Disclaimer : I own nothing. Super Junior belong to their self, and 'Goodbye Days' belong to YUI. Hanya fanfic ini yang murni punya saya, Jung Hyun Hyo ^^ Don't copy without permission, please!

Cast : - Choi Siwon

- Kim Kibum

- Choi Hangeng (as appa Choi Siwon)

- Choi (Kim) Heechul (as umma Choi Siwon)
- Choi Kyuhyun (as Choi Siwon's younger brother)

- Choi Minho (as Choi Siwon's cousin)
Pair : SiBum ; KyuMin ; HanChul (pair lain mungkin menyusul ^^)

Warning : Genderswitch for uke, typo(s), OOC. So, don't like, don't read!
.

.

.

Chapter 1 : A Girl Under The Moon

Siwon menarik nafas sebelum melangkahkan kakinya. Oke, tenanglah. Kau tidak boleh gugup. Wanita itu makhluk yang sensitif. Mereka bisa mencium bau ketidak-tenanganmu. Hey, tegapkan badanmu! Mantapkan langkahmu! Sementara Siwon sibuk memarahi dirinya sendiri agar bersikap cool, anjing Siberian Husky tadi kembali mendekati Siwon dan menggigit-gigiti ujung celana jeans birunya.

"Aduh!" pekik Siwon ketika ternyata anjing berbulu tebal itu tidak hanya menggigit jeans-nya –namun juga sebagian kulit kakinya.

GUK!

"Ichirooo ~ " panggil yeoja itu sambil melambaikan tangannya pelan. Siwon yakin, pasti bukan dia yang dipanggil –mungkin anjing yang tadi menggigitinya ini. Tapi anehnya, jantung Siwon berpacu cepat. Siwon merasa, lambaian tangan itu ditujukan untuknya, padahal bukan namanya yang dipanggil.

Siwon tersenyum lebar. Malaikat itu sedang memanggilnya. Ah, cinta memang aneh. Lihat saja Siwon yang sudah mabuk akan pesona yang dipancarkan yeoja putih pucat itu.

Siwon melangkahkan kakinya. Dada Siwon berdentum-dentum.

Dalam lima langkah, Siwon sekarang sudah berdiri disamping yeoja –yang Siwon yakini adalah reinkarnasi salah satu penghuni langit– itu. Ia tebar senyumnya yang sering menjerat hati banyak yeoja. Anjing salju yang tadi menggigit kakinya sadis sekarang berjalan ke sisi kanan perempuan berbibir plum itu.

Yeoja itu mendongak ke arah Siwon dan tersenyum. Dibawah sinar bulan sebagai satu-satunya penerangan, Siwon semakin terpana. Wajah yeoja itu bersih dan mulus –tanpa noda. Kedua kelereng matanya jernih di balik bingkai kacamatanya–meski Siwon melihat sebuah guratan sedih yang sedikit berbayang. Alisnya bagus –sedikit tebal dan tajam. Dagunya kecil. Dan, astaga, pipi yang chubby–bulat penuh itu benar-benar menggemaskan. Pipi itu membuat wajahnya yang kecil menjadi manis. Ditambah dengan rambut hitam bergelombang yang terjuntai lemas di samping sisi wajahnya, yeoja itu benar-benar kelihatan seperti remaja polos berusia 19 tahun.

Siwon tidak sadar kalau ia menahan nafasnya –lagi–.

"I'm really sorry. Did he hurt you?" tanya yeoja itu sambil mengelus kepala anjing yang duduk disebelahnya.

Siwon menggeleng pelan. "Not really." jawab Siwon singkat. Otaknya tidak mau diajak bekerja sama. Pikirannya blank –dibius pesona anggun dari yeoja itu.

"Bad boy!" sahut yeoja itu pelan ke arah anjing yang bernama Ichiro itu. Anjing itu tertunduk sedih. Sorot matanya menatap takut yeoja bidadari di sebelahnya. "Ung ~ "

Siwon tertawa. Manis sekali. "Mind if I sit beside you?"

"Nope." Yeoja itu lalu menggeser tubuhnya –seolah-olah ia sedang duduk di sofa dan ingin berbagi tempat duduknya. Pasir kembali menempel di kaos putih –yang sedikit menampilkan tubuh berlekuknya.

Cring.

He?

