A/N : Disini ane hanya akan melanjutkan chap sebelumnya, karena di chap sebelumnya ane tergesa gesa untuk mempublis fanfic ane dan setelah ane baca ulang fanficnya, ane menemukan adegan yang sangat, sangat, dan sangat sekali menggantung di akhir cerita. Maka dari itu, agar ceritanya tidak terkesan aneh sekali (walau sudah aneh) ane menunda dulu chap 1 nya. Mohon pengertiannya ye :* Dan satu lagi, ane mengetik cerita ini dari hp, jadi ane belum mengenal aplikasi yang ane pakai sebaik mungkin. Terimakasih sudah membaca fict ane yang aneh ini :*
Disclaimer Naruto tetap menjadi milik Masashi-Sensei
Tapi, cerita ini milik ane 100%
Warning = abal, gaje, dapat menyebabkan diare, muntah muntah, gangguan janin dan lain sebagainya.
Happy reading all :*
Chapter 000 part II
Pemakan umum desa Kirigakure saat malam hari terasa sangat menyeramkan. Dengan keadaan gelap gulita tanpa adanya lampu penerang, kecuali hanya cahaya rembulan saja yang menjadi penerang di tempat yang seram ini. Ditambah lagi dengan suara binatang malam yang menakutkan. Juga dengan rumor yang mengatakan jika di pemakam umum ini saat tengah malam seperti saat ini, sebuah patung berbentuk macan akan hidup untuk mencari mangsa. Konon patung macan tersebut suka memangsa siapa saja yang mendekati tempat peristirahatan para manusia kelak ini. Dengan keadaan dan rumor yang ada, hanya orang bodoh saja yang mau kesana saat tengah malam.
Tap... Tap... Tap...
Sebuah langkah kaki dengan perlahan memasuki area pemakaman desa Kirigakure. Lama kelamaan langkah kaki tersebut memunculkan sebuah sosok pria dengan baju serba hitam dan topeng rubah yang menempel di sebagian samping kanan kepalanya. Rambut pirang jabrik miliknya melambai lambai tertiup angin malam yang lembut. Mata biru safirnya terlihat redup saat sedang melewati batu nisan yang ada disana. Sebelah tangannya menggang setangkai buang Lily putih. Hanya satu kesimpulan, ia ingin mengunjungi salah satu kuburan yang ada di sana. Tapi kenapa harus malam hari? Hanya ia dan Kami-sama lah yang tau.
Setelah beberapa lama berjalan melewati batu nisan yang berderet di pemakaman umum ini, pria tadi akhirnya berhenti di salah satu nisan. Mata sebiru langitnya tersebut menatap nisan yang ada di depannya dengan pandangan sedih sebelum berjongkok dan meletakan setangkai Lily yang ia pegang di atas kuburan di depannya.
"Hei... Apa kabar? Ku harap kamu baik baik saja di sana. Karena aku disini baik baik saja." Ia berbicara seolah olah orang yang terkubur di depannya bisa mendengar bahkan menjawab sapaannya. "Oh ya, kau tau tidak? Aku selama tiga bulan ini dikurung di markas oleh nenek tua sialan itu. Hehehe. Jadi maafkan aku karena tidak dapat mengunjungimu beberapa waktu lalu. Sekarang ini juga aku dapat kemari karena bantuan Sasu-Teme..." Perlahan dari sudut matanya mengalir air mata walaupun begitu, bibirnya menyunggingkan sebuah senyum yang tulus.
Dengan sigap, ia buru buru mengelap air matanya kasar dengan tangan kanannya, "Maaf tadi mataku kemasukan debu. Hehehe." Bukan sebuah senyum yang ia tampilkan tapi, sebuah cengiran lebar yang ia pasang di wajahnya sebelum melanjutkan kata katanya, "Sudah dulu yah, waktuku sudah habis. Lagi pula aku tidak ingin melihat Sasu-Teme jadi cere..."
"Grrrrr..." Sebuah raungan binatang berkuku tajam terdengar di belakang pria itu.
"Lama tak jumpa, Tora." Kata pria itu santai sambil berdiri. "Aku membawa oleh oleh buatmu juga kok." Saat berbalik menghadap asal raungan tadi, safir sang pria menangkap sesosok kucing besar yang bertengger di salah satu nisan disana.
"Ku kira kau akan lupa, Naruto. Maaf karena telah mengganggumu." Ya macan yang dipanggil Tora tersebut menyahut perkataan dari Naruto karena ia adalah sejenis Ayakashi.
"Tolong jaga tempat ini ya, karena aku dengar pemakaman ini akan dijadikan sebuah tempat hiburan." Ucap Naruto sambil melemparkan sebuah gulungan ke arah Tora yang dengan sigapnya ditangkap oleh Tora menggunakan mulutnya. Melihat anggukan dari Ayakashi di depannya, lalu Naruto melanjutkan bicaranya, "Kalau begitu aku pamit dulu." Setelah itu, Naruto melangkahkan kakinya menjauhi Tora, meninggalkan pemakaman Kirigakure ini.
!
!
!
!
Di depan pemakan umum Kirigakure, Sasuke sedang bersandar di tembok pintu masuk ke makam. Mata yang awalnya terpejam, kini mulai membuka menampakkan iris hitam kelam miliknya.
"Pemimpin menyuruh kita langsung pergi ke Kyoto." Ucap Sasuke dengan nada dinginnya.
"Yosh!" Teriak Naruto yang baru saja keluar dari pemakaman dengan cengiran lebarnya. Wajahnya sekarang lebih cerah di bandingkan dengan tadi. Lalu mereka berdua pun melangkahkan kaki mereka kearah dua motor hitam yang terparkir di depan mereka.
Brum! Brum! Brummmmmm!
Motor mereka melaju dengan kecang bersamaan dengan matahari yang terbit di belakang mereka.
TBC
A/N : Ane minta maaf yang sebesar besarnya, karena kesalahan ane. Semoga cerita ini bisa dipahami dan bisa terbaca dengan baik XD Untuk mata Naruto yang dapat berubah warna nanti akan ane jelaskan di waktunya :*
-Ayakashi = semacam siluman seperti Youkai :"v mungkin saudara jauhnya Youkai :v
Terakhir ane minta saran, kritik, maupun flame (harus ada penjelasannya) di kolom riview :"v ada yang mau tanya tanya silahkan pm atau riview saja ye :*
SH003 undur diri...
Jaaa :*
