Title: Why?
Author: LoveHyunFamily / OvieKim_
Pair: TaoRis and other
Genre: Drama/Romance, Family, Sad(mungkin)
Warning! Yaoi, Bahasa Kekanakan, Alur Kecepatan, Yang enggak suka silakan out.
If You Don't Like. Don't Read!
Happy Reading
"Tao!" teriak Yifan dan segera menghampiri nya.
.
.
.
.
.
"Eungh" lenguh Tao saat merasa kepala yang yang berdenyut. Yifan terbangun dari tidur nya dan membasahi kembali kain kompres dikepala Tao. Tao pun memandangi Yifan hingga Yifan juga menatap kepadanya.
"Ge. Mianhae harus nya ak-"
"Ssstt sudahlah tidak usah banyak bicara dulu. Kau istirahatlah kembali" Yifan mengecup Tao sebentar dan ikut berbaring disamping nya sambil memeluk Tao.
Mereka saling memandang dan Yifan tersenyum saat melihat Tao yang juga memandang kearah nya dengan tatapan polos.
"Tidurlah." Tegur Yifan. Tao mendekatkan wajah nya ke wajah Yifan dan saat hidung mereka bersentuhan mata Tao kembali menutup. Dan Yifan tahu Tao langsung tertidur setelah mendengar dengkuran halus dari nafas Tao.
"Suka sekali kau menggoda ku Tao" kata Yifan terkekeh sendiri dan kembali mengecup bibir Tao. "Jaljayo baby" mereka pun tertidur dengan posisi sambil memeluk satu sama lain.
.
.
.
.
.
Terlihat di dalam kamar ada dua orang yang masih bergelung dibawah selimut hangat mereka. Salah satu nya memeluk orang disampinya, mereka seperti masih enggan untuk bangun. Padahal matahari pun sudah berada pada posisi nya. Saat ini, seorang namja yang dipeluk sedang berbalik posisi untuk yang kesekian kali nya. Sekarang mereka saling berhadapan dalam tidurnya. Namun setelah berbalik posisi sang namja yang dipeluk merasa terganggu oleh bias matahari yang tepat mengenai nya dibalik gorden itu.
"Eungh" lenguh sang namja yang dipeluk atau lebih tepatnya Tao.
Tao membuka matanya perlahan dan seketika terkesiap saat melihat wajah Yifan dengan jarak sedekat ini.
Deg
Perasaan ini lagi. Tao merasa seperti ada berjuta bunga yang mekar didalam tubuh nya.
"Tao? kau sudah bangun eum?" Tanya Yifan, Tao langsung sadar dari keterpanaan/? nya. Tao tidak menjawab pertanyaan Yifan. Ia malah menutupkan kembali mata nya. Kembali, Yifan tersenyum maklum melihatnya.
Melihat Tao yang sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia akan segera bangun. Yifan perlahan mendekatkan wajah nya ke wajah Tao dan sembari berbisik sesuatu. Saat tidak ada balasan dari Tao. Yifan kembali menggerakkan wajah nya makin mendekat dan-
CHUP
Tao langsung membuka mata nya lebar—selebarnya. Padahal Yifan hanya mengecup. Namun Tao sudah bereaksi seheboh/? itu, bagaimana kalau yang—ehhmm.*Oke author mulai mengada-ngada *abaikan
"Haha.. aku tahu kau hanya berpura-pura baby. Tidak usah berlebihan seperti itu" Tao tidak tau harus menjawab apa. Dan pada akhirnya ia hanya menunduk dalam.
Hening.
Tao tidak tahu harus berbuat apa sekarang dan jantungnya tambah cepat berdentum saja bila dalam situasi seperti ini. Sedangkan Yifan menikmati pemandangan didepannya sembari membelai surai hitam milik Tao.
"G-ge"
"Hmm? Wae baby?"
"M-mianhae" Yifan tau Tao meminta maaf karena apa. Kejadian kemarin pagi.
"Tak apa Tao. Gege mengerti" jawabnya. Tao pun mendongak dan melihat Yifan yang tersenyum kepada nya membuat ia semakin merasa bersalah atas kejadian semalam. Yifan sudah terlalu baik untuk nya. Kenapa ia harus menolak ajakan Yifan kemarin? Lagipula, Ia juga mencintai Yifan kan? Dan tidak salah kah bila ia—Tao– melakukannya?
"T-tapi…"
"Sudahlah Tao. tak perlu dibahas. Kau belum siap kan? Nah, kalau kau belum siap buat apa gege melakukannya? Itu hanya membuat mu tersiksa bila kita pada akhirnya melakukan Morning Sex kemarin."
BLUSH
Tao memerah mendengar pernyataan—frontal- Yifan.
"dasar mesum! Bukan itu maksud nya." Tao mempoutkan bibir nya dan Yifan langsung saja kembali mengecup bibir Tao.
