hanna

dul

set

"yang mulia putera mahkota! Tidakkah kau seharusnya menjada ucapanmu?" menteri Hankyung datang mengingatkan Kyuhyun akan kekasarannya

Sungmin hanya menunduk dan masih berdiri lalu menghadap kearah Menteri hankyung untuk membungkuk memberi penghormatan

"kau tahu kenapa yang mulia permaisuri begitu menyayangi hyungmu? Karena sikap kasarmu inilah yang selalu kau tunjukan pada kami semua yang mulia" menteri Hankyung berjalan menghampiri Kyuhyun dan melewati Sungmin

"pangeran Sungmin kau boleh duduk!" menteri Hankyung berbicara pada pangeran Sungmin

"tapi tidak untuk kau yang mulia!" menteri Hankyung berkata tegas menatap Kyuhyun

"apa – apaan ini? Kenapa seorang menteri begitu lancang membentakku? Aku tidak ingin belajar lagi!" putera mahkota Kyuhyun menendang meja tulis yang ada dihadapannya bergegas meninggalkan ruang belajar itu

"yang mulia! Kembali!" menteri Hankyung memanggil setengah berteriak

"ampuni yang mulia putera mahkota guru! Dia pasti masih kesal karena kekalahannya saat belajar memanah denganku kemarin" pangeran Sungmin berusaha membela dongsaengnya

"lupakan yang mulia putera mahkota pangeran! Kita lanjutkan saja belajar menulisnya!" ajak menteri Hankyung mulai membuka bukunya

'maafkan appamu ini puteraku! Appa tidak bisa memelukmu dan dan mengatakan bahwa aku adalah appamu! Appa berjanji akan menurunkan semua yang appa mampu untuk membuatmu layak menjadi putera mahkota dan menggantikan yang mulia menjadi pemimpin di negeri ini. Appa akan terus membuat putera mahkota bertahan dalam sikap buruknya. Kau adalah satu – satunya yang ditinggalkan eommamu untuk appa. Kita harus bisa membuat mendiang eomma bahagia dialam sana' menteri Hankyung berguman dalam hati sambil sesekali memandangi wajah putera biologisnya dengan penuh cinta

.

.

Putera mahkota Kyuhyun sedang berjalan cepat diikuti para pengawalnya menuju istana raja Siwon. belum sampai diistana, langkah putera mahkota terhenti karena adanya rombongan para dukun istana yang bertugas meramal masa depan istana baru saja tiba diistana raja Siwon.

"rombongan siapa itu? kenapa orang – orang itu berseragam hitam? Siapa yeoja itu? wajahnya menakutkan?" tanya putera mahkota pada pengawal pribadinya menujuk seorang yeoja yang usianya lebih tua dari permaisuri dengan gincu warna gelap menghiasi bibirnya

"itu kepala dukun istana yang baru saja ditunjuk untuk menggantikan dukun istana terdahulu. Namanya dukun Boa yang mulia" jawab sang kacung

"jadi penyihir itu yang bertugas meramal masa depan istana? Aku tidak menyukainya" putera mahkota Kyuhyun berkata ketus

"hati – hati dengan ucapan anda yang mulia! Dukun Boa memiliki ilmu mistis yang sangat tinggi! Separuh hidupnya dia habiskan untuk bertapa didalam gua yang sangat angker! Yang mulia raja menemukannya saat dia berhasil meramalkan gerhana matahari lima tahun yang lalu" kacung Oh mengingatkan putera mahkota-nya

"jinja? Sehebat itukah ilmunya?" wajah putera mahkota tampak penasaran akan sosok dukun Boa

.

.

Rombongan dukun istana sudah memasuki istana raja Siwon yang disambut hangat oleh yang mulia raja juga permaisurinya juga semua menteri. Tidak banyak yang raja tanyakan pada dukun Boa kecuali tapanya yang dia lakukan 5 tahun terakhir disebuah gua yang terkenal keramat.

Raja Siwon mengundang secara khusus dukun Boa untuk mengunjungi ruang pribadinya saat fajar menyingsing. Raja ingin sekali mendengar secara langsung tentang penglihatan yang dukun Boa dapatkan selama bertapa tentang nasib istana tanpa ada menteri disekitarnya.

Dan sore itu dukun Boa menerima undangan raja untuk datang dikawal pengawal raja dengan penjagaan ketat. Didalam ruang pribadi raja sudah ada permaisuri Kibum, menteri Hankyung, tabib istana Lee Donghae juga kepala Hwarang Lee Hyukjae menunggunya

"hamba datang mengabulkan undangan anda yang mulia" dukun Kibum memberikan pernghormatannya bersujud dihadapan raja

"duduklah! bagaimana tapamu dukun Boa? Apakah kau menemukan sebuah penglihatan akan masa depan istana ini?" tanya raja Siwon setelah rombongan dukun duduk ditempatnya

"hamba mendapatkan banyak penglihatan selama hamba bertapa yang mulia! Hamba akan mengatakannya pada yang mulia" jawab dukun Boa mengangguk

"katakan bagaimana penglihatanmu!" tanya raja Siwon dengan gesture penuh wibawa

"hamba rela dihukum mati setelah hamba mengatakannya yang mulia!" wajah dukun Boa tiba – tiba memerah dan tampak ekspresi penuh ketakutan

"apa maksud ucapanmu dukun Boa? Kenapa kau mengatakan sebuah hukuman?" tanya permaisuri Kibum was – was dan heran

"hamba melihat keburukan dan musibah meliputi istana ini yang mulia! Hamba melihat kekuasaan raja Siwon akan terguling oleh para menteri dan kaum bangsawan yang memberontak secara besar – besaran!" dukun Boa berkata dengan mata terpejam dan air mata mengalir deras

"mwo? Katakan apa yang kau lihat itu hanyalah sebuah kebohongan!" bentak menteri Hankyung menatap dukun Boa dengan sinis

"semua berawal dikarenakan sosok arwah yang ingin melancarkan keinginan semasa hidupnya yang mulia!" suara dukun Boa memelan lalu membuka matanya

"mwo? Kenapa semua dikarenakan sebuah arwah?" tanya raja Siwon dengan mata melotot

"ada sosok arwah yang terjebak dalam istana ini yang mulia! Arwah itu begitu kuat dan tidak dapat hamba usir! Arwah milik seorang yeoja yang mati membawa kesedihan yang amat dalam selama hidupnya. Membawa penyesalan yang amat besar juga membawa dendam kesumat terhadap putera mahkota! Arwah itulah yang akan membuat putera mahkota hancur dan membuat keagungan, kewibawaan dan nama besar yang mulia raja menjadi hancur dimata semua rakyat negeri ini. Itulah sebabnya akan ada pemberontakan besar – besaran untuk menggulingkan tahta ada yang mulia" dukun Boa kembali bersujud dihadapan raja Siwon

"tidak! Ini tidak mungkin" teriak raja Siwon menggebrak mejanya

"yang mulia tenangkan dirimu" permaisuri Kibum mendekat untuk memberikan ketenangan pada raja Siwon

"apakah ada cara untuk menghindarinya? Langkah Apa yang harus ditempuh agar musibah itu tidak terjadi?" tanya Hwarang Lee Hyukjae begitu cemas

"satu – satunya cara adalah mengasingkan putera mahkota kedesa terpencil sehingga menjauhi istana! Asingkan putera mahkota sehingga jauh dari arwah itu! arwah itu terjebak dalam istana sehingga tidak dapat mengikuti putera mahkota keluar dari istana ini!" jawab dukun Boa mengangkat wajahnya

"andwee! Aku tidak mungkin mengasingkan puteraku kedesa terpencil! Kau pasti keliru dukun Boa! Kau pasti keliru!" permaisuri Kibum menggelengkan wajahnya panik meratapi nasib puteranya

"hukum hamba yang mulia! Itu semua adalah apa yang hamba lihat saat bertapa" dukun Boa kembali bersujud

"lalu bagaimana nasib pangeran Sungmin dalam penglihatanmu?" tanya menteri Hankyung tidak dapat menutupi kecemasannya

"benar! Bagaimana nasib puteraku yang lainnya?" tanya raja Siwon menambahkan

"hukum hamba yang mulia! Hamba melihat pengeran Sungmin mati bunuh diri!" jawab dukun Boa berhasil menghentikan detak jantung semua yang ada didalam ruangan itu berhenti beberapa detik

"kau! Kau memang dukun yang tidak berguna! Kau begitu lacang mengatakan putera mahkota untuk diasingkan! Dan kau begitu lancang mengatakan kematian pangeran Sungmin! Dengan siapa sebenarnya kau berkonpirasi hah? Menteri Joongwon?" permaisuri Kibum kalap sehingga tidak dapat mengendalikan emosinya

