OwyeahEonnie first Fanfiction
.
"BETWEEN TWO HEARTS AND TWO LIPS"
.
.
Main Cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Luhan
Kris Wu
Other Cast :
Other EXO's member
SM Ent artist
.
Gender Switch for all 'uke' Character
.
WARNING!:
RATE M! NC
Maybe full of Dirty Talk and Sorry for Typo(s), OOC, abal abal story and other
.
Please Enjoy, my lovely dovey Readers~
.
.
CHAPTER 2
.
.
.
Friday 7th February / 08:00 AM / Seoul, South Korea
Setelah hari dimana ia bertemu Park Chanyeol, kakak Kyungsoo yang sangat teramat tampan itu, Baekhyun benar benar tidak keluar dari kamarnya. Dia tidak siap melihat dunia, dan membuka fakta bahwa 'dia menyerahkan ciuman pertamanya untuk orang yang baru pertama kali ia temui'. Ia merutuki dirinya sendiri, benar benar bodoh. Kini tubuhnya dipenuhi bercak kemerahan, tanda Nafsu yang diberikan oleh Chanyeol. Namun hari ini pikirannya sudah lebih jernih, ia tahu hal itu tidak perlu disesali sebenarnya. Toh sudah terjadi. Menyesalpun tak guna lagi.
Dia bangun dan memutuskan untuk Mandi. Setelah malam itu, malam dimana Baekhyun berfrench kiss ria dengan Chanyeol didalam mobil hitam mengkilapnya, selain dia tidak keluar kamar diapun tidak mandi. Bukan Baekhyun sekali.
KREEK
Dia membuka pintu, melangkah pelan menuju kamar mandi. Jam segini biasanya kakaknya masih bercumbu dengan selimut, bantal dan gulingnya. Seluruh ruangan masih terlihat gelap.
Dia bergelut cukup lama dikamar mandi, membersihkan dirinya sampai tak sedikitpun kotoran hinggap ditubuh dan rambutnya. Mengingat dia ada jadwal kuliah hari ini. Dia sudah sangat jenuh dengan perkuliahan. Dia ingin menuntaskan kuliahnya dengan cepat dan nilai yang sempurna. Dia akan melamar kerja pada perusahaan tempat kakaknya bekerja, melamar sebagai seorang Translator. Dia kuliah sastra bahasa. Jadi apakah ada pilihan lain? Terlebih dia tidak punya pilihan dan dia hanya ingin bekerja ditempat yang sama dengan kakaknya. Simple saja. Apalagi dengan kenaikan jabatan kakaknya, meski belum tahu pekerjaan kakaknya nanti apa, Baekhyun bisa memanfaatkannya. Masuk kedalam perusahaan itu atas nama baik kakaknya, mengambil keuntungan dari hal semacam itu tidak dosa bukan?
Setelah selesai menata dirinya, dia keluar dengan turtleneck bulu berwarna pink ketat dan skinny jeans. Mengendong ranselnya dan duduk dimeja makan. Dia terkejut, kakaknya sudah rapi. Dia mengenakan celemek agar pakaian kantornya tidak kotor. Selesai beradu dengan menu sarapan sehatnya, dia melepas celemek dan mengambil sebuah kotak yang terletak diujung meja makan mereka. setelah mengambil dan membuka kotak itu ia berdiri dibelakang Baekhyun.
"kau sudah mengeringkan rambutmu?" Kris menyisir rambut Baekhyun
"sudah oppa. Pakai handuk"
"tck.." Kris mengambil sebuah hairdryer dari kamar Baekhyun. Ia mengeringkan rambut adiknya. Baekhyun sampai menutup mata saking nikmatnya, seperti salon. Bahkan lebih baik dari salon. Setelah selesai Kris mencatok rambut adiknya. Hawa panas yang alat itu berikan membuat Kris sedikit berkeringat.
"nah sudah" Kris membereskan semuanya dan duduk untuk sarapan dengan adiknya.
"Gomawoyo oppa. Oppa memang stylist yang terbaik!" Baekhyun mengacungkan kedua jempolnya. Dan Kris hanya tersenyum
"Oppa~ aku mau tanya sesuatu" Baekhyun menyuap rotinya
"Apa itu?" Kris masih fokus dengan sayuran kukusnya. Kris sangat suka sayuran, terlebih jika dikukus seperti ini.
"Apa oppa punya hubungan yang buruk dengan Oh Sehun?"
Kris menghentikan aktivitasnya "Tidak juga. Dia sangat sopan padaku, padahal pekerjaannya diatas pekerjaanku. Dia seorang big boss. Dan aku? haha bukan apa apa. Hanya saja dia tidak bisa ditebak dan wajahnya jahat"
"Kurasa oppa juga berwajah jahat"
"Setidaknya aku selalu tersenyum bukan?"
"hahaha oppa benar"
"Kau tidak boleh berhubungan dengannya lebih jauh lagi"
"Kenapa?" Baekhyun bingung, Kris kelihatan sangat serius sekarang.
"Pokoknya tidak boleh" Jawaban yang sama sekali jauh dari kata memuaskan
"ayo pergi. Kuantar kau kekampus. Aku takkan lama dikantor. Jadi saat kau selesai dengan jam kuliahmu, hubungi aku. mengerti?"
"Dimengerti" Baekhyun tersenyum dan hormat pada Kris. Melihat tingkah adiknya Kris hanya tersenyum.
...
Baekhyun turun dari mobil kakaknya, dia melambai lambai pada kakaknya. Lalu setelah mobilnya pergi meninggalkan wilayah kampus ia bergegas menuju kelasnya yang cukup jauh dari gerbang kampus.
"Kemana saja kau Byunnie?" Kyungsoo panik mendapati Baekhyun datang dari pintu masuknya. Flatshoes berhiaskan pita itu melangkah mendekati Kyungsoo.
"Mianhae Kyung. Kemarin aku tidak enak badan" Baekhyun berbohong.
"ah pasti gara gara aku memaksamu rabu kemarin ya? Ah aku benar benar minta maaf padamu Byunnie" Kyung merasa bersalah sekaligus sangat khawatir
"Gwaenchanayo Cuma kedinginan"
"Apa Chanyeol oppa tidak mengantarmu sampai rumah? Ah aku tahu! Pasti AC nya menggebu gebu sampai tubuhmu menggigil? Mian Byunnie.."
"ah tidak tidak! Oppamu bahkan memberikan sweaternya untukku. Dia baik sekali" Baekhyun tidak mungkin mengatakan 'dia bahkan mencuri ciuman pertamaku dikamar mandi kemarin. Dia juga memberikan kissmark disekujur tubuhku lho~'. Sangat gila, apa yang akan dipikirkan Kyungsoo nantinya.
"hmm.. begitu. Sekarang sudah baik baik saja kan?" Kyungsoo meraba dahi Baekhyun
"um" dan dia mengangguk.
"Syukurlah. Aku sangat terkejut saat mendapati kau tak kunjung datang kemarin"
"tak perlu seterkejut itu Kyung. Aku disini sekarang~" Baekhyn tersenyum pada Kyungsoo. Kekhawatiran Kyungsoo pun hilang.
...
Setelah melewati dua mata kuliah dan di jam istirahat seseorang gadis dengan gaya kekinian yang diyakini adalah teman sekelas Baekhyun dan Kyungsoo, masuk ke kelas dan berkata bahwa dosen pada pelajaran berikutnya tidak bisa hadir. Itu berarti mereka semua dipulangkan. Masih pukul satu siang. Kyungsoo pamit duluan, dia bilang ada urusan mendadak. Apapun itu Baekhyun tidak terlalu peduli. Dia memilih keluar kelas dan menghubungi Kris, dan Kris akan menjemputnya sebentar lagi.
Baekhyun berjalan kearah gerbang sekolah. Tapi ada yang menarik perhatiannya, disebuah lorong sepi dia mendapati ada beberapa gadis yang kelihatannya lebih tua dari Baekhyun, mereka cukup ribut, tertawa dan bentak-bentak. Membuat Baekhyun menengok dan berlari menuju kerumunann itu. Dia sangat terkejut saat menemukan Luhan Eonnie kesayanganya yang sepertinya tersungkur hingga terduduk jatuh sedang ditarik rambutnya. Atau mungkin lebih tepatnya.. dijenggut?
"Ya! Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan dia" Baekhyun dengan geram berjalan sambil menghentakkan kaki pada perempuan perempuan itu.
"Bakhyunnie? A..aku tidak apa apa. Pergilah." Suaranya lirih menahan tangis
"siapa kau gadis manis? Berani sekali kasar pada kami" itu Taeyeon, perempuan berambut pendek yang sedari tadi Baekhyun lihat sedang menendang pundak Luhan yang terduduk.
"Aku adiknya.." Baekhyun menahan amarah.
"Apa salahnya sampai kalian seketerlaluan ini hah?!"
Mereka semua tertawa keras.
"salahnya? Dia selalu salah anak manis" itu Seohyun
Kerumunan gadis gadi itu tertawa dengan tingkah Baekhyun. disana ada Yoona yang masih asyik menjengguti sambil menyumpahi Luhan dengan kata kata kasar yang tidak pantas untuk seorang gadis. Ada Seohyun, Jessica dan Taeyeon yang kelihatannya hanya ikut ikutan. Ada juga Yuri yang menatap Baekhyun sambil berfikir keras.
"hei tunggu! Aku ingat anak ini!" itu suara Yuri.
"siapa dia?!" Yoona yang sedari tadi menjenggut Luhan dan kelihatannya dialah yang punya masalah dengan Luhan
"sepertinya aku juga mengenalnya" kali ini Jessica, gadis cantik bak Barbie sedang memperhatikan Baekhyun dari ujung kaki hingga ujung kepala
"Ah aku ingatt Yoona! Dia gadis yang bersama Luhan di cafe. Sebelumnya kulihat dialah yang berbicara dengan Sehun oppa" Yuri bicara lagi dan Yoona makin geram.
Tunggu apa urusannya Sehun dengan mereka semua ini? pikir Baekhyun. Yoona mendekati Baekhyun, dia masih menjenggut rambut Luhan, sengaja.
"YA! Rambut Eonni bisa rontok!" Baekhyun menarik tangan Yoona agar melepaskan jenggutannya pada rambut Luhan.
"AHAHAHAHA! Aku bawa Cutter, potong saja rambutnya!" Taeyeon mengeluarkan sebuah Cutter dari tas tangannya dan melemparkannya pada Yoona.
"a..aku mohon jangan.." Luhan memohon pada Yoona yang masih menjenggutnya.
Yoona tidak peduli, dia menjenggut rambut panjang Luhan dan mulai mendorong cutter itu hingga muncul kepermukaaan, dia siap memotong rambut Luhan kapan saja. Dan air mata mengalir dari sudut mata rusa Luhan yang cantik.
"Apa sebegitu bersalahnya Luhan Eonnie padamu eoh ?!" Baekhyun masih setia membela Luhan
"Dia merebut semua perhatian dosen dosen kami" Taeyeon angkat bicara
"dia mencuri semua perhatian para lelaki dengan tingkah manisnya yang jalang!" itu Seohyun
"jangan lupakan jika kau dan si Jalang Luhan itu telah makan siang dengan kekasih Yoona" Yuri yang sepertinya melihat kejadian di Cafe itu kini bicara lagi
"Dan tepat setelah itu Sehun memutuskan hubungannya dengan Yoona dan mengaku jatuh hati pada wanita lain" Jessica si barbie kembali bersuara
"dan kami tahu itu si jalang! Kau pikir aku tidak bisa melihat tatapan memuja Sehun pada si Jalang itu kemarin hah?!" Yuri Menatap Baekhyun dengan penuh emosi.
