BE MINE!

= KYUMIN =

Summary :

Kyuhyun tidak akan membiarkan namja yang selalu mengisi pikirannya itu –Sungmin- menghilang lagi dari kehidupannya. Meskipun namja itu telah berubah menjadi dingin, ia tidak akan menyerah. Kyuhyun bertekad mengembalikan senyum manis orang yang dicintainya dan menjadikan miliknya. Apapun caranya. - He must BE MINE!

Rated : M (?)

Warning : Yaoi, M-Preg, Typo(s), Weird! Boring!

Disclaimer : SUNGMIN MILIKKU! #DigamparKyu

No Bash! No Flame!

Don't Like Don't Read

Previous Chapter

"Apa ku bilang, dia aneh Hyuk" ucap Sungmin.

"Ne, aku rasa begitu hyung. Tapi bagaimana pun dia yang akan menjadi bosmu. Kau butuh pekerjaan kan?" balas Eunhyuk.

"Haaah, Nde." ucap Sungmin sambil menghembuskan nafasnya beratnya.

.

.

Chapter 2

It just my delusion. Hope you like it.

enJOY ~

"Ya, ya, ya! Lepaskan aku Cho!" seru Donghae berusaha melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun di lengannya.

'Kenapa orang ini' pikirnya.

Kyuhyun tak bergeming. Baru setelah sampai di tempat yang agak jauh dari jangkauan mata dua namja itu Kyuhyun melepaskan Donghae dan langsung melipat kedua tangan di depan dadanya.

"Ada yang ingin kau jelaskan Lee Donghae?" tanya Kyuhyun.

"Soal apa?" jawab Donghae santai

Kyuhyun menatap kesal sahabatnya itu.

"Jangan pura-pura bodoh Hae-ya!" bentak Kyuhyun

"Eoh? Kau kenapa Kyu?" tanya Donghae dengan tampang innocent nya.

"Hahh. Sudahlah, cepat jelaskan padaku." perintah Kyuhyun

"Tentang?" balas Donghae

"Lee Sungmin."

"Kenapa dengan Lee Sungmin?" pancing Donghae

Kyuhyun mengambil nafas sebanyak-banyaknya sebelum ia menjawab.

"Ya! Apa maksud si Unyuk Unyuk tadi? Lee Sungmin? Aku? Calon Bos? Bekerja padaku? Bagaimana bisa? Di perusahaan kau yang mengurus rekruitmen dan seleksi masuk kan? Jadi kau pasti tau apa maksud si Unyuk itu. Nah sekarang jelaskan padaku!" tanya dan perintah Kyuhyun tak sabar dalam satu tarikan nafas.

"Eunhyuk, namanya Eunhyuk bukan Unyuk pabbo!" ralat Donghae sembari melayangkan tangannya ke kepala Kyuhyun.

"Aww! Ya! kau mau aku pecat? Berani sekali memukul kepalaku. Sudah tidak sayang nyawa eoh?" ancam Kyuhyun.

"Hahaha, mana bisa kau memecatku Cho Kyuhyun pabbo!" tawa Donghae. Kemudian ia memasukkan salah satu tangan pada kantong jas dan mengambil tab berwarna silver miliknya.

"Hae ah, kau belum menjawab pertanyaanku." desak Kyuhyun.

Donghae masih berkutat dengan gadget nya mencari jawaban atas desakan pertanyaan Kyuhyun. Ia membuka file pekerjaan dan data pelamar yang telah memasuki tahap akhir wawancara yang sedianya akan dilakukan minggu depan. Setelah menemukan apa yang dicari, ia menyodorkan gadget itu pada Kyuhyun.

"Baca sendiri, semua data tentang Lee Sungmin yang ingin kau tahu ada disitu." ucap Donghae

"Lagipula ada apa denganmu? Tak biasanya kau begini. Mencari tahu orang lain? Itu bukan sifatmu Kyu. Ada hubungan apa kau dengan Lee Sungmin itu?" tanya Donghae penasaran.

Tak ada jawaban. Kyuhyun terlihat fokus membaca apa yang ada di layar tab berukuran 7 inch itu.

