I Want Chanyeol by Park Baekhyun267

Main cast: Chanbaek

Other cast: Exo member

Genre: Tidak tahu?

Rated: M

Disclaimer: FF ini milik saya! mian jika ff kurang bagus maklum author baru,ini ff pertama author^^ semoga reader suka.. jangan lupa read and review! gomawo :)

Summary: Park Chanyeol kembali membintangi variety show Law of The Jungle selama 5 hari, meninggalkan Baekhyun di dorm dengan para member. Bagaimana keadaan baekhyun selama chanyeol tidak disampingnya?

Warning: This is YAOI!, Boys Love, no children, typos, EYD berantakan.

.

.

Review Chapter 1

"ckkph..enghh"
suara kecipak saliva terdengar di ruangan itu, 8 menit mereka bercumbu di tempat yang sama, sebuah suara mengiterupsi kegiatan mereka "ck, dasar sialan! hyung get a room please! menjengkelkan!" sehun yang tadinya ingin mengambil air minum menghentikan kegiatan hyungnya itu dan segera menuju kulkas dengan gerutuan yang masih ia keluarkan.

mendengar suara sesorang baekhyun mendorong dada chanyeol dan akhirnya pagutan itu terlepas "ah.. hosh hosh.." nafasnya terengah-engah, 'perang lidah yang menakjubkan' pikirnya.
"mianhae sehun-ah, kajja kita kembali baek." chanyeol menarik tangan baekhyun menuju kamar mereka. sehun jadi merindukan luhannya di china, entah sedang apa rusa itu, apakah sudah tidur, sehun kembali ke kamar dan memutuskan untuk menelpon luhannya dengan video call. 'mungkin sex phone tak buruk' seringai terlukis dibibirnya,mengingat tak ada seorangpun yang berada dikamarnya dan suho saat ini, ya suho sudah tidur dikamar lay.

CHAPTER 2

CHANBAEK'S ROOM

Chanyeol menarik baekhyun dan segera mengunci pintu, ia membalikan badannya dan langsung mencium baekhyun kembali, kali ini sedikit menuntut dari yang tadi, dibawah sana tangannya telah menelusup masuk ke dalam kaos yang baekhyun kenakan, mengelus perut rata itu dan membuat ukiran abstrak disekitar dada kekasihnya, perlahan kaki baekhyun melingkar di pinggang chanyeol, ia dibawa menuju ranjang mereka dan chanyeol membaringkan baekhyun di tengah ranjangnya.

"aahhh..." desahan lolos dari bibir baekhyun disela-sela ciumannya dengan chanyeol, tak butuh waktu lama untuk melepas kaos baekhyun, chanyeol juga segera melepas kaosnya dan langsung meraup leher jenjang kekasihnya, ia mencium leher baekhyun dengan lembut, sedikit menggigitnya dan menghisap kuat hingga terlukis hasil karyanya, tak puas jika hanya satu ia ingin seluruh tubuh baekhyun penuh kissmarknya kali ini.

"ahh..eunghh yeoolhh..."

Seringai chanyeol semakin lebar mendengar desahan baekhyun dekat dengan telinganya membuatnya semakin semangat bermain-main di leher baekhyun. Tangan chanyeol turun menuju gundukan yang sejak tadi telah mengeras dibawah sana, memijatnya pelan dan mengurutnya dibalik celana training itu.
"yeoolhhh se..sakhh..lepasshhh" chanyeol tak menghiraukan permohonan baekhyun, ia ingin sedikit menggoda baekhyun'nya' ini, 'jahil sesekali tak apalah' pikirnya.

"yeollhhh jjebal ahhh"

"melepas apa baekh?"

"kkau..hh ahh tauhh makhsud-kuhh"

"aku tak tau babyy" chanyeol masih setia melukis di leher baekhyun lalu turun menuju bahu dan juga mengukir kissmark di sekitar dada namja manis itu.