"Setelah merebut posisiku dengan Beasiswa sampahmu itu, sekarang kau mencuri hati kekasihku? Hah! Kau pikir kau pantas dimaafkan?!" Yoona dengan amarah yang memuncak sudah tak dapat dikontrol lagi
Yoona dengan sekali tebas memotong rambut Luhan. Untung saja dengan cepat Baekhyun menarik tangan Yoona menjauh dari Rambut Eonnienya.
"APA APAAN ANAK INI? TCH PEGANGI DIA!"
Yoona berteriak Frustasi melawan tangan Baekhyun, jangan lupakan Cutter ditangannya. Jenggutannya pada Rambut Luhan terlepas. Teman teman Yoona tertawa melihat aksi tolol Baekhyun, salah satu temannya menarik Baekhyun mundur. Yoona lebih kuat, dia berhasil terlepas dari cengkraman Baekhyun. Dengan tergesa gesa dia dan cutter tajamnya berbalik kembali pada Luhan, sebelah tangannya kembali menjenggut rambut Luhan dengan tidak manusiawi dan dengan Satu kali tebas tapi pasti...
Namun Yonna malah menjatuhkan Cutternya yang disertai tetesan darah. Yoona terlalu emosi, dia meleset dari rambut Luhan. Dan cutter kejam itu telah melukai pipi Luhan. Luhan meringis, dia menunduk dengan kedua tangan dipipinya. Masih terduduk. Dengan kejam dan memanfaatkan keadaan Luhan, Yoona menginjak Kepala Luhan satu kali hingga ia yakin kepala Luhan membentur lantai.
"BERENGSEK KAU! Kenapa tidak mati saja hah?! Kau merayu para dosen dengan wajahmu kan! Aku tahu itu! Berapa malam yang kau berikan pada mereka hah?!"
"YA!" Baekhyun hilang kendali, dia menjenggut rambut halus Yoona kemudian melepaskannya secara tiba tiba. Kini Baekhyun meraih dagu Yoona dan berkata didepan wajah marahnya. "Pantas Sehun memutuskanmu. Aku tahu dia tidak pernah bahagia dengan perjodohan itu"
"hei bagaimana kau tahu?!" Taeyeon mengerutkan kedua alisnya
"tentu. Tuan Sehun dan kakaku menjalin kerja sama. Perusahaan mereka punya ikatan kuat. Dan aku sangat mengenal Sehun. Dan kau perlu tahu, dia tak pernah menyukaimu setitikpun!" Baekhyun tidak bohong soal itu. Baekhyun mengenal Sehun cukup baik, dan empat bulan lalu saat pertemuan pertama mereka Sehun bercerita soal perjodohannya dengan Yoona. Dan itulah yang membuatnya terpuruk karena tak bisa membantah perkataan orangtuanya.
"omong kosong bocah tengik!" Yoona dengan emosi menjenggut rambut Baekhyun yang ada dihadapannya.
Kau yang tengik Bitch!" Baekhyun meloton kearah Yoona
Dan entah keberanian darimana, Baekhyun Meludahi wajah cantik Yoona. Sehingga Yoona berteriak dan berlari mencari kamar mandi, mungkin dia fikir air liur Baekhyun akan membuat wajahnya rusak.
Baekhyun beralih menatap teman teman Yoona bergantian "pergi kalian semua Bedebah! Jalang sialan! Pelacur kampus!"
Baekhyun mencopot flatshoes nya dan melemparkannya pada teman teman Yoona, tak lupa ia juga melemparkan Ranselnya yang berisi dua buah kamus supertebal, dia anak sastra bahasa. Kalian ingat? Dan sukses! Mereka semua berlari dengan umpatan dan sumpah serapah kasar pada Baekhyun. Baekhyun dengan cepat mengambil sepatu dan ranselnya kemudian menghampiri Luhan yang masih menangis dalam diam.
"Eonnie. Jangan menangis. Mereka sudah pergi" Baekhyun memegangi pundak Luhan.
Luhan mendongak dengan luka lecet didahinya, dan luka sayat dipipinya. Sweater putihnya terkena darah. Cepat cepat Baekhyun melepas turtleneck bulunya, menyisakan Kaus oblong putihnya yang agak lusuh. Dia menahan darah Luhan dengan bajunya, sampai darah itu berhenti mengalir.
"Eonnie.. kita harus kerumah sakit. Ayo berdiri" Baekhyun masih menahan tangis.
Luhan mengangguk dan berdiri, sepatunya sudah tak menempel lagi dikakinya.
Baekhyun mengahampiri sepasang sepatu Mary Jane merah jambu yang heelsnya sudah dipatahkan kedua duanya terhempas cukup jauh dari tubuh Luhan. Baekhyun tau, sepatu Mary Jane dengan heels tipis itu adalah sepatu kesayangan Luhan, dan Luhan membelinya dengan kerja sambilan dua kali lipat dari biasanya. Selama enam bulan dia baru bisa membeli sepatu itu. Baekhyun menangis juga akhirnya, bagaimana bisa gadis sebaik hati, seramah, sepenyanyang, dan selembut Luhan diperlakukan seperti ini?
Baekhyun menangis terisak dan memeluk Luhannya. "Eonnie.. kenapa tidak pernah bercerita apapun padaku? Kenapa Eonnie selalu menyimpan semua ini sendirian?"
"sudah Baekhyunie.. Eonnie sudah tidak apa apa..semua sudah berlalu.."
"Tidakkah Eonnie merasa tertekan dengan perlakuan mereka? Eonnie harusnya melawan"
Luhan hanya diam.
"setidaknya biarkan aku dan Kris oppa melindungimu Eonnie" Baekhyun menangis menjadi jadi
"aku hanya tidak ingin kau terlalu fokus dengan masalahku Baekhyunnie.." Luhan berucap lirih
"Seharusnya Eonnie bersama Kris oppa sejak dulu.. Aku tidak mau Eonnie sendirian.." Baekhyun masih menangis tersedu-sedu.
Baekhyun yang masih memeluk Eonnienya merasa bahwa Eonnienya menjatuhkan kepalnya pada pundak Baekhyun. Baekhyun menyadari kejanggalan itu, benar saja. Luhan tumbang, dia terlalu tertekan.
Baekhyun meraih ponselnya dan mendapati 7 pesan disana , dia yakin kakaknya sudah menunggu didepan sana.
Tapi bagaimana ini? Dia tidak bisa meninggalkan Luhan begitu saja. Baekhyun panik, lorong ini terlalu sepi.
"Kakakmu menunggu didepan" Suara seorang lelaki membuat Baekhyun menoleh kebelakang
"Se..Sehun oppa? Bagaimana bisa" Baekhyun nyaris terlonjak kaget
"GPSmu menyala.."
". Eonnie..." Baekhyun menangis lagi
"Biar aku yang membawanya kerumah sakit" Sehun meraih tubuh Luhan den merengkuhnya dalam gendongan bridal stylenya.
"Cepatlah Baekhyun. kakakmu menunggu untuk makan siang bukan? Makan sianglah dulu, lalu kau boleh menengok Luhan. Aku akan mengirimkan alamat Rumah Sakitnya padamu" Sehun mengatakannya dengan nada lembut dan Baekhyun menurut.
Baekhyun membawa semua barang barangnya. Dan pergi begitu saja. Masih dengan air mata. Dia sangat terharu, melihat sesosok pria yang begitu peduli dan menatap Luhan dengan penuh Cinta.
Sehun membawa Luhan beserta barang barangnya ke mobil Bugatti Veyron edisi terbaru miliknya. Dia mendudukan Luhan disebelah kursi pengemudi, dengan merendahkan jok mobilnya agarLuhan bisa terbaring nyaman. Lalu ia membelai wajah Luhan penuh sayang.
"aku melihat semuanya Sayang..aku melihat tabiat buruk mantan kekasihku. Maaf karena datang setelah Baekhyun beraksi melindungimu. Maafkan aku.. Luhanku.." Sehun mengecup dahi luhan.
Entah mengapa suara lembut dan tutur kata Luhan yang begitu halus meluluhkan Hatinya, belum lagi dengan matanya yang jujur dan penuh kebaikan membuat Sehun dengan segera mengakhiri perjodohannya dengan Yoona. Dan blak blakan mengatakan bahwa dia jatuh hati pada gadis lain, dan itu Luhan. Membawanya menuju Universitas ini, sengaja untuk menemukan Luhan. Sehun bahkan tidak bisa percaya bisa terjebak dalam sebuah frasa 'Cinta pada pandangan pertama'.
...
Baekhyun makan dengan terburu buru, dia belum mengatakan keadaan Luhan pada Kris. Sehun belum juga menghubunginya. Kris yang memang tidak peka tentu saja tidak menyadari keanehan pada adiknya.
"whoa kau hebat. Makanmu cepat sekali sayang" Kris bertepuk tangan, masih mengunyah makanannya. Dan Baekhyun hanya tersenyum kecut.
"oppa.. selanjutnya apa?"
"hmm?" Kris menyeruput supnya
"setelah ini kemana?"
"ah.. antar aku ke Butik untuk mengambil tuxedoku"
"arrasseo.." Baekhyun mengangguk
"oppa.." Baekhyun bersuara lagi
"hmm?" Kris masih sibuk dengan makanannya
"kenapa tidak menikah saja dengan Luhan Eonnie?" Baekhyun nyaris menjatuhkan air matanya
"Kenapa tiba tiba?" Kris masih dingin
"oppa sudah dua puluh tujuh tahun dan belum memiliki siapapun bukan? Oppa bisa menikah dengan Luhan Eonnie.. aku akan sangat menerimanya sebagai kaka iparku. Aku sangat menyayangi Luhan Eonni oppa.. aku tidak ingin dia hidup sendirian terus menerus.. aku tidak ingin Eonnie terluka terus menerus dalam kesendiriannya.. Eonnie terlalu lemah.. Oppa tahu kan? Semenjak sekolah menengah pertama dia sudah hidup sendirinan? Bahkan hingga saat ini. Oppa kumohon.." Baekhyun runtuh, dia menangis lagi
Kris menyelesaikan makannya dalam tempo cepat , dia berfikir sejenak. Luhan dan Kris punya hubungan yang sangat baik. Luhan adalah tetangga mereka dulu. Luhan anak tunggal dan dia harus menerima penderitaan hidup saat kedua orangtuanya meninggal dunia dalam kecelakaan. Keluarga Kris sempat mengurus Luhan, sampai akhirnya Luhan cukup dewasa. Dia menjual rumahnya dan tinggal disebuah kost kecil. Luhan menyimpan uang dari penjualan tanah rumahnya ke Bank. Luhan mulai hidup sendirian saat lulus dari sekolah menengah pertama. Dia bekerja paruh waktu untuk membiayayi sekolah menengah atasnya. Untungnya dia belajar di Universitas dengan Beasiswa atas kepintarannya. Dia benar benar gadis yang kuat. Luhan tidak pernah mengeluh dan membuat orang lain khawatir. Dan Kris menganggap Luhan seperti adiknya sendiri. Dia sangat mencintai Luhan. Sebagai keluarga tentu saja.
"dia dan kau itu sama" Kris menjawab singkat
"hah?" Baekhyun bergumam tidak mengerti
"kalian adalah adikku yang berharga. Aku bukan seorang Incest yang rela menikahi adiknya sendiri"
"tapi oppa. Apa oppa tega membiarkannya sendirian terus menerus? Dia terlalu menderita"
"itu menurutmu"
Baekhyun tercengang "Luhan Eonnie selalu menjadi korban Bullying oppa. Sampai saat ini. Pembullyannya bahkan berlebihan"
"sampai kau mengelap darahnya dengan bajumu?" Kris mulai berkaca kaca, tentu saja. Luhan itu adiknya. Siapa yang tega melihat adiknya diperlakukan kejam seperti itu?
"ya.." Baekhyun terisak
"kau tahu? Seseorang yang lembut, baik hati, ramah, penyanyang bak malaikat sepertii Luhan biasanya terlihat Lemah.."