"Lalu apa heum?"
"A-aku.." Tao terlihat ragu mengatakannya dan menjeda sebentar kalimat yang akan dikeluarkan nya—antara tidak mau mengatakannya- "Tidak jadi ge" dan Tao langsung membelakangi Yifan.
"Yak! Baby! Kau membuat ku penasaran." Protes Yifan.
"Ani! Tidak jadi ge" teriak Tao.
"Apa kau tidak takut suami mu yang tampan ini mati penasaran?"
DUK!
"Aww! Appo baby" ringis Yifan stelah Tao menjedotkan/? kepala nya kearah belakang tepat mengenai jidat Yifan.
"Siapa yang kau sebut suami? Dasar" gerutu Tao.
"Ayolah baby. Kau tadi ingin mengatakan apa?"-Yifan
"Tidak jadi. Sudah hilang mood ku untuk mengatakannya kepada mu"-Tao
Dan setelah itu Tao ingin bangun, namun pinggang nya masih dalam dekapan Yifan. Dan sudah pasti Tao kalah melawan Yifan.
BRUKK
Setelah Tao kalah melawan Yifan. Yifan segera membawa Tao berbaring di atas tubuh nya.
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" Tanya Yifan dengan wajah yang err.. menyeramkan—menurut Tao-
Namun bukan Tao namanya bila tidak menyahut yang tidak ingin Yifan dengar seperti "Gege kepo amat ya." Jawab Tao dengan polos nya dan membuat Yifan kembali sweatdrop dan sedikit terpancing amarah nya.
"Kau memang pantas dihukum. Aku ak-"
"Hukum? Paling juga hukumannya ingin 'menyiksa' ku kan?" potong Tao sembari memasang wajah nakal nya saat ini.
Sekarang Yifan lah yang terkejut melihat perubahan Tao 'ini anak cepat sekali berubah nya. Baiklah anak nakal bila kau tahu itu artinya 'menyiksa'. Akan kulakukan sekarang' batin Yifan dan setelah mengeluarkan smirk nya. Yifan dan Tao langsung memagut lidah satu sama lain.
Dan tentu saja Yifan tidak mau kalah dalam sesi ini. Secara dia merasa dia yang harus mengendalikan Tao. Bukan sebaliknya.
Mereka masih memagut satu sama lain hingga Tao merasa paru-paru nya terasa kosong dan perlu oksigen. Tao memukul-mukul dada Yifan saat Yifan tidak juga mau melepaskan pagutannya.
"Hmmh.. hhfftt.. aah. ge~"
PLOOP
Yifan—dengan terpaksa- melepaskan pagutannya bersama Tao. Tao segera saja mengambil oksigen sebanyak-banyak nya. Yifan yang melihat wajah Tao yang memerah semakin saja membuat libido nya bertambah. Dan tanpa ba-bi-bu lagi, Yifan membalikkan badannya, Tao dibawah dan dia diatas.
"Kau sangat menggoda baby" goda Yifan. Tao hanya memerah dibuat nya dan itu kembali membuat Yifan hilang kendali dan mereka saling perang lidah lagi.
Tangan Yifan tidak tinggal diam. Tangannya mulai mengangkat kaos yang dipakai Tao dan langsung menemukan apa yang dicari nya dan memilin tonjolan kecil tersebut.
"A-ahh.." desah Tao.
"Yes baby. Sebut nama ku, terus dan terus" bisik Yifan sembari masih memainkan jari nya di daerah dada Tao.
Desahan Tao lah yang paling dominan di kejadian itu. Yifan hanya mengerang keenakan sembari menyebutkan nama Tao bila ia klimaks.
.
.
.
.
.
"Gomawo baby" ucap Yifan sembari mengecup bibir Tao.
Tao masih menetral kan nafas nya sekarang.
Yifan sebetulnya masih ingin bermain-main dengan kekasih nya itu. Namun ini masih pertama bagi Tao dan pertama bagi Yifan juga. Jadi ia tidak tega bila Tao sampai kelelahan.
"hhh-hh.. Ternyata lelah juga ya ge" upcap Tao pada akhirnya setelah sekian lama.
Yifan tak menyangka Tao berucap sepolos itu. Maksudnya, yaahh err.. yang begituan kan memang lelah.
Yifan balas tersenyum setelah melihat Tao yang memandangi nya sembari tersenyum masih dengan deru nafas yang memburu.
"Kau lelah? Istirahatlah" jawab Yifan. Namun dibalas gelengan oleh Tao. Yifan mengernyit dibuatnya.
"Ini sudah jam 11 ge. Dan kau belum sarapan. Kau lapar kan? Aku akan mencoba memasak untuk mu" Tao membelai pipi Yifan dengan lembut.