"yang mulia permaisuri! Tenangkan dirimu" tabib istana Lee Donghae menahan permaisuri Kibum menampar dukun Boa

"jika begitu hamba rela mendapatkan hukuman yang mulia! Jika hamba sudah dihukum ingat apa yang hamba katakan! Asingkan putera mahkota! Dengan begitu yang mulia tidak akan kehilangan pengeran Sungmin. Mungkin istana ini tidak akan kehilangan semua pangerannya" dukun Boa kembali berkata

"bawa dia! Keluarkan dia dari ruangan ini hwarang Hyukjae! Kurung dia dalam penjara!" permaisuri Kibum berteriak memerintah hwarang Hyukjae yang segera membawa dukun Boa keluar dari istana itu

"permaisuriku! Tenangkan dirimu!" raja Siwon berdiri memeluk permaisuri Kibum

"yang mulia aku mohon hukum dukun itu! asingkan dia dan cari peramal yang baru untuk istana ini!" permasuri Kibum masih bersikap histeris.

Atas perintah permaisuri yang sangat dicintainya, raja Siwon tidak kuasa menolaknya. Raja Siwon menghukum dukun Boa dan mengasingkannya kedesa terpencil dan melanjutkan hidupnya sebagai petani. Asisten dukun Boa yaitu dukun Kim Ryeowook yang akhirnya ditunjuk raja Siwon sebagai peramal istana selanjutnya.

Kemampuan spiritual dukun Ryeowook tidak setinggi dukun Boa. Dia hanya mampu meramalkan apa yang akan terjadi besok, lusa mendatangkan hujan, dan meramal cuaca. Tingkat sensitifitas Kim Ryeowook terhadap mahluk astral sangatlah rendah, sehingga dia tidak bisa merasakan kehadiran sosok arwah yang ada disekitar istana.

.

.

Didalam ruangan dimana bejana besar berisi air hangat penuh, putera mahkota Kyuhyun sedang berendam didalamnya. Melamun sendirian memikirkan tentang pengasingan sang dukun yang tiba – tiba tanpa dikemukankan alasannya.

"kasim Oh! Tolong gosok punggungku! Perintah Kyuhyun masih dengan tatapan kosong

"kasim Oh berada diluar yang mulia! Hamba Xie Che pelayan yang ditunjuk kasim Oh untuk memandikan yang mulia" suara seorang namja begitu merdu terdengar ditelinga putera mahkota Kyuhyun

Putera mahkota lalu menoreh kearah suara. Dan betapa tercengangnya dia melihat ketampanan yang dimiliki sang pelayan yang hampir menyamai ketampannya juga ketampanan raja Siwon.

"kau? Sepertinya aku baru melihatmu" putera mahkota tidak dapat mengalihkan pandangannya dari pelayan bernama Xie Che itu

"hamba sudah lama menjadi pelayan anda yang mulia! Hamba selalu berada dibarisan tengah sehingga yang mulia jarang bisa melihat hamba" pelayan Xie Che menimpal

"mungkin juga!" ujar putera mahkota memalingkan pandangannya dari Xie Che

Pelayan Xie Che segera menggosok punggung putera mahkota dengan begitu lembut dan mengusap bagian lainnya dititik sensitif putera mahkota sehingga mampu membangkitkan gairah putera mahkota.

"ahh hentikan menyentuh bagian itu! aku tidak nyaman" putera mahkota bergidig saat Xie Che tanpa sengaja mengusap belakang telinganya

"ampuni hamba yang mulia" Xie Che segera membungkuk

Xie Che berjalan kearah depan bejana sehingga berhadapan dengan putera mahkota. Xie Che mulai mengusap bagian kaki putera mahkota yang menekuk dengan penuh kelembutan. Putera mahkota Kyuhyun yang memang belum pernah merasakan jatuh cinta pada yeoja seusianya yang memang jarang dia temui disekitar istana. Menjadi begitu terpesona oleh sosok Xie Che yang sangat tampan dan lembut berkulit mulus dan berbibir tebal.