"le..pashh celana-kuhh~"

"untuk apa ku lepas baekkie?"

"yeollh!"

"hahaha arra arra, tapi kau juga harus melepas celanaku eotte?"

"nehh...aahhhh"

Chanyeol menarik turun celana baekhyun, dan tanpa dikomando chanyeol langsung memasukan junior baekhyun ke dalam mulutnya menaik turunkan kepalanya perlahan dan semakin cepat melakukannya. Namja yang berada dibawahnya hanya bisa mendesah nikmat sementara tangannya sibuk mencengkram sprei ranjang mereka, sungguh chanyeol sangat hebat dalam hal ini.

"ahh yeolhh fasterr yeah ahhh kuu inginh ahhh keluarh~ " chanyeol masih melakukan tugas?nya dengan khidmat

"akh! aahhh... "

Cairan baekhyun keluar dan langsung ditelan chanyeol tanpa sisa, iapun naik keatas tubuh baekhyun meraup kembali bibir yang sudah membengkak itu, menyesap kembali rasa manis yang sudah lama menjadi candu baginya.

Merasa celananya sangat sesak chanyeol melepas pagutan mereka, menegakan tubuhnya dan menarik baekhyun duduk berhadapan dengannya

"baek lepaskan celanaku sekarang."

Namja manis itu menganggukkan kepala, tanpa diperintah dua kali tangannya mulai membuka resleting celana kekasihnya, lalu menurunkan celana itu dan membuangnya ke sembarang arah, pipinya semakin merah saat ia menarik turun celana dalam chanyeol.

Glek

'omo! sejak kapan junior chanyeol sebesar ini eoh? Kurasa saat pertama kali kami melakukannya dia tak sebesar ini..Tuhan lindungi baekkie~'

"yeol.. "

"ne? "

"sejak kapan? "

Chanyeol mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan kekasih mungilnya ini.

"sejak kapan apa? "

"sejak kapan little chanyeol sebesar ini eoh?" kepala baekhyun semakin menunduk, terlalu gugup baginya jika menatap chanyeol terlalu lama, sementara chanyeol sudah tertawa terbahak-bahak baekhyun jadi kesal sendiri ditertawakan kekasihnya seperti itu

"hahaha baek kau tau itu tak penting untuk ditanyakan, sudahlah. Kita lanjutkan." saat itu baekhyun hanya bisa pasrah saat chanyeol membaringkannya lagi ke ranjang.

BLESH!?

"Akh! Yakk pelan-pelan yeol!"

"hehe mian aku sudah tak tahan baek.. Apa sakit?"

"neomu appo.~"

"mian, aku jamin setelah ini kau pasti akan menikmatinya, kau ingin kumanjakan bukan?"

Baekhyun hanya mengangguk seraya menatap chanyeol yang terlihat gagah diatasnya, oh byun baek..

"ahhh sshhh ahh ahh yyeolh yanghh ceepathh ahhh sshhh faasterr nee theree fasterr chanyeolahhh ahh~"

"yeahhh kauhh mencengkram-kuhh baekhh hahh ahh ahhh sshhh ouhhhh"

Jari tangan chanyeol memilin nipple baekhyun dengan sensual, mencubitnya gemas membuat kekasihnya merasakan nikmat berlipat ganda. Bibirnya asik mengemut dan menghisap nipple baekhyun yang satunya. Sekarang tubuh baekhyun sudah dipenuhi bekas memerah karena ulah chanyeol, ia paling senang melukis di tubuh sexy kekasihnya itu.

Baekhyun mengacak rambut chanyeol tak beraturan ia benar-benar menikmati perlakuan chanyeol padanya. Mereka kembali menautkan bibir masing-masing dan saling menghisap lidah lawan.
Junior mungil baekhyun tak luput dari jangkauan tangan chanyeol, ia terus mengurut naik turun benda tak bertulang itu semakin cepat dan cepat. Bibir chanyeol kembali menghujami bahu namja dalam kungkungannya, salivanya yang tertinggal sudah bercampur dengan peluh baekhyun.

