Title : FULL HOUSE [KYUMIN VER]
Author : Cho Sera
Rating : kalo saya lagi tobat fanfic ini saya buat hanya untuk rating T, tapi kalo yadong saya kambuh, entah lah mungkin bisa meningkat ke M #plak
Summary : mungkin dari judulnya chingudeul udah pada tahu, fanfic ini di adaptasi dari drama korea. Yup, fanfic ini memang ku adaptasi dari drama korea terkenal FULL HOUSE tapi ceritanya akan ku modifikasi mengikuti karakter dari kyumin couple kesayangan kita, jalan ceritanya juga ga semuanya sama, hanya mungkin set tempat dan sedikit ide-idenya kuambil dari drama korea tersebut, walaupun yakin ga sebagus drama aslinya tapi semoga kalian semua bisa menikmatinya ya^^
Disclaimer : cho kyuhyun sepenuhnya milik lee sungmin tapi lee sungmin sepenuhnya milik metta tansera *dibom kyu* walaupun aku belum ijin sama SMent untuk memakai nama artisnya di fanfic abal-abal milikku tapi ku yakin kyumin tidak akan keberatan sama sekali *sotoy* walaupun mengadaptasi dari drama korea, tapi sepenuhnya fanfic ini milikku, jadi tolong saling menghargai aja ya^^
Warning : masih tetap YAOI, masih tetap gaje, masih tetap abal-abal, masih tetap badan saya tidak bisa kurus #plak
DON'T LIKE DON'T READ! NO PLAGIAT! YES KYUMIN!
CHO SERA PRESENT
.
.
FULL HOUSE [KYUMIN VER]
PART 2
.
.
*authorpov*
"baiklah baiklah,,kau boleh ikut bersamaku, aku sedang ada urusan di china mungkin 2 atau 3 hari lagi baru pulang ke korea, kau bersedia ikut bersamaku?" namja itu memamerkan deretan gigi putihnya saat ia tersenyum lembut kearah Sungmin yang masih saja menangis sesenggukan.
"jinjja? Ahjussi, kau tidak membohongiku kan?" Sungmin mengusap lelehan air mata yang terus keluar dari sudut matanya.
"tentu saja tidak, tidak ada orang yang tega membohongi yeoja semanis dirimu"
'sampai kapan aku dikira yeoja oleh semua orang,, aku ini namja, hikss.. hikssss.. sudahlah yang penting aku selamat'
"mengapa kau melamun? Tidak usah cemas, aku jamin aku ini orang baik dan tidak akan menyakitimu, kau percaya padaku?"
"tentu saja!" jawab Sungmin dengan semangat.
Sungmin dan namja itu berjalan beriringan dan ketika melihat taksi yang melintas dengan cepat namja tampan itu menyetop taksi itu dengan isyarat tangannya. Sungmin yang selalu mengekor kemana namja tampan itu pergi tentu saja ikut masuk kedalam taksi itu.
"Take me to the Asian Hotel, please" ucap namja tampan itu kepada supir taksi yang akan mengantarkan mereka ke tempat yang akan mereka tuju.
"ok sir"
"woahhhh,, ahjussi, kau hebat!" teriak Sungmin kegirangan dengan mengacungkan kedua jempolnya ke wajah namja tampan itu.
"wae?"
"bahasa Inggrismu luar biasa"
"itu hanya percakapan kecil saja. Ah,, sepertinya kita belum berkenalan. Namaku Siwon, Choi Siwon, kau boleh memanggilku Siwon oppa kalo kau mau" namja tampan yang sekarang sudah diketahui bernama Siwon itu, sekali lagi memperlihatkan deretan gigi putihnya dan tersenyum manis kepada Sungmin lalu menyodorkan tangan besarnya kearah Sungmin.
"Ne,, Lee Sungmin imnida" ucap Sungmin dengan membalas jabatan tangan Siwon. "ehmm,, ahjussi.. boleh aku membuat pengakuan dosa?" tanya Sungmin ragu.
