"BAIKLAH! Sudah diputuskan! Aku, kau, kau, dan kau! Kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Huang Zitao! Oh my Jesus! Bagaimana bisa kalian bertiga ikut menyukainyaa?!" –Chanyeol berteriak histeris setelah menunjuk Kris, Suho, dan Kai secara bergantian. Ia tidak bisa mempercayai bahwa teman-temannya ikut tertarik pada Zitao, padahal ia yang pertama kali bertemu dan terpikat padanya.

Kai menggaruk kepalanya, "Yah, hehe, kau tahu, dia cukup sexy dan oh my gosh, badannya itu bak model yang ada dimajalah bulananku! Aku berjanji akan menikahinya dan akan membuat dia betah mendesahkan namaku nanti!" Kai mulai ikut merasa bersemangat untuk memperebutkan si pemuda Huang. Kai harus memuji badan Zitao lain kali, kakinya yang panjang layaknya Barbie membuat pemuda itu tergila-gila.

"Dalam mimpimu, Kai. Akulah yang akan mendapatkannya. Dan well, aku terpikat pada Zitao karena keramahannya dan kesopanannya, sangat susah mendapatkan anak seperti itu sekarang. Haha, pemuda itu berhasil membuat kita seperti orang bodoh,"-Suho segera berseru, terkekeh pelan begitu ia teringat pada Zitao.

Kris terdiam. Okay, dia bukan gay! Dia masih straight dan dia tidak menyukai pemuda Huang itu!

'Aku tidak menyukainya! Aku tidak menyukainya! Aku tidak menyukainya!'-batin Kris dalam hati, berusaha tegas pada pendiriannya sebagai seorang straight.

"Kris? Bagaimana denganmu?"

Sialan.

Kris mendecih, "Cih! Bahkan aku tidak menyukai pemuda itu! Sudahlah ambil saja! Aku masih normal kalau kalian mau tahu!" tangkasnya cepat.

"Heleh, dasar keras kepala!" cibir Kai kesal. Ia jengkel sekali pada Kris karena tidak mau mengakui rasa sukanya pada Zitao. Ketahuan sekali kalau ia juga merasa tertarik, tapi menolak mengatakannya.

"Ada orang yang sedang tidur disini ..." suara pelan Sehun yang merasa terganggu terdengar. Ia tidak tahan dengan teman-temannya yang selalu saja ribut. Waktu tenang yang ia rasakan hanya saat malam hari dan ketika pelajaran sedang berlangsung.

My Prince(ss)

Chapter Two

Rated : T

Cast : Kris, Tao, Suho, Chanyeol, Kai, Sehun and others

Warning : YAOI, TYPO YANG LUASNYA MINTA AMPUN (?)

DON'T LIKE, DON'T READ

NO SIDERS

.

.

ENJOY~

.

Zitao berjalan menuju sekolah dengan semangat. Hari ini cerah, tidak seperti kemarin yang mendung dan hujan deras. Langkah kakinya yang cepat dan senyum manis yang tak pernah hilang dari wajahnya membuat beberapa temannya menatap takjub padanya.

"Zitao!" suara seseorang yang memanggilnya membuat Zitao segera menoleh. Ah, kakak kelas sepertinya.

"Iya?"

"Ah, aku belum mengenalkan diriku padamu, yah! Perkenalkan, namaku Kim Jongin, kau bisa memanggilku Kai. Kelas XI B!"-Kai, menjulurkan tangannya yang diterima baik oleh Zitao. Dan hatinya mulai berbunga-bunga begitu mendapatkan uluran tangan Zitao. 'Shit! Tangannya saja selembut ini! Bagaimana dengan tubuhnya?!' pikir Kai, menatap lekuk tubuh Zitao.

Dasar pikiran po*n

"Oh, Kai sunbae yang kemarin di kantin bersama Chanyeol sunbae, bukan?"

"I-iya! Aku temannya, kami sekelas," jawab Kai. Ia mendesah kecewa saat Zitao melepaskan jabatan tangan mereka. Zitao, hanya tersenyum, "Aku duluan ya, kak!" serunya, bersiap kembali untuk berjalan cepat, namun, Kai segera mencegahnya.

