Warning : Gaje, OOC dan lain-lain :v
Sieplah, ini chap 2 nya,, selamat menikmati walau rada-rada GaJe dan tidak menarik,, harap maklum masih baru :v
Happy Reading
Don't like? Just go away from my fic
Menma – Kun
mempersembahkan
Masashi Kishimoto
NaruSasu
Chap –Two
I'll Be There With You Dobe…
Enjoy
7 Tahun Kemudian….
Kicauan burung merdu mengawali pagi yang cerah dimana matahari tampak telah meninggi memperlihatkan sosok teriknya, terlihat disana pemuda berambut pirang yang tengah melangkahkan kaki menuruni tangga menuju ke meja makan sembari membenarkan posisi dasinya, pemuda blonde ini melangkahkan kakinya kea rah meja makan yang tak berada jauh darinya, pemuda pirang yang bernama Naruto itu lalu menduduki salah satu bangku di meja makan tersebut, kedua pemuda yang sedari tadi makan itupun menghentikan aktifitas mereka sejenak, pemuda berambut putih yang mengenakan kacamata itu menatap Naruto kesal begitu juga dengan pemuda berambut hitam jabrik disana, Naruto yang baru saja menduduki bangku itupun ikut menatap kedua pemuda yang saat ini masih menatapnya lekat
"Loh loh loh kenapa menatapku seperti itu? Ada yang salah di wajahku?" tanya Naruto sembari menatap satu persatu wajah kedupa pemuda yang tak lain tak bukan adalah Kabuto dan Tobi
"Ayo ayo makan, silahkan" tawar Naruto dengan mengadahkan sebelah tangannya kearah kabuto dan Tobi memberi isyarat untuk kedua pemuda itu kalau dirinya mempersilahkan mereka berdua sarapan, Narutopun mengambil piring dan sendok yang telah tersedia lalu mengambil dua sendok nasi goreng dan 1 telur.
Kedua pemuda yang bernama kabuto dan Tobi itu menatap Naruto kesal, saat Naruto hendak menyantap makanannya Kabuto melemparkan sendoknya kearah Naruto yang sukses membuat sedikit nasi terjatuh di seragam sekolah Naruto.
"Siapa yang menyuruhmu makan disini?" tanya Kabuto kesal, Naruto terdiam menghembuskan nafas mencoba menahan marahnya lalu menyimpan sendok miliknya di piring dan membersihkan butiran nasi yang berada di seragamnya lalu beralih menatap Kabuto dengan tampang datar, berusaha mempertahankan ekspresinya agar pemuda yang tengah ditatapnya itu mengerti kalau dia yang sekarang bukanlah dia yang dulu
"Aku sendiri yang menyuruh, memang kenapa?" jawab Naruto enteng, saking entengnya sehingga membuat wajah tampan pemuda tampan ini terlihat biasa-biasa saja
"Melihat wajahmu disini aku jadi muak kau tau, sebaiknya kau makan di dapur sana, itu cocok untukmu" Tobi, pemuda yang sedari tadi tampak menatap Naruto kesal itupun angkat bicara, Naruto hanya tersenyum menatap sekilas nasi yang berada dihadapannya mencoba mencari pelampiasan lalu kembali menatap Tobi masih dengan senyum tenang menghiasi wajahnya
"Ohh jadi itu masalahnya, emmm kalau aku sih tidak merasakan apa-apa, kalau kalian tidak suka aku disini, kenapa tidak kalian saja yang makan di dapur" setelah mengucapkan kata-kata yang membuat Kabuto dan Tobi merasa kesal, pemuda Uzumaki ini lalu meraih sendon miliknya lalu melahar nasinya secara perlahan
"A-apa katamu?" Tobi menatap Naruto kesal, dia benar-benar tidak habis fikir dengan kata-kata pemuda pirang yang masih tampak tenang dihadapannya
"Jaga mulutmu NARUTO!" teriak Kabuto tak kalah kesal, Naruto menghentikan acara mengunyahnya sejenak lalu mengangkat kepalanya menatap Kabuto
"Jaga Mulut? Untuk apa menjaga mulut, dia tidak akan lari kemana-mana, yang patut kau jaga adalah keponakanmu yg manja itu"
"A-apa katamu!" Tobi langsung bangkit dari duduknya hendak berjalan menghampiri Naruto, namun langkahnya terhenti disaat sebelah tangan Kabuto menghadang jalannya, Kabuto lalu ikut bangkit dan menatap Naruto dengan tatapan menusuk
"Jaga bicaramu Naruto kalau tidak aku akan…."
