Chapter 2 : plan *evilkyung
"mwo?! Mereka semakin gila luhannie, bagaimana bisa melakukan itu lagi?" kyungsoo menatap horror kearah gerombolan kai dan baekhyun setelah mendengar cerita luhan. Luhan terpaksa bercerita kepada kyungsoo setelah sahabatnya itu di beri tau jongdae kalau luhannie hyungnya di jebak seseorang di toilet yeoja tadi malam. Tentu saja luhan hanya bercerita bagian kai menguncinya di toilet selebihnya mengenai pertemuan luhan dengan eomma kai tidak ia ceritakan. Dia kan sudah berjanji pada kai untuk melupakan kejadian itu.
"apa kau tidak punya sebutan lain selain gila untuk mereka? sudahlah itukan memang hobi mereka untuk menggangguku kyungsoo, jangan bersikap seolah aku baru sekali mengalami ini" kata luhan mencoba menenangkan sahabat baiknya itu.
"justru itu hyung, ini sudah berkali-kali dan mereka tidak boleh melakukannya lagi. Kau harus membalasnya hyung!" ucap kyungsoo berapi-api. Ia jengah melihat luhan selalu di tindas kai dan baekhyun. Luhan sendiri juga tidak melawan, hal itu membuat kyungsoo semakin kesal. Dia tidak terima kalau sahabatnya di tindas orang-orang –sok populer itu!
"mau membalas bagaimana kyungsoo? Aku ini kan namja biasa-biasa saja lagi pula kata halmoni tidak baik membalas dendam itu!"
"untuk itu kau harus menjadi namja populer luhannie!" apa kyungsoo bercanda? Bagaiamana bisa luhan menjadi namja populer? Dia kan namja biasa-biasa saja yang kebetulan selalu terbully.
"jangan bercanda kyungsoo-ya, bagaimana bisa aku menjadi populer? Ini sudah tahun kedua kita berada di nanYang bagaimana caranya aku tiba-tiba menjadi populer? Baekhyun dan kai saja mereka sudah populer sejak tingkat satu" luhan menghela napas lalu memikirkan kata-kata kyungsoo. Mungkin jika ia menjadi populer luhan bisa membalas ah ani paling tidak mengubah keadaan, dia tidak akan di tindas kai dan baekhyun kan jika ia benar-benar populer. Tentu saja mereka akan berfikir dua kali untuk mengerjai luhan, bayangkan saja apa yang akan fans luhan lakukan jika dua orang tadi berani menyakiti luhan! Ahaha luhan jadi menghayal yang tidak-tidak!
"lakukan seperti yang baekhyun lakukan hyung!" usul kyungsoo asal. Luhan menatap kyungsoo bingung, tidak paham dengan usul temannya itu.
"apa maksutmu kyungie? Aku harus melakukan aegyo setiap bertemu orang-orang begitu?" Tanya luhan polos. Hanya itu yang ada di pikiran luhan saat ini. FYI baekhyun sering melakukan aegyo didepan fans-fansnya.
"aniyo, maksutku berpacaranlah dengan namja populer hyung" jelas kyungsoo. Luhan semakin mengerutkan keningnya.
"aku harus berpacaran dengan chanyeol sunbae begitu? Yang benar saja, nanti baekhyun akan semakin menindasku!"
Kyungsoo mendengus kesal, kenapa luhan lambat sekali berfikir sih!
"tentu saja tidak! Haish! Kau tau kan hyung kalau bacon itu semakin terkenal semenjak menjalin hubungan dengan chanyeol sunbae taun lalu? Untuk itu kau juga harus menjalin hubungan dengan namja yang populer bahkan kalau perlu harus lebih populer dari chanyeol sunbae!" jelas kyungsoo berapi-api. Seolah ia baru saja memberi luhan ide cemerlang.
"ya! Ya! Ya! Mana bisa begitu? Siapa namja terkenal yang mau berpacaran dengan ku? Lagi pula memangnya ada namja yang lebih populer dari chanyeol sunbae di sekolah ini?" Tanya luhan sedikit hopeless. Ide kyungsoo barusan memang sebuah ide yang brilliant hanya saja luhan tidak yakin ia bisa menjalankan ide itu. Ayolah luhan sudah cukup teraniaya, apakah harus ditambah dengan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi juga? But nothing impossible kan? We'll see.
"ck! tentu saja ada! Sekarang lihatlah! Perhatikan baik-baik wajahmu" ujar kyungsoo seraya mengeluarkan cermin kecil dari saku celananya. Ia lalu menghadapkan cermin itu dengan wajah luhan. Sementara luhan hanya menurut kata kyungsoo untuk bercermin.
"sekarang tersenyumlah!"
"ne?"
"tersenyum saja luhannie!"
Luhan mempoutkan bibirnya sebentar. Lalu ia langsung tersenyum setelah melihat pantulan death glare kyungsoo dari cermin dihadapannya. kyeopta!