"Bagaimana kalau kita berjalan bersama?" sahut Kai, langsung merangkul Zitao yang membuat pemuda itu terkejut.

"Baiklah, Kai sunbae,"-Kai tersenyum mendengar ucapan setuju dari Zitao. Rangkulannya tidak lepas dari bahu Zitao. Sebenarnya ia ingin sekali memeluk Zitao dan meraba setiap lekuk tubuh pemuda itu. Namun itu tak mungkin sekali. Kai tidak ingin membuat Zitao membencinya dan gagal menaklukkan sang pujaan hati. Zitao hanya terdiam dengan senyum tipis, kemudian menoleh pada Kai yang terus saja menatapnya.

"Ng ... Kai sunbae? Kenapa menatapku terus?" tanya Zitao kebingungan.

"Cantik. Cantik sekali. Seperti malaikat," gumam Kai, masih saja menatap paras pemuda Huang itu.

Zitao, membuka mulutnya lebar, apa yang baru saja Kai katakan? Cantik? Dirinya cantik? Oke, itu membuat Zitao sedikit malu dan tentu saja sedikit kesal. Ia seorang lelaki, harusnya Kai mengatakan dirinya tampan, bukan cantik. Zitao menghentikan langkahnya, yang otomatis membuat Kai ikut berhenti.

"Kai sunbae, kau yakin tidak apa-apa? Kenapa kau mengataiku cantik?" Zitao kembali bertanya, menatap Kai khawatir.

Kai, tersadar dari lamunannya, "Eh, ah, i-iya aku tidak apa-apa, Kris memukul kepalaku tadi malam," ujar Kai, tertawa pelan sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal.

Zitao, masih menatapnya khawatir. "Kau benar-benar tidak apa-apa, sunbae?"

"Hehe, aku tidak apa-apa kok. Kamu perhatian sekali, sih!" Kai terkekeh pelan, menggoda Zitao yang kini merasa malu. Lalu, mata Kai tiba-tiba membelalak saat melihat kancing atas Zitao yang terbuka. "Zi-Zitao, kancing bajumu," ujar Kai, wajahnya sedikit memerah melihat dada atas Zitao yang sedikit terekspos bebas.

Zitao terkejut, "ah, maafkan aku sunbae," seru Zitao, dengan cepat ia memasang kembali kancing bajunya. Ia menoleh dan terheran mendapati wajah Kai yang sedikit memerah. Zitao menarik lengan Kai, lalu mendekatkan wajah mereka berdua.

Tuk!

"Kau tidak apa-apa, sunbae? Wajahmu memerah," ujar Zitao khawatir.

Kai membulatkan matanya begitu menyadari apa yang Zitao lakukan. Ia menempelkan keningnya pada kening Kai! Oh Tuhan! Ini kenikmatan! Wajah Kai sekarang lebih memerah dari sebelumnya, dan Zitao dengan polosnya masih menatapnya khawatir. "Sunbae?"-hembusan napas Zitao sangat terasa di wajah Kai.

.

Blush!

.

Kai harus segera ke toilet sekarang!

"A-aku duluan Zitao!" Kai langsung mendorong Zitao pelan, kemudian berlari cepat menuju sekolah, meninggalkan Zitao yang tampak kebingungan. 'Gila? Tertular Kris sunbae?' pikirnya, kemudian melanjutkan langkahnya ke sekolah. Sedangkan Kai, berlari dengan kekuatan penuh dan langsung menuju toilet. Selanjutnya, yah, kalian pasti tahu apa yang akan ia lakukan.

Zitao, kau berhasil membuat Kai mendesah

...

"Anak itu gila!" Kai langsung berseru begitu ia duduk dengan kawanannya. Sehun dan Chanyeol menatapnya heran, sedangkan Kris dan Suho yang sudah tahu kelakuan Kai hanya mendecih. "Kau kenapa? Keringatmu banyak sekali! Kau bauk!" sungut Chanyeol, menjauhkan diri dari Kai yang masih mengatur napasnya dengan peluh yang bercucuran.