'inilah seorang namja yang aku suka! Tampan namun begitu lembut! Aku ingin menyentuhnya' putera mahkota berfantasi dalam khayalannya

"yang mulia! Apakah hamba boleh masuk kedalam bejana ini? Hamba kesulitan membersihkan bagian lipatan lainnya karena bejana ini terlalu tinggi" ujar Xie Che mengaburkan khayalan pangeran Kyuhyun

"masuklah!" jawab pangeran Kyuhyun menatap Xie Che tajam

Xie Che segera masuk kedalam bejana dan membiarkan dirinya basah didalam bejana itu bersama sang calon raja. Xie Che mulai menggosok bagian depan tubuh putera mahkota dari dada hingga selangkangan. Dan saat Xie Che menyentuh vital sang putera mahkota dengan sekilat putera Mahkota Kyuhyun segera menariknya kedalam pelukannya.

Putera mahkota begitu beringas mencumbui Xie Che yang memang membiarkannya melakukannya. Xie Che seolah begitu menikmati cumbuan sang putera mahkota, menikmati sentuhannya, ciumannya dan gigitan lebutnya disekitar leher Xie Che

"Xie Che-ah aku mohon sentuh vitalku! Ayo lakukan" putera mahkota Kyuhyun mendesah dengan nafas tersengal

"apakah kau menyukaiku yang mulia? Aku adalah seorang namja?" Xie Che mulai menyentuh vital Kyuhyun

"aku tidak peduli kau namja atau yeoja Xie Che-ah! Aku hanya tahu kau adalah makhluk yang sudah mempesonaku" putera mahkota menyandarkan kepalanya menikmati sentuhan nakal yang diberikan Xie Che padanya

Dan saat itu untuk pertama kalinya putera mahkota bisa merasakan nikmatnya berhubungan sex sesama namja berkat seorang Xie Che yang begitu aktif dan mahir mengajarinya dalam melakukan anal sex didalam bejana besar itu.

.

.

Putera mahkota sedang dalam perjalanan menuju ruang belajar diikuti pelayannya termasuk Xie Che yang ada dalam barisan tengah diantara para pengawal. Putera mahkota sesekali menoreh kearah barisan pengawal yang mengantarnya menuju ruang belajar istana. Dia kecewa karena tidak mendapati Xie Che berada dibarisan itu

"kasim Oh! Kenapa saat itu kau menunjuk Xie Che untuk memandikanku?" tiba – tiba putera mahkota bertanya pada kasim Oh yang berjalan tak jauh dibelakangnya

"Xie Che! Hamba menunjuk Jae Sik yang mulia!" kasim Oh menyanggah

"ah lupakan! Lain kali kau tidak perlu lagi memandikanku! Biarkan Xie Che yang melakukannya" putera mahkota kembali menimpal

"yang mulia! Xie Che,," kasim Oh mengerutkan keningnya

Putera mahkota segera memasuki ruang belajar dimana pangeran Sungmin sudah duduk menunggunya. Saat putera mahkota berada didalam ruang belajarnya, kasim Oh segera menghampiri Jae Sik pengawal yang ditunjuknya untuk menggantikannya memandikan sang putera mahkota.

"kau cari apakah ada pengawal bernama Xie Che?" tanya kasim Oh pada Jae Sik

"tidak ada pengawal bernama Xie Che! Nama yang aneh. Terdengar seperti nama seorang Cina" ujar pengawal Jae Sik

"benar juga! Akan aku tanyakan pada salah satu dayang istana" kasim Oh manggut – manggut memikirkan langkah - langkah selanjutnya

.

.

Putera mahkota Kyuhyun sudah kembali keistananya dan beristirahat. Kasim Oh masih penasaran dengan sosok Xie Che yang disebut putera mahkota sejak tadi dan berniat untuk menanyakannya pada salah satu dayang istana yang bertugas melayani putera mahkota.

"apakah ada seorang pelayan atau dayang yang bernama Xie Che bekerja diistana ini?" tanya Kasim Oh pada dayang istana

"Xie Che? Aku rasa tidak ada" dayang istana heran mengerutkan keningnya

"opso! Tapi kenapa putera mahkota merasa pernah bertemu dengannya? Yang mulia bahkan bilang namja bernama Xie Che itu memandikannya menggantikan aku" kasim Oh semakin terlihat begitu kebingungan

"mola! Coba saja tanya dayang istana yang lainnya. Mungkin saja memang ada namja pelayan bernama Xie Che diistana ini" dayang istana menyarankan

"aku tidak pernah melihatnya! Padahal kita sama – sama berada didalam istana" kasim Oh mematahkan pandangan dayang istana

.

.

