Why must you?

Main cast

Do kyungsoo a.k.a d.o

Kim jongin a.k.a kai

Warning

,abal dll

Disclaimer

Para member exo saling memiliki dan cerita ini milik saya seutuhnya

HAPPY READING

Hari ini masih begitu pagi,sampai sang suryapun belum terlihat untuk menyapa seluruh penghuni bumi yang begitu dia cintai ini?...

Seorang namja masih setia tidur diatas kasurnya sambil sedikit mengigau hal yang tidak jelas,sesekali dia mengerutkan keningnya seperti ada yang begitu mengganggu tidurnya sampai sampai peluh membanjiri seluruh permukaan wajahnya yang sangat menawan itu...

"jangan tinggalkan aku,please!"

"kau pembohong!"

"kau kira aku menyukaimu? Jangan bercanda!"

"kenapa kau melakukan ini padaku!?"

Entah karena tidak sanggup lagi atau memang waktunya untuk bangun,namja tampan itu dengan tergesah-gesah segera membuka terengah-engah seperti sedang mengikuti lomba lari maraton yang sangat jauh,namja itu memegang kepalanya yang seolah berdenyut sangat sakit seperti terbentur ribuan ton kenapa mimpinya itu dapat menyikasanya dengan sekejap bahkan dapat membunuh jiwannya dalam waktu bersamaan.

Dia bangkit dari ranjang yang paling nyaman miliknya menuju kekamar mandi yang berada dikamar itu juga langkahnya lunglai,masih sangat terasa denyutan sakit kepalanya dia langsung membasuh wajahnya dengan air sembari melihat pantulan dirinya yang berada dicermin tepat mengamati seluruh wajahnya saat ini yang bisa dibilang tidak baik-baik saja,wajahnya terlihat pucat dan matanya memerah... tapi itu wajar karena dia baru saja bangun tidur tapi yang tidak wajar kenapa air matanya bisa keluar tanpa sebab seperti sekarang ini...

"kenapa aku bermimpi hal yang sama? dan... aku menangis?"

.

Disinilah seorang kim jongin atau yang lebih dikenal dengan nama kai ditempat yang sudah menampungnya menjadi seorang artis yang terkenal sebuah menegement artis yang tidak perlu dipertanyakan lagi existensinya didunia keartisan yaitu CHANBAEK ENTERTAINER. Yang tidak lain adalah milik sahabatnya sejak dia menginjakan kaki di junior high school dia adalah CEO park chanyeol.

Padahal selama ini kai sangat malas jika disuruh untuk kekantor,apa lagi jika tidak ada urusan yang penting seperti hari ini tapi kenapa namja tampan ini tetap datang? Entahlah mungkin dia sedang menenagkan diri,mungkin...

Kai sedang berada ruangan milik chanyeol sambil melihat berkas-berkas yang menumpuk di meja kerja chanyeol yang terlihat sangat membosankan itu,bagaimana bisa orang yang dia anggap sebagai sahabat sekaligus hyungnya itu bisa bertahan dengan tumpukan kertas yang didalamnya begitu banyak tulisan-tulisan yang begitu bertele-tele seperti itu? Kalau itu dirinya dia akan membawanya ke belakang lalu membakarnya 3:D

"apa yang kau lakukan di ruang kerja kim jongin-shi?"

Suara berat itu membuyarkan fantasinya tentang -mari kita bakar semua berkas yang menyebalkan ini- kai hanya nyengir kuda sebagai balasannya,dengan tidak peduli dia menaruh kedua kakinya diatas meja kerja yang bisa dikatakan sebagai bosnya mendapatkan tatapan mematikan dari sang bos.

Dengan cepat CEO PARK mendorong tubuh kai dari kursi miliknya,kai yang tidak siap dengan serangan chanyeol berakhir dengan suara bedebum yang cukup kuat membuat tubuh kai sakit semua... mereka berdua memang selalu seperti ini jika sudah bertemu,terlalu kekanakan.

"apa yang kau lakukan dobi hyung!kau tau ini rasanya sakit"kata kai sambil mengusap bokongnya yang sakit akibat ulah chanyeol.

"kau sendiri yang memulainya"balas chanyeol cuek sambil mengecek berkas yang tadi sempat dilihat oleh kai,padahal dalam hati dia tertawa puas

"kau tau kau akan rugi seandainya aku cedera tadi!"