"sekarang lihatlah betapa manisnya senyummu. Namja mana yang tidak akan terjerat dengan senyum manis mu heum?" kata kyungsoo memuji luhan. Memang benar apa yang kyungsoo katakan, luhan memang sangat manis saat tersenyum. Sementara itu luhan makin melebarkan senyumnya saat mendengar kata-kata kyungsoo barusan. Luhan jadi senyum-senyum gak jelas!
"ya! Jangan jadi gila hanya karena ku puji hyung!" luhan lalu meringis saat mendengar komentar kyungsoo. Dia terkikik sendiri saat menyadari bahwa dirinya mulai narsis.
"sekarang yang jadi masalah adalah penampilanmu hyung!"
Kening luhan berkerut saat mendengar perkataan kyungsoo barusan. Memangnya apa yang salah dengan penampilannya?
"memangnya kenapa dengan penampilanku?"
"kajja ikut aku ne"
Kyungsoo mengambil alih cermin yang berada di tangan luhan lalu memasukkannya kedalam saku. Setelah itu kyungsoo menarik tangan luhan menuju pintu keluar yang ada di sisi kanan depan. Saat melewati geng kai dan baekhyun, kyungsoo tidak sengaja melihat pemuda berkulit tan itu sedang memandangi luhan secara intens. Dalam hati kyungsoo hanya berdoa semoga mereka bisa lewat dengan lancar.
"huft" kyungsoo menghela nafas lega setelah ia dan luhan berhasil keluar dengan selamat dari kelas mereka. Ia tidak menyangka juga kalau doanya terkabul. Mereka sukses melewati geng kai dan baekhyun. Entah apa yang ada di pikiran dua makhluk –sok populer itu yang jelas tadi baekhyun terlihat lemas dan malas sementara kai terlalu asik memandangi luhan. Luhan sendiri sepertinya tidak sadar jika sedari tadi di tatapi kai secara intens.
Mereka menelusuri koridor dengan ricuh karena dari tadi luhan bertanya mereka akan kemana namun kyungsoo tidak menanggapinya.
"kyungsoo-ya sebenarnya kita mau kemana? Jangan seenaknya menarik tanganku tanpa tujuan yang jelas. Sebentar lagi kim songsaenim akan masuk apa kau mau kita dihukum karena terlambat masuk ke kelas?" luhan bertanya lagi sambil mengingatkan bahwa guru mereka yang killer akan segera masuk ke kelas mereka.
"luhannie kenapa kau bawel sekali seperti yeoja saja! -_-" luhan sudah akan protes saat mendengar "pujian" nista dari chingu nya itu tapi sebelumnya kyungsoo sudah memotong dengan jawaban yang membuat mata luhan berbinar sempurna. Ani ani bukan berbinar tapi melotot sempurna.
"kita akan ketempat yang bisa mengubah penampilanmu hyung!" potong kyungsoo cepat. Kata-katanya meluncur penuh semangat. Saat melihat expresi luhan yang menurut kyungsoo itu sangat excited, ia jadi semakin mempercepat langkahnya menuju tempat yang menurutnya bisa mengubah penampilan luhan.
Luhan merasa familiar dengan arah dimana kyungsoo menarik tangannya. Ini seperti arah menuju… sekolah. Wtf. Jadi tempat yang di maksud kyungsoo bisa mengubah penampilan luhan itu adalah toilet? -_- luhan berhenti mendadak ia jadi ragu untuk mengikuti langkah kyungsoo selanjutnya, ia sedikit trauma berada di toilet sekolah. Dua kali di kunci di toilet sekolah itu cukup membuatnya malas untuk berada di sekitar toilet.
"kenapa berhenti hyung? Kajja, aku akan mengubah penampilanmu !" kyungsoo bertanya kenapa luhan mendadak berhenti lalu tanpa menunggu respon luhan kyungsoo sudah menarik tangan luhan lagi namun sayang luhan masih diam tak bergerak di tempat. Merasa tak ada pergerakan dari luhan kyungsoo berbalik dan sudah akan bertanya kalau saja luhan belum menjawab.
"aku tidak mau masuk kesana, apa kau lupa kai mengunciku disana dua kali. Bagaimana kalau dia mengunci kita?" jawab luhan sambil memaparkan kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
"hyung itu tidak mungkin terjadi, kau kan lihat sendiri dia berada di dalam kelas. Sudahlah kajja.."
Luhan tetap tidak bergerak. Kyungsoo mendengus kesal, sahabatnya yang satu ini terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.
"baiklah kita tidak jadi kesana, kita ke toilet yang di lantai tiga saja ne?" tawar kyungsoo yang menyerah dengan sikap luhan. Luhan ternganga sempurna, bagaimana bisa kyungsoo mengajaknya ke toilet yang di lantai 3? Itukan toilet untuk para sunbae yang kelasnya berada di lantai 3. Memang benar tidak ada kai disana tapi kan sebagai gantinya mereka harus berhadapan dengan para sunbae.
"tenanglah hyung, apa kau tidak lihat sekarang jam berapa? sunbae kita tidak akan ada yang berkeliaran. Mereka pasti sudah duduk manis di ruang kelas untuk mengikuti tutor" kata kyungsoo meyakinkan luhan. Memang sekarang ini untuk siswa kelas 3 di wajibkan mengikuti tutor 30 menit sebelum pelajaran di mulai hal itu di karenakan mereka sudah berada di tingkat 3 dan berarti mereka akan mengikuti ujian akhir. Semacam persiapan.
