Hai semua! Chapter berikutnya udah update nih! Terima kasih ya yang udah baca ff ini, sorry kalau ada typo, atau masalah lainnya yang membuat kalian gak nyaman. Tanpa basa-basi lagi, langsung aja baca ya.
My Acting Partner
By Felicita-chan
Naruto © Masashi Kishimoto
Rated T
Pairing : Sasuke U. Naruko U.
Warning : Typo, OOC, gaje, ga nyambung, alur kelambatan/kecepetan, cerita/kata diulang-ulang, AU, aneh, dsb.
Happy Reading ~
Second Act : Helps
Sasuke langsung berdiri dan mengangkat Naruko berdiri dari kursinya yang terjatuh. "Maaf, tadi aku jatuh karena gempa. Kau tidak terluka kan?" Ucap Sasuke datar setelah sadar dari kagetnya tadi.
"I-Iya.." Ucap Naruko masih kaget sambil berdiri, saat ia sadar dari kagetnya ia memerah sejenak.
"Tidak apa-apa.. kok.." "Hn. Ayo kita berangkat sekarang." Ucap Sasuke yang sudah menyelesaikan ramennya dari sebelum gempa, ia bertingkah tidak terjadi apapun tadi.
"Ah.. Iya.." Setelah menaruh mangkuk sisa ramennya di wastafel, mereka berjalan ke sekolah.
Sasuke memberikan syalnya pada Naruko dan melilitkannya di leher Naruko. "Kau kedinginan kan?" "Te-Terimakasih.." Ucap Naruko memerah, mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka ke sekolah tanpa pembicaraan
SKIP
"Naruko.. Kau aneh dari tadi pagi sejak baru sampai sekolah, apa ayam melakukan sesuatu kepadamu?" Tanya Naruto sambil memakan roti yakisoba yang dibelinya di kantin.
"Ah masa? Ti-Tidak kok, tidak terjadi apa-apa, mungkin mood-ku sedang tidak bagus saja." Jawab Naruko sambil memakan roti Yakisoba yang dibelikan Naruto untuknya di kantin.
"Masa?" Naruko bertanya dengan tidak percaya lalu memanggil Sasuke.
"Oi ayam! Sini sini." Sasuke yang merasa dipanggil (wah dia merasa) berjalan ke meja Naruto dan Naruko sambil membawa nampan berisi jus tomat dan nasi goreng dengan tomat yang divariasikan "Hn."
"Kau melakukan apa pada Naruko tadi pagi?"
"Hn. Tidak ada."
"Ciyus?"
"Hn."
"Miapah?"
"Ramen."
"Mana mana?!"
"Hn." Sasuke menunjuk ke gambar ramen di gambar-gambar menu makanan di belakang ibu kantin itu.
"Belikan aku ramenn!"
"Beli sendiri." Naruto lalu mendengus kesal, Naruko hanya diam memakan roti yakisobanya, saat Naruko sedang berjalan ke kelas ia bertemu Iruka-sensei yang sepertinya sedang kebingungan.
Naruko yang baik berniat membantu Iruka-sensei. "Sensei? Ada apa?" Tanya Naruko kepada senseinya itu.
"Ah.. Sensei sedang bingung.. Sensei perlu mengambil file penting di ruang guru SMP dan SD, tetapi sensei harus mengajar sekarang di SMA, sebentar lagi belnya berbunyi, sementara sensei harus mengambil filenya di gedung SD dan SMP yang berada di 2 gedung sebelah.. Bagaimana ini.." Ucap Iruka-sensei bingung.
"Ah, Naruko saja yang mengambilnya sensei." Ucap Naruko ingin membantu dengan baik hatinya.
"Wah, terimakasih ya, tapi filenya banyak dan berat tidak apa-apa?"
"Aku akan minta bantuan teman sensei, jadi tolong bilang ke Anko-sensei maafkan ketelatanku nanti ya."
"Ah, baiklah, kalau sudah diambil, antar ke guru yang mengajar di kelas A - F ya, itu file untuk rapat guru, harus dibagikan hari ini." Ucap Iruka-sensei.
"Baiklah sensei." Ucap Naruko sambil mengangguk tanda mengerti.
"Kalau begitu sensei pergi dulu, terimakasih ya." Ucap Iruka-sensei sambil berjalan pergi. Naruko lalu berjalan mencari Naruto ataupun Sasuke untuk dimintai bantuan dan akhirnya dia melihat Sasuke sedang dikerumuni para fans fanatiknya.
