. Ren menyambutnya denagn senyum tipis nan sinis dibibirnya.

" baguslah kalau kau maengerti kalau dia MILIKKU" Ren pun berllu sesudahy member penekanan pada kata-katanya. Shuichi hanya bias tersenyum geli saat membayangkan bagaimana kelanjutan hubungan mereka selanjutnya.

TAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT