"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!?"

pemuda pirang itupun kaget dan segera terbangun dari tidurnya meski merasa kesakitan di sekujur tubuhnya.

"A.. ada apa, sasuke?" tanya pemuda pirang itu dengan heran.

"ADA APA KAU BILANG? APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HAH!? APA YANG SUDAH TERJADI SEMALAM!?" Tanya Sasuke dengan amarahnya yang tengah memuncak.

"Ka...Kau tidak ingat, Sasuke? Kau tidak ingat dengan kata - katamu? Kau tidak ingat tentang kejadian semalam?" Tanya pemuda pirang itu sambil menahan air matanya yang hampir saja keluar dari pelupuk matanya.

"MEMANGNYA APA YANG AKU KATAKAN PADAMU SAMPAI - SAMPAI KITA MELAKUKAN HAL INI, NARUTO!?"

"Kau tidak ingat saat kau bilang bahwa kau mencintaiku dan kau bilang perca..." kata - kata Naruto itu teriakan amarah dari Sasuke.

"Kau itu sudah gila dan tidak waras ya hah...!? Mana mungkin aku mencintai seorang laki - laki apalagi orang bodoh dan menjijikan seperti dirimu. Mungkin benar apa yang dikatakan para penduduk bahwa kau adalah ANAK MONSTER MENJIJIKAN. PERGI KAU DARI RUMAHKU." Sasuke mengusir Naruto tanpa pandang bulu.

Naruto pun segera meninggalkan kediaman Sasuke, dan segera mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai. Saat itu juga ia pergi dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya. ia terus berlari dan berlari membawa rasa pahit dari kata - kata menyakitkan dan janji yang telah terlupakan.

.

.

.

.

.

Chapter 2: unexpected News

Naruto berlari, berlari dan terus berlari menjauh meninggalkan kediaman seseorang yang sudah menghancurkan hatinya hingga berkeping - keping.

Semalam, ia seperti dibawa terbang melayang ke Nirvana atas apa yang Sasuke lakukan padanya. Ia mengira orang yang ia cintai sudah mengingatnya dan mencintainya. Betapa bodohnya ia terlena dengan kata - kata manis pemuda yang saat itu telah mabuk dan tanpa berfikir dua kali langsung memberikan kesuciannya saat itu juga hanya karena sasuke mengatakan padanya bahwa ia mencintainya. Betapa bodohnya ia percaya kata - kata ilusi yang diucapkan dan memberikan segalanya pada Sasuke. Dan sekarang ia harus menelan pil pahit dari hinaan yang Sasuke lontarkan serta janji yang sudah ia lupakan

Tapi, salahkah jika ia berharap kata - kata manisnya itu menjadi nyata...

Salahkah jika ia berharap kata - kata yang Sasuke ucapkan padanya bukanlah mimpi belaka...

Tanpa sadar, Naruto sudah berada di tempat yang tidak terduga. tempat dimana ia pertama kali bertemu Sasuke. Tempat dimana Sasuke berjanji untuk menikahinya dan selalu bersama.

Naruto langsung terduduk di hamparan rumput yang lembab dengan pemandangan danau dan bunga - bunga yang indah.

Namun, takdir hidupnya tidak seindah pemandangan yang ia lihat saat ini. Naruto terus mengingat ekspresi dan kata - kata Sasuke yang baru saja ia lontarkan p-adanya.

Di tengah pemandangan yang indah, Naruto hanya bisa duduk termenung sambil menangis dalam kebisuan seakan - akan pemandangan di sekitarnya ini hanyalah sebuah ilusi belaka.

"Sasuke... hiks...

Sasuke... hiks... kenapa...

kenapa kau melakukan ini padaku...

Kenapa... hiks... kau memberikan harapan palsu padaku?"

Naruto pun menatap langit

"Kami - sama... Tak pantaskah aku mendapatkan kebahagiaan? Apa salahku hingga takdir hidupku seperti ini? Hiks... Benarkah yang dikatakan mereka bahwa aku hanyalah seorang monster yang menjijikan? Hiks... hiks..."

Naruto menangis dan terus menangis di tempat itu.

.

.

.

Di Apartment Sasuke

Sasuke POV

Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa si Dobe itu berada disini? Dan mengapa aku berakhir melakukan hal menjijikan itu dengan dia?

.

.

.

Flashback

Beberapa jam sebelumnya

Saat pesta ulang tahun Iruka

'Cih... Menyebalkan sekali.. kenapa juga aku harus datang ke acara pesta bodoh seperti ini?' kata Sasuke dalam hatinya merutuki keadaannya saat ini.

