Marked by You

MinYoon, TaeGi, NamGi, Sope

.

halo, mungkin dari kalian ada yang bingung? jadi cerita ini saya desain seperti permainan yang memilih jalan ceritanya. Nanti di setiap akhir chapter aku beri pilihan mana jalan untuk kejadian selanjutnya dan kalian balas di kotak review dengan pilihannya~! Pilihan terbanyak lah yang akan menjadi lanjutan dari chapter sebelumnya ~

Semoga mengerti peraturan sederhana ini ya?

Enjoy~!

.

SXR

.


Yoongi siswa biasa pindahan dari Daegu ke Sekolah khusus laki-laki di Seoul. Kehidupannya di Daegu yang tidak berjalan baik membuatnya menginginkan kehidupan normal di Seoul. Namun takdir benar-benar mempermainkannya, karena doanya malah berbalik. Ia yang tidak ingin berurusan dengan siswa populer, malah sekarang terbelenggu di antara mereka!

.

.

Hari ini adalah hari pertama selepas liburan musim panas. Semua siswa-siswi sekolah akan mengalami lagi pembelajaran yang membosankan di sekolah mereka, juga ini berlaku untuk Yoongi. Ini adalah tahun kedunya bersekolah di Seoul sejak kepindahannya dua tahun yang lalu. Ia siswa Daegu yang pindah karena mengikuti ibunya yang pindah kerja di Seoul, dan karenanya juga ia bersekolah di Seoul demi dekat dengan ibunya.

Yoongi membuka matanya dan bangun dengan nyawanya yang belum terkumpul. Ia mengusak rambutnya dan menghela napasnya. Juga mempunyai pikiran untuk membolos di hari pertama yang entah kenapa sungguh malas sekali. Sepertinya gaya gravitasi kasurnya lebih berat.

Ia mengambil handphonenya yang tergelatak di nakas dan terdapat dua notifikasi dari akun kakaotalk miliknya. Satu dari teman sebangkunya dan satu lagi dari nomor yang tidak ia kenal.

KSJ : Ya! Yoongi jangan lupa buku kimiaku ya!

KSJ : Tunggu di halte seperti biasanya!

KSJ : YA! PEMALAS BANGUN!

Yoongi berdecak sebal dan membalas dengan cepat pesan dari teman sebangkunya yang bernama Kim Seokjin. Anak ini terlalu rajin mengiriminya pesan jam 5 pagi!

MYG : Baik-baik akan ku bawakan nanti

MYG : Ok thx

MYG : Kau saja yang terlalu rajin!

Belum sempat ia mengecek pesan lainnya dari luar ia mendengar ibunya sudah meneriakinya untuk segera bersiap-siap pergi sekolah. Ia segera mengambil handuk dan bergegas pergi ke kamar mandi. Dengan satu pesan masuk lagi dari nomor yang tidak di kenalnya.

PCY : Hei cantik, lama tidak chat? lmao

PCY : ku dengar kau pindah ke Seoul, bagaimana jika kita bertemu hm?

PCY : sialan kenapa kau tidak membalas pesanku?!


Yoongi berjalan keluar dari gedung apartemennya sambil menatap layar handphonenya yang masih menampilkan pesan dari nomor tidak dikenal. Ia juga bingung dengan pesan itu, seperti orang ini sudah mengenalnya dari lama. Bahkan ia merasa jika temannya hanya sedikit saat di Daegu dulu. Yoongi mengecek foto profil dari pengguna tersebut dan terkejut saat mengetahui orang yang mengiriminya pesan.

"Park Chanyeol?"

"Yo Yoongi!"

Yoongi menatap lurus dengan pandangan yang masih kaget. Ia melihat Seokjin yang melambaikan tangannya menunggu di dalam halte bis. Ia bergegas menuju ke arah Seokjin dan menunjukan dengan tiba-tiba ponselnya.

"apaan?"