"kau datang ke China untuk menemui namjachingumu dan kabur dari rumah kan?" tanpa mau mendengarkan pengakuan Sungmin, Siwon malah membuat kesimpulannya sendiri.
"aniyaaaa ahjussiiiii~ sudah kukatakan aku mendapatkan paket liburan gratis dari temanku"
"lalu?"
"tolong jangan memanggilku bocah kecil lagi.. aku,, aku ini sudah berumur 27 tahun"
"mwo?" Siwon menatap tidak percaya kepada Sungmin. Matanya terus menyelidiki kebenaran dari ucapan yang baru saja ia dengar, matanya lurus memandang wajah Sungmin yang sekarang sedang menundukkan kepalanya tidak berani menatap sang lawan bicara. "27 tahun? Ta- tapi wajahmu tidak seperti itu.. lalu aku harus memanggilmu Sungmin noona? Sepertinya aku agak risih mengucapkannya"
"dan tolong jangan menganggapku seorang yeoja, aku ini.. aku ini seorang namja" Sungmin lebih menyembunyikan wajahnya dari tatapan tidak percaya seorang Siwon. Sepertinya namja manis itu benar-benar harus menyalahkan wajah manis serta tubuh mungilnya, memang tidak hanya sekarang Sungmin dianggap seorang bocah yeoja oleh beberapa orang. Kejadian ini sudah sangat sering menimpa hidup seorang Lee Sungmin bahkan semenjak ia duduk dibangku sekolah.
Sedetik
Lima detik
Sepuluh detik
Tidak ada tanggapan apapun dari Siwon.
Sungmin memberanikan diri mengangkat wajahnya. Dilihatnya Siwon yang hanya memandangi dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, sekali-kali Siwon menggelengkan kepalanya mungkin namja tampan itu tidak percaya jika orang yang baru saja ia tolong ternyata seorang namja berusia 27 tahun. Siwon percaya? Tentu saja tidak!
Seumur hidupnya Siwon tidak pernah melihat seorang namja berusia 27 tahun seperti manusia satu ini! Siwon tentu saja mengaca pada dirinya sendiri,, saat ini usianya 26 tahun tapi lihatlah.. Tidak ada yang salah kan dari penampilan dan kesesuaian umurnya, balance kan? Malah mungkin penampilannya sedikit lebih,, ehm.. tua? Anni! Hanya terlihat lebih dewasa daripada umur sebenarnya..
Siwon yang merupakan Direktur Utama 'Hyundai Group' tentu saja harus menyesuaikan penampilannya dengan jabatan yang sekarang ini sedang dia ia emban. Stelan jas, kemeja, dasi dan celana bahan panjang selalu melekat pada namja tampan ini. Terlihat sangat elegan dan berkelas, itulah image yang selama ini Siwon bentuk untuk kepribadiannya dengan rekan bisnis sejawat.
Tapi jika Siwon menengok lagi manusia yang sekarang ini sedang duduk disampingnya dengan wajah imut, kulit putih menggoda, bibir yang menawan, tubuh mungil montok dan aura aegyo yang sangat terpancar di wajah manisnya.. Hey helloooo,, Siwon harus memanggil bocah itu Hyung? Namja tampan itu merinding sendiri jika harus mengucapkan 'Hyung' kepada bocah itu.
"karena ki-kita sesama nam-namja tidak apa kan jika kita tidur dalam 1 kamar? Kamar hotel yang lain telah terisi penuh" tanya Siwon gugup dan terkesan hati-hati. Namja tampan dan kaya raya itu sepertinya belum sudi harus meyakinkan dirinya jika Sungmin itu adalah seorang namja berusia 27 tahun.
