Trainee Part 2
Aku merindukanmu, saat kau jauh dari kehidupanku. Ah, terlambat. Aku jatuh cinta padamu
Author POV
Donghae berdiri di kamarnya, bertatapan denga kalender dindingnya. Dia mencoret tanggal hari itu, 22. "Ah" gumamnya, menggoreskan spidolnya di atas kalender itu. "Sudah 11 bulan, Lee Hyukjae" gumamnya lagi, menutup spidol itu, melemparnya ke sembarang arah. "Kemana kau? Kemana engkau hah?" teriak Donghae, menghempaskan dirinya ke atas kasur.
Donghae menarik nafas panjang, berusaha mengendalikan dirinya. Ia mencengkram bingkai jendela di sampingnya, sampai tangannya terasa sakit sekali. "Babo, kenapa kau tidak bilang padaku hah?" teriaknya, melalui jendela yang terbuka lebar. Angin meniup rambutnya, yang berkibar pelan. Tanpa sadar, air mata Donghae mengalir melalui sudut matanya, melalui pipinya.
Donghae menangis tanpa suara, membenamkan dirinya di jendela kamarnya. Rindu, ia rindu sekali pada Lee Hyukjae. Sosok yang selalu ada saat ia membutuhkan nya, sosok yang selalu ada di setiap hari yang di laluinya. Namun, sekarang ia tidak muncul lagi. Bahkan, ibu Hyukjae tidak mengatakan apa-apa pada Donghae.
Donghae menelan ludahnya perlahan, menahan air matanya. Donghae dengan cepat menyeka air mata dengan punggung tangannya, menyembunyikan tangisnya. "Ah, aku selalu berpura-pura tegar" ucapnya, bergetar. "Tapi, aku rapuh sekali. Lee Hyukjae, kau dengar itu? Aku merindukanmu" ucapnya lagi, air matanya mengalir lagi.
"Tidak, aku tidak suka denganmu. Aku jatuh cinta padamu. Ketika kau meninggalkanku, aku jatuh cinta, semakin jatuh cinta padamu" ucapnya, sesenggukan. "Tapi, terlambat. Semuanya terlambat"
Eunhyuk, merebahkan diri di ruangan latihannya. Peluh membasahi keningnya, seluruh wajahnya. Ia kelihatan lelah sekali malam itu. Bahkan ia tak ada waktu untuk memberitahu apa-apa pada Donghae. Pihak management melarangnya, keras. Eunhyuk tidak berani membantahnya. Ia menggerakan kedua kakinya pelan.
"Ah, kenapa kau Hyukjae?" tanya Leeteuk, duduk di samping Eunhyuk. "Aku rindu teman sekolahku" ucap Eunhyuk tanpa sadar, bangkit lalu bersandar pada kaca. "Siapa?" tanya Leeteuk, terdengar sedikit penasaran. "Semuanya, tapi ada yang membuatku jadi malas latihan" ucap Eunhyuk, meluruskan kakinya.
"Siapa?"
"Lee Donghae. Entahlah, aku merindukannya. Padahal baru 11 bulan" ucap Eunhyuk mantap.
"Baru? Itu sudah lama sekali"
"Pantas saja. Aku merindukannya. Kk~" ucap Eunhyuk terkikik pelan
Ah, aku benar-benar merindukannya. Apa dia merindukanku? Aku tidak pernah memberi kabar. Apa dia tetap mengingatku? Ah, aku merindukanmu Lee Donghae
2001
Donghae POV
Ya, sudah 1 tahun aku tidak bertemu Eunhyuk sama sekali. Menghilang tanpa kabar. Bahkan orang tuanya tidak mau memberitahuku. Apa dia sudah meninggal? Ah tidak mungkin. Kalau begitu, orangtuanya pasti memberitahuku. Aku menyuruput kopi di genggamanku, kepalaku berdenyut. Aku pusing memikirkannya, tapi lebih pusing jika tidak ada dia di pikiranku. Aku bersenandung pelan, lagu mellow kesukaanku, Smile.
Pandanganku mulai kabur, aku berjalan tak tentu arah. Keseimbanganku hilang, aku terjatuh keras di atas aspal. Rasanya celanaku robek, darah mengucur dari lututku, tapi aku tidak peduli. Kulihat beberapa orang mengelilingiku, berusaha membantuku berdiri. Ah, kekuatan tubuhku menghilang, lemas sekali. Aku memejamkan mataku, pingsan saat itu juga.