"Akan apa?" potong Naruto yang sukses menghentikan perkataan Kabuto
"Akan mengusirku? Akan memukul ku? Atau akan membunuhku?" Naruto bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekat kearah Kabuto dan Tobi yang saat ini menatap lekat dirinya
"Hmm? apa yang akan kau lakukan?" tanya Naruto lagi dengan memajukan sedikit wajahnya kehadapan Kabuto menantang pemuda berambut putih itu dengan senyum ketenangan diwajahnya, Kabuto terdiam seribu bahasa
"Ch!" ucap Kabuto kesal lalu berjalan pergi diikuti dengan Tobi yang menatap Naruto dengan tatapan kesal lalu melangkahkan kakinya berjalan mengikuti langkah Kabuto
"Heh" Naruto tersenyum penuh kemenangan begitu melihat Kabuto terdiam membisu lalu pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun
Setelah sarapan Naruto lalu berangkat kesekolah dengan menggunakan motor ninja miliknya, mobil Kabuto sudah tidak ada di garasi tampaknya mereka sudah berangkat duluan fikir Naruto.
Naruto lalu melaju dengan kecepatan tinggi, terlihat disana mobil Kabuto, mobil almarhum orang tuanya maksudnya tampak tengah melaju tak jauh didepannya, Naruto tersenyum, sekilas ide kencil mencul dikepalanya, dia lalu melewati mobil dengan sengaja mengenggass motornya agar mengejutkan Kabuto dan Tobi yang berada di dalam mobil, ternyata aksi Naruto sukses membuat Kabuto dan Tobi tampak terkejut dengan suara motornya yang tiba-tiba
"Sialaannnn Narutoo!" teriak Tobi kesal lalu mengeluarkan kepala dari kaca jendela mobil
"Dasar berandal" umpat Kabuto kesal yang tampak menghentikan sejenak menatap tab miliknya akibat perbuatan Naruto tadi
"Wkwkwkwkwk " Narut terkekeh geli sembari memacu motornya dengan kecepatan tinggi berusaha tepat waktu sampai kesekolah
U. Z .U
Naruto memarkir motornya begitu sampai diparkiran sekolah dia lalu melepas helm miliknya memperlihatkan wajah tampannya lalu menyimpan helm itu di jok belakang motornya, Dia lalu berjalan melewati lorong demi lorong hendak menuju ke kelasnya. Setelah sampai di kelas terlihat disana beberapa teman menyapa pemuda pirang ini
"Pagi Naruto"
"Pagi"
"Oii Naruto"
"Pagi Jugaa" Sapa Naruto semangat sambil berjalan menuju bangkunya
"Wah wah wahhh tumben cepet" ucap Kiba yang tampak tengah duduk di bangkunya yang tak jauh dari bangku Naruto, Naruto hanya tersenyum lalu menyimpan tasnya.
"Yahh tadi kebetuln bangun pagi sih" Jawab Naruto.
"Bukan kebetulan, gara-gara tadi pagi aku menelfonmu, makanya kau bangun pagi" bantah Shikamaru yang tengah duduk di bangkunya yang berada di samping Naruto.
"Jiiaaahhhhh kirain bangun sendiri" keluh Kiba yang mengundang tawa Naruto"Wkwkwkwk"
"Yosshhh karena Naruto sudah datang, ayo kita main bola" ajak Kiba lalu bangkit dari bangkunya dan berjalan menghampiri Naruto dan Shikamaru
"Good idea, come on Shikamaru" ajak Naruto juga bersemangat lalu menatap teman sebangkunya yang tampak membaringkan kepalanya dimeja
"Kalian berdua saja, aku malas"
"Jiiaahh gag asik neh" Keluh Kiba
" Malas mulu oi, ayoollaahh ikut" ucap Naruto lalu menarik paksa tangan Shikamaru yang sukses membuat pemuda berambut nanas itu bangkit dari duduknya
"Ck mendoksei" keluh Shikamaru yang terpaksa ikut berjalan beriringan dengan Kiba dan Naruto yang tampak tersenyum penuh kemenangan.
