Author : Hann Hunnie
Title : Call You Mine (Sehunnie jealous)
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, and other cast.
Pairing : KaiHun as always, kkkk
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Jongin sesekali melirik Sehun yang terduduk sila di ranjang. Kenapa dengan bocah itu ?
Sejak pulang dari kantor Jongin -yeah ... Tadi kekasih manis nya itu merengek minta diajak ke kantornya- namja manis itu hanya diam, bahkan hanya akan berbicara saat Jongin bertanya saja, itupun hanya jawaban singkat.
Namja tan itu menghela napas. Ia menutup laptopnya dan menyimpannya di nakas dekat tempat tidur.
Jongin mendudukan dirinya di hadapan Sehun yang sedang bersila dengan kedua pipi di kembungkan dan tangan yang bersilang di dada. Oh, Jongin tau ekspresi menggemaskan -menurutnya- ini. Kekasih kecilnya sedang dalam mode kesal, tapi ... Karena apa ?
"Jadi, kenapa ?" Jongin menganggkat dagu Sehun membuat namja manis yang tadinya setengah mendunduk menjadi mendongak.
Bukannya menjawab pertanyaan Jongin, Sehun malah semakin mempoutkan bibirnya dan memalingkan wajahnya. Malas menatap wajah tampan kekasihnya.
Jongin menggaruk kepalanya. Kenapa lagi sih dengan Sehun ? Apa Jongin melakukan kesalahan tadi di kantornya ? Tidak kan ? Dia hanya memeriksa dokumen, dan berbicara dengan Seulgi -sekretarisnya- mengenai pekerjaannya. Bahkan Sehun masih baik baik saja saat mengunjungi kantornya.
"Sehunnie" panggil Jongin lagi, dan kini namja manis itu menggeser tubuhnya, berbaring dan menutupi seluruh badannya dengan selimut.
Lagi, Jongin menghela napas. Mulai deh kekasihnya itu bersikap seperti ini. Biasanya kalau Sehun bersikap seperti ini, berarti Jongin melakukan kesalahan. Tapi ... Apa ? Jongin rasa dia tidak melakukan kesalahan apapun hari ini.
"A-"
"Jangan bicara lagi! Sehun mau tidur!" Ucap Sehun dari balik selimut.
"Hhh baiklah" Jongin mengalah, ia hendak membaringkan tubuhnya di sebelah Sehun sebelum-
"Paman jangan tidur disini! Sehun sedang tidak ingin tidur sama paman!"
Ingin rasanya Jongin berteriak 'AKU PEMILIK APARTMENT DAN SEGALA ISINYA SEDANGKAN SEHUN HANYA MENUMPANG! JADI APA PANTAS KEKASIHNYA ITU MELARANG IA TIDUR DI RANJANGNYA ? PLIS! AKU BISA SAJA MENGUSIR MU DARI SINIIII'
Itulah jeritan pilu hati Jongin. Ia tidak mungkin mengatakannya kan ? Oh bersiaplah untuk mati bila Jongin sampai meneriakan jeritan Hati nya -_-
Dan dengan terpaksa ia beranjak dari ranjang, kembali mengambil laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya.
'Dasar bocah labil' umpatnya dalam hati.
.
Pukul satu dini hari Sehun terbangun dari tidurnya. Ugh ... Tidurnya benar benar tidak nyenyak. Huhuhu Sehun kan tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau Jongin tidak memeluknya, dan semalam dengan tidak memikirkan apapun, Sehun mengusir Jongin agar tidak tidur satu ranjang dengannya.
Sehun mendudukan dirinya di tepian ranjang, ia menggaruk kepalanya membuat rambut nya yang berantakan semakin berantakan.
"Paman tidur dimana ya ?" Gumamnya.
Laptop Jongin masih ada di sofa kamarnya. Tapi tidak ada Jongin.
Sehun memakai sendal rumah rilakkuma nya, lalu beranjak meninggalkan kamar.
.
Dan langkah Sehun terhenti saat ia melihat televisi di ruang keluarga masih menyala. Namja manis itu melihat Jongin yang tengah tertidur Pulas dengan tubuh yang bersandar di sandaran sofa.