"baiklah.. jja!"
Luhan akhirnya menurut. Ia mengikuti kyungsoo yang berjalan menuju tangga di ujung koridor. Mereka menapaki anak tangga dengan hening, sibuk dengan pikiran masing-masing. Kyungsoo sebenarnya sedikit was-was, dia sendiri belum pernah menggunakan toilet namja yang berada di lantai tiga itu. Tapi untunglah keadaan koridor di lantai 3 benar-benar sesuai harapan. Sepi.
"apa ku bilang hyung, sunbaenim kita pasti sedang sakit kepala mengikuti tutor yang diberikan lee songsaenim" ujar kyungsoo percaya diri. Dia melirik luhan sebentar, luhan terlihat memutar bola matanya malas. Kyungsoo lalu mempercepat langkahnya menuju toilet namja yang berada di ujung koridor lantai 3. Luhan terpaksa mengikuti langkah cepat kyungsoo karena sedari tadi tangannya masih digenggam kuat oleh kyungsoo. Walaupun kakinya pendek ternyata kyungsoo cepat juga dalam melangkah. ㅋㅋㅋ
"jja, masuk hyung"
"bagaimana kalau ada sunbaenim kita?"
"tidak ada luhannie! Kalaupun ada kita tinggal bilang kalau toilet yang berada di lantai dua sedang tidak bisa di pakai. Percayalah padaku hyung, tidak ada siapapun di toilet ini" kyungsoo menarik paksa luhan supaya masuk kedalam toilet, lalu membawa luhan masuk ke dalam bilik terdekat yang ia lihat. Memang toiletnya kosong, setidaknya itu yang kyungsoo lihat saat sedikit mengintip kondisi toilet. Tapi itu kan hanya toiletnya yang terlihat kosong siapa yang mengira jika dalam salah satu bilik toilet itu terdapat sunbaenya yang sedang kabur dari tutor.
"YA! DO KYUNGSOO APA YANG KAU LAKUKAN?!" luhan berteriak didepan wajah kyungsoo setelah namja bermata bulat itu menarik keluar kemeja luhan. Ia baru saja di dorong masuk ke bilik itu oleh kyungsoo lalu sekarang tanpa babibu kyungsoo sudah menarik kemejanya. What the hell just happen!?
Kyungsoo tidak memperdulikan teriakan luhan, tangannya beralih melucuti kancing kemeja luhan. Luhan makin terperangah, apa yang terjadi? Apa yang kyungsoo lakukan? Apa dia baru saja di lecehkan? Apa dia akan di perkosa sesama uke? Hell no!
BUGH!
"yak! Hyung kenapa kau memukulku? Appoyo!" kyungsoo menggerutu setelah mendapat bogem mentah dari luhan di pipi sebelah kanannya. Walaupun luhan uke yang terlihat polos dan tidak bertenaga tapi tetap saja dia namja yang memiliki kekuatan lebih dalam hal pukul memukul.
"APA YANG KAU LAKUKAN?! BERUSAHA MELECEHKANKU EOH!?" Emosi luhan memuncak, lagi-lagi dia berteriak pada kyungsoo. Dia tidak habis fikir bagaimana bisa kyungsoo yang notabene sahabat baiknya melakukan hal tidak senonoh seperti itu kepada dirinya. Luhan menatapi kyungsoo ngeri, walaupun orientasi sexual mereka menyimpang tapi luhan bukan penganut ukexuke(?).
"mwo? Melecehkan? Aku berusaha mengubah penampilanmu hyung! Kenapa kau jadi berfikir yang tidak-tidak?" kyungsoo tidak terima saat luhan menuduhnya yang tidak-tidak. Dia kan hanya mencoba membantu luhan untuk mengubah penampilannya kenapa malah di tuduh yang tidak-tidak mana dia sudah mendapat bogem dari luhan. Bisa cacat wajah cantiknya! Heol!
"mengubah penampilan bagaimana? TANGANMU ITU TIDAK BISA DI JAGA EOH!"
"GOD! Apa kau berfikir aku akan memperkosamu hyung? Yaa! Aku masih suka dengan seme tampan, kau jangan berfikir yang tidak-tidak hanya karena aku membuka kancing bajumu. Itu aku lakukan untuk mengubah penampilanmu!" kyungsoo menjelaskan alasan di balik perbuatanya itu. Ia menatap luhan mencoba meyakinkan, namun luhan masih saja memandanginya penuh kecurigaan. -_-
"YA! JANGAN MENATAPI KU SEPERTI ITU! Aku tidak akan memperkosamu hyung! Percayalah padaku, bukankah dari awal aku sudah bilang aku akan mengubah penampilanmu."