"Oooii, Teme Ayamm!" Teriak Naruko sambil melambai-lambai kepada Sasuke, karena terlalu berisik dan ia sedang didesak para fansnya, Sasuke tidak mendengar ataupun melihat lambaian Naruko.
"Ugh! Mengesalkan sekali sih ayam ini!" Ucap Naruko kesal sambil berjalan menerobos kerumunan fans Sasuke itu dan setelah ia berhasil melewati para fansnya itu ia memegang tangan Sasuke dan menariknya keluar dari kerumunan itu.
"Ikut aku, Teme." Ucap Naruko singkat sambil menarik Sasuke keluar dari kerumunan fans itu, para fansnya lalu menahan Naruko.
"Tunggu! Siapa kau dapat menarik Sasuke-kun seenaknya seperti itu? Sasuke-kun tidak level dengan orang seperti kau!" Ucap salah seorang fans Sasuke, Naruko hanya menyengir penuh kemenangan.
"Apa?" Teriak salah satu fans itu lagi menggertak.
"Kau tidak tau siapa aku?" Ucap Naruko masih menyengir I'm the winner.
"Siapa kau? Lagi pula tidak ada yang peduli denganmu! Kau bukan siapa-siapanya Sasuke-kun kan?"
"Heh, kalian belum dengar? Aku pacarnya Sasuke." Ucap Naruko sambil nyengir I'm the winner.
'Aku menang, girls.' Batin Naruko senang pertama kalinya menang dari cewek-cewek fanatik itu, sementara semuanya hanya kaget dan speechless.
"Ayo ikut aku, Teme." Naruto kembali menarik Sasuke pergi setelah berhasil membuat para fans fanatik itu muka cengo.
"Hn. Kenapa kau menarikku?"
"Aku tidak menyelamatkanmu secara sukarela, jadi jangan salah paham, tentu saja ada imbalannya."
"Apa yang kau inginkan?"
"Bantu aku mengambil file Iruka-sensei di gedung SD dan SMP."
"Merepotkan, tidak mau."
"Harus! Kalau tidak aku akan putus denganmu biar homoan sama nii-chan aja, bwee!" Ledek Naruko memelet-meletkan lidahnya.
"Baiklah, aku menyerah, ayo pergi sebelum bel." Sasuke mendengus kesal mendengar ancaman mengesalkan Naruko, ia tidak bisa membalas jika diancam seperti itu.
"Ruang guru SMP dimana ya.. Oi Teme kau tau tidak? Kau kan SMP disini." "Hn."
"Oi, aku bertanya kebadamu bakayam!" Sasuke hanya menunjuk sebuah ruangan di ujung koridor yang mereka sedang lewati.
"Yang itu?" "Hn." Naruko hanya mendegus kesal dan menarik Sasuke ke ruangan di ujung koridor yang ditunjuk Sasuke itu.
Naruko mengetuknya dan masuk ke ruangan itu.. Tidak ada orang. "Argh! Ini beneran ruang guru bukan sih!" Teriak Naruko kesal.
"Hn." Jawab Sasuke singkat yang membuat Naruko makin marah dan kesal tapi tetap menahan amarahnya untuk meluap.
"Iya, ada urusan apa ya?" Jawab seorang sensei yang tiba-tiba ada dibelakang mereka.
"Ah.. Apa ibu seorang guru?"
"Iya.."
"Ah, apa ibu tau dimana filenya Iruka-sensei?"
"Oh, itu.. Coba tanya guru SMA, Ibiki-sensei, ia kemarin kesini untuk mengambilnya."
'Hah ke SMA lagi..?' Batin Naruko malas.
"Terimakasih, sensei." Naruko lalu menarik Sasuke ke lapangan tempat Ibiki-sensei sedang mengajar.
"Iiibiiikiii-senseiii!" Teriak Naruko dengan nafas terengah-engah.
"Ada apa?" Tanya Ibiki-sensei yang berhenti sejenak dari acara mengajar outdoornya.
"Aciee Naruko ama Sasuke gandengann." Goda seseorang dari kumpulan murid yang sedang diajar Ibiki-sensei itu.
Naruko langsung memerah dan melepaskan tangan Sasuke dari genggamannya.
"Diam baka! Siapa yang tadi bilang gitu!" Teriak Naruko penuh amarah lalu semua hening.
"Ehem, aku menyimpannya di gudang SMP." Ucap Ibiki-sensei memecah keheningan.
"Eeeh? Aku harus balik lagii.." Ucap Naruko malas lalu menarik Sasuke ke gedung SMP lagi diikuti sorakan para murid yang lalu di death glare Sasuke dan Ibiki-sensei.
Cklek!