Yeoja itu tersenyum minta maaf sambil memegangi pergelangan kaki kirinya. "Sorry. This is pretty noisy." Siwon melirik pergelangan kaki yeoja yang –bisa dibilang– kecil itu. Terlingkar sebuah ankle putih dengan dua bell yang saling berbenturan dan menimbulkan gemerincing yang cukup keras.

Siwon tersenyum maklum. Ia lalu mendongak –dan detik itu juga, pandangan mata Siwon menabrak pandangan mata seorang perempuan. Dunia Siwon seolah tersedot ke dalamnya. Tubuhnya lemas. Siwon berkedip. Jantungnya semakin tidak karuan. Oh, ampun. Siwon pikir jantungnya perlu dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin –siapa tahu mereka punya donor jantung yang bagus supaya jantungnya tidak sering berdebar-debar lagi. Aish. Naifnya Siwon.

Siwon berdeham. Yeoja itu tertawa kecil. Siwon tersenyum. Ditelinganya, suara tawa yeoja itu seperti suara nyanyian Siren. Manis, lembut, dan memambukkan. Mata yeoja itu menyipit ketika ia tertawa. "Nee.." sahut yeoja itu –tidak sadar.

Siwon menaikkan sebelah alisnya. Nee?

Mencoba menjahili yeoja itu, Siwon tiba-tiba bangun dan berdiri dengan tegapnya –membuat yeoja itu berkedip bingung. Siwon lalu mundur dua langkah dan membungkuk sedalam-dalamnya, seolah memberi hormat. "Annyeong haseyo! Choi Siwon imnida!" sahut Siwon.

Yeoja itu berkedip surprise. Kemudian ia tersenyum lebar –menampilkan deretan gigi putih nan rapinya. "Annyeong haseyo! Joneun Kim Kibum imnida!" sahut gadis itu senang. Siwon menyeringai. Apakah gadis itu sudah terpikat atas ketampanan dan kegagahan Siwon?

Siwon mendongak, kemudian meluncur dengan cepat di atas pasir –layaknya orang berselancar– dan kembali duduk di samping kiri yeoja yang bernama Kibum itu. Beberapa pasir berterbangan ke telapak kaki Kibum, dan Kibum tertawa geli. Siwon tertawa.

"Yah! Kau ini." Kibum memukul lengan Siwon pelan sambil tersenyum geli.

"Ngomong-ngomong, sedang apa, Nona?" tanya Siwon sambil menggeser tubuhnya. Kibum tidak sadar dengan gerakan 'berbahaya' Siwon. Siwon berteriak senang dalam hati.

"Membaca buku," jawab Kibum tenang.

Siwon menaikkan sebelah alisnya. "Tidak baik membaca malam-malam, Nona, apalagi dengan penerangan yang minim seperti ini."

Kibum mendengus sebelum tersenyum sekilas. "Aku baik-baik saja. Bulan adalah sahabat terbaikku. Dia tidak akan mungkin menyakitiku."

Kedua alis Siwon terangkat mendengar jawaban Kibum yang cukup aneh. "Maksudmu?"

Kibum tersenyum, kemudian ia melepas kacamata dan menutup bukunya. Ia kemudian mendongak ke arah benda bulat yang menguasai langit malam –bulan– membuat leher jenjangnya terekspos bebas. Siwon diam-diam mereguk ludah.

"Tidakkah kau merasa bahwa bulan itu sangat cantik? Penguasa malam yang berdiri kokoh di balik mega. Yang tidak terkalahkan sampai fajar menjelang." sahut Kibum sambil mengulurkan tangannya ke atas –seolah benar-benar ingin menggapai sang mentari malam.

Siwon mengernyit. "Bulan memang hebat, tapi ia tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau matahari mulai berdiri di singgasananya kan?"

Kibum tersentak setelah mendengar jawaban Siwon. Ia mengerjapkan matanya seperti orang shock. Lalu ia menunduk dan menurunkan tangannya. Kibum menelan ludahnya dan tertawa gugup. "Lupakan. Sepertinya aku meracau." sahut Kibum sambil kembali memakai kacamata dan membuka bukunya.

Siwon semakin heran. Ia putuskan untuk mengalihkan topik. "Kau baca buku apa sih? Tebal sekali."

Kibum menutup buku itu untuk memperlihatkan cover-nya pada Siwon.

"Beautiful boy? Buku tentang apa itu?" tanya Siwon heran.