"ne, gwaenchana.. aku bisa tidur di sofa, aku juga tidak mau terlalu merepotkanmu" ucap Sungmin sambil memamerkan gigi kelincinya. Siwon yang melihat senyuman menawan milik Sungmin, sontak saja menutup matanya rapat. Feromon yang dikeluarkan bocah itu terlalu banyak, sampai Siwon tidak bisa menjaga detak jantungnya yang sudah berdetak tidak terkendali.
Kedua namja itu lagi-lagi berjalan beriringan, dibelakang mereka ada petugas hotel yang dengan cekatan langsung membantu membawa barang-barang dan koper besar kedua namja berbeda penampilan itu. Orang awam yang mungkin melihat Siwon dan Sungmin yang pada saat itu sedang jalan beriringan, pastilah menyangka Sungmin itu adalah dongsaengnya seorang Choi Siwon. Tahun kelahiran Sungmin memang harus dipertanyakan secara jelas-,-
.
.
.
Siwon dan Sungmin sudah sampai dikamar tempat mereka akan menginap selama 3 hari, petugas hotel itu sedang memberikan arahan petunjuk letak posisi kamar mandi, ruang tidur dan ruang tamu yang didesain sangat mewah mengingat hotel tempat mereka menginap adalah hotel bintang 5 dengan pelayanan terbaik di China.
"No longer can I help you sir?" tanya sang petugas hotel ketika ia sudah selesai memberi petunjuk kepada Siwon dan Sungmin, tapi tentu saja hanya Siwon yang mengerti, sedari tadi Sungmin hanya bisa bengong melihat petugas hotel itu ngoceh tidak terkendali memakai bahasa Inggris.
"No thanks" Siwon mengambil dompet dari saku dalam jasnya, Sungmin yang melihat Siwon mau mengeluarkan dompetnya langsung menahannya. "Untuk urusan tip, serahkan kepadaku, aku tidak semiskin yang kau kira, heheee" lalu Sungmin berjongkok mencoba meraih dompet yang ia simpan didalam kopernya.
"ini untukmu ahjussi, arigatoooo" Sungmin tersenyum manis seraya memberikan dua lembar uang kertas kepada sang petugas hotel.
"ehm,, Sungmin hyu-hyung"
"wae?"
"kita di China bukan di Jepang"
"mwo? Bukankah bahasa Chinanya terima kasih itu 'arigato'?"
.
.
.
Sungmin memencet-mencet kasar tombol pesawat telepon yang memang tersedia diseluruh kamar hotel ini. Sungmin ingin menghubungi Donghae dan Eunhyuk, mereka bilang ini adalah paket liburan gratis, tapi tadi sama sekali tidak ada pemandu wisata yang menjemput Sungmin di bandara. Apa alasan sebenarnya couple rusuh itu membohongi Sungmin.
"aisssh,, kemana sih mereka! Mengapa teleponku tidak dijawab!" dari satu jam yang lalu Sungmin masih belum menyerah menghubungi kedua sahabatnya itu. Saat ini Siwon sedang pergi karena tadi ia bilang ada rapat penting yang harus ia hadiri. Karena takut tersesat, Sungmin lebih memilih diam dikamar dan berusaha menghubungi pasangan kekasih gila itu.
"KETERLALUAN!" Sungmin menghentak-hentakkan kakinya kelantai kayu itu dengan cepat. Salah satu kebiasaan Sungmin jika namja imut itu sedang kesal.
TEEETTTT..
Mendengar bel kamarnya berbunyi, Sungmin langsung merapihkan pakaian dan rambutnya. Siwon bilang tadi akan ada dongsaengnya yang akan datang dan Siwon meminta Sungmin untuk menemani dongsaengnya itu. "Tunggu sebentar, aku datanggggg~"
Sungmin membuka pintu kamarnya.
Mata kelincinya membulat sempurna, mulut seksinya menganga melihat sosok yang sekarang ini sedang berdiri dihadapannya. Sosok yang menjadi temannya selama di pesawat tadi, Cho Kyuhyun? Sang artis tenar Korea?