Perlahan Sehun mendekati Jongin, tanpa ragu namja yang berstatus sebagai pacar Jongin itu mendudukan dirinya di pangkuan Jongin, memeluk paman tercintanya itu dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Jongin.
Jongin mengerutkan keningnya saat merasa ada seseorang yang duduk di pangkuannya. Sebenarnya, tanpa membuka matanya pun, Jongin tau siapa yang duduk di pangkuannya dan memeluk nya erat itu. Memang nya siapa lagi yang tinggal disini selain dia dan Sehun ?
Jadi, saat tau Sehun sudah kembali tidur dipangkuannya, namja tan itu membenarkan posisi tidur Sehun yang sedikit melorot, memeluk pinggang ramping itu erat sebelum akhirnya kembali memejamkan matanya.
.
.
.
Esok paginya, Jongin terbangun dengan Sehun yang sudah tidak berada di pangkuannya. Heh ? Kemana namja manisnya ? Kenapa tidak membangunkannya ?
"Sehunaaa" panggil Jongin sambil berjalan menuju dapur.
.
'Paman, Sehun berangkat duluan. Sandwich dan susu vanilla nya sudah Sehun siapkan di meja makan.
NB : jangan terlalu dekat dengan sekretaris cantik mu itu kalau paman tidak mau aku marah
With love,
Sehunnie^^'
Jongin tersenyum kecil membaca note yang tertempel di Pintu lemari es. Ah ... Ia tau sekarang, semalam Sehun ngambek padanya karena ... Cemburu ?
Kkkk~ kenapa dia sangat manis sekali ? Bahkan saat sedang cemburu. Duh ... Jongin merasa beruntung memiliki kekasih labil macam Sehun *Plak xD
.
.
.
Brakkk!
Sehun menggebrak meja, membuat kedua temannya terkaget dan menatap Sehun sebal.
"Apa masalahmu Oh Sehun ?!" Delik Kyungsoo -salasatu teman Sehun- yang kaget atas aksi penggebrakkan meja yang di lakukan teman labilnya itu.
Sehun mempoutkan bibirnya. Ia lalu mendudukan dirinya di sebelah Baekhyun.
"Heh ada apa ?" Tanya Baekhyun.
Sehun menatap kedua temannya bergantian. "Aku ingin bertanya pada kalian" ucap Sehun.
Dan kedua temannya itu hanya mengerutkan keningnya. Heeh ? Ada apa dengan cinta ? Eh Sehun maksutnya -_-
"Kenapa ?" Kini Kyungsoo yang bertanya.
"Aku ... Bagaimana menurut kalian ?"
Baekhyun mengerjapkan matanya sambil menatap Sehun dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Kau-"
"Labil, suka seenaknya sendiri, cengeng, manja, tapi kamu sempurna dan kadang membuat ku iri" Kyungsoo memotong ucapan Baekhyun.
"Eh ? Iri kenapa ?" Tanya Sehun heran.
Kyungsoo mempoutkan bibirnya. "Iya ... Mungkin semua uke akan iri padamu! Benarkan Baek ?"
Baekhyun mengangguk. "Yaa yaa apa yang di katakan Kyungsoo itu benar!"
Sehun mengerutkan keningnya. "Kenapa iri ?"
Baekhyun melipat tangannya di dada. "Kau itu-"
"Satu, tubuhmu seperti perempuan" Kyungsoo kembali memotong ucapan Baekhyun.
Sehun melotot. "Heee ? Ap-"
"Kedua, wajah mu itu manis, kau punya hidung yang mancung, bibir yang tipis, mata yang sipit dan bentuk wajah yang bagus. Rambut yang halus dan kulitmu mulus, putih tanpa cacat"
Kini Sehun terdiam mendengar penuturan Baekhyun.
"Ketiga, banyak sekali seme yang mau padamu, mulai dari saenim tampan Wu saenim, ketua club wushu Zitao, ketua klub sepak bola Luhan ge, da- awww" Kyungsoo menghentikan ucapannya saat Baekhyun dengan sengaja menggeplak kepalanya.