Kibum tersenyum. "Ini buku yang menceritakan perjalanan seorang ayah untuk membebaskan anak lelakinya dari jeratan narkoba."

Siwon mengangguk. "Hidup ternyata punya banyak cerita ya.."

Tanpa Siwon sadari, Kibum meliriknya dengan tatapan sedikit kesal ketika Siwon mengucapkan itu. Ia mendengus, kemudian menutup bukunya. Kemudian ia berdeham.

"Wae, Ki –"

Ucapan Siwon terpotong ketika ia mendengar suara aneh.

Grosak.

Brak!

PRANG!

"Astaga!" Spontan, Siwon berlari panik ke arah bar. Tapak kakinya yang berat menimbulkan suara besar ketika berlari memasuki lantai kayu bar ditepi laut itu.

Dan, jauh di belakang Siwon, Kibum tersenyum aneh.

Sebotol kaca berisi jus jeruk tumpah di lantai. Jus jeruk ditambah pulp-nya tergenang di lantai dan merembes. Siwon terbelalak ketika dilihatnya Ichiro –anjing peliharaan Kibum, sepertinya–ada di atas salah satu meja. Anjing itu mengibaskan ekornya marah. Kalau tadi tatapan mata anjing itu ramah dan berbahaya, sekarang mata itu memicing dan berkilat berbahaya. Ichiro menggeram seperti serigala ketika Siwon mendekat –membuat Siwon takut dan mengurungkan niatnya.

"I-ichiro," panggil Siwon pelan sambil menjulurkan tangannya. Ia ingin mengelus anjing itu untuk menunjukkan dirinya tidak berbahaya dan tidak akan menyakitinya. Namun, anjing itu malah menggeram semakin keras, dan memamerkan giginya yang runcing dan putih –senjata yang siap menyobek kulit. Siwon ragu. Ia putuskan untuk memanggil Kibum –siapa tahu ia bisa mengendalikannya. Siwon kemudian berlari keluar –tidak peduli seandainya anjing itu mengejarnya.

"Ki –"

Tidak ada orang di pantai itu. Hanya semilir angin dingin pagi buta yang dingin dengan desis-nya yang menyambung ucapan Siwon. Ombak bergulung lembut di tepi pantai. Siwon turun dari anak tangga perlahan. Bulan masih setia menemani langit yang hitam pekat, tapi.. Sinarnya mulai redup.

Kaki Siwon mulai menjejak di pasir. "Kibum!" panggilnya. Sepi.

"Kibum!" panggilnya lagi. Masih tidak ada jawaban.

BRAK!

Siwon terkesiap. Setengah berlari, ia melesat ke dalam bar. Dan mata Siwon menyapu kegelapan. Tidak ada apapun yang ganjil di ruangan tertutup tanpa pintu itu. Tidak ada Ichiro –anjing setengah serigala yang tadi ada di atas meja. Tidak ada barang yang aneh atau tidak pada tempatnya. Tidak ada yang rusak.

Dan mendadak, Siwon merasa pusing. Sekelilingnya menjadi berwarna hitam pekat. Ia pingsan.

.

.

.

Seorang yeoja manis berambut sepanjang bahu memasuki kamar Siwon sambil membawa nampan berisi air putih. Siwon mengerjap. Kepalanya pusing.

"Sudah sadar?" tanya yeoja itu lembut sambil duduk di tepi tempat tidur.

Siwon mengernyit mendengar gadis ini bertanya dalam bahasa Korea. "Nugu?" tanya Siwon. Ugh. Tenggorokannya sakit.

"Aku Lee Sungmin, Siwon. Maaf kalau sebelumnya kita harus bertemu dalam suasana seperti ini," jawab yeoja itu sambil tersenyum manis.

"Ah, Sungmin noona. Maaf, maaf, aku benar-benar tidak sopan." sahut Siwon sambil mendudukan dirinya. Seketika ia meringis ketika sebelah kepalanya sakit.

"A-ah, tidak apa-apa. Sebaiknya kau istirahat lagi." Sungmin tergagap ketika Siwon meringis. Namja ini kelihatan sangat kesakitan. "Minum ini. Tegak sekaligus." sahut Sungmin sambil menyodorkan dua buah obat dan segelas air yang tadi dibawanya.

Siwon patuh. Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur setelah meminum obat. Perutnya bergolak.

Sungmin menghela nafas. "Kau tidur lagi saja. Kalau sudah bangun, keluar ya, kau harus makan," kata Sungmin lembut.

