Begitulah cerita yang baru saja Sanghyuk tuangkan pada buku diari miliknya. Dia menghela napas dan meletakan kembali buku diari tersebut ditempat asalnya—kolong ranjang—takut jika hyungnya membaca semua cerita sekaligus rahasia yang ada dalam lembaran benda itu. Kemudian dia meletakan tas sekolahnya, menyambar handuk dan berjalan menuju kamar mandi.

[CHAPTER 2]

"Kutunggu kedatanganmu, ne? Bye~" ucap seorang namja berkulit gelap pada lawan bicaranya ditelepon.

"Nugu, hyung?" tanya namja kelahiran seribu sembilan ratus sembilan puluh lima itu penasaran dengan hyungnya yang berbicara pada seseorang ditelepon.

"Wonsik-ie, dia juga membawa Hongbin" balas namja yang ditanya.

"Hongbin hyung" batin Sanghyuk sambil tersenyum diam-diam.

"Mengapa kau tersenyum?" tanya Hakyeon heran melihat dongsaengnya yang tiba-tiba tersenyum tak jelas.

"Aniyo! Aku senang jika mereka datang kesini. Jadi, apa salahnya jika aku tersenyum?" jelas Sanghyuk menekan kata 'mereka' yang membuat hyungnya memutar kedua bola matanya malas.

"Terserah apa katamu. Aku sengaja mengajak mereka kesini karena kami akan menonton film bersama"

"Kenapa tidak bilang? Film apa itu, hyung?" tanya Sanghyuk penasaran.

"Film horror" balas Hakyeon singkat.

"HAHAHAHAHAHAHAHA" Sanghyuk malah tertawa terbahak-bahak setelah mendengarnya dan itu membuat Hakyeon sedikit terkejut.

"MWOYA?" tanya Hakyeon lancang pada dongsaengnya tak henti-hentinya tertawa.

"Jangan sok deh, hyung. Memangnya kau berani menonton film horror?" tanya Sanghyuk dengan nada merendahkan.

"Tentu saja! Lagipula Wonsik-ie bilang filmnya tak terlalu seram" jawab Hakyeon tak mau kalah.

Ting tong

Tiba-tiba suara bel menghentikan perdebatan kecil diantara mereka. Kedua namja itu mengalihkan pandangan pada pintu rumah mereka.

"Itu pasti Wonsik ku tercinta!" Hakyeon menebak dengan sangat semangat.

"Biar aku yang buka" Sanghyuk berlari menuju arah pintu dan membukanya.

Dan benar saja, ternyata itu Wonsik dan Hongbin yang berdiri dibelakangnya. Sanghyuk langsung menyapa mereka dengan senyuman gembira terutama pada Hongbin.

"Hyung~!" seru Sanghyuk dan dengan sigap ia berjalan mendekati Hongbin.

Hongbin sempat terkejut karena namja yang dipikirnya lucu itu mendekatinya secara tiba-tiba namun ia hanya terkekeh sembari mengelus-elus rambut halus namja tersebut. Hakyeon tak mau kalah, dia pun memeluk kekasihnya, Wonsik. Kini acara nonton film malah menjadi acara pelukan. Ckck.

"Hyung, ayo masuk!" ajak Sanghyuk dengan nada semangat sambil menarik tangan Hongbin untuk masuk kedalam rumah.

"Aku merindukanmu" sela Wonsik ditengah acara pelukannya dengan Hakyeon, menyalurkan rasa kerinduan.

"Nado, chagiya" balas Hakyeon mempererat pelukan, lalu ia menarik kekasihnya itu untuk masuk kedalam rumah karena udara pada malam hari sangat dingin.

_Diary_

Mereka pun menonton film horror yang sudah ditentukan diruang tengah. Hakyeon terus memeluk Wonsik sambil menyenderkan kepala pada dada bidangnya, sesekali dia berteriak ketakutan. Sanghyuk yang melihat kemesraan hyung dengan kekasihnya itu hanya menghela napas sambil memutar kedua bola matanya malas. Ia benar-benar panas sekarang.

"Dasar, jika ingin bermesraan setidaknya tidak disini" batin Sanghyuk kesal.

Sanghyuk yang memang dari awal tak tertarik dengan film horror tersebut lekas bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya dengan wajah muram. Hongbin melihat sekilas kepergian Sanghyuk dengan heran dan bingung namun ia tak menghiraukannya, mungkin namja itu mengantuk.

Setelah 3 jam lamanya, film horror yang mereka pun berakhir. Wonsik menyadari sesuatu lalu bertanya, "Lho, kemana Sanghyuk?" Hakyeon yang awalnya tak menyadari kepergian dongsaengnya pun ikut heran.