"jinjja? Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan? Tidak berniat buruk kepada ku? Tidak akan melecehkanku? Bagaimana kalau kau menipuku?" kyungsoo mengepalkan tangannya emosi, ssahabatnya ini kenapa bisa berfikir seperti ini sih. Haish, kyungsoo dengan ekstra sabarnya mencoba meyakinkan luhan bahwa ia hanya berniat membantu luhan dan dia juga menjelaskan bahwa dirinya dan luhan itu sama-sama uke jadi tidak mungkin dia akan memperkosa luhan, lagi pula kyungsoo juga tidak bisa melakukan hal hanya bisa di lakukan seme pada ukenya saat mereka melakukan this and that. Dia tidak akan tega memasuki luhan, pasti menyakitkan untuk luhan. Eh!
"lalu kenapa harus membuka baju?"
"hyung bisakah kau diam sampai aku selesai melakukan pekerjaanku? Diamlah dan percaya padaku. Lagi pula aku tidak akan membuka seragamu, aku hanya akan membuka 2 kancing teratasmu hyung! Sudahlah! Diam ne!"
Belum sempat luhan protes kyungsoo sudah beraksi lagi, kali ini dengan cepat dia melakukan tugasnya. Pertama-tama dia kembali melepas 2 kancing teratas kemeja luhan karena tadi setelah membogem dirinya luhan sudah memasang lagi kancing kemejanya itu. Setelah itu kyungsoo menarik dasi luhan, berusaha melonggarkannya, menyesuaikan dengan 2 kancing yang terlepas. Lalu setelah itu dia menarik seluruh kemeja luhan hingga keluar sempurna. Setelahnya kyungsoo melepas blazer abu-abu yang di kenakan luhan, lalu tangannya beralih pada kancing kemeja yang berada di pergelangan tangan luhan. Yah dan akhirnya kedua kancing yang berada di pergelangan kiri dan kanan tangan luhan itu terlepas juga. Belum selesai di situ kyungsoo lalu menggulung kemeja luhan sebatas lengan. Dan sentuhan terakhir kyungsoo terhenti pada rambut rapi luhan yang kini menjadi acak-acakan sempurna. -_-
Kyungsoo memandang tidak percaya pada hasil karyanya. Hem, luhan tampak….huft
"yak, selesai hyung! Kajja kita lihat bagaiaman look mu dari kaca" ajak kyungsoo sambil memasang senyum sedikit ragu. Luhan ingin protes atas semua tindakan kyungsoo tapi dia sendiri juga penasaran jadi dia diam saja lalu ikut melangkah keluar dari bilik.
1
2
3
Luhan terpaku selama 3 detik saat melihat penampilannya saat ini. Luhan belum pernah merasa setampan ini. Seumur hidupnya mungkin inilah penampilan paling tampannya.
"i-itu aku kyungsoo? Benarkah? Ternyata aku sangat tampan ne?" Tanya luhan sedikit tidak percaya. Matanya berbinar-binar, rupanya kyungsoo benar-benar mengubah penampilannya. *-*
"aniyo, kau tampak seperti uke habis di perkosa hyung! Sepertinya aku salah mendadanimu! Mari kita ulang!"
Mata luhan melebar? Bagaimana bisa kyungsoo bilang bahwa dia salah mendadani luhan? Hey! Luhan bahkan belum pernah merasa setampan ini sebelumnya, tapi kenapa kyungsoo bilang dia malah tampak seperti uke habis di perkosa -_-
"shiero! Aku sudah tampan begini kenapa kau ingin mengubahnya lagi!"
Tampan bagaimana, wajahmu yang manis di padu dengan rambut acak-acakan dan sragam yang lusuh itu justru membuatmu tampak aneh. Dasar hobae gila, ingin populer tapi tidak tau cara berpenampilan yang benar. Babo! Batin sehun yang sedari tadi mengintip dari bilik yang ia tempati. Sebenarnya sebelum luhan dan kyungsoo masuk ke toilet lantai 3 ini, sehun sudah terlebih dahulu berada di sana dan bersembunyi di salah satu bilik di dalamnya. Bukan tanpa alasan sehun disana, dia menghindari tutor. Benar kata kyungsoo bahwa tutor dari lee songsaenim membuat ia dan teman-teman seangkatanya sakit kepala. Mulanya sehun mencoba tidur tapi tidak bisa karena posisinya benar-benar tidak nyaman untuk tidur dan jadilah dia bermain games angry birds di ponselnya untuk menghilangkan bosan sampai akhirnya ia mendengar percakapan sedikit aneh dari dua orang yang ia ketahui sebagai hoobaenya setelah mendengar percakapan mereka. sehun ingin menegur mereka karena berani-beraninya memasuki wilayah kelas tiga namun ia urungkan karena mendengar teriakan luhan tadi. Dia jadi penasaran dengan dengan yang di lakukan dua hobaenya itu. Sehun memutuskan diam sambil menguping percakapan-percakapan aneh mereka sampai akhirnya sehun mendengar suara pintu terbuka yang ia yakini berasal dari bilik tempat dua hobaenya melakukan hal yang tidak jelas. Setelah tau dua hobaenya keluar dari bilik yang mereka tempati sehun dengan sangat pelan juga membuka pintu biliknya lalu mengintip mereka. gotcha! Terpampang lah dengan jelas wajah kyungsoo dan luhan sekarang. Sehun merasa sedikit familiar dengan wajah luhan, ah babo! Tentu saja familiar mereka kan satu sekolah tentu saja pernah berjumpa sesekali.