"Aku tidak lapar Tao. dan terimakasih untuk tawaran nya. Aku cukup kenyang dengan hanya memakanmu tadi" jawab Yifan dan Tao memerah setelah nya.
"Aiish.. dasar mesum" ucap Tao langsung bangkit dari ranjang nya.
.
.
.
.
.
Brukk brukk grekk/?
GREB
"Sedang apa baby?" Tanya Yifan memeluk Tao dari belakang setelah melihat Tao—sudah mandi tentunya– yang sedari tadi hanya mengobrak-abrik isi lemari es sembari duduk bersila—menahan sakit didaerah selangkangannya–
"Huftt.. aku tidak tahu harus memasak apa hari ini ge. Dan yang bisa kumasak hanya ramyun. Itupun yang instan. Biasa nya kalau sedang begini eomma yang memasak untukku dan appa. Dan kami makan bersama-sama dan- hikss dan-"
"Stttt.. sudahlah tidak apa. Kan sudah gege bilang tidak usah memasak" Yifan berusaha menenangkan Tao yang terisak. Yifan sudah mengira sebelumnya Tao akan menangis. Karena Yifan dapat mendengar semakin lama suara Tao mengecil saat—tidak sengaja– menceritakan eomma nya.
"Tapi gege kan lapar. Siapa lagi yang akan memasak" Tanya Tao sambil menahan isakan nya.
"Kan sudah gege bilang gege tidak lapar. Gege hanya menyuruhmu istirahat karena ta-"
Kruyuuukk~~
Perkataan Yifan terhenti setelah mendengar 'sesuatu' yang berbunyi dengan kerasnya. Dan tentunya itu bunyi milik Tao.
"Tapi aku yang lapar ge" rengek Tao sembari tersenyum polos. Belum lagi air mata nya belum kering itu. Mati-matian Yifan menahan untuk tidak menyerang Tao sekarang juga—lagi.
"Baiklah. Kita pesan saja oke" dan dijawab anggukan oleh Tao. Yah hanya itu yang bisa Yifan lakukan karena dia sendiri juga tidak bisa memasak.
.
.
.
.
.
Malam nya
Yifan sedang menikmati masa-masa nya berdua dengan Tao. Dan Tao terlihat menikmati bagaimana Yifan memandangnya, membelai nya, dan usapan-usapannya pada Tao. dan Yifan tersenyum senang saat dirasa nya Tao sedang menikmati sentuhannya dengan cara menutup mata.
"Ge" Yifan bergumam saat Tao memanggilnya dan membuka matanya perlahan. Pandangan mereka bertemu dan Yifan kembali tersenyum.
"ada apa?" Tanya Yifan
"tidak jadi"
"hey. kenapa setiap kali kau memanggil ku dan kutanya ada apa pasti kau menjawab 'tidak jadi' kau tahu itu membuat ku penasaran karena kata-kata mu pasti bertujuan dengan suatu pertanyaan" sahut Yifan yang sudah kesal karena setiap kali Tao memanggilnya pasti mengatakan tidak jadi. Dan tentu saja Yifan menjawabnya dengan lembut.
Tao menunduk sembari menikmati sentuhan tangan Yifan pada wajah nya. Sangat lembut. Itulah dibenak Tao saat ini.
"Aku hanya ingin mengatakan 'terima kasih' padamu karena kau sudah menolong ku pada waktu itu. Jika tidak ada kau aku tidak tahu aku berada di mana sekarang" jawab Tao pada akhirnya.
Benar. Yifan sendiri juga tidak menyangka hari itu akan beremu Tao—dalam keadaan tidak baik- jika tidak. Dimana Tao sekarang? Sedang apa? Apakah dia baik-baik saja? Mungkin saja itu akan menjadi pertanyaan seumur hidup Yfan karena tidak mengetahui dimana Tao berada.
Yifan segera tersenyum pada Tao agar Tao tidak menyangka nya apa-apa karna Yifan merasa sudah melamun terlalu lama.
"Itu sudah kewajiban ku Tao" jawab Yifan tetap bertahan dengan senyum nya.
"Tapi gege sudah terlalu baik terhadapku. sedangkan aku tidak bisa memberi apa-apa kepada gege" –Tao
"Kenapa kau berfikir seakan-akan aku akan minta imbalan kepada mu? Kau tahu. Aku tulus melakukan ini. Karena apa? Karena Kau. Karena seorang Huang Zi Tao. seorang yang sangat ku sayangi dan ku cintai." Yifan menjeda kata-katanya. Perlahan Tao merasakan pipinya memanas dan segera merapatkan tubuh nya pada Yifan, meletakkan kepalanya di dada seorang Wu Yi Fan.
"Dengan cukup kau selalu berada disamping ku. Maka semua yang aku lakukan terhadap mu akan seimbang Tao. Jadi tolong jangan pergi dari ku oke" Tanya Yifan dan tentu saja Tao mengangguk dengan cepat dan semakin mengeratkan pelukannya pada Yifan. Yifan pun balas memeluk Tao tak kalah erat. Tapi Tao tetap bisa bernafas.
