Perhatian bagi semuanya, Fanfiction ini saya buat dari alur yang sangat mainstream jadi mohon maaf bila banyak kesamaan alur cerita ini dengan cerita diluaran sana. Fanfiction ini juga terinspirasi dari ff karya JiYoo961015. jadi mohon maaf lagi bila banyak kesamaan alur cerita saya.

The Moon

Oh Sehun [Boy] | Xi Luhan [Girl]

Wuhan [Boy]

..

..

WARN! GS! OOC! TYPO!

..

..


sebelumnya maafkan saya, ini bukan updatean chapter 2 nya. saya hanya ingin merombak ulang chapter 1 nya karena menurut saya ceritanya terlalu menyedihkan dan terkesan menudutkan Luhan sekali. mohon maaf bagi yang sudah menunggu ff ini. saya terpaksa merombak demi kenyamanan saya dan para pembaca yang mungkin saja kurang sreg dengan cerita yang terlalu menyudutkan luhan.

sekian...

selamat membaca.


Jangan tanya mengapa Luhan cemberut ketika turun dari mobil milik Wuhan, dia keluar dan membanting pintu sambil berjalan menghentak hentakan kakinya imut. Wuhan adik kembar 15 menitnya itu hanya tersenyum senyum bak oranggila melihat kelakuan kakak kembarnya yang baru saja ia buat bete. Pria itu berjalan cepat kearah Luhan; menyamakan langkah kakinnya dan menarik beberapa helai rambut indah Luhan jahil.

Dasar dua kembar jahil. Wuhan tertawa tawa ketika Luhan semakin menekuk wajah cantiknya. Jarang sekali Luhan berani menunjukkan muka tertekuknya di kampus yang keadaanya sedang sangat ramai seperti ini.

"Kau sialan, Wuhan." Umpatnya.

Wuhan tertawa semakin keras. Melupakan fakta bahwa ia harus menjaga imej nya sebagai pria populer yang banyak diincar wanita. Bukan hanya Wuhan, kakak kembarnya pun menjadi sorotan karena tawa besar milik Wuhan yang tak tahu malu itu. Luhan semakin menghentak hentakkan kakinya saking kesalnya pada Wuhan. Dia pun tak segan segan untuk menendang tulang kering Wuhan yang sekurus lidi. Kurus sekali.

"Awww! Sakit, kak!" rengek Wuhan.

Luhan menunjukkan wajah 'rasakan itu setan kecil' pada Wuhan yang memijit mijit lembut tulang keringnya yang baru saja di tendang Luhan. Tanpa memperdulikan Wuhan yang tengah menahan rasa ngilu, Luhan melanjutkan langkahnya dengan wajah yang berubah kembali; senyum tipis dan tatapan berbinar seperti biasa. Lucunya.

Wuhan dan Luhan tak pernah absen dari sorotan anak anak kampus. Mereka sering sekali keluar masuk di tiap tiap topik pembicaraan radio kampus, koran kampus, dan majalah dinding kampus. Awal mulanya, mereka semua tidak percaya jika Wuhan dan Luhan adalah anak kembar tidak identik. Wajah mereka berbeda namun memiliki garis wajaah dan bentuk mata yang sama. Jangan lupakan juga bahwa si kembar ini memiliki binar mata yang khas ketika mata mereka terbuka. Dan jangan lupakan bahwa mereka memiliki marga yang sama. Karena itulah para mahasiswa lainnya yang memiliki rasa penasaran tinggi pun berbondong bondong mencari tahu kebenaran yang bersembunyi dibaliknya.

Luhan yang mungil cantik selalu memukai disetiap apapun yang dilakukannya, begitu pula dengan Wuhan; memukai disetiap hal yang dilakukannya. Luhan adalah sekertaris organisasi penting dikampus, sedangkan adiknya adalah ketua klub basket di kampus. Maka dari itu jangan heran jika Luhan terlihat sangat mungil disebelah Wuhan yang tinggi menjulang.

Seperti saat ini, Luhan berjalan cepat menuju ruangan organisasi untuk bertemu dengan si ketua senat yang digadang gadang serasi sekali dengannya jika sedang berduaan.

"Sungjae! Aduh maaf aku telat, Wuhan mengganggu pagi indahku lagi hari ini." Ucap Luhan dengan wajah betenya.