Sehun masih setia mengintip dua hobaenya itu. Sekarang terlihat namja yang bermata bulat-kyungsoo- sedang merapihkan lagi rambut namja cantik yang baru saja menyebut dirinya sendiri tampan.
Sehun mengangkat sebelah alisnya saat melihat hasil karya kyungsoo yang kedua kalinya. Wajah luhan sekarang terlihat benar-benar manis hanya saja seragamnya yang acak-acakan membuatnya tampak makin aneh. Sepertinya namja bermata bulat itu juga tidak tau apa-apa mengenai cara berpenampilan. Terbukti dua kali ia membuat temannya Nampak aneh.
"kyungsoo-ya sebenarnya kau ingin membuatku jadi seperti apa? Kita harus segera kembali ke kelas!"
"ne hyung, sebentar lagi. aku akan merapikan rambutmu untuk terakhir kalinya, setelahnya kau masukkan lagi kemejamu ne" ujar kyungsoo . Dengan cepat luhan merapikan kemejanya dan kyungsoo dengan wajah seriusnya berusaha mengatur rambut luhan supaya rapi namun berbeda dengan sebelumnya.
Saat luhan mencoba mengancingkan kemejanya lagi, kyungsoo mencegahnya. Luhan menatap kyungsoo dengan tatapan penuh Tanya, wae?
"biarkan seperti itu hyung. Itu akan membuatmu tampak sexy dan liar ke-ke-ke :D"
BRAKKK
Tiba-tiba bilik nomor 3 dari kanan terbuka dan menampakkan sosok sehun yang menatap tajam kearah dua hobaenya. Luhan dan kyungsoo diam membeku melihat tatapan tajam sehun. Mati sudah!
"kyungie singkirkan tanganmu dari sana" bisik luhan pada kyungsoo. Kyungsoo belum sadar jika tangan kanannya masih berada di kerah baju luhan saat ia mencegah luhan untuk membenarkan kemejanya.
"apa yang kalian lakukan? Berbuat mesum eoh? Masih tingkat satu tapi sudah berani maca-macam. Mau ku adukan pada komisi kedisiplinan?" sehun tidak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan. Mengadu pada komisi kedisiplinan sekolah? Haha! Bahkan membayangkannya saja tidak pernah. Dia tidak pernah mau berurusan dengan lembaga sekolah yang satu itu.
"joseonghamnida sunbaenim, ini tidak seperti yang sunbaenim pikir. Ka-kami hanya.." ucap kyungsoo terputus. Dia menatap luhan dengan tatapan bertanya. Harus bilang apa dia?
"hanya apa?" sehun menatap kyungsoo penuh intimidasi, seolah-olah kyungsoo memang akan berbuat mesum pada luhan. Tatapan sehun beralih pada luhan. Dilihatnya namja manis itu sedang menunduk takut. Tidak sengaja tatapan mereka bertemu. Sehun merasa ada yang aneh dengan tatapan mata rusa itu. Entahlah apa.
"ck! Pergilah! Lain kali gunakan toilet kalian sendiri!" kata sehun akhirnya mengusir mereka. reflex kyungsoo menarik tangan luhan dengan cepat-cepat dan menyingkir dari sana. Luhan pasrah saja dan tak menyadari jika blazernya masih tertinggal di meja wastafel. Sehun lalu mendekat kearah wastafel dan mengambil blazer luhan. Matanya membaca deret Hangeul di bagian name tag milik luhan.
"Kim Lu Han, nama yang manis. Baiklah akan ku simpan. Toh nanti kau juga datang sendiri padaku." Ujar sehun sambil menyeringai di akhir kalimatnya.
Sementara itu….
"ya! Eotteokhae kyungsoo eoteokhae? Bagaimana kalau sehun sunbae melaporkan kita pada komisi disiplin? Kita bisa di hukum, apa yang akan eomma dan appa katakan? Mereka akan memarahi ku. Omo!"
Luhan jadi panic gak jelas setelah dia dan kyungsoo keluar dari toilet kelas 3. Masalahnya sehun menyangka mereka melakukan hal yang tidak-tidak. Belum lagi tadi saat sehun memergoki mereka posisi tangan kyungsoo seolah sedang meraba-raba dada luhan. Benar-benar memalukan! Sementara luhan sedang panic, kyungsoo justru terlihat berfikir. Dan memang kyungsoo sedang berfikir. Bagaimana bisa sehun tiba-tiba keluar dari bilik nomor 3 itu? berarti sehun sudah disana dari tadi? Tapi kenapa sehun diam saja dan tidak menegur mereka sebelumnya? Dan hey! Kyungsoo baru saja menyadari sesuatu! Kalau sehun sudah berada disana sebelum ia dan luhan masuk di toilet berarti.. berarti sehun membolos tutor dong! AHA! Kyungsoo tersenyum evil saat menyadari hal itu. yang ada diotaknya saat ini adalah mengancam sehun supaya tidak mengadu pada tim disiplin atau ia akan balik melaporkan sehun karena membolos tutor.