"Ya Kyuhyun pabbo, jawab aku!" kini ganti Donghae yang jengah dengah kelakuan Kyuhyun. Ia menarik paksa gadget miliknya dan langsung mendapatkan tatapan protes dari Kyuhyun.

"Ya! Aku belum selesai. Aish, nanti saja aku ceritakan padamu. Sini aku mau lihat lagi." Ucap Kyuhyun sambil menyambar gadget berisi data penting pujaan hatinya.

"Ck. Tentu saja kau harus menjelaskan padaku kelakuan anehmu itu Cho. Ayo kembali ke mereka. Kau bawa saja tab ku, atau kau mau file nya?"

"Benar juga, aku bluetooth sekarang saja." ucap Kyuhyun langsung mengambil handphone miliknya dan mentransfer file yang sangat penting itu -menurutnya.

"Yes! Sudah. Nih aku kembalikan." ucap Kyuhyun dan langsung melempar gadget itu pada Donghae.

"Ya! Kau ini suka sekali melempar barang. Aduh silverku sayang". Gerak refleks tangan Donghae menangkap gadget kesayangannya.

"Eoh? Kau memberi nama barangmu? Hahaha kekanakan sekali." ejek Kyuhyun.

"Masih lebih baik daripada kau yang suka melempar barang seenaknya." balas Donghae

Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya lalu memasukkan kembali handphone yang sedari tadi masih digenggam ke dalam saku jasnya.

"Ayo kembali ke mereka." ajak Kyuhyun

Donghae mengikuti dari belakang dan menabrak punggung pria berambut brunette di depannya itu saat Kyuhyun mendadak berhenti. Donghae mensejajarkan diri disebelah Kyuhyun dan melihat wajah temannya itu berubah pucat. 'Eh, tapi kan kulit Kyuhyun memang sudah pucat dari lahir?' Ahh sudahlah.

"Wae? Wae Kyu?" tanya Donghae

Dengan gerakan slow motion Kyuhyun menoleh ke arah Donghae, menatapnya dan bertanya dengan mimik serius.

"Tadi – mereka – ada – disana – kan – Hae?" tanya Kyuhyun pelan penuh penekanan.

"Hm? Iya." Jawab Donghae dengan santai.

"Ah mungkin mereka pindah ke tempat lain atau ke toilet" lanjut Donghae rasional.

"Mereka hilang Hae, mereka hilang! mereka hilang!" panik Kyuhyun.

"Ck, tidak mungkin Kyu. Mereka sudah besar!" balas Donghae

Drrt … Drrt … Drrt …

Donghae mengambil handphone nya yang bergetar menandakan panggilan masuk. Ia melihat sekilas id caller lalu menekan tombol hijau untuk menjawab pamggilan tersebut.

"Yeoboseyo Donghae-shi, mianhae aku dan Sungmin pulang lebih dulu. Sungmin-ah mendadak pusing dan memaksa pulang. Kami tidak sempat berpamitan karena tidak ingin mengganggu pembicaraan kalian. Sampaikan salam dan maafku pada tuan Cho Kyuhyun ne? Kamsahamnida." ucap Eunhyuk panjang lebar setelah panggilan dari handphonenya dijawab.

"Ahh begitu, iya tak masalah Eunhyuk-shi. Hati-hati dijalan, sama-sama." Jawabnya.

Kyuhyun menatap Donghae meminta penjelasan setelah tadi ia mendengar nama Eunhyuk disebut. Donghae yang bisa mengerti arti tatapan dan keinginan Kyuhyun pun langsung menjelaskan pembicaraan di telephone tadi.

'Hm, jadi Sungmin sakit. Sakit apa dia? tadi Hae bilang dia cuma pusing. Apa parah ya sampai memaksa pulang?' pikir Kyuhyun.

'Ahh, Semoga dia baik-baik saja' doa Kyuhyun dalam hati.

Merasa haus, Kyuhyun mengambil minuman dari salah satu waitress yang berdiri di dekatnya dan langsung menegak habis cairan berwarna merah itu. Manis terasa di indra pengecapnya. Ia menoleh ke arah Donghae yang terlihat sedang mencomot kudapan yang tersedia.

