Disclaimer: Hetalia always belongs to Hidekaz Himaruya. Tapi Allies punya saya!
*ditendang ke Arab*

Warning: Rata-rata fic saya mengandung 3G, yakni Gaje, Garing, Gila. Dan OOC pol-polan amat sering ditemukan. Kejayusan dan kedodolan pun juga kerap ada di fic saya.

Summary: Penyelidikan berlanjut. Tapi makin lama kok makin gaje? CHAPTER 2 UPDATEEEE!

Yosh, chapter 2 update, minna~

Oh iya, buat yang kemarin bertanya-tanya kenapa di fic saya banyak singkatan soalnya fic ini mula-mula ada di notes di HP. Saya langsung pindahin ke komputer. Tapi mungkin saya kurang teliti cek ulang nya, jadi banyak singkatan yang lolos. Gomenne! :))

Yasud, daripada makin berbacot, enjoy minna~


DETECTIVE ALLIES

Allies akhirnya sampai ke Benelux, tempat tinggal Bella, Nethere dan Luxy. Tapi si Luxy lagi bulan madu ke Bali. Jadi Holland tinggal berdua dengan Bella.

Hei, kenapa jadi ngomongin 3 saudara Benelux ini?

Ah, pokoknya Allies sudah sampai di kediaman mereka.

TOK TOK TOK...

"Nethere, buka pintu! Ini Allies!" Alfred mengetuk pintu.

CEKLEK…

"Ngapain ke sini?" Nethere berdiri berkacak pinggang. Di belakangnya ada Bella.

"Al, sebaiknya lo yang ngomong sama dia. Gue gak ikut-ikutan ya." Arthur mundur selangkah.

"Gue juga, Al." Francis ikut mundur.

"Maaf, Alfred. Aku juga, aru." Wang Yao juga mundur.

"Aku juga, da." Ivan mengikuti.

Tinggal Alfred.

"Heh! Lo semua gak setia kawan banget sih! Ini penyelidikan woi! Maju semua!" perintah Alfred. Yang lain tetap bergeming.

"Ogah lah ya, lo sendiri aja." kata Arthur malas.

"Dasar old man!"

BUK... GEDEBAK… GEDEBUK... DUAAK... TREEKK… KRAAKK...

"KALIAN NGAPAIN SIH!" Nethere mulai marah. Allies menciut. Alfred dan Arthur sampai berhenti berantem.

"Ehem..." Alfred berdehem sok bijakasana (lagi) dan maju ke hadapan Nethere.

"Kami Allies, group detective. Lo tau kalo Lovino dan Feliciano diculik?" tanya Alfred langsung.

Bella berjengit, dan matanya terbelalak kaget.

"A- apa katamu? Lovi-chan dan Feli-chan diculik?" Bella menutup mulutnya dramatis.

Sementara Nethere tampak santai.

"Apa hubungannya sama gue, dan Bella?" katanya sambil bersedekap.

"Kata dia, aru..." Wang Yao menunjuk Alfred. "Katanya, Bella ingin main sama Lovi dan Feli, lalu dia minta kau untuk menculik mereka. Kau pun akhirnya beneran nyulik mereka, aru."

"Itu dugaan gue lho." tambah Alfred.

"KALIAAANN!" wajah Nethere berubah jadi amat sangat sangar. "Apa buktinya nuduh gue kayak gitu, hah!"

Allies mengerut. Nethere marah, benar-benar menyeramkan.

"Sudahlah, nii-chan." Bella menenangkan kakaknya. "Al, apa maksudmu? Kami aja baru tau sekarang kalo Lovi-chan dan Feli-chan diculik."

"Ya maksudku, aku mencurigai kakakmu adalah dalang kasus ini!" tuding Alfred ke Nethere.

"..." Nethere diam. Tapi itu malah membuat Allies makin mengerut.

"KALIAN! PERGI DARI SINI!"

Tanpa disuruh 2 kali, Allies udah ngacir dari rumah Nethere.


Markas Allies lagi...

"Kalo dia pun pelakunya, gue gak mau ke rumah dia lagi!" kata Arthur.

"Mungkin bukan dia pelakunya, aru." sahut Yao.

"Iya, da. Feeling ku kuat mengatakan bukan dia pelakunya." kata Ivan.

"Oh, feeling Ivan kuat ya? Kalo gitu, menurut feeling lo, siapa pelakunya? Kalo gak bisa, Natalia-chan buat gue lho!" tantang Alfred.

"Kau gak akan bisa dapetin Natalia-chan, da. Kolkolkolkolkol." Ivan mengeluarkan aura gelapnya lagi. Tapi yang lain tetap santai.