Dengan pandangan matanya Yoongi menyuruh Seokjin untuk melihat lebih jelas yang ada pada layar ponselnya. Seperti Yoongi, Seokjin juga kaget mendapati foto Chanyeol yang ada di layar ponsel Yoongi.

"Bukannya itu stalkermu yag kamu ceritakan, Yoon?"

Yoongi mengangguk singkat, ia kembali fokus pada ponselnya, "Aku juga tidak tahu kenapa ia bisa mendapatkan nomorku? Dan kenapa setelah sekian lama?"

Bibir Seokjin membulat kaget sesaat ia mengingat sesuatu tentang Chanyeol itu. Namun bis datang lebih cepat ketimbang ia menyampaikan isi kepalanya.

"Hei Yoon, sepertinya aku tahu kenapa Chanyeol bisa mendapatkan nomormu,"

Yoongi mengernyit, "Kenapa?"

"Ku dengar ia jadi populer di sekolahnya setelah tergabung dalam geng berandal di dekat sekolah kita, mungkin saja dari berandal itu ada yang teman sekelas kita,"

Yoongi menepuk dahinya, itu bisa jadi. Karena setelah 2 tahun ia pindah di Seoul baru ini Chanyeol menghubunginya. Dan terlebih sepertinya ia akan menjadi stalker Yoongi kembali.

"Apa yang harus aku lakukan?"

Seokjin merasa iba, karena memang tidak enak memiliki stalker. Hidupmu serasa di awasi dan tidak nyaman untuk kemana-mana. Walaupun ia baru mengenal Yoongi selama 2 tahun ini yang entah keberuntungan atau bagaimana ia selalu sekelas dengan anak itu. Seokjin bersidekap dan memikir jalan terbaik.

"Oh iya! Bagaimana jika kamu memasang foto lelaki lain?"

Yoongi tidak setuju, "Kenapa harus lelaki?!"

Seokjin mengangguk menyakinkan, "Karena jika perempuan aku yakin si Chanyeol itu masih berani menghubungimu, tapi jika lelaki? Ia akan jijik kan?"

Penjelasan dari Seokjin cukup masuk akal bagi Yoongi sehingga ia menyanggupinya. Ia memandang lagi chat terbaru dari Chanyeol dari notifikasi bar ponselnya.

PCY : Apa kau sibuk? Atau sok sibuk? lmao

PCY : Baiklah, balas ini jika kau tidak sibuk

Yoongi jengkel sekali, ia masuk aplikasinya dan mengetik balasan untuk Chanyeol ini.

MYG : Berhenti menghubungiku atau pacarku akan marah!

KTALK!

PCY : PACAR? LMAO

PCY : Orang sepertimu bisa juga ya mendapatkan pacar hahaha

"Anak ini butuh di sleding!"

Tapi tepukan Seokjin menghentikannya membalas lagi, saat ia juga melihat gedung sekolahnya berada di ujung jalan. Ia memasukan ponselnya dan bergegas menuju pintu keluar untuk memulai hari pertamanya.


Yoongi menidurkan tubuhnya di kasur sesaat ia memasuki kamarnya. Tidak aa yang berbeda di kelasnya, tapi kabar baiknya karena tadi adalah hari pertama tidak banyak pelajaran yang memberatkan! Hanya ada satu yang menjadi beban pikiran Yoongi selama di sekolah.

'Stalker sialan itu..!'

Yoongi mendapati ada 20 pesan masuk dari stalkernya dulu yang enggan dia buka, karena pasti hanya omong kosong yang ia bicarakan. Apa yang harus dia lakukan? Lebih baik mengirim kabar ke Seokjin saja?

MYG : Seokjin..

MYG : Stalker itu masih mengirimi aku pesan

MYG : Bahkan ia spam hingga 20 pesan!

KSJ : Coba saja kamu pura-pura punya pacar

KSJ : Seperti yg aku bicarakan di halte tadi!

KSJ : Cari foto cowok lalu pasang jadi foto profil!