"mmhhh ahh ahhhh ahhh ahh chanhh yeoolhh ahhh moree fasterr yeolhh ahhhh.."

"ahhh hahh emmh kauhh he-bath baekhh hahh ahh ahhh sshhh aahhh~"

"baekhh you're..mine only mine.."

"nehh ahh ahhh i'm youurshh.."

Dan setelah beberapa saat*

"chanh-yeolhh liehh akuhh inginhh ahh ahhh sshhh keluarhh.."

"tahan baekhh tungguu akuhh ahh ahhhh ahh"

"AKHH! chanyeol aahhhhh~"

"ermhh baekhhyun ahhhh~"

Chanyeol ambruk di samping baekhyun, memeluk posesif namja itu meskipun keduanya sedang terengah tapi mereka semakin mengeratkan pelukan mereka.

"hahh hahhh tadi itu sangat hebat yeol"

"ne, kau sangat nikmat baekh"

"..."

"apa kau lelah? tidurlah jika kau lelah chagi"

"umm, aku mengantuk yeol."

"kemarilah aku akan memelukmu." Baekhyun meringis ketika ia merapatkan kembali tubuhnya pada chanyeol, oh jangan lupakan bahwa junior chanyeol masih tertanam pada lubang baekhyun.

"yeol apa kau tak ingin mengeluarkan juniormu? " ujar baekhyun polos, chanyeol terkekeh dan semakin mengeratkan pelukannya.

"anni biarkan dia berada di sarangnya baby.."

"terserahmu yeol" si mungilpun tertidur dalam pelukan kekasihnya sementara namja tiang di hadapannya ini mulai ikut terjun menyusul kekasihnya ke alam mimpi.

Matahari menampakan diri muncul di ufuk timur, bias sinarnya mulai merayap masuk ke suatu kamar tanpa permisi, mungkin sang mentari ingin membangunkan dua sejoli yang masih terlelap tidur dalam sebuah selimut. Masih ingatkan adegan 19+ tadi malam?

*smirk

Baekhyun pov*

"eunghh.."

Aku membuka mataku saat sinar matahari masuk dalam kamarku dan hal pertama yang kulihat adalah kulit? Kulit siapa eoh? saat aku mendongakan kepalaku, ahh.. Aku baru ingat q tertidur bersama chanyeol semalaman yah.. malam yang indah.. sial kenapa baru bangun pipiku serasa memanas eoh?

masih terbayang dalam ingatanku betapa hebat olahraga kami semalam hihi.. dan aku juga masih bisa merasakan sisa-sisa sensasi junior chanyeol yang menusuku sangaaaat dalam. Sejenak aku menggeliatkan tubuhku dan eh?..

"ashh chanyeol sialan kenapa juniornya masih di dalam eoh?" lihatlah setelah aku melihat ke bawah selimut ternyata benar chanyeol belum melepaskan kontak kami sejak semalam, ughh pagi-pagi sudah membuatku menggerutu. Aku jamin aku pasti tidak bisa berjalan normal hari ini.. oh Tuhan pasti member lain akan menertawaiku..

"huwaaaa eommaaaa!"aku berteriak masih dalam pelukan chanyeol

"eughh.. baek waeyo? " mungkin karena terganggu chanyeol sampai bangun hehe salah siapa yang membuatku seperti ini?!

"yeol ireona lepaskan juniormu~"

"shireo, aku belum ingin bangun baek, biarkan seperti ini lagipula kita akan kencan nanti siang jadi masih banyak waktu untuk bermalas-malasan pagi ini arra?"

"tapi yeol aku ingin mandi dan aku juga lapar~"

"kau akan mandi bersamaku baby dan jika kau lapar aku punya susu untukmu." mendengar kata susu aku sangat senang, uh aku benar-benar lapar sekarang

"jinjja? apa itu rasa strawberry?"
Kulihat chanyeol tersenyum, tapi tunggu aku melihat seringai dalam senyumannya, kenapa perasaanku menjadi tidak enak?

