Prince Hadhi ESP
Present
A Fanficton
.
.
.
"Seductive"
.
.
.
This Is A Beginning Story
Enjoy The Story
.
.
.
Agustus, Akhir musim panas, bulan dimana semua anak-anak sekolah kembali beraktivitas setelah liburan panjang musim panas mereka. Tepat tahun ini, Ong Seungwoo, begitu pria sipit, bertubuh jangkung dengan rambut berwarna hitamnya disapa. Dia akan memulai hari-harinya sebagai mahasiswa kedokteran di salah satu Universitas ternama di Korea. Hari ini, hari pertama untuk Istilahnya Ospek dimana semua mahasiswa baru dari semua jurusan berkumpul, tidak ada atribut aneh yang mereka pakai, mereka hanya mengenakan kemeja putih, celana hitam dan sepatu Pantofle hitam.
"Hey kau yang disana?" teriak salah satu senior, meneriaki seseorang ditengah kerumunan para mahasiswa baru, semua mahasiswa baru terdiam dn saling menatap mencari siapa yang dimaksud senior tadi. "Kau yang memakai celana Jeans, apa kau tidak membaca peraturan saat masuk kesini?" seru kembali senior tadi, semua mahasiswa baru memeriksa celana masing-masing, pada beberapa detik berikutnya semua mata menuju kearah Ong Seungwoo, ya mereka semua Mahasiswa dan para senior otomatis melihat Seungwoo, karena hanya dia saja yang datang kekampus mengenakan celana Jeans.
"Kenapa? Ada yang salah?"
"Salah, karena kau tidak mematuhi peraturan" Jawab senior yang tadi meneriakinya.
"Oh ya?" ledek Seungwoo cuek.
Senior itu naik pitam, dengan penuh emosi dia mendatangi Seungwoo, saat sampai dimana tempat Seungwoo berdiri, senior itu melihatnya dari atas kepalanya sampai bawah kakinya berulang kali.
Seungwoo mengerutkan keningnya melihat tingkah seniornya itu, "Kenapa? Belum pernah liat orang tampan? Oke nikmatilah, aku tidak keberatan."
Ssenior itu memutar bola matanya, dia ingat dengan peraturan "Tidak Boleh Melakukan kekerasan pada Mahasiswa Baru", andai tidak ada peraturan itu mungkin Seungwoo sudah habis jadi perkedel ditangan senior itu, "Apa kau tidak bisa membaca peraturan yang kami berikan?"
"Baca"
"terus kenapa kau pakai celana itu?"
"Ingin saja."
"Apa kau juga ingin dihukum, Eoh?"
"Boleh, apa hukumannya?" tantang Seungwoo tidak takut
"Ada apa Jusung-ah? Kau daritadi berteriak terus, liat keriput diwajahmu keluar semua, itu" pria jangkung berambut coklat terang datang dan berbicara pada senior yang meneriaki Seungwoo, bernama Jisung, sambil menunjuk wajah Jisung.
"Daniel, Kau lihat saja sendiri anak ini" Tukas Jisung kesal sambil melotot kearah mata Seungwoo eperti terpatri pada sosok yang sekarang berdiri dihadapannya itu, "Menarik" ungkapnya dalam hati.
"Jadi kau melanggar peraturan yang sudah dibuat?" tanya Daniel, dia bertanya sambil tersenyum kearah Seungwoo, membuat debaran aneh didada Seungwoo.
Seungwoo menggelengkan kepalanya, "Aku tidak melanggar peraturan, aku hanya memakai apa yang biasanya mahasiswa pakai, itu saja"
"Sudah salah masih saja membela diri, dasar keras kepala" sembur Jisung.
"Apa yang kamu bilang itu benar, tapi untuk beberapa hari kedepan seharusnya kau mengikuti apa yang ada diperaturan sekolah, karena kau masih mahasiswa baru dikampus ini dan kau wajib untuk mengikuti orientasi yang ada dikampus ini" jelas Daniel panjang lebar. "Apa kau mengerti? Ong ..." Daniel memicingkan mata melihat Name Tag didada Seungwoo " Seungwoo"
Seungwoo mendekat kearah Daniel, dia menggeleng, "Tidak, Senior Kang Daniel" ucap Seungwoo yang juga membaca Name Tag didada Daniel.