Waktu menunjukkan pukul 21.40 KST. Masih terlalu pagi untuk meninggalkan pesta ini. Kyuhyun mencoba menikmati acara namun tak ada yang menarik. Beberapa kali ia di dekati dan disapa oleh teman sekelas nya dulu saat sekolah. Tidak ada yang menarik. Malas dengan pembicaraan yang berkutat masalah pekerjaan. Hei ini pesta, tak bisakah mereka tidak membicarakan masalah kantor sekarang.

Kyuhyun mulai terlihat bosan. Beberapa kali ia menghindar atau menjauh dari gerombolan yang mendekatinya. Padahal baru 30 menit semenjak namja manis incarannya itu menghilang – pulang lebih tepatnya. Ia memanggil Donghae yang sepertinya sudah menyelesaikan kegiatan -mari makan kudapan enak- nya. Benar-benar bosan, ingin pulang saja mengingat alasannya datang kesini pun sudah tak nampak lagi.

"Hae-ya, kajja kita pulang. Aku bosan." Ucap Kyuhyun.

"Eoh? Tapi kita baru sebentar disini Kyu." Jawab Donghae

"Sudahlah, kau mau pulang atau tinggal disini? Terserah pokoknya aku mau pulang." Ucap Kyuhyun sambil berlalu keluar dari tempat itu. Ia melangkah menuju tempat parkir.

"Ya, ya tunggu!" Donghae pun mengekor di belakang Kyuhyun. Lagipula tadi dia datang dengan Kyuhyun, mau pulang naik apa dia kalau tidak mengikuti kemauan boss nya itu.

"Dasar aneh." tambah Donghae

Kyuhyun tampak tak peduli dengan ucapan Donghae. Namun dalam hati ia bersunggut. 'Kenapa hari ini banyak sekali yang bilang aku aneh?' Yah meskipun pada kenyataannya hanya dua orang yang mengatakan itu. Lee Sungmin dan Lee Donghae. Ahh, bagaimana bisa marga mereka juga sama. Oh! Marga satu orang lagi juga sama, Lee Hyukjae atau biasa dipanggil Eunhyuk. Kyuhyun mencoba mengingat kembali perkenalan tadi saat perjalanan ke mobilnya.

'Kenapa hidupku penuh dengan marga Lee ya?' pikir Kyuhyun. Hmm, entahlah. Jodoh mungkin?

.

.

.

"Hyung, gwenchana? Apa kepalamu masih pusing?" tanya Eunhyuk setelah sampai di depan apartmen Sungmin. Ia membukakan pintu mobil dan membantu Sungmin naik ke lantai 7 nomor 13.

"Hng, sudah mulai berkurang pusingnya. Gomawo ne." jawab Sungmin.

"Hmm, baguslah kalau begitu hyung." balas Eunhyuk dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Kau tidak mau mampir dulu Hyukie-ya?" tanya Sungmin sembari memencet kode apartmen nya. Setelah terdengar bunyi TIT sebanyak tiga kali, ia mendorong pintu itu agar terbuka.

"Masuklah." tambah Sungmin.

"Ah, lain kali saja hyung. Aku langsung pulang saja, yang penting aku sudah mengantar sampai apartmenmu. Kau masuk saja hyung, istirahatlah." ucap Eunhyuk

"Jangan terlalu memikirkan masalah itu hyung, sudah lama berlalu. Tersenyumlah, kau manis saat tersenyum. Aku pulang dulu hyung, selamat malam." nasehat dan pamit Eunhyuk saat meraih Sungmin kedalam pelukan singkatnya kemudian berlalu meninggalkan Sungmin yang masih mematung di depan pintu apartmen nya.

Sungmin menatap kepergian Eunhyuk dengan pandangan kosong. Ia masih memikirkan kata-kata yang diucapkan Eunhyuk tadi.

'Bagaimana aku tak memikirkan masalah itu Hyukkie-ya. Aku jadi serba salah karena itu' batin Sungmin.

Sungmin mengangguk dan memberikan senyum manisnya setelah melihat Eunhyuk memasuki lift lalu melambaikan tangan padanya. Ia kemudian berbalik untuk masuk ke dalam apartmennya. Ia melepaskan sepatu dan meletakkannya di rak yang tersedia. Sungmin menekan tombol merah di samping pintu yang membuat pintu terkunci secara otomatis.