Naruko membuka pintu gudang yang terkunci itu dengan kunci yang ia pinjam di ruang guru SMP. "Permisi.. Tidak ada orang."
"Apa kau bodoh? Mana mungkin ada orang sedangkan gudang ini terkunci tadi."
"Ahahaha, iya juga ya, kadang kau pintar juga teme."
"Hn. Aku memang selalu pintar, kau saja yang bodoh." Naruko mendengus kesal lalu mengambil setumpuk file di dalam gudang itu.
"Teme, bantu aku!"
"Hn." Sasuke berjalan santai mendekati Naruko dan mengambil 3 lembar file dari tumpukan file itu.
"Hey, apa-apaan itu! Masa aku yang banyak kau hanya 3 lembar!"
"Diamlah Dobe, kau berisik." Sasuke lalu mengambil setengah lembarnya lagi dan berjalan keluar.
Naruko kembali menutup pintu gudang itu. "Berikutnya SD." "Hn."
"Ruang guru SD dimana ya?"
"Hn."
"Mari kita bertanya." Naruko melihat seorang gadis berambut hitam panjang, bermata lavender, dan berponi dibelah dua dengan sehelai poni tertinggal di tengah.
Sepertinya anak SD ini.. Ia terlihat seperti Hinata.
"Ano.. Murid SD disana?" Panggil Naruko.
"Huh?" Murid SD itu menoleh.
"Hei kau, dimana ruang guru SD?" Tanya Sasuke datar.
"Namaku bukan 'kau', namaku Hyuuga Hanabi." Ucap murid SD itu datar.
'Ternyata memang adiknya Hinata.' Batin Naruko.
"Hn. Dimana ruang guru SD, Hyuuga?" Tanya Sasuke datar, Hanabi menunjuk sebuah lorong di ujung koridor.
"Belok kanan." Instruksinya datar.
"Hn." Sasuke langsung menarik Naruko pergi ke ruang guru.
"Terimakasih ya, Hanabi-chan!" Ucap Naruko saat ditarik Sasuke sambil melambi ke Hanabi, Hanabi hanya mengangguk dan berlalu pergi.
"Sensei, boleh saya tau dimana dokumen yang dititip Iruka-sensei?"
"Ah, soal itu.. Tanya Anko-sensei, dia yang membawanya."
'Aku harus balik lagi ke gedung SMA.' Batin Naruko malas.
"Terimakasih sensei.." Naruko lalu menarik Sasuke berlari ke tempat Anko-sensei, ia sedang mengajar di kelas 1-F, kelas Naruko dan Sasuke.
"Jadi, kerjakan PR dari buku cetak latihan 3! Besok pagi sudah harus ada di mejaku! Kalau tidak.." Teriak Anko-sensei mengeleggar ke kelas F sambil menggebrak meja lalu membunyikan tangannya.
Glek.. Hanya itu yang bisa dilakukan murid kelas F.
"Permisi.." Naruko menggeser sliding door kelasnya itu.
"Sensei, saya Uzumaki Naruko, adik kembar dari Uzumaki Bakaruto. Saya dari kelas F, maaf tidak bisa ikut pelajaran sensei. Saya ditugaskan Iruka-sensei mengambil dokumen dengan Uchiha Bakasuke. Kata guru SD, sensei yang membawanya."
Kelas F lalu bersiul untuk Naruko dan Sasuke yang bergandengan tangan (karena Sasuke ditarik-tarik tadi) yang menyebabkan death glare dari Sasuke, Anko-sensei, dan Naruko yang membuat semuanya kembali menelan ludah.
"Ah.. Dokumennya ada di kantor guru SMP." Kata Anko-sensei.
'Kembali lagi ke SMP..' Batin Naruko.
"Terima kasih sensei, saya akan kembali setelah selesai membereskan tugas dari Iruka-sensei." Naruko membungkuk hormat.
Ia menarik Sasuke berlari ke gedung SMP yang menyebabkan teriakan maut dari Anko-sensei, "Uzumaki! Jangan berlari di koridor!" Naruko langsung berjalan biasa karena takut dibantai seperti nii-channya, Naruto.
"Jadi sensei, dimana dokumen yang Anko-sensei titipkan?"
"Ah.. Ibiki-sensei menaruhnya di gudang olahraga SMA."
'Argh.. Kembali lagi ke SMA.' Batin Naruko mulai kesal karena daritadi ia bulak balik terus.
"Terimakasih.." Naruko langsung menarik Sasuke berlari kencang ke gudang olahraga SMA.
"Ano.. Dimana dokumen yang diletakkan Ibiki-sensei ya?" Tanya Naruko kepada petugas bersih-bersih disana.