"Ge. Bisakah besok kita mengunjungi rumah ku?" Tanya Tao
"Tentu saja. Kenapa tidak?" jawab Yifan dengan sedikit berteriak—semangat- dan Tao hanya tersenyum terharu melihat Yifan yang sungguh baik terhadap nya.
"Sudah malam. Sebaik nya kau tidur" –cup- Yifan mengecup kening Tao. dan Tao—lagi lagi- hanya mengangguk.
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah. Secerah hati seorang lelaki manis yang tengah menyiapkan baju untuk sang pacar—yang seorang lelaki juga-. Dia sedang senang hari ini karena akan mengunjungi rumahnya yang telah lama kosong itu.
Tak lama keluarlah sang pacar-Yifan- dari kamar mandi dan sang lelaki manis-Tao- tengah tersenyum pada Yifan.
Cup
"Baju untuk mu sudah ku siapkan ge" berlalu saling berbalas senyum dan Yifan mengangguk. Ahh Yifan tidak menyangka hidup nya akan sebahagia ini. Yifan baru menyadari Tao memiliki jiwa seorang ibu. Yifan jadi ingin cepat-cepat menikah dengan Tao. Aiihh Yifan sadarlah, masih pagi jangan berfikiran yang macam-macam okey.
Haha. Lucu sekali Yifan.
.
.
.
.
.
Kini mereka berdua sudah siap untuk kerumah Tao-yang sudah lama tak berpenghuni- dengan Tao yang memakai setelan kemeja warna putih dan celana jeans hitam. Begitupun Yifan, namun Yifan memakai kemeja berwarna hitam. Ah.. mereka benar-benar cocok.
"Siap sayang?" Tanya Yifan dan Tao mengangguk sebagai jawaban sembari tersenyum manis kearah Yifan setelah Yifan memasangkan sabuk pengaman kepadanya.
Dan sesampainya Tao dengan tidak sabarnya untuk turun dari mobil nya, namun sabuk yang sedari tadi berada ditubuh nya tidak bisa terbuka-buka. Segera saja Yifan membantu.
"Sabar baby" Yifan hanya geleng-geleng sembari terkekeh melihat kelakuan sang namjachingu yang langsung melesat keluar setelah sabuk nya terlepas.
Yifan pun keluar dengan santai nya. Karena Yifan memarkirkan mobil nya diluar pagar, jadi agak jauh untuk cepat sampai ke mana Tao berada.
Yifan hampir saja menjatuhkan rahang nya saat melihat Tao seperti berbincang-bincang dengan seseorang disana. Namun Yifan tak melihat siapa-siapa. Sungguh! Ini Yifan yang berhalusinasi atau.. Arrghh Yifan segera mempercepat langkah nya menuju Tao.
"Ah! Ge! Palli! Palli sini!" panggil Tao dengan semangat yang menggebu-gebu sampai dia loncat-loncat memanggil Yifan. Ya tuhan apalagi ini batin nya miris.
"Ge! Perkenalkan ini eomma. Ternyata eomma sudah lama menunggu kita disini" Tao langsung memperkenalkan yang disebutnya 'eomma' tersebut.
Yifan tidak ingin Tao kembali seperti dulu.
TIDAK!
Camkan itu. Dan Yifan ingin menyangkal ini semua. Ini tidak asli, hanya bayangan Tao semata. Yifan tidak mau menuruti kata-kata Tao untuk memperkenalkan diri kepada yang disebut 'eomma' oleh Tao tersebut. Didepannya saja tidak ada siapa-siapa. Sedangkan yang berada disitu hanya mereka berdua. Dengar-
BERDUA!
"Tao. Dengar gege. Disini tidak ada siapa-siapa" Yifan membalikkan yubuh Tao menghadapnya. Dahi Tao mengkerut mendengar pernyataan Yifan.
"Apa maksud gege!? Disini ada 'eomma' ge!" Tao membentak Yifan. Yifan membeku mendengar nya.
GREB
"Sudah berapa kali gege bilang? Lupakan masa lalu mu. Tao." Yifan menjeda kalimatnya untuk menghela nafas sebentar.
"Tao, disini tidak ada siapa-siapa" lanjutnya.
Yifan menempelkan dahi nya ke dahi Tao. hanya untuk sekedar memastikan apakah Tao akan berontak. Dan ternyata tidak. Yifan menatap dalam mata Tao dan Tao membalas tatapan nya. Yifan mendekatkan wajah nya dan melumat sebentar bibir kucing Tao untuk menenangkan otak nya yang sedikit frustasi tadi.
Yifan kembali menatap dalam mata Tao dan Tao juga kembali menatap dalam mata Yifan.