"Uhh, haus sekali." keluh Sungmin.

Sungmin berjalan menuju dapur sambil memijat keningnya untuk menghilangkan pusing yang mendera. Ia membuka kulkas, meraih botol berisi air mineral, menuangkannya ke dalam gelas lalu meneguknya. Belum kosong air dalam gelas, ia menuju sebuah benda berbentuk kotak dan mengambil obat penghilang pusing dari sana. Cepat-cepat ia menelan obat itu dengan bantuan air dari gelas yang masih dibawanya.

Ia berjalan kembali ke dapur untuk meletakkan gelas yang sudah kosong itu dan duduk di kursi depan meja makan. Diam beberapa saat merasakan efek dari obat yang tadi diminum. Perlahan ia merasa lebih baik, pusing yang menyergap mulai hilang perlahan.

Sungmin bangkit dari duduknya dan menuju kamarnya. Kamar bernuansa pink itu begitu rapi. Ranjang dengan bedcover berwarna putih terlihat teratur bersebelahan dengan meja nakas kecil disampingnya menampilkan foto manisnya dengan seorang laki-laki tampan -yang telah di anggap sebagai appa nya- dalam satu frame. Sungmin duduk di atas tempat tidurnya, melepaskan jam tangan dan meletakkan di atas meja nakas beserta handphone miliknya.

Merasa gerah, Sungmin beranjak masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya untuk menyegarkan tubuhnya. Selesai mandi dan berganti baju piyama, ia menuju ranjang dan merebahkan diri disana. Pikirannya kembali terpaku pada hal yang selama ini tidak ingin ia ingat. Ingin rasanya hilang ingatan saja. Berkali-kali pikirannya tidak mau di ajak kompromi, seenaknya saja menampilkan kilasan memori yang membuatnya merasa serba salah.

Sungmin adalah seorang namja yang sekarang berusia 29 tahun. Selama 18 tahun dia hidup bersama bibinya nya yang bernama Lee Hae Ri sebelum memutuskan untuk pergi ke Jepang mengambil beasiswa kuliah disana. Entah dimana orang tua aslinya. Yang ia tahu, bibinya pernah cerita bahwa ibunya, yakni kakak dari Hae Ri meninggal saat melahirkan Sungmin. Sedangkan ayahnya? entahlah bibinya tak mau membahas itu.

Sungmin tumbuh menjadi anak yang ceria dan ramah terhadap siapa saja. Itu tak lepas dari kasih sayang yang diberikan bibinya seperti sosok 'eomma' yang sebenarnya. Mungkin itu pula yang menjadi alasan ia lebih mudah dekat kaum wanita dibanding kamu pria, apalagi ia juga memiliki paras yang bisa dikatakan cantik seperti wanita. Bahkan banyak yang bilang Sungmin lebih cantik.

Sungmin juga merupakan namja yang cerdas, terbukti dengan beasiswa yang ia raih untuk melanjutkan pendidikannya sejak sekolah menengah pertama. Bibinya yang hanya membuka kedai makanan kecil di depan rumah, tentunya memiliki penghasilan tak seberapa dan kurang cukup jika untuk biaya sekolah Sungmin.

Namun sikap ceria dan ramah itu perlahan menghilang saat ia merasa senyum dan keramahannya membawa dampak buruk bagi orang disekitarnya. Apalagi setelah kejadian 10 tahun yang lalu. Setelah beberapa hari ia lulus dari Sekolah Menengah Atas. Hingga akhirnya ia pergi ke Jepang untuk kuliah dengan bantuan beasiswa. Namun Jepang juga tak membuat trauma itu hilang, apalagi kejadian itu terulang saat awal ia mulai bekerja. Itu pula alasan Sungmin kembali ke negeri asalnya, Korea Selatan.

Pusing kembali menyerang saat kilasan itu kembali muncul. Perlahan ia memejamkan mata dan mengingat apa hal dilakukan hari ini untuk menepis ingatan yang suka datang tak diundang itu. Sungmin menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Dilakukannya hal itu berulang kali hingga ia merasa relax. Lambat laun kesadarannya mulai menghilang. Sungmin pun terlelap di awal malam.