U. Z .U
Naruto, Kiba, Shikamaru pun berjalan beriringann di lorong sekolah melewati beberapa siswi yang tampak tersenyum-senyum gaje disaat ketiga pemuda yang memang terbilang tampan ini melewati mereka dengan canda tawa menghiasi wajah mereka yang membuat aura ketertarikan tersendiri bagi para siswi yang mengagumi mereka, namun langkah mereka terhenti disaat Tobi, Deidara dan Sasori, ketiga pemuda yang tak kalah tampan itu menghalangi jalan mereka, dengan terpaksa Naruto, kiba dan Shikamaru menghentikan langkah mereka lalu menatap ketiga orang yang saat ini tampak tersenyum sinis menatap mereka
"Wah wah wah ada yang lewat neh" ucap Tobi dengan senyum licik tergembar jelas di wajahnya.
"Iya neh, menghalangi jalan saja hmm" Deidara, laki-laki yang mirip seperti perempuan ini pun tampak tersenyum ketus membalas kata-kata Tobi
"Udah pergi aja sana kalian, cih! Dasar pengganggu" tambah Sasori yang membuat urat kesal didahi Kiba muncul seketika
"Apa kau bilang!" bentak Kiba lalu berjalan menghampiri Sasori dengan kepalan yang siap dilontarkan kapan saja, namun langkah Kiba terhenti disaat Shikamaru menghalangi jalan Kiba dengan sebelah tangannya.
"Sudahlah Kiba" ucap Shikamaru berusaha menghibur pemuda yang memiliki tanda segitiga terbalik dikedua wajahnya ini
"Tapi dia Brengsek !" teriak Kiba mencoba menepis tangan Shikamaru yang masih saja menghalangi jalannya
"Berhenti Kiba" Naruto memukul kecil bahu Kiba dengan senyum manis berusaha menenangkan teman baiknya lalu beralih menatap Deidara, Tobi dan Sasori yang tampak tersenyum, mengejek lebih tepatnya kearah mereka bertiga, Kiba terdiam sejenak lalu ikut menatap ketiga orang itu dengan tatapan kesal, dia mengeratkan genggamannya , dia benar-benar merasa geram dan ingin segera menghabisi tiga orang yang berada dihadapannya saat ini.
"Kenapa Berandal? Cih! Dasar anak berandal" Ucap Sasori sambil menatap Naruto dengan tampang jijik, Kiba tak mampu menahan amarahnya "KURANG AJAR KAU !" teriak Kiba lalu berjalan mendekat ke Sasori namun Naruto lalu menggenggam pergelangan tangan Kiba yang sukses menghentikan langkah Kiba, Kiba terlihat kesal lalu menatap genggaman Naruto
"Jangan Kiba, Biarkan saja" ucap Naruto tenang
"Apa? Biarkan katamu! Dia ngelunjak Naruto!" bentak Kiba kesal sembari menatap wajah Naruto
"Jangan pakai kekerasan Kiba" tambah Shikamaru sembari berjalan mendekati Kiba dan memukul kecil bahu Kiba, Shikamaru lalu menatap ketiga orang yang merepotkan baginya
"Apa mau kalian?" tanya Shikamaru dengan nada malas sembari menggaruk-garuk kecil kepalanya
"Mau kami kalian itu Mam-pus!" ucap Tobi dengan penuh penekanan.
"Yupz, thats right, orang seperti kalian sebaiknya pergi saja hmm hahahaha" tambah Deidara diselingi dengan tawa Sasori yang semakin membuat Kiba memanas.