"Yaaa! Jangan bawa bawa kekasih ku!" Ucap Baekhyun kesal saat nama Luhan di bawa bawa dalam daftar orang orang yang mengantri jadi pacar Sehun.
Kyungsoo mengelus kepalanya. "Huuu tapi dulu kan Luhan ge memang suka sama Sehun!"
Baekhyun berdecak. "Ah! Sudah tidak usah dibahas!"
"Baiklah, yang keempat ?" Tanya Sehun.
"Keempat pacar mu adalah seorang paman tampan yang kaya" Kyungsoo mengatakannya dengan mata berbinar.
Sehun memutar bola matanya. "Lalu ?"
"Kelima-" Baekhyun menghentikan ucapannya, membuat Sehun mengerutkan keningnya.
"Kelima ?"
"Kelima-"
"UKURAN PANTAT MU TERLALU BESAR" Teriak Kyungsoo dan Baekhyun sebelum akhirnya mereka berlari melihat wajah Sehun yang sudah memerah padam.
Asal kalian tau, hal sensitif yang bisa membuat Sehun marah adalah masalah pantatnya -_-
"YAAA! KU BUNUH KALIAN BERDUAAAA"
.
.
.
Dan akhirnya demi mendapat kata maaf dari Sehun karena telah menyinggung masalah 'pantat', Baekhyun dan Kyungsoo harus merelakan uang jajannya untuk mentraktir Sehun di kedai bubble tea.
"Jadi sebenarnya aku masih penasaran dengan alasan kau menanyakan tentang dirimu tadi pagi" Baekhyun menatap Sehun yang tengah menyeruput bubble tea nya.
Kyungsoo mengangguk. "Yeah ... Benar sekali! Kau tidak biasanya menanyakan hal seperti itu"
Sehun berdehem. Ia menatap kedua sahabatnya. "Kemarin aku ikut ke kantor paman Jongin" ucapnya.
Baekhyun menaikkan alisnya. "Lalu ? Kenapa ?"
"Entah sejak kapan, paman Jongin memiliki seorang sekretaris cantik" Sehun kembali menyeruput bubble tea nya.
"Sekretaris cantik ?" Tanya Kyungsoo.
Sehun mengangguk. "Iya ... Makannya aku bingung, setau ku sekretarisnya itu adalah Taeyong"
"Jadi sebenarnya apa permasalahannya ? Memangnya kenapa kalau paman Jongin memiliki seorang sekretaris cantik ?" Tanya Baekhyun bingung.
Sehun menggaruk kepalanya. "Tidak apa apa sih sebenarnya"
Kyungsoo memicingkan matanya. "Kau ... Cemburu ?"
Sehun gelagapan. "T-tidak! Siapa yang cemburu ?"
"Aaaa~ kau cemburu ya ?" Baekhyun ikut ikutan meledek Sehun.
Pipi Sehun perlahan menyepuh merah. Ugh dia malu sekali rasanya T.T
"Memangnya seperti apa sekretaris paman Jongin itu ?" Tanya Kyungsoo penasaran.
Sehun terlihat berpikir. "Eum ... Dia cantik untuk ukuran seorang yeoja, badannya langsing, dia memakai baju baju seksi, kulitnya juga putih" jelasnya.
Baekhyun manggut manggut mengerti. "Oh begitu~. Apa kau takut wanita itu menarik perhatian paman Jongin ?"
Sehun mengangguk semu. "Y-yeah ... Begitulah, paman itu matanya jelalatan bagaimana kalau dia melirik lirik sekretaris cantik nya itu ? Lagipula dia terlihat dewasa, cantik dan cocok dengan paman Jongin" namja manis itu cemberut saat ia mengatakannya.
"Masa sih ? Paman Jongin setau ku tidak pernah melirik lirik namja atau yeoja lain" ucap Kyungsoo.