"Oh, tadi dia pergi kekamarnya tapi wajahnya terlihat muram" jelas Hongbin yang dari tadi memang menjadi saksi mata.

"Ckck, mungkin dia takut dengan film horror tadi" celoteh Hakyeon sok tau.

_Diary_

"Gomawo karena sudah mau menemaniku nonton film horror" Hakyeon berterima kasih pada kekasih dan sahabatnya, Wonsik dan Hongbin.

"Tak usah sungkan-sungkan, chagiya" balas Wonsik lalu merangkul Hakyeon seraya memberikan senyuman andalannya. Hakyeon sangat menyukai itu.

Hongbin hanya terkekeh melihat kemesraan kedua sahabatnya itu sembari membatin, "Benar-benar pasangan yang cocok".

"Hakyeon-ah, aku ingin pamit pada Hyuk" pinta Hongbin yang langsung dibalas anggukan dari Hakyeon. Lagipula ia merasa tak enak mengganggu kedua insan muda yang tengah bermesraan itu, mungkin mereka ingin menyalurkan rasa rindu dan sayang masing-masing.

Hongbin pun berjalan menuju kamar Sanghyuk, terdapat papan bertuliskan 'Sanghyuk's room' bertengger didepan pintu kamarnya.

"Pasti ini kamarnya" batin Hongbin dengan yakin. Dia perlahan membuka pintu kamar tersebut dan memperhatikan setiap sudut ruangan bercat biru dan bernuansa kamar anak muda yang dihiasi dengan poster anime didindingnya. Namun, sepertinya namja yang dicari oleh Hongbin sudah tertidur pulas dan terdapat sebuah buku diari yang sedari tadi sudah terbuka tergeletak dilantai tak jauh dari ranjang. Penasaran mulai memasuki jiwa Hongbin sehingga ia berniat untuk membaca halaman yang sudah diisi oleh Sanghyuk.

Dear diary, malam ini Hakyeon hyung mengajak Wonsik hyung dan...ekhmm pangeranku, Hongbin hyung untuk menonton sebuah film horror. Aku senang sekali bisa bertemu dengan Hongbin hyung dan bahkan dia mengelus-elus rambutku. Kyaaaa~ kapan aku bisa memeluk dia?. Selama film berjalan, Hakyeon hyung tak henti-hentinya berteriak dan memeluk Wonsik hyung. Dia bahkan menyenderkan kepalanya pada dada Wonsik hyung. Aku tau mereka itu sepasang kekasih, tapi setidaknya bisakkah mereka tak bermesraan didepanku? Itu membuatku panas. Seandainya aku dan Hongbin hyung bisa seperti mereka... Ah, lebih baik aku tak boleh terlalu berharap, mungkin saja Hongbin hyung tidak suka padaku.

Hongbin tersenyum pada setiap untaian kata-kata yang dituangkan oleh Sanghyuk pada buku diarinya. Penasaran masih bisa ia rasakan sehingga dengan iseng dia membuka halaman sebelumnya.

Dear diary, aku mencurahkan segala isi hatiku tentang Hongbin hyung pada Sungjae saat jam istirahat tadi. Dia bilang bahwa aku mengalami cinta pada pandangan pertama dan aku yang mendengar hal itu hanya bisa tertawa. Namun sepertinya Sungjae berkata serius dan setelah kupikir-pikir lagi, aku memang benar-benar mengalami cinta pada pandangan pertama. Sungjae mengalami hal yang sama denganku, dia menyukai seseorang dari tempat kursusnya. Kalau tidak salah, namanya adalah Taehyung. Oh Tuhan, bagaimana aku bisa tergila-gila pada Hongbin hyung seperti ini? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika Hongbin hyung menjauhiku setelah kukatakan perasaanku yang sebenarnya?

Hongbin benar-benar speechless sekarang. Dia sangat terkejut dengan apa yang telah barusan dia baca dari buku diari milik Sanghyuk. Dia yakin Sanghyuk lah yang menulis semuanya. Sadar bahwa sedari tadi malah sibuk membaca buku diari milik namja yang sedang tertidur pulas itu pun berniat untuk kembali keruang tengah karena takut jika seakan-akan Sanghyuk terbangun dan mendapati dirinya tengah berada di dalam kamarnya. Namun sebelumnya dia menaikkan selimut yang membaluti tubuh Sanghyuk lebih tinggi agar namja itu tak merasa kedinginan.

"Good night" ujar Hongbin pelan lalu berjalan menuju pintu kamar dan menutupnya dengan hati-hati.