.

.

.

Donghae memberhentikan mobil Kyuhyun di depan perusahaan. Ia memutuskan untuk berhenti disana dan mengambil mobilnya sebelum pergi ke apartmen Kyuhyun.

"Hae-ya apa perlu ku tunggu?" tanya Khyuhyun.

"Tidak usah, kau duluan saja. Aku mau mampir minimarket sebentar." balas Donghae.

"Dan jangan berpikir aku tidak akan datang ke tempatmu Kyuhyun-ah. Aku bisa mati penasaran melihat sikapmu malam ini." tambah Donghae.

"Ohh, oke oke kalau begitu aku duluan." angguk Kyuhyun. Ia mulai menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaannya dan mengarahkannya menuju apartmen yang tak terlalu jauh dari sana.

Setelah memarkirkan mobil, ia memasuki lift dan menekan tombol untuk lantai paling atas. Ya, Cho Kyuhyun adalah pemilik apartmen itu dan beberapa apartmen mewah lain di Seoul. Menempati kamar paling istimewa disana yang memang dirancang khusus sesuai keinginannya.

Pengamanannya pun lebih ketat. Orang luar tak akan bisa masuk sembarangan karena syarat masuknya memakai sensor suara. Selain Kyuhyun, hanya Donghae lah yang bisa memasuki apartmen mewah itu sesuka hati karena memang Kyuhyun sudah begitu mempercayainya. Sistem sensor kamarnya pun juga sudah mencatat suara Donghae.

"StarCraft" ucap Kyuhyun membuat sistem mengenali suara dan password yang diucapkan. Terdengar bunyi tring yang menandakan pintu telah terbuka. Setelah melepas sepatunya Kyuhyun langsung memasuki apartmen dan merebahkan diri di sofa. Sesaat kemudian ia terbangun lagi, melepaskan jas yang dikenakan dan mengambil handphone nya yang ada dalam saku jas tersebut.

Merebahkan kembali tubuhnya mencari posisi yang nyaman, ia membuka data yang tadi di dapat dari Donghae. Kyuhyun mulai bergumam sendiri dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak bosan ia membaca apa yang tertera di layar handphone nya itu berulang.

Name : Lee Sungmin

Place, Date of Birth : Ilsan, January 1st 1986

Sex : Man

Religion : Christian

Status : Single

Last Education : Bachelor Economic and Business, Tokyo University

Work Experience : Staff of Financial Business in Daiwa House Industry Co.

Special Skills : Material Arts

Telephone Number : +82 10-2499-1137

"Hmm, dia single. Kkk~" Seringaian muncul di balik senyum Kyuhyun.

Oh tidak! Apa ini tanda bahaya untuk Sungmin?

"Oh, jadi selama ini ia ada di Jepang." gumam Kyuhyun.

"Hm, aku tau perusahaan ini. Mereka partner yang baik. Hebat juga dia bisa bekerja di perusahaan besar itu."

"Apa ini? Material Arts? Wah namja manisku ini benar-benar hebat, tak terduga".

"Nomer telepon ini, aku save saja".

"Ahh, Lee Sungmin." ucap Kyuhyun sambil menengadahkan kepalanya dan bayangan namja manis itu langsung berputar di kepalanya. Ia memejamkan matanya dan bayangan itu makin jelas.

Namun rupanya Kyuhyun tak puas hanya dengan bayangan saja. Ia beranjak meninggalkan sofa dan menuju sebuah kamar yang tertutup rapat. Hanya ia saja yang boleh masuk dan menikmati isi ruangan itu.

Perlahan ia membuka kamar tersebut dengan kode rahasia. 1186. Ya, kodenya adalah tanggal lahir namja pujaannya, karena memang ruangan itu penuh berisi dengan 'Sungmin'. Kyuhyun memasuki kamar dan melihat banyak 'Sungmin' tertempel di dinding. Memang, Sungmin di ruangan itu memang hanya berupa foto. Begitu banyak foto namja manis itu dengan seragam sekolahnya dulu. Salahkan Kyuhyun yang tertarik dengan fotografi. Jadilah saat sekolah dulu ia diam-diam memotret namja manisnya.

