"Aku hampir sampai!" gumam Kagome ketika desa mulai terlihat. Kagome mempercepat larinya. Sayangnya,Ia tak cukup cepat untuk menghindari siluman dibelakangnya. Tiba-tiba,ekor siluman ular itu memanjang kearah Kagome dan melilit Hoshimura,lalu mengambilnya dari kakaknya.

"HOSHIMURA!"

-Linebreak-

Disclaimer : Inuyasha belongs to Takahashi Rumiko,I own nothing except for the storyline :(

Warning : Gaje,OOC,Typo (mungkin),dll

Don't Like Don't Read!


Hoshimura

Berbeda dengan Kagome yang ketakutan setengah mati melihat adiknya ditangkap,Hoshimura malah tertawa semakin keras ketika tubuhnya diangkat siluman ular. Kagome memutar haluan dan mulai berlari kembali menuju sungai ketika ia mendengar suara Inuyasha memanggilnya.

"KAGOME!"

"Inuyasha.. ular itu.. di dahinya.. Hoshimura.. hosh.. hosh.." Kagome mencoba menjelaskan sekaligus mengatur nafasnya.

"Shh.. tenanglah dan bicaralah yang jelas" kata Inuyasha mencoba menenangkan Kagome.

"Youkai itu.." Kagome menunjuk kearah siluman ular. "Ada dua pecahan Shikon no tama di dahinya,dan dia membawa Hoshi-"

"Keh! bagus,itu berarti hari ini kita tak perlu berkelana jauh-jauh untuk mendapatkan Shikon no tama" potong Inuyasha,sebelum akhirnya berlari menuju siluman ular,meninggalkan Kagome di belakangnya.

"HEY! AKU BELUM SELESAI BICARA!"

Inuyasha bisa mendengar teriakan Kagome,tapi tak dia hiraukan.

"Hah! dia hanya memikirkan Shikon no tama! awas kau,setelah semua ini aku akan membuatmu duduk sampai seluruh tubuhmu tenggelam kedalam tanah!" omel Kagome seraya berlari menyusul Inuyasha.

"INUYASHA!" teriak Kagome ketika dia telah sampai ketepi sungai. Alhasil,siluman ular yang tadinya hendak diserang Inuyasha malah balik menyerang ketika perhatian sang Hanyou teralihkan. Inuyasha terlempar beberapa meter akibat serangan itu.

"KAGOME! APA KAU TIDAK BISA LIHAT AKU SEDANG BERTARUNG? KALAU SAJA KAU TIDAK BERTERIAK,SILUMAN BRENGSEK ITU PASTI SUDAH HANCUR BERKEPING-KEPING!" teriak Inuyasha emosi pada Kagome yang berada di depannya.

"BERHENTILAH MEMBUAL DAN LUPAKAN PECAHAN BODOH ITU,SEKARANG PERGI KESANA DAN SELAMATKAN HOSHIMURA!" teriak Kagome sambil menunjuk kearah siluman ular yang mulai bergerak memasuki sungai bersama Hoshimura. Saat itulah Inuyasha sadar kalau Hoshimura tak ada pada Kagome,tapi dibawa oleh siluman ular di depannya.

"Jadi anak tidak penting itu yang kau khawatirkan?" kata Inuyasha seraya bangkit dan berlari kearah sungai,menuju siluman ular yang setengah badannya sudah masuk kedalam sungai.

"SANKONTESSO!"

Inuyasha memotong ekor siluman yang menjerat Hoshimura dengan cakarnya. Ekornya jatuh kesungai bersamaan dengan Hoshimura.

"Oh tidak!" gumam Kagome. tanpa pikir panjang,dia segera berlari kesungai dan terjun kedalamnya,sementara Inuyasha sibuk meghadapi siluman ular yang mengamuk karena ekornya dipotong.

Hoshimura hanyut. Beruntung,Kagome cepat bertindak,ia berhasil menggapai Hoshimura dan membawanya ketepi sungai. Gadis itu lega ketika dia masih bisa merasakan nafas adik sepupunya. Belum lagi rasa khawatirnya hilang,kini rasa takut yang menyerang Kagome ketika melihat siluman ular yang sudah tak memiliki ekor itu bergerak cepat kearahnya. Mulut siluman itu menganga lebar seakan siap menelannya hidup-hidup. Kagome hanya bisa duduk diam ditepi sungai sambil menutup mata,ia memeluk erat Hoshimura yang tak sadarkan diri.

Namun,ketika siluman itu siap menyerang Kagome...

'SLASH'

Tebasan pedang Inuyasha menyelesaikan semuanya. Inuyasha lalu menusukkan Tessaiga ke dahi siluman yang sekarat itu,mengeluarkan dua pecahan Shikon no tama yang tertanam di dalamnya. Seketika itu juga,kepala beserta tubuh siluman ular yang telah terpisah itu berubah menjadi debu.