Tiba - tiba seperti biasa, para gadis mendekati Sasuke dan mengajaknya berkencan.

"Sasuke ~ kun, Maukah kau berkencan denganku?" tanya seorang gadis padanya.

Sasuke hanya bisa memutarkan kedua bola matanya dengan kesal melihat tingkah laku para gadis - gadis yang selalu mengganggunya itu...

"Tidak... denganku saja..." Kata gadis yang lain.

"Aku saja..."

"Aku.."

Akhirnya Sasuke tidak bisa menahan amarahnya karena privasinya telah terganggu.

"BERISIK...! Menyingkir kalian semua dari hadapanku" Ia pun berteriak emosi pada gadis - gadis yang malang itu.

Gadis - gadis itu pun segera menyingkir. sasuke pun langsung pergi dan mengambil minuman yang berada di atas meja didekatnya tanpa melihat jenis minuman apa itu. Setelah itu, Ia pun pergi meninggalkan tempat pesta ulang tahun Iruka.

Saat ia sudah mendapatkan tempat yang tenang dan sepi, saking kesalnya ia meminum minuman tersebut hingga habis tanpa sisa sedikitpun. Lama kelamaan, ia merasa tubuhnya sangat ringan seperti melayang.

Dan saat itu, ia seperti melihat seseorang yang dulu ia cari - cari...

Nalu...

Flashback end

.

.

.

Apakah aku menganggap bahwa si Dobe itu adalah Nalu. Dan... dan setelah itu dia... aku... kami melakukan hal itu.

"ARRGGGHH... Betapa bodohnya aku. Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan memberikannya pada Nalu. Nalu, maafkan aku... Tapi tenang saja, aku akan segera menghilangkan jejak si Dobe itu dari tubuhku. Iya... harus..."

Aku pun langsung prgi ke kamar mandi dan membersihkan diriku sebersih mungkin, berusaha untuk menghilangkan jejak si Dobe itu yang melekat pada tubuhnya.

.

.

.

1 Minggu kemudian

.

.

.

Naruto POV

Hari ini, aku berencana untuk bertemu dengan Sasuke. Kami sepakat untuk membicarakan incident hari itu. Dan disinilah aku, dimana kami tim 7 terbiasa melakukan latihan.

"Jadi, apa yang kau ingin bicarakan?" Tanya Sasuke to the point padaku.

"A... aku hanya ingin menjelaskan kesalahpahaman diantara kita waktu itu. Jujur aku mengatakan padamu bahwa aku sebenarnya sudah benar - benar menyukaimu sejak lama. Karena itulah, saat secara tidak sadar waktu itu kau bilang bahwa kau mencintaiku dan mempercayakan segalanya padamu, aku seperti terbius dengan kata - kata itu dan secara tidak sadar aku malah memberikan segalanya padamu, termasuk kesucianku. Sungguh... aku tidak punya maksud lain. Aku minta maaf apabila niat baikku mengantarkanmu pulang waktu itu, malah membawamu ke dalam incident kesalahpahaman yang membuatmu mengalami mimpi buruk. Lupakan saja segalanya kalau memang itu membuatmu terpuruk. Anggap saja kejadian incident itu tidak pernah terjadi. Kita kembali ke kehidupan kita seperti biasanya. Aku hanya bisa berharap, setelah ini kau tetap mau menjadi sahabatku. Karena jujur aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan seorang sahabat."

Aku pun menghela nafas dalam - dalam dan mengulurkan tangan kananku untuk bersalaman dengannya.

"Maukah kau tetap menjadi sahabatku, Sasuke?"

Namun, yang Sasuke lakukan hanyalah diam dan memasang wajah datarnya. Sepertinya memang sudah nasibku untuk kehilangan Sasuke. Aku berusaha menahan air mata ku yang benar - benar tak sabar ingin keluar dari kedua pelupuk mataku. Aku pun menarik kembali tanganku.

"Y... ya sudah kalau begitu. M... maaf kalau aku telah mengganggu waktumu. Ja..."

Sepertinya aku memang harus kehilangan harapanku untuk tetap berteman dengannya. Aku pun berbalik dan meninggalkan Sasuke saat itu juga.

Aku mempercepat jalanku agar Sasuke tidak dapat melihat air mataku. Jalan dan terus berjalan tanpa arah, tanpa sengaja ia bertemu dengan beberapa penduduk yang selalu menganiayanya.

"Hei... Monster sialan. Apa kau masih ingat pada kami... hehh?" Kata salah satu penduduk tersebut.

Aku pun terkepung dan tidak bisa kabur dari mereka. Karena sesuai dengan peraturan yang telah ia sepakati, ia tidak boleh membalas perlakuan mereka.

