Apa yang terjadi jika mereka genderband?
.
Summary: Setelah Rin tersadar, ia menemukan dirinya dalam keadaan.../for kagamine birthday/ "Kakoii~ tak kusangka sepupu Len-sama juga cool"
.
Warning: OOC, Abal, Gaje, TYPOO, dll.
.
Disclaimer: Vocaloid and Kagamine twins isn't mine
.
Normal POV
Rinto membuka tasnya, ia melihat bohlam itu sambil menghela nafas berat "Kenapa Kagamine-san menyuruhku membawa bohlam ajaib ini?" gumam Rinto. "Rinto-nii! ohayou!" Miku mendekati Rinto "Sepertinya Rinto-nii gelisah karena hari pertama masuk ya? tenang aja. Miku yakin teman sekelas bakal baik sama Rinto-nii" senyum miku semakin mengembang.
'Sebenarnya bukan itu masalahnya...' batin Rinto.
Miku dan Rinto terheran heran begitu di depan gerbang sekolah. Entah kenapa pagi itu gerbang sekolah begitu ramai "Hee! ada apa nih?" ranya Rinto, Miku hanya menggeleng. "Masuk aja yuk" Miku menarik tangan Rinto untuk masuk ke dalam gedung. tanpa mereka sadari, sepasang mata azure menatap mereka tajam.
.
=Skip time=
.
"Minna-san, hari ini kita mendapat teman baru. Kagami-san, Kagane-san, silahkan masuk" ucap Meiko-sensei. Rinto dan Len pun masuk.
"Kagami Lenka, sepupu Kagamine Len. yorushiku" Lenka(kupanggil Lenka saja ya) memungkuk dalam. berbeda dengan Rinto yang sok-stay-cool. "Ka-kagane Rinto, sepupu dari Kagahime Rin" senyum Rinto dengan agak kaku
Murid sekelasan langsung nosebleed ataupun teriak 'kakoii' dan 'kawaii'. "Kakoii~ tak kusangka sepupu Len-sama juga cool~" "Sepupu Rin-chan juga gak kalah cool!~" kurang lebih begitulah teriakan mereka. Rinto dan Lenka sweatdrop bersamaan.
"Kalian berdua duduk di—" "Rinto-nii! duduk sini saja!" teriakan Miku memotong ucapan Meiko-sensei. "Hatsune-san! tidak baik memotong omongan guru!" tegur Gumi. "Sepertinya kalian saling kenal ya? baiklah, Kagane-san, Kagami-san, silahkan duduk di sebelah Hatsune-san" seru Meiko-sensei. para murid sibuk ber-'huu' ria kepada Miku.
"Oke, kita mulai pelajarannya"
.
=skip time=
.
"Aku bingung!" teriak Rinto, Lenka menghentikan acara bacanya sebentar. mereka berada di halaman belakang sekolah, satu satunya tempat untuk berlindung dari fg baru mereka (tentu Lenka pengecualiannya).
"Oi, Kagamine! kenapa kau tampak tak peduli sama sekali sih?!" Rinto menatap Lenka dengan aura kesal. "Lenka.." "He? apa maksudmu?" "Bisa kau memanggilku dengan itu saja? mencolok kalau kau memanggilku kagamine" "Baiklah"
'POFF'
"Urufufu~ sepertinya kau kesulitan, Rin-chan!~" Aoki keluar dari bohlamnya. "Nah! itu dia! gimana caranya aku kembali menjadi semula lagi!" teriak Rinto frustasi. "Are? bukannya kalau dari cewek ke cowok gak ada penawarnya?" Tanya Aoki balik
'SIIIING'
hening.
"Apa yang kulakukan! gak ada cara penawarnya!" Teriak Rinto, makin frustasi. Aoki dan Lenka hanya sweatdrop ngeliat reaksi Rinto. "Ada sih, tapi..." Aoki berbisik ke Rinto. Rinto blushing seketika "A-ada cara lain gak?" "Nggak" jawab Aoki dengan poker face.
"Pokoknya good luck!" 'POOOF' Aoki menghilang lagi.
Rinto terdiam, sesekali ia menatap Lenka. Lenka hanya angkat bahu "Dingin.." gumam Rinto "Sikapmu masih seperti cewek tau.." Lenka menghela nafas, ia berjalan keluar halaman belakang itu.
"Are?" Lenka melengos, usahanya sia sia. "Kenapa Lenka?" Rinto mendekati Lenka.
"Kita terkunci, sekolahnya sudah ditutup... emang jam berapa ini?" Tanya Lenka. "Jam 05.39 PM, kita dikejar pala FG selama 3 jam setelah pulangan" jawab Rinto dengan akurat. "Berarti benar kita terkunci... kita tunggu saja ada yang bukain..."
"HUWEE! gimana nih! aku nggak mau kekunci! apa lagi dingin!" Rinto mulai merengek. 'Sret' Lenka menarik Rinto ke dalam pelukannya "Padahal udah menjadi cowok... tetap saja cengeng... merusak image-mu tau!" Lenka melilitkan ujung syalnya ke Rinto (ini musim dingin loh).
"Lenka pakai apa kalau aku pakai syal?" Tanya Rinto, Lenka mendengus "Aku tak perlu—" 'PUK' Rinto melempar sarung tangan tepat di atas kepala Lenka "Ah um... pakai tuh, sebelum kamu sakit" Rinto menarik kedua sisi bibirnya sehingga membentuk sebuah cengiran khasnya. Lenka blushing sedikit "A-arigatou, Bakagahime"
"Sisi cool-mu muncul tuh!" seru Lenka. Rinto hanya meringis kecil atas panggilan Lenka padanya. "Hei, jangan jauh jauh, Lenka" Rinto menarik tangan Lenka, tapi naas mereka berdua malah terpleset. "Rinto, awas!" mereka terguling beberapa kali.
