Oh Sehun. Lelaki dingin berwajah tampan rupawan bak pangeran, Anak dari pemilik sekolah XOXO High School.

Sebenarnya sekolah ini adalah sekolah tingkat atas, Sebelum menjelang pendidikan tinggi. Kenapa tidak menggunakan kata Senior sebelum High Schoolnya? Itu karena, Oh Seung hun- Ayah Sehun sekaligus pemilik dan pendiri sekolah ini berangapan bahwa tidak ada kata Senior dalam dunia pendidikan, Yang ada hanya kata Angkatan dalam menempuh perjalanan mencari ilmu.

Seperti Sekolah Bonavit pada umumnya. Di sini, Anak orang berpengaruh, Atau dari Kasta Atas akan di pisahkan dengan murid lainnya. Mereka akan di beri pendidikan berbeda dengan murid biasa yang bersekolah disini. Karena, Ya mereka juga membayar lebih dari yang semestinya. Jadilah pelayanannya berbeda.

Bukankah Pepatah Uang selalu berkuasa Selalu terjadi dimana-mana Atau setidaknya di suatu tempat di dekatmu, Bisa sajakan?

Ayah Sehun, Oh Seung Hun. Adalah pembisnis handal di kawasan Asia. Ia bisa membangun bisnisnya sendiri-Dengan sedikit bantuan dari Ayahnya, Oh Seung Hyun. Dan membawanya bekerjasama dengan Perusahaan besar Dunia.

Selain itu, Oh Seung Hun sangat menghormati ilmu. Jadilah dia Mendirikan XOXO High School ini.

Dan dari semua data diatas, Seharusnya kita berdecak kagum karenanya. Tapi, Ada sesuatu yang tidak di ketahui orang Luar, Bahkan Anggota Geng Sehun sendiri. Bahwa...

Sehun adalah seorang Cucu tunggal dari seorang ketua Yakuza.

Ya, Oh Seung Hyun- Kakek Sehun. Adalah seorang berketurunan Korea-Jepang. Dan semasa dia di jepang Ia menjadi Ketua Yakuza yang sangat di segani disana, Sebelum Ia menikahi Seorang Gadis Korea dan menganti Identitasnya.

...

...

Setelah kejadian memalukan-Menurut Sehun. Itu Sehun dan Genknya pergi meninggalkan tempat kejadian menuju Kelas Mereka. Yaitu, 520 K. Entah darimana nama itu berasal, Sehun hanya terpikirkan itu saja saat diminta Nama apakah yang akan disandang Kelas mereka.

Ia mengeluarkan Ponsel pintarnya dari saku Jas Almamater sekolahnya.

" Tangkap Siswa Baru yang masuk hari ini. Dan cari data tentangnya. Lakukan semuanya dengan halus! "

Sehun mengetikan kalimat diatas dengan cepat agar tak di curigai Teman-temannya- Anggota Genknya.

Disekolah ini Setiap Anak Kalangan Atas akan memilih sendiri dengan siapan mereka akan di tempatkan. Di Kelas kalangan atas hanya boleh berisikan beberapa orang saja maksimalnya adalah 7.

Kelas, Atau Sehun menyebutnya Genk- Karena mereka akan saling bersangkut-paut satu sama lain. Sehun terdiri dari Kim jongin, Atau kalian bisa memanggilnya Kai. Ia Adalah Anak kedua dari Kepala Sekolah XOXO High School ini.

Yang selanjutnya adalah Wu Yifan atau kalian bisa memanggilnya dengan nama Kris. Dia Blesteran China-Kanada, Anak Tunggal sama seperti Sehun dari Perusahaan Mitra kerja Ayah Sehun.

Dan ini yang satu lagi bernama Kim Joon Myun. Seorang Lelaki Asli Korea, Anak dari Pengacara Kelas atas Korea.

Terakhir, Adalah Park Chanyeol. Seorang lelaki bertubuh Tinggi dan Tak kalah tampan dari yang lainnya, Dia anak dari Presedir Perusahaan Mobil Korea.

Sebenarnya sehun bukanlah Ketua Genknya. Tapi karena dari semuanya yang paling menonjol adalah dirinya sebelum Kai-Karena, kai memiliki warna kulit yang berbeda.