"Ah.. Saya letakkan di dekat bangku lapangan voli SD, saya kira itu punya Ibiki-sensei jadi saya berikan saat Ibiki-sensei di lapangan voli SD."
'Argh! Kapan bulak balik ini selesai! Mana gedung SD jauh lagi.' Batin Naruko kesal.
"Terimakasih.." Ia kembali berlari menarik Sasuke ke lapangan voli SD.
"Ketemu!" Ucap Naruko senang, ia meletakkan dokumen yang ia bawa di bangku.
Saat ia mau menumpuk dokumen di sebelah bangku itu ke dokumen yang tadi ia bawa, tiba-tiba punggungnya terkena bola voli anak SD dan semua dokumennya pun berterbangan dan berceceran.
"Akh! Dokumennya!" Setelah anak SD itu minta maaf mereka mengumpulkan kembali dokumen itu bersama-sama dengan waktu kurang lebih sekitar 10 menit.
"Terimakasih ya sudah membantu." Ucap Naruko sambil tersenyum kepada anak-anak SD itu.
"Tidak, nee-chan, kami yang minta maaf tidak hati-hati, kami pergi dulu ya, byee~" Ucap anak SD itu pada Naruko sambil melambai pergi, Sasuke dan Naruko lalu menyelesaikan tugasnya dan kembali ke kelas, sudah waktunya pulang ternyata, pas sekali, tidak sadar acara mencari dokumen itu menghabiskan beberapa jam, Naruko mengambil tasnya, berpamitan dengan Sasuke dan berangkat pulang.
Di rumah, ia menghempaskan tubuhnya yang lelah ke ranjangnya dan memerah lagi mengingat ia sudah memegang tangan Sasuke dan mengaku jadi pacar Sasuke kepada fans fanatik Sasuke.
Dan tadi pagi ia berciuman dengan Sasu- "Aah.. Ada apa sih Naruko.. Masa kamu suka sama.. Ayam itu.." Ucap Naruko sambil memukul-mukul kepalanya sendiri. Naruko menghela napas.
"Tapi mungkin.. Aku benar-benar jatuh cinta padanya."
Ding Dong
Bel kediaman Uzumaki kembali berbunyi dan membuat Naruko sadar dari lamunannya.. 'Onii-chan saja yang buka.. Aku malas bergerak..' Batin Naruko.
Beberapa saat kemudian terdengar ketukan keras dari pintu. "Oii! Naruko, ini onii-chan." Ucap Naruto dari depan pintu sambil mengetuk pintu kamar Naruko.
"Sasuke datang menginap karena ia malas di rumah, katanya." Naruko langsung duduk tegak dan memerah.
'Sa-Sasuke da-datang me-menginap..?' Batin Naruko kaget.
"Ya-Yasudah bukan urusanku juga kan." Teriak Naruko dari dalam kamar.
"Aku berpikir untuk ia tidur di kamarmu sementara kau pindah ke kamarku dan aku akan ke kamar kaa-san dan tou-san."
"Kenapa harus kamarku?"
"Karena kamarku terlalu banyak hal yang tidak bisa dilihat seorang Uchiha dan memiliki banyak rahasia negara (?)."
"... Kamar tamu?"
"Kotor, belum dibersihkan, tidak cocok untuk seorang Uchiha."
"Kenapa tidak aku saja yang ke kamar kaa-san dan tou-san?"
"Karena Naruko selalu tidur sama mereka kalau tamu datang menginap, nii-chan tidak dapat giliran!" Teriak Naruto kesal sambil mengerucutkan bibirnya, Naruko dan Sasuke hanya sweatdrop.
"Baiklah.." Ucap Naruko menyerah. Naruko keluar dari kamarnya dan langsung masuk ke kamar Naruto tanpa mengatakan apapun atau pun melirik mereka.
"Naruko kenapa ya?" Tanya Naruko kepada Sasuke, Sasuke hanya menaikkan pundaknya tanda tidak tau, saat Naruko masuk ke dalam kamar Naruto ia langsung duduk di depan pintu yang sudah terutup rapat itu sambil memeluk bonekanya erat.
"A-Ada apa denganku.. Apa ini tanda-tanda aku sudah jatuh cinta pada Sasuke?" Tanya Naruko pelan pada dirinya sendiri sambil memerah.
- To Be Continue -
Oke akhirnya chapter 2 selesai juga, tidak kusangka banyak juga yang baca fic ini, arigato ya minna, sampai ketemu lagi di next chapter. Last word,
Mind to RnR? Thank you!