"ini lebih enak dari susu strawberry dan aku yakin kau akan sangat menyukainya"

"jeongmal? lebih enak dari susu strawberry? lalu dimana susunya?"

Mataku berbinar saat chanyeol mengatakan susu itu lebih enak dari susu strawberry, chanyeol masih tersenyum dengan seringainya, masa bodoh dengan itu aku sudah sangat laparrr.

"arghh.. chanyeol appo~"

"hehe mian baekhyunie.."

Dengan seenak jidatnya chanyeol mengeluarkan juniornya begitu saja, apa ia tak berpikir bagaimana keadaanku eoh? Setidaknya aku bisa mempersiapkan diriku jika chanyeol akan melepaskannya, dasar idiot!

Chanyeol menggendongku bridal style menuju kamar mandi kami, setelah menutup pintu dengan kakinya chanyeol menurunkanku ke dalam bathup

"YAKK! Apa yang kau lakukan eoh?! " kulihat chanyeol menyalakan keran dan ikut masuk berendam, aishh sebenarnya apa yang ia pikirkan!

"tentu saja kita mandi bersama baek dan kau bilang ingin susu jadi aku akan memberikannya padamu setelah kita mandi"

Chanyeol mengambil puff dan menuangkan cairan sabun itu lalu menggosok leherku dan turun ke bahu, aku seperti bayi yang sedang dimandikan eommanya hihi...

Kami sudah selesai mandi untung tidak terjadi hal 'iya-iya' saat mandi, kurasa aku harus bersyukur untuk itu hihi..

Chanyeol menggendongku kembali ke kamar tapi yang membuatku binggung ia menurunkanku di samping ranjang dan menyuruhku untuk berjongkok.

"berjongkoklah baek."

Aku menuruti perkataannya, jujur aku tidak mengerti kenapa chanyeol menyuruhku berjongkok dan apa-apaan ini? What the asdfghjkl?!

"YAKK APA-APAAN KAU PARK CHANYEOL! APA YANG KAU LAKUKAN TUTUP ITU SEKARANG JUGA! CHANYEOL SIALAN!"

"ARGH! YAKK SAKIT BAEK!" *capslock jebol

Park sialan chanyeol bisa-bisanya dia membuka lilitan handuknya dan menyodorkan juniornya padaku yang errr...setengah ereksi? Astaga karena terkejut tanpa sadar aku langsung menamparnya, uhh pasti rasanya sakit sekali, demi kyungsoo yang tidak tinggi-tinggi apa yang terjadi pada pagiku yang indah ini?...

Pipiku terasa panas, sial aku merona hanya karena melihat dan menyentuhnya, dasar park chanyeol idiot! bodoh! tiang jelek! kerangka kelebihan kalsium! namja mesum!

"Arghhhh kau menyakiti benda untuk masa depan kita baekh..ashhh"

Chanyeol menutupi juniornya yang aku yakin pasti sangat sakit, aku tak tega melihatnya melenguh kesakitan seperti itu.

"m-mianhae yeolie.. Mianhae chanyeolie.."

*Baekhyun pov end

.

Ruang santai

"YAKK APA-APAAN KAU PARK CHANYEOL! APA YANG KAU LAKUKAN TUTUP ITU SEKARANG JUGA! CHANYEOL SIALAN!"

"ARGH! YAKK SAKIT BAEK!"

"aish kenapa pagi-pagi mereka sudah berteriak-teriak eoh?" ucap kai yang tadinya ingin melanjutkan tidurnya disofa terlonjak kaget mendengar hyung-hyungnya saling berteriak.