Baekhyun terdiam
"dan akan selalu mendapat perlakuan tidak adil. Akan banyak sekali orang yang membencinya"
Baekhyun masih terdiam dengan banjir air mata dipipinya
"dan jangan lupakan ini Baekhyun.."
"apa?"
"..akan ada kebahagian tak ternilai untuknya kelak. Pembalasan atas kesabaran dan kebaikannya selama ini. Aku percaya itu.."
Baekhyun menangis lagi, Kris mengusap kepala adiknya. "ayo pergi. Dan ceritakan apa yang terjadi pada Luhan.."
Mereka bangkit dari duduknya, Kris membayar semua makan siang mereka hari itu. Dimobil Baekhyun menceritakan semua kejadian yang menimpa Luhan tadi. Plus mengurangi kedatangan Sehun. Dia menyamarkan Sehun dengan 'Kenalan Luhan Eonnie'. Tentu pasti ada alasannya. Luhan sama dengan Baekhyun, sama sama adik Kris yang berharga. Jika Kris melarang Baekhyun dekat dengan Sehun. Maka berlaku pula untuk Luhan.
Setelah Kris memarkirkan mobilnya, mereka keluar untuk mengambil Tuxedo pesanan Kris yang akan ia kenakan esok hari. Seorang gadis mengarahkan Kris dan Baekhyun menuju ruangan Khusus di Butik itu, ruangan Khusus pakaian laki laki. Mereka duduk disofa yang telah disiapkan di butik itu.
"butiknya bagus. Kenapa oppa tidak membelikanku dress dari butik ini?" Baekhyun kecewa dan mempoutkan bibirnya
"terlalu mahal untuk dress sekali pakai" Kris berkomentar dengan dingin
"oppa selalu saja pelit"
Baru saja Kris buka mulut untuk membalas seorang gadis datang membawa segantung Tuxedo hitam dan tektek bengeknya. Masih dibungkus dalam plastik bening khusus.
"ini pesanan anda Tuan Wu, silahkan tanda tangan disini" ujar gadis itu
Kris mengikuti perintah gadis itu kemudian mengambil pesanannya
"terima kasih Tuan Wu. Datanglah kembali" gadis itu penuh senyum
"apa owner Hwang sedang tidak ditoko?" Kris bertanya pada gadis bermata panda dengan segantung meteran menyangkut dilehernya.
"ah Eonnie sedang pergi hari ini"
"oh begitu. Sampaikan salamku padanya. Terima kasih Tao-ya" Kris berjalan pergi dan Baekhyun membungkuk memberi salam pada Tao si gadis dengan meteran dilehernya, dan kemudian berjalan mengikuti Kris.
Kris menggantungkan Tuxedonya di gantungan kursi belakang. Dia duduk dan kembali melajukan mobilnya saat Baekhyun sudah duduk disebelahnya.
"apa Luhan sudah bisa dihubungi?" Kris bertanya tanpa mengurangi fokusnya pada jalanan
"belum oppa"
"oh begitu. Baekhyun, ini hari apa?"
"Jumat oppa. Sebegitu bodohnya kau sampai lupa tanggal dan hari eoh?"
"aku hanya memastikan saja bodoh! Kita harus kerumah sakit. Ini jadwalnya"
Baekhyun sempat bingung dengan perkatan Kris namun tak lama ia mengingat sesuatu dan bergumam mengerti.
...
"keadaannya semakin baik. Mungkin sekitar dua atau tiga kali lagi terapi, dia bisa sembuh total" dokter dengan nametag 'Junmyeon' itu menjelaskan dengan nada lembut pada Kris.
"baik dok. Apa aku bisa melihatnya?"
"silahkan. Yixing sangat merindukanmu" Dan Junmyeonpun tersenyum
Kris tersenyum pada dokter muda tampan itu dan melangkah menuju salah satu kamar VIP di rumah sakit itu. Dia tersenyum saat mendapati Yixing sedang duduk di kasurnya, seperti biasa. Namun wajahnya sangat cerah dan ia nampak sangat sehat. Ditambah dengan senyuman dan tawa kecil saat Baekhyun menceritakan kejadian lucunya sehari hari.
"aku senang kau sudah baikan" Kris menutup pintu dan berjalan menuju Yixing
"ah Kris ge, terima kasih" Yixing tersenyum saat melihat Kris datang.
Kris melirik kearah Baekhyun, dan Baekhyun tahu. Itu isyarat untuk meninggalkan mereka berdua disini.
"Yixing jie, aku keluar dulu ya. Mencari minuman" Baekhyun melambaikan tangan pada Yixing kemudian keluar dari sana dan meninggalkan Kris, untuk berbicara dengan Yixing.
Baekhyun tidak benar benar pergi. Dia menguping. Dia memang sengaja melakukannya, memastikan apa yang dibicarakan sepasang mantan kekasih itu. Ya, Yixing adalah kekasih Kris. Itu dulu, sebelum Yixing jatuh sakit dan mengalami patah tulang. Itu semua terjadi saat hubungan Kris dan Yixing mulai melonggar. Kris terlalu gila kerja dan tidak memperdulikan Yixing, belum lagi pertengkaran yang selalu mereka lakukan. Padahal saat itu mereka sedang mempersiapkan pernikahan. Sikap Kris yang terlalu dingin dan gila kerja itu menjadi berapi api saat Yixing mengusik pekerjaannya sedikit saja. Pertengkaran dan adu fisik mewarnai hubungan mereka, dan dengan kasar Kris mengatakan bahwa ia tak siap untuk menikah. Bertolak belakang denga apa yang sedang mereka jalani. Padahal Yixing sengaja ingin mempercepat pernikahan mereka, karena Yixing sedang dilanda penyakit serius. Dia Leukimia, meskipun masih tahap awal dan jika dilakukan pengobatan secara serius mungkin saja dia akan sembuh. Tapi pertengkarannya dengan Kris saat itu membuatnya semakin tertekan, dia tidak sanggup lagi. Dia nyaris depresi saat Kris dengan santainya mengatakan bahwa pernikahan mereka akan ia batalkan dan dia menyudahi hubungan mereka begitu saja. Kandas. Dia tidak sanggup mengatakan pada Kris soal penyakitnya.
Saat itulah Yixing uring uringan dan sering mabuk mabukan, padahal Yixing punya pribadi yang baik sebelumnya. Dia stress, dia sering pergi ke Club, mabuk, berdansa gila gilaan dan tentu saja. Melakukan Sex. Dia melakukannya tiga kali dengan orang yang sama. Tanpa pengaman dan tanpa hubungan apapun, hanya untuk bersenang senang. Saat itu pula Yixing harus merelakan dirinya sudah berbadan dua. Yixing benar benar terpuruk, hidupnya sempurna sekarang. Gagal menikah, putus dengan Kris, mengidap penyakit, dan ia hamil. Dia frustasi, dia kesal dan nyaris gila. Tabrakan beruntun yang nyaris merenggut nyawanya terjadi. Tabrakan beruntun itu berhasil mengugurkan janin dalam kandungan Yixing. Menambah daftar penderitaannya. Dan sekarang disinlah ia, di rumah sakit setelah sekian bulan.
"Dokter Junmyeon bilang kau bisa berjalan lagi. Mungkin satu bulan lagi"
"aku tahu" Yixing menjawab dengan dingin
"Maafkan aku.."
"aku sudah memaafkanmu Kris.."
"Yixing.. aku ingin hubungan kita.." Kris meraih tangan Yixing, namun ia terbelalak saat mendapati sebuah benda emas melingkar di jari manisnya.
"milik siapa ini?" Kris mengusap cincin emas itu
"Dokter Junmyeon memberikannya padaku saat tahun baru. Bukan untuk pernikahan. Percayalah"
"begitu rupanya.."
"maaf Kris. Soal hubungan kita, bisakah kau memberiku waktu? Intropeksi dirimu dan saat waktunya tiba. Datanglah untuk menyatakannya kembali. Percuma hubungan kita berlanjut jika kau masih seperti dulu" Yixing mengelus tangan Kris. "kau mengerti?" sambungnya.
Dan Kris hanya mengangguk. Baekhyun yang mendengarnya merasa sedikit lega, setidaknya mereka tidak bertengkar. Kemudian Baekhyun melangkah pergi sambil menggenggam Handphonenya.
Sambil meneguk Cola ia menekan tombol telepon hijau disebelah nama kontak Sehun. Memastikan bahwa Eonninya baik baik saja. Namun nihil, Sehun tidak mengangkat lima telepon dari Baekhyun. dia mengirimkan pesan pada Sehun. Dan kurang dari dua menit sehun membalasnya.
'jangan hubungi aku dulu! Luhan baik baik saja. Dokter pribadiku sedang dalam perjalanan! Kumatikan ponselku!'
Baekhyun menggeram detik itu juga. Keparat sekali si Oh Sehun itu! Pikir Baekhyun. ia terus terfokus pada Handphonenya sampain ia menabrak seseorang dan menumpahkan Colanya
"aaa Mianhae" Baekhyun memekik saat dilihatnya ia sudah mengotori Jas Dokter Junmyeon.
"Junmyeon oppa Mianhae.."
"Gwaenchanayo Baekhyun-ah" Junmyeon tersenyum
"Rasanya sudah lama sekali. Kau sehat?" Junmyeon masih dengan senyumannya
"se..sehat" Baekhyun terbata bata
"syukurlah. Aku pamit ya, pelanggan istimewaku sudah berteriak memintaku datang untuk mengobati pasiennya. Bye Baekhyun" Junmyeon melepas Jas putihnya dan berlari pelan menuju tempat mobilnya terparkir.
...
Mereka sampai di rumah tepat pukul tujuh malam. Setelah dari rumah sakit Kris meminta Baekhyun untuk menemaninya membeli keperluan untuk acara besok. Dan sekarang Baekhyun tengah menghempaskan dirinya ke Sofa. Dia sangat lelah hari ini. Dia baru saja akan terlelap disofa, kakaknya sudah berteriak
"MANDI! DAN JANGAN BERANI KAU KOTORI SOFA ITU DENGAN KERINGATMU!"
"iyaaaa" Baekhyun dengan kesal berlari menuju kamar mandi. Dia ingin cepat cepat istirahat.
Baru sepuluh menit ia berdiam dikamarnya setelah mandi kakaknya berteriak lagi. Benar benar menganggu gendang telinga Baekhyun.
"BAEKHYUN AKU LAPAR!" dasar perut karet pikir Baekhyun.
Baekhyun dengan terpaksa bangkit dari kasurnya. Sebuah suara tanda pesan masuk berbunyi dari handphonenya, Baekhyun tidak menghiraukannya. Dia harus segera menyiapkan makan untuk kakaknya taua tidak, Tyranosaurus itu akan mengamuk dan memotong uang sakunya, hiiy. Mengerikan.
Baekhyun sampai di dapur dengan malas malasan. Dia meraih pisau dan memotong buah apel menjadi potongan potongan kecil selagi menunggu api kecil itu mendidih bersamaan dengan spaghetti instan yang ia masukan kedalam panci. Kompor sebelahnya ia gunakan untuk memanaskan saus kimchi untuk pasta kakaknya. Kris sedang mengutak ngatik ponsel canggihnya. Dan terlihat sedang mengangkat telepon sekarang. Baekhyun tidak terlalu peduli dengan gumaman kakaknya. Sampai sebuah nama membuat Baekhyun terlonjak kaget dan menjatuhkan pisau tajamnya.
"Ya! Park Chanyeol sialan! Sejak kapan kau pindah rumah eoh?! Kau membuatku menunggu setengah jam didepan apartemen lamamu!"
'apa tadi?! Kakaknya menyebut nama siapaa?!'