Kyuhyun mengulum senyumnya saat melihat wajah ceria Sungmin di dalam foto. Berbanding terbalik dengan raut datar Sungmin yang tadi ditemui. Lama ia memandangi Sungmin di ruangan itu, mendadak dikejutkan oleh suara dan teriakan heboh orang yang tiba-tiba masuk ruangan itu.

'Oh sial, aku lupa menutup pintu kamar ini' umpat Kyuhyun dalam hati. Ia tentu tahu siapa orang yang dengan santainya melenggang masuk kedalam museum pribadinya itu. Lee Donghae, ya namja penggoda wanita itu.

"Woah, woah woaaah. Jadi ini yang selama ini kau sembunyikan hm?" tanya Donghae.

"Pantas saja kau tadi antusias sekali Tuan Cho. Kkk~" kekeh Donghae.

"Ternyata misteri kamar yang selalu tertutup rapat terungkap. Isinya seperti ini ya." gumam Donghae dengan tangan yang mengelus dagunya.

"Cerewet." balas Kyuhyun.

"Sepertinya aku tak perlu menjelaskan lagi padamu. Lihat sendiri pun kau pasti sudah mengerti." ucap Kyuhyun berlalu dari ruangan itu.

"Hae-ya keluar kau!" perintah Kyuhyun terhadap Donghae yang masih setia berada dalam kamar rahasia itu.

"Hahaha, aku mengerti Kyuhyun-ah. Ahh." ucap Donghae keluar kamar kemudian mendudukkan dirinya di sofa berwarna krem yang terletak di ruang tengah apartmen. Ia meraih remote dan menyalakan televisi yang ada di depannya.

Donghae beralih pada plastik yang berisi barang yang tadi dibelinya di minimarket. Ia meraih kripik kentang, membukanya dan langsung memakan isinya.

Kress, Kres, Kress

Nyam nyam nyamm

Uhukk uhukk uhukk!

"Ya! Kau mau membunuhku eoh?" teriak Donghae sambil mencari air dalam bungkusan. Ia menelan ludah dan terasa sakit di tenggorokan lalu meminum air yang telah dibukanya.

'Haaah' lega Donghae.

"Hahaha, mungkin." canda Kyuhyun.

Kyuhyun telah berganti pakaian yang lebih santai, memakai kaos lengan pendek dan celana selutut. Dengan tega ia menepuk keras punggung Donghae dari belakang tadi saat namja nemo itu tengah asik mengunyah kripik favoritnya. Kyuhyun kemudian duduk disebelah Donghae sambil memainkan benda kesayangannya (read: PSP).

"Ya, Hae-ya." panggil Kyuhyun namun mata dan jarinya maih berkutik dalam games nya.

"Hngg?" balas Donghae

"Kira-kira kapan Sungmin akan di wawancara?" tanya Kyuhyun

"Minggu depan." jawab Donghae

"Jadi aku baru bisa melihat dia lagi minggu depan?"

"Kau bisa melihatnya kapanpun kau mau Tuan Cho!"

"Ne? caranya?"

"Masuk saja ke ruanganmu itu tadi pabbo!" balas Donghae

"Ya! Mana bisa begitu! Itu cuma foto. Aku mau lihat yang asli! Hufhh" omel Kyuhyun.

Bosan, Kyuhyun melemparkan PSP miliknya ke sofa sebelah tempat ia duduk. Tidak biasanya ia bosan begini saat bermain dengan game kesayangannya itu. Yah, mungkin pembicaraan tentang Sungmin ini terlalu menarik perhatiannya.

Mendadak seringaian muncul di wajah tampannya. Oh tidak, apa yang sedang ada di pikiran otak tampannya itu.

'Aku tak bisa menunggu lama, aku mau bertemu lagi besok'

"Hae-ya. Percepat wawancara itu. Aku mau besok dilakukan. Aku sendiri yang akan mewawancarainya." perintah Kyuhyun.

"Ya! Mana bisa begitu!" balas Donghae

"Aish, telepon dia sekarang! Palli, beritahu dia jadwal wawancara untuknya dimajukan jadi besok. Ini ada nomer handphone nya, ayolah Hae!" paksa Kyuhyun.

