Ini adalah Drabble Series yang dipersembahkan untuk :
Morning Eagle
ChapChappyChan
Karena mensubmit Fanfic mereka sesuai tenggat waktu yang pertama kali direncakan. Drabble Series ini hanya sebagai ungkapan hormat kami para panitia dan juri kepada para Challenger yang disebutkan di atas.
Drabble dibuat oleh Voidy
…
Drabble untuk Morning Eagle
Berdasarkan karya Fanfic : 'The Secret of Little Red' yang memeriahkan Ichiruki Day dengan tema Fairy Tale in Love.
Disclaimer © Tite Kubo
Title : Because You're Here
Sebagai serigala, Ichigo telah menempa dirinya sendiri untuk hidup mandiri semenjak kecil. Mungkin terdengar kejam, akan tetapi kehidupan alam liar menganut pada prinsip hukum rimba. Yang kuat, yang bertahan.
Maka ketika usianya baru mencapai tujuh tahun, pemilik surai matahari senja tersebut telah mencari makan sendiri. Hebat, bukan?
Sayang karena terlalu kurang pengalaman, kaki bocah kecil ini terjebak di perangkap kelinci yang disembunyikan di balik semak-semak. Rantai yang menjuntai tertancap pasak sehingga dia tidak bisa kabur.
Sakit dan kelaparan, Ichigo menahan tangisnya. Dia takut sekali. Bagaimana kalau beruang hitam galak itu mencium bau darahnya dan datang kemari? Kalau manusia yang menemukannya, nasibnya juga tidak akan lebih baik. Kemungkinan dirinya akan diseret ke kota, lalu disiksa baru kemudian dibakar karena dianggap siluman.
Menjelang sore telinga tajamnya menangkap bunyi rumput yang diinjak. Sang serigala terlonjak namun tak dapat bergerak. Dia hanya bisa mengawasi dengan hati berdegup hingga muncullah …
"Lho?"
… seorang gadis cilik memandang heran ke dirinya.
Manusia … sepertinya masih berumur 4-5 tahun. Dengan rambut hitam legam yang dikepang dua dan bola mata ungu yang besar.
Ichigo berkedip.
Anak manusia itu ikut berkedip.
Lalu pandangan matanya jatuh ke kaki Ichigo yang masih tersangkut rangka besi berduri dan darah yang merembes di celananya.
"Ah! Kau terluka!" jerit anak kecil asing tersebut. Dan dia menghampiri Ichigo yang nyaris memakinya agar tidak mendekat. Tetapi bocah ini menarik sebuah tungkai pengait per pada perangkap yang masih membelengu kakinya, membuatnya melongo. Sedari tadi dia berusaha melepaskan benda ciptaan manusia itu tanpa hasil yang berarti.
Tapi si kecil ini berhasil melepasnya dengan mudah! Jika bukan karena merasa luar biasa lega, sudah pasti Ichigo akan menggeram kesal.
"Kau tidak apa-apa?" suara cempreng itu mengalihkan perhatiannya.
Yeah, dibiarkan dua jam saja lukanya akan sembuh sendiri nanti. Namun bukannya menjawab, Ichigo malah mengacuhkannya dan bangkit berdiri.
"Tunggu! Kau mau ke mana?" lagi-lagi bocah asing itu menanyainya. Tetapi tidak digubris sama sekali oleh serigala muda tersebut.
Dia berlari. Lalu menghilang di belukar hutan.
Rukia, nama gadis manusia itu memandang bingung pada sosok yang lenyap ditelan kegelapan tersebut. Perangkap yang dipasang ibunya untuk mendapat bahan makanan jika beruntung di belakang kebun rumahnya malah melukai seorang bocah lelaki yang tak pernah dilihatnya. Tentu saja, di hutan belantara seperti ini, sulit menemukan teman seumuran. Jadi Rukia pasti ingat kalau pernah mengenalnya.
Di umurnya yang masih sangat muda, bocah cilik ini cukup bijak untuk tidak mengatakan kejadian tadi kepada keluarganya. Ibunya akan murka jika tahu perangkapnya tidak berhasil tapi itu lebih baik daripada beliau tahu yang sebenarnya.
Dan sejak saat itu, sepasang mata amber bercahaya sering mengawasinya dari jauh. Tentu saja Rukia tidak pernah menyadarinya.
/-\
Drabble untuk ChapChappyChan
Berdasarkan karya Fanfic : 'Yuki-Onna' yang memeriahkan Ichiruki Day dengan tema Fairy Tale in Love.
Disclaimer © Tite Kubo
Title : The Snow, The Girl and The love
Aroma musim semi di pagi hari memang terasa menyegarkan. Begitu pula bagi anak perempuan berambut orange ini. dia menghirupnya dalam-dalam hingga paru-parunya terasa penuh. Kemudian dia hembuskan.
Suara tawa kecil di balik punggungnya membuat si Kurosaki kecil melipat alis dan mendekap tangan di depan dadanya. Padahal bukan masalah besar, hanya saja dia merasa sedang ditertawai dan tidak suka dengan hal itu.
Sang ibu yang sudah mengenal sifat anaknya yang berharga diri tinggi hanya berdeham tapi sebuah senyum gemas masih tersungging di bibirnya. Dengan lihai, dia menyiapkan tas piknik berwarna ungu di depannya dengan bentou, handuk basah, tisu, baju ganti dan keperluan lainnya. Dibiarkan saja si anak ngambek, paling 10 menit lagi dia sudah lupa.
"Ngomong-ngomong, Kaa-san? Tou-san benar akan datang hari ini kan?"
Tuh, betul saja. Rukia masih sibuk dengan kegiatannya sembari menjawab. "Tentu saja, Tou-san kan sudah janji."
"Tapi, minggu kemarin Tou-san tidak membawaku ke akuarium. Padahal dia sudah janji," gerutu Kurosaki Riku sambil memainkan ujung kaos olahraganya.
Rukia menghampiri putrinya tersebut dan berlutut agar bisa bertemu pandang dengan Riku. "Ini kan festival olahragamu yang penting. Tidak mungkin Tou-san tidak datang."
Mudah sekali membujuk anak kecil, tanpa menunggu lama Riku sudah melompat-lompat dan bersiap berangkat.
Rukia mengambil ponselnya dan melakukan panggilan ke nomor suaminya.
"Halo, Ichigo … kau jangan lupa hari ini," ancamnya dengan nada suara rendah. Membuat pria orange di seberang sambungan menelan ludah saking takutnya.
/-\
Fin
/-\
Sebelumnya kami sebagai panitia dan juri meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua Challenger di atas beserta para reader atas keterlambatan ini. Semoga untuk ke depannya kami bisa lebih baik lagi dalam menyelenggarakan event Deathberry ini. Sekian dan terima kasih…
Sign,
Panitia & Juri Deathberry Challenge