"kau tahu. Seharusnya ini pertemuan pertama kita setelah aku lulus dulu! Kau menghancurkan niatku untuk Quality time denganmu keparat! Hahaha"
Kris masih berbicang dengan suara keras. Baekhyun berlari pelan menuju kamarnya setelah makanan untuk kakaknya tersimpan dengan rapi diatas meja.
"pastikan kau terlihat tampan besok! Hahahaha!"
.
"baik kututp ya! Perutku butuh asupan! Sampai jumpa di pesta besok!"
.
Baekhyun menguping dari pintu kamarnya dan berafas lega saat Kris mengakhiri teleponnya. Kakaknya mengenal Chanyeol. Oh sial! Baekhyun dibuat berdebar debar dengan nama itu. Baekhyun masih mencerna perkataan kakaknya. Dia mengatakan sampai jumpa di pesta besok. Pesta? Jika memang beremu dengan Kris dipesta. Itu berarti Chanyeol akan menghadiri pesta perpisahan Bossnya Kris. Oh dia tidak siap mental melihat Chanyeol dengan pakaian formalnya. Argh! Baekhyun berlari mengotak ngatik lemarinya, menemukan dua potong gaun cantik yang dibelikan kakaknya dan dua pasang sepatu berbeda warna yang juga dibelikan kakaknya. Yang satu adalah Halter Dress pink diatas lutut lima senti. Dan satunya lagi Party Dress berwarna merah gelap dengan bagian dada yang rendah, tanpa tali, tanpa lengan. Khas party dress pada umumnya, roknya jauh lebih pendek dari Halter Dress. Sepatunya punya warna senada, Stilleto merah dan rose pink dengan heels lima belas sentimeter. Baekhyun jatuh pada pilihan Halter Dress dan Stilleto pink. Dia terlalu takut memakai pilihan satunya lagi. Setelah memastikan kedua dress itu tergantung kembali dilemarinya Baekhyun meraih handphonenya, ada tiga pesan. Satu dari Luhan yang isinya 'aku baik baik saja. Jangan khawatirkan aku ya '. Baekhyun tersenyum membacanya. Pesan kedua dari Sehun 'Luhan baik baik saja. Dia hanya terlalu tertekan dan banyak pikiran'. Baekhyun membalas pesan Sehun untuk memastikan apakah Luhan pulang kekediamannya dengan selamat atau diterkam srigala kelaparan. Dan pesan terakhir dari nomer tidak dikenal, Baekhyun menautkan alisnya saat melihat nomornya. Tetapi berubah panik saat isi pesannya 'selamat malam Bunny Baekhyunku. Kau sukses membuatku menciumi bra merahmu sepanjang hari' astaga! Bagaimana bisa laki laki ini tahu nomor ponselnya? Ya tuhan Baekhyun nyaris pingsan membaca pesannya. Dengan canggung Baekhyun hanya menjawab pesan lelaki itu dengan memastikan bahwa itu benar benar Chanyeol. Setelah pesan Baekhyun dibaca, lelaki itu malah menelefonnya. Baekhyun memekik kaget. Dia panik, harus mengangkat atau tidak. Baekhyun berdehem dan akhirnya mengangkat telepon dari lelaki yang sebenarnya sangat ia rindukan.
"yeo..yeoboseyo?" Baekhyun dengan wajah merah padam dan suara terbata bata
"ini aku. Chanyeol"
"ah .. malam Chanyeol oppa" Baekhyun Canggung
"kau masih canggung? Tak masalah"
"bagaimana..bisa oppa mendapatkan nomor telfonku?"
"aku mencurinya dari handphone Kyungsoo. Kau keberatan?"
"t..tidak. sama sekali tidak keberatan"
"syukurlah. Dirumah?"
"i..iya. Oppa?"
"aku juga. Baru sampai"
"sudah makan?"
"kau menghawatirkan kesehatanku?" Chanyeol tertawa diujung sana
"iya" Baekhyun menjawab dengan polos
Baekhyun tiba tiba ingat soal Kris tadi. Dia bingung, harus bertanya pada Chanyeol atau tidak.
"oppa.."
"ya sayang?"
Ah sial! Baekhyun merona lagi, hatinya berdegup terlalu kencang. "apa besok ada acara?"
"sialnya aku sibuk besok. Ada apa? Kau merindukan ciumanku?" jelas sekali Chanyeol menggodanya
"bu..bukan begitu. Aku hanya penasaran"
"penasaran dengan kehidupan pribadiku? Hmm.. sudah mulai tertarik pada pesonaku rupanya"
Baekhyun tidak bisa bersuara, dia terlalu malu. Toh tebakan Chanyeol memang benar.
"a..apa ada acara penting?" Baekhyun bertanya lagi
"ya. Ada pesta peringatan di malam hari. Tapi aku sangat sibuk dari pagi"
"begitu ya.. acara kantor?"
"tebakanmu benar sayang. Diballroom hotel V"
Baekhyun terbelalak, benar benar mereka akan bertemu besok. Ya jika Chanyeol menyadari keberadaannya.
"oppa boleh aku bertanya sesuatu?"
"tentu. Apa itu menyangkut dirimu?"
"Iya. Ah maksudku, tidak juga."
"apa pertanyaanmu cantik?"
"oppa lebih suka gadis dengan pakaian sopan? Atau minim?"
"hmm.. aku tidak munafik. Aku lebih suka yang minim"
Wow laki laki yang jujur. "oppa lebih suka pink atau merah"
"hahaha kau lucu sekali sayang. Tentu saja merah. tapi aku tetap suka perempuan dengan warna pink. Karena itu warna mereka? benar begitu kan?"
"ah iya. Bodoh ya.. tentu saja merah"
Baekhyun diam sebentar, lalu bersuara lagi. "Oppa lebih suka Wanita dengan Halter dress atau Party Dress?"
"aku suka keduanya. Apalagi jika minim, seksi dan berkelas. Tapi untuk wanita tidak penting aku lebih suka mereka mengenakan Halter Dress. Tapi untukmu, aku pribadi ingin melihatmu dengan Party Dress. Kau pasti sangat sexy. Ahh membayangkannya membuatku 'berdiri'."
Baekhyun merona hebat, dia membenamkan wajahnya dilutut, terlalu malu untuk bicara.
"Baekhyun.."
"y..ya?" Baekhyun mendongak kaget dengan panggilan Chanyeol yang tiba tiba
"aku merindukanmu. Bisakah kapan kapan kita luangkan waktu untuk mengobrol dan mendekatkan diri satu sama lain?"
"tentu. Kapanpun itu aku selalu ada"
"tapi tidak dirumahku lagi. Mungkin dirumahmu, dicafe, Lotte World. Atau mungkin.. Hotel?" Dan Chanyeol mendesah
"H—H—Ho-Hotel?"
"ahahaha. Aku bercanda Baekhyun"
"aku juga menginginkan itu oppa mengobrol dan menghabiskan waktu bersama tentu saja."
"mungkin kita harus pergi ketempat ramai dan menghabiskan waktu dari pagi hingga sore hari. Mengenyampingkan nafsu. Untuk cinta yang halus dan murni"
Apa ini? Chanyeol sedang mengumumkan bahwa ia serius dengan Baekhyun?! "pertemuan awal kita penuh nafsu"
"yeah. Aku tak perlu minta maaf karena kau juga menikmatinya bukan? Baekhyunku?" Chanyeol kembali dengan suara berat dan seduktifnya. Menggelitik telinga Baekhyun
"oppa membuatku malu. Berhenti berbicara soal pertemuan pertama kita, atau kututup teleponnya" Baekhyun mengancam dengan suara imutnya
"mengancamku?"
"i..iya"
Chanyeol tertawa terbahak bahak dan Baekhyun ikut tertawa mendengarnya. Mereka berbincang cukup lama. Membicarakan hal hal menyenangkan tanpa melibatkan nafsu satu sama lain. Baekhyun sekarang tahu bahwa Chanyeol adalah tiga bersaudara. Dia punya seorang Kakak bernama Park Yoora. Tanpa Chanyeol beritahu Baekhyun tau bahwa adiknya adalah Kyungsoo. Chanyeol juga hanya menceritakan kakaknya. Tidak mengungkit soal adik perempuannya sama sekali. Baekhyunpun kini tahu Chanyeol kuliah di Amerika untuk gelar sarjana dan di Inggris untuk pascasarjananya. Baekhyun juga menceritakan tentang dirinya. Entah bagaimana dia juga tidak menceritakan soal Kris, dia hanya folus pada dirinya.
"Kurasa aku mulai mengantuk.."
"kalau begitu kau boleh tidur sayang. Mimpi indah sweet heart"
"selamat tidur oppa. Mimpikanlah aku."
"kau yakin ingin hadir dimimpiku?"
"ya. Mimpikanlah aku dengan Partydress merah sedang mendesah nikmat dibawahmu."
Dan telefonpun terputus. Baekhyun sukses membuat celana Chanyeol tampak sempit di selangkangannya, gadis itu sukses membuat Chanyeol harus mengakhirinya dengan permainan solo dikamar mandi.
...
Luhan terbangun dengan kepala yang sangat berat. Dia melihat sekeliling. Dia tertidur di kasur King size dengan tirai berwarna abu abu di kamar yang terlalu luas. Ini bukan kamarnya. Dia melihat tubuhnya sendiri, mengenakan piyama kebesaran berwarna abu abu dengan bahan licin yang mengkilap. Piyama itu bahkan sampai di pahanya. Luhan melihat sekeliling dengan ketakutan, dia dimana? Dia panik dan gemetar sampai seorang maid datang padanya membawa nampan dengan seteko teh. Maid dengan kulit putih dan wajah yang jelas sekali menandakan bahwa dia bukan orang Asia. Dia mungkin blasteran? Entahlah Luhan tidak yakin.
"Syukurlah anda sudah bangun nona Luhan. Ini teh untuk anda, agar pikiran anda tetap tenang"
"siapa kau?" Luhan bertanya dengan nada ketakutan
"panggil saya Wendy nona Luhan."
Luhan sadar betul gadis ini mungkin masih dibawah umur, atau mungkin kurang dari dua puluh tahun.
"kenapa aku ada disini?"
"ah. Anda baru saja selesai diperiksa oleh dokter. Anda tidak sadarkan diri sedari tadi. Jad Tuan membawa anda kekamarnya"
"Tuan?" Luhan gemetar bukan main, dia malah berfikir Baekhyun mungkin menjualnya pada om om genit di Club.
"iya. Tuan Sehun sedang bicara dengan dokter diluar. Silahkan diminum tehnya nona" Wendy masih dengan senyuman tulusnya. Luhan lemas. Seperti ditembak bertubi tubi oleh Ramboo saat mendengar nama Sehun.
Luhan tidak pernah menolak sesuatu. Sekalipun dia curiga dia takkan penah tega menolak sesuatu selama itu baik untuk dirinya.
"minumlah teh ini bersamaku Wendy"
"eh?" Wendy terbelalak
"iya. Ayo duduk disini." Luhan memberi ruang pada gadis itu. Dan untungnya Wendy tidak menolak.
Setelah meminum segelas teh bersama Wendy, Luhan terlihat sedikit tenang.
"terima kasih teh nya Wendy. Boleh aku keluar? Aku ingin bertemu Tuanmu"
"ah baik nona" Wendy berjalan berniat membukakan pintu untuk Luhan tapi Luhan menahannya
"aku bisa membukanya sendiri Wendy." Luhan tersenyum. "terima kasih ya" Luhan tersenyum lagi. Dia membuka pintu kamar yang sekarang ia tahu bahwa kamar ini milik Sehun.
Dia keluar dan melihat Sehun sedang berbincang dengan seseorang yang ia yakini seorang Dokter yang dibicarakan Wendy sebelumnya, agak jauh dari tempatnya berdiri.
...