Tiba - tiba salah satu penduduk menjambak rambutku. Aku pun meringis.

"Jawab pertanyaan itu, MONSTER!" perintah penduduk yang lain padaku.

"I... ingat... paman..." lirihku padanya dengan air mata yang sudah mengalir .

"Oi... lihat semuanya! Monster ini menangis... HAHAHAHAHA..."

"Cih... Dasar menjijikan... Memangnya kami akan bersimpati jika kau menangis HAH..."

"HAhaahahahahah..."

Dan seperti biasa, mereka pun memukuliku... Bahkan sampai ada yang menggunakan senjata tajam untuk melukai tubuhku. Aku hanya bisa pasrah mendapatkan luka baru di sekujur tubuhku. Aku bahkan bisa merasakan beberapa tulang rusukku ada yang retak.

Entah ada firasat apa, secara refleks aku melindungi perutku. Aku tak mengerti apa yang terjadi. Tapi, tubuh dan pkiranku seperti bergerak sendiri untuk melindungi perutku.

Setelah mereka puas mereka pun mulai meninggalkan aku sendirian. Meninggalkan tubuhku yang penuh luka, sendirian di tengah hutan. Nafasku terengah - engah, sulit bagiku untuk bernafas karena sakit luar biasa di sekujur tubuhku. Bahkan saat ini, aku tidak bisa sekedar untuk menggerakkan jari - jariku.

Aku bahkan tidak bisa berteriak lagi karena suaraku sudah habis. Tapi, walaupun aku berteriak, tak ada satu pun yang mau menolongku.

Lengkaplah sudah semua penderitaanku. Baru saja aku kehilangan orang yang aku cintai dan sekarang ia membenciku, ditambah lagi dengan kejadian yang aku harus alami sekarang ini.

Kenapa tidak ada yang mau menolongku?

Kenapa tidak ada satupun yang mendengar jeritan tangisku?

Kenapa aku harus menjadi yang terbuang?

Apa salahku?

Aku bukanlah monster yang selalu mereka katakan kepadaku..

Aku bukanlah Kyuubi...

Bukan aku yang menghancurkan Desa ini...

Tapi kenapa?

Kenapa mereka melimpahkan kesalahan Kyuubi padaku hanya karena akulah yang menjadi tempat Kyuubi di segel?

Kami - sama... Tak cukupkan cobaan yang engkau berikan kepadaku...

Aku sudah tidak sanggup lagi...

Tiba - tiba aku merasakan titik - titik air membasahiku, semakin lama semakin deras. Hingga rasa tubuhku kedinginan. Aku tidak bisa menghindari air hujan yang membasahi tubuhku karena tubuhku yang tak bisa digerakkan. Rasa dingin menyelimuti tubuhku hingga akhirnya aku kehilangan kesadaranku.

End Naruto POV

.

.

.

Saat Naruto sudah mulai tidak sadarkan diri. Tiba - tiba ada seseorang yang mengangkat tubuh Naruto dan membawanya kembali ke apartmentnya. Seseorang dengan memakai jubah berwarna hitam dengan gambar awan berwarna merah menghiasi Jubah tersebut. Wajahnya yang kelihatan keriput itu hanya bisa memandang miris pemuda yang telah ia gendong dalam dekapannya. Ya... ia adalah saudara dari orang yang Naruto cintai, Uchiha Itachi.

Setelah sampai di apartment Naruto, ia pun segera membaringkan Naruto di tempat tidurnya dan melepas seluruh pakaian Naruto yang basah serta dengan cekatan ia segera mengobati luka - luka yang ada di sekujur tubuh Naruto. Mata sharingannya tidak ia nonaktifkan agar ia dapat melihat seluruh keadaan pemuda yang terbaring dihadapannya itu.

Namun, saat mata sharingannya beralih ke bagian perut pemuda pirang itu. Ia melihat suatu gumpalan aneh dengan cakra yang berbeda dari Naruto dan Kyuubi. Gumpalan itu seperti hidup dan terus berevolusi menjadi suatu organ. Itachi yang mengerti apa yang terjadi pada pemuda pirang itu membelalakan matanya dan hanya bisa memandang pemuda itu dengan perasaan bersalah dan sedih.