"Tao. Lihat, disini tidak ada siapa-siapa"
Bagaikan diperintah, Tao menyapukan mata nya kesekitar. Dan benar saja disitu hanya ada mereka berdua. Tidak seperti sebelum nya yang Tao melihat keadaan rumah nya baik-baik saja, rapi. Dan ada sang 'eomma' disini. Namun sekarang rumah nya terlihat seperti rumah penyihir-penyihir yang ada di film Tao tonton—setidaknya itulah difikiran Tao sekarang-
Tao membelalakkan mata nya tak percaya saat melihat sebuah tulisan didepan pintu rumahnya tersebut. Bahkan Yifan pun baru menyadari akan adanya tulisan tersebut.
Tao tidak dapat menahan beban tubuh nya saat itu juga langsung duduk bersimpuh memandang rumah nya dengan pandangan nanar. Yifan hanya dapat mengusap pelan punggung tangan Tao sembari memeluknya saat dirasa tubuh Tao bergetar dengan hebatnya.
Yifan segera menggendong Tao karena Tao yang sedari tadi di ajak pulang masih tak bergeming ditempatnya dan memilih menangis.
'RUMAH INI DISITA'
.
.
.
.
.
Kembali, keadaan Tao seperti beberapa bulan yang lalu. Trauma? Depresi? Gangguan.. –jiwa?
TIDAK!
Sekali lagi Yifan menghembuskan nafas panjang—pasrah- nya. Tatapan Tao bahkan tak seperti tadi pagi, bahkan ini pun masih siang. Beberapa jam lalu, Tao-nya baik-baik saja. Tao-nya bahagia. Tapi sekarang? Seperti beberapa minggu yang lalu. Kembali ke dunia kelam nya. Yifan harus segera bertindak.
HARUS!
"Tao" panggil Yifan sembari mengusap pipi Tao dengan lembut.
"…"
Tidak ada sahutan. Gerakan sedikit pun tidak ada. Dan itu membuat Yifan sangat frustasi.
SANGAT!
Sekali lagi. Yifan membuang nafas nya perlahan.
"Tao baby" panggil Yifan lagi.
Kali ini, Yifan sedikit senang karena Tao merespon nya walaupun hanya hembusan nafas.
"Tao" panggil Yifan lagi. Dan kali ini Tao menoleh kepadanya, menatap lekat pada manik hitam Yifan sembari membelai lembut—juga- pipi Yifan. Yifan terkejut dibuatnya.
"apakah gege berfikir aku dalam masa 'trauma' ku lagi?" Tanya Tao. Yifan tak berkutik, tak tahu apa yang harus dijawab nya. Sejujurnya Yifan ingin mengengguk namun takut Tao-nya tersinggung atau Tao-nya- ahh sudahlah lupakan.
CHU
Kali ketiga. Yifan terkejut dengan pergerakan tiba-tiba Tao. Tao mencium nya! Walaupun hanya sebentar, itupun membuat Yifan ingin terkena serangan jantung.
"Maafkan aku yang membuat gege khawatir. Aku tak bermaksud seperti itu tadi. Aku hanya syok saat melihat keadaan rumah ku seperti itu. Tapi setelah ku pikir-pikir tidak ada guna nya juga aku terlalu lama memikirkan itu. Aku sudah tidak perduli dengan harta yang sudah susah payah appa mencarikan untuk ku. Aku sudah cukup berterima kasih kepada appa sangat berterima kasih, karena sudah mengenalkan ku kepada gege. Itupun sudah cukup dan lebih dari cukup bagi ku. Karena harta paling berharga ku sekarang adalah gege. Wu Yi Fan yang kucintai" ucap Tao panjang lebar. Yifan melongo mendengarnya. Pasalnya, selama ini Tao tidak pernah bicara selama dan sepanjang itu. Tao hanya membalas jika hanya Yifan bertanya.
"Gege" panggil Tao. dan Yifan segera tersadar dari lamunan nya. Kembali, pandangan mereka bertemu. Perlahan Tao mendekatkan wajah nya lagi kepada Yifan.
"Wo ai ni ge" ucap Tao
CHU
Kali ini Yifan biasa saja dan membalas kecupan Tao kepada nya.
"Wo ye ai ni Tao baby"
CHU
Kali ini Yifan yang melumat bibir kucing Tao. Dan tentu saja Tao dengan senang hati menerima ciuman dari Yifan.
Semakin lama ciuman tersebut semakin panas dan liar bahkan suara kecipak sudah terdengar di indera Yifan membuat atmosfer ruangan tersebut semakin panas. Tanpa sadar posisi mereka sekarang sudah berbeda dari sebelumnya. Kini terlihat Tao yang terlentang sembari memeluk leher Yifan dengan mesra dan Yifan yang berada di atasnya.