"Nee." jawab Siwon lemah sambil memejamkan matanya. Dan kembali ia bertemu kegelapan.

.

.

.

"HYUNG! SIWON HYUNG!" teriak Kyuhyun. Kesabarannya sudah habis tak bersisa. Sejak tadi siang, Siwon selalu melamun di balkon dan memandang ke arah laut. Sudah erkali-kali Kyuhyun memanggil Siwon, tapi hyung-nya itu tidak menjawab. Entah apa yang ada dipikiran Siwon.

Kyuhyun menggeleng pasrah ketika teriakannya juga tidak direspon oleh Siwon.

"Hyung. Ayo makan." sahut Kyuhyun sambil menarik kaos putih Siwon. Siwon tersentak kaget. "A-ada apa, Kyu?"

Kyuhyun merengut. "Hyung belum makan apapun dari kemarin malam. Sekarang hyung harus makan. Minnie sudah memasak sesuatu untuk hyung."

"Nanti saja, Kyu. Kau bukannya ada pekerjaan?"

"Hyung pikir bar ini seperti bar-bar yang ada di kota? Tidak, hyung. Hyung tidak akan menemukan pelayan-pelayan yang membawa nampan dan mengedarkan sampanye." Kyuhyun makin cemberut.

Siwon tertawa pelan. Kyuhyun tersenyum kecil. "Ayo, hyung. Hyung tidak boleh pingsan di depan bar seperti semalam." sahut Kyuhyun lagi, kali ini sambil menarik tangan Siwon.

"Oke, oke!" Siwon menurut, namun matanya melirik ke arah pantai berpasir putih itu –mencari sosok seorang. Ia mendesah kecewa ketika yang dicarinya tidak ada. Mimpi kah ia semalam?

Kyuhyun yang berada di samping Siwon juga menghela nafas. Keadaan Siwon sedikit aneh. Ketika baru saja bangun, Siwon langsung meminta satu gelas Margarita. Benar-benar sudah gila. Terang saja Kyuhyun menolak. Biasanya Siwon ngotot kalau sudah ditolak –seperti yang dibilang Minho, sepupunya–, tapi kali ini, Siwon hanya diam. Ia menunduk, bengong seharian, tidak mau makan, tidak dengar ketika dipanggil, dan hanya tersenyum pelan menanggapi ucapannya. Gejala depresi kah? Karena kecanduan alkohol? Tapi kalau memang benar-benar sudah kecanduan alkohol, pasti Siwon akan mengamuk kan, kalau permintaannya tidak dipenuhi? Kyuhyun menghela nafas.

.

.

.

"Noona." panggil Siwon.

"Eum?" jawab Sungmin cuek sambil mengelap cangkir dan gelas bir.

"Noona tahu seseorang bernama Kim Kibum disekitar sini?" tanya Siwon.

Sungmin memutar tubuhnya dan menatap Siwon yang berdiri di depan meja kasir. "Kim Kibum? Perempuan atau laki-laki?"

"Perempuan, noona."

Sungmin mengalihkan pandangannya ke langit-langit barnya –mencoba mengingat, apakah ia tahu atau mengenal perempuan bernama Kim Kibum. Bibirnya mengerucut –lucu. Namun akhirnya, Sungmin menggeleng seraya melanjutkan aktivitasnya –mengatur rapi gelas-gelas bir. "Aku tidak tahu, Siwon. Aku bahkan baru mendengar namanya." lanjut Sungmin.

Mata Siwon membulat mendengarnya. Masa sih? "Apa dia orang baru, ya?" gumam Siwon.

"Tidak mungkin. Kalau orang baru, aku pasti tahu. Begini-begini, aku cukup tahu dan kenal orang-orang di sekitar sini. Memangnya kenapa sih? Kelihatannya kau penasaran sekali dengannya, hem?" goda Sungmin sambil mengerling jahil.

Siwon tertawa –salah tingkah. "Ani. Gomawo noona."

Sungmin tertawa melihat Siwon malu. "Nee, cheonma Siwon. Oh ya, boleh aku minta tolong?" tanya Sungmin sambil mengelap meja bar.

"Mm?"

"Tolong matikan lampu di depan. Sebentar lagi kita tutup."

Siwon seperti mendapat ide. "Arra, noona, nanti aku matikan."

"Gomawo, Siwonnie." lanjut Sungmin sambil tersenyum manis.