MYG : Oh ya.. coba aku lakukan

Yoongi menutup jendela pesannya dan membuka Naver untuk mencari cowok yang sekiranya bakal menjadi foto profilnya. Mengetik kata kunci tertentu ia melihat satu foto yang sekira cocok menjadi foto terbarunya, tidak terlihat wajahnya karena itu ia menyukainya, pasti tidak ada yang mengenali orang ini dan Yoongi pikir bisa bebas dari si tiang itu. Tak lama ia memasang fotonya dan juga mengubah statusnya menjadi "Ya, aku juga (emot cinta)"

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam, Yoongi beranjak dengan malas dari kasurnya. Mengganti bajunya dan beranjak mengerjakan tugas rumahnya. Tanpa menyadari jika ponsel berkedip-kedip mengerikan tanda banyaknya pesan masuk di ponselnya, dengan jumlah yang tak terduga.

"Astaga sudah jam 1 pagi? Sebaiknya tidur sekarang atau aku akan terlambat besok!"

Yoongi benar-benar melupakan keadaan ponselnya yang sekarang mati dan melalang buana menuju mimpinya, setidaknya ia bermimpi indah sebelum menghadapi bencana esok harinya.


Yoongi bangun karena alarmnya. Sinar matahari bahkan masih belum mengintip dari peraduannya. Ia menghela napasnya dan mencari ponselnya. Tapi beterai yang kosong menyebabkan ponsel itu tidak dapat menyala.

"ah sudahlah, di charger selagi bersiap saja!"

Yoongi beranjak menuju kamar mandinya dengan membawa seragam sekolahnya dan bersiap menuju sekolah. Seragamnya sudah rapi di badannya ia merangkul tasnya dan tak lupa ponselnya ia bawa selagi di nyalakan. Di luar kamar, ada ibunya yang sedang menata bekal untuknya. Ia tersenyum sebelum memeluk ibunya sekilas.

"pagi bu!"

"ah anakku sudah tampan rupanya! Ini bekalnya! Jangan lupa di habiskan!"

Yoongi mengangguk dan memasukkan bekalnya ke dalam tas miliknya. Ibu Yoongi juga sudah rapi dengan pakaian kantornya, di umurnya yang akan menginjak kepala lima, ibunya masih mencari uang untuk biayanya sekolah. Yoongi sudah berjanji kepada ibunya agar berhenti bekerja sesaat ia sudah memasuki dunia kuliah, karena Yoongi sendiri yang akan bekerja mencari uang.

"Iya, sampai nanti bu! Aku sayang ibu,"

Ibu Yoongi mengusak rambut anaknya dan juga menyampaikan salam perpisahan. Yoongi berjalanan menuju lift selagi ia membuka ponselnya. Ia membulatkan mulutnya saat melihat 100 notifikasi dari aplikasi kakaotalk miliknya. Ini benar-benar rekor! Ada apa ini? Apa temannya terjadi sesuatu saat ia tidur atau bagaimana?

Sambil menunggu lift turun menuju lantainya, ia membuka pesan paling atas miliknya yang berisi pesan dari Seokjin. Dari kata-katanya sepertinya anak itu sedang marah luar biasa dengannya?

KSJ : WTF?

KSJ : YA MIN YOONGI!

KSJ : CEPAT UBAH FOTO PROFILMU SEKARANG JUGA!

Tapi Yoongi tidak membalas pesan dari temannya itu dan kembali melihat pesan di bawahnya, dari teman sekelasnya bahkan dari teman lama Yoongi yang sudah lama tidak ia beri kabar juga menghubunginya! Memangnya kenapa dengan foto profilnya?

XXX : Ya keren! Yoongi kau dapat lelaki tampan seperti itu?

XX : Aku juga mau dong di kenalkan dengan lelaki sepertinya!

YYY : Ya tidak mungkin kau mempunyai hubungan dengannya kan?

