Latar : Setelah pertarungan melawan Hades

Chapter 2

Lagi-Lagi Deathmask!

Siang itu pukul 12.30 hujan sangat lebat. Keduabelas kuil juga sudah direnovasi kembali. Karena bosan, Milo pun menyetel radio. Ia membeli radio itu 4 hari yang lalu. Kondisi radionya juga masih bagus, suaranya belum grebek-grebek toh..

"Baiklah, saya akan membaca cuaca hari ini. Cuaca di Sanctuary hujan, di Asgard berawan, di Dunia Lautan(yang Poseidon Chapter itu lho!) cerah, di Underworld berawan, dan di Elysion cerah," kata pembaca berita itu.

"Huh, bosan dengar berita terus," kata Milo. "Ganti saluran yang lain, ah!"

Kemudian, ia ganti ke saluran 100.5, yaitu Sigma FM. Sigma FM lebih sering menyajikan lagu-lagu daripada berita, terutama lagu jadul. "Selamat siang, para pendengar! Sekarang, saya akan menyajikan lagu request dari Phoenix Ikki. Judulnya I Want To Break Free yang dinyanyikan oleh band legendaris Queen,"

"Ah, ini kan lagu favoritku bangets!" kata Milo sambil nyengir. Lalu, ia membesarkan suaranya dan bernyanyi, "I WANT TO BREAK FREE!!"

"Duuuuh, berisik Milo!" teriak Aioros dari kuil Sagittarius. "Aku sedang latihan memanah, nih! Soalnya, 2 minggu lagi ada lomba memanah di Sanctuary,"

"Oooooh...," kata Milo sewot. "Baiklah, kukecilkan volumenya!"

Daripada itu, Milo punya ide lain. "AHA! Aku punya ide yang bagus. Lebih baik, aku dengar radio di rumah Athena saja! Tapi, aku mau mandi dulu, ah!"

Saat Milo sedang mandi, tiba-tiba Deathmask datang dan menyusup ke kuil Scorpio, "Akhirnya, gua sampai juga di kuil Scorpio! Wah, radionya si susu Milo(eh, maksud saya Milo) bagus banget! Akan gua curi radionya si Milo, terus kabur! Hihihi...,"(OMG! Dia selalu saja membawa kesengsaraan, bukannya kebahagiaan!). Dengan pelan-pelan, ia mengambil radionya, kemudian kabur dengan kecepatan double speed. Busyet!

Milo pun keluar dari kamar mandi, "Ah, segar rasanya kalau sudah mandi," Lalu, matanya terbelalak, "WAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"

Karena teriakkan Milo, burung-burung gereja yang sedang makan siang merasa terganggu dan berterbangan. Tidak hanya itu, saat Aioros sedang latihan memanah, anak panahnya meleset. "Oooooh, ada ribut apa lagi, sih?" keluh Aioros.

Di kuil Virgo, Shaka merasa terganggu saat ia sedang meditasi. "Huh, lebih baik aku meditasi di tempat lain saja, deh!"

"MALING, MALING, MALING!!!," teriak Milo dengan panik. "ADA MALING DI KUILKUUUUUUUUUU!!!!!!"

Mendengar kejadian itu, Deathmask berkata, "Wah, situasinya gawat! Gua harus cepat-cepat minggat dari kuil Cancer, nih!!"

"Ada apa, Milo? Kok teriak-teriak seperti orang panik begitu?" tanya Aioros heran. "Memangnya ada yang mencuri barang berharga milikmu?"

"Ya, ada yang mencuri radioku," jawab Milo sambil merengek.

"Baiklah, aku akan merencanakan bagaimana cara menangkap pencurinya," jawab Kanon dengan spontan.

Kemudian, mereka merencanakan bagaimana cara menangkap pencurinya di gudang. "Begini, kita akan membuat 3 rencana, rencana A adalah kita akan melumuri teras ini dengan minyak. Pada bagian pintu depan, kita simpan tepung terigu ini. Lalu, di dalam ruangan ini kita jatuhkan beberapa butir kelereng. Rencana B-nya adalah kita tangkap pencurinya dengan jaring ini. Dan rencana C-nya adalah kita lapor ke polisi. Bagaimana?" usul Kanon.

"Setuju!" jawab ke-12 Saint Emas serempak.

Setelah memasang beberapa jebakan, mereka bersembunyi.

"Ah, ada orang masuk!"

Ternyata, orang yang masuk itu adalah Deathmask! Tanpa sengaja, Deathmask terpeleset genangan minyak tanah yang ditumpahkan Aioria. Dan... BRAK! Dia terjatuh.

"Ooooow, sakit!" keluh Deathmask. "Siapa yang menumpahkan minyak, sih?"

"Gawat, ketahuan!" kejut Aioria.

Kemudian, Deathmask melewati pintu depan. Lalu, tepung terigu tersebut pun... jatuh mengenai kepala Deathmask! "Duuuuh, tadi terpeleset, sekarang kena tepung terigu. Benar-benar menyebalkan!"

Saat memasuki gudang, ia terjerat jaring. Haaaaa, biar si Deathmask kapok! Habis, aku kesal kalau melihat orang berbuat jahat! "Heeeeeeeeei, kalian semua. Lepaskan jaring ini, dong!"

"Tidak akan!" teriak Milo. "Kamu jahat! Kamu sudah mencuri radio kesayanganku! Huhuhu,"

"Iya, bahkan aku, Kanon, tidak akan memaafkanmu tahu!" bentak Kanon.

"Deathmask, sadarkanlah dirimu. Kamu itu sudah membuat orang tersinggung, kan?" tanya Aphrodite.

Mendengar makian Kak Kanon, aku menjadi sakit hati. "OK, begini saja, kalau kamu tidak mencuri atau membuat onar lagi, tentu aku mau memaafkanmu,"

"Be-benarkah itu, Angel?" tanya Deathmask heran. "Apa kamu benar-benar mau memaafkanku kalau aku tidak berbuat jahat lagi?"

"Tentu saja," jawabku. Kemudian, aku menggunting jaringnya.

"Maafkan aku sudah mencuri radiomu, Milo. Ini, kukembalikan," kata Deathmask dengan sedih.

"Lain kali, jangan begitu lagi, ya!" jawab Milo.

Ah, aku senang mereka berdua saling minta maaf! Akhirnya, suasana di Sanctuary pun kembali tenang ^.^

TAMAT