"Dia-Huang Zitao! Berhasil membuatku onani pagi ini! Anak ituu ... haish! Aku bisa gila!" teriak Kai, menjambak rambutnya frustasi.

"Kau memang sudah gila. Dan pelankan suramu," Sehun tak heran begitu mendengar penjelesan Kai. Pemuda dengan pikiran kotor itu sering sekali mimpi basah di kasurnya, dan buruknya, dia tidak mau membersihkannya, dan berakhir dengan dirinya yang membersihkan kasur Kai.

"Pantas saja kau membolos pagi ini, Joe sonsaengnim punya tugas tambahan untukmu. Pergilah keruangannya sepulang sekolah," ujar Suho, kemudian menyuap parfait pesanannya kedalam mulutnya. Membuat Kai menghela napas mendengarnya.

"APA?! kau sudah melakukan hal itu?! Bagaimana bisa?!" Chanyeol mulai panik begitu mendengar kalau Kai sudah onani berkat Zitao. Tidak bisa ia bayangkan Kai mendesahkan nama Zitao berulang kali di toilet.

"Zitao menempelkan keningnya ke keningku! KENINGNYA! Dan jika aku tak menahan diri, mungkin aku sudah mencium anak itu dan kubawa dia kebelakang sekolah!" sahut Kai, membuat Chanyeol, Suho dan Kris menatapnya tajam. Zitao melakukan hal itu pada Kai? Oh ayolah! Kenapa harus Kai?! Mereka juga menginginkan hal yang sama!

"Lakukan saja, dan besok kau sudah tidak bisa melihat matahari lagi," ujar Suho dingin.

"Aku akan membunuhmu jika kau menyentuh Zitaoku!" Chanyeol semakin panik dan histeris.

"Sialan kau, Kai!" kali ini, Kris tidak bisa menahan diri. Hei, ia cemburu! Kenapa Zitao harus menempelkan kening mulusnya ke kening hitam Kai?! Keningnya bahkan jauh lebih baik!

Chanyeol, Suho, Kai dan Sehun langsung menoleh kearah Kris. Pemuda bermarga Wu itu kebingungan, hingga ia menyadari apa yang baru saja ia katakan. 'Stupid Wu!'-batinnya dalam hati, walaupun wajahnya tetap menampilkan wajah datarnya.

"Kris, kau tak perlu keras kepala seperti itu. Kau menyukai Huang Zitao, rite?" tanya Suho, menatapnya dengan tatapan intimidasi.

"Tidak," jawab Kris tegas, kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain, dan mata tajamnya mendapati seseuatu yang menarik. Siapa lagi?

Huang Zitao.

"ZITAAAAOOO!"-Chanyeol langsung berdiri dan berteriak, jangan lupakan lambaian kedua tangannya yang menjadi pusat perhatian itu. Sehun sedikit tertawa melihatnya. Benar-benar bodoh. Kemudian ia melirik teman-temannya. Kai, sudah membuka sedikit mulutnya, kelihatan sekali kalau pemuda itu menatapi lekuk tubuh Zitao yang sedang berlari kecil. Suho, menatap pemuda Huang itu dengan tatapan kagum dan senyum, sambil terus saja menggumamkan "My angel". Kris, pemuda tampan itu pura-pura tak melihat Zitao dengan meneguk soda-nya, namun tidak bisa dipungkiri, kalau ekor matanya melirik Zitao. Bagus, teman-temannya menjadi bodoh semua.

Zitao datang dengan kotak bekal ditangannya. Jangan lupakan senyum manis yang masih dipuja-puja oleh Chanyeol, Kai, Suho dan Kris. "Duduklah disini," Suho memberikan Zitao tempat duduk disampingnya, yang diterima baik oleh Zitao. "Terima kasih, sunbae," ujarnya. Chanyeol memasang tampang cemberutnya. Ia ingin Zitao duduk disampingnya. Tapi apa, samping kirinya Kai, dan samping kanannya Sehun.

Zitao yang menyadari wajah cemberut Chanyeol segera menatap pemuda itu dan tersenyum lembut, "Chanyeol sunbae? Kau mau bekalku?" tanya Zitao, membuka kotak bekalnya.

