Nyam-nyam, Yo minna aku kembali. Hehehe
Asik nih baru dapet permen dari Natsu. Kalo mau, minta sendiri ya sama bocahnya ..., Nyam-nyam. # ditimpuk reader
Oh iya, bales riview dulu ya ...
Ahaurats-FT : Aku gak tau harus bales apa, tapi Hai juga deh ..., salam kenal . terima kasih atas riviewnya xD
Novi Eucliffe : Iya, tenang aja di Chapter ini Lucy akan muncul kok ..., kalo masalah chapter ini rada panjangan kayanya gak bisa deh ... maaf ya, karena tadinya sih aku mau bikin cerita ini one shoot tapi kepanjangan jadinya aku bikin two shoot deh..hehe oke makasih ya atas riviewnya, salam kenal n_n
Hanara Kashijiku : Oke, terima kasih atas riviewnya, salam kenal :D
Alena : wah, jangan dibayangin dong, hehe ... oke deh terima kasih atas riviewnya :D
Mako-chan : hehe, masa sih merinding? Padahal menurutku gak serem ceritanya, terkecuali kalau dibayangin.. hiiiiiii... hmm, di mana ya kira-kira Lucy? Di chapter ini semuanya akan terjawab ko..hehe oke deh terima kasih atas riviewnya xD
Aster-bunny-bee : iya, gomen..hehe. niatnya memang one shoot tapi berhubung keadaan yang memaksa jadi di buat two shoot deh. hehe.. oke terima kasih atas riviewnya, salam kenal juga. n_n
Nnatsuki : Eh? masa sih serem? Maaf deh, gak bermaksud ko, buat kamu gak bisa tidur..hehe oke terima kasih atas riviewnya, salam kenal :D
Oke deh terima kasih atas riviewnya dan terima kasih juga kepada Matt Dragneel yang sudah mau menjadikan fic ini sebagai salah satu Fave story kamu .., salam kenal, nyam..., Yosh Selamat membaca ^_^
Disclaimer : Paman Hiro Mashima, saya hanya meminjam tokoh-tokohnya untuk hiburan semata.
Warning : OOC, dan tetap hati-hati dengan sesuatu di sekitar kalian. Hihihi ...
.
.
Misteri Hantu Tanpa Kepala
Chapter 2
" Hei, Bolehkah aku meminjam kepala salah satu dari kalian?" suara dari sosok yang ditunjuk cucu dari master ketiga sekaligus keenam itu, membuat semuanya menoleh ke sumber suara. Alhasil, sosok tubuh tanpa kepala pun berhasil tertangkap oleh mata mereka masing-masing, namun tak ada satupun dari mereka yang terlihat terkejut. Dalam sekejap Natsu dan yang lainnya tiba-tiba membungkukkan badannya, dan saling berbisik satu sama lain layaknya tim yang merencanakan sesuatu sebelum bertanding.
" Oi, Loki kau bilang hantu tanpa kepala itu dulunya seorang pemuda, tapi apa suaranya tidak terdengar seperti perempuan?" bisik Natsu.
" Setauku memang laki-laki ko ...," Balas Loki.
" Hei, apa kalian tidak merasakan hal aneh yang lain?" bisik Gray.
" Ya, aku rasa aku tau apa yang kau rasakan Gray." Ucap Erza, dan mereka pun kembali menatap Laxus. Sedangkan Laxus sedikit terkejut saat tim Natsu, Loki, dan juga dua perempuan cantik dari keluarga Strauss menatapnya secara serentak.
.
.
" Hahahaha, kau pikir kami akan tertipu dengan ini Laxus." Ucap Natsu, yang entah sejak kapan telah berada di sisi sebelah kiri sosok menyeramkan tersebut sambil merangkulnya layaknya seorang sahabat. Sedangkan sosok yang telah dirangkul Natsu itupun hanya dapat menoleh padanya.
" Huh?" Laxus hanya menatap Natsu dengan heran.
" Kau adalah orang di balik semua ini kan?" Tambah Gray yang juga telah berada di sisi kanan makhluk tersebut, disusul dengan anggukan cepat semua mage kecuali Gray dan juga Laxus tentunya yang sekarang terlihat semakin bingung.