Ciuman Yifan semakin liar dan bergairah membuat Tao kewalahan menyamai ciuman Yifan. Setelah puas dengan bibir Tao. ia memandang sebentar keadaan kekasihnya tersebut, sialnya membuat libido seorang Wu YiFan meningkat drastis setelah melihat bibir Tao yang membengkak akibat ulahnya dan parah nya, Tao yang berusaha mengambil nafas pun membuat Yifan ingin segera memakan kekasihnya itu sekarang juga.
1 hour later
"Ahh.. ahh.. mhhh ge.. ouuhh" desah Tao, membuat Yifan semakin bersemangat memasukan adik besarnya ke dalam goa hangat milik Tao.
"Morehh ge.. moreehh. Ohh.. ahh.. ahhmphtff" Yifan melumat lembut bibir Tao dan tetap bertahan dengan tempo cepat nya di bawah sana.
Ini membuat Tao gila. Pasal nya mereka melakukan ini pada siang bolong yang yeah lumayan panas kalau mereka melakukannya yang terlalu bersemangat. Tao maupun Yifan sama-sama gila sekarang. Memenuhi nafsu mereka yang penuh cinta dan kelembutan. Dan itu yang membuat Tao gila. Kalau Yifan, desahan yang sambil menyebut-nyebut nama nya dan rengekan-rengekan Tao lah yang membuat Yifan semakin bersemangat menyodok lebih dalam lubang hangat Tao.
"mmphh.. Haa.. ahh. Ahh.. ge. Hahh faster.. ahh faster.. Oh" desah Tao tanpa henti saat Yifan semakin cepat menyodok lubang sempit nya.
"Ohh fuck! Biarpun berapa lama kita melakukannya lubang mu tetap sempith Tao.. ahh.. Sangat sempithh ahh.. ini nikmat ohh" desah Yifan juga sembari mengeluarkan dirty talk nya namun itu membuat Tao semakin memerah. Pasalnya kata-kata itu juga sedikit memuji dirinya.
"Ge! Ohh faster.. hahh.. I wanna cum"
CROOT
Sudah lebih dari tiga kali Tao dengan orgasme nya, dan Yifan sebaliknya. Tao sudah pasrah dengan sodokan demi sodokan yang Yifan berikan namun tak dipungkiri Tao sodokan Yifan sangat lah nikmat ketika junior nan besar milik Yifan berulang-ulang mengenai titik kenikmatannya.
"Hhh.. hh.. Ge.. ahh.. mmhh.. ughh.." desah Tao pasrah akan keadaannya sekarang dan berbeda dengan Yifan yang semakin bersemangat ketika orgasme nya yang pertama akan keluar.
"Tao! Ah.. sabar sedikit ugh lagi baby.. gege hah hampir hh.. sampai"
"Ahhh~ Ge! / Whoaaahhh~Tao!" teriak keduanya. Yifan menikmati orgasmenya dengan memejamkan mata sembari mendongak dan Tao mendesah merasakan cairan Yifan yang memenuhi area bawah nya yang terasa panas namun tetap nikmat.
BRUK
Yifan ambruk diatas tubuh Tao namun tidak terlalu menekan beban berat nya.
CHU
Yifan mengecup bibir Tao yang masih menetralkan nafas nya.
"Xie xie Tao. Wo ai ni" ucap Yifan tulus.
"Hh.. hhh.. Wo ye ai ni ge" balas Tao sembai tersenyum lembut.
Yifan memindahkan tubuh nya untuk berebah disamping Tao dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Yifan selalu menikmati momen-momen berdua seperti ini dengan Tao. memandang wajah Tao. ah mungkin itu akan menjadi hoby Yifan yang baru. Apalagi sekarang Tao yang masih saja berusaha menetralkan nafas nya. Ugh rasa nya Yifan ingin memakan kekasihnya ini lagi. Tapi tidak, Yifan tau ini yang pertama untuk Tao dan Yifan tidak mau member kesan yang buruk pada Tao untuk pengalamannya yang pertama.
"Ge" panggil Tao dan Yifan segera tersadar dari hoby baru nya—memandang wajah Tao-
"Ya Tao, ada apa? Apakah sakit? Gege bermain terlalu kasar?" Tanya Yifan dengan sekali tarikan nafas dan wajah Tao memerah dibuatnya dan segera memeluk Yifan sambil menyembunyikan wajah nya di dada bidag Yifan.
"Haha.. maafkan gege jika gege bermain terlalu kasar" namun dijawab langsung oleh gelengan Tao dan Yifan mengusap-usap kepala Tao gemas.
"Tapi ge"
"Hmm?"
"Tidak jadi"
"…"
Merasa Yifan tidak merespon Tao segera meralat kata-kata nya.
"Eh. Tapi ge. Umm.. anu.. A-bagian bawah ku sedikit sakit dan umm.. perut ku terasa pe-nuh" ralat Tao yang semakin kata semakin kecil suaranya.