Sesampainya di Kelas, Tapi Anak-anak Kelas atas menyebutnya dengan Markas. Sehun langsung pergi menghadap cermin besar yang ada di Ruangan itu.

Merah. Dipipi putihnya terdapat cap 5 jari kecil yang memerah disana. Oh kalian tahu. Ini sangat Sakit!

Baiklah. Sehun tidak memulai ini, Lelaki kecil berwajah perempuan itu yang memulai ini semua. Sehun harus membuat Anak itu memeohon maaf atas dirinya setelah apa yang ia lakukan kepada sehun di depan umum.

Enak saja. Dia sudah lancang sekali.

Pokonya jangan harap, Sehun akan diam saja di permalukan di depan publik seperti itu. Hey, Itu bisa merusak citranya kalian tahu?

" Aku akan membuatmu menyesal, X i Luhan. "

...

...

...

Kidnapping Boy

SL Baby99

T+ Semi M

HUNHAN

" Seseorang berwajah perempuan telah berbicara lancang kepada sehun. Dia pantas mendapatkan pelajaran bukan? –sehun "

OOC, Typo(s), Yaoi, Tak sesuai EYD, Alur gaje, pwp, Porn activity, Lime, Lemon, Cerita pasaran, Cerita jaka sembung bikin Mual.

I TOLD YOU BEFORE YOU READ THIS FF

ITS YAOI IF YOU NOT LIKE DONT READ OKEY!

Kidnapping Boy

©2015 SL Baby99 present

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading.

Luhan memasuki kelasnya, Lalu mendudukan dirinya di kursi miliknya.

Semua anak sekarang tengah membicarakannya, Baik secara bisik-bisik atau secara terang-terangan.

" Luhan. " Luhan melihat ke arah pintu, Baekhyun berlari menghampirinya.

" Apa yang kau lakukan? " Tanya Baekhyun terdengar Putus asa. Luhan hanya diam, Tak mengerti apa yang dimaksud Beakhyun.

" Kau tahu siapa yang kau tantang tadi hah? " Tanya Baekhyun lagi. Sedangkan Luhan mengelengkan kepalanya Refleks. Hey, Luhan memang tidak tahu siapa yang ia tantang di koridor yang menyebabkan Kerumunan besar karnanya tadi.

" Astaga. Tuhan! " Seru Baekhyun setelahnya.

Oh, Benar-benar! Luhan tidak tahu siapa yang ia tantang tadi, lantas kenapa Lelaki cantik itu berani menantangnya, Atau setidaknya ia mencari tahu dulu siapa yang Ia tantang itu.

" Kau tahu, Dia Oh sehun anak Pemilik Sekolahan ini, Lu. "

" Lalu kenapa jika dia anak Pemilik sekolah ini memangnya? "

" Tidak ada. Hanya saja... "

^,|,^

^,|,^

^,|,^

Sebelum Luhan membuat keributan seperti ini. Ada juga yang melakukan hal yang sama. Yaitu, Menentang Perintah Oh Sehun dan membuat keributan.

Kabarnya anak yang bermasalah dengan Sehun tidak akan menampakan diri mereka lagi setelahnya. Entah apa yang terjadi pada mereka, Dan jika menanyakannya kedapa Pihak wali kelas mereka, Mereka akan Memberitahu bahwa siswa itu sudah Pindah. Benarkah mereka pindah?

Dan Baekhyun tidak ingin hal buruk terjadi pada sepupunya itu. Luhan cantik tidak boleh dinganggu.

" Sudahlah tidak usah dibahas lagi, Aku malas membahasnya. "

Setelah itu Guru yang mengajar pelajaran selanjutnya datang. Luhan terlihat tenggelam dengan Pelajaran yang guru itu sampaikan. Tapi, Baekhyun mempunyai Perasaan yang tidak Enak. Lelaki imut itu Takut sesuatu yang buruk terjadi pada Luhan. Baiklah kita Doakan saja Luhan Akan baik-baik saja setelah ini.

...

...