Sungmin mengedip-ngedipkan matanya sejenak, takut apa yang ia lihat sekarang ini hanyalah fatamorgana (?) saja. "Kau? bocah kecil? Apa yang kau lakukan dikamar Siwon hyung?"
"Kyuhyun~aaahhhh bogoshipoyoooooo" Sungmin mendekatkan tubuhnya kearah tubuh sang idola bermaksud untuk memeluknya, tapi dengan cepat tangan Kyuhyun menahan wajah Sungmin yang mau menciumnya.
"yaaa bocah! Kenapa kau sangat agresif sekali sih.. Kau belum cukup umur untuk dicium seorang namja!"
"sudah kubilang aku berusia 27 tahun!" ucap Sungmin kesal sambil menggembungkan pipinya yang memang sudah chubby.
Mendengar Sungmin berkata perkataan itu lagi Kyuhyun hanya bisa menghela nafas panjang dan masuk kedalam kamar hotel. "apa Siwon hyung sudah lama perginya?"
"sudah dari 1 jam yang lalu. Ahjussi tampan bilang, dia akan segera kembali jika urusan pekerjaannya sudah selesai"
"jadi sekarang kau bermaksud menggoda Hyungku?"
"cih,, menggoda apa.. Ahjussi tampan itu adalah malaikat penyelamatku, dia membantuku"
Kyuhyun dan Sungmin sekarang ini sedang berada diruang tamu kamar hotel. Kyuhyun menyamankan posisi duduknya dikursi panjang empuk yang berada diruang tamu hotel, sedangkan Sungmin duduk dihadapan artis idolanya itu. "Kau tersesat kan? Sudah kukatakan, anak SMP tidak baik berlibur sendirian, apalagi sampai keluar negeri" Kyuhyun mengeluarkan PSP kesayangannya dari saku jas hitam miliknya, lalu memainkan.
Kesal selalu dibilang bocah kecil oleh Kyuhyun, Sungmin langsung berlari kedalam kamar untuk mengambil kartu identitasnya.
"Lihatlah!" Sungmin menyodorkan ID cardnya tepat diwajah Kyuhyun yang saat itu sedang asik bermain PSP.
"apa ini?"
"Kartu Identitasku, disitu tertulis tanggal, bulan dan tahun kelahiranku! Kau bisa baca sendiri, Lee Sungmin, Namja, 1 Januari 1986" cerocos Sungmin yang ingin meyakinkan Kyuhyun jika dirinya adalah seorang namja berusia 27 tahun.
Sedikit kasar Kyuhyun menarik ID Card itu dari tangan Sungmin dan membacanya dengan kedua matanya sendiri, terlalu shock rupanya artis tenar Korea itu mengetahui fakta yang sebenarnya. "ja-jadi kau benar-benar seorang namja?"
"mana ada yeoja yang tidak memiliki payudara! Kau lihat? Ini, cobalah kau lihat!" Sungmin menekan-nekan dadanya yang rata dihadapan Kyuhyun.
"aku harus memanggilmu hyung?"
"tentu sajaaaaa"
"aku tak sudi. Lidahku kelu untuk mengucapkan kalimat itu"
Sungmin memonyongkan bibirnya kesal karena mendengar ucapan Kyuhyun.
.
.
.
"haiyaaaaa,, aku bosaaaann.. Kyuhyun~an, bagaimana kalo kita jalan-jalan? Kau kirim saja pesan kepada ahjussi tampan kalo kita akan pergi kesuatu tempat" Sungmin berguling-gulingan dilantai kayu itu. Sudah hampir setengah jam dirinya dan Kyuhyun menunggu kepulangan Siwon tapi namja tampan itu belum juga pulang dari urusan pekerjaannya. Dan Kyuhyun? Sedang asik dengan dunia gamenya.