Sehun mencebik. "Aku kan pacarnya! Aku yang lebih tau bagaimana paman Jongin melebihi mu Kyung!" Ucapnya walau sebenarnya apa yang Kyungsoo katakan itu benar. Ia tak pernah melihat Jongin jelalatan, tapi ... Kali Ini beda. Pamannya selalu di temani oleh wanita cantik saat bekerja, dan yang Sehun khawatirkan adalah intensitas Jongin yang memang menghabiskan banyak waktunya di kantor otomatis akan semakin sering bertemu dengan sekretaris cantiknya. B-bagaimana kalau Jongin terpesona dan akhirnya terjerat(?) Dengan kecantikan Wanita itu ? Lalu paman Jongin nya selingkuh di belakangnya ? Huweee terus Sehun harus gimana ? TT
"Are you okay, Sehun ?" Baekhyun melambai lambaikan tangannya melihat Sehun yang melamun dengan ekspresi yang berubah ubah. Astaga, apa yang sebenarnya namja manis itu pikirkan ?
"Uh ?" Sehun menatap Baekhyun. "Aku baik baik saja. Jadi, apa kalian punya solusi untuk memecahkan masalahnya ?"
Kedua teman Sehun itu terlihat berpikir.
"Ku rasa ... Ini bukanlah masalah besar, Sehun. Kau hanya terlalu takut. Cobalah untuk percaya pada paman Jongin" ucap Baekhyun.
"Aku sudah percaya padanya! Tapi tetap saja~. Bisa saja kan dia main serong karena sekretarisnya itu cantik sekali" Sehun cemberut lagi.
"Sehun benar, Baek. Kalau Luhan sering sering di temani Wanita cantik. Apa kau tidak curiga kalau Luhan bisa saja menyeleweng dan menyelingkuhi mu ? Wajar saja Sehun ketakutan sekretaris paman Jongin merebut perhatian paman"
Baekhyun menggeleng. "Aku tidak takut"
"Ehh ? Kenapa ?" Pekik Sehun.
"Tentu saja! Karena Luhan mana mungkin berani menyelingkuhi ku" ucapnya bangga membuat kedua temannya memutar bola mata malas.
"Jadi, bagaimana ?" Kini Sehun menatap Kyungsoo.
"Eum ..." Kyungsoo terlihat berpikir. "Mungkin ... Kau harus merubah tampilan mu"
Sehun mengerutkan keningnya. "Apa ... Maksud mu ?"
Kyungsoo mendekatkan dirinya dengan Sehun. "Buat dia terkesan dengan penampilan mu. Mungkin kau bisa merubah penampilan mu dengan berpenampilan sedikit ... Sexy ?" Bisiknya.
Sehun mengerjapkan matanya. "Sexy ?"
"Iya!" Baekhyun mengangguk setuju. "Saat di rumah, mungkin kau bisa berpenampilan sedikit sexy agar paman Jongin terkesan!"
Sehun terlihat berpikir sejenak, sebelum ia mengangguk. Setuju dengan usulan teman temannya itu. "Baiklah, aku akan coba"
.
.
.
Jadi, setelah Sehun sampai di apartment nya yang masih sepi -karena sepertinya Jongin belum pulang, dan
tadi ia di jemput taksi suruhan Jongin karena paman Jongin sangat sibuk-, namja manis itu bergegas mandi dengan sabun bearoma vanilla yang baru saja Sehun beli.
Tiga puluh menit kemudian, Sehun keluar dari kamar mandi dengan wangi vanilla yang menguar dari tubuhnya.
Namja manis itu tersenyum. Pokonya hari Ini Sehun ingin membuat Jongin terkesan agar tidak selingkuh dengan sekretaris cantik pamannya itu.
"Aku harus pakai baju yang mana ya ?" Gumamnya bingung, jemari lentiknya menyusuri satu persatu baju yang terlipat rapi di lemarinya.
Duhh, Sehun kan tidak punya baju sexy. Eh ? Lagipula dia laki laki! Mana punya dia baju baju sexy -_-
Jemari Sehun terhenti pada sebuah sweater rajutan
berwarna baby blue pemberian neneknya. Sehun mengambilnya, ini sweater rajutan sudah lama tidak Sehun pakai.
"Masih kebesaran tidak ya ?" Ucap Sehun pelan sambil mencocokan sweater itu dengan badannya.
