Enth kenapa aku jadi gak mood lanjutin ni FF

tapi tetap aku paksain tulis ni, jadi mian kalo jelek ya -_-

so..

this is..

YOU-YOU-YOU 4EVER

BRUGH!

Sehun melempar Kai keatas kasurnya dan segera menindihnya kembali.

"Hun! Apa yang kau lakukan! Lepaskan!" Kai mencoba melepas tangan Sehun yang mencekalnya.

"Diamlah" Sehun meraih seutas tali dan mengikat kedua tangan Kai keatas.

"Hun! Lepas! Hentikan!" Kai meronta.

Sehun segera membuang lilitan handuk di pinggang Kai dan menatap lapar.

"Tenanglah manis.. sebentar lagi aku akan melengkapimu.." Sehun menduduki kaki Kai dan membuka kaosnya. Menampilkan abs yang lebih baik dari milik Kai dan lebih terlihat dari milik Siwon.

"Kau suka?" Sehun tersenyum melihat Kai yang menatap intens perut absnya.

Kai hanya mampu mengangguk samar.

Kemudian Sehun membuka celana jeansnya dan kini mereka sama sama telanjang.

"Hun.. mi-milikmu.." Kai menutup matanya. Melihat betapa besar dan kokohnya junior Sehun didepannya. Dua kali lebih besar dari miliknya.

"Ini paling besar diantara member lain, chagiya.." Sehun berbisik berat ditelinga Kai.

"ini kuat dan tahan lama, kau suka?" Sehun berbisik seduktif dan menjilat pipi Kai.

Sret..

Sehun menaikkan kedua kaki jenjang Kai keatas bahunya.

Perlahan diarahkannya junior besarnya itu kearah hole Kai yang merah itu.

"HYA! SEHUN KAU MAU APA!?" Kai terkejut merasakan sesuatu yang menempel di depan holenya. Mata Kai memandang horror kearah Sehun yang sedang memposisikan juniornya untuk segera memasuki holenya.

"JANGAN!" Kai bergerak gelisah, ia takut.

"Tenang.. akan terasa nikmat nantinya, chagi" Sehun menggerakkan juniornya disekitar bibir hole Kai.

"Kumohon.. jangan.. aku mau melakukan hal apapun asal jangan lakukan ini padaku, Hun.." Kai menatap memohon kepada Sehun dan malah membuat Sehun makin bernafsu.

"Aku akan menusukmu dengan kuat.. my sexy hole" Sehun menciumi leher Kai.

"Kumohon.. hentikan.. aku bukan yeoja.. sadarlah Hun-hiks.." Kai menangis. Setetes air mata mengalir dari sudut matanya.

Srluuupp..

Segera Sehun menjilatnya dan mengecup kedua kelopak mata Kai yang terpejam.

"Aku mencintaimu" Sehun mengecup bibir Kai. Membuat Kai merasakan sedikit ketenangan. Namun..

JLEEBBBBB!

"AAAARRRGHHH!" Kai segera memutus ciuman itu dan memekik kencang ketika penis Sehun tertanam sempurna di holenya dengan sekali hentakan.

"Errmhh.. ini sempit sekali.. nikmat.." Sehun memejamkan matanya merasakan hole Kai yang sempit itu menyedot-nyedot penisnya.

"Se-sehun.. appo.. keluarkan.. hiks-hiks" Kai menangis lagi merasakan tubuhnya seakan terbelah menjadi dua dan ia merasakan cairan hangat mengalir dari holenya.

"Oh.. kau berdarah, chagiya.. aku yang pertama hm?" Sehun merabahkan tubuhnya sedikit lalu mengecup jejak air mata Kai.

"Hun, keluarkan.. appo" Kai memohon kembali pada Sehun.

"Baiklah.. aku keluarkan.." Sehun menarik perlahan penis besarnya itu.

"Awh! Akh! Pelan-pelan Hun! Appo!" Kai merintih sakit ketika penis Sehun bergerak keluar.

"Tapi.." Sehun menggantung perkataannya dan menghentikan gerakannya.

JLEEEEBBBBB!

"AAARRRGHHHH!" Kai memekik kembali ketika Sehun dengan kuatnya menyodok kembali holenya.

JLEB! JLEB! JLEB!

"A-A-Akh! Sehun! Hentikan!" Kai mencoba mendorong tubuh Sehun ketika ikatan tangannya terlepas.

"Appo! Appo! Jebal! Akh!" Kai merasakan holenya terobek-robek.

"Berhenti!" Kai berteriak hingga suaranya menjadi serak. Air matanya mengalir tiada henti.