Pria yang dipanggil Sungjae itu menoleh, dia menarik ujung bibir indahnya keatas membentuk sebuah senyuman. Sungjae mengangguk lalu menuruh Luhan untuk duduk didepannya saat ini. Pria tampan yang rambut depannya di buat naik keatas itu menyerahkan beberapa lembar kertas desain entah apa itu namanya pada Luhan. "Ini desain undangan yang kubuat untuk malam pementasan dari semua klub disini. Nah yang ini desain dari Baekhyun, kalau yang ini dari Sooyoung." Ucapnya.

Luhan memperhatikan ketiga desain itu pelan pelan. Dia memikirkan satu hal dikepala cantiknya; Sooyoung? Choi Sooyoung alumni angkatan dua tahun lalu?

"Sooyoung yang kau maksud itu si Choi Choi itu?" tanya nya kalem. "Bukan," Sungjae mengibas ngibaskan tangannya pelan, "Dia Park Sooyoung, anak tingkat 2 yang dekat dengan Jidam."

Luhan membulatkan bibirnya. Dia mengambil desain gambar yang diusulkan oleh Baekhyun, lucu sekali tapi terlalu ramai dan terkesan norak. Maafkan aku Baek batinnya. Tapi benarkan? Baekhyun itu terlalu menyukai pernah pernik disetiap karya yang dibuatnya; Luhan tidak suka itu. Menurutnya itu terlalu mencolok sekali.

"Jangan pilih milik Baekhyun." Luhan menjauhkan kertas desain milik Baekhyun.

"Kenapa?"

"Mencolok sekali; terlalu ramai. Pokoknya jangan!"

Sungjae terkekeh, tangan kirinya mengambil kertas desain milik Baekhyun dan memisahkannya dari dua kertas lainnya. Dia akan menunggu lagi keputusan sekertaris cantik ini dalam urusan pilih memilih desain undangan.

"Punyamu..." Sungjae menaikkan alisnya sebelah menunggu kelanjutan dari ucapan Luhan, "Boleh juga. Tapi...

Aku lebih suka punya Sooyoung."

..


..

Sehun menatap kearah ponsel hitam mahalnya yang tergeletak dimeja untuk kesekian kalinya. Dia menghela napasnya berat lalu mengacak acak rambutnya bak orang frustasi. "Kenapa tak ada balasan sih." Dia melempar ponselnya keatas meja kerjanya. Masa bodo dengan ponsel keluaran terbaru dengan harga selangit, dia bisa beli lagi kalau dia mau.

Menunggu jawaban dari dua orang wanita tidak enak bukan?

Satu kekasihnya, dan satunya lagi selingkuhannay. Cih dasar bajingan.

TING!

Ponselnya berbunyi. Dia segera membuka screen lock ponselnya yang rumit dan mendesah kecewa.

Apa sehun?

Hanya dua kata itu yang dikirimkan oleh kekasihnya. Sakit sekali. Sehun mengetikkan beberapa kata untuk membalas pesan singkat yang benar benar singkat dari kekasihnya itu. Dia heran, apa sih yang membuat Luhan menjadi dingin kepadanya. Setahunya Luhan tak punya masalah apapun dengannya. Setahunya sih seperti itu.

Tak ada balasan? Sialan. Geram Sehun. Pria itu menekan ikon telepon pada ponsel canggihnya. Dia mencari nomor kekasih mungilnya dan menelponnya.

"Halo?"

"Kau dimana?" Sehun berkata dingin. Dia sebisa mungkin tidak mengeluarkan geraman atau nada tinggi yang berlebihan pada kekasihnya saat ini.

"Di ruang organisasi bersama Sungjae-"

"Aku kesana!"

Sungjae lagi. Sehun mematikan sepihak teleponnya dan mengacak acak gemas surai hitam lebat yang dimilikinya. Dia mematikan ponselnua; berjalan tergesa gesa keluar ruangan tanpa memperdulikan Hong Jisoo dan Yoon Junghan, sekertarisnya yang keheranan.

"Apa yang dilakukan Sehun lagi ya?" tanya Jisoo.

"Aku tak habis pikir jika Sehun akan menemui kekasih simpanannya saat ini."

"Jangan berbicara seperti itu, Junghan. Sehun hanya sedang kesetanan karena menemukan berita bahwa kekasih tercinta yang tidak disadarinya itu sedang bersama cowok lain diluar sana." Jisoo tersenyum samar. Dia melirik cewek manis; Junghan yang duduk disampingnya sedang menatap berbinar lucu kearahnya.