Jam pelajaran hari ini sudah selesai. Namun, Karena Luhan adalah siswa baru. Jadilah Ia harus menyalin beberapa Catatan Baekhyun agar tidak ketinggalan pelajaran. Selain itu, Selain itu Luhan juga berniat bermain di Rumah Baekhyun dan menyapa Keluarga Baekhyun.

Sekarang sudah hampir Jam 6 Sore. Luhan berjalan kaki menuju rumahnya. Padahal Baekhyun sudah menawarkan bantuan untuk mengantar Luhan dengan selamat sampai Rumahnya. Tapi, Lelaki berwajah bak perempuan itu tak mau merepotkan sepupu imutnya itu.

Dan disinilah Luhan, Berada di antara Gang-gang sempit menuju rumahnya. Luhan sengaja melewati jalan Tikus seperti ini agar cepat sampai di rumahnya.

Sebenarnya Luhan agak takut untuk berjalan di jalanan Dingin dan Sepi seperti ini, Apalagi jika Sendirian seperti sekarang!

Menambah kecepatan laju kaki kecilnya. Luhan berusaha mengenyahkan pemikiran-pemikiran yang sekiranya ia agap mungkin bisa saja terjadi disini.

Tapi,

Srak

Menoleh. Luhan berusaha mencari sumber suara diantara gelap dan dinginnya gang itu. Namun, Tak ada apapun disana.

' Oh Tuhan! Jangan buat Aku paranoid seperti ini. ' Batinnya.

Mengabaikan pemikiran-pemikiran yang sebelumnya yang mulai bermunculan diotaknya. Luhan lantas berbalik dan meneruskan langkahnya. Sebelum,

" Heeemmmppp! "

Sebuah kain dari telapak tangan seseorang membekap mulutnya. Membuat Nafas Luhan tertahan. Dan kehilangan kesadaran dirinya.

...

...

Di sebuah Ruangan gelap minim tamaran cahaya. Luhan mengeliatkan badannya yang terasa kaku. Membuka mata, Secara perlahan.

Lalu mata rusanya terbelalak kaget saat melihat, Oh Sehun.

Pria bekulit pucat yang Jasnya tidak sengaja Luhan tumpai Bubletea miliknya. Luhan hendak berlari dan menyerang Pemuda itu. Sebelum ia mengetahui bahwa kaki dan kedua tangannya di rantai dengan Pola X.

" Sudah bangun, Tuan Putri. " Sapa sehun dengan nada datarnya.

Mendesis. Luhan menajamkan matanya saat menilik Pria bernama Sehun itu. Sehun berada tak jauh darinya. Lelaki itu duduk di depan tempat Luhan, Ia duduk di sebuah Sofa Coklat Besar dan di kelilingi bawahannya.

" Apa maumu, Tuan tukang atur. " Ujar Luhan. Lelaki cantik itu berusaha mati-matian menahan amarahnya untuk tak segera menyerang dan memenggal kepala sehun dan mengantungnya di menara seoul.

Sehun menjetikan jarinya. Lalu salah seorang dari Bodyguardnya berjalan mendekati Luhan dan melepaskan Rantai pada kedua kaki Luhan.

Luhan menetap Bodyguard itu lalu melihat sehun dengan Bingung. Apa maksud Pria itu?

Dan setelah itu, Semua bawahan sehun pergi menghilang di balik pintu. Sehun perlahan bangkit dari duduknya.

" Mauku? " Sehun berseru. Lelaki anak tunggal Keluarga Oh itu melangkah perlahan mendekati Luhan yang kedua tangannya sedang di rantai.

" Sebenarnya tidak ada. Tapi, Berhubung kau sudah dengan berani mempermalukanku di depan umum. Jadi,... " Sehun mengantung kalimatnya. Ia ingin melihat bagaimana Ekspresi Luhan sekarang.

" Aku tertarik untuk sedikit bermain denganmu. Dan memberi sedikit pelejaran untukmu,... Manis! "

Luhan melengos ketika tangan sehun meraih dagunya. Pria kecil itu menatap marah sang Pria tinggi berkulit pucat yang ada di depannya itu.

" Jauhkan tangan kotormu dari ku, Brengsek. "

Luhan tidak tahu istilah apa yang harus Ia gunakan untuk kata ganti Sehun. Menurutnya Brengsek adalah kata-kata yang tepat untuk orang sombong seperti Sehun.