"Kuingatkan sekali lagi Hun-ah. Gadis itu kelelahan dan terlalu banyak pikiran. Dia harus istirahat. Resepnya kutaruh dimeja nakas kamarmu"
"Gomawo Hyung"
"siapa gadis itu Hun-ah"
"dia Luhan, kakak Baekhyun"
"mwo? Kukira Baekhyun hanya punya Kris?"
"bukan kakak sungguhan"
"hmm begitu. Kau tak pernah sekhawatir ini pada seorang wanita"
"dia malaikat Hyung"
"mph- kau berlebihan" Junmyeon menyeruput tehnya
"aku serius Hyung. Entah kenapa suara lembut, tutur katanya yang halus dan sikapnya membuat hatiku berdebar debar dan tak henti henti memikirkannya"
"kau jatuh cinta?" Junmyeon menebak asal
"entahlah aku tidak yakin. Setelah pertemuan pertama kami aku memutuskan si Yoona jalang itu dan melewatkan waktu makan siangku hanya untuk melihatnya bekerja sambilan di Cafenya Xiumin noona"
"kau gila Sehun" Junmyeon menatap Sehun jijik
"kurasa begitu. Dan sialnya si Yoona jalang itu ternyata membully Luhan habis habisan. Sepertinya salah satu temannya sudah menjadi sasaeng fans ku"
"kau bahkan bukan artis bodoh!"
"yeah" Sehun mengusap wajahnya kasar
"aku sudah menduga hubunganmu dengan Yoona tidak akan berjalan lancar. Aku tahu dia bukan gadis baik baik"
"ya. Dia sering ke Club. Mabuk mabukan dan having sex bersama Siwon Hyung. Benar bukan? Jangankan aku. Ibu dan ayahku pun mengetahuinya."
"MWO?!" Junmyeon nyaris menyemburkan tehnya
"Hyung harus memandikanku kalau teh itu benar benar kau semburkan padaku"
"Ibu dan Ayahmu tahu?!"
"yep. Ayahku melihat mereka melakukan Sex didalam mobil, ayahku menonton mereka sambil makan pop corn. Karena mereka ada di basement Apartemen saat itu. Ibuku tahu dari kenalannya si pemilik Club Hottest. Lalu selang beberapa waktu Ibuku melihat mereka bersama lebih dari tiga kali. Dan yang terakhir mereka melakukannya di teras atas rumah Siwon Hyung. Rumahnya memang sepi dan terpencil, tapi jangan lupakan bahwa disebrangnya adalah rumah nenekku. Ibuku bahkan merekamnya"
"sinting" Suho tak habis pikir bisa bisanya Sehun dijodohkan dengan Yoona. Sekaligus tak habis pikir dengan tingkah kedua orang tua Sehun.
"sekarang aku resmi lepas darinya"
"kau tak pernah melakukan apapun dengannya?"
"jangankan sex. Dia menyentuhku sekali saja. Kutampar pipinya dua kali"
"hahaha kau keren Hun-ah! Benar benar menolaknya dari awal"
"dia busuk. Pura pura manis didepan orang tuaku. Padahal mereka tahu sifat aslinya. Ibuku menginginkan gadis seperti malaikat. Pintar, Baik, Sopan, suara dan tutur katanya sehalus sutera, lemah lembut. Berambut panjang, dan cantik. Tipe perempuan dari negri dongeng."
"lalu ayahmu?" Junmyeon semakin penasaran
"Ayahku menginginkan menantu seperti apapun asal ia pilihanku dari hati yang paling dalam dan sifatnya harus jauh dari Irene Noona"
"Oh Noona mu itu ya? Dia kasar, pemarah dan banyak omong" Junmyeon Berkomentar, Irene adalah temannya di Universitas.
"dan ajaibnya semua itu ada pada Luhan" Sehun kelihatan termenung sejenak.
Junmyeon diam sejenak "Sepertinya malaikatmu sudah bangun. Aku pulang dan jaga dia baik baik" Ia menunjuk Luhan yang berdiri agak jauh dari mereka. kemudian Junmyeon melangkah dan keluar dari rumah Sehun. Sehun membalikan tubuhnya, dan tersenyum melihat Luhan. Luhan yang mendengar semua pembicaraan itu hanya diam mematung.
"sejak kapan diam disitu?" Sehun mendekati Luhan, dan Luhan spontan membalikan tubuhnya dan masuk kembali kekamar Sehun. Sehun yang melihat tingkah menggemaskan Luhan hanya tertawa.
Sehun masuk kekamarnya juga dengan langkah santai, bersamaan dengan itu Wendy keluar dan membungkuk pada Sehun. Kini hanya ia dan Luhan dikamar itu.
"Kau tidak perlu takut. Aku tidak berbahaya."
"Kenapa kau membawaku kemari Sehun-sshi?"
"Karena kau tidak sadarkan diri. Dan aku tidak tahu dimana rumahmu, aku yakin kau punya privasi jadi aku tidak membuka tasmu seinchipun" Sehun meyakinkan Luhan.
"Tapi kau membuka pakaianku.." Luhan menunduk
"Bukan aku. Itu Wendy. Kalau piyama yang kau pakai itu punyaku. Maaf, aku tidak ingin kau memakai baju kotormu sebelumnya"
Luhan terdiam, masih was was pada Sehun. "Kau bisa ceritakan tentang pembullyan mereka padaku.."
Luhan menggeleng "aku tidak perlu menceritakan apapun padamu Sehun-sshi.."
"Tak masalah. Mungkin kau butuh waktu.." Sehun mengusap rambut Luhan dengan lembut.
"Se..sehun-sshi.."
"Panggil Sehun saja.."
"Sehun? Begitu?"
Sehun tak bisa menahan senyumannya. "Ya. Seperti itu. Apa ada yang ingin kau katakan?"
"Terima kasih sudah membawaku dan mengobatiku." Luhan tersyenum canggung
"Hei.. aku tidak melakukan apapun. Hanya mengobati luka goresmu kemudian menempelkan plester" jawab Sehun apa adanya
Luhan tertawa kecil "tidak.. kau membawaku kesini, membiarkanku tidur dikasurmu, bahkan memanggil dokter"
"Ah. Itu bukan masalah. Junmyeon Hyung bilang bahwa tekanan darahmu rendah. Dan kau harus banyak istirahat. Dia juga bilang, kau tertekan dan banyak pikiran"
"Begitu ya.. tapi aku harus pulang. Dan besok aku harus bekerja.."
"Kau istirahat dulu disini. Aku tidak mau membiarkanmu lebih dari ini.." Sehun mencegah Luhan dengan wajah khawatirnya.
"Tapi Sehun.."
"Tidak ada penolakan. Kau harus istirahat barang satu atau dua hari. Biarkan aku merawatmu"
"Tapi..'"
"Tapi apa ?"
"Aku punya dua ekor Kucing dirumah. Mereka belum kuberi makan.."
"Biar kuambil mereka.."
"biarkan aku ikut.. "
"Tidak tidak.. kau tak boleh ikut. Kau harus disini"
"Aku janji akan istirahat dirumahmu, aku juga sedikit kesepian. Setidaknya disini ada Wendy bukan? Mungkin dia bisa menemaniku."
"Janji?"
"Iya. Biarkan aku ikut untuk membawa beberapa pakaian dan kedua kucingku. Apa boleh?"
Sehun luluh dengan permohonan Luhan, terlebih dengan suara lirihnya yang lembut "baik. Tapi kau harus menemaniku"
"Menemani apa?" Luhan menatap Sehun dengan takut.
"Temani aku besok. Perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaanku akan berganti direktur."
"Tidak lama. Hanya datang, berbincang dan makan malam." Tambah Sehun
"Tapi bukankah aku harus istirahat?"
"Kalau begitu kau tak boleh membawa kucingmu. Biarkan mereka mati kelaparan"
"A..andwe.. baik aku akan menemanimu.."
"Oke. kita ambil kucingmu"
Sehun memberikan sweaternya yang ada didalam lemari. Dan sebuah cardigan untuk Luhan. "Pakai itu. Akan kucarikan alas kaki untukmu." Sehun keluar dari kamarnya.
Luhan meraih pakaian yang Sehun berikan untuknya. Setelah memastikan Sehun benar benar keluar ia baru berdiri untuk mengganti pakaiannya. Segera setelah berganti pakaian Luhan menatap dirinya dicermin, rambutnya kusut dan matanya bengkak. Jangan lupakan plester dipipinya.
"Ah.. aku benar benar buruk.." Luhan merutuki dirinya sendiri.
"Nona.." Wendy mengetuk pintu
"y-ya?"
"Tuan meminta saya untuk memastikan alas kaki yang pas untuk nona. Jadi nona bisa keluar kamar dan mencobanya satu persatu" Wendy berkata dengan nada sopannya, khas Maid.
"Ah baik" Luhan keluar dan mengikuti Wendy.
Wendy mempersilahkan Luhan duduk di sofa ruang tengah. Dihadapan lima belas buah pasang sepatu yang berjajar dikakinya. Luhan mengerjapkan mata berakaali kali.
"Untuk apa semua ini? Apa ini tidak berlebihan?"
"Ini semua milik Nona Irene. Namun nona Irene tidak menginginkan ini semua. Jadi Tuan Sehun menyimpannya baik baik."
Luhan hanya bergumam tanda mengerti. Wendy membantunya. Tidak ada kata canggung lagi diantara kedua gadis itu. Wendy memberikan saran mana yang harus Luhan pilih. Terjadi candaan kecil antara keduanya. Pilihan mereka jatuh pada sebuah flatshoes berwarna putih dengan pita kecil berwarna hitam.
"Nona Luhan sangat manis dengan flatshoes itu. Tuan Sehun pasti sangat menyukainya"
Luhan tersenyum bahagia namun saat Wendy menyebut nama tuannya senyum dibibirnya hilang.
"Tuan sangat khawatir dengan keadaan nona. Saya belum pernah melihat tuan membawa seorang wanita kerumah ini. Apalagi mengkhawatirkannya sepeeti tadi. Sepertinya tuan sangat menyanyangi nona."
Luhan terpaku dengan kata kata Wendy. Wendy tersenyum seakan akan Luhan adalah orang paling berjasa dihidupnya.
"Ah biarkan saya merapikan rambut nona" Wendy bergerak kebelakang Luhan. Luhan terduduk lagi mempersilahkan Wendy menyisiri rambutnya.
Namun kali ini mereka terlalut dalam diam. Sampai Sehun datang dan menghancurkan keheningan itu.
"Sudah selesai? Ayo pergi."
Luhan berbalik kebelakang, Wendy telah selesai dengan rambutnya.
"Ah iya. Terima kasih banyak Wendy.." Luhan tersenyum dan Wendy membalasnya. Tak lupa membungkuk dan pamit menghilang dari pandangan.
"Kau kelihatan pendek Luhan. Berapa tinggimu?"
"sekitar seratus enam puluh lima sentimeter. Entahlah aku tidak yakin" Luhan menunduk
"Mungkin karena flatshoes itu. Tapi sudahlah, aku lebih suka gadis pendek. Apalagi jika itu kau.." Sehun meraih tangan Luhan dan menariknya.
Luhan hanya mengikuti Sehun. Melihat Sehun begitu tinggi didepannya. Luhan akui ia cukup tertarik pada Sehun. Melihat penampilannya dengan kaus oblong santai, celana jins dan rambut berantakan. Luhan sedikit terkekeh melihatnya.
Mereka masuk ke parkiran khusus di kediaman Sehun. Luhan mematung mendapati mobil mobil mewah berjajar disana.
"Ini semua mobilmu?" Luhan masih tidak percaya.
"Iya" Sehun menjawab singkat.
Benar benar bukan kelasnya. Luhan bahkan hanya tinggal di sebuah kost kecil. Ini bukan tandingannya.
"Kau suka putih? Atau Hitam?"
"Pu-putih" Luhan gagap
"Kalau begitu kita naik yang putih" Sehun menjawab santai.
...