Chanyeol mengangguk cepat, "Iya, aku mau!"

Zitao mengambil sumpitnya, kemudian mengambil Jiaozi yang ia buat shubuh tadi. Dengan pelan, disuapkannya Jiaozi itu pada Chanyeol. Chanyeol menerimanya dengan hati yang berbunga-bunga.

ZITAO MENYUAPNYA! YEAH!

Suho, Kai dan Kris melotot melihat Zitao yang baru saja menyuapkan bekalnya pada Chanyeol. Rasanya sakit sekali. Terlebih untuk Kris. Ia baru saja merasa diistimewakan oleh Zitao karena kejadian kemarin. Tapi langsung dijatuhkan begitu mendengar Zitao yang menempelkan keningnya pada Kai, dan melihat Zitao yang menyuapkan masakan China buatannya pada Chanyeol. Oh Tuhan, Kris sakit hati!

"Enak sekali, Zitao! Wah, kau bisa menjadi chef yang hebat!" seru Chanyeol memuji.

Zitao tersenyum malu, "benarkah? Terima kasih Chanyeol sunbae,"

Kai jengkel sekali melihat Zitao dan Chanyeol yang saling bertatapan. "Zitao, aku juga ingin Jiaozi-mu!" pekiknya, membuat yang lain langsung menatapnya. Chanyeol mengumpati Kai dalam hati yang mengganggu moment-nya dengan peri hatinya.

"Ah, ini, Kai sunbae," Zitao sudah siap menyuapi Kai, yang langsung diterima Kai dengan senang hati. Senyum Kai mengembang, sedangkan yang lain menatapnya kesal, kecuali Sehun yang sedang asyik dengan smartphone-nya.

Zitao kembali duduk dengan tenang, kemudian menatap Suho. "Ah, sunbae, maafkan aku, tapi aku belum mengetahui namamu,"

"Oh, yeah, aku belum mengatakan namaku. Kau bisa panggil aku Suho, Zitao," seru Suho dengan senyumnya. Zitao balas tersenyum, kemudian ia menyumpit sebuah Jiaozi-nya dan dihadangkannya di depan mulut Suho. "Sunbae mau?"

Suho menggeleng, "Tidak. Aku tidak mau kau menyuapiku dengan sumpit, suapi aku dengan tanganmu,"

.

"Damn you, hyung ..." Kai mendesis, sedangkan Chanyeol dan Kris mengeluarkan aura yang bisa disebut tak menyenangkan.

Zitao, yang tampak biasa saja, kemudian menaruh sumpitnya, dan menyuapkan bekalnya kepada Suho dengan tangannya sendiri. Kris yang melihat itu semua tentu saja marah. Ia tidak menyangka Zitao begitu polos. Jujur, ia ingin sekali disuap juga oleh Zitao. Tapi itu tak mungkin. Dalam hatinya, ia masih saja membatinkan kalimat yang sama, 'aku tidak menyukai Zitao, aku tidak menyukai Zitao, aku tidak menyukai Zitao'.

Kemudian, Kris tertawa pelan. 'Ya, aku tidak menyukai Zitao! Aku hanya kagum padanya seperti lelaki kebanyakan. Cih, lihat saja pemuda itu, sama sekali tidak cantik! Bisa-bisanya Suho, Kai dan Chanyeol menyukainya! Aku tidak akan menyukainya! Aku bukan gay! Dan aku seorang straight! Yeah, Kris Wu is a normal man~'-Kris mulai berpikir tak jelas dengan seringai dibibirnya.

"Kris sunbae?"-hingga suara Zitao membuyarkan lamunannya. Kris menoleh, melihati Zitao dengan senyumnya yang lembut. Ugh, susah payah Kris harus memasang tampang datarnya.

"Kau mau Jiaozi?" tanya Zitao.

"Tidak,"

"Bohong," Sehun bersuara, membuat semuanya langsung menatapnya. Kemudian, pemuda cuek itu menatap Zitao. "Suapkan saja padanya. Dari tadi dia menatapmu dengan tatapan memelas," ujarnya, kemudian kembali asyik dengan smartphone-nya, bertukar pesan dengan kekasihnya.