" Hey, Tenanglah. Aku akan segera melepaskanmu. Jika kau mau menjadi anak yang penurut. " Sehun berucap sembari memasukan kedua tangannya ke dalam saku celanannya.

" A- " Tidak. Luhan hendak menentang Sehun. Tapi, Sekelebat pemikiran muncul di otaknya. Ikuti saja permainannya, Setelah ada peluang kau bisa menyerangnya. Kira-kira seperti itu pemikirannya.

" Em, Baiklah. "

Sehun tersenyum menang. Ternyata Orang seperti Luhan mudah di taklukan, Jadi Ia tidak perlu bersusah payah mengeluarkan Tenaganya untuk menaklukan orang ini.

Luhan merikirik kesamping. Disana ada jendela yang tidak berhordenng(?) dan Luhan bisa melihat ada Pohon besar tak jauh dari sana. Berfikir, Luhan yakin Ruangan ini adalah Ruangan tak terpakai dan bukan Gudang. Juga Ruangan ini berada di Lantai dasar, Jadilah Luhan bisa saja menendang kaca itu hingga pecah sebelum Ia melancarkan aksi menyerang Sehun.

Menatap Sehun, Lelaki cantik itu meneguhkan Mentalnya untuk tak takluk kepada Sehun dengan mudahnya. Ia hanya perlu Taktik. " Lalu apa yang kau tunggu. Cepat Lepaskan rantai ini! " Seru Luhan dingin.

Sehun tersenyum miring. Ia tahu apa yang di pikirkan Si Pria kecil itu. Sangat mudah di tebak. Diperhatikannya wajah Cantik milik Luhan. Astaga abenarkah Orang di depannya mempunyai Penis seperti dirinya? Bila dilihat dari wajahnya itu adalah hal Mustahil.

Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan, Setelah cukup ekat Lelaki berkulit Pucat itu menjulurkan Lidahnya dan menjilat bibir Luhan. Sedangkan Luhan? Lelaki cantik berparas Wanita itu hanya membelalakan wajahnya sebelum mendengkus jijik.

Membuka ikatan rantai itu. Tapi, Setelah beberapa saat ia membuka ikatan kedua tangan Luhan. Pria cantik itu menendang Selangkahannya.

" AAAKHH! " Membuat Sehun jatuh terduduk kesakitan.

Sehun memang sudah tahu, Bahwa Luhan Sedang memikirkan cara bagaimana untuk melarikan diri dari gengamannya. Tapi, Sehun tak berfikir bahwa Lelaki cantik itu berniat menyeran kejantanannya dengan menendangnya keras-keras.

Luhan dengan cepat berlari. Tapi, Sebuah tangan menahan kaki kirinya dan menariknya.

DUK

Terdengar suara dentuman yang sangat keras. Dan itu berasal dari Kepala Luhan yang menghantam telak Lantai dingin Ruangan itu. Tapi, berutung atau tidak kesadarannya tak pergi.

Dan selanjutnya Sehun merangkak menaiki tubuh Luhan dan mengurungnya.

" Beraninya kau menendang kesejatianku. "

Plak

Setelah berkata demikian Sehun menampar keras wajah Ayu Luhan, sampai-sampai Lelaki cantik itu kehilangan kesadarannya.

Sepertinya Luhan memang tak bisa di beri kelembutan, Anak itu lebih memilih kekerasan. Baiklah Sehun akan memberikannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

En.. TBC Lagi!

...

...


a/n : Mianhae! Aku sudah janji bakalan komplitin FF ini. Tapi sekarang? Ah, niatnya bikin PWP malah Ora ngerti dadie kepriwe? Aisshhh, Mohon maaf kalo ini tak sesuaai harapan. Mungkin Ini komplit di chapter-chapter selanjutnya. Sekali lagi.

Sebenernya mau Publish kalo ini udah selesai sampe END. Tapi Kok gak selesai-selesai? Karena udah kebelet pengen Publish, Jadilah seperti ini. Padahal Besok ada Ulangan Praktek Produktif. Tapi ya udah Urang Cintanya sama Hunhan sih gimana? Akhir kata RnR ?