"Kyuhyun~ah,, Kyuhyun~ah,, Kyuhyun~ah,, aku lapar lapar lapar lapar lapar~ orang tampan tidak boleh pelit pelit pelit pelit pelit ajaklah aku makan makan makan makan" Sungmin menyanyikan lagu hitsnya seorang Cho Kyuhyun yang berjudul Sorry-sorry dengan kalimat yang ia sesuaikan dengan kondisinya saat ini.
"berisik!"
"hiksss,, ayolahhh aku lapaaaarrr~ eommaaaaaa"
Mendengar Sungmin menangis, Kyuhyun mempausekan gamenya dan memasukkan PSPnya kekantong jas hitamnya. "baiklah, ayo kita makan"
"ASSSSAAAAAAAAA!"
Lagi-lagi Kyuhyun sangat menikmati pemandangan dihadapannya saat ini, entah kenapa namja berambut cokelat caramel itu sangat senang melihat cara makan Sungmin yang sangat lahap. Saat ini Kyuhyun dan Sungmin sedang berada di restoran cepat saji yang berada didepan hotel tempat mereka menginap.
Kyuhyun yang merupakan idol yang sedang naik daun, tidak lupa menutupi rambutnya dengan topi hitam dan menutupi sebagian wajah tampannya dengan masker yang warnanya senada dengan topi yang saat ini sedang digunakannya.
"apa kau transgender? Kau yeoja yang berubah menjadi namja kan?"
"uhuuuukkkkkk"
Sungmin yang saat itu dengan asik mengemut-ngemut tulang ayam yang menjadi hobinya sejak dulu langsung tersedak ketika mendengar ucapan Kyuhyun "apa maksudmu?"
"kau terlahir menjadi seorang yeoja, karena kau mempunyai obsesi menjadi seorang namja maka kau merubah statusmu menjadi seorang namja, benarkan?"
TTAAKKK
"YAAA BOCAHHH! KENAPA KAU MENJITAK KEPALAKU!"
"aku lebih tua darimu Cho Kyuhyun-ssi!"
"tapi kau tidak berhak menjitak kepala jeniusku"
"cih,, tentu saja karena kau berbicara sembarangan makanya aku menjitak kepalamu. Aku ini dari lahir memang seorang namja! Walaupun wajahku memang sangat manis dan imut, tapi aku tetaplah seorang namja" Sungmin melirik Kyuhyun yang sedang mengusap-ngusap ujung kepalanya. "kau mau bukti? Dimana toilet? Aku akan menunjukkan milikku kepadamu"
"Mwo! Anni! Aku percaya padamu"
Sungmin tersenyum puas dan kembali melanjutkan mengemut-ngemut tulang ayam yang sama sekali sudah tidak ada dagingnya itu. "ya ya ya! Apa kau juga seekor kucing? Sudah berhenti memakan tulang ayam itu"
"waeyo? Aku sangat suka tulang ayam"
"apa kau belum kenyang? Aku sudah membelikanmu 4 potong ayam goreng"
"isssshhh,, kau ini pengganggu kenikmatan orang!"
.
.
.
Saat ini kedua namja yang sedari tadi selalu adu mulut itu sedang menikmati pemandangan danau buatan yang sengaja dibikin oleh pihak hotel untuk memperindah taman yang berada dibelakang hotel. Kyuhyun memang tidak bisa mengajak Sungmin jalan-jalan ketempat yang sedikit jauh karena sebentar lagi jadwal pemotretannya akan tiba dan untuk urusan pekerjaan, Kyuhyun adalah salah satu dari sedikit idol yang mempunyai sifat profesionalitas yang tinggi, dia tidak mau terlambat atau menunda-nunda pekerjaannya.
"aku ingin naik angsa-angsaan itu" ucap Sungmin, melancarkan aksi merayunya lagi.
