Annyeonghaseyo , aku kembali dengan chapter 1, ini ff YAOI a.k.a BoyXBoy jadi yang ga suka tolong ga usah dibaca. Happy reading ya ^^

Chapter 1


" kookie lihat, aku membelikan kamu ini." Jimin memberikan sebuah bungkusan kepada Jungkook.

" apa ini hyung ?"

"buka saja."

Jungkook membuka bungkusan itu, sebuah baju berwarna merah dan sebuah topi hitam.

" wah makasih hyung, aku suka sekali."

" hahaha, akhirnya kau menyukainya, aku takut kau tidak menyukainya, aku harap kau memakainya, aku melihat itu saat kemarin kita pergi ke Los Angles, di etalase toko aku melihat patung manekin menggunakan baju itu dan aku pikir itu sangat cocok untukmu."

" hahaha, jeongmal gumawo jimin hyung, aku pasti akan memakainya."

" waa, jungkook mendapatkan hadiah dari jimin, untukku mana jimin-ah?" jin yang tiba-tiba muncul dari arah dapur mengagetkan jimin dan jungkook.

" kau mau hyung, nanti akan aku belikan." Jungkook berbicara dengan nada semangat.

" yaa maknae aku kan menginginkan hadiah dari jimin bukan darimu." Kata Jin sambil berjalan mendekati Jimin dan memeluk tangannya.

" Jebal jimin-ah belikan aku hadiah juga, aku rasa kau tidak pernah memberikan aku hadiah, bahkan saat ulang tahunku kau tidak memeberikanku hadiah."

Jungkook yang badmood melihat itu langsung pergi meninggalkan jin dan jimin.

" yak kookie kau mau kemana?" teriak Jimin

" Aku ingin ke kamar." Jawab Jungkook datar.

Jungkook langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu.

"Astaga anak itu benar-benar kekanak-kanakan iya kan jimin, ah jimin kau harus memberikan aku hadiah oke."

"Dia memang begitu hyung, tapi itu malah membuatnya semakin lucu, aihh kau kan bisa minta pada namjoon hyung."

" aku bosan, kenapa hanya namjoon dan jungkook yang suka memberikan aku hadiah, aku juga ingin darimu."

" kau ini hyung, harusnya kau yang memberikan aku hadiah, aku kan saengmu."

"aku kan pernah memberikan kau hadiah saat kau ulang tahun."

"arraso, aku akan memberikan kau hadiah, kau puas, sekarang lepaskan tanganmu, aku mau ke kamar."

"kau galak sekali, aku tidak mau memasak lagi untukmu"

"aishh jinja, hyung kau begitu saja marah, kau rela aku kehilangan abs ku dan pipiku menjadi tirus."

"biarkan saja, kau juga seperti itu padaku."

" aihh, baiklah, mianhaeyo hyung."

" hahaha, kau mudah sekali ku tipu, sudahlah hadiah mu akan kutagih besok, aku mau keluar dulu, bye bye jimin-ah."

Jin lalu pergi meninggalkan Jimin.

"hyung, maaf aku sebenarnya tak ingin seperti ini, tapi aku cukup sakit hati mengetahui jungkook menyukaimu, aku sangat menyukai jungkook, huh baiklah mungkin kali ini saja."

Jimin langsung pergi bukan kekamar tapi mengikuti jin keluar rumah, dia harus membeli hadiah untuk Jin.


Suga sekarang sedang duduk di pinggir kolam sambil memandang kedepan dengan tatapan kosong, earphone yang terpasang di telinganya juga tidak dihiraukan, dia teringat sesuatu.

"sekarang aku ingin bertanya padamu." MC menunjuk salah satu member BTS

"aku."

" Iya kamu, hmm, jika member BTS yang lain adalah yeoja, kamu akan memilih siapa untuk menjadi kekasihmu."

"aku akan memilih suga, ah dia memang bawel tapi sangat perhatian, sangat baik, aku sangat menyayanginya."

Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Suga, Suga langsung melepas earphone dan melihat siapa yang ada disampingnya.

"Taetae ada apa?"

"aku lihat hyung dari tadi diam saja, memikirkan sesuatu?"

"hmm, aniya."

" yak hyung tidak bisa bohong padaku, karena jika hyung bohong, hyung akan berbicara singkat seperti ini."

" aku kira hanya aku yang peka terhadap kalian, ternyata ada juga yang mengerti aku, hahaha."

"hyung memikirkan apa?"

" entahlah hyung juga bingung, kau sendiri kenapa dengan mukamu yang ditekuk itu."

V mendekatkan dirinya ke Suga, lalu menaruh kepalanya di pundak Suga.

"Kalau hyung peka , hyung pasti tau apa yang sedang aku pikirkan."

"jangan panggil aku Suga jika aku tak tahu yang kau rasakan V, dia lagi kah?"

"Dia siapa?" Muka V ragu.

" Apa perlu aku sebut namanya."

" Aniya aniya, ya ya aku percaya pada Hyung."

Suga lalu merangkul V dan menyenderkan kepalanya dikepala V.

" Sudahlah jangan dipikirkan, aku yakin suatu saat nanti dia akan menyadari perasaanmu kepadanya, jadi kau bersabar saja, kau juga hobby sekali mengikutinya kamana-mana, benar benar seperti anak anjing yang sedang mengekor kemajikannya, hahaha."

" yak hyung jahat sekali, aku bukan anak anjing."