"Nee~ Rinto-nii dan Lenka-chan ngapain disini?" Miku mendekati mereka "Miku, kau sendiri?" "Aku ada ekstra tennis, tuh" Miku mendekati bola tenis, penyebab terplesetnya mereka "Sekarang jawab pertanyaanku" Miku memainkan bola tennis itu, Lenka dan Rinto sweatdrop melihatnya.
"A-aku pergi dulu!" Lenka berlari menjauh tanpa melihat ke belakang lagi "Nee, Lenka kenapa?" Tanya Miku, matanya tetap melihat Lenka sampai Lenka tak terlihat lagi "Entahlah, tadi kami dikejar para FG. udah, aku mau pulang" Rinto mengambil tasnya dan berjalan pulang, tanpa berbicara sepatah katapun.
.
=skip time again=
.
Rin mengucek matanya sebentar, ia menghadap ke cermin—"KYAAAAAAAAAA!" –dan berteriak "Aku kembali lagi! menjadi Kagahime Rin lagi!~" Rin menari nari dan berakhir jatuh saat menuruni tangga. "Udah kubilangkan, kau harus memeluk orang yang ditakdirkan untukmu-ssu!~" seru Aoki "N-nggak mungkin ah!" Muka Rin memerah, ia jadi teringat soal Len...
"HEH! udah baca majalah sekolah baru baru ini" "ngomong ngomong... Len-san juga ya... makin keren" "hee.." Rin memutar bola matanya dengan malas "Kalian tuh... gak baik bicarain orang" Rin mengibas ngibaskan tangannya.
Teman teman Rin menatap Rin dengan tajam "Apa hubunganmu dengan Ka-ga-mi-ne, Rin-chan?" Tanya seorang siswa "A-aku gak ada hubungannya dengan Len kok!" Rin mengelak "Len? manggil namanya tuuh" goda Miku "Miku! eh, menurutmu Rinto sepupuku seperti apa orangnya?" Tanya Rin. hening.
"Rinto? siapa dia?" Eh? "Udah deh Rin! jangan ngelindur, okay?" Miku menggoncang goncang tubuh Rin "M-mik! aku mau ke Len sebentar!" Rin melepaskan dirinya dari cengkraman Miku, lalu berjalan mencari Len.
"Len!" Rin menemukan Len yang berjalan di lorong sambil membelakanginya "Ke-kenapa mereka melupakan Rinto dan Lenka?" Tanya Rin "Liatlah kalender-mu" jawab Len masih membelakangi Rin "Hah! 27 desember?! kan seharusnya tanggal 28 desember?!" Rin membaca kalender di ponselnya.
"Rinto. Lenka. semuanya... itu semua Cuma mimpi" ucap Len
"T-tapi aku bicara sama Aoki tadi!" Rin merogoh tasnya. tak ada bohlam di dalam tasnya. "GA MAU! aku nggak mau yang kemarin itu mimpi" Rin teringat akan semua hal yang menyenangkan yang terjadi kemarin.
"Aku nggak mau perasaanku sama Len itu mimpi!" Rin mulai menangis.
"B-Baka! perasaan itu gak mungkin mimpi, dasar kamu tuh!" Len membalikan tubuhnya, Mukanya benar benar blushing sekarang.
"B-berarti... aku suka..." Rin bergumam kecil, tiba tiba Len memeluknya "Ada yang ingin kau sampaikan ke Len, kan Rin?" Len tersenyum usil, Rin hanya mengangguk sebagai jawabannya "Nah, sekarang... ucapkanlah" perintah Len.
"Len... Suki da..." Rin tersenyum ke Len "Otanjoubi omedetto Rin... pasti kamu lupa ya" Len membalas senyum Rin "Eh?"
.
FIN
.
Berakhir dengan Gaje... nyahaha #Plak. maaf telah nyampah fic lagi, mana lagi judulnya yang ajegile... semua total word di fic ini 1001 (tidak termasuk author note dan sesi balas review) ok! berikutnya sesi balas review! Oh iya! Otanjoubi buat 4 kagamine twins!
Michi nichi-chi:
aka gak maksa kok! makasih atas periksanya, onee-san. yuppo, jawabannya Lenka.
Yami Nova:
Astaga... Yuki kau benar sekali, sementara novacchi sama Yuka... kalau Yuka sih setengah benar(?) fifty-fifty(Lha?). Ini mah, Gakupo... nyambung dari mana tuh. tanda baca ya... ugh, maaf kurang teliti novacchi! terima kasih atas reviewnya! sejak kapan? #plaaak #abaikan
Yami no Ryou:
REEEEEEEEEEEIIIIIIIIII-CHHHHHHHHHHHUAAAAAAAAAAN #PLLAAAAAAAAAAAK *pake toa* *seluar angkasa budek seketika(?)* kamu betul! wani piro? *diinjek* iyaaa boleh kok thanks fav&foll nya!
Hikari Kengo:
Hika-chan! *digiles* kata dunia adalah... bayarlah pajak *diinjek* Lenka cuek? karena ia emang karakternya suram begitu *digiles Len* Kengo-kun... bener jawabannya... wong mudah banget. boleh kok!