"Bangunlah" terdengar suara di telingaku. Aku mengerjapkan mata, berusaha membuka mata. Awalnya pandanganku kabur, sekarang sudah lebih jelas. Langit-langit di atasku, awan yang terhampar. Apa aku masih di tengah jalan, tanpa di bantu siapapun? "Syukurlah akhirnya kau sadar" ucap seorang namja berambut pirang, duduk di dekatku.
Aku berusaha bangkit, menarik nafas normal. Kepalaku masih berdenyut. Ah, di hadapanku duduklah Leeteuk, teman sekolahku yang juga cuti sekolah. "Leeteuk" ucapku pelan, menelan ludah. "Ah, apa kau Donghae? Mukamu tertutup perban, tidak jelas" ucap Leeteuk tersenyum, menyerahkan beberapa cemilan dan minuman padaku.
Aku membuka bungkus biskuit, memakannya pelan. Aku lapar sekali, sudah beberapa hari tidak makan. "Dimana aku?" tanyaku, mengeluarkan sisa suaraku. "Di tempat trainee ku, kau di bawa Ahjussi pelatih kami kesini. Katanya beliau melihatmu di jalan, melihatmu bersenandung kecil, lalu kau jatuh di jalanan. Beliau membawamu ke sini, sekalian mengajakmu menjadi trainee" cerita Leeteuk panjang.
"Jadi, itu alasanmu cuti sekolah?" tanyaku setelah meneguk air. Leeteuk mengangguk cepat. "Disini juga ada beberapa trainee dari sekolah kita"
"Siapa?" tanyaku, tak yakin.
"Kim Jongwoon dan Lee Hyukjae" jawab Leeteuk. Aku tersedak, jadi, Eunhyuk ikut trainee?
"Kalau kau sudah baikan, tanya pada orang tuamu, apa kau boleh ikut trainee disini. Kelihatannya Ahjussi Sooman senang padamu" ujar Leeteuk, mengelus rambutku pelan. Aku mengangguk kecil. Apa jadinya kalau Eunhyuk tau, aku jadi trainee di sini? Aku segera menghubungi eommaku, dan ternyata jawaban eommaku tidak mengecewakan. Aku boleh jadi trainee disini.
Ternyata, ini alasannya. Dia terlalu sibuk jadi trainee, tidak ada waktu untuk menghubungiku. Aku tahu, jadi trainee itu sibuk sekali. Jadi aku tidak menyalahkannya, pada akhirnya, kami bertemu di sini, di atas lantai dance seperti ini. Ah, akhirnya aku bisa membuang rasa rinduku padanya, bagaimana ya dia sekarang?
Terdengar beberapa suara di luar. "Ah, kau serius dia Lee Donghae?" terdengar suara renyah yang khas, suara Hyukjae. "Aku yakin, yakin sekali. Akhirnya kau bisa bertemu dengannya, setelah setahun tidak ada kabar" ucap Yesung, suara ngebass itu. "Baiklah, kita buktikan saja, dia tidur kan?" tanya Eunhyuk pelan.
"Tidak tahu, tadi dia bangun. Mungkin dia tidur lagi" ucap Leeteuk. "Kesempatan, bilang kalau kau merindukannya" ucap Yesung. "Ah, diam" ucap Eunhyuk. Aku menyender ke ujung ruangan, berusaha tidur. Tapi tidak sempat, mataku masih terbuka saat mereka bertiga masuk ke ruangan ini.
Eunhyuk POV
Aku membuka pintu pelan, menatap sekeliling. Jantungku seperti berhenti berdetak, melihat Donghae duduk manis di ujung sana, tersenyum pada kami.
"Lee Donghae" ucap Yesung, berlari ke arahnya, memeluknya.
"Ah, Jongwoon. Aku merindukan kalian" ucap Donghae, balas memeluk Yesung.
Kami ngobrol agak lama, yah, setelah aku mengusir mereka dari ruangan ini, aku ingin mengobrol berdua dengannya.
"Jadi, kau trainee di sini hyukjae" ucapnya langsung, aku mengangguk cepat.
"Aku merindukanmu, sangat merindukanmu" ucap Donghae lagi, aku menjilat bibirku pelan.
"Aku juga rindu padamu, Lee Donghae" ucapku terbata, menatap matanya lekat-lekat.
Tidak ada yang bicara, sunyi.
"Ah, kenapa aku jadi gugup?" tanyaku sambil menggaruk tenguk ku, dia terkikik pelan, "Kau gugup? Tidak biasanya" ucapnya, menjulurkan lidahnya.
"Aish" ucapku agak kesal.
