ASTRO SHORTFICTION
By RealSoseol
.
.
.
.
Sebagai salah satu dari Alpha di keluarga kecilnya, Rocky tau ia harus menjaga rumah ini selagi Jinjin pergi berburu untuk persediaan makan di musim dingin. Rocky bukannya tidak mau ikut, hanya saja kakinya cedera parah setelah bermain bola dengan teman-teman sekolahnya. Sanha duduk gusar diatas sofa ruang tengah, membuat MJ yang berbaring diatas pahanya merasa risih. Malam sudah semakin larut dan Bin belum juga kembali dari sekolah. Eunwoo lebih parah dari Sanha. Ia berulang kali keluar rumah, hanya untuk memastikan Bin sudah sampai atau belum.
"Apa Bin sudah bisa dihubungi?"
Yang tertua bicara, wajahnya ikut gusar.
"Belum, ponselnya mati"
Eunwoo berdiri sembari tangannya sibuk menekan layar ponsel. Rocky berniat berdiri sampai MJ menoleh padanya dengan mata berkilat abu-abu.
"Diam disana"
Rocky mendesah frustasi. Harusnya ada yang bisa ia lakukan sekarang, Ia kan Alpha.
"Jangan kemana-mana, Minhyuk. Kau masih sulit berjalan kan?"
Eunwoo memperingatkan.
"Bin hyung!"
Pekik Sanha membuat semua orang menoleh ke pintu masuk. Moonbin berdiri disana dengan wajah bingung oleh tatapan seisi rumah.
"Apa?"
Moonbin bersuara sembari melepas sepatunya.
"Darimana saja kau?"
"Aku... pergi ke rumah Chanwoo untuk menyelesaikan project film kelas Han Saem"
"Kenapa tidak mengabari kami? Seisi rumah menunggumu"
Eunwoo bersuara, wajahnya kesal hingga matanya berkilat tanpa ia sadari. Mata abu-abu kelam miliknya membuat Rocky bergidik. Eunwoo itu penyabar dan pengertian. Jika Eunwoo mengeluarkan tatapan seperti itu memang hanya Bin yang bisa melakukannya. Sanha menyadari perubahan emosi Eunwoo. Ia melirik MJ yang sekarang duduk disebelahnya. MJ sendiri hanya diam karena kemarahan Eunwoo beralasan. Bin sebagai pelaku utama menatap Eunwoo namun yang terjadi Eunwoo pergi ke kamarnya (yang juga kamar Bin) dan membanting pintu cukup keras.
Bin menutup matanya sesaat. Kalau sudah begini Eunwoo akan sulit diajak bicara. Ia menatap MJ meminta bantuan. MJ menggendikan bahu lalu kembali ke kamarnya. Tersisa 2 anak termuda yang memandang Bin prihatin.
"Matilah kau, hyung"
Rocky bergumam lalu perlahan berdiri dan masuk ke kamarnya dengan terseok-seok. Sanha masih disana dan Bin menghampirinya. Keduanya duduk bersandar di sofa.
"Aku tidur disini saja"
"hmm memang seharusnya begitu, hyung"
Moonbin menoleh tidak mengerti pada si bungsu.
"Apa maksudmu?"
"Bahkan singa pun tidak mau tidur sekamar dengan Beta sensitif seperti Eunwoo hyung dalam keadaan seperti ini"
Sanha mencibir lalu pergi tidur ke kamarnya, meninggalkan Bin yang masih duduk disana menatap pintu kamarnya yang tertutup.
"Sanha benar"
Ia bergumam lalu menggaruk kepalanya frustasi. Merasa tubuhnya kelelahan, ia memilih berbaring dan akhirnya Moonbin pun benar-benar tertidur di atas sofa dengan seragam lengkap.
Jam rumah itu menunjuk angka 2.00 dini hari. Udara semakin dingin diluar sana. Salah satu pintu kamar terbuka, dan si pemilik kamar berjalan keluar dengan langkah perlahan, bahkan tidak terdengar. Ia menyeret selimut abu-abu bersamanya. Piyamanya kusut, tanda ia sudah sempat tertidur sebelum keluar dari kamarnya dini hari. Selimut abu-abu itu ia sekarang sudah berpindah menutup tubuh bocah berseragam yang tidur nyenyak di atas sofa. Ia menarik selimut itu agar menutupi tubuh Moonbin hingga bahu.
"Dasar bodoh"
"Kenapa kau suka sekali mebuat orang lain khawatir?"
"Itu menyebalkan tau"
"Aku ingin sekali memukulmu, tapi aku lega karena kau sudah pulang"
Tangan Eunwoo menyampirkan helai rambut Moonbin yang menutupi matanya. Tepat saat itu si pemilik rambut menangkap basahnya. Tangan Moonbin memegang pergelangan tangan Eunwoo.
"Jadi, sudah tidak marah kan?"
"..."
"Hey, jawab aku"
Tangan Moonbin berpindah, menggamit tangan Eunwoo lalu mengelusnya perlahan dengan ibu jarinya.
"..."
Eunwoo menatapnya kesal. Moonbin tersenyum jahil lalu memberi kecupan singkat di pipi yang lebih tua. Wajah Eunwoo tidak bisa berbohong. Ia terkejut. Moonbin tetaplah Moonbin. Jahil adalah hal yang menempel dalam dirinya. Eunwoo menarik tangannya lalu menutup wajah Moonbin dengan selimut.
"Tidur saja sana! Tidak usah bicara padaku"
Lalu pergi ke kamarnya. Sementara Moonbin tertawa puas setelahnya. Ia tau kenapa Eunwoo menutup wajahnya dengan selimut dan pergi ke kamarnya.
"Aku bisa melihat warna merah muda di pipimu, Cha Eunwoo."
Ucap Moonbin setengah berteriak.
"Bin hyung, jangan berisik!"
Lalu disahut suara sang maknae dari dalam kamarnya. Moonbin terkekeh sesaat lalu kembali tidur dan kali ini bersama selimut kesayangannya.
END