"tapi tidak terjadi apa-apa padamukan,jadi aku tidak akan rugi"

"haish... kenapa kau lebih menyebalkan belakangan ini?!"

"itu menurutmu,tapi aku tidak"

kai berdecak sebal melihat hyungnya itu begitu menyukai melihat berkas-berkas bodoh dihadapannya itu lalu duduk dikursi tamu dan tidak beberapa saat kemudian chanyeol berhenti melihat berkas-berkas yang ada ditangannya dan beralih pada kai yang terlihat tidak seperti hari ini terlihat lebih errr diam dari biasanya itu sangat menakutkan menurut CEO muda itu.

"hei... apa yang membuatmu datang kekantor jam segini oh? Apa kau sedang tersambar petir dihari yang cerah ini?"sedikit candaan dari chanyeol yang sangat tidak lucu.

Kai menoleh sejenak lalu mengabaikan chanyeol dengan menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa yang menurut kai sangat nyaman itu lalu dia memejamkan matanya sejenak.

"hyung... aku bingung..."kai menatap langit-langit dengan tatapan kosong.

"tentang apa lagi sekarang?"

"entahlah... ini tentang mimp-"

"apa tentang mimpi itu lagi?"kai mengangguk lemah sebagai menghela nafas sejenak.

"aku bukannya sudah bilang padamu... itu hanya mimpi jadi jangan terlalu di anggap serius"

"aku tau hyung,jika mimpi ituhanya sekali saja datang aku sih tidak kenapa-kenapa... tapi beberapa minggu ini mimpi yang sama selalu mengusikku mebuatku..."kai menggantungkan kalimatnya dengan wajah yang menyerah dan putus asa... "kecewa dan sakit bercampur sedih"

"kau terlau mendramatisirnya kai... sudahlah,lupakan saja toh itu hanya mimpi dan tidak nyata"

"tidak hyung! Mimpi itu terasa sangat nyata dan sangat...familiar"chanyeol menghela nafas sekali lagi.

"sudahlah,lebih baik kau pulang lalu instirahat aku tidak ingin kau sakit,lalu aku akan terkena dampaknya nanti kai"

"kau mengusirku!?"kai berdiri dengan cepat lalu memandang chanyeol jengkel

"kalau kau merasa seperti itu... baguslah, sana pergi lalu istirahat,3 hari lagi kau akan syuting drama terbaru bukan..."

Kai menatap tajam chnayeol lalu berjalan menuju pintu dan membantingnya dengan keres,belakangan ini kai terlihat lebih sensitif... dan lebih uring-uringan dari biasanya. chanyeol memperhatikan pintu yang telah tertutup itu dengan pandangan yang sulit diartikan lalu menghela nafas kembali sambil meletakan berkasnya diatas pandangnya tidak terarah tapi yang jelas dia mendongak keatas.

"huh... ini sudah lama sekali ya"monolognya

.

Seorang namja manis sedang terlihat mengendap-ngendap ditempat yang tidak lain adalah rumahnya apa yang dipikirkan olehnya sampai terlihat seperti pencuri di rumahnya sendiri seperti itu.

Mata besar miliknya mengawasi seluruh penjuru rumahnya dengan hati-hati sembari terkikik kecil setelah melihat seorang yeoja yang tengah menonton acara tv yang menurut namja manis itu tidak terlalu menarik.

Langkah demi langkah dia hampir mendekati sofa yang diduduki oleh yeoja tersebut,senyum manis sekalidus jahil itu tidak pernah lepas dari bibir yang berbentuk hati miliknya,lalu namja manis itu menutup mata yeoja itu dengan kedua tangannya dari belakang sehingga yeoja tersebut kaget.

"kyaa! Siapa ini!"kaget yeoja itu.

"..."

"lepaskan tanganmu,kau pasti pencuri bukan!"

"..."senyum jahil kembali terlikis dari wajah manisya.

"ok! Kalau kau tidak mengaku aku tidak akan menjamin keselamatanmu"sebelum yeoja itu mencoba melakukan jurus yang sangat menakutkan tiba-tiba namja manis itu melepaskan tangannya dari mata yeoja itu lalu mundur beberapa langkah kebelakang mencoba menghindari amukan yeoja itu,namja tau betapa menakutkan yeoja ini jika sedang marah bisa-bisa dia masuk rumah sakit...