Donghae bersandar di bahuku, memejamkan matanya. "Aku lelah sekali" ucap Donghae. Aku mengelus rambutnya, lehernya, sampai aku merangkul pinggangnya.
"Donghae, tatap aku" ucapku pelan. Donghae mendongakan kepalanya, menatap mataku. Mata coklatnya kelihatan tersenyum. Aku merindukan dirinya.
"Ada apa?" tanyanya pelan.
Aku menelan ludah, aku mendekati wajahnya. Setelah dekat, kulihat dia. Mukanya memerah, dia mulai memejamkan mata. Jantungku berdebar kencang sekali. Dengan sedikit keberanian, aku mengecup bibirnya.
Bibirnya hangat, lembut. Aku menggerakan bibirku lambat.
Ya ampun, aku tidak ingin melepas ciuman ini. Bibir kami bertaut, mesra. Walau tanpa nafsu, aku menyukai ini.
Aku melepas ciuman kami, tersenyum pelan.
"Kau, menciumku?" tanya Donghae, mengangkat alisnya pelan.
Aku terdiam, menunggu reaksinya.
"Aish, Hyukjae kenapa kau lancang menciumku hah?" teriaknya. Aku hanya berlari sekeliling ruangan, berusaha menghindarinya. Ah, kulihat mukanya memerah. Aku menghampirinya, mencubit kedua pipinya.
"Memangnya aku tidak boleh melakukan itu hah?" tanyaku di hadapannya. Mukanya memerah, sepertinya ia malu sekali. "Terserah kau saja" ucap Donghae, mungkin dia ingin lagi. Dia ingin aku menciumnya
"Donghae, kau nakal" ucapku pelan
10 Tahun Kemudian...
Author POV
Super Junior. Siapa yang tidak kenal mereka? Nama mereka sudah terkenal sampai pelosok negeri. Anggotanya? 13+2 namja tampan multitalenta. Donghae dan Eunhyuk masuk ke grup itu, mereka debut bersama.
"Ah, Super Show 4. Sudah ke empat kalinya kita mengadakan konser world tour ini" ucap Eunhyuk, duduk di sofa empuk. Beberapa make up artist mengerubunginya, mendandani sewajarnya. "Apa kau lelah Eunhyuk?" tanya Leeteuk dari ujung sana, menyemprotkan parfum di badannya yang naked
"Hm, sedikit hyung. Tapi demi elf, aku mau terus berada di atas panggung" ucap Hyukjae, meraih kostumnya.
"Hyung" ucap Donghae, berjalan ke arahnya. Hyukjae tersenyum cerah.
Ya, Lee Donghae dan Lee Hyukjae sepertinya ada hubungan, entahlah.
"Kau siap untuk konser hari ini, Donghae-ah?" tanya Hyukjae, mengelus rambut Donghae pelan. "Ah, aku siap. Tentu saja. Kau khawatir hyung?" tanya Donghae, mengedip nakal.
"YA!" ucap Hyukjae, kaget dongsaengnya – kekasihnya mungkin – bisa berkata seperti itu. Donghae menjulurkan lidahnya. "Kau nakal sekali hah" ucap Eunhyuk marah, mendekatkan wajah mereka, mengecup bibir Donghae pelan, melepasnya.
"YA! Hyung sekarang yang nakal. Mencium seenaknya" ucap Donghae berdecak, mengelap bibirnya.
"Eunhae couple, sudahlah" ucap Yesung sambil merangkul Ryeowook, yang tersenyum lebar.
"Ah, Yewook akrab sekali" ucap Kyuhyun. Sungmin mengernyit ke arahnya.
"Ah ayo! Kalian harus memulai konser sekarang" teriak manager mereka, dari pintu.
Mereka berlari serentak. Eunhyuk dengan cepat menarik tangan Donghae, menggenggam jari-jari Donghae. Mereka bertatapan, tidak bicara. "Lakukan yang terbaik chagi" ucap Eunhyuk, mengedip nakal. Donghae mencubit pipi Eunhyuk, lalu mengelusnya pelan. "Aku akan lakukan yang terbaik, yeobo" balas Donghae mantap.
-END-
Hm, menurut kalian gimana? Aneh ga ceritanya? Aku gatau nih dapet ide darimana, buat cerita kayak gini wkwk.
Comment yaaaa, silent reader awas loh ;3
Hm, buat fanfic yang lain nyusul yaaaaa. Coba kalian mau couplenya siapa? Tapi gatau deh buatnya Romance lagi apa gimana. Wkk.
Sekiaan *bow* semoga semuanya suka ^^