Plaaak! Tiba-tiba luhan memukul wajahnya. Hell!
"yak! Hyung kenapa memukul wajahku! Kalau sampai jongdae tidak menyukaiku karena wajahku menjadi jelek, itu semua salahmu!" kyungsoo memberengut karena pukulan luhan yang tiba-tiba. Belum lagi ini sudah yang kedua sejak wajah manisnya mendapat bogem luhan tadi.
"habisnya kau masih bisa tersenyum senang saat kita dalam masalah seperti ini, apa kau tidak memikirkan apa yang akan sehun sunbae lakukan setelah ini?"
"tenanglah hyung, sehun sunbae tidak akan berani melaporkan kita. Kalau dia berani melaporkan kita, kita tinggal melaporkan dia ke tim disiplin juga." Ucap kyungsoo sambil tersenyum remeh.
"melaporkan bagaimana?" Tanya luhan tidak mengert.
"hyung apa kau lupa, bukankah seharusnya sekarang sehun sunbae mengikuti tutor yang di berikan oleh seongsaenim?" luhan mengangguk.
"artinya dia sedang membolos hyung, bagaimana bisa siswa tingkat tiga membolos disaat seharusnya mereka mengikuti tutor? Bukankah itu lebih fatal? Lagi pula kita kan tidak melakukan apa-apa" jelas kyungsoo mantab. Luhan mengangguk-angguk menyetujui statement kyungsoo.
"lalu apa yang harus kita lakukan?"
"tentu saja mengancamnya"
"MWO? APA KAU SUDAH GILA? Dia itu sunbae kita kyungsoo"
Kyungsoo menggosok-gosok telinganya. Teriakan luhan benar-benar memekakkan telinga.
"sudahlah hyung itu satu-satunya cara, apa luhannie mau kita di hukum karena di tuduh macam-macam?" luhan menggeleng.
"sekarang berbaliklah dan masuk ke toilet itu lagi, teriakan dengan lantang 'ya! Sehun sunbae jika kau berani mengadukan kami, aku akan mengadukan mu karena kau membolos tutor. Dan kau tidak akan lulus!' arra?" titah kyungsoo sambil memutar tubuh luhan dan memandang pintu toilet yang terletak beberapa meter dari tempat mereka berdiri.
"ke-kenapa harus aku yang mengancamnya? Aku tidak mau menambah masalah kyungie, sudah cukup dengan baekki dan kai. Aku tidak mau punya masalah dengan sunbae kita" tolak luhan halus. Tapi ia sungguh-sungguh saat mengatakanya. Siapa juga hobae bodoh yang mau mencari masalah dengan sunbaenya.
"karena blazermu tertinggal di toilet hyung, jadi sekalian kau mengambilnya. Lagi pula sedari tadi aku sudah berbicara dengannya. Dia pasti tau kalau aku ketakutan. Jadi tidak mungkin aku yang mengancamnya, arra?"
"tapi…"
"hyung pikirkan hukuman yang akan kau dapat saat orang tua mu tau kau berbuat mesum di sekolah"
Kata-kata kyungsoo barusan sukses membuat luhan berjalan cepat kearah toilet dan kyungsoo hanya mengikutinya dari belakang. Saat luhan masuk kedalam toilet, kyungsoo berhenti didekat pintu. Sedikit tidak tega harus mengorbankan sahabatnya itu pada sehun.
Sementara itu saat sehun sedang asik berkaca sambil menata rambutnya –red: naikin jambul- sosok luhan tiba-tiba masuk dan menutup pintu. Sehun sedikit tersentak. Benarkan luhan akan datang sendiri padanya, tapi kenapa terlalu cepat seperti ini.
Sehun memandang luhan penuh Tanya. Bahkan sehun menatap luhan tak berkedip. Sedangkan luhan, ia merasa benar-benar bodoh. Bagaiamana bisa ia langsung mengikuti arahan kyungsoo. Babo!
Luhan berjalan kearah sehun, selangkah demi selangkah. Dan tiap langkah rasanya sangat berat karena tatapan tajam sehun seolah menelanjanginya.
"mianhamnida sunbaenim, a-aku hanya ingin mengambil blazerku." Ucap luhan akhirnya. Ia heran kenapa dia bisa secemen itu untuk mengungkapkan tujuan utamanya pada sehun. Tapi mau bagaimana lagi, hanya kata-kata itu yang akhirnya bisa keluar.
"ohh kau masih mau membutuhkannya?, ku pikir kau sudah tidak memerlukanya untuk memamerkan dada mulusmu itu" mata luhan membulat sempurna. Ia baru sadar kalau keadaan kemejanya, khusunya bagian dada masih dalam kondisi terbuka. Muka luhan jadi merah padam saat mendengar pujian sehun disela-sela sindirannya.
"tadinya aku akan menyerahkan ini pada komisi kedisiplinan, tapi ternyata kau masih membutuhkanya, jadi ambilah" ucap sehun asal. Sementara itu luhan yang mendengar kata komisi kedisiplinan jadi ingat tujuannya kemari.