"Maafkan adikku yang telah membuatmu seperti ini. Berjuanglah...! Berjuanglah untuk tetap hidup, karena perjuanganmu belum selesai. Ada sebuah nyawa yang harus kau perjuangkan untuk hidup saat ini. Jangan menyerah pada adikku, karena takdir pasti akan menyatukan kalian walau apapun yang terjadi. kalau saat itu terjadi, kutitipkan adikku padamu. Dan jagalah keponakan kecilku ini dengan baik. Aku akan memberikan chakraku padamu agar bayimu dapat terlindungi dari apapun. Aku akan melindungi kalian apapun yang terjadi. Meski harus dari jarak yang jauh. Berjuanglah, Uzumaki Naruto."

Setelah itu, Itachi melanjutkan kegiatan pengobatan yang sempat tertunda. Setelah itu, ia memakaikan kembali pakaian Naruto dan meninggalkan pemuda pirang itu disana sendirian.

Beberapa jam kemudian, akhirnya Naruto sadar dari tidurnya. Ia mencoba untuk membuka matanya yang buram. Setelah ia bisa melihat dengan jelas, ia melihat keadaan di sekelilingnya. Ia kembali mencoba mengingat apa yang sebelumnya telah terjadi.

'Seingatku, aku bertemu dengan Sasuke, lalu bertemu dengan penduduk, lalu aku dipukuli oleh mereka. Setelah itu hujan turun dan akiu tidak sadarkan diri.' pikirnya dalam hati, mencoba mengingat kejadian sebelumnya.

"Tapi, kenapa aku sekarang berada disini? Dan siapa yang sudah mengganti pakaianku? Lukaku juga sudah diobati. Bahkan aku sudah bisa banyak bergerak. Sebenarnya siapakah orang yang telah menolongku itu? Aku harus berterima kasih banyak padanya.. tapi siapakah dia? Kami - sama, terima kasih telah mengirimkan orang baik itu padaku. " Ucapnya bersyukur pada Tuhan.

.

.

.

1 bulan kemudian

.

.

.

Setelah Naruto sembuh, ia kembali melakukan aktifitas seperti biasanya. Tapi, entah kenapa ia sering merasakan mual - mual setiap pagi. Seperti yang ia lakukan saat ini. Ia sedang melakukan misi bersama teman satu timnya. Namun, karena kejadian 1 bulan yang lalu membuat ia merasa canggung menjalani misi itu bersama Sasuke. Sasuke juga hanya bersikap dingin padanya tanpa menyapanya sedikit pun. Naruto sejak tadi menahan mual yang menderanya sejak pagi.

"Oi... Naruto, apa kau baik - baik saja?" tanya Kakashi padanya

"Aku baik - baik saja Sensei... Hanya mual sedikit. Sepertinya aku salah makan tadi pagi." Jawab pemuda pirang itu.

"Makanya kalau makan itu yang benar donk! Lihat... Kau jadi menyusahkan orang lain, kan? Kalau kau sampai sakit bagaimana? Kau hanya akan menghalangi kami dalam misi ini, iya kan Sasuke ~ kun. ?" Sakura memperingatinya sambil bermanja - manja pada Sasuke.

"Berisik! Menyingkir kau dariku, perempuan sialan,,,!" bentak Sasuke.

"Huuhh... Sasuke kau kasar sekali"

Sakura pun menyingkir dengan mempoutkan bibirnya yang sama sekali tidak kelihatan lucu. Membuat semua yang melihatnya serasa ingin muntah.

Namun, tiba - tiba mereka diserang oleh sekelompok ninja yang ingin menghalangi mereka melakukan misi tersebut. akhirnya pertarungan pun terjadi. Namun, saat Naruto bertarung, ia agak lamban karena pusing dan mualnya belum juga reda. Tiba - tiba ada seseorang yang menendang bagian perutnya hingga ia terpental kebelakang. Naruto pun merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perutnya hingga ia berteriak sekencang - kencangnya.

"AARRGGHHH.."

Naruto terus memegangi perutnya. Nafasnya terengah - engah dan kesuliatan untuk bernafas. Kakashi yang menyadari hal itu, langsung bertarung dengan serius dan langsung mengalahkan sekumpulan ninja itu. Setelah ia melihat sekeliling dan yakin tak ada musuh lagi. Ia segera menghampiri Naruto.

"Naruto...! Kau kenapa? Mana yang sakit?"

"AARRGGHH... Sa ... iitt .. hiks .. sensei .. Argh .. Sakit sekali ... Aaaaaaarrrrrggghhhhh" Karena tak sanggup menahan sakit itu, Naruto pun pingsan.

"Woi... Naruto... NARUTO!" Ia mencoba menepuk - nepuk pipi Naruto dan menggoyangkan tubuhnya untuk menyadarkannya namun nihil.

"Sensei... lihat... Ada darah mengalir di bagian selangkangannya...!" Kata Sakura dengan panik.