.

.

.

Siwon termangu. Entah sudah berapa lama ia berada di posisi seperti ini. Setelah mematikan lampu seperti yang sudah disuruh Sungmin noona, Siwon berdiri di balkon dengan satu tangan yang menyangga dagunya dan menatap hamparan laut putih. Entah apa yang ia tunggu –Siwon sendiri juga tidak tahu. Seandainya ia bisa menenggak satu gelas minuman keras, mungkin ia tidak hanya diam seperti ini.

Siwon menguap. Capek. Matanya sayu. Ia keluarkan i-Phone hitam dari saku kemej lengan pendeknya. Jam 01:56.

'Masih mau menunggu, Siwon?' tanya suara kecil di hati Siwon. Siwon mengangguk, seolah menjawab pertanyaan hatinya sendiri.

Dan sebuah suara yang tidak asing membuat Siwon bersemangat– tubuhnya seolah segar lagi.

GUK! GUK!

"Ichiroo ~ "

.

.

.

TBC

Review Reply :

Choikyuhae : Hiaahahaa, gomawo, Kyuhae-ssi ^^ Mind to review again? :D

kim yoon chan : Ini udah lanjut ^^Mind to review again? :D

yolyol§ : Yap, bidadari itu Kibum ^^ Mind to review again? :D

rikha-chan : Review-mu masuk kok, Rikha-chan ^^ Ini udah lanjut ~ Mind to review again? :D

Ichigobumchan : Iya, iya, betul! *semangat* Iya dong, umma kan punya killer smile *peluk Kibum* ^^ Mind to review again? :D

winda1004 : Ini udah lanjut ~ Mind to review again? :D

Nobi Ururi : Terharu baca review chingu *lebay* Jangaaaaan, Kibum umma cuma punya Siwon appa! 3 Mind to review again? :D

Seo Shin Young : Welcome, Young-eonni! *SKSD* -3- Iyak, betul! Killer smile umma emang membawa maut! *eh?* Mind to review again? :D

Myblackfairy : Halooo, haloo ^^ Tindikan bukan berarti cewek nakal lho ~ ^^ Mind to review again? :D

Princess kyumin : Like it? Ahha, gomawo ^o^ Mind to review again? :D

Lee HyoJoon§ : Hehehe ~ ^^ Iyap, itu umma! #plak!

Mind to review again? :D

Viivii-ken§ : Annyeong Viivii-ah *bales lambai-lambai* ^^ Makasih udah mau mampir ~ Aku ngakak baca review-mu ^o^ Omo, spesialis penggambaran cewek cewek perfect? O.o Yang mana? Uri Kibum ato 'Michelle'? XD Mind to review again? :D

AngelFishy males login : Hahaha ^^ Mind to review again? :D

nanalee : Iya, dia yeoja beneran kok, hehe XD Nanti di chapter-chapter selanjutnya Hyo kasih tau ^^ Mind to review again? :D

minwoo619 : Ini udah lanjut ~ ^^ Mind to review again? :D

zakurafrezee§ : Haha, semoga chingu seneng ^^ Mind to review again? :D

wonniebummie : Iya, itu Kibum ^^ Mind to review again? :D

iruma-chan : Ini udah lanjut ya ~ ^^ Mind to review again? :D

sweet haehyuk : Hahahaha, betul! XD Ini udah update loh ~ ^^ Mind to review again? :D

stevanie7227§ : Tau tuh, dasar si appa -3- Iya, banget! Betul itu! Sama kayak author yang kalo nangis jelek *tambah jelek maksudnya #jleb! Mind to review again? :D

Kim ji yoen : Ini udah update kilat ^^ Mind to review again? :D

Snowysmiles§ : Mwo? Gomawo ~ ^^ *author malu-malu Kibum #plak! Mind to review again? :D

yuukiheaven : Nae, gwaenchana chingu ^^ Bummpa itu seorang namja yang senyumnya maut *plak! Mind to review again? :D

A/N : Annyeong readerdeul! Terima kasih sekali untuk review-reviewnya, ternyata lebih daripada yang Hyo duga, padahal sempet pesimis, hehe ^^ ~

Ini sebagai tanda terima kasih, update SUPER kilat :D

Fanfic kedua yang updatenya enggak sampe sehari, hoho ^3^

Semoga readerdeul puas ~ ^^

So, continue or discontinue?

Review please ~

*Hyo*