Kris bersumpah akan menendang Sehun begitu Zitao pergi nanti. Sesekali mulut Sehun harus dilakban, pemuda itu irit sekali bicara, tetapi sekali bicara langsung intinya. Menyebalkan. Zitao, yang menatap bingung Sehun kemudian kembali menatap Kris.

"Kau yakin sunbae? Kau tak mau Jiaozi-ku?" tanya Zitao kembali.

Kris menggeleng, kemudian meneguk soda miliknya. Chanyeol dan Kai mendecih. Lalu dengan serempak mereka bersuara, "Suapi aku saja, Zitao!"

...

Kris menguap pelan. Ia sedang membolos pelajaran dan melarikan diri menuju perpustakaan. Pelajaran kali ini pelajaran yang cukup tidak disukainya, sering kali Kris harus melarikan diri dari pelajaran seni itu. Terakhir kali mereka dipinta untuk melukis, dan lukisan miliknya dan Kai yang mendapat nilai terburuk. Dan ia masih bisa ingat saat Qian sonsaengnim, guru seni mereka memintanya untuk menyanyi lagu lama Korea di depan kelas. Dan yang ia nyanyikan adalah rap Inggris, yang membuatnya dikeluarkan dari kelas.

Kris berjalan menuju perpustakaan. Kosong seperti biasanya. Ia segera masuk dan duduk. Kemudian mencoba untuk tertidur. Hingga ia memicingkan matanya, mendapati sebuah Mp3 player dengan headseat yang terletak begitu saja. Ia mengambilnya, kemudian melihati Mp3 player itu. Matanya membulat sesaat.

Tertera sebuah tulisan nama di Mp3 itu, bertuliskan 'Zitao' dengan spidol berwarna keperakan. Keberuntungan apa yang sedang didapat Kris sekarang? Yeah, dia berhasil mendapatkan cara untuk meluangkan diri lagi dengan Zitao! Ah, Kris memang beruntung.

.

.

"Apa yang kupikirkan?! Kenapa aku senang, sih?! Bodoh!" rutuknya, kemudian mengacak surai emasnya frustasi.

Kau memang bodoh.

Kris menghela napas. Setidaknya, ia harus mengembalikan barang milik orang lain. "Ya, ya, aku harus mengembalikan barangnya. Ini hanya balas budi, kemarin dia sudah meminjamkan payungnya, dan sekarang giliranku membalas budi. Ck ck, Kris Wu memang pria yang hebat," ocehnya sendiri sambil menyeringai. Tapi, ia tak mungkin kekelas Zitao sekarang. Pelajaran sedang berlangsung. Baiklah, sepertinya kegiatan tidur Kris bisa berlangsung sekarang.

.

.

.

.

"Sunbae? Kris sunbae? Bangunlah,"

Pemuda tampan itu terusik dari tidurnya begitu seseorang menepuk-nepuk pipinya pelan. Dengan mata yang masih mengantuk, ia berusaha untuk melihat siapa yang berani membangunkannya.

DEG!

Kris sangat terkejut, kesadarannya langsung terkumpul sempurna begitu melihat wajah Zitao yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Zitao tersenyum melihat Kris yang sudah bangun. "Ah, syukurlah sunbae sudah bangun! Sudah dua jam berlalu sejak pulang sekolah," serunya.

Kris terkejut, "Ha?! Selama itu aku tidur?! Astaga ..."-ia menepuk dahinya. Pantas saja mentari sudah hampir terbenam, yang menunjukkan bahwa hari telah sore. "Kau ... apa yang kau lakukan disini?" lanjutnya, berusaha untuk tetap bersikap tenang.

"Oh, aku mencari Mp3 player-ku yang tertinggal. Tapi aku menemukan sunbae yang sedang tertidur," jawabnya, kemudian celingukan mencari benda kecil berisi musik miliknya.

Kris teringat dengan Mp3 player yang ia temukan, kemudian merogoh sakunya. "Ini, aku menemukannya," sahutnya, kemudian menyodorkannya pada Zitao. Mata pemuda cantik itu berbinar-binar begitu melihat benda yang dicarinya. "Ah, terimakasih banyak, sunbae!" ucapnya penuh gembira.