"Umm, mungkin aku bisa mencoba nya" Sehun mnyimpan sweaternya di ranjang, ia lalu membuka bathrobe yang menutup tubuh polosnya, memakaikan bedak bayi ke seluruh tubuhnya.
Sehun mematut dirinya di cermin. Ia merentangkan tangannua yang tenggelam karena lengan sweaternya kepanjangan.
"Uh ternyata masih kebesaran ya" Sehun cemberut. Tapi tidak apa apalah, lagipula ia suka sweater ini, jadi karena sweaternya menutupi hampir setengah dari paha Sehun, namja manis itu tidak lagi mengenakan celana atau pants. Ia berpikir kalau sweaternya juga sudah bisa menutupi area pribadinya, jadi untuk apa mengenakan pants ?
Setelah dirasa penampilannya sempurna, Sehun menyemprotkan parfum beraroma vanilla dan bergegas keluar kamar sambil berteriak-
"Ayoo memasak untuk paman Jongin~"
.
.
.
"Aku pu-" Jongin menghentikan ucapannya saat melihat Sehun yang sudah berdiri di ambang pintu apartment, menyambut kedatangannya.
"Selamat datang, paman~" Sehun memeluk leher Jongin sebelum akhirnya berjinjit dan mengecup bibir Jongin agak lama.
"Paman kenapa baru pulang ?" Jemari lentik Sehun membantu Jongin untuk melepas blazernya.
"Yeah ... Pekerjaan ku lumayan menumpuk, honey" Jongin tersenyum dan mengelus surai lembut Sehun, meski ia masih bingung dengan sikap manis Sehun yang tidak biasa ini.
"Aku menunggu mu sejak tadi" Sehun mempoutkan bibirnya.
"Baiklah, maaf. Aku tidak tau kalau kau menunggu ku" Jongin mengelus pipi Sehun.
Sehun tersenyum. "Tidak masalah, hehe. Ah ya, ayo makan malam! Kau tidak akan percaya ini, tapi ... Aku memasak Makanan kesukaan mu" ucapnya antusias.
Jongoin menatap Sehun tak percaya. "Kau ... Memasak ?"
Sehun mengangguk. "Kau harus mencoba nya!"
Sehun menyeret Jongin menuju dapur, berniat untuk memperlihatkan hasil masakannya pada Jongin.
.
.
.
"Jadi ... Bisa Sehunnie jelaskan kenapa sikap Sehunnie sangat berbeda dari biasanya, hari Ini ?" Jongin baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan boxernya, sedangkan Sehun duduk di tepian tempat tidur.
Mereka sudah menyelesaikan dinner romantis(?) Mereka beberapa jam yang lalu.
Sehun mengendikan bahunya. "Memang nya Sehun kenapa ?"
Jongin mendekati Sehun, ia lalu mendorong tubuh kurus itu sampai Sehun terbaring dengan namja tan itu yang berada di atasnya.
"Sehunnie bersikap aneh hari ini" Jongin menyatukan keningnya dengan kening Sehun.
"Uh ? Benarkah ?" Tangan halus Sehun melingkar di leher Jongin.
Jongin mengangguk. "Tentu saja"
"Apa memang yang membuat Sehun terlihat aneh ? Apa penampilan Sehun terlihat aneh ?" Tanya Sehun.
"Tidak tidak ... Penampilan mu tidak terlihat aneh tapi ..." Jongin menyeringai. "Terlihat sexy dan menggemaskan" bisiknya di susul dengan gigitan kecil di cuping Sehun.
Sehun terkekeh geli saat Jongin mulai mengecupi kuping dan pipinya. "Apa sekarang aku sudah membuat mu berkesan ?"
Pertanyaan Sehun membuat Jongin menghentikan kegiatannya. Ia menatap kekasih manisnya itu dengan kedua alis bertaut.
"Apa maksud mu ?"
Sehun mempoutkan bibirnya. "Paman~" ucapnya manja.
"Kenapa ?"
"Sejak kapan sekretaris mu berganti ?" Sehun mengeratkan pelukannya di leher Jongin.
Namja tan itu terdiam sejenak. "Apa ?"