OOOO : KEREN SEKALI KAMU YOONGI BISA MEREBUT HATINYAA

Itu beberapa pesan dari teman-temannya, ia tidak bisa melihat lagi karena lift berdenting tanda pintu lift akan terbuka. Namun sesaat ia akan memasuki lift, ia melihat pemandangan tidak senonoh di pagi yang cerah ini.

Anak laki-laki sedang memakai seragamnya, dengan masih dada terbuka lebar dan kancing celana yang tidak terkancing sempurna. Yoongi merasa wajahnya memanas dan ia menahan napasnya. Lelaki yang mulutnya sedang memakan roti panggang itu hanya menatapnya sampai pintu lift akan tertutup, tapi terbuka lagi dan anak itu tersenyum jenaka kepadanya.

"Ikut masuk? Kamu akan terlambat kak!"

"Hah? I-iya!"

Yoongi memasuki lift dan beringsut ke pojok. Ia mencoba tidak melihat anak itu, yang sekarang sedang mengancingkan kemejanya. Ya setidaknya ia tahu segitu karena ia sempat melihat dari kaca lift, DAN KENAPA LIFT INI KEEMPAT SISINYA KACA SEMUA?

"Hehe sepertinya kakak itu kakak tingkat di sekolahku ya?"

Anak laki-laki itu berbalik dan menyengir lebar melihatnya. Untung pakaiannya sudah terpasang rapi, dan kancing celananya itu juga. Yoongi mengangguk kaku, ia juga baru menyadarinya. Dasi merah dari anak itu menyatakan jika ia kelas 10, berbeda dengan Yoongi yang berdasi hijau tanda kelas 11.

"oh sudah lantai 1, aku duluan ya kak!"

Yoongi masih menetralkan pikirannya, dan juga ikut keluar dari lift. Haduh pagi-pagi sudah kena kejadian seperti ini, berikutnya apa lagi? Yoongi sampai di halte, dan tidak mendapati Seokjin disana. Kesialan keduanya, Seokjin tidak memberitahunya jika ia tidak bareng berangkat dengannya!

Pagi hari Yoongi sudah di buat buruk selama perjalanan ke sekolahnya, beruntung dia tidak terlambat ke sekolah! Sesaat Yoongi sampai di kelaspun, semua anak kelasnya memandangnya dalam diam, seperti merasa prihatin dengannya. Ia melihat Seokjin berdiri dan menghampirinya yang juga berjalan menuju ke bangkunya.

"Ya Min Yoongi aku sudah menyuruhmu untuk mencari foto anak cowok bukan?!"

Yoongi hanya mengangguk, "Iya dan sudah aku lakukan kan? Kenapa kamu marah seperti ini?"

Seokjin menepuk dahinya kesal, "Haduh Yoongi! Apa kamu tahu siapa yang menjadi foto profilmu itu?"

Yoongi hanya menggeleng, sebelum ia berkata pintu kelasnya terbuka dengan kasar dan kencang. Tiga anak lelaki memasuki kelasnya sambil sumpah serapah mereka lontarkan.

"Siapa sialan yang berani-beraninya mengaku menjadi pacarku?!" Itu anak berambut Merah, mencolok sekali sesuai dengan tingkah lakunya juga.

"Ya mungkin dia salah satu dari your fans, Tae!" Itu anak berambut hitam kelam yang menyauti, dengan sok-sokan logat inggrisnya yang menggelikan.

"Aku akan mencari tahu dan akan memberinya balasan atas tidak tahu dirinya itu!"

"haha yang tenang lah! Pasti ia punya alasan untuk menjadikan wajah jelekmu itu foto profilnya," kali ini berambut abu-abu yang menyauti, ia menyibakkan rambutnya kebelakang, tukang pamer.

"cih, sebaiknya aku tidur saja!"

Yoongi hanya diam mendengar itu, ia seperti merasa terpanggil atas percakapan mereka. Hei percakapan mereka itu terdengar sepenjuru kelas, siapa yang tidak dapat mendengarnya?