_Diary_

Hembusan angin pagi dan sinar matahari datang mengusik seorang namja yang masih tenggelam dalam dunia mimpi. Karena hal itu, dia sedikit mengerang kecil dan alhasil mimpi tidurnya terpaksa harus berakhir begitu saja. Perlahan-lahan ia membuka kedua matanya, dan berusaha untuk menyesuaikannya agar bisa melihat dengan jelas dan berlanjut mengumpulkan nyawa.

7:00 AM

Dilihatnya jam digital yang terletak diatas nakas dengan malas.

"Aish, aku malas pergi sekolah" desisnya dipagi hari masih mengumpulkan nyawa sepenuhnya.

Seorang namja berkulit gelap membuka pintu kamarnya dan berdiri diambang pintu. "Oh, sudah bangun ternyata. Cepat mandi dan setelah itu sarapan" titahnya dan berlalu meninggalkan Sanghyuk yang masih terbaring malas diranjang.

Sanghyuk menghela napas malas dan dengan susah payah bangkit dari tidurnya. Ia dapat merasakan sesuatu baru saja diinjak olehnya.

Buku diari.

"Jangan-jangan semalam aku ketiduran dan buku diari ini terjatuh dari genggamanku" gumamnya sambil meletakan kembali benda tersebut ditempat seperti biasa—dibawah ranjang—.

_Diary_

"Bye~" pamit Sanghyuk sambil melambaikan tangannya pada Hakyeon yang dibalas senyuman. Sanghyuk memperhatikan kepergian mobil yang dikendarai hyungnya dan melangkahkan kaki untuk masuk ke sekolah.

_Diary_

Jam istirahat, dikantin.

"Sanghyuk-ah!" seru seorang namja yang diyakini sahabat Sanghyuk bernama Sungjae, "Bagaimana?" lanjutnya sesaat setelah menghampiri Sanghyuk.

"Apanya?" Sanghyuk malah balik bertanya dengan tampang wajah tak berdosa.

"Itu lho, Hongbin yang kau ceritakan padaku" kata Sungjae memutar kedua bola matanya karena Sanghyuk tak kunjung mengerti.

"Oh iya ckck... aku lupa menyeritakannya padamu. Jadi begini..." Sanghyuk pun menceritakan tentang tadi malam dan membuat Sungjae begitu serius mendengarkan tiap kata-kata yang Sanghyuk ucapkan.

_Diary_

2 bulan telah berlalu, namun Sanghyuk masih belum mengutarakan perasaan yang sebenarnya pada sang pujaan hati—Hongbin dan ironisnya lagi dia malu untuk melakukan itu. Sungjae, sahabatnya bahkan telah berkali-kali menyuruhnya untuk segera mengutarakan perasaannya sebelum terlambat. Sanghyuk berpikir bahwa jika terus-terusan memendam perasaan itu memang menyakitkan dan membawa rasa gelisah, galau dan merana tak menentu.

Hari ini adalah hari minggu dan Wonsik berencana mengajak Hakyeon sang kekasih pergi jalan-jalan. Hakyeon yang mendengar itu langsung berteriak dan melompat kegirangan layaknya orang yang sudah memenangkan kuis dengan hadiah berlimpah.

"Kau berlebihan, hyung" celetuk Sanghyuk melihat tingkah konyol hyungnya lalu berjalan menuju ruang tengah dan menyalakan TV.

"Wonsik-ie sudah menunggu didepan, aku pergi dulu" pamit Hakyeon dan berjalan tergesa-gesa menemui sang kekasih yang sudah menunggu didepan.

"Ne" balas Sanghyuk malas dan masih terfokus pada sebuah acara TV yang sebenarnya ia tak mengerti.

Pip pip

Sanghyuk mendapati ponselnya berbunyi dan dengan malas ia meraih ponselnya lalu mengecheck notifikasi.

Sebuah pesan singkat.

From: Hongbinnie hyung

Annyeong, Hyuk-ah! Hyungmu bilang kau sendirian dirumah, aku khawatir padamu. Bagaimana jika aku menemanimu?

Begitulah isi dari pesan singkat yang namja itu dapatkan, seketika ia terdiam dan detak jantungnya berjalan sangat cepat daripada sebelumnya. Ia benar-benar tak percaya jika pengirim dari pesan singkat itu adalah sang pujaan hatinya, Hongbin. Orang yang selama ini Sanghyuk sukai dan mati-matian memendam perasaannya. Lalu dengan semangat namja itu membalas pesan singkat tersebut, berharap Hongbin cepat-cepat datang kerumahnya dan menemaninya.

To: Hongbinnie hyung

Kau boleh datang kemari, hyung!

Sanghyuk berhasil membalasnya, jantungnya berdebar kencang dan tak kunjung berhenti. Hal yang ia lakukan sekarang adalah tinggal menunggu Hongbin sang ekhm—pujaan hatinya itu datang kerumahnya.