"kau seorang namja berusia 27 tahun, permainan itu hanya boleh dinaiki oleh bocah berusia 5 sampai 10 tahun"
Sungmin memajukan bibir pinknya tanda yang ia buat jika dirinya sedang kesal. Tertarik dengan gaya imut Sungmin, Kyuhyun menatap lekat wajah Sungmin intens. Dipandanginya wajah yang sedang tertekuk kesal itu dengan bibir mungil yang sedang dipoutkan sang pemilik, sangat manis..
Sungguh, Kyuhyun tidak pernah bertemu dengan sosok manusia yang lebih manis dari Sungmin, yeoja pun kalah.. Kita ambil contoh, sebut saja salah satu artis yeoja yang saat ini tengah populer, Seohyun? Yeoja yang sudah 1 tahun terakhir ini selalu mendekati Kyuhyun. Tentu saja Kyuhyun akan lebih memilih Sungmin daripada Seohyun, Seohyun itu tidak alami. Kecantikan, wajah manis, kaki jenjang, badan seksi milik Seohyun sama sekali tidak menarik perhatian Kyuhyun. Seohyun itu terlalu berlebihan! Kyuhyun suka dengan yeoja yang sederhana apa adanya tapi tetap manis dan tidak akan pernah bosan jika memandang lama dan itu adalah Sung-. "andwaeee!"
"kau kenapa Kyu?"
"kau yakin kau namja?"
"mana toilet? Aku akan memperlihatkannya padamu"
Kyuhyun hanya bisa menarik nafas panjang mencoba mengikhlaskan perasaannya. Perasaan? Entahlah.. Kyuhyun juga tidak mengerti apa yang sekarang ini sedang dirasakannya. Tapi, baru pertama kali Kyuhyun merasa sangat nyaman berada disamping orang yang bahkan baru saja ia kenal. Kyuhyun bukan tipe namja friendly yang bisa cepat akrab dengan orang lain. Kyuhyun itu namja yang kaku, dingin dan jarang sekali bicara, biasanya hanya didepan orang-orang terdekatnya saja Kyuhyun bisa menunjukkan sifat aslinya. Manja, tidak mau kalah, egois dan teramat sangat jail adalah sifat asli Kyuhyun yang sebenarnya. Tapi bersama Sungmin, Kyuhyun bisa menjadi dirinya sendiri. Ini tentu saja aneh!
"aku rindu rumahku"
"rumahmu? Kau tinggal sendiri?"
"ne,, aku tinggal sendiri, tapi Donghae dan Hyukkie selalu menemaniku oleh karena itu aku tidak pernah merasa kesepian" Sungmin tersenyum manis memandang wajah Kyuhyun, tentu saja lagi-lagi Kyuhyun harus mengontrol detak jantungnya yang mengalun begitu cepat. "kau tahu, rumahku sangat indah.. Rumahku terletak dipinggiran kota Seoul, kapan-kapan jika ada waktu kau boleh berkunjung kerumahku. Dibelakang rumahku ada danau yang sangat indaaaahhh" dengan semangat Sungmin menceritakan tentang satu-satunya harta peninggalan yang berharga dari orang tuanya yang sudah lama meninggal.
"mianhae, tapi jadwalku sangat padat. Lagipula untuk apa aku sengaja bertemu lagi denganmu, aku pusing berada disamping bocah cerewet sepetimu"
"issshhhh,, tidak bisakah kau menyenangkan hatiku?"
"aku juga membeli sebuah rumah dipinggiran kota Seoul, walau aku hanya melihat rumah itu dari sebuah gambar di internet, aku langsung menyukai rumah itu. Rumah itu sangat cocok dengan gayaku, tenang dan berwibawa"
Sungmin bergaya seperti ingin muntah mendengar penuturan Kyuhyun "tenang apanya,, kau itu manusia terusuh yang pernah kutemui!"
"Sungmin~ah!"
Merasa namanya dipanggil seseorang, Sungmin menengokkan kepalanya mencari sumber suara yang tadi memanggil namanya. "Ahjussi!" Sungmin melambaikan tangannya kearah Siwon yang berjalan cepat kearahnya dan Kyuhyun.