Yifan tersenyum dibuat nya benar-benar polos batin Yifan kaggum.
"Apakah sakit? Kita bisa ke dokter malam ini atau besok pagi untuk membeli obat untuk mu" sekali lagi dijawab gelengan oleh Tao. kening Yifan berkerut melihat Tao menggeleng.
"Tidak usah ge. Ini tidak apa-apa." Jawab Tao malu-malu dan bertambah kadar merah diwajah nya. Dan Yifan paham kata-kata tersebut yang merujuk pada dirinya juga agar rasa sakit tersebut tidak usah diobati karena ini juga kemauan mereka berdua. Ah.. sungguh menggemaskan Tao-nya ini.
"Baiklah jika kau tidak mau. Gege tidak memaksa" jawab Yifan sembari tersenyum kembali.
Tidak lama setelah keheningan melanda terdengar dengkuran halus dari nafas Tao. mungkin efek lelah bati Yifan. Haha sangat menggemaskan.
Yifan dengan perlahan mendudukan tubuh nya dan segera bangkit untuk membersihkan diri. Setidaknya dirinya harus rapi dulu setelah Tao bangun.
Malam nya – pukul 22.30 KST
"-saya akan melunasi semuanya!"
"Kenapa begitu!?"
Perlahan kesadaran Tao kembali dari tidur panjang nya. Dilihat, pakaiannya sudah rapi dan juga wajah nya sudah bersih.
"Fu*kin! Apa anda tidak bisa merasakan bagaimana sendiri nya dia!?"
Tao mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar yang Tao yakini itu adalah suara Yifan diluar. Tapi kenapa terdengar dia sangat marah pada seseorang? Apa ada tamu?
Perlahan Tao bangkit dan sedikit meringis saat ngilu menyerang bagian bawah nya. Tak perduli, Tao kembali berjalan dan membuka pintu perlahan. Lalu diurungkannya untuk membuka sepenuh nya dan hanya mengintip saat nada bicara Yifan semakin tinggi.
"MWO!? Kenapa bisa sebanyak itu jika tidak dari keturunannya!?"
Apa? Apanya yang banyak? Lalu keturunan apanya? Batin Tao.
"Hh.. baiklah besok pagi saya transfer uang nya dan kirimkan nomor rekening anda ke saya. Senang bekerja sama dengan anda. Dan tolong jangan ganggu Tao lagi" ucap Yifan mengakhiri percakapannya. Lalu menghempaskan tubuhnya pada sofa dan memijit pelipisnya sendiri.
Tao tau! Sangat tau arah pembicaraan Yifan. Yaitu-
MELUNASI SELURUH UTANG APPA NYA!
Tao tidak menyangka Yifan akan bertindak sejauh ini. Tao mengira Yifan tidak akan peduli dengan seluruh utang appa nya tersebut. Dan perkiraan Tao sangat lah melenceng dan malah sebaliknya. Yifan peduli, sangat peduli malah. Tak dipungkiri Tao menangis dalam diam dan merasa tidak bisa menahan beban tubuh nya lagi.
BRUKK
Yifan segera mengalihkan pandangannya, terbelalak melihat pintu yang sudah terbuka lebar Tao yang berlutut sembari memandangnya dengan tatapan yang sangat sulit Yifan mendeskripsikannya. Segera saja Yifan berlari kearah Tao dan membantu nya berdiri dan didudukannya di tepi ranjang.
Yifan mengusap air mata Tao yang mengalir deras dengan lembut.
"Tao-"
GREBB
"Hikss"
"Sstt.. waeyeo baby? Apakah sakit? Baiklah tunggu sebentar gege akan pergi ke apotek untuk membeli obat unt-"
CHU~
Belum sempat Yifan selesai dengan kata-kata nya Tao sudah membungkam mulut Yifan dengan mulutnya dengan lembut. Yifan semakin bingung tingkah Tao. namun merasa Tao yang seperti sangat menbutuhkannya/? Yifan membalas bungkaman tersebut tak kalah lembut dan membiarkan Tao yang memimpin.
Setelah melepaskan ciumannya Tao menunduk dalam rupa menyembunyikan rona merah nya pada Yifan. Yifan mengangkat wajah Tao untuk memandangnya.
"Gege bertanya. Apa ada bagian yang sakit?"
"Anni ge"
"Lalu?"
"…"
Tao bingung. Apakah harus bertanya tentang Yifan yang menelpon seseorang tadi?
"Baby?" panggil Yifan. Pasalnya sedari tadi Tao hanya menunduk sembari memainkan ujung bajunya.
"emm.. tadi gege berbicara dengan siapa?" Yifan terkejut dengan pertanyaan Tao. apakah Tao mendengar semuanya?