Inuyasha segera menyimpan dua pecahan Shikon no tama yang tergeletak di tanah. Ia lalu mengalihkan pandangannya kearah Kagome. Gadis itu belum berani membuka mata,seluruh tubuhnya gemetar.

"Kagome? kau tidak apa-apa kan?" tanya Inuyasha sambil berlutut dihadapan Kagome. Perlahan-lahan,gadis cantik itu membuka mata indahnya. Yang pertama kali ia liat adalah darah dimana-mana,lalu matanya menangkap sosok Inuyasha.

"Inu... yasha?"

"Kau tidak apa-apa kan?" Inuyasha mengulangi pertanyaannya. Bukannya menjawab,Kagome malah memeluk Inuyasha sambil menangis sejadi-jadinya.

"K-Kagome?" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Inuyasha.

"Inuyasha,hiks.. Aku.. sangat takut,hiks.." kata Kagome sambil terisak. tangisannya semakin keras dan pelukannya semakin erat. Perlahan,Inuyasha membalas pelukan Kagome,mencoba menenangkannya.

Sementara itu...

"Kau yakin itu suara Inuyasha?" tanya Miroku pada Sango.

"Iya,aku sangat yakin. aku juga sempat mendengar Kagome-chan berteriak" jawab Sango dengan nada khawatir sambil membelai lembut bulu Kirara.

"Bagaimana ini? kenapa Inuyasha tidak kembali setelah menjemput Kagome? aku takut terjadi sesuatu pada mereka" tambah Shippo yang duduk di bahu Miroku.

"Eh? bukankan itu... Inuyasha dan Kagome-sama?" Tanya Miroku sambil menunjuk kearah Inuyasha yang sedang memeluk Kagome dengan Hoshimura ditengah keduanya. Sango, Miroku,Shippo dan Kirara bisa mendengar dengan jelas suara tangisan Kagome dari balik semak-semak,tempat mereka bersembunyi. Sango menatap Miroku heran seakan bertanya 'Apa yang terjadi?'. Miroku yang juga tak tahu apa-apa hanya bisa mengangkat bahu.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Kagome pada nenek Kaede.

"Sudah tidak apa-apa,sebentar lagi juga sadar" jawab nenek Kaede sambil mengompres Hoshimura yang masih tak sadarkan diri. Kagome menarik nafas lega.

"Sebenarnya apa yang telah terjadi,Kagome-sama?" tanya Miroku. Kagome lalu menceritakan semua yang terjadi pada teman-temannya -kecuali bagian terakhirnya-.

"Ohh,jadi begitu ya Kagome. pantas saja kau menangis sambil memeluk Inuyasha,kau pasti sangat ketakutan" tanggap Shippo. Alhasil,kitsune kecil itu mendapat tatapan maut dari Miroku dan Sango serta tatapan heran dari Inuyasha dan Kagome.

"Eh? bagaimana kau bisa tau tentang hal itu?" tanya Kagome heran. Wajahnya mulai berubah menjadi merah.

"Emm,lupakan saja,Kagome-chan. Shippo-chan kan hanya anak kecil,dia tak tau apa yang dia bicarakan" kata Sango sambil senyum terpaksa.

"Keh! kalian melihat semuanya kan?" tanya Inuyasha sambil menatap tajam Miroku,Sango dan Shippo.

"Aah,sudahlah Inuyasha,kau tidak perlu malu mengakuinya. Kalian bertiga tadi terlihat seperti keluarga lo saat berpelukan" kata Shippo dengan entengnya. diapun harus pasrah ketika Inuyasha memukul kepalanya berkali-kali.

"Jangan bicara sembarangan. Itu tidak benar. Kagome dan aku kan hanya berteman,benarkan Kagome?"

Walaupun enggan mengakuinya,tapi akhirnya Kagome mengangguk dengan senyum terpaksa di wajahnya.

"Yah.. walaupun begitu,Kagome bukan sosok ibu yang buruk sih. dia menjaga adiknya dengan baik. Kurasa Kagome akan menjadi ibu yang hebat nantinya" kata Inuyasha sambil menatap mata indah Kagome. Kagome tersenyum manis.

"Kau juga.. bukan sosok ayah yang buruk. Arigatou Inuyasha,kau sudah menyelamatkan aku dan Hoshimura" Inuyasha tersenyum. Keduanya mulai salah tingkah ketika sadar apa yag telah mereka ucapkan. Sango dan Miroku tertawa kecil melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

"Ngomong-ngomong,ada satu hal yang menurutku ganjil. Kenapa siluman ular itu menginginkan Hoshimura? padahal tak ada yang istimewa kan padanya?" tanya Miroku keheranan.