"Brengsek!" umpat Kiba kesal, Kiba lalu menatap Shikamaru dan Naruto bergantian "Kenapa kalian diam BAKA!" bentak Kiba kesal, kali ini dia benar-benar kesal dengan kedua temannya yang bertingkah seperti orang bodoh fikirnya
"Jangan ladeni orang gila Kiba " jawab Naruto dengan jari telunjuk yang menggores dahinya sambil tersenyum menatap Kiba, spontan amarah Kiba menghilang seketika melihat isyarat Naruto yang memiliki arti yang terbilang menggelikan alias memalukan baginya, senyum geli terkembang diwajah Kiba
"Kalau mencari masalah sebaiknya jangan dengan kami, hanya membuat kalian malu saja" ucap Shikamaru santai sembari menatap datar ketiga orang yang tampak menatap mereka dengan tatapan kesal
"Apa?!" tanya Sasori kesal
"Yahh biasalah Shikamaru, mungkin saja obat mereka habis dirumah" tambah Naruto yang membuat Kiba dan Shikamaru tertawa.
"Wkwkwk benar sekali" tambah Kiba yang diikuti dengan tawa Shikamaru dan Naruto.
"Kurang Ajar! Berani beraninya kalian menghina kami!" teriak Tobi kesal.
"Dasar berandal tidak tau diri! Kalian tidak pantas menghina kami hmm!" Teriak Deidara yang tak kalah kesal
"Hahahahaha yasudah Kiba, Shikamaru, ayo kita kelapangan, dari pada disini ngeladenin orang yang tidak punya kerjaan, menghabiskan waktu saja" Ucap Naruto lalu berjalan melewati ketiga orang itu.
"Hai' Hai;, mendoksei!" Ucap Shikamaru lalu ikut berjalan mengikuti Naruto
"Fiuuhh hari ini panas ya" sindir Kiba yang melewati ketiga orang itu dengan sebelah tangan yang mengibas-ngibas wajahnya
Tobi, deidara, dan Sasori hanya terdiam dengan tampang kesal.
"Sialan Naruto!"
U. Z .U
Sepulang sekolah Naruto langsung pulang kerumahnya, dia memasuki rumahnya lalu menaiki tangga hendak menuju ke kamarnya, setelah sampai Naruto langsung memasuki kamarnya yang memang terbilang kecil namun bergaya kamar laki-laki sekali, dengan meja belajar dan computer, disisinya lemari pakaian dan ada meja kecil tempat dia menyimpan koleksi mainan dan foto kedua orang tuanya, dan ada beberapa gitar, bass beserta saloon yang mengisi bagian samping lemari pakaiannya, Naruto lalu melempar tasnya dan mengganti pakaiannya. Dia lalu keluar dari kamarnya, menuruni tangga dan berjalan menuju ke ruang tv, Naruto lalu menduduki sofa cream mengambil remote dan mencoba mencari channel yang menarik, saat dia tengah asik menonton, seseorang melemparnya dengan bantal yang sukses mengenai kepala Naruto, Naruto terkejut lalu berbalik mencoba melihat siapa yang mengganggu ketenangannya
"Oi ngigau ya?" tanya Naruto begitu tahu siapa orang yang melempar kepalanya
Tobi lalu berjalan mendekat kearah Naruto, dia menatap Naruto kesal.
"Kau.. benar-benar brengsek!" ucap Tobi kesal.
Naruto lalu berdiri dan memandang Tobi dengan dahi berkerut "Brengsek? Memangnya aku kenapa?" tanya Naruto tak mengerti.
Tobi lalu menggenggam kerah baju Naruto.
"Jangan pura-pura bodoh Naruto! Berani-beraninya kau menghina ku saat disekolah! Kau tidak pernah di ajari sopan santun hah !" teriak Tobi kesal.
Naruto lalu melepas kasar genggaman Tobi. Naruto tersenyum lalu merapikan pakaiannya yang sedikit kusut akibat ulah Tobi tadi.
"Asal anda tau Tobi-san"ucap Naruto berbicara dengan nada formal
"Saya selalu diajari etika kesopanan oleh kedua orang tua saya saat saya baru lahir, dan apa mungkin anda yang tidak diajari sopan santun ?"pertanyaan Naruto membuat Tobi semakin kesal.
"Apa?! Berani-beraninya ka…." kata-kata Tobi terhenti saat Naruto melempar bantal tepat di wajahnya
"Sebaiknya kau diam, jangan mencoba mencari masalah denganku" ucap Naruto serius kali ini.