" Jadi kalian pikir, ini ulahku hanya karena sikapku yang seperti ini, terhadap makhluk itu?" Ucap Laxus.
" Hn." Balas mereka serentak.
" Hhh, mana mungkin aku melakukan hal kekanak-kanakkan seperti itu." Pernyataan dari Laxus, sukses membuat semua terhempas dalam pikirannya masing-masing.
" Benar juga ya, mana mungkin seorang Laxus melakukan hal ini." batin Gray sambil menoleh ke arah kirinya.
" Eh?" Natsu kembali menatap sosok yang masih dirangkulnya itu, dengan wajah yang telah berubah menjadi pucat pasi dan senyuman ngeri.
.
.
" Jadi, boleh aku meminjam kepalamu?" Ucap sosok tersebut kepada Natsu, setelah ia menoleh ke arah Gray.
" ..." Hening sesaat, dan ...
" GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AA." Jerit mereka serentak kecuali Laxus dan Erza.
" HANTUUUUUUUUUUUUUUUUU."
Natsu dan Gray pun saling berpelukan dengan sangat ketakutan setelah mereka berdua sedikit menjauh dari makhluk tersebut, begitu pun Wendy yang memeluk Charle dengan memejamkan matanya, dan hal tersebut ditiru oleh Lissana dan Mira. Sedangkan Happy langsung melesat ke wajah Erza dan memeluk wajahnya, begitu juga Loki yang langsung memeluk Erza. Sayangnya hal tersebut membuat sang titania naik pitam, dan langsung menarik Happy yang tengah menempel di wajahnya dengan paksa. Kemudian ia pun memukul Happy dan Loki, membuat sosok yang ditunjuk oleh Laxus tersebut sweatdrop melihatnya sambil terkekeh pelan.
" Hehehe, sepertinya aku sudah kelewatan ya." Ucap sosok tersebut setelah melihat Natsu, Gray, Wendy dan Charle sudah tak berdaya dengan roh yang telah keluar di mulut mereka (ekspresi mereka sama kaya di episode 137 kalo gak salah, pas Lily ngerjain Levi, Jet, dan Droy)karena ketakutan. Hal yang samapun terjadi pada Loki dan juga Happy, namun Loki dan Happy terkapar akibat keganasan dari sang titania Erza Scarlet. Sedangkan Laxus hanya diam, menatap rekannya tersebut.
" Gomen-gomen." Ucap sosok tersebut lagi, sambil membuka kostumnya dengan perlahan.
" Lucy?" Ucap Erza sedikit terkejut, setelah melihat Lucy keluar dari dalam sosok tersebut. Lucy pun membalasnya dengan sebuah senyuman.
" Heh? Lucy?" ucap Lissana setelah ia mendengar ucapan Erza, ia pun merenggangkan pelukannya dari Mira.
" Jadi ini semua ulahmu?" Ucap Erza, sambil menatap Lucy tajam.
" A-aku tidak bermaksud untuk menakut-nakuti kalian ko, tadinya aku ingin meminta pendapat kalian tentang kostum ini." Terang Lucy.
" Untuk apa kau membeli kostum itu?" Tanya Erza dengan heran.
" Eh? kau lupa Erza? Bukankah besok adalah hari halloween?" Balas Lucy.
" Eh? Benar juga, aku juga lupa." Ucap Mira.
" Heh, jadi semuanya lupa ya kalau besok adalah hari halloween." Batin Lucy.
" Kupikir kau sedang membeli krim wajah Lucy, lalu kenapa kostum itu yang kau beli?" tambah Lissana.
" Iya, aku sekalian lewat tadi. Karena akhir-akhir ini cerita hantu tanpa kepala sangat populer di Magnolia, Kupikir keren juga kalau aku membeli kostum ini." ucap Lucy, kemudian ia pun menghampiri Natsu yang masih tak sadarkan diri. Lucy pun berjongkok di depan Natsu.
" Heh? Ada sesuatu yang keluar." Lanjut Lucy dengan wajah lugu menatap Natsu, sedangkan Lissana dan Mira hanya sweatdrop mendengarnya.
" Itu karena ulahmu kan Lucy." Batin Lissana
.
.
Suasana guild mulai hening saat Mira dan Lissana kembali mengerjakan pekerjaannya, yaitu membersihkan gelas-gelas dari sisa-sisa minuman.