"Apa baby mendengar semuanya?" dan Tao menggeleng sebagai jawaban.
"Hanya sedikit saat gege seperti membentak seseorang" jawab Tao tak mau pasif seperti dulu yang hanya mengangguk dan menggeleng.
"Jadi apa gege mengganggu tidurmu?" Tanya Yifan lagi namun Tao menggeleng ragu. Sebenarnya iya sedikit terganggu acara tidurnya diganggu namun iya tak mau menjawab iya karena takut Yifan akan merasa bersalah padanya. (A: padahal Cuma terbangun -_- segitu nya lu Yifan #PLAKK abaikan)
"Tao hanya ingin tau. Apakah itu ada hubungannya dengan utang appa?" Tanya Tao agak ragu mengatakannya dan sedikit-sedikit melirik Yifan.
Sekali lagi, Yifan terkejut dengan pertanyaan Tao yang sangat tepat sasaran. Tapi, kalau disembunyikan selama apapun Tao pasti akan tau bukan? Jadi yeaa.. Yifan akan memberi tau nya sekarang.
"Iya Tao. Itu ada hubungannya dengan utang Tuan Huang" jawab Yifan. Tao sudah mengira ini kan? Jadi Tao hanya biasa saja dan sedikit terkejut juga sih saat mendengar perkataan Yifan.
"Aku yang akan melunasi semua nya. Sebenarnya appa ku sih. Aku hanya meminta sedikit uang nya untuk membayar itu semua" Tao mendongak saat mendengar tawa renyah Yifan dan menyunggingkan senyum nya saat melihat mata itu tertutup saat tertawa. Dan menunduk kembali saat merasa bertambah lah utang nya pada Yifan. Tao merasa tidak enak hati.
Yifan yang merasa tidak ada respon dari Tao ia pun menghentikan tawa nya.
"Kenapa heumm? Kau tidak suka?" Tanya Yifan.
"anni. aku merasa bertambah banyak saja utang ku pada gege. Padahal aku tidak punya harta lagi sekarang. Bagaimana cara nya agar aku bisa membayar itu semua?" Tanya Tao. oh seperti nya ia melupakan kata-kata nya siang tadi. Yifan tersenyum mendengarnya. Sama sekali tidak marah, dan marah? Pada Tao? ah, itu tidak ada didalam benak Yifan selama ini. Tao-nya terlalu rapuh untuk di marah-marahi. Dan Yifan tidak berniat memarahi Tao sedikitpun.
"Apa kau lupa kata-kata mu tadi siang? 'Aku sudah tidak perduli dengan harta yang sudah susah payah appa mencarikan untuk ku. Aku sudah cukup berterima kasih kepada appa sangat berterima kasih, karena sudah mengenalkan ku kepada gege. Itupun sudah cukup dan lebih dari cukup bagi ku. Karena harta paling berharga ku sekarang adalah gege. Wu Yi Fan yang kucintai'" ulang Yifan sembari meniru gaya Tao saat menyebutkannya. Tao terkekeh dibuat nya dan Yifan langsung memeluk Tao erat, Tao pun membalas pelukan Yifan tak kalah erat.
"Maaf aku melupakan kata-kata ku sendiri" aku Tao
"Haha… Tidak apa baby"
"Gomawo ge" ucap Tao yang masih betah dengan memeluk Yifan dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Yifan yang hangat.
"Tidak usah berterima kasih kepada gege. Berterima kasih lah pada appa mu sendiri dan kepada appa ku tentu nya" setelah nya mereka tertawa bersama dengan lepasnya. (A: tumben lu bijak Yifan '-' #PLAKK abaikan)
" Oh ya. Bagaimana besok kita ke China? Kau akan bertemu dengan appa dan eomma ku. Atau mungkin juga akan menjadi appa dan eomma mu" jawab Yifan sembari tersenyum hangat. Dan dijawab anggukan malu-malu dari Tao. Yifan kembali memeluk Tao erat.
"Eomma pasti menyukai mu"
"Yah, semoga ge" jawab Tao dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir nya.
Lalu diakhiri dengan ciuman lembut nan mesra dari Yifan
-END-
Ampuunn maafkan saya jika cerita nya kurang ngeh bagi kalian, karena saya baru, saya tidak tahu bagaimana cara menulis ff yang baik.
Jika anda menemukan typo(s) yang banyak, itu wajar, kita hanya manusia biasa oke? (abaikan ini)
Terima kasih buat sudah yang review. Saya sangat senang dengan review kalian yang seolah-olah menyuruh saya untuk melanjutkan. (abaikan lagi)
Maafkan saya jika cerita ini hanya twoshoot. karena idenya hanya mentok/? sampe disitu.
Oh ya, bagi yang suka Kaisoo, saya update FF Kaisoo. Tapi cuma Oneshoot.
Terimakasih atas dukungannya!
EXO-L Jjang!