Tobi menatap Naruto kesal, dia lalu mengambil bantal yang mengenai wajahnya tadi dan kembali melempar bantal itu kearah Naruto, namun Naruto langsung menangkap bantal itu.
"Anak Sial! Brengsek kau!" teriak Tobi yang membuat Naruto menatapnya dengan tatapan menusuk
"Apa katamu?" naruto membuang bantal yang di pegangnya dengan sekuat tenaga mencoba melampiaskan kemarahannya lalu berjalan mendekati Tobi, ditatapnya Tobi dengan tatapan kesal
"Heh, aku bilang Kau ANAK SIALAN!" teriak Tobi dengan senyum puas disaat melihat Naruto yang tampak kesal dengan kata-katanya
"Sebaiknya kau tarik kata-katamu tadi sebelum aku menghabisimu" Naruto menggenggam erat genggaman tangannya mencoba menahan amarah yang saat ini tengah bersarang dihatinya
"Cih! Tidak akan pernah anak si….
'BUB!' Kata-kata Tobi terhenti saat Naruto memukul talak wajahnya, dengan seketika tubuh Tobi terjatuh ke lantai dengan darah megalir dari sudut bibirnya.
"Auuuchhh, Sialan! Brengsek!" teriak Tobi lalu mencoba bangkit, dia lalu mengepalkan tangannya dan berjalan mendekat kearah Naruto mencoba membalas pukulan pemuda pirang itu dan berhasil, satu pukulan mendarat dengan bebasnya di wajah Naruto, namun Naruto tak bergeming dia mencoba tak mengindahkan rasa sakitnya lalu mencoba bangkit membalas pukulan Tobi yang juga sukses mengenai perut Tobi, perkelahian sengit pun tak dapat dihindari.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?" teriak Kabuto yang sukses menghentikan perkelahian mereka berdua, Tobi dan Naruto saling melepas cengkaraman mereka dan berdiri dengan nafas ngos-ngosan dengan tatapan yang mengarah kepada masing-masing lawan bagai tak rela pertarungan tak berujung mereka berakhir seperti ini
"Naruto! Tobi! Apa yang kalian lakukan?!" teriak Kabuto kesal sambil menatap kedua pemuda ini.
Naruto dan Tobi saling menatap dengan tatapan kesal dengan luka memar yang ada di beberapa bagian wajah mereka.
"Dia yang memulai!" tunjuk Tobi dengan kesalnya kearah Naruto
"Aku tidak akan melakukan hal ini kalau kau tidak memancing emosiku!" bantah Naruto.
"APA? Kau yang pertama mencari masalah!" sanggah Tobi mencoba meyakinkan Kabuto yang saat ini tengah menatap mereka berdua dengan tatapan kesal
"CIh! Kau yang mencari masalah!" Jelas Naruto yang membuat Kabuto Semakin kesal
"DIAM!" teriak Kabuto yang sukses menenangkan kedua pemuda ini, Kabuto pun terdiam sejenak mencoba menghembuskan nafas berat menahan kekesalan yang diakibatkan kedua anak muda ini, Kabuto lalu menatap Naruto dan berjalan mendekati Naruto
"Kenapa kau selalu mengganggu keponakanku hah?!" tanya Kabuto yang membuat Tobi tersenyum penuh kemenangan. Naruto tersenyum ketus lalu menatap Kabuto
"Aku tidak punya waktu menggangu keponakanmu itu" jawab Naruto santai sambil memijit kecil luka memar yag ada diwajahnya dengan ringisan kecil tak terdengar
"Kalau begitu jangan buat kekacauan seperti ini, dasar kurang ajar!" teriak Kabuto murka, dia pun mengangkat sebelah tangannya hendak memukul wajah Naruto, namun dengan sigap, Naruto menggenggam pergelangan tangan Kabuto yang sukses mengejutkan Tobi dan Kabuto.
"Jangan coba-coba mencari masalah denganku" Naruto menggenggam pergelangan tangan Kabuto dengan sekuat tenaganya.