"se-sehun sunbae, mianhamnida ta-tapi bukankah seharusnya sunbae se-sedang mengikuti tutor?" Tanya luhan tergagap. Sebenarnya luhan ingin berteriak dengan garang dan menyuruh sehun untuk tutup mulut tapi… ya bahkan dalam hayalanpun luhan tidak akan berani melakukanya.
Sehun menaikkan sebelah alisnya saat mendengar ucapan luhan.
"lalu?"
"ja-jadi bisakah sunbae tidak mengadu pada tim disiplin? A-aku juga tidak akan mengadukan sehun sunbae karena membolos tutor" ancam –atau lebih tepat di sebut tawaran- luhan yang di akhiri dengan senyum kecut. Ya luhan merutuki dirinya sendiri kenapa mau-maunya menuruti kyungsoo untuk mengancam sehun. Ancaman yang payah.
Sehun mendekat satu langkah kearaah luhan dan membuat jarak mereka semakin dekat.
Sreettt
Pinggang luhan terbentur wastafel saat sehun tiba-tiba menarik dan menghimpitnya ke wastafel. Jarak mereka sangat dekat bahkan bagian bawah mereka menempel hanya saja luhan memundurkan kepalanya supaya jarak antara wajahnya dengan wajah sehun tidak terlalu dekat. Sial bagi luhan karena sehun malah memajukan kepalanya, dan saat luhan akan memundurkan lagi kepalanya sudah terbentur kaca dan luhan sudah tidak bisa menghindar lagi. Sehun menatap mata luhan intens.
"kau mencoba mengancamku eoh?" Tanya sehun to the point. Luhan tidak tau harus menjawab apa. Sedari tadi ia hanya berdoa semoga sehun tidak melakukan apa-apa padanya.
"jawab!" bentak sehun karena luhan tidak menjawab pertanyaanya. Luhan memejamkan matanya saat sehun membentaknya.
"jo-joseonghamnida sunbae, a-aku hanya tidak mau di hukum orang tua ku kalau sunbae mengadukannya pada tim disiplin"
"lalu kau mengancamku begitu?"
"jo-joseonghamnida" luhan hampir menangis saat melihat sehun mengepalkan tanganya. Ia seperti akan memukul luhan, tapi anehnya sehun justru menahan tawa saat melihat ekspresi ketakutan luhan. Ah barangkali sehun hanya mengerjai luhan.
CHU~
Luhan membulatkan matanya sedangkan bibirnya menganga sempurna. Apa yang terjadi? Apa yang sehun lakukan? Luhan masih belum sadar dengan apa yang terjadi.
Chu~
Chu~
Lagi-lagi luhan merasakan sesuatu yang hangat dan basah sedang mengecupi ceruk lehernya dan sialnya ia tidak bisa apa-apa karena tubuh sehun mengurungnya. Eomma luhan sedang di lecehkaaannnnnnn!
"su-sunbaenim, apa yang kau lakukan?" Tanya luhan sambil berusaha melepaskan diri dari sehun tapi sialnya posisi luhan yang terkurung saat ini membuat hal itu tidak bisa menolong.
Sehun tidak peduli dengan ucapan luhan karena dia masih sibuk dengan kulit leher luhan yang menurutnya sangat mengoda itu.
"KYUNGSOO JAEBAL KEMARI!" teriak luhan panic, ia takut kalau sehun berbuat macam-macam. Lebih baik dia dipukul oleh sehun ketimbang –hampir di perkosa di toilet begini.
Sehun menghentikan aksi menciumi leher luhan dan memandang namja cantik itu dengan penuh hasrat. Yap, karena kegiatan mereka di tambah dada luhan yang terekspose sedikit banyak sudah membuat milik sehun dibawah sana bangun. Luhan menelan salivanya kasar. Tatapan sehun benar-benar mematikan.
Gerakan kecil di bibir luhan itu seolah mengundang sehun untuk merasakan manisnya cherry merah milik luhan. Mata sehun kini memandangi bibir kissable luhan dan perlahan mulai mendekatkan bibirnya ke bibir luhan.
Chu~
KLIK
KLIK
KLIK
KLIK
KLIK
Entah reflex macam apa yang dimiliki kyungsoo yang jelas saat ini dia sedang memotret kissing scene sehun dengan luhan. Awalnya dia khawatir saat mendengar teriakan luhan dari dalam toilet, dengan terburu-buru dia masuk ke toilet dan tiba-tiba ia disuguhi adegan yang sedikit .. eum.. u know what I mean lah.
Jadi dengan gesitnya kyungsoo mengeluarkan hape dari saku celananya dan memotret sehun yang sedang mencium luhan. Namun akhirnya kyungsoo harus menelan ludahnya dengan kasar karena sekarang sehun sedang mendeath glare nya. Eoteokhae?
Sehun menatap tajam namja bermata bulat itu, sementara kyungsoo masih membeku di ambang pintu. Perlahan kyungsoo mulai menurunkan tangannya yang sedang memotret adegan hunhan tadi.
Sehun mulai berjalan kearah kyungsoo, dia menatap sengit kearah namja bersuara emas itu. sementara itu kyungsoo sendiri sudah gemetar. Takut kalau sunbaenya itu akan menghajar dirinya.
