The Truth

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Story by : Scarlet.44

Warning : AU, OOC, Typo, School life

.

.

.

.

Sakura POV

Kring...kring...

Sakura masih bergelut di dalam selimut tebal dan hangatnya. Ia sedikit membuka mata saat alarm ponselnya berbunyi, tapi ia abaikan. Saat ponselnya berdering tanda ada yang menelpon. Ia sedikit menggerutu Siapa yang menelpon pagi-pagi, batinku. Saat ia mengangkat, suara Sasuke –pacar Sakura- terdengar " Hn, cepat bangun aku sudah menunggumu di bawah". Saat itu juga mata Sakura membulat. Tanpa mengganti baju, ia turun kebawah melihat Sasuke dengan santai berdiri disamping mobil.

End Sakura POV

.

.

.

Normal POV

" Hey, apa yang kau lakukan di depan rumahku?!" Tanya Sakura. "Aku menunggumu untuk pergi ke sekolah bersama" sahutnya santai. Sakura sedikit mendengus saat mendengar jawaban Sasuke. "Baiklah, aku mandi dulu, kau tunggu saja" teriak Sakura saat ia berada didepan pintu rumahnya dan langsung masuk. Sasuke membuntuti Sakura ke dalam rumah dan duduk di sofa yang nyaman itu , sambil menunggu lebih baik aku menonton TV, pikirnya.

Skip Time

Mobil Sasuke sudah masuk area sekolahnya. Langsung saja Sakura keluar dan berlari menuju kelasnya. Sasuke juga langsung mengejar sampai kelasnya, nafas Sakura ngosh ngoshan. Ino tanpa basa-basi lagi langsung bertanya pada Sakura "Hey forehead, ada apa kau berlari seperti itu, seperti dikejar setan saja". "Ini bahkan lebih parah dari pada dikejar setan Ino-pig" jelasnya menggebu-gebu. "Hey-hey, santai saja forehead". "Bagaimana aku bisa tenang sementara aku di kejar oleh orang aneh yang memaksaku jadi pacarnya". "Siapa yang kau sebut orang aneh pinky" Sasuke berbisik tepat di telinga Sakura sampai-sampai Sakura merinding. "Hehe, tidak ada kok" Sakura menelan ludah gugup. "Benarkah?" Tanya Sasuke memastikan. " Kalau kau tidak percaya, tanya saja pada Ino". " Tentu saja aku percaya, ya sudah aku masuk kelas dulu" setelah selesai bicara, Sasuke langsung mengecup kilat bibir Sakura yang membeku di tempatnya. Ia baru sadar sampai Ino menyenggol pelan bahu Sakura sambil berkata "Hey forehead, Anko-sensei sudah mau masuk loh". "Hah?!" Teriak Sakura smabil berlari ke tempat duduknya.

"Baiklah anak-anak, saya rasa cukup sampai disini, minggu depan kumpulkan tugas yang saya beri" jelas Anko-sensei. "Ha'i sensei" teriak murid serempak, sebenarnya yang teriak itu cuma Naruto hingga semua murid menatapnya malas. Naruto mengeluarkan cengiran bodohnya -_-.

Tett...tett...tettt

"Hei pig, ayo kita ke kantin, perutku sudah sangat lapar"ajak Sakura. "Baiklah, ayo cepat nanti tidak dapat tempat duduk" seru Ino.

.

.

.

Saat di Kantin

" Hey Ino, kau mau pesan apa?" Tanya Sakura. "Ramen pedas dan sebotol cola saja". "Baiklah, kau tunggu disini dan jaga tempatku, oke?"jawab Sakura sambil berjalan meninggalkan meja mereka. "Sipp" teriak Ino tidak tahu malu, apa kau tidak tahu Ino, semua orang menatapmu seolah –kau diam atau mati-. Tapi Ino diam saja pura-pura tidak tau. Kkkkkkk~ Poor Ino.

.

.

Sakura POV

Haishhh... mengapa lama sekali makanannya. Apalagi ada nenek lampir berambut merah, siapa lagi kalau bukan Karin ketua Sasuke Fansclub. Ia datang menghampiriku dan menyerobot. Tentu saja aku tidak senang dan langsung meneriakinya "HEY, APA KAU TIDAK BISA ANTRIAN" . Ia langsung menamparku dengan keras sehinnga suasana di kantin sunyi senyap. Aku hampir saja menangis jika tidak ada tangan yang memegang bahuku, dan itu Sasuke. "Jangan pernah menyentuh Sakura-ku jika kalian tidak ingin mati" desisnya dingin dan tatapan tajam. Langsung saja Karin pergi, tapi sebelumnya ia menatapku seolah-olah –aku tidak takut dan aku akan terus membullymu sampai kau jera- . Sasuke langsung saja membawaku keluar dari kantin dan berjalan menuju UKS.

End Sakura POV

Normal POV

Sakura sedikit meringis ketika Sasuke mengobati sudut bibirnya yang sedikit sobek karena ditampar Karin. "Apa kau tidak bisa menjaga diri sendiri sampai kau terluka karena perbuatan Karin" nada bicaranya sedikit membentak tapi terselip nada khawatir di sana. Sakura tetap diam dan menatap lantai karena tidak berani menatap Sasuke. "Tatap aku saat aku sedang bicara". Akhirnya Sakura menatap Sasuke. Sasuke tidak tega melihat Emerald bening itu berkaca-kaca. "Sial"desisnya dan langsung membawa Sakura ke dalam pelukan hangatnya.

DEG...

Hangat, batin Sakura. Tapi mengapa? Padahal aku sudah punya orang yang kusukai. Suka? entahlah. Aku tidak bisa membedakan suka dan kagum. Aku juga sudah terlalu lelah dengan kejadian hari ini.


TBC

Maap karena lama update *bungkuk-bungkuk*

Kalo ada yang nanya pairnya siapa? Pasti Sasusaku dong hehe

Mind to Review? ^^