"annyeonggg" sapa Sungmin ketika Siwon menghampirinya yang sedang berduaan dengan Kyuhyun.
"kau selalu memanggil Siwon hyung ahjussi,, kau tahu tidak Siwon hyung itu lebih muda darimu" ucap Kyuhyun yang tiba-tiba saja kesal melihat keakraban Siwon dan Sungmin.
"jeongmalyo? Lalu disini aku yang paling tua?"
"tentu saja!"
Siwon tersenyum melihat wajah Sungmin yang terlihat sangat kesal pada Kyuhyun "kau boleh memanggilku apapun yang kau suka, lagipula aku juga tidak mau memanggilmu hyung, sangat tidak pantas. Aku boleh memanggilmu Minnie?"
"kyaaaaa,,, imut sekali.. tentu saja boleh"
"Kyuhyun~ah,, tadi aku bertemu dengan Leeteuk hyung, dia mencarimu. Dia bilang kau harus segera kembali karena sebentar lagi jadwalmu melakukan pemotretan" ucap Siwon.
Sebenarnya Siwon dan Kyuhyun hanyalah saudara sepupu, tapi karena dari kecil mereka sudah tumbuh bersama maka hubungan mereka sudah sangat menyerupai hubungan hyung dan dongsaeng kandung pada umumnya
"lalu kalian mau kemana?" selidik Kyuhyun ketika melihat wajah Siwon yang sepertinya ingin merencanakan sesuatu.
"Minnie~ah, kau belum makan kan?"
Dengan cepat Sungmin menggelengkan kepalanya "yaa bocah! Jangan suka berdusta! Tadi kau sudah makan 4 potong ayam goreng, 3 bungkus nasi dan 3 bungkus kentang goreng"
"itukan satu jam yang lalu!"
"sudahlah, jangan kau hiraukan magnae evil itu. Ne kajja, aku akan mentraktir kau makan"
Sudah 3 hari Sungmin berada di China dan hari ini Sungmin akan kembali ke Korea. 3 hari ini benar-benar sangat berkesan untuk namja manis itu, Siwon benar-benar orang yang sangat baik. Namja tampan itu selalu mentraktir Sungmin makanan yang lezat dan mengajak Sungmin ketempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi di negara ini. Jika kalian menanyakan Kyuhyun, Kyuhyun sudah kembali ke Korea sejak kemarin sore karena ada pekerjaan yang memang harus diselesaikannya. Tentu saja sebelum Kyuhyun pulang ke korea namja yang gemar menyeringai itu selalu membuntuti kemanapun Siwon dan Sungmin pergi, alasannya?
Entahlah, magnae itu bilang ia bosan sendiri padahal seingat Siwon, Kyuhyun itu paling senang sendirian dan Kyuhyun tidak akan pernah merasa bosan walaupun seharian bermain dengan game kesayangannya, dia bahkan akan sangat marah jika seseorang mengganggunya. Apapun yang dipikirkan namja evil itu, Sungmin tetap menyukai liburannya kali ini. Sungguh sangat berkesan!^^
.
.
.
Sungmin berada tepat didepan rumahnya. Rumah yang selama 3 hari ini tidak pernah luput dari ingatannya, Sungmin memang sangat menyayangi rumahnya, satu-satunya harta yang ditinggalkan kedua orang tuanya untuk Sungmin. Rumah ini sangat berharga..
Dengan riang, Sungmin memasuki halaman rumahnya sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Sebenarnya tadi Siwon ingin mengantarnya sampai rumah tapi karena ada urusan penting terpaksa Siwon harus menurunkan Sungmin dijalan yang membuat namja manis itu harus meneruskan perjalanannya dengan menggunakan kereta bawah tanah. Rumahnya memang agak jauh dari pusat kota Seoul.