"Tidak mau." acuh Donghae.

"Ya! Lakukan atau ikan-ikan di akuariummu ku racuni!" ancam Kyuhyun.

"Ishh, baiklah baiklah tuan pemaksa." gerutu Donghae.

Donghae mengambil handphone miliknya dan menekan tombol nomer sesuai yang disebutkan oleh Kyuhyun. Ia menekan tombol loudspeaker pada panggilan itu atas perintah Kyuhyun pula.

Tuuut.. Tuuut.. Tuuut..

"Lama sekali diangkatnya." ucap Kyuhyun.

"Mungkin dia sudah tidur Kyuhyun-ah, apalagi tadi Hyuk bilang Sungmin sedang pusing." tambah Donghae.

"Nghh, Yoeboseyo." jawab orang ditelepon itu saat Donghae akan menekan tombol merah mengakhiri panggilan itu.

"Yoboseyo, selamat malam Sungmin-shi. Maaf mengganggu, saya Donghae dari CK Corp." balas Donghae

"Ah, ne. Ada apa Donghae-shi?" jawab orang di telepon dengan suara seraknya terdengar deperti tersentak dengan panggilan tersebut.

"Aku hanya mau memberitahukan, jadwal wawancaramu dimajukan jadi besok. Datanglah ke perusahaan pukul 10.00. Bisa?" tanya Donghae

"Baik Donghae-shi. Saya pasti datang. Terimakasih." ucap Sungmin.

"Oke kalau begitu, persiapkan dirimu. Selamat malam." ucap Donghae.

"Baik. Selamat malam." jawab Sungmin.

Piip. Donghae memutus panggilan itu dan melihat Kyuhyun menyeringai senang, membuatnya sedikit bergidik.

"Good Job Hae-ya." ucap Kyuhyun.

'Lihat saja besok apa yang akan terjadi' batin Kyuhyun ikut menyeringai.

.

.

.

To Be Continued

Huweeeeee.. ternyata ff saya disambut dengan baik.. Terharu :') #pelukMing

Maaf ne kalau ceritanya membosankan gini.. Maklum ya saya juga masih belajar~

Special Big Thanks to :

Abilhikmah : u r my 1st reader and reviewer, gomawo ne.. iya, kyu pasti semangat!

kim hyun nie : Aku ga ada maksud bikin kyu pabbo, tapi dia kan emang pabbo kalo urusan cinta #tsaahh

kyuminjoy, TifyTiffanyLee, Rye Kim, Farla, 5351, sissy, Okalee, anna, Guest : Makasih udah bacaaa.. Fighting! iyaa, ini dilanjut kok.. Kyu bakal lakuin apa aja buat dapetin Ming, hahah.. Sikap dinginnya ming next chapter aja yaa~ ^^

ShinjiWoo920202 : Eh? Itu konyol ya? Woah saya ga tau kalo itu konyol.. hihi. Ya! Dikamar? Mesum! *gamparbarengmin* hihi peace ^v^ siip ini udah dilanjutt..

Fiction Girl Trapped : *santetbalik* hahah demi apa aku mau disantet.. apa salahkuu aaaa.. makasih ya udah mampirr.. .

gorjazsimba : iyaa, makasih yaa.. tau tuh kyu 10 tahun lama bener yak dipendem sendiri -_- siapa sih ni yang bikin cerita! Hahah.. Ini m-preg nya masih nanti" ya xD

GaemGyu137 : Uweee raaan,, iyaa.. makasih ya koreksinya. Lain kali aku lebih perhatiin! Makasih lagii *bow .. Ne, Fighting! Kamu juga Fighting!

Min Gi : Terimakasih sudah mampir, nanti pasti terjawab kok kenapanya. Hehe.. Iya, Makasih masukannya, aku usahain ya.. ^^

Zahra Amelia : YAK! SUNGMIN MILIKKU! Baca disclaimer di atas dong -_- hihihi. Makasih ya ra uda mau mampir.. Makasih juga sarannya.. Maklum lah aku kan penulis baru, masih harus banyak belajar.. Siap! Akan saya perhatikan typonya bu guru~ hihi.. Makasih Makasih 3

Mind to review again? *bow

Kamsahamnida~