"mungkin chanyeol hyung ingin ronde selanjutnya" jawab sehun dengan santai, ya karna ia tau apa yang dilakukan kedua hyungnya itu semalam, semua yang berada diruangan itu menyerngit tak mengerti ucapan sang maknae, tapi hanya kai yang mengerti, ohh ternyata otaknya langsung terkoneksi jika berhubungan dengan kata-kata ambigu seperti itu. Apalagi yang berbau mesum *author digampar reader

"apa maksudmu chanyeol hyung minta tambah? " tanya kai dengan seringai menghiasi wajah belum mandinya. Sehun mengangguk tetap dengan wajah poker facenya ckckck. Kai menyeringai semakin lebar lalu menoleh kearah pintu kamar chanbaek.

"baekhyun hyung aku ingin keponakan yeoja! chanyeol hyung pernah berkata padaku ia bisa menunggangimu seharian jika kau me- "

CTAKK

"akh! yakk! "

"ucapanmu itu frontal sekali jongin!"

Itu kyungsoo yang bicara dan kyungsoo juga yang menjitaknya *poor kai

"aishh kepala jeniusku.."

"kepala jenius apanya eoh isinya hanya hal-hal mesum menjijikan."

"tapi jika aku tidak mesum kita tidak bisa bercinta kyungsoo hyung." kyungsoo akhirnya beranjak dari sofa dan berjalan ke dapur, takut kai melihatnya merona kkkkk.

.

"Argh.. rasanya sakit sekali, ahhh masa depanku yang berharga.. appoo... chagi-a kau harus bertanggung jawab,kenapa kau menampar juniorku eoh?"

Chanyeol meringkuk di atas ranjang sambil menutupi kemaluannya, mungkin takut ditampar baekkie lagi?

"mianhae chanyeolie.. lagipula untuk apa kau menyodorkannya didepan wajahku, aku kan kaget jadi reflek menamparnya..ah eotteokae? k-kkau harus segera diobati yeol bagaimana cara mengobatinya eoh?"

Baekhyun panik,ia mondar-mandir sembari mengigiti jarinya, disaat itu ia mendengar seperti suara kai berteriak dari luar kamar mereka

"baekhyun hyung aku ingin keponakan yeoja! chanyeol hyung pernah berkata padaku ia bisa menunggangimu seharian jika kau me- "

"akh! yakk!"

Langkah baekhyun terhenti dan pipinya memanas lagi. 'oh dongsaeng sialan, akan kurobek mulutmu itu dengan pisau kyungsoo!' batin baekhyun

"b-baekhh tolong aku.."

astaga baekhyun hampir lupa nasib kekasihnya

"ne chanyeolie? kau butuh sesuatu? aku harus melakukan apa?"

Kesempatan!

Chanyeol bersmirk ria dalam hati, tapi ia memang tak bohong, juniornya benar-benar sakit, lihatlah sudah mulai membengkak.

"kau.."

"ne?"

"..?"

"kau.. "

"apa chanyeol-ah katakan?"

"bisakah..ashh appo.. "

"ne? " *baekkie sabar*

"kau.. "

"mwoya?"*masih sabar*

"bisakah kau mengoral juniorku?"

Blank' itu yang terjadi pada otak baekhyun, otaknya butuh waktu beberapa detik untuk mencerna kata-kata chanyeol barusan.

"baek?"

"yakk aku ashh.. aku kesakitan baek~"

"ne ne?"

Jika saja chanyeol tidak merasa nyeri pada juniornya ia akan tertawa melihat lucunya wajah kekasihnya ini ketika merona parah, sangat menggemaskan.

"eotte? arghh appo.."

"yeol apa tak ada cara lain? Bagaimana jika hanya blowjob?"

TBC...

gomawo yang udah review,follow dan telah memfavoritkan ff nista ini! mianhae setelah ini author akan update agak lama soalnya masuk masa-masa ospek T.T dan untuk NCnya aku ngerasa belum mahir jadi maklumi aku baru belajar nulis NC.
sekian dari author tetap dukung CHANBAEK! annyeong reader~