Sungmin memencet password pintu rumahnya dan agak terkejut ketika ada tanda yang menyatakan kode yang ia masukan salah. Sekali lagi Sungmin memencet tombol pintu rumahnya dan pintunya tetap sama sekali tidak bisa dibuka.
"aisshhhh,, ini ada apa lagi sih! Kenapa sekarang tidak bisa dibukaaaa,, apa alat ini rusak?" tanpa putus asa Sungmin berkali-kali memasukkan kode rahasianya lagi dan lagi.
"010186"
TEEETTTTT
"haaahhh,," Sungmin mendesah panjang ketika lagi-lagi password yang ia masukan salah. "apa Donghae dan Hyukkie mengganti kata sandinya?" buru-buru Sungmin merogoh kantong celananya dan mengambil handphone miliknya. Masalahnya sudah beberapa hari ini Sungmin tidak pernah berhasil menghubungi kedua sahabatnya itu. Handphone Donghae selalu tidak aktif, handphone Hyukkie juga sama. Sungmin yakin ada yang tidak beres saat ini, apa kedua sahabatnya itu mengalami kecelakaan? Sungmin buru-buru menangkis pikiran jeleknya, ia berharap Donghae dan Hyukkie baik-baik saja dan segera datang kerumahnya, biasanya setiap hari pasangan gila itu selalu mampir ke rumah Sungmin walau hanya untuk meminta makanan darinya.
"AHAAA!"
Sungmin berlari mengitari rumahnya, dia ingat ada jendela rumahnya yang rusak dan tidak bisa terkunci. Dulu setiap pulang bermain dan takut ketawan kedua orang tuanya, Sungmin sering masuk lewat jendela itu dan dengan suksesnya Sungmin masuk tanpa diketahui kedua orang tuanya.
Sungmin berusaha membuka jendela kaca itu, dengan segenap kemampuan tenaganya dan akhirnya jendela kaca itu bisa terbuka. Karena lagi-lagi Sungmin harus menyalahkan tinggi badannya yang memang pendek untuk ukuran namja pada umumnya, Sungmin harus mencari alat agar dapat ia jadikan pijakan untuk naik ke jendela dan masuk kerumahnya sendiri.
Sungmin akhirnya membawa kursi taman dan ia letakkan dibawah jendela. Lalu namja manis itu naik kekursi untuk menggapai sisi jendela dan tiba-tiba…
"OMONNAAAAAA!"
"ketangkap kau pencuri busuk!"
TBC
Akhirnya aku bisa publish lagi di ffn,, mianhae untuk chingudeul yang nunggu fanfic ini *ga ada yang nunggu padahal* selama ini aku emang selalu publish fanfic ku di grup kyuminku tercinta jadi jarang maen ke ffn.. terus juga ketambah kerjaan dikantor lagi ribet banged-,-
Kalo chingudeul memang mau baca fanfic saya, bisa add facebook saya di Metta Tansera. Semua fanfic yang sudah saya publish di grup, saya simpan di note FB. OVERPROTECTIVE, KYUMIN YONGWONHI, FULL HOUSE dan LIBURAN WAMILNYA LEE SUNGMIN (sequel dari WAJIB MILITERNYA LEE SUNGMIN) semua saya simpan di sana..
Karena notenya saya proteksi, yang mau baca tolong kirim pesan aja di wall nanti saya tag, maaf sekali merepotkan karena tidak semua orang suka dengan KyuMin couple terpaksa saya harus memproteksi note saya, karena saya tidak mau ada orang yang ngebash couple kesayangan saya^^
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada minnie-minnie-mine, The-Shiirayukii, Deem Seul Mi, Mard707, EvilBungsu KyuminBaby137, dan Baby-ya
Untuk yang terakhir,, kalo chingudeul sengaja atau tidak baca fanfic ini, aku minta apresiasinya yah, kasihlah author baru ini komentar, masukan dan saran:)
GAMSAHAMNIDA CHINGUDEULLLLL #bungkukin badan ala oppadeul
-chosera-090512-