Dan seketika itu juga Yoongi merasa ia di lempar ke bak berisi air dingin. Ia menyadari kesalahannya, menyadari kenapa Seokjin begitu marah besar kepadanya, dan juga menyadari siapa yang menjadi foto profilnya.

'KENAPA HARUS SI KIM TAEHYUNG?"

Seokjin prihatin dengan perubahan raut wajah Yoongi yang pucat, sebaiknya ia membawa temannya itu ke UKS sebelum ia pingsan di kelas karena terlalu shock dengan keadaan.

"Ayo ke UKS sepertinya kamu tidak enak badan hm?"

Yoongi hanya mengikuti dari belakang Seokjin tanpa melihat depan, dan tanpa sengaja ia menabrak tubuh seseorang. Saat ia mendongak ia melihat wajah Kim Taehyung di depan matanya, menatapnya dengan pandangan dingin.

"Ma-maaf! Permisi!"

"Hei hei Taehyung! Aku mencoba menghubungi kontak anak itu dan terhubung!"

"Sepertinya akan sia-sia jika anak itu berada jauh dari kita,"

"Ayo lah Jimin, kenapa kau not positife thinking!"

"yang benar positive thinking,"

Yoongi sekali lagi merasa jantungnya berhenti berdetak. Ia juga dapat merasakan jika ponselnya berdering dengan nada yang menurutnya mengerikan. Dapat ia rasakan jika bulu kuduknya berdiri.

"hooh sepertinya kita mendapatkan mangsanya~"

Yoongi akan segera lari tapi apa daya, tas yang masih di pakainya di tarik oleh seseorang menyebabkan ia tertarik ke belakang. Saat menoleh ia melihat Kim Taehyung memegang badan tasnya dengan seringai miliknya.

"hei ponselmu berdering, kenapa tidak mengangkatnya?"

Yoongi hanya menggeleng takut, ia menghentakkan tasnya dan berbalik dengan pandangan takut. Ia merasakan tiga pandangan berbeda, satu pandangan dingin, satu pandangan jahil dan satu lagi pandangan bingung.

"kenapa kau tidak mengangkat teleponmu?" Taehyung berjalan mendekatinya dan mencondongkan badannya, "pacarku...?"

Yoongi mendorong tubuh Taehyung terkejut. Tidak-tidak, kenapa bisa menjadi seperti ini? Kenapa ia bisa berurusan dengan mereka? Anak populer di sekolahnya!

"Ka-kau salah paham!"

Jawaban dari Yoongi tidak dapat menyenangkan Taehyung, ia akan merebut tas Yoongi namun ucapan seorang menghentikannya.

"Aku akan benar-benar membawamu ke ruang BK jika sekali lagi kau mendekatkan tanganmu ke Min Yoongi, Kim Taehyung,"

Kehadiran Pak Choi menyelamatkan Yoongi secara tidak langsung. Ia beringsut ke belakang guru itu, menghindari gapaian si Kim. Guru Choi masih belum selesai memberikan ceramahnya kepada Taehyung.

"Jelaskan kepadaku apa yang kau perbuat dengan Min Yoongi, Kim?"

"cih bukan urusanmu pak tua!"

Yoongi hanya terdiam mendengar percakapan mereka dan sekarang terkejut saat Pak Choi menggeplak kepala Taehyung dengan buku absennya. Kim Taehyung mengadu sakit namun dua sahabatnya itu malah tertawa melihatnya di siksa namun tidak kejam sih.

"apa kau akan membully Min Yoongi, hm Kim?"

"Apa sih dasar pak-"

"bu-bukan pak Choi! A-anda salah paham!"

Yoongi memegang lengan gurunya yang akan memukulkan lagi buku ke badan Taehyung. Ia juga tidak ingin si Kim itu di pukuli karenanya, karena bukan dia yang salah disini.

"terus apa yang dia lakukan kepadamu?"

"itu... anu Kim Taehyung tadi berniat mengambilkan buku tugas Biologiku, te-tentu saja sudah ku suruh! hehe,"

Gurunya memandanginya dengan curiga sedangkan Kim Taehyung berdiri di samping Yoongi dan mendengus, "Apa yang kau katakan?"