"A-apa? Lepaskan!" untuk sesaat, Kabuto merasa kedua kakinya bergetar menahan rasa takut yang tengah dirasakannya sekarang, dia mencoba menarik paksa tangannya dari genggaman Naruto namun tak berhasil, Naruto benar-benar menggenggam tangan dengan sekuat tenaga
Naruto lalu melepas genggamannya kasar yang membuat tangan Kabuto tampak sedikit memar akibat genggamannya tadi.
"Aku tidak akan membiarkamu berbuat seenaknya padaku! Urus saja keponakanmu yang manja itu! Dan bilang kepada keponkanamu itu!" Naruto menunjuk Tobi yang menatapnya kesal "Belajarlah sopan santun! Karena keopanakanmu itu sangat tidak tau apa itu tata krama!" Jelas Naruto lalu pergi meninggalkan kedua pemuda yang tepaku ini
"Sialan Naruto!" ucap Kabuto sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah akibat ulah Naruto tadi, Kabuto lalu menghampiri Tobi yang tampak meringis kesakitan sambil memegang memar yang ada di wajahnya.
"Ayo Tobi, kita ke rumah sakit"
"Hai' oji-san auu…
U. Z .U
Naruto tengah berbaring di tempat tidurnya, dia lalu mengambil foto yang berada di meja kecil tepat di sisi tempat tidurnya, Naruto tersenyum lalu mengelus foto kedua orang tuanya itu.
"Tou-san, Kaa-san bagaimana kabar kalian ? baik kan?" Naruto lalu mengecup foto itu dan kembali menatap foto itu dengan senyum hangat yang hanya ditujukan kepada dua orang yang berada dalam figure foto itu
"Kaa-san Obatilah luka ku, aku berkelahi lagi hehe, Tou-san Aku pasti akan menjadi kuat seperti Tou-san, kalian tau…..
Naruto mengelus kaca foto yang terdapat wajah kedua orang tuanya disana
"Aku sangat merindukan kalian, aku tidak akan mengecewakan kalian, I promise"
…..
Keesokan Harinya….
Naruto tengah menyantap sarapan paginya di meja makan yang masih kosong itu, Hari ini adalah hari minggu hari dimana Naruto and Friends mau bermain basket di dekat kompleks rumah Kiba, Saat Naruto tengah asik menyantap makanannya Kabuto datang dan duduk di salah satu bangku kosong disana, Kabuto menatap Naruto dengan tatapan kesal, Naruto menghentikan aktifitasnya lalu ikut menatap Kabuto.
"What?" tanya Naruto,
"Entah kenapa aku benar-benar muak melihat wajahmu"
Kata-kata Kabuto sukses membuat Naruto tersenyum ketus "Kalau tidak suka kenapa kau masih duduk disini? Ba~ka" Naruto tersenyum tipis lalu kembali menyantap makanannya
Kabuto terdiam, lalu menatap lekat Naruto yang saat ini tengah menyantap makanannya "Mulai besok aku akan ke Amerika untuk sementara, kau dan Tobi jangan bertengkar dan selalu membuat masalah, itu sangat mengganggu" jelas Kabuto dengan tenang namun ada nada kekesalan disana, Naruto tau itu, dia menghentikan santapannya lalu menatap Kabuto yang juga tengah menatapnya
"Kenapa kau membicarakannya padamu? Apa itu penting? Selagi keponakanmu itu bisa menjaga sikap aku juga tidak akan pernah membuat masalah"
"Kau harus mendengarkan kata-kataku, selama aku di Amerika kau tidak boleh pergi kemana-mana, jaga rumah ini dan jangan pernah kau ganggu keponakanku" jelas Kabuto yang membuat Naruto menatapnya dengan dahi berkerut
"Kau siapa? Seenaknnya saja memberi perintah padaku, kau orang tuaku? Bukan kan so, jangan terlalu mencampuri urusanku, aku mau pergi atau tidak itu hakku dan kau tidak berhak mengatur hidupku" jelas Naruto santai lalu meraih tissue yang berada tak jauh dari piringnya sembari membersihkan mulutnya dari bekas sisa makanan yang disantapnya tadi
"Biar bagaimanapun aku ayah tirimu kan heh walaupun aku sangat muak mengakuinya" ucap Kabuto tersenyum, senyum licik yang membuat Naruto sangat kesal
"Oh Really? " Naruto juga tersenyum, senyum menantang maksudnya sembari menatap Kabuto dengan tenang
"Of Course my Son" Jawab kabuto yakin yang juga tampak tersenyum sinis tergambar jelas diwajahnya
"Ohh Sorry my Father, I can't do this" jawab Naruto yang membuat senyum Kabuto menghilang.