" kan aku hanya berandai-andai, lucu juga ya jika kau adalah anak anjing, haha aku akan menggendongmu kemana-mana."

" kalau aku anak anjing aku hanya ingin digendong oleh dia huh, aku tak mau digendong denganmu hyung."

" hahaha, kau lucu sekali V, membuatku ingin mencubitmu."

" tanpa bicara kau kan suka mencubitku, huh."

"as your wish, rasakan ini."

Suga langsung mencubit kedua pipi V sampai merah.

"yak hyung sakit, kau tega padaku."

"kau marah kah, serius kah kau marah." Suga menciprat cipratkan air kearah muka V.

" Yak hyung aku jadi basah, rasakan ini." V pun membalas cipratan Suga.

Akhirnya mereka bedua bermain air bedua. Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jendela.

" Aku sangat ingin menjadi V agar bisa sedekat itu denganmu, mengapa aku tidak bisa sedekat itu padamu?"

Orang itu lalu pergi meninggalkan tempat yang sedari tadi dia tempati untuk melihat Suga dan V.

Jhope memasuki dorm dengan wajah yang muram, dia langsung ke dapur untuk mengambil minum.

"ah V kemana, aku ingin cerita padanya."


Jhope kemudian masuk ke kamar dan menemukan Jungkook dan V di kamar. Jungkook yang sedang diam menyadari kedatangan Jhope.

"Ah hyung, kau baru pulang kah, yasudah aku mau menonton tv dulu. Bye hyung."

Jungkook langsung keluar dan meninggalkan Jhope yang masih berdiri dan V yang sedang tidur dengan nyenyakknya. Jhope melihat kearah V, dia mulai mendekati V dan tidur di sebelah V.

" Tae bangunlah." Jhope menepuk pipi V.

" hmm..." V hanya menggeliat dan kembali tertidur.

" Yak, Taehyung kau susah sekali dibangunkan." Jhope langsung menepuk punggung V.

" Aaaaa, hyung sakit, kenapa memukulku." V mengelus punggungnya.

" kau sih, aku bangunkan dengan lembut tidak mau bangun, Tae hyung mau cerita."

" Ah tentang pacarmu itu yak." Muka V berubah jadi aneh, tak terbaca.

" aku putus dengannya, dia bilang dia tidak sanggup lagi berpacaran dengan orang yang tak bisa membagi waktu antara pekerjaan dan dirinya."

V langsung bangun dari tidurnya dan menatap Jhope.

" Jinja ?"

" Iya, kau ini kenapa kaget begitu, bukannya dari kemarin kau yang menyuruhku putus dengannya karena takut ketahuan pihak agensi, dan memang hanya kau yang tau karena aku hanya bercerita padamu."

"Nah itu baru hyungku, ah sudah jangan sedih begitu, nanti kau juga akan menemukan yang lain, tapi tak untuk sekarang, nanti kau malah diputusin oleh yeoja yang lain."

V berkata sambil menepuk-nepuk pipi Jhope. Raut bahagia terpancar diwajahnya.

" Ah hyung aku jadi terpikir tentang ciuman yang waktu itu."

" Yak apa sih yang kau pikirkan taehyung." Jhope menjitak kepala V.

" Hyung kau biasanya menyiksa Jimin, kenapa kau juga menyiksaku begini."

" Karena pikiranmu itu anak kecil."

" tahun ini aku 20 tahun, aku sudah dewasa hyung."

" Tapi sifatmu seperti anak kecil, dasar anak anjing."

" huh terserahlah."


Hari ini BTS memutuskan untuk pergi makan diluar karena bahan makanan di kulkas kebetulan habis dan mereka belum sempat membeli karena terlalu sibuk. Sekarang mereka sedang perjalanan ke restoran. Rapmon duduk paling depan bersama manager mereka yang sedang menyetir.

Dibelakang Rapmon ada Jhope V dan Suga, Jhope dan V sibuk meramaikan susana di dalam mobil, sedangkan Suga sibuk dengan alam mimpinya.

Dibelakang mereka, ada Jimin jungkook dan Jin, Jimin yang ikut bercanda dengan Vhope, Jungkook yang sedang bersender di bahu Jin dan Jin yang sedang memainkan HP nya.

" Ah sudah sampai, ayo turun, cacing diperutku sudah demo dari tadi." Jhope langsung turun diikuti V, Jimin, Jungkook dan Jin, mereka melupakan Suga yang masih tertidur karena mereka sudah kelaparan. Rapmon yang ingin turun mengurungkan niatnya melihat Suga masih tertidur.

" Suga hyung bangun, kita sudah sampai."

"..."

" Yak hyung bangun." Rapmon menggoyang-goyangkan bahu Suga.

"hoam, aku masih mengantuk."

" tapi hyung kau harus makan, ayo kita makan dulu."

"arraso arraso." Suga turun dengan wajah yang masih mengantuk, karena masih mengantuk Suga hampir aja limbung kalau tak ada Rapmon yang menangkapnya, tatapan mereka bertemu.

" Ah hyung, kau harus hati-hati, untung kau tak terjatuh."

Suga langsung berdiri kembali

" ah gumawo namjoon-ah, ayo kita masuk."

Rapmon dan Suga akhirnya masuk kedalam restoran dan sudah ditunggu oleh semua member dan manager yang ada didalam.


Ini Chapter 1 nya ? gimana aneh ya, biarkan saja ini kan karya ku, hahaha

No Plagiat ^^

Can I have Review?

Gumawoooooo ^^

-middleight-