Setelah 1 jam lamanya namja bermarga Han itu menunggu dan terduduk diatas sofa ruang tamu, sesekali ia menghela nafas karena orang yang ditunggu tak kunjung datang. Sembari menghilangkan penat yang ia rasakan, namja itu meraih ponselnya dan memainkan game kesukaannya.

Ting Tong

Suara bel rumah pun berbunyi, Sanghyuk langsung menghentikan kegiatan bermain gamenya dan memasukan ponselnya kedalam saku celana. Ia lalu berlari menuju arah pintu rumah dan membukanya dengan sangat gembira. Terdapat seorang namja tampan yang lebih tua dari Sanghyuk berdiri sambil tersenyum manis, menambahkan kesan indah diwajahnya. Sanghyuk membalas senyumannya, lalu mempersilahkan namja tampan itu masuk.

"Aku senang kau datang, Hongbin hyung" tukas Sanghyuk sopan sembari mempersilahkan sang tamu yang ternyata bernama Hongbin itu duduk. Kemudian namja itu berjalan kearah dapur untuk menyuguhi Hongbin segelas minuman. Hongbin hanya tersenyum simpul memperhatikan Sanghyuk, lalu ia membuka tasnya yang dari awal ia bawa dan merogohnya. Sebuah kamera DSLR. Saat Sanghyuk kembali keruang tamu dengan membawa segelas minuman dan beberapa toples berisikan makanan ringan diatas nampan yang ia bawa Hongbin dengan iseng mulai memotret namja itu. "Hyukkie, smile~!" Sanghyuk reflek menoleh dengan tampang heran dan Hongbin dengan cepat langsung menekan tombol untuk mengabadikan tampang itu.

"Wahhh… imut sekali" puji Hongbin sambil terkekeh melihat hasil jepretannya itu.

"Yak! Hyung cepat hapus!" wajah Sanghyuk memerah ketika Hongbin mengatainya lucu, namun ia langsung meletakan nampan itu dimeja ruang tamu lalu berusaha merebut DSLR milik namja yang baru saja memotretnya secara tiba-tiba untuk menghapus fotonya.

Hongbin yang menyadari bahwa sebentar lagi Sanghyuk akan merebut DSLR-nya itu langsung bangkit dari duduknya dan berlari untuk menghindar. Sanghyuk terus mengejar Hongbin yang jahil itu tanpa kenal lelah. Dan lucunya, sedari tadi mereka hanya mengelilingi ruang tamu. Hongbin merasa lelah setelah berkali-kali berlari mengelilingi ruang tamu, ia kemudian berlari menuju pojok ruang tamu. Kali ini ia kebingungan harus lari kemana lagi. Toh, dirinya sudah terjebak oleh Sanghyuk. Sanghyuk dengan sigap merebut DSLR milik Hongbin namun usahanya gagal, ia terlalu lambat. Hongbin mengangkat DSLR yang digenggamnya setinggi mungkin hingga membuat Sanghyuk tampak kesulitan untuk merebut benda tersebut dari tangan namja tampan itu. Sanghyuk menggerutu kesal karena kejahilan pujaan hatinya itu, namun Hongbin tak menghiraukannya bahkan malah tertawa cekikikan. Akhirnya ia menurunkan tangannya namun masih menggengam DSLR miliknya, lalu ia lanjut menyembunyikan benda itu dibalik badannya sehingga Hongbin membelakangi benda itu. Namja yang dijahili masih tetap semangat dan terus berusaha untuk merebut benda tersebut, ia mengulurkan kedua lengannya melingkari pinggang Hongbin dan merebut sebuah benda yang selama ini ia cari. Namun saat beberapa menit, Hongbin terdiam begitupun Sanghyuk, keduanya menyadari sesuatu.

Sanghyuk tanpa sadar memeluk Hongbin dengan kedua lengannya yang melingkari pinggang namja tampan tersebut.

Deg

Pipi Sanghyuk merona dan wajahnya kini sangat merah layaknya buah tomat. Ia dengan cepat menurunkan kedua lengannya dan menundukan kepala, ia bahkan tak berani menatap Hongbin. Kali ini ia benar-benar malu dan disamping itu, ia menyesal atas apa yang barusan ia lakukan tanpa kesadarannya. Sementara Hongbin menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak terasa gatal itu.

"Mi...mianhae" Sanghyuk angkat bicara dan mulai meminta maaf.

Hongbin tersenyum lalu mengangguk.

TO BE CONTINUED


Chapter 2 liris! Akhirnya kesampean buat update ff HyukBin ini setelah tenggelam dalam kesibukan sekolah/?
Keep looking forward to chapter 3!

Never tired of saying, don't be silent readers ;-)