Naruto lalu beranjak dari bangkunya dan hendak pergi meninggalkan Kabuto.
"Oh ya" Naruto menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menatap Kabuto yang terlihat menatapnya dengan tatapan mengisyaratkan kemarahan mendalam
"Kapan kau akan pindah dari rumahku? Ouwwhh aku sudah bosan melihat wajahmu dan keponakanmu itu, bila perlu jangan kembali dari Amerika itu lebih baik" Jelas Naruto lalu pergi meninggalkan Kabuto.
"APA? DASAR BRENGSEK! AKU TIDAK AKAN MENINGGALKAN RUMAH INI!" teriak Kabuto kesal, Naruto lalu berbalik dan menatap Kabuto,
"Okelah kalau begitu, berarti harus aku yang menyeretmu keluar, byee" jawab Naruto lalu keluar dari rumah..
"Brengsek!"…..
U. Z .U
Begitu keluar dari rumahnya, Naruto menghentikan langkahnya tepat dihalaman rumahnya yang cukup luas itu, dia mendongakkan kepalanya menatap langit biru yang terlihat cerah diatas sana
"Hahhhhh" Naruto menghembuskan nafas berat, mencoba menenangkan hatinya, perasaannya, emosinya, semuanya… semua yang membuat perasaan tidak betah itu menghilang, mencoba menata kembali dirinya dan mencoba tenang dengan apa yang akan dihadapinya nanti
"Aku tidak salah kan? Aku tidak salah….." gumamnya lalu menurunkan kepalanya
"Yoosshhhh aku harus semangat bukan! Ayo Naruto berangkat!" Naruto lalu berjalan menjauhi rumahnya, mencoba menjumpa teman-temannya yang saat ini pasti tengah menunggunya, ya, dia tidak sabar ingin segera sampai di kompleks perumahan Kiba yang memang tak berada jauh dari rumahnya, dia ingin menghilangkan sedikit beban didalam dirinya, ingin sedikit mencari hiburan untuk menenangkan perasaan kesal dan jenuh yang selalu menghampiri hatinya saat berada dirumahnya sendiri,,
Disaat pemuda pirang ini tengah asik berjalan langkahnya terhenti disaat melihat seorang pemuda berambut hitam kelam yang terlihat tengah jongkok di tengah jalan sambil memegang sesuatu dengan sebelah tangannya yang entah apa itu Naruto pun tak tahu
'Kenapa dia?' tanya batin Naruto heran, Naruto pun mengangkat bahunya mencoba mengacuhkan apa yang dilakukan pemuda raven itu karena memang dia tidak tahu lalu kembali melanjutkan perjalanannya, namun langkahnya kembali terhenti, dengan seketika Naruto membelalakkan kedua matanya begitu melihat bus yang tampak melaju tak jauh dari pemuda raven itu
TTEEETTTTTTT! TTTEEETTTTTTT!
Klakson bus terdengar begitu keras dan mengganggu gendang telinga yang semakin membuat jantung Naruto kian berdetak kencang, 'apa yang akan terjadi padanya?' 'apa yang harus kulakukan?' 'bagaimana ini?' 'apa dia tidak tau ada bus itu didepannya?' pertanyaan itu terus berputar dikepala Naruto, diapun menatap pemuda raven itu dan bus secara bergantian mencoba mencari cara bagaimana membuat pemuda pucat itu menjauh dari jalan, Naruto bingung harus bagaimana, dia lalu berlari dan berteriak "AWAAASSSSSSS!" ….
To Be Continued….
Apa yang akan terjadi pada pamuda itu?
Apa dia selamat? Atau tubuhnya hancur tertabrak bus?
Ingin tau kelanjutannya? Silahkan tunggu Chap 3 nya -
Saya usahakan update secepatnya ….
Maaf GaJe, dan maaf mengganggu waktu kalian dengan fic gaje saya ini…
Terimakasih
Review?