"Kau kekasihku yang baik Jisoo. Gentlemen Joshua!" ucap Junghan sambil tertawa dan memukul pelan paha Jisoo yang terbalut celana bahan.

..


..

"Mana Luhan?" Sehun bertanya pada Baekhyun yang tidak sengaja di temuinya dilorong kampus. Saat itu Baekhyun sedang berjalan melewatinya entah sadar atau tidak.

Baekhyun mengangkat bahunya tak tahu. Masa bodo. Sehun kembali berjalan menuju ruang organisasi yang katanya sedang Luhan tempati bersama ketua senat si Sungjae sialan itu.

Adanya Sehun yang berjalan gusar dikoridor kampus mengundang gosip gosip baru yang hangat yang sebentar lagi akan sampai ditelinga cantik para anggota klub jurnalis –si penulis berita sialan—. Tubuh tegapnya yang dibalut kemeja hitam dan celana bahan tampak pas dan seksi sekali ketika melangkah. Beberapa wanita yang sedang mengobrol dikoridor menatap si alumni 2 tahun lalu terpesona.

Siapasih yang tidak kenal Oh Sehun, si alumni 2 tahun lalu dan yang terpenting adalah dia seorang mantan ketua senat. Apalagi saat ini dia tengah berpacaran dengan sekertaris organisasi yang dulu dipimpinnya, Xi Luhan. Meski Luhan suka dan sering sekali di jodoh jodohkan dengan Sungjae begitu pula sebaliknya, tapi itu semata mata hanya untuk guyonan saja tak lebih. Mereka yang membuat guyonan itu pun masih sayang dengan nyawa mereka dan tak mau kena amukan dari Sehun. Mereka masih cinta diri mereka.

"Loh, Kak Sehun?"

Pria tampan itu menoleh. "Wuhan, Lulu mana?" tanya nya.

Wuhan menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri; mengangkat bahunya sambil memasang tampang wajah 'aku tak tahu dia kemana'.

"Kau tahu ruangan organisasi yang baru? Aku tahunya yang lama. Sudah lama sekali aku tidak kesini kan."

"Didepan taman dekat perpustakaan, kak. Oh iya, jangan buat mood Lulu rusak ya kak. Lulu baru saja emosi pada ku tadi pagi karena aku mengganggu pagi nya yang indah." Sehun mengangguk, dia berlari kecil menuju ruangan organisasi yang katanya dekat dengan perpustakaan.

..


TBC


..

HAIIIIIII SAYAH KEMBALIIIII

hehehe maafin ya diatas di intrupsi gitu wkwkwkwk myane.

kemarin banyak banget yang komen "min kok luhannya ngenes banget." "thor luhannya kasian" bahkan ada yang bilang kalo saya termasuk haters luhan. bukan kok bukan. saya bukan haters siapa siapa. dan mohon maaf pada akun guest yang saya tidak tahu siapa sebenarnya anda. ff ini alurnya memang pasaran seperti yang dikatakan diatas tadi. penasaran sekali bukan? bahkan alurnya sudah bisa anda tebah dengan mudah sekali. oleh karena itu, saya yang merasa kalau chapter kemarin terlalu murahan itupun terpaksa saya rombak agar tidak terlalu murahan atau mungkin malah lebih murahan dari sebelumnya. terimakasih atas komentarnya saya sadar diri kok hehe : )

btw juga kemaren ada yg bilang ini ff terinspiras dari ff bad oppa. bener iya dan saya sudah mendapat izin dari author yang bersangkutan untuk membuat ff yang bertema sama seperti tema ffnya. so kalau ada yang bilang saya plagiat jangan asal sebut ya? saya punya buktinya!

oh iya disini yang jadi sekertaris sehun ditambah, kalo kemaren kan cuma junghan seventeen doang, sekarang sama jisoo aka joshua seventeen juga hihihi. maaf ya kalian yang pecinta junghanxscoups shipper, saya mengship jisooxjungan hiihihhi. disini jisoo jadi cowok karena memang dia seme dan junghan cewek karena dia uke :3 maaf ya kalian kaliann.

kedepannya juga mungkin bakal bermunculan couple lain entah itu dari exo atau seventeen hwhwhwhw


oke segitu dulu bacotnya. sekian terimakasih. REVIEWWWWWW!