Kris menelan ludahnya. Zitao sangat manis, sungguh. Dengan senyum yang mengembang dan manik matanya yang sangat indah bisa membuat semua orang menatap takjub padanya, dan Kris tidak bisa menghindar untuk melakukan hal tersebut.

"Kris sunbae? Kau mau pulang bersama?" pertanyaan Zitao membuat Kris sadar dari lamunannya. Pemuda itu terdiam cukup lama, kemudian mengangguk, "tapi, aku harus mengambil tasku dulu," serunya.

Kini giliran Zitao yang mengangguk, "baiklah, ayo, kita kekelas sunbae!"-dengan semangat, Zitao menarik lengan Kris, pemuda tampan itu terkejut. Keduanya kemudian berlari menuju kelas XI B, dan Kris mengambil tasnya lalu menghampiri Zitao yang menunggunya didepan pintu.

Kedua pemuda yang berbeda umur itu berjalan pelan menuju asrama. Kris sesekali melirik Zitao yang tersenyum, memasang headseat ditelinganya dan tampak menikmati alunan musik yang ia dengarkan. Kris terus saja menyangkal perasaannya yang mengatakan bahwa Zitao cantik. 'Dia tidak cantik, dia tidak cantik, dia tidak cantik'-batinnya dalam hati.

Kris ingin mempunyai pasangan. Dan dengan wajah tampannya tentu saja itu sangat memungkinkan. Namun, yang diinginkannya adalah seorang wanita. Bukan seseorang yang berjenis kelamin sama seperti dirinya. Walaupun hal seperti itu sudah lumrah, tapi ia masih ingin menjadi lelaki normal yang mencintai perempuan.

Tapi, hati Kris berkata lain. Biarpun Kris berkali-kali menetapkan dalam hatinya bahwa ia tidak akan menyukai seorang lelaki dan akan menjadi seorang straight, namun kali ini, untuk meyakini dirinya sendiri sangat susah. 'Sebenarnya, apa keistimewaan Huang Zitao, huh?'-pikirnya sendiri. Ya, apa keistimewaan Huang Zitao yang membuat beberapa pemuda luluh padanya?

Dia cantik

Huh, yang benar saja. Banyak wanita yang jauh lebih cantik darinya.

Dia menawan, sopan dan penuh kelembutan

Apa? haha, memang dia seorang putri?

Dan dia bisa menarik hati pria seorang straight

Kris langsung memukul kepalanya berulang kali. Apa-apaan ini? Pasti tadi itu setan yang berusaha mengganggu keimanannya sebagai seorang straight!

.

.

"Guk! Guk!"

"Eh?"-Kris dan Zitao bersamaan mengeluarkan suara heran begitu melihat seekor anjing datang menghampiri mereka.

"Anjing? Aku tidak pernah melihat ada anjing disekitar sini," gumam Kris keheranan. Zitao, yang tampak tertarik dengan anjing itu berusaha mendekatinya. "Ah, lucu sekali," serunya, berjongkok dan menjulurkan tangannya untuk mengusap kepala anjing itu.

"Zitao, jangan! Itu anjing liar!" pekik Kris, dengan cepat ditariknya tangan Zitao dan mengambil langkah mundur.

Zitao mengerucutkan bibirnya, "Huh, sunbae tidak seru .. dia pasti hanya anjing yang hilang. Lihatlah, dia lucu sekali. Tidak mungkin menggigit," ujarnya, kemudian kembali berjongkok dan menatap si hewan dengan penuh kekaguman. Kris menghela napas, kali ini ia membiarkan Zitao, lagipula apa urusannya? 'Jika nanti ia di gigit anjing, biar tahu rasa sendiri'-pikirnya sok tak peduli. Zitao dengan pelan mengusap kepala anjing itu.

"GUK!"-rupanya, anjing itu tidak menyukai usapan lembut Zitao, ia menggonggong marah dan menatap Zitao dan Kris dengan geram.