"Emm... masalah itu,sebenarnya..." Kagome mendekati Hoshimura dan mengeluarkan sesuatu yang bersinar dari balik baju Hoshimura "Ini"

FLASHBACK ON

"Ah,Hoshimura berhentilah menangis" keluh Kagome.

"Minum susu tidak mau,tidur juga tidak mau,maumu apa sih?" tanya Kagome kesal pada bayi di pangkuannya,walaupun sebenarnya dia tau kalau dia tidak mungkin mendapatkan jawaban. Yang didapatnya hanyalah tangisan yang semain keras dari adik sepupunya. Tiba-tiba,Kagome merasa sesuatu mencengkram kalungnya.

"Eh? kau mau ini?" tanya Kagome sambil melepaskan kalung Shikon no tama miliknya. Hoshimura menyambutnya dengan senang. Kagome menghela nafas.

"Ooh.. Jadi ini yang kau inginkan?" kata Kagome senang. dia lalu mengalungkan kalung miliknya keleher Hoshimura.

"Hhh.. akhirnya,kau berhenti menangis. Pantas saja Obasan tidak mau membawamu arisan,ternyata kau sangat merepotkan" rutuk Kagome sambil menimang Hoshimura yang sudah tenang. Tak lama kemudian,bayi berumur dua tahun itu tertidur di pangkuannya.

'Tok.. tok.. tok..'

Seseorang mengetuk jendela kamar Kagome. Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat siapa yang datang.

"I-Inuyasha?"

FLASHBACK OFF

"APAAA? jadi kau memberikan Shikon no tama pada.. anak itu?" tanya Inuyasha shock sambil menunjuk Hoshimura yang masih tertidur.

"Yaah,habis mau bagaimana lagi? aku sudah putus asa untuk menenangkan Hoshimura" kata Kagome sambil memainkan rambutnya.

"Tapi bukan berarti kau harus... Hah! sudahlah! lupakan saja tentang kata-kataku tadi! kau bukan sosok ibu yang baik,kau sangat ceroboh" Kagome mengangkat wajahnya ketika mendengar komentar pedas Inuyasha.

"Memang kau pikir siapa yang memaksaku untuk datang kesini sampai-sampai aku harus membawa serta Hoshimura? kau juga bukan sosok ayak yang baik! Ingatlah bagaimana kau memotong ekor siluman ular tadi tanpa memperhitungkan keselamatan Hoshimura. Kau akan menjadi suami dan ayah yang buruk untuk anak dan istrimu kelak!" komentar Kagome tak kalah pedas. (A/N Istighfar Kagome-chan,calon istri Inu-kun kelak kan ya Kagome-chan sendiri,hehe...)

"Memang apa pedulimu tentang masa depanku? urus saja masa depanmu sendiri!" teriak Inuyasha di depan wajah Kagome. Kagome mengurungkan niatnya untuk membalas Inuyasha ketika dia melihat Hoshimura membuka matanya.

"Astaga? kau terbangun ya?" tanya Kagome lembut seraya mengelus rambut pendek Hoshimura. Ia lalu mengalihkan pandangannya kepada hanyou disampingnya.

"Lihatlah apa yang telah kau lakukan? Hoshimura jadi terbangun kan!" omel Kagome.

"Keh! kenapa jadi aku yang disalahkan?"

"Kau berteriak terlalu keras!"

Sango,Miroku dan Shippo hanya bisa memutar bola mata mereka ketika melihat Inuyasha dan Kagome bertengkar -lagi-.

"Memang kau pikir siapa yang mencari gara-gara duluan?" balas Inuyasha.

"Inuyasha.. jangan membuat kesabaranku habis!"

"Memang apa yang bisa kau lakukan?" tanya Inuyasha meremehkan.

"OSUWARI!"

Suara gubrak dari Inuyasha disambut tawa renyah Hoshimura.


Jiaaah... *nepok jidad*. kenapa endingnya kaya begitu amat ya? padahal Lya udah nyiapin ending yang lumayan manis lo buat cerita ini,tapi entah kenapa jari-jari Lya malah ngetik ending gaje kya begituan. Gomen ne readers ._.V *peace*.

Arigatou buat yang udah baca,ngasih review,nge-fav dan nge-follow fic gaje Lya,gomen kalo gak memuaskan dan kepanjangan. Lya bisa aja sih sebenarnya bikin epilog pake ending AGAK manis yang udah Lya siapin sebelumnya,tapi itu tergantung para readers,mau apa nggak,makanya dikasih review ya,hehe...

Thanks for reading my story guys,luv y all :* -jangan lupa di review ya-

~Lyanii-chan~