Yoongi meliriknya, "su-sudah diam saja!" ia berbisik tidak ingin Pak Choi mengetahuinya.

"Baiklah kali ini kau lolos dariku, Kim. Awas saja jika aku melihatmu membully anak lain!" Pak Choi menjewer telinga Taehyung dan menggeretnya masuk kelas.

"aduduh! Pak Choi! Duh!"

Yoongi menghela napasnya, selamat saja si Kim itu dari amukan Pak Choi. Sesaat Yoongi mengangkat kepalanya, ia melihat anak bersurai abu-abu tersenyum kepadanya dan berbalik menuju ke dalam kelas.

"YA MIN YOONGI DASAR TEMAN SIALAN!" Yoongi berbalik ke belakang dan mendapati Seokjin yang berlari ke arahnya, "AKU MENUNGGU DI UKS TERNYATA MASIH DI KELAS, UGH DASAR!"


Bel istirahat sudah berbunyi, Yoongi benar-benar merasa aman saat pelajaran dan tidak aman saat tidak ada guru seperti ini. Meski Yoongi ingin sekali menghiraukan geng populer itu, tapi tetap saja masih terdengar di telinganya, entah sengaja atau tidak mereka berbicara keras seperti sekarang.

"Tae kau ikut ke kantin tidak?" Jimin menggoyangkan badan Taehyung, anak itu sedang tertidur dan tidur selama pelajaran sejarah.

"sialan tidak bisakah kau tidak menggangguku?"

"si sialan ini, aku ingin makan apa? Me and Jimin will beli untukmu!"

Taehyung mengangkat wajahnya dan menimang ingin memakan apa. Ia melirik Yoongi yang diam-diam melirik ke arah dia dan menyeringai.

"aku ingin roti, kau juga suka roti kan, Hobi?"

"yeaah aku love rotiiii!"

Yoongi mendengar itu menimang-nimang sebentar dan menatap Seokjin. Ia menepuk pundak temannya itu.

"Jin, kau ingat tidak saat kau dalam mood buruk kau akan melakukan apa?"

Seokjin mengangkat sumpitnya, "tentu saja makan!"

Yoongi bertepuk pelan, "tepat sekali! aku akan membelikan mereka roti untuk meminta maaf juga,"

Seokjin melirik ke arah geng itu dan mengangguk pelan, "kuharap kau berhasil kawan!"

Yoongi mengangguk dan berdiri menuju bangku ketiga anak tadi, ia mencoba tidak melihat tatapan mengejek dari Taehyung sedari dia berjalan ke arah mereka.

"anu, jika boleh biarkan aku membeli roti itu untuk kalian!"

Taehyung kembali menyeringai dan menumpukan kepalanya di tangannya, "wah wah apa kau berniat menjilat kami hm?"

Yoongi tanpa sadar cemberut dengan mencebikkan bibirnya, "tentu saja tidak!"

"well, baiklah terserah kau saja!"

Jawaban dari rambut abu-abu membuat Yoongi mengangguk dan berjanji akan cepat kembali membawakan mereka roti. Ia berlari menuju kantin sekolahnya dan sesaat ia merasa menjadi anak bodoh. Ia lupa menanyakan roti kesukaan mereka!

"haduh bagaimana ini? Terserah deh!" Yoongi melambaikan tangannya ke bibi kantinnya, "bibi aku beli roti melon! roti cokelat! pizza! kebab! roti kacang! semua satu saja!"

Yoongi yang sudah memberikan uangnya, tiba-tiba sebuah suara menginterupsinya, "jika aku jadi kau, aku akan membeli 5 ubi manis,"

Yoongi menoleh dan mendapati seorang cowok dengan senyuman dimple di wajah rupawannya. Dan juga Yoongi sadar dia siapa. Kim Namjoon, anggota geng populer juga, tapi berbeda kelas dengannya.