"Kita mah udah kebal sama aura lo, Ivan." sahut Alfred santai sambil menaikkan kakinya di atas meja. Yang lain ngangguk-ngangguk.

Ivan pundung di pojokan karena aura gelapnya udah gak berfungsi buat keempat kawannya tersebut.

"Udah lah, aru. Sekarang siapa yang kita curigai, aru?" Yao menenangkan suasana.

"Elizaveta." jawab Francis yakin.

"APA!" teriak yang lain dramatis.

"Gak usah lebay gitu bisa kali." France bergumam malas.

"Iya iya sori. Dari mana lo dapet ilham Eliza pelakunya?" tanya Alfred.

"Feliciano kan dulu pernah kerja di sana, waktu masih Chibitalia. Mungkin Eliza nyulik dia karena pengen Feli kerja di situ lagi. Iya kan?" kata Francis.

"Tapi, gimana dengan Lovino, wine yaro?" tanya Arthur.

"Ya buat bantuin Feli lah! Feli 100x lipat lebih berguna waktu masih Chibitalia. Sekarang? " kata Francis

"Ah iya." Arthur mengingat-ingat kejadian waktu dia, Alfred, dan Francis menculik Feliciano. Bukannya bantu-bantu apaan gitu, malah mecahin piring.

"Makanya, Eliza butuh Feli, dan juga Lovi. Jadi dia nyulik mereka berdua." Francis mengakhiri argumen nya.

"Bener juga, aru." kata Yao.

"Okay! Let's go!" Alfred memimpin perjalanan.

"Hei, tunggu aku, da!"


TOK TOK TOK...

"Eliza, ini Allies. Buka pintu!" perintah Alfred.

"Yaaa, tunggu!" teriak Eliza dari dalam.

KLONTANG KLONTANG...

"Tampaknya dia sedang sibuk, aru." kata Yao.

CEKLEK...

"Aaaaaa, Francis! Mana doujin yang gue pesen!" Eliza langsung nagih Francis.

"Ssstt, diam! Ini lebih penting dari doujin!" bisik Francis ke Eliza.

"Uuhh, ada apa ini? Kok rame-rame ke sini?" ujar Eliza sembari mengelap tangannya yang belepotan tepung ke celemeknya.

"Ini, tentang penculikan Lovino dan Feliciano." tutur Arthur.

"Eh, penculikan... Lovi dan... Feli? A- apa maksudnya?" Eliza berkata terbata-bata.

"Beberapa hari yang lalu, mereka diculik, aru. Dan dia..." Yao menuding Francis. "Menduga kaulah pelakunya, aru."

"A- apa? Francis menuduhku?" Elizaveta terlihat kaget. "FRANCIS! APA MAKSUDMU!" detik berikutnya, Francis terkapar digetok frying pan.

"Aku bersumpah, bukan aku yang menculik mereka! Apa urusannya dengan ku?" kata Elizaveta.

"Kata si Francis, siapa tau kau butuh 2 orang untuk membantumu di sini. Karena itu kau menculik mereka." tutur Alfred.

"Francis sialan." gumam Eliza dengan aura gelap yang melebihi Russia. Allies sampai bergidik.

"Hei, kalian gak mikir ya? Tanpa nyulik mereka aku pun bisa manggil mereka! Lagian Feli suka mampir ke sini kok. Kadang-kadang malah bareng Lovi. Gak perlu nyulik mereka udah sering bantuin aku!" argumen Eliza panjang lebar.

"Betul juga, aru." Yao ngangguk-ngangguk.

"Denger tuh, baka! Dia gak mungkin nyulik duo Italy itu!" semprot Arthur ke Alfred.

"Heh, old man! Bukan gue yang nuduh dia!" balas Alfred.

"Tapi lo yang mutusin kita dateng ke sini, git!"

"Diem lo!"

BUAKK… GEDEBRAAKK… BUK BUK... DAAK...

Eliza bengong. Setelah itu, dia langsung membanting pintunya. Francis, Yao, dan Ivan beranjak pergi. Hei, sejak kapan Francis sudah sadar kembali?

"Tapi gimana dengan mereka, aru?" tanya Yao yang baik hati.

"Ah, biarlah, da."

Mereka pun pergi.

Pukul 12 malam...

"Eh, yang lain mana?" tanya Alfred yang baru ngeh.

"KITA DITINGGAL LAGIIII!"


~*~TBC~*~

#NowPlaying: Kokoro – Kagamine Rin (check videonya! Len nya keren banget lho! XD)

Semoga gak ada typo lagi! Maaf banget minna atas capter yag kemarin :3

Yup, yang penting, REVIEEEWWW