Mereka berdua masuk kedalam Kost kecil Luhan. Setidaknya meskipun kecil, tempat ini layak huni.
Luhan mempersilahkan Sehun duduk di sofa kecilnya. Sementara Luhan mengambil beberapa pakaiannya. Sehun merasa miris, malaikatnya harua tinggal ditempat sekecil dan sesempit ini? Dia benar benar tidak rela. Sehun berjalan jalan mengitari tempat itu. Lihatlah, bahkan meja belajar ada diluar kamarnya. Dia mengintip kamar Luhan, sempit. Hanya ada kasur,lemari pakaian dan meja rias kecil. Lihatlah, malaikatku hidup dengan kesederhanaan. Begitu pikirnya. Sehun keembali menjelajahi tempat itu. Tidak ada sepeserpun foto atau hiasan dinding. Hanya ada satu foto dimeja belajar Luhan. Sehun mengambil foto itu, ya foto Luhan dengan Kris dan Baekhyun. Sehun tersenyum kecil. Malaikatnya ternyata begitu dekat dengan kedua kakak beradik itu. Sehun beralih pada sebuah buku tebal. Yang ia yakini sebagai buku harian Luhan. Sebenarnya sehun cukup menghargai privasi seseorang. Namun entah kenapa hati, tubuh dan otaknya mengatakan kalau ia harus membaca isi buku itu. Dengan santai Sehun membukanya, dia membacanya. Sampai ia berhenti dihalaman dimana Luhan menceritakan kehidupan peekuliahan dan aksi bully teman temannya.
20 Maret 20xx
Hari ini sekumpulan gadis gadis itu melihatku lagi. Aku takut
30 Maret 20xx
Mereka membawaku ke swbuah restoran mahal. Aku sangat senang awalnya. Tetapi setelah makan satu persatu dari mereka meninggalkanku dengan alasan yang bermacam macam. Aku tidak menyangka mereka pulang dan membuatku membayar semuanya. Padahal aku hanya pesan satu gelas bubble tea. aku membayar semuanya dengan bekerja disana selama satu minggu tanpa bayaran.
12 April 20xx
Yoona memaksaku untuk membelikan kado di ulang tahun kekasihnya tadi pagi. Dia memintaku memesankan bunga dan membuatku harus mengelilingi daerah ini untuk mencari toko bunga yang sudah buka di jam lima pagi. Pada akhirnya aku memetik bunga mawar di halaman panti asuhan tuan Kangta.
17 April 20xx
Hari ini aku menghabiskan sekotak tissue sambil menangis. Jessica menampar dan menginjak ponselku karena kekasihnya menyapaku dipagi hari. Taeyeon membakar makalahku karena aku lupa memberikan nama pada tugasnya yang kubuat. Seohyun memaksaku melepas bra.. aku takut sekali pada mereka. Dan aku harus berakhir memakai cardigan sepanjang hari diatas swaterku. Aku takut bagian tubuhku terekspos. Dan Yuri murka padaku karena Jaehyun, junior kami menyatakan perasaannya padaku. Aku tidak tahu Yuri begitu menyukai Jaehyun. Dan pukul delapan malam tadi mereka memaksaku datang ke belakang gedung C dan membullyku lagi. Aku tidak tahu kenapa mereka melakukannya.. mereka bilang aku jalang. Mereka menumpahiku dengan kata kata kasar. Dan yang paling parah mereka menarik celana dalamku dan memaksaku melepasnya. Mereka bahkan memukul kepalaku.. beruntungnya Eugene, dosenku mengantarkanku pulang. Dia melihatku digerbang kampus.. menangis. Dia tidak tahu bahwa yang kutangisi adalah selembar kain yang sudah mereka rebut paksa dari balik rok ku.
21 April 20xx
Kemarin Mereka memberikanku ucapan selamat ulang tahun dan memintaku datang ke pesta yang sudah mereka siapkan. Namun .. ternyata mereka membuatku harus berhadapan dengan lelaki dikamar hotel . Aku menangis saat tahu mereka memberiku kado dengan bermalam bersama lelaki yang tidak kukenal. Beruntungnya tuan Park Jungsu itu tidak melakukan apapun saat mendengar ceritaku. Dia mengantarku pulang. Beruntung, berkat dia keperawananku masih terjaga.
Mereka memukulku ...
Mereka menjambak rambutku...
Aku tidak tidur seharian. Aku harus mengerjakan tugas tugas mereka.
Sepertinya buku ini menjadi catatan pembullyanku..
mereka dimarahi dosen saat melirik kearahku sewaktu ujian.
mereka mengasariku lagi.. beruntung para dosen selalu mempwehatikanku.. tapi siapa sangka. Mereka kini membuliku setiap hari.
Hari ini sidangku selesai..
Aku akan wisuda..
Aku menjadi perwakilan untuk menyampaikan pidato di acara wisuda nanti..
Akhirnya aku akan lepas dari mereka semua. Setelah dua tahun mereka membullyku tanpa ampun.
Sehub menitikkan air matanya. Dia tidak menyangka malaikatnya harus menempuh hidup seberat ini.
4 Februari 20xx
Hari ini aku bertemu Baekhyun di cafe... dan aku melihat seseorang menatapku tanpa henti. Baekhyun bilang namanya Tuan Oh Sehun. Lelaki itu bilang bahwa ia akan menemaniku diacara wisuda. Bolehkah aku sedikit senang? Aku tidak percaya bisa bertemu lelaki setampan itu. ajaib memang. Dia membuatku berdebar dan bersikap manis padaku. Ah ottokae..?
Setelah Sehun membaca itu ia menghapus tetesan air mata yang menghiasi wajah tampannya. Dia kembali berjalan dan menemui Luhan yang sedang memasukkan kedua kucingnya kedalam kandang kecil. Luhan menengok sambil memeganggi kucing hitamnya yang gembul.
"Kau suka kucing?" Luhan tersenyum
"Ya. Ah tidak. Ah maksudku tidak juga.."
Luhan menggendong kucingnya dan menaruhnya dipundak Sehun.
"Lihat. Dia diam. Sepertinya dia menyukaimu Sehun"
"Dia lembut" Sehun mengelus kucung gembul itu
"Seperti pemiliknya.. cantik, lembut dan lemah" Sehun menatap Luhan lekat. Luhan menatap Sehun dengan tatapan bertanya tanya.
Tepat saat kucing Luhan yang gembul itu turun dari pangkuan Sehun. Sebuah ciuman melayang dari bibir Sehun. Luhan tidak bergeming. Sehun meraih tengkuk Luhan dan menciumnya dalam. Luhan mwmejamkan matanya dan meneteskan air mata.
"Mulai hari ini aku akan belajar apa itu cinta. Untukmu" Sehun kembali mencium Luhan.
"Mulai hari ini jangan lagi sendirian. Biarkan aku masuk kedalam hidupmu. Jangan ada lagi air mata menghiasi malammu. Jangan ada lagi tulisan yang bertambah di buku harianmu itu. Mulai hari ini tak akan ada lagi yang berani membullymu.."
Dan mereka kembali berciuman, Luhan luluh masih dengan air mata yang mengalir. Dia mencengkram pundak Sehun erat. Membiarkan tangan kekar Sehun memeluknya.
"Karena kau malaikat yang selama ini ku cari.."
Satu ciuman menempel di dahi Luhan. Menjadi awal dari kisah cintanya dengan Sehun.
...
Saturday 8th February / 05:00 PM / Seoul, South Korea
Sudah dua jam lamanya Baekhyun memanjakan dirinya. Dia akan berangkat bersama dengan kakaknya. Kakaknya masih asyik mencukuri bulu bulu halus disekitar dagunya.
"Oppaa! Cepatlah! Aku belum dirias sama sekaliii!" Baekhyun berteriak dari kamarnya.
"Tidak bisakah kau merias dirimu sendiri?!" Kris membanting alat cukurnya setelah selesai dengan bulu bulu sinting didagunya. Dan sesegera mungkin datang kekamar adiknya.
Kris merias adiknya dengan make up tipis tapi menawan. Eyeshadow abu dipadukan dengan sedikit warna merah dipinggirnya. Jangan lupa maskara dan sedikir eyeliner. Pipinya dibubuhi blushon berwarna peach. Dan bibirnya dipoles dengan lipstick merah menggoda. Kris tahu jika pilihan adiknya jatuh pada Party Dress merah yang senada dengan kemeja Kris yang berwarna sama. Sepertinya dress codenya memang hitam merah. Entahlah..
"Biar kutata rambutmu. Setelah itu ganti pakaianmu dan kita berangkat. Menegerti?" Kris menyisir rambut Baekhyun
"Arrasseo oppa~"
Tepat pukul enam sore mereka berangkat menuju gedung tempat acara itu. Kris merutuki dirinya sendiri karena menyepelekan adiknya. Dia pikir bisa mengatasi adiknya dalam waktu kurang dari setengah jam. Namun hasilnya? Lebih dari setengah jam.
"sepertinya aku akan jadi sorotan hari ini" Kris tersenyum bangga
"kenapa bisa?" Baekhyun bertanya polos
"Karena kau sangat luarbiasa Byun Baekhyun. Kau sangat sangat menggiurkan haha."
Baekhyun tersenyum malu malu pada kakaknya. "Dan oppa sangaat menawan." Keduanya tenggelam dalam gelak tawa.
...
Meski terlambat Kris tidak membuat semua orang kecewa. Terlebih saat seluruh penghuni gedung itu melihat sosok gadis disamping Kris. Dia tampak cantik sekali. Menawan dan berkelas. Meski beberapa orang melihatnya dengan tatapan nafsu dan berlomba lomba untuk one night stand bersama Baekhyun. Kebanyakan para pak tua yang memandangnya seperti itu.
Kris masuk kedalam salah satu ruangan diballroom itu dengan penjagaan cukup ketat. Kris mengatakan kepada Baekhyun bahwa yang boleh masuk kedalam ruangan itu hanya para karyawan , staff serta tamu undangan khusus, satu orang reporter dari stasiun TV dan tiga fotografer dan pencatat artikel di surat kabar. Baekhyun merasa istimewa bisa datang kesana. Meskipun disini hanya akan mendengar cuap cuap pak tua lanjuy t usia yang turun jabatan. Lalu mendengar pak tua lainnya bercuap cuap atas pangkat yang diberikan oleh pak tua yang sebelumnya. Membosankan.
"Duduk disini" Kris menggeser posisis duduknya dan Baekhyun duduk disebelahnya.
Pak tua itu masih membicarakan kesannya selama menjadi pendiri dari perusahaan itu. rambutnya sudah memutih semuanya. Bicaranya agak terbata bata dan membingungkan. Baekhyun nyaris tertidur mendengarnya.
"Dengan ini aku menyatakan mundur dari peeusahaan karena masalah kesehatan dan waktu pensiun. Maka dari itu.. kuucapkan terima kasih kepada kalian semua atas kerja kerasnya.." semua orang bertepuk tangan.
Baekhyun mengerjap saat mendengar tepukan tangan yang menggelegar. Dia ikut bertepuk tangan kemudian.
".. dengan hormat dan segala wibawaku. Aku akan menyerahkan perusahaaanku sepenuhnya pada cucu laki lakiku satu satunya.."
Orang tolol pikir Baekhyun. "Bagaimana bisa dia menyerahkan sepenuhnya? Bagaimana jika disalah gunakan? Tch. Kakek bodoh" terlontar juga komentar sinis itu. Meski dengan nada yang sangaat pelan.
"..Park Chanyeol. Sebagai kepala direktur perusahaan. Menggantikanku.." Si Kakek tua itu tersenyum, sontak semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Baekhyun benar benar terkejut mendengarnya. Saat Chanyeol naik ke podium semua orang kembali terduduk dengan manis dikursinya masing masing
"oppa.. dia.." Baekhyun terbata bata
"dia yang kubicarakan. Adik kelasku di SMA. Namanya Park Chanyeol. Tampan bukan? Kau pasti terkejut melihatnya" Kris tersenyum bermaksud menggoda adiknya
Melihat Chanyeol diatas sana membuatnya semakin tidak Karuan. Chanyeol kelihatan begitu tampan dengan setelan Hitamnya. Baekhyun tidak kuat lagi.