"Ahhh... " Jisung memencet-mencet dahinya,"Aku pusing menghadapi anak ini, sepertinya kau sendiri harus memberinya bimbingan, Niel"
"Aku, kenapa harus aku? Kenapa tidak kau saja? Aku sudah pusing menjadi Ketua untuk acara ini dan harus membimbing dia?" Ucap daniel sambil menunjuk kearah Seungwoo, "Ohh, ayolah aku tidak mau"
"Dan aku juga tidak mau mendapat sanksi dari kampus hanya karena anak ini, kau urus dia, aku yang ambil alih acara." Tegas Jisung berlalu pergi meninggalkan Daniel dan Seungwoo. Daniel hanya bisa menghela nafas berat sambil menatap Seungwoo miris.
.
.
.
Laboratorium Room
.
.
.
"Kenapa kita kesini?" tanya Seungwoo saat upacara pembukaan acara orientasi selesai, Daniel membawanya keruang laboratorium, tempat diamana dia sering melakukan ujian praktek disana.
"Berapa umurmu?"
"18"
"Seharusnya kau memanggilku kakak, kau tidak sopan memanggil orang lebih tua darimu dengan namanya saja." Nasihat Daniel, dia menarik dua buah kursi, satu kursinya dia berikan pada Seungwoo, satunya lagi dia duduki sendiri, "Duduklah"
"Untuk apa kita kesini?"
"Kak Daniel" Beritahu Daniel, "Baru aku akan beri tahu kenapa kita kesini"
Seungwoo mendengus kesal, "Oke fine, Kak Daniel untuk apa kita kesini?"
Kang Daniel tersenyum, anak itu sudah mau menurutinya, "Kau ingin belajar apa?"
Seungwoo mengerutkan dahinya, "Belajar? Oh God, jadi kau membawaku kesini hanya untuk belajar? Kakak Daniel?"
"Untuk apa lagi? Kau pilih saja kau ingin belajar apa?"
"Kalau aku tidak mau?"
Daniel mengangkat kedua bahunya, "Ya aku tinggal memberitahu dosen etik kalau kau melanggar peraturan, dan kau pasti akan dihukum, anak baru sudah berani melanggar hukum, kau pasti akan banyak masalah disini" ancam Daniel.
Seungwoo memutar kedua bola matanya, sambil mendengus kesal, "Oke, aku akan menurutimu, Kakak Daniel" Kang Daniel lagi-lagi tersenyum menang.
Seungwoo mulai berjalan menitari ruang laboratorium yang bisa dibilang tidak kecil itu, disana ada sekitar Enam sampai Delapan tempat tidur lengkap dengan bantal dan selimut, persis seperti yang ada di rumah sakit. Disana tertata rapi alat-alat instrument untuk praktek mandiri, ala-alatnya pun sama persis seperti yang ada dirumah sakit. Seungwoo benar-benar tidak tau apa yang akan dia pelajari, masuk fakultas kedokteran saja karena desakan ayahnya.
Ayah Ong Seungwoo adalah dokter senior dan juga CEO disalah satu Rumah Sakit ternama dikorea, mungkin menurut ayahnya, Seungwoo akan meneruskan perusahaan milik ayahnya itu. Maka dari itu dia dipaksa untuk masuk jurusan kedokteran. Aslinya, dia memilih jurusan yang berhubungan dengan musik.
Seungwoo mendekat kearah bagian "Reproduksi", dia melihat satu Box sesuatu berwarna merah muda, "Kak Daniel"
"Hmmm ... " Respon Daniel, matanya masih terpaku pada ponselnya, "Apa?"
"Ini buat apa ya?" Tanya Seungwoo sambil menggoyang-goyangkan sesuatu ditangannya.
ada niat jelek dibalik sana.
Daniel memicingkan kedua matanya untuk melihat benda yang ada ditangan Seungwoo, "Apa itu? Coba kau bawa kesini."
Sambil tersenyum Agak Licik Seungwoo membawa benda itu pada Daniel, "Ini loh kak, fungsinya untuk apa?" Daniel seketika melebarkan kedua matanya, terkejut dengan apa yang dibawa Seungwoo padanya, "Aku mau tau ini dan aku mau belajar tentang ini, Kak Daniel."
"Jangan yang ini, yang lain saja"
"Aku maunya yang ini"
"Aku seniormu, jadi ikuti perkataanku, Ong Seungwoo."