Putera mahkota sedang bersiap untuk mandi membersihkan dirinya setelah berlatih memanah hingga membuatnya begitu berkeringat.

"panggilkan Xie Che! Biarkan dia memandikanku!" perintah putera mahkota pada kasim Oh

"yang mulia! Hamba ingin mengumumkan sebentar. Pemuda pernama Xie Che tidak hamba temukan bertugas diistana anda yang mulia! Begitu juga dayang istana yang melayani anda. Tidak ada yang mengetahui pelayan bernama Xie Che" kasim Oh membungkukkan badannya

"mwo? Tidak ada? Bagaimana mungkin tidak ada pelayan yang bekerja diistanaku? Kemarin dia begitu nyata memandikanku" bentak putera mahkota melotot kearah kasim Oh

"ampuni hamba yang mulia! Hamba akan mencoba mencarinya diseluruh istana ini" Kasim Oh membungkukkan kembali badannya melangkah mundur keluar dari kamar putera mahkota

.

Putera mahkota berjalan pelan menuju ruang mandinya. Langkahnya mengendap karena mendengar suara aneh diruangan itu. suara seperti ada seseorang yang menuangkan air kedalam bejana

"nugu?" tanya putera mahkota sedikit ketakutan

"yang mulia! Air mandi untuk yang mulia mandi sudah siap" tiba – tiba Xie Che datang menghampiri putera mahkota

"apa yang kau lakukan disini? Siapa kau sebenarnya? kenapa kau tiba – tiba datang memandikanku masuk kedalam ruang pribadiku tanpa diketahui para pengawal?" putera mahkota bertanya berjalan mundur menghindari Xie Che

"ampuni hamba yang mulia! Hamba memang begitu lancang menyentuh tubuh yang mulia! Hamba hanya ingin mengabdi pada yang mulia" jawab Xie Che menunduk

"mengabdi? Maksudmu kau ingin bertugas melayaniku?" putera mahkota meneruskan langkahnya masuk semakin dalam

Bruk

Tiba – tiba Xie Che terjatuh memegang kepalanya dan tidak lama dia segera berdiri kembali.

"akan hamba jelaskan pada yang mulia! Sebenarnya hamba adalah keponakan menteri Hankyung yang bertugas dikediaman pangeran Sungmin untuk mengajarinya memainkan alat musik" Xie Che berkata gugup membuka jati dirinya

"lalu bagaimana caranya kau bisa masuk kedalam ruangan pribadiku?" putera mahkota terus melangkah membuat Xie Che berjalan mundur

"kenapa kau membohongiku? Kau ternyata bukanlah seorang pengawal. Tapi kau adalah seorang pemusik yang bertugas dikediaman Sungmin!" putera mahkota melepaskan pakaiannya lalu masuk kedalam bejana

"hamba bingung memberikan jawaban untuk yang mulia! Saat itu hamba sedang mengantarkan satu alat musik yang diminta yang mulia permaisuri dan menyimpannya diistana putera mahkota untuk dipelajari. Hamba tidak sengaja masuk keruangan yang dipenuhi tanaman anggrek ini. Hamba tidak tahu ternyata disini adalah ruangan putera mahkota untuk mandi" jawab Xie Che gugup dengan wajah menunduk

"sudahlah lupakan saja! Aku tidak peduli dimana kau bertugas dan bagaimana caranya kau bisa begitu mudah masuk kedalam ruang pribadiku. Kemarilah masuklah kedalam bejana ini dan lakukan kembali apa yang sudah kita mulai" putera mahkota menarik tangan Xie Che untuk masuk kedalam bejana dan mereka kembali melakukan anal sex untuk kedua kalinya. Dan sejak itu putera mahkota benar – benar mengokohkan orientasi sexnya dengan sesama namja bersama Xie Che yang merupakan cinta pertamanya.

.

Kasim Oh masih begitu penasaran dengan sosok Xie Che yang selalu keluar dari mulut putera mahkota. Bersama para dayang istana Kasim Oh mencari tahu dan keberadaan Xie Che yang disinyalir merupakan keponakan menteri Hankyung. Dan memang benar adanya, Xie Che adalah keponakan menteri Han yang sengaja dia bawa dari Cina sejak dia masih kecil untuk masuk kedalam istana seijin raja Siwon sebagai tanda maaf dari raja juga permaisuri atas perpisahannya bersama selir Kim.