"a-apa mereka menyukai ubi manis?"

"hmm begitulah," lelaki itu bergumam. Yoongi menyesal membeli pesananya, karena ia percaya dengan lelaki ini yang notabene dekat dengan ketiga anak itu.

"ini saja berikan kepada mereka," lelaki itu memberikan ubi di kantong miliknya kepada Yoongi, tapi anak itu terima-terima saja.

"te-terima kasih!"

"bayar,"

"iya?"

Namjoon menunjuk kantong ubi miliknya, "tentu saja kau harus membayar itu,"

"ah iya iya aku akan membayarnya nanti,"

Yoongi bergegas pergi ke kelas dengan berlari tentunya. Ia berhenti di depan ketiga anak itu dan menyerahkan ubi di tangannya.

"i-ini untuk kalian!"

Jimin mengernyit melihat isi kantongnya, perasaan tadi anak itu bilang membelikan mereka roti, kenapa berubah menjadi ubi?

"ya kau bodoh atau gimana? Aku tidak menyukai ubi! aku lebih suka roti cokelat!"

"Hobi hobi tidak bisa belajar SAT tanpa makan pizza :"

"kasian sekali hobi kita tida bisa belajar SAT haha,"

Yoongi terkejut dengan jawaban mereka, jadi.. dia di bohongi oleh Kim Namjoon?!

"yo kalian, ini untuk kalian,"

sebuah tangan melewati tubuh di sampingnya. Ia melihat roti yang tadi ia tukar dengan Kim Namjoon sudah ada di depannya. Ia melirik Namjoon yang dengan entengnya tersenyum kepada mereka.

"Akhirnya aku bisa belajar SAT dengan tenaaang~!"

"Hobi kita akhirnya belajar SAT ^^"

Yoongi akan membuka mulutnya sebelum suara Namjoon meninterupsinya, "Aku akan membawa kelimanya, terima kasih,"

Yoongi berdecih melihatnya pergi dan ia kembali fokus ke ketiga anak itu, "a-aku ingin mengatakan kepada kalian,"

Setelah atensi ketiga anak itu kepadanya, Yoongi membungkuk 90 derajat "Akubenar-benarmintamaafataskejadiantadipagidantidakakankuulangi!"

Hening setelahnya, setelah Yoongi tegak dapat ia lihat ketiga anak itu cengo menatapnya

"Lucunya xD,"

"Woah anak ini baru saja nge rap!"

Yoongi akan menangis malu saja sebelum yang berambut merah menginterupsinya.

"Kau aku maafkan dengan satu syarat!"

Yoongi memiringkan kepalanya tanda bertanya,

"Kau harus menjadi tema sebangkuku mulai besok!"

Dan detik itu juga Yoongi merasa dunianya berputar.

.

.

Apa pilihan jawabanmu,

A.) TENTU SAJA AKU AKAN MENJADI TEMAN SEBANGKUMU, MENJADI PACARMU JUGA GAPAPA

B.) Jika itu syarat untuk permintaan maaf, baiklah

C.) Ke-kenapa syaratnya seperti itu?

D.) Tidak mau! Tidak ada syarat lain?

.

.

TBC

.

.


SHXRA NOTES!

haii haii :3

sesuai yang ada di atas, kalian yang menentukan kelanjutan chapter berikutnya dengan review jawaban dari pilihan itu. Dan pilihan terbanyak yang akan terpilih!

INGAT! Jawaban kalian penentu ending cerita ini~

Sekali lagi saya ingatkan, cerita ini terinspirasi dari game android berjudul "Marked by Kings B" aku mengambil sebagian jalan cerita, dan cara memainkan gamenya. Tapi ide, kelanjutan chapter dan akhirnya nanti sesuai dengan ideku :3 kalau ada pertanyaan silahkan tanya di kota review

Hayo di review untuk ending yang kalian inginkan~ sampai jumpa next chapter! maaf kalau ada typo juga maklum tanpa edit ini hehe