"ah.. aku pusing. Aku boleh keluar sebentar kan Oppa?"
"boleh. Membungkuklah saat berjalan. Jika kau sudah keluar jangan masuk lagi ya! Kau bisa mengganggu! Menunggulah diluar. Atau mungkin kau bisa menunggu diruangan sebelah. Disana tempat untuk makan malam nanti" Kris menasehati dan memberi arahan pada adiknya sedikit.
Baekhyun mengangguk dan membungkuk saat berjalan menuju pintu keluar. Diluar dia bergegas mencari ruang sepi untuk menenangkan hatinya. Baekhyun benar benar gelisah. dia berjalan dengan tempo cepat. Dia memutuskan untuk menengok ruangan sebelah yang dimaksud oleh kakaknya. Disana sepi sekali. Tentu saja, semua orang kan sedang ada didalam ruang rapat itu(?). Namun ia bisa melihat seorang wanita sepertinya sedang mengecek menu makanan di ruangan besar itu. Baekhyun masuk kedalam dan melihat wanita itu, menyadari ada orang lain wanita itupun menengok kearah Baekhyun.
"ah. Mianhae.." Baekhyun membungkuk
Wanita itu spontan membulatkan matanya saat melihat sososk Baekhyun "Omo!" Wanita itu setengah berlari menghampiri wanita itu. Baekhyun kebingungan. Wanita itu tampak takjub dengan sosok Baekhyun.
"Cantik? Check! Rambut panjang? Check! Kulit putih? Check! Mata sipit dan indah? Check!" Wanita itu mengeluarkan sesuatu dari Baguette Bag nya. Sebuah meteran jahit. Wanita itu mengukur lingkar payudara Baekhyun, dan lingkar dibawah payudaranya kemudian dia terlihat berfikir.
"Omo~ cupmu besar sekali cantik. Ukuran yang menakjubkan! Berapa usiamu?" Wanita aneh itu bertanya dengan antusias.
"Mei tahun ini dua puluh dua tahun."
"MWO?! DUA PULUH DUA TETAPI SUDAH SEBESAR INI? ASTAGA DUNIA TIDAK ADIL!" Wanita itu sepertinya merutuki dirinya sendiri. Membuat Baekhyun semakin bingung.
"ah maaf membuatmu bingung. Aku punya sebuah Catering besar dan semua makanan ditempat ini adalah resepku. Kau harus mencobanya" Wanita itu malah memilih promosi usahanya ketimbang memperkenalkan dirinya.
"ah boleh kutahu namamu Eonnie ?" Baekhyun bertanya dengan sopan
"ah aku Oh Joo Hyeon" Wanita aneh itu tersenyum
"Ah. Byun Baekhyun imnida" Baekhyun membungkuk
"kau sengaja membungkuk untuk memperlihatkan belahan dadamu yang montok itu?" Wanta itu bertanya sinis
"ti..tidak begitu"
"aku hanya bertanya. Ayo masuk, temani aku disini. Adikku ada didalam rapat itu dan kedua orang tuaku akan datang saat acara makan malam, dasar orang tua keparat. Hanya mau makan saja" Wanita itu berkomentar kasar. Bagaimana bisa dia mengembel embeli orangtuanya dengan sebutan Keparat?
"ah begitu" Baekhyun tersenyum lagi.
"ah Baekhyun-sshi..."
"ya?"
"kau mau jadi adik iparku?"
...
Semua orang dari rapat itu keluar dan beralih pada ruangan sebelahnya, itu tandanya waktu makan malam dan pesta nonformal sudah datang. Setelah kerumunan orang hampir memenuhi ruang makan malam, Baekhyun berpamitan pada Wanita kasar itu dan berjalan mencari Kris. Dia sempat mencicipi beberapa makanan yang ditawarkan oleh Waiter yang masih setia berlalu lalang. Dia menjelajahi ruangan dengan matanya yang kesana kemari. Dia terhenti saat menemukan sosok gadis paling cantik yang pernah ia temui selama hidupnya, gadis dengan rambut panjang sepinggang bergelombang berwarna sweet orange, cokelat bersemu oranye. Gadis itu mengenakan sepotong Babydoll Dress berwarna putih dengan tali tipis yang cantik. Ada selendang bulu bulu yang menggantung diantara sikutnya, dan dia menggenggam sebuah Clutch bag berwarna putih senada dengan dress dan sepatunya. Bibirnya yang selalu berwarna merah jambu tersenyum pada orang orang dengan gugup. Baekhyun tanpa ragu menghampiri gadis itu.
"Eonnie!" Baekhyun nyaris melompat memeluk Luhan.
"ah.. Baekhyunnie" Luhan tersenyum
"ponimu.." Baekhyun memandang poni Luhan yang biasanya selalu menutup sebagian wajahnya karena panjangnya sama dengan rambut bagian belakangnya, sepinggang.
"ah. Ini untuk menutupi dahiku yang lecet kemarin. Sehun yang memotongnya"
"Sehun?" Baekhyun memekik
"iya. Akan kuceritakan nanti ya."
"ah sepertinya yang dibicarakan datang" Baekhyun menunjuk sespspk lelaki yang datang dan dengan segera merangkul Luhan dengan intim.
"Kalau kau mencari kakakmu dia ada disana. Didekat pintu. Pergilah kelinci bodoh" Sehun sambil menunjuk kearah pintu.
"ah baiklah. Eonnie aku kesana.. Pai pai~"
Luhan hanya menjawab dengan senyum dan melambaikan tangannya.
"sudah kuduga Dress ini memang paling cocok untukmu. Ayo, orangtuaku ada disana"
"orangtuamu?" Luhan terkejut bukan main "Aku.. aku bahkan bukan siapa siapa. Aku tidak seharusnya menemui mereka. aku akan menunggu disini"
"bukankah kubilang aku sedang belajar mencintaimu My deer?"
"kau bilang untuk belajar mencintaiku. Bukan belajar mencintaku sebagai calon suamiku. Jadi kurasa itu terlalu awal. Aku takut" Luhan mundur beberapa langkah. "aku akan ketoilet" Luhan dengan degupan kencang didadanya membalikan badan dan nyaris menubruk seorang wanita didepannya.
"ah. Mianhe. Nona tidak apa apa?"
"YAK! KAU MEMBUATKU KAGET!" Wanita itu berteriak sambil melotot kearah Luhan
"ah mi..mianhe" Luhan membungkuk dan menatap wanita itu lagi. Dia sedikit takut, semenjak menjadi korban Bullying Luhan menjadi takut saat orang lain membentak padanya.
"omo.. Sehunnie?"
"Irene Noona?"
..
"aku senang bisa bekerjasama dengan Hyung"
"ah. Seharusnya aku yang berterimakashi Chanyeollie. Kau sudah mempercaakanku sebagai sekertaris pribadimu"
"ah.. kurasa itu bukan apa apa"
"Kau sendiri?" Kris mengalihkan pembicaraan
"Ah ada Yoora Noona. Ada ibuku, dan adikku" Chanyeol melirik kesekitar
"Hyung sendiri? Bagaimana dengan kedua orangtuamu?"
"ah mereka di Bucheon. Betah disana. Dan aku bersamaa adikku"
"Hyung punya adik? Kenapa aku tidak pernah mengenalnya?"
"apa ada alasan tertentu agar kau harus mengenalnya. Dia Cuma seonggok jagung busuk. Hahaha" Kris tertawa
"oppa!" seseorang memanggil Kris dari kejauhan
"nah itu dia" Kris menunjuk Baekhyun, adik satu satunya.
Chanyeol menyipitkan matanya ia tidak bisa melihat dengan jelas karena kerumunan orang disini, namun ia benar benar terkejut saat Baekhyun muncu disebelah Kris dengan wajah sama kagetnya.
"Ah Chanyeollie. Ini Byun Baekhyun adikku"
"Chanyeol. Park Chanyeol. Senang bertemu denganmu Lady" Chanyeol tersenyum menggoda Baekhyun dan mengecup punggung tangan kanan Baekhyun.
"ah Byun Baekhyun imnida. Salam kenal Chanyeol oppa" Baekhyun mengigit bibir bawahnya sambil menatap Chanyeol dalam
Chanyeol membalas pandangan Baekhyun dengan mata sayunya. Dia menjilat bibir bawahnya kemudian izin pergi meninggalkan mereka berdua. "Hyung, aku izin kesana sebentar. Nikmatilah makananmu" Dan Chanyeolpun pergi
Baekhyun tahu itu isyarat dari Chanyeol. Baekhyun dengan segera membuka ponselnya dan benar saja, ada pesan dari Chanyeol.
'Kau membuatku Horny. Temui aku dikamar mandi pria. Kita bisa bermain dengan penis tegangku. Aku menunggumu my Bunny'
Ow terlalu intim sampai saat itu Baekhyun nyaris terjatuh lemas. "oppa. Aku boleh ketoilet lagi? Aku minum terlalu banyak hari ini"
"mwo?! Baiklah. Aku akan menemui rekan rekan kerjaku disebelah sana. Bye B"
Baekhyun melambai pada Kris dan berjalan menuju toilet pria. Setelah yakin tidak ada siapa siapa disekitarnya. Dia masuk dengan hati berdebar tidak karuan.
Saat Baekhyun masuk dia tidak melihat ada Chanyeol dimanapun, dia memutuskan untuk melihat bilik toilet duduk. Dan benar saja Chanyeol sedang berdiri didalam sana dengan wajah angkuhnya. Satu kakinya menginjak Toilet duduk yang sudah terutup sehingga mempu membuat kakinya dapat menginjak itu kapan saja.
"kenapa harus ditoilet?" Baekhyun bertanya polos
"masuk!" Chanyeol menarik Baekhyun kedalam dan mengunci pintu. Dia menyandarkan Baekhyun pada pintu tertutup itu.
"aku tidak menyangka kau akan ada disini"
"apa mimpimu menjadi nyata sekarang?" Baekhyun mengelus dada Chanyeol dengan seduktif
"apakah kau memimpikaku?" Baekhyun menatap Chanyeol intim.
"Chanyeol oppa.." Baekhyun menggigit lagi bibir bawahnya.
"mph-" Chanyeol mencium Baekhyun dalam dan tiba tiba.
Chanyeol melepas pagutan mereka, benang saliva menjadi saksi diam atas ciuman penuh nafsu itu.
"Ya sayang, aku memimpikanmu" Chanyeol kembali mencium Baekhyun, mereka saling meneguk saliva satu sama lain, saling beradu lidah, sailng mengabsen rongga mulut masing masing.
Chanyeol beralih pada leher Baekhyun, tempatnya untuk memberi tanda cinta yang intim. Baekhyun meremas surai Chanyeol yang tertata rapi menjadi agak berantakan.
"Tandaku yang kemarin sudah hilang rupanya." Chanyeol menyadari tak ada lagi bercak kemerahan di leher dan dada atas Baekhyun.
"Sepertinya aku terlalu lembut kemarin." Chanyeol menyeringai dan menjilat leher Baekhyun. dia menggigit Leher Baekhyun seolah olah dirinya adalah seorang Vampir. Dia menghisap Leher Baekhyun lebih kuat dari saat pertama kali bertemu. Bermaksud meninggalkan tanda kemerahan yang bertahan lama.
"aaah.." Satu desahan sexy keluar dari bibir merahnya.