" ~Hoamm. Mira sudah jam berapa sekarang?" Erza mulai merasakan kantuk, saat Mira hampir menyelesaikan pekerjaannya.
" Sekarang sudah jam 11.00, Erza." Ucap Mira dengan nada suara yang lembut.
" Mira-ne, aku sudah selesai. Ayo kita pulang." Ucap Lissana sambil menarik-narik lengan kakaknya, dengan manja.
" Baiklah. Minna kami duluan ya, jaa." Ucap Mira, sebelum keluar dari guild.
" Lucy, hati-hati ya." Ucap Lissana sambil tersenyum ke arah mage celestial spirit tersebut.
" Ah, hn... kau juga ya. Jaa." Balas Lucy.
.
.
Setelah Mira dan Lissana meninggalkan guild, Erza mulai bergerak mendekati pintu guild.
" Sudah waktunya untuk pulang. Lucy, aku duluan ya." Ucap Erza.
" Eh? Lalu bagaimana dengan mereka? siapa yang akan mengantarkan mereka pulang?" Ucap Lucy, sambil menatap Natsu, Gray, Wendy, Loki, dan juga dua exceed yang masih tak sadarkan diri.
" Tentu saja kau. Jaa." Ucap Erza, sambil meninggalkan guild. Lucy hanya cengo, mendengar perkataan singkat dari Erza. Tak lama kemudian Laxus pun beranjak dari tempatnya.
" L-laxus, mau kemana kau?" Ucap Lucy.
" Huh? Tentu saja aku mau pulang." Ucap Laxus setelah ia menoleh pada Lucy.
" Bisakah kau membantuku?" Ucap Lucy, dengan memasang wajah semelas mungkin.
" Itukan ulahmu sendiri, jadi bukan urusanku." Ucap Laxus, kemudian ia pun meninggalkan guild dan Lucy sendiri. Sedangkan Lucy hanya terdiam menatap Laxus sebelum sosoknya menghilang di balik pintu guild.
"~ Hieeeeeeee kalian jahat, meninggalkanku sendirian." Rengek Lucy sambil bersimpuh di depan Natsu, setelah Laxus benar-benar menghilang dari pandangannya.
** Tamat**
Natsu : " Hahaha, makasih Happy atas permennya. Manjur tuh ngebujuk si Author."
Happy : "Ayee, mana ikannya?"
Natsu : " Ikannya nanti aku kasih tahun 2014."
Reader : " si Happy udah keburu mati BODOH! Sekarang aja baru tahun 791."#Sweatdrop.
Happy : "Hieeeeeeee Natsu jahat." #terbang nyusul Charle ke Hawai (Widih...)
Natsu : " Eh-eh, kok pada ngambek sih ... Ya udah deh, Eh Author tutup tuh ceritanya."
Author : " Nyam-nyam." #masih asik makan permen.
Natsu : " Yaah, ni orang ya ... masa bodo ah." #Turun pangung
Reader : " Tanggung jawab woii... jangan kabur." #Narik Syal Natsu.
Natsu : " I-iya iya, tapi lepas dulu. Gak bisa nafas tau!_"
Reader : " _Yaudah cepet."
Natsu : " Oke, buat semuanya terimakasih udah mau baca fic ancur ini ..., dan sekali lagi terima kasih banyak kepada ...,"
Gray : " _ Ahaurats-FT, Novi Eucliffe, Hanara Kashijiku, Alena, Mako-chan, Aster-bunny-bee, Nnatsuki, dan juga Matt Dragneel atas riviewnya yang telah menyemangati Author." #Ngelirik Natsu.
Natsu : " Eh?Kok bisa, bukannya dia tadi mental ke Kutub Utara ya..."
Gray : " Kebetulan tadi ada wisatawan dari planet ****(sensor), terus mereka kasih tumpangan naek UFO, sampe sini ..., dan sekarang giliran kau yang pergi ke kutub utara, Bye Flame Head." ~TUING~#Nendang Natsu.
Natsu : " Hiyeeeeeeeeeee, oke deh minna mohon maaf jika fic ini tidak memuaskan kalian sama sekali. Dan sampai jumpa di fic yang berikutnya ya..., AWAS KAU ICE BRAIN!." ~* CLING.