Yeoja itu membalikan tubuhnya cepat hingga berhadapan dengan namja manis dibelakangnya,yeoja itu kaget sekaligus gembira bukan main... yeoja itu melompat-lompat lalu berlari dan memeluk namja manis itu...

"oppa... oppa... kapan kau pulang oh!? Kenapa tidak menyuruhku untuk menjemputmu? Kau mengagetkanku... aku sangat merindukanmu... kau menyebalkan!"namja manis itu mengelus surai coklat milik yeoja yang ternyata adiknya sendiri.

"maafkan oppa ne kyunghee...oppa juga merindukanmu,sangat"memont ini berjalan cukup lama

Kyunghee melepas kasarkan pelukan sang oppa padanya sambil memasang wajah yang sangat jutek dan tidak bersahabat membuat oppanya bingung.

"apa yang membuat oppa pulang oh!? Kalau karena appa... oppa pulang,lebih baik tidak usah kembali kerumah ini...kalau hanya akan meninggalkanku lagi"gadis itu berdecak sebal sambil mebuang muka.

"hei.. hei... kenapa kau marah lagi? Oppa memang pulang karena appa tapi oppa pilang karena merindukan adik oppa yang cantik ini,oppa tidak akan pergi lagi kok beneran"tangannya mengusap gemas surai coklat milik sang adik.

"..."Tapi kyunghee tetap saja teguh pada pendiriannya untuk tidak memperdulikan ucapan sang kakak,membuat kakaknya menghela nafas sejenak.

"ok... kakak akan traktir kamu makan sesukamu,otte?"

"..."

"ayo kita ke restorang china,oppa akan mentraktirmu sepuasnya"sang adik mulai merespon

"benarkah?"

"yapp"Sorak gembira begitu terdengar dari bibir sang adik,terkesan sangat heboh bahkan sang adik sampai melompat-lompat

Ckck,Ternyata dia belum berubah

.

Setelah memakan waktu yang cukup panjang,bisa dikatakan jarak dari restoran china yang dituju dengan rumah mereka cukup ada restoran china yang lebih dekat,tapi alasannya karena ditemapat ini makanannya jauh lebih enak.

Restoran ini terlihat sangat ramai hingga masih bisa kah mereka menyantap makanan di tempat ini,sampai tidak terlihat lagi ada bangku yang kosong lagi.

"bagaimana ini? Tidak ada tempat duduk lagi oppa~..."kyunghee mengacak rambutnya gusar.

"lebih baik kita cari restorant yang lain saja ne..."

"tapi aku tidak suka ditempat lain,oppa tau kan"

"tapi tidak ada tempat lagi kyunghee...coba lihat semua penuh"

"andwe,pokoknya kita harus menunggu sampai ada tempat yang kosong!"

"baiklah"

Mereka terus mencari tempat duduk yang kosong hingga mereka sampai dilantai dua restorant tersebut tapi hasilnya tetap nihil...

Kyunghee mepoutkan bibirnya,dia sudah sudah 22 menit lemat 18 detik mereka mencari tempat tapi tetap tidak ada yang sudah hampir pulang tapi teriakan kyunghee membuat perjalanan menuju pintu keluar tertahan.

"OPPA! OPPA!"teriak kyunghee pada namja yang duduk tepat dipojok restoran itupun menoleh kyunghee dan tersenyum berduapun mendekat kemeja namja tersebut.

"kyunghee apa yang kau lakukan disini? Dan kyungsoo?...kau... "kata namja tampan itu,terkejut melihat orang berada disebelah kyunghee.

"lama tidak bertemu ya"namja yang bernama kyungsoo itu tersenyum manis pada namja yang ada didepannya.

TBC.. MEYBE...

A/n

Wah sebanarnya aku udah tidak kepikiran untuk melanjutkan ff ini lagi loh... tapi setelah aku pikir-pikir aku kok kayak jahat gitu,ngegantungin ff ini begitu saja...

Aku minta maaf pada readers yang mau baca ff abal ini apalagi yang ngeriview ff ini... aku ucapin banyak terima kasih yang udah suport ff ini ne...