One year later

Pesta ulang tahun ke 16 putera mahkota Kyuhyun akan segera digelar. Sesuai tradisi istana akan segera membuat acara pemilihan calon puteri mahkota yang kelak akan menjadi pendamping raja Jika seorang namja sudah memasuki usia 16. Pangeran Sungmin sudah mendapatkan calon pendampingnya yang dipilih raja berasal dari keluarga bangsawan dari negeri seberang masih berhubungan darah dengan tabib istana Lee Donghae bernama Lee Sulli.

Putera mahkota Kyuhyun duduk dengan wajah ditekuk cemberut ditengah – tengah diantara raja Siwon dan permaisuri Kibum. Dan disisi kanan permaisuri Kibum duduk dengan tegap pengeran Sungmin bersanding bersama tunangannya Sulli.

Tatapan putera mahkota Kyuhyun tak lepas dari memandangi Xie Che yang sedang serius memainkan alat musiknya untuk menghibur para tamu istana.

'Xie Che kekasihku! Jika aku mampu aku ingin sekali membawamu lari dan kita kembali bercinta sepuasnya hingga kita gila' putera mahkota Kyuhyun kembali berfantasi memandangi Xie Che yang bahkan tidak juga melirik kearahnya.

Tiga orang calon puteri mahkota sudah berdiri sejajar menghadap raja, permasiruri, pangeran juga putera mahkota. Masih – masing menunjukan kebolehannya dihadapan sang raja. Menjawab pertanyaan akhir yang akan menentukan nasib mereka sebagai calon puteri mahkota.

Dan terpilihlah Seo Joohyung yang akan menjadi puteri mahkota berdasarkan jawaban cerdas yang keluar dari bibir mungilnya. Seo Joohyun segera memberikan penghormatannya kepada raja, permaisuri juga putera mahkota yang akan menjadi calon suaminya.

Putera mahkota Kyuhyun masih saja tidak merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih ramah terhadap puteri mahkota yang terpilih. Dia tetap cemberut dan tidak ada aroma ramah didalamnya.

'wajah jelek begitu kau pilih untuk menjadi pendampingku! Kau terlalu licik yang mulia! kau tidak ingin ada yeoja lain yang bisa menyaingi kecantikan permaisuri diistana ini. Kau tidak akan pernah tahu sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuh yeoja yang kecantikannya tidak bisa melebihi permaisuri' putera mahkota Kyuhyun mengumpat dalam hati memandang Seo Joohyun begitu sinis

Pangeran Sungmin melirik kearah putera mahkota. Memandanginya dengan tatapan iba karena dia tahu bagaimana rasanya dijodohkan dengan orang yang tidak dia suka sama sekali.

'aku tahu bagaimana perasaanmu yang mulia. Akupun merasakannya terpaksa menerima seseorang yang tidak kita cintai sama sekali sungguh sangat menyiksa' pangeran Sungmin menunduk lalu melirik kearah tunangannya

.

.

Pesta telah usai, putera mahkota dengan begitu terpaksa melangkah berdampingan mengantar puteri mahkota terpilih menuju ruangannya. Tidak ada senyum sedikitpun tersungging dari wajah tampan sang putera mahkota.

"ini kediamanmu! Kau akan menetap disini hingga kau menjadi istriku" putera mahkota berkata memandang bangunan yang memang disiapkan untuk puteri mahkota. Wajahnya begitu tertekan dan dia ingin segera pergi meninggalkan tempat itu

"apakah yang mulia bersedia masuk sebentar dan menemani tunanganmu ini yang mulia?" puteri mahkota menawarkan dengan wajah tersenyum begitu ramah

"aku harus pergi!" putera mahkota membalikkan badannya meninggalkan puteri mahkota dengan wajah dingin

Puteri mahkota hanya memandangi punggung putera mahkota dengan perasaan kecewa yang terlihat begitu jelas.

.

"aku ingin berjalan – jalan sebentar ditaman! Berikan aku ruang untukku sendiri" putera mahkota berjalan lebih cepat meninggalkan pengikutnya

"yang mulia!" kasim Om berusaha menghentikan langkah putera mahkota mengikutinya dan diikuti pelayan yang lainnya

.