"Ysudah, kalo itu yang kau inginkan, aku akan keluar dan mengacaukan acara orientasi hari ini, tidak masalah aku dapat hukuman" Seungwoo mendekatkan wajahnya kearah Daniel, Daniel seikit memundurkan wajahnya "Asal kau tahu senior Kang Daniel, Kampus ini berkerja sama dengan Rumah Sakit milik ayahku, aku bisa saja meminta ayahku memutus kerjasama dengan kampus ini." Seungwoo mendekatkan lagi wajahnya sampai kira-kira lima senti dari wajah Daniel, "Jadi kampus akan rugi, dan aku tinggal bilang saja Kang Daniel yang menginginkan itu terjadi"
"Kau licik"
Seungwoo menarik dasi milik Daniel sambil menyeringai, "Aku tidak licik, hanya sedikit menggeretak, Kang Daniel"
"Oke aku akan membeitahumu" Daniel mendorong Seungwoo agar menjauhi wajahnya, "Ini" Daniel mengambil plastik kecil berwarna merah muda yang ada ditangan Seungwoo, "Kondom, fungsinya adalah alat kontrasepsi"
Seungwoo menarik kursi dan duduk dihadapan Daniel, "Kontrasepsi itu apa, Kak?"
"Kau benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?"
"Aku memang tidak tahu, makanya aku bertanya padamu, Kak"
"Kontrasepsi itu alat untuk mencegah kehamilan pada wanita, atau untuk mecegah penyakit menular seksual, istilah kasarnya main cantik" jelas Daniel sambil memandang raut wajah Seungwoo yang terlihat bingung.
"Benda seperti ini? Bisa melakukan itu?" Seungwoo merebut kondom itu dan menyobek bungkusnya, "Kok kaya karet sih, Kak?"
"Emang karet"
"Terus cara pakainya bagaimana, kenapa karet begini bisa mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual, kak?"
"Kamu cari saja sendiri di Google"
"Aku maunya tau dari kakak"
Daniel memijat keningnya sambil menghembuskan nafas, dia berdiri kearah bagian "Reproduksi" dan mengambil penis tiruan, dan kembali duduk, "Perhatikan aku"
Daniel menaruh penis tiruan yang juga terbuat dari silikon diatas meja, "Penis yang mau dipakaikan kondong harus sudah ereksi, kalau tidak, ya tidak bisa dipasang kondom", dia mengambil kondom yang telah dibuka Seungwoo, lalu perlahan dia membungkus penis tiruan itu dengan kondom sampai penis tiruan itu terbungkus seluruhnya. "Seperti ini cara pakainya, sudah mengerti?"
Seungwoo mengangguk, "Aku mau lihat Real-nya, Kak?"
"Maksudmu?"
"Praktekkan Pakai kondom ini dipenis kakak" jawab Seungwoo, polos.
"Kau sudah gila" seru Daniel yang hendak keluar dari ruang laboratorium
"Lakukan atau ancamanku akan menjadi nyata"
Daniel menelan ludahnya berat, dadanya berdebar tidak menentu ditambah keringat dingin mengucur didahinya, padahal ruangan itu ber-AC.
"Ayo tunggu apa lagi? Aku mau lihat prakteknya, Kak"
Perlahan Daniel membuka, ikat pinggang kancing celana dan resleting celana seragamnya, otomatis celana itu jatuh kebawah lantai, terlihat Boxer hitam yang memeperlihatkan cetakan kelamin Daniel dengan jelas. "Apa tidak ada cara lain?"
"Lakukan atau ... "
"Oke-oke" Daniel tidak punya pilihan lain, perlahan dia membuka Boxer hitam miliknya, dan memperlihatkan penis yang tergantung dan lumayan cukup besar walau masih lemas.
Seungwoo menyeringai, "Mau aku bantu agar tegang, Kak?"
"Tidak usah, aku bisa sendiri" Daniel memegang mantap penisnya, perlahan dia memaju mundurkan penis lemasnya itu, intens dan mendalam kocokan demi kocokan dia lakukan, perlahan penis itu menegang sempurna, memperlihatkan urat-urat menggoda yang mencuat dipenisnya itu. Seungwoo mendekat dia langsung berjongkok, "Kau mau apa?"
"Praktek memasang kondom, kak"
"Tidak-aahhh ... " belum sempat daniel menolak, penisnya sudah dipegang Seungwoo, "Jangan-ahhh dijilat Ahhh ... " Sudah puas bermain dengan penis daniel, Seungwoo pun memasang kondong yang entah darimana dia dapatkan. Seungwoo pun berdiri, dia melepas semua pakaian yang dikenakannya, hingga tak sehelai benang pun ada ditubuhnya.
"Mau apa kau?"
Seungwoo berjalan binal kearah Daniel, "Membuktikan kalau kondom itu bisa mencegah kehamilan, Kak Daniel"
.
.
.
© Prince Hadhi ESP
To Be Continued
.
.
.
Hai Guys,
Ahhh semoga suka sama cerita abal-abalnya yah hihihi ...
Maaf kalo masih banyak Typo ya,,,
See You Guys