"Sekretaris mu~, bukankah Taeyong ? Kenapa sekarang malah si cantik itu~" rajuk Sehun sedikit kesal.
"Oh ..." Jongin menahan tawanya. "Maksud mu, Seulgi ?"
Sehun cemberut. "Aku tidak tanya namanya!"
Jongin terkekeh pelan. "Ada masalah bila aku memiliki sekretaris cantik ?"
Kkkk, menggoda Sehun sedikit. Tidak masalah kan ? :D
"Ih paman!" Ucap Sehun kesal. "Tentu saja masalah!"
"Apa yang menjadi masalanya, eum ?" Jongin mengecup bibir tipis itu sekilas.
"Masalahnya aku tidak suka~. Dia terlalu dekat dengan paman, dan dia terlalu cantik untuk menjadi sekretaris paman. Pokonya besok paman harus memecatnya!"
Jongin tertawa. "Kenapa harus memecatnya ? Kinerja nya bagus, aku suka"
"Tuh kan! Paman mulai memujinya! Paman pasti selingkuh dengan si Seulgi itu! Iyakan ?! Kau selingkuh!" Ucap Sehun kesal sambil melepas pelukannya di leher Jongin.
"Hey hey ... Siapa yang selingkuh ?"
Sehun cemberut. "Paman tentu saja!"
"Hey ... Aku hanya memuji kinerjanya bukan berarti aku menyukainya dan menjadikan Seulgi selingkuhan ku kan ?" Jongin menuntun tangan Sehun untuk kembali mengalung di lehernya.
"Tapi aku melihat kalau kalian sangat cocok~ apalagi saat kau dan Seulgi membicarakan masalah entah apa Sehun tidak mengerti. Wanita itu terlihat dewasa dan bisa mengimbangi paman~ ugh sangat bereda jauh dengan ku~" mata Sehun mulai berkaca kaca.
Jongin tersenyum lembut. "Kami hanya membicarakan soal pekerjaan Sehunnie"
"Seulgi itu cantik, kulitnya putih, dan sexy" Sehun cemberut saat mengatakannya.
"Memang, t-"
"Tuhkan! Paman begitu sih" ucap Sehun kesal.
"Memang Iya kan ? Kau yang mengatakannya" Jongin hampir saja ketawa saat melihat ekspresi kesal Sehun.
"Tapi paman jangan bilang 'memang' juga! Itu sama saja kau memujinya!"
"Tapi kau tadi juga memujinya" ucap Jongin.
"Ih paman!"
Jongin tertawa sebelum menggigit pipi Sehun. "Iya Iya ... Maaf, lagipula ucapan ku tadi masih ada lanjutannya kalau Sehunnie tidak memotongnya"
"Apa ?" Tanya Sehun galak.
"Seulgi itu memang cantik, kulitnya putih dan sexy-" Jongin mengecup bibir Sehun sekilas saat melihat kekasihnya itu makin mempoutkan bibirnya kesal saat ia memuji Seulgi. "Tapi Sehunnie lebih dari itu" Jongin tersenyum.
Pipi Sehun menyepuh merah melihat senyum tampan paman tercintanya itu.
"Jadi, Sehunnie tidak perlu takut aku akan berpaling pada si apapun. Sehunnie adalah yang paling sempurna untuk ku"
Oh Tuhan ... Sudah semerah apa pipi Sehun ?
"Lagipula ... Sehunnie memiliki sesuatu yang tidak Seulgi miliki" Jongin semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Sehun.
Dengan malu malu Sehun berkata. "Apa~ ?"
Jongin menyeringai. "Pantat Seulgi tidak sebesar pantat Sehunnie"
BRUK!
Sehun mendorong Jongin hingga namja tan itu terjatuh ke lantai. Sehun menatap Jongin murka.
"POKONYA PAMAN TIDUR DI LUAR!"
Sudah ku bilang, jangan membahas masalah pantat Sehun, okay ? ._.
.
.
.
Fin~
.
.
.
Thanks buat yang udah review nya ^^
Maaf nggak bisa bales satu satu.
Terus review ne ^^
See you next series ...
.
Hann Hunnie