"K-Kris sunbae ... tampaknya ia tidak menyukaiku ..." Zitao langsung berdiri dan mundur beberapa langkah.

"Kan sudah kubilang itu anjing liar ..." ujar Kris, ikut mengambil langkah mundur. Anjing itu tampak sangat marah sekarang, giginya yang tajam diperlihatkan, dan air liur yang menetes membuat Kris bergidik ngeri.

Kris menoleh pada Zitao yang tampak ketakutan. "Hei, sampai hitungan ketiga, kita lari secepatnya, oke?"

Zitao mengangguk cepat. Wajahnya kini pucat pasi. Kris, yang melihat itu merasa tak tega. Pemuda tampan itu kemudian menggenggam tangan Zitao. "Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja .." gumamnya, membuat Zitao tersenyum tipis mendengarnya.

Tadi katanya biarkan saja. Dasar kau munafik, Wu

Kris menghirup napas dalam-dalam, anjing itu sudah bersiap menyerang mereka, "Satu ... dua ...,-

TIGA! LARI, ZITAO!"-mereka berdua kini berlari sekuat tenaga, dengan genggaman tangan yang tak dilepaskan oleh keduanya. Anjing itu pun mengejar mereka, tidak mau kalah dengan kedua pemuda itu. Kris dan Zitao terus berlari hingga napas mereka memburu, dan keringat yang bercucuran. Walaupun begitu, baik Kris maupun Zitao tidak mau melepaskan genggaman tangan mereka.

Kris dan Zitao berlari menuju asrama, anjing itu masih mengikuti mereka. Dengan sekuat tenaga keduanya sampai diasrama, keduanya masih berlari hingga sampai dikoridor dan tidak menyadari bahwa anjing yang mengikuti mereka sudah pergi kearah lain. Zitao menghentikan langkahnya, begitu pun dengan Kris ketika menyadari bahwa anjing liar itu sudah tidak mengikuti mereka.

"Hosh, hosh .. tadi itu bahaya sekali, sunbae .." gumam Zitao dengan napas memburunya.

"Hhh, hhh, yah .. lain kali, jangan sembarangan menyentuh anjing ..." ujar Kris megingatkan. Ia tidak pernah berlari secepat dan sekuat ini sejak masuk SMA. Zitao mengangguk, kemudian menghapus peluhnya dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya ...

Masih digenggam oleh Kris.

Zitao tersenyum, kemudian menatap Kris yang masih mengatur napasnya. "Sunbae ..." panggilnya, membuat si tampan menoleh. "Terima kasih, sunbae," ujar Zitao dengan senyum lembutnya.

"Eh, ah iya ..." jawab Kris pelan. Kemudian, ia menyadari bahwa dirinya dan Zitao masih bergandengan tangan satu sama lain. Dengan cepat Kris melepaskan genggamannya pada Zitao.

"Ah, kalau begitu, aku pergi kekamarku dulu," ujar Kris, kemudian melanjutkan langkahnya dan menoleh melihat Zitao yang tersenyum, melambaikan tangannya. Tanpa disadari, Kris ikut tersenyum melihatnya.

"Huang Zitao ..." gumamnya. "... Haha, kau hebat .."

.

.

.

.

Kris langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Kakinya pegal, badannya cukup lelah. Sudah lama ia tidak berlari seperti itu. Namun, yang sekarang ada di pikirannya hanyalah Zitao dan dirinya yang cukup lama bergandengan tangan. Sungguh, itu luar biasa sekali. Kris sangat menikmati moment tersebut walaupun ia cukup lelah. Dengan bodoh, ia tersenyum dan tertawa sendiri. Membuat teman-temannya menatapnya heran.

"Kau kenapa, hyung?" tanya Kai heran.

Kris menggeleng, "Hahaha, tidak apa-apa,"

"Huang Zitao, apalagi,"-Sehun langsung mendapat lemparan bantal dari Kris.

"Kau pulang bersama Huang Zitao? Bagaimana bisa?!" seru Chanyeol, Kris mengangguk. "Yah, panjang ceritanya .. kita berdua dikejar anjing, dan dia menggenggam tanganku selama berlari,"

"APAA?!"