'kenapa hariku ini begitu menyedihkan? Mengetahui ada seorang yeoja yang akan menjadi pendampingku dimasa depan, aku merasa begitu menderita. Xie Che-ah apa yang kau lakukan padaku? Kau berhasil membuatku menjadi namja yang tidak normal dan aku begitu bahagia dengan ini' putera mahkota Kyuhyun memejamkan matanya, melepaskan sepatu yang menutupi kakinya, menginjakkan telapak kakinya yang telanjang direrumputan istana

"yang mulia! Apa yang anda lakukan?" Kasim Oh bertanya mengkhawatirkan putera mahkotanya

Putera mahkota melangkah mengitari taman bunga istana dengan kepala menengadah memandangi langit yang mulai gelap. Saat dia menurunkan wajahnya, pandangannya tertuju pada sebuah bangunan yang baru direnovasi dan tidak pernah dilihatnya.

"tempat apa itu? kenapa aku baru melihatnya?" putera mahkota melangkah menuju bangunan yang dilihatnya

"tempat itu adalah kediaman pangeran Sungmin yang mulia! Bangunan yang baru selesai dibangun" jawab kasim Oh dan tidak juga menghentikan langkah putera mahkota karena putera mahkota sudah dibuat tuli oleh arwah yang menghuni tempat itu

Putera mahkota seperti terhipnotis dan terus melangkah masuk kedalam istana pangeran Sungmin. Melewati semua pengawal juga dayang yang bertugas melayani sang pangeran.

"yang mulia putera mahkota! Apakah yang mulia ingin hamba memberikan pengumuman pada pangeran tentang kedatangan yang mulia?" tanya dayang istana dengan tubuh membungkuk dibelakang putera mahkota yang terus saja melangkah masuk.

Kini putera mahkota sudah benar – benar berada didalam kediaman sang pangeran. Kamar itu sepi dan tidak ada tuannya.

'kenapa langkahku begitu ringan dan terus saja berjalan masuk kedalam ruang yang aku tidak ingin injak sama sekali? Ada apa ini?' hati kecil yang putera mahkota bertanya – tanya akan keanehan yang terjadi pada tubuh dan kaki pemilik jiwa itu.

Langkah itu kini berhadapan dengan tirai – tirai bambu yang tergantung menutupi sebuah ruangan dimana bejana besar dengan pancuran bambu yang mengucurkan air kedalamnya. Terdengar suara air mengalir juga suara siulan lembut seorang namja dari dalam ruangan itu.

Dari balik tirai bambu yang agak menerawang itu, putera mahkota mampu melihat sosok namja yang berjalan membelakanginya perlahan dengan telanjang masuk kedalam bejana itu. tepat satu jengkal diatas bokong kanan sang namja terlihat jelas sebuah tatoo bergambar naga dan mampu menunjukan kegagahan sang pemilik tatoo itu. sungguh bentuk tubuh yang nyaris sempurna yang dimiliki seoranng namja.

'siapa kau? Siapakah pemilik tubuh yang indah itu? tatoo naga itu begitu membiusku dan membuatku ingin menyentuhnya?' putera mahkota melangkah memutari tirai bambu itu untuk melihat wajah pemilik tatoo naga itu

Blaaasssh

Jantung putera mahkota bagai ditusuk sembilu saat melihat wajah manis dan cenderung cantik pangeran Sungmin yang adalah pemilik tatoo naga itu

'tatoo itu sungguh membuat pandanganku terhadapmu berubah wahai anak selir! Dengan tatoo itu kau berubah menjadi namja yang sangat menarik dan tidak gemulai seperti yang selalu ada didalam pikiranku. Aku sungguh ingin menyentuhmu wahai anak selir! Salahkan tatoo mu itu sehingga aku memiliki hasrat untuk menggaulimu'

tbc

annyeong!

wahai KMS yang baik hati #hugs

gomawo udh mau baca ff vai yang yaoi ini

deep bow buat reviewnya yah

gomawo buat semua reviewers yang udh mau ngetik reviewnya dan kasih pendapat kaliah

miaen vai gak bisa sebutin nama kalian satu" #berlutut

gmn ama chapter yang kedua ini? ada yang terkejut g?

pada penasaran g ama sosok Xie Che? kira" siapa yah dia?

lalu arwah itu milik siapa yang kira"?

buat fannya BOA miane vai jadiin dukun yang diusir pula hhehe

gmn yah ama nasib pangeran Sungmin didalam ruangan itu?

nantikan lanjutannya yah!

ttep setia buat nungguin ff vai ini

gomawo,,, saranghae,,,,hugs

wo ai ni

paypay