"sengaja menggodaku hmm?" Chanyeol berbisik dengan penuh desahan ditelinga Baekhyun
Chanyeol mengigit telinga Baekhyun dan menjilatinya, seolah itu adalah permen loli kesukaannya. Dia kembali pada Leher Baekhyun, menghisap dan meciuminya tanpa ampun. Baekhyun yang tidak mau kalah dengan sengaja menggesekan lututnya ke selangkangan Chanyeol yang sudah membengkak.
"Ah!" Chanyeol mendesah dengan suara beratnya
Chanyeol menatap Baekhyun dengan mata sayunya yang ditutupi kabut nafsu. Baekhyun menarik dasi Chanyeol hingga terlepas dari tempatnya, dan dengan perlahan merubah posisi. Chanyeol bersandar para pintu, tempat Baekhyun sebelumnya.
"aku selalu ingin melihat tubuhmu" Baekhyun berjingkit untuk berbisik ditelinga Chanyeol. Chanyeol hanya tersenyum.
Baekhyun membuka kancing Jas hitam Chanyeol kemudian melepas tiga kancing teratas kemejanya. Jari lentik Baekhyun mengelus leher Chanyeol, mengelus elus nya hingga kebagian dadanya yang terekspos. Baekhyun menciumi Leher Chanyeol, menghisapnya dengan penuh gairah bermaksud meninggalkan bekas yang sama seperti yang Chanyeol ciptakan ditubuhnya. Baekhyun berjingkit untuk mencium bibir Chanyeol. Payudaranya yang sintal menyentuh dada bidang Chanyeol. Dan..
"aah-!" Baekhyun didorong hingga terduduk di toilet yang tertutup itu, Chanyeol kini menguasai ciuman mereka.
Tangan besarnya dengan perlahan menurunkan bagian atas dari Dress Baekhyun, dan menangkup kedua payudara milik Baekhyun yang sangat pas ditangan Chanyeol, seakan akan Payudara itu memang diciptakan untuk diremas oleh Chanyeol seorang.
"aah..C-Chanyeol oppa.." Baekhyun meremas lagi surai hitam Chanyeol.
Chanyeol tak henti hentinya meremas dan menciumi payudara Baekhyun, dia mengulumnya dan menjilatnya, dengan gemas menggigitnya perlahan. "Bagaimana bisa payudaramu sebesar ini hmm?" Chanyeol memilin puting Baekhyun yang sudah mengeras sedari tadi.
"aku tidak tahu.." Baekhyun terengah, dengan saliva mengalir disudut bibirnya. Sangat memancing hasrat Chanyeol.
"oppa.." Baekhyun menatap Chanyeol lekat. Chanyeol membuka sabuk yang bergelantung melingkari pinggangnya.
"manjakan aku dengan mulut sexymu itu Baekhyunku sayang"
Baekhyun mencondongkan wajahnya pada Selangkangan Chanyeol, kemudian berhenti dan ia memikirkan sebuah ide. Baekhyun tersenyum miring dan lagi lagi berhasil membalikan posisi. Kini Chanyeol yang terduduk diatas toilet yang tertutup itu. Baekhyun berlutut dilantai masih dengan payudaranya yang terekspos. Baekhyun membuka kancing celana Chanyeol, menjilati penis Chanyeol yang masih terkubur dalam celana panjangnya kemudian ia menurunkan resleting celana Chanyeol dengan giginya, sangat sexy. Baekhyun berhasil melepaskan Penis Chanyeol yang sempat tercetak jelas dari celana panjangnya.
"ah.. kurasa ini terlalu besar" sepadan dengan tubuh Chanyeol yang tinggi besar bukan?
Baekhyun mulai menyentuh kepala penis Chanyeol yang sialnya sudah tegak sempurna. Dia mengelus penis itu perlahan, sehingga menimbulkan efek geli yang sangat kentara. Chanyeol menggeram dan cairan precum keluar dari penisnya, Baekhyun dengan salivanya menyapu bersih cairan itu. Dia dengan lihai meremas dan memijat Penis Chanyeol sambil sesekali melihat si lelaki yang mendongak memejamkan mata. Dia menikmatinya. Baekhyun mengocok penis besar itu dalam tempo perlahan-sedang-dan cepat. Tak sampai disitu, Baekhyun mulai menjilatinya, dan akhirnya terjadi juga. Dia mengulum penis besar itu dengan mulutnya. Ia tidak menyangka penis Chanyeol begitu nikmat. Baekhyun mengulumnya dengan tempo perlahan, dengan tangan yang memainkan twinballs milik Chanyeol.
"selesaikan ini Baekhyun.." Chanyeol mengusap surai Baekhyun dan menekan kepala Baekhyun agar penisnya masuk lebih dalam ke rongga mulut Baekhyun. Baekhyun menurut dan mengulum penis pitu dengan tempo cepat, tangan nye membantu mengocok penis milik Chanyeol. Dan tidak sampai setengah menit. Boom! Sperma keluar dan memenuhi mulut Baekhyun. menetes dan mengalir sampai ke payudaranya. Baekhyun menjilati sperma yang mengalir di jari jarinya dengan jilatan perlahan yang sexy, Chanyeol terengah.
"oppa.." Baekhyun menatap Chanyeol
"hmm?" Chanyeol bergumam lemas
Baekhyun bangkit dan menempelkan bibirnya ketelinga Chanyeol. "ada apa sayang?" Chanyeol masih agak lemas.
"fuck me oppa... Fuck me harder..."
Chanyeol tersenyum penuh kemenangan "As your wish.. My Bunny Baekhyun"
.
.
.
Chanyeol kembali menyapa tamu seolah olah tidak terjadi apa apa. dia terlihat sedang berpamitan pada mereka semua. Waktu yang Chanyeol habiskan bersama Baekhyun memang cukup lama, sukses membuat tamu tamu lainnya pergi. Dan ia bersyukur kepada Jongdae yang tengah merayakan kenaikan pangkat Kris, mereka mabuk gila gilaan. Chanyeol dapat melihat sepuluh botol Soju diatas meja Kris dan Jongdae yang juga diramaikan oleh staff staff kantor lainnya. Chanyeol berpamitan pada mereka. ia melihat Kris sudah terkulai lemas.
Disisi lain Baekhyun yang selesai merapikan dirinyapun berpamitan pada orang orang yang dikenalinya. Dia pamit pada Sehun dan Luhan yang tengah asyik berduaan. Sehun berbisik pada Baekhyun.
"Kau bau sperma" ucap Sehun dengan nada seduktif. Baekhyun memukul lengan Sehun.
Baekhyun berpamitan pada Luhan dan mengatakan bahwa ia akan pulang kerumah temannya, mengingat Kris yang mabuk berat diujung sana.
...
Dan disinilah Baekhyun sekarang, disebuah Hotel bintang Lima dikawasan Gangnam. Ia baru saja selesai mandi dan belum mengenakan apa apa selain celana dalam hitamnya. Chanyeol sedang mandi didalam sana, seingatnya saat masuk kedalam hotel Chanyeol membawa pakaian dari mobilnya. Mungkin pakaian yang biasa ia simpan dimobilnya kalau kalau ia merasa gerah atau terpaksa lembur. Sebuah kaus, kemeja, dan sweater v neck. Baekhyun memakai kemeja hitam Chanyeol, tanpa bra didadanya. Ia membuka tiga kancing kemeja itu dan memoles lipstik merah yang ia bawa didalam tasnya pada bibir tipisnya. Sempurna, ia terlihat menggoda.
Baekhyun duduk dikasur sambil memainkan Handphonenya, memberi pesan pada kakak tyranosaurusnya itu bahwa ia menginap dirumah temannya. Klise memang tapi Baekhyun yakin kakaknya akan percaya. Ia menaruh handphonenya dimeja nakas. Perutnya sudah terisi dipesta tadi. Ia berbaring dengan kemeja kebesaran milik Chanyeol. Wangi maskulin pria itu membuat Baekhyun mendesah lagi.
Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan celana training hitam panjang yang ia ambil dari mobilnya, kepalanya tertutup oleh handuk. Chanyeol melihat gadisnya terduduk dengan kemeja hitam miliknya, kemeja itu melorot. Mempertontonkan pundak, leher dan dada gadisnya yang dipenuhi bercak kemerahan ciptaannya. Bibir merahnya terus mendesah dan digigit sensual oleh sang gadis. Chanyeol menarik Handuk dikepalanya yang menutup sebagian badannya itu. Membuat handuknya mencium lantai dan Gadisnya terkejut.
"bukankah kau sendiri yang ingin melihat tubuhku?" Chanyeol bermonolog
Baekhyun tidak bisa berkata kata. Tubuh Chanyeol terekspos begitu saja. Memperlihatkan otot lengannya yang seksi. Dada bidang dan perut berototnya. Tidak berlebihan, pas dan terlihat sangat maskulin. Baekhyu spontan membuka satu kancing kemeja Chanyeol dan merangkak pelan dikasur, mendekat kearah lelakinya yang masih setia berdiri.
Kau tahu?
Kini aku melihat lelaki itu..
didepanku..
Melihatnya sambil menggigit bibir bawahku..
Melihatnya bertelanjang dada
Dan menyisir rambutnya kebelakang dengan tangan besarnya
Lalu..
Kakinya yang jenjang Berjalan kearahku
Bibir apelnya Tersenyum padaku
Tangan kekar itu Menyentuh wajahku
Bibir seksinya menyatu dengan bibirku
Dia Menciumku dalam
Dia Melumat bibirku penuh nafsu
Kemudian aku akan mendesah dibawahnya.. mendesahkan namanya seorang..
.
Ahh
.
Park Chanyeolku..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be Continue
.
.
Now Playing : Ariana Grande - 'Dangerous Woman'
EXO - 'PLAYBOY'
.
.
.
.
.
And from Author
.
.
.
JANGAN BUNUH GUEEE! GUE SENGAJA BIKIN NCNYA DIAKHIR. BIAR BERSAMBUNG DI EPS SELANJUTNYA GITUU. Tenang.. Chapter depan kan sambungan Chapter ini. Berarti jangan kaget kalo Chapter depan diawali dengan NC NC-an.
Lo harus tau kalau ini lebih dari target awal. Harusnya FF ini aku bikin 7000+ kata setiap Chapternya. Tapi Chapter ini malah tembus 10000+ kata wkwkwk. Sudahlah wkwkwk. Miaan Kyungsoo ngga banyak dimunculin disini. Sengaja. Hahahaha.
.
.
Oke gue mau ngebacot dulu bentar.
Gue nyelesaiin Chap 2 ini di Laptop kemudian pindah ke Hp dan Laptop lagi dan Hp lagi.
Gue ngetik di AW sambil makan dan minum Rootbeer. Dan gue makan soup AW, gapake sendok :') #SKIP
.
.
.
Makasih banyaaaaak banyak banyaaak buat yang udah ngerview. Dan izinkan aku membalasnya hiji hiji.
Blacknancho : ini gabakal hunbaek kok. Mungkin. Hahahaha
Selenia Oh : Makasih selenia kuu yang selalu ngereview :* . iya gue juga gereget pengen banyakin hunhannya. Tapi gue tau diri, ini kan ff Chanbaek . Ntar gue bikin ff hunhan dehh wkwkw
Rly. : wkwkwk pantengin terus biar tau yg sebenernya soal Kyungsoo.
devrina : Ayo tebak apa hubungan Chansoo? Wkwkw kalo bener lu gue kasih pulsa serebu! Wkwkwk :'(
Yosivalencia : Kagaak kok kagaak . ini bakal jadi Chanbaek, Chansoo, Chanhun dan Chanlu. :'( . ngga deng boong. Si Sehun di summary itu emang bikin ngecoh banget ya.
.
.
Oke sekian dan pastikan anda ngereview setelah membaca. Semakin tidak ada review semakin tidak ada pula Chapter selanjutnya
.
Dan gue sekarang jadi makhluk nokturnal. Updatenya bisa tengah malem ampe subuh
.
.
Salam bulu jagung!