Bagaikan petir yang menyambar langit, Kai dan Chanyeol begitu histeris mendengarnya. Zitao menggenggam tangan Kris? Selama berlari?! Oh mereka juga menginginkan hal itu! "Ceritakan! Kenapa kau bisa bertemu dan pulang bersama Zitao?!"-Sehun langsung memasang headphone-nya.

Kris tertawa mengejek, "Hahaha, makanya, sekali-sekali tertidur dan pulang terlambatlah!" ujarnya, kemudian melepas seragam bajunya dan mengambil handuk, bersiap untuk mandi.

'Hmm, jadi begitu yah ...'-batin Kai dalam hati.

'Mungkin Zitao mengikuti pengembangan diri sepulang sekolah ... baiklah! Besok aku harus tertidur disekolah! Aku akan begadang malam ini!'-tekad Chanyeol dalam hati.

"Oiya, dimana Suho?" tanya Kris sebelum masuk kekamar mandi.

"Dia mengurus kegiatan orientasi anak-anak kelas X. Katanya selama tiga hari kedepan akan ada masa orientasi," ujar Kai.

"Ah iya, dia kan ketua OSIS," sahut Kris.

"Huh, aku iri pada Suho-hyung! jika tahu begini, aku juga akan mendaftarkan diri mengikuti OSIS!" sungut Chanyeol.

"Kenapa? Justru merepotkan," timpal Kai.

"Kau bodoh, ya? Hanya para OSIS yang ikut andil dalam masa orientasi itu! Dan Zitao kelas X, jadi bisa saja Suho-hyung mengambil kesempatan untuk mendekati Zitao!" ucap Chanyeol jengkel.

Mata Kris dan Kai membulat mendengarnya. "Kau benar! Aarrgh! Kenapa aku tidak mendaftar jadi OSIS bulan laluuu," Kai mulai mengacak rambutnya.

"Heh, hanya orang-orang pintar yang bisa menjadi pengurus OSIS," seru Kris, kemudian masuk kedalam kamar mandi.

"Huh! Kau mengataiku bodoh ya, hyung?!" teriak Kai. Kris yang sedang berada di kamar mandi terdiam didepan cermin. Sama sekali tidak memperdulikan teriakan Kai. Ia memikirkan cara bagaimana agar bisa ikut andil dalam masa orientasi.

"Argh! Harusnya aku menerima ajakan Suho untuk menjadi pengurus!" gumamnya kesal, lalu segera menyalakan shower.

.

.

.

TBC

Bubububububu Iraa comeback :v

Well, langsung to the point aja deh, gimana chapter ini menurut kalian? Keren gak? Atau feel-nya kurang dapet? Huhu iya ira tau kok :'v kenyataan memang pahit.

Okay guys, ada yang pen ira kasi tau, mungkin chapt depan ada moment sutao dan juga chantao. Tapi tenang aja, di setiap chapter, selalu ada moment Kristao kok XD gimana? Kalian setuju gak?

Ninggalin jejak kalian disini yaa, kasi saran dan pendapat kalian juga, supaya ira tau chapt depan harus gimana.

BIG THANKS TO :

"Orangecuppie, baby panda93, Kirei Thelittlethieves, Harumi Shiba0068, LVenge, HyuieYunnie, celindazifan, fujodanshi4, ajib4ff, kthk2, PanPanda, ndadinda, tao6800, kawaiiaegyo33, luphbebz, Hoshi no Haru, daunj97, guest1, owe, Aiko Michisige, guest2, taoxxxtao, LoveHyunFamily, Bunda Tao, .92, icegreentealatte, yeojakim2, tt, Ko Chen Teung, zipanda, deveach, , junghyema, kyndipc, Kristaobby, yjima"-WITHOUT YOU ALL IRA NOTHING :'V

Maaf tidak bisa membalas review kalian, tangan ira pegal dan udah ngantuk, ira janji bakal balas review kalian yang di chap 2, tapi ira baca semua kok review kalian, makasih buat semangatnya yah. Sekali lagi ira minta maaf gabisa balas review kalian

Last, MIND TO REVIEW babe? :D