Tap
Tap
Sehun makin mendekat. Dan Kyungsoo masih membeku, pikirannya masih belum konek untuk melakukan langkah selanjutnya.
BLAM!
Kyungsoo membelalakkan matanya, tidak percaya dengan apa yang di lakukan sehun. Jadi sehun berjalan kearahnya sambil mendeath glarenya hanya untuk menutup pintu toilet? PLAAK! BUKAN ITU YANG HARUS KAU PIKIRKAN KYUNGSOO!
Kyungsoo menutup mulutnya sendiri, bukan karena takjub dengan tingkah absurd sehun tapi dia baru sadar jika temannya, sahabatnya, hyungnya, dan apalah itu sedang berada dalam toilet bersama sunbaenya yang agak liar. Omo! Luhannie terancam bahaya!
Eoteokhae? Bagaiamana kalau sehun macam-macam pada luhan? Yak! Bahkan sehun sudah macam-macam pada luhan.
Brakk
Braakk
Brakk
"SEHUN SUNBAE APA YANG KAU LAKUKAN? CEPAT BUKA PINTUNYA! YAK! SUNBAENIM CEPAT BUKA PINTUNYA, JAEBAL!"
"SUNBAENIM JANGAN MACAM-MACAM PADA TEMANKU, ATAU AKU AKAN MENGADUKANMU PADA KOMISI KEDISIPLINAN! CEPAT BUKA PINTUNYA"
BRAKK
BRAKK
BRAKK
DUGH
"awww" kyungsoo berteriak-teriak supaya sehun membuka pintu toilet, dia menggedor bahkan menendang pintu toilet itu namun nihil karena sehun tidak akan membuka pintu toilet itu. enak saja kyungsoo mau mengganggu acaranya dengan luhan.
Sehun menyeringai memandang hamparan(?) bilik toilet didepannya. Ia yakin luhan bersembunyi di salah satu dari mereka. sehun memasukkan kunci toilet dalam sakunya lalu berjalan menuju bilik-bilik toilet yang ada didepannya.
"hoobaeku yang manis, kau ada dimana? Kenapa bersembunyi dariku? Bukankah ada yang harus kita selesaikan hem?" sehun bertanya seduktif sambil berjalan menuju bilik pertama.
"keluarlah! Bukannya kau menginnginkanku supaya tutup mulut? Keluarlah manis, tutup mulutku dengan mulutmu ne"
Krieeetttt
Sehun membuka bilik pertama dan.. Kosong. Gwaenchana, masih ada 5 lagi. ㅋㅋㅋㅋ
Sementara itu luhan sudah komat kamit berdoa supaya sehun tidak cepat menemukannya. Eoteokhae?
Kenapa ia mau saja disuruh kyungsoo mengancam sehun? Ia menyesal tidak memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi, ah ani bahkan sebelumnya dia sudah memikirkan kemungkinan buruk hanya saja dia tidak berfikir kalau kemungkinan buruk itu adalah sehun akan memperkosanya. Babo. Benar kata kai, luhan memang babo. Dan luhan baru benar-benar menyadarinya sekarang. -_-
HUWAA EOMMA, APPA, HALMEONI, MENDIANG HARABEOJI, ANYONE TOLONG LUHAN NE, JAEBAL!
Mind to review?
Review ne supaya aku semangat lanjutnya.
Sebenernya aku kurang semangat lanjut ff ini gegara kemaren sehun di bilang lazy dancer. Huwaaa
Mana di showtime sejauh ini belum ada hunhan or kailu moment. Berasa ga dapet vitamin deh
Ini balasan reviewnya ne
XiaoLutan : ini udda hunhan moment tp mian, masih dikit :D
Nada Lim : hehehe ya begitulah chingu :D
DEPO LDH : waa aku sendiri juga bingung, suka dua-duanya sih :D hunhanKailu
DiraLeeXiOh : yah namanya juga cinta ne, membutakan segalanya *plak. Uda tuh chingu hunhan moment, mian masih dikit –banget-
Lisnana1 : ne gomawo fighting! Doakan semoga di showtime ada hunhan or kailu moment jadi aku juga semangat lanjut ff ini
Oh Luhan : me too apalagi luhan selingkuh sama kai :) kkk~
Cupcupcuphie12 : bisa deh bisa tapi ntar nunggu hunhan jadian dulu ne kkk~
Aniaani47 : bisa jadi bisa jadi (?) aku juga pengennya hunhan kok
Luhan deer : ia ini uda di lanjut, gomapta
Chans : minta luhan di bully lagi? Bisa bisa :D tergantung pesanan(?)
Dobichan : calm down chingu :D hhh~ ini sehun uda mulai di munculin kok
ByunnaPark : *speechless* gomawo eon udda review #bow
Luluna99 : iya chingu, kaibaek dikit :D kailu? Iyaa-iyaa iyaa. chanlu? Bisa jadi bisa jadi, krishan? Tidakk tidaaak . #plakk maen eat bulaga
Semuanya gomawo ne udda review and mian updatenya lama.
Jangan lupa review lagi ne