Tubuh Sehun bergerak liar. Penisnya dengan cepat menghunus hole Kai berulang kali hingga bunyi tumbukan terdengar jelas.

"A-angh~ Se-Sehun~ Aaaah~" Kai tiba-tiba mendesah ketika Sehun menumbuk spotnya.

Telinga Sehun yang mendengarnya merasa itu adalah suara malaikat terindah yang didengarnya.

"Ah~ sehun~ angh~ nyaaahhh~" Kai mendesah berkali-kali ketika Sehun dengan cepat menusuknya.

"…" Sehun menghentikan gerakannya. Matanya menatap lurus kearah Kai.

"Hun.." Kai kini merasa hina. Ia tak seharusnya mendesah. Ia namja. Ia bukan gay.

"Kai, lihat aku" Sehun merendahkan wajahnya, memperpendek jarak mereka. Namun Kai memalingkan wajahnya. Sehun terluka melihat penolakan tak langsung dari Kai.

"Lihat diriku" Sehun membelai wajah Kai lagi.

Dengan ragu Kai memandang Sehun. Pandangan ketakutan Kai makin memberi luka tak kasat mata bagi Sehun.

"Ja-jangan.." tubuh Kai merinding ketakutan. Kedua tangannya berusaha menutupi tubuhnya yang terlihat.

"Chagi.." Sehun menatap miris keadaan Kai sekarang. Ia tidak bermaksud melakukan ini.

"Ka-kau bukan Sehun! Kau bukan dongsaengku!" Kai menatap takut kearah Sehun.

GREP!

Sehun dengan segera memeluk Kai.

"Lepas! Sehun tolong aku!" Kai berteriak meminta tolong pada Sehun, meski sesungguhnya Sehunlah yang membuatnya takut.

SREETT..

Pelukan Sehun makin erat. Dikecupnya wajah Kai dan berakhir dengan ciuman dibibir. Terasa hampa.. Ciuman itu tidak terasa sama sekali. Sehun mengerutkan alisnya benci. Benci pada dirinya sendiri yang tak bisa memiliki bibir indah didepannya ini.

"Sial!" Sehun mengumpat.

"lepas!" Kai memandang takut. Berusaha melepas pelukan Sehun.

"Maaf.." Sehun mengecup dahi Kai cukup lama.

Tes.. Tes.. air mata Kai mengalir kembali.

"Berhenti Sehun.." Kai menatap Sehun dengan penuh ketakutan.

"Aku tak ingin membuatmu takut, chagiya.." Sehun mencium pipi Kai berulang kali.

"Kenapa?" Kai menutup kedua matanya.

"Aku menginginkanmu" Sehun meraup rakus bibir Kai.

"Percayalah, menyerahkan seutuhnya padaku" Sehun menatap lurus pada mata kelam Kai.

GREPP!

Kai memeluk erat tubuh Sehun.

"Sehun!" Kai berteriak imut. Dan membenamkan wajahnya di perpotongan leher Sehun.

"Aha.. Yehet!" Sehun ikut memeluk Kai.

Kegiatan panas mereka kembali berlangsung dan kini tanpa paksaan. Seluruh ikatan tali di tubuh Kai telah lepas. Mata mereka saling memandang memberi kepercayaan.

Senyuman keduanya tak pernah lepas dan desahan merdu Kai menjadi lagu indah di telinga Sehun.

"Saranghae.. Kai" Sehun mencium bibir Kai ketika selesai klimaks dan tubuh Kai lemas dibawahnya.

Sehun menyelimuti tubuh mereka dan menyusul Kai ke alam mimpi.

-TBC-

Ini FF pendek, dan bakal end di chap ke 3..

Hem.. akhirnya FF ini gak jadi Hard NC..

HUNKAI NC pake hati(?) sih..

Dan di SKIP lagih.. hehe

Sehun sadar, gak mabuk kok,

Eh, kalo aku jadi Sehun, aku juga bakal berhenti kalo liat Kai ketakutan gitu.. kan gak enak kalo maen sendiri, hehe

Tapi Kai udah kasi pelukan sebagai isyarat 'boleh lanjutin' yaudah Sehun seneng banget deh,

Yang penasaran kenapa sejak chapter awal Sehun bilang 'saranghae' ke Kai, jawabannya di Chapt terakhir (chapt3)

Review ya Thanks udah baca FF ini!

Eh, untuk sementara ini aku mau hiatus ah.. detik detik puasa, besok habis lebaran kita berdosa lagi yuk dengan membaca segudang FF NC HUNKAI? hehe :D