Sasuke hanya bisa melihat di tempat melihat Naruto berteriak kesakitan.

"Kita harus membawa dia ke Desa yang terdekat." Mereka pun akhirnya segera bergerak menuju desa yang terdekat.

Akhirnya mereka pun sampi di sebuah Desa dan mereka langsung membawa Naruto kerumah sakit.

.

.

.

Di rumah sakit (di UGD)

Mereka menunggu di depan ruang UGD. Sudah 3 jam lebih para dokter memeriksa Naruto namun tak kunjung keluar juga.

"Sebenarnya seberapa parah sih lukanya itu. Apa sangat parah ya sampai - sampai pemeriksaannya memakan waktu selama ini?" Keluh Sakura tidak sabaran.

"Ma... Kita hanya bisa menunggu untuk saat ini." kata Kakashi dengan tenang namun ada rasa khawatir dalam dirinya.

"Hn" hanya satu kata itu saja yang keluar dari mulut Sasuke...

Dua jam kemudian lampu merah itu pun mati dan Dokter yang menangani Naruto itupun keluar dari ruang UGD. Dengan segera Kakashi pun menanyakan keadaan muridnya tersebut.

"Bagaimana keadaan Naruto saat ini, dok?" tanya Kakashi...

"Sebenarnya banyak sekali komplikasi, tapi kami berhasil menyelamatkan mereka."

"Mereka? Maksudnya apa, Dokter?" Tanya Sakura dengan heran

"Ma.. Kami juga bingung harus mengatakannya bagaimana. Tapi, kami menemukan hal yang mengejutkan pada diri Uzumaki Naruto. Selain itu, kami juga menemukan banyak luka di sekujur tubuhnya. Luka goresan pisau dan luka lebam di sekujur tubuhnya. Kami juga menemukan beberapa rusuknya banyak yang patah. Dan yang lebih mengejutkan adalah..."

"Adalah apa dok, jangan bertele - tele... !" tanya Sakura dengan tidak sabaran.

"Bahwa ia adalah seorang Hemaphrodite."

"Hemaphrodite? Apa itu?" tanya Sakura dengan heran.

"Hemaphrodite adalah suatu keadaan dimana seseorang memiliki kelainan pada organ reproduksinya. Ia memiliki kelamin ganda. Mungkin di luar ia memiliki organ reproduksi pria, tapi di dalam tubuhnya terdapat reproduksi wanita yang telah aktif."

Semua orang terkejut mendengar penjelasan Dokter tersebut. Termasuk juga Sasuke.

"Dan yang lebih mengejutkannya lagi..." kata - kata dokter itu terputus oleh Kakashi.

"Masih ada lagi, dok?"

"Hai... yang lebih mengejutkannya lagi adalah saat ini ia sedang mengandung selama 5 minggu."

"A... APAAA!? NARUTO HAMIL!" Teriak Kakashi dan Sakura.

Sasuke hanya bisa membelalakkan matanya mendengar berita itu dan tak berucap satu kata pun.

.

.

.

.

.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~T.B.C~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Akhirnya... Chapter 2 selesai juga...

Well, sebenernya ada kesalahan sedikit dari cerita chapter pertama. bukan Kakek Hokage, tapi Nenek Hokage pada awal cerita...

Author minta maaf yah..

Soalnya author juga masih harus banyak belajar nich... :)

Makasih banget buat yang udah ngeriview cerita ini dan udah memberi aku saran terutama bagian EYDnya...

Emang chientz itu masih banyak belum ngerti banyak tentang EYD dan istilah - istilah ffn...

Jadi mohon dimaklumi ya...

Oh... ya... Disini aku cuma mau kasih tau bahwa Sasuke gak tau kalau Nalu itu adalah Naruto. Jadi wajar kalau ia bersikap kasar sama Naruto. Bagi Sasuke, Nalu hanyalah satu - satunya orang yang sudah mencuri hatinya dan hanya sama Nalu Sasuke akan mempertahankan janjinya..

So... Makasih banget buat:

- sheren

- devilojoshi

- Earl Louisia vi Duivel

- Dee chan - tik

- Ookami-Utsugi

- Nia Yuuki

- madness break

- RaraRyanFujoshiSN

- kkhukhukhukhudattebayo

- Uzumaki Prince Dobe-Nii

- NiMin Shippers

- Animea Lover Ya-ha

- LonelyPetals

yang udah mau ngebaca and ngeriview ff SasuNaru pertama ku nie...

And salam kenal juga buat para reader semua...

well. Jangan lupa riview, kritik dan sarannya yah...

Kutunggu sesegera mungkin...

Chaooo...