Title : My Family, Father, Mother, Son
Length : Chaptered – Drabble
Genre : M-Preg, Family, Drabble(?), BL
Rate : T
Main Cast : - Lee Sungmin (N)
- Cho Kyuhyun (N)
- Cho SungKyu (N)
Support Cast : - Cho Hangeng
- Cho Heechul
- Other Cast
Summary :
Cerita Keluarga Konglomerat Cho. Seorang ayah, Ibu, dan putra tunggalnya. Cho Kyuhyun, Cho Sungmin dan Cho SungKyu. Cerita mengenai kehidupan keluarga KyuMin yang bahagia dengan segala bentuk konflik keluarga yang manis, mengesalkan, mengerikan, menghebohkan dan membahagiakan.
Happy Ending, don't worry. Jika Cast utama di dunia/ff bernama Cho Kyuhyun, dan Lee Sungmin, pasti akan berakhir bahagia. Percayalah~~~ ^^
Drabble – 2 : I Hate Them, Eomma
.
.
*** My Family, Father, Mother, Son ***
.
.
Drabble – 2 : I Hate Them, Eomma
Hari sabtu adalah hari yang paling membahagiakan bagi banyak orang. Hari libur. Semua orang akan bersorak-sorai saat hari jumat malam telah datang. Semua orang akan membuka agenda ataupun buku-buku untuk mencoret semua list kerja untuk hari itu.
Karena hari ini adalah hari libur, wajar untuk semua orang mendapati orang lain tersenyum lebar, mengembangkan bulat sabit di bibirnya dan menyapa ramah pada orang lain.
Namun berbeda dengan putra konglomerat Cho ini. Sosok pangeran tampan yang kini duduk menyandar malas di ruang makan itu terlihat sangat kusut dan meringis memandang sesuatu.
Tidak ada lagi mata foxy yang menatap manis akan sesuatu hal. Tidak ada lagi senyuman indah dari bibir M itu. Tidak ada lagi ucapan ramah yang terlontar dari pada mulutnya. Bahkan untuk sebuah seringaian yang menakutkan tidak bisa ia lemparkan.
Tatapan mata itu begitu sendu, begitu menyedihkan, begitu menderita dan sangat mengenaskan. Pangeran tampan itu bagaikan sebuah batang pohon tua yang begitu rapuh dan menderita.
Hening mendera ruangan itu. Tak ada satupun suara yang bisa ia ucapkan. Hanya ringisan menahan tangis yang terdesis dari bibir M nya.
.
.
*** My Family, Father, Mother, Son ***
.
.
"Morning, Pangeran…"
Suara pria dewasa berjenis bass itu terdengar menyapa begitu keras menggema mengingat rumah itu begitu besar dan berada di nuansa yang sangat sepi.
Cho Kyuhyun, sang kepala keluarga baru saja menampakan wujud nya dipagi hari ini tepat pukul 10.00 pagi. Tidak tahu apa yang membuatnya bangun sesiang ini, dan hanya sang istri yang mengetahuinya.
Kyuhyun menuruni tangga mewahnya. Melangkah pasti dengan senyum terkembang di bibirnya. Perlahan dan semakin dekat ke tempat putra nya berada. Kyuhyun menghampiri SungKyu dan mengusap kepala anaknya lembut saat ia telah sampai di ruang makan itu.
"Pagi, Pangeran…mengapa tidak menjawab sapaan appa" ucap Kyuhyun.
"Oh, Pagi King Appa…" ucap SungKyu lemas.
"Hei…apa yang terjadi pada pangeran appa, heoh? Mengapa kau terlihat begitu lemas, baby?" tanya Kyuhyun lagi.
SungKyu hanya diam. SungKyu tidak memiliki tenaga untuk sekedar menjawab pertanyaan appanya.
"Kemana Eomma mu? Dari tadi Appa tidak melihatnya?" Tanya Kyuhyun lagi.
"Eomma pergi ke toserba sebentar untuk mengambil bahan makanan Appa, mungkin akan pulang siang" Jawab SungKyu lagi dengan lemas.
"Ooohhh, apa kah itu yang membuat pangeran Appa lemas, heoh? Karena baby SungKyu tidak bertemu dengan ibu suri nya. Apakah tadi eomma tidak membangunkanmu, baby?" Tanya Kyuhyun lagi.
SungKyu hanya menggelengkan kepalanya, menunjukan jika semua dugaan yang dilayangkan ayahnya adalah salah.
Melihat itu, Kyuhyun semakin bingung. Jika bukan karena sang anak yang tidak bertemu ibunya kala pertama kali bangun, apa yang membuat putra tunggalnya ini begitu malas menghadapi dunia ini.
"Kalau begitu, apa yang terjadi padamu, SungKyu-ah…? Jika bukan karena eomma mu, apalagi yang membuatmu lemas begini? Katakan pada Appa." Ucap Kyuhyun.
"Anio Appa, tadi pagi eomma membangunkan ku. Eomma melakukan apa yang biasa eomma lakukan. Membangunkanku, mengecup keningku, dan memelukku."
Kyuhyun heran dengan penuturan SungKyu. Semua 'vitamin' yang harus anaknya konsumsi dipagi hari telah terpenuhi, jika satu saja dari itu tidak terpenuhi, jangan salahkan siapapun jika Pangeran tampan itu mengamuk dan menghancurkan rumah megah itu.
"Kalau begitu, mengapa kau begitu lemas begini, baby SungKyu. Katakan pada Appa, ada yang mengganggumu? Ada yang mengusikmu? Katakan, Appa akan membereskannya" ucap Kyuhyun dan mengelus kepala putranya.
Mendengar ayahnya yang merelakan diri untuk membereskan masalahnya, kedua mata foxy itu berbinar. Bibir M itu pun terkembang membentuk bulat sabit penuh. Aliran darah itu melewati seluruh wajahnya dan menghapus jenis bentuk pucat yang terbentuk beberapa saat yang lalu.
Kyuhyun yang melihat perubahan itu pun juga tersenyum senang. Begitu bahagia melihat anaknya kembali berbinar bagaikan Pangeran kerajaan.
"Benar, Appa akan membereskannya?" tanya SungKyu.
"Benar sayang…" jawab Kyuhyun.
"Appa tidak berbohong…?"tanya SungKyu lagi.
"Appa akan melakukan apapun agar Pangeran appa kembali ceria seperti eommanya"
"Kalau begitu, Appa habiskan seluruh makanan itu" tunjuk SungKyu pada meja makan yang tersaji hamparan hijau segar dan menyegarkan.
.
.
*** My Family, Father, Mother, Son ***
.
.
Lama tidak ada suara yang terdengar mengacaukan udara diruangan itu. Kedua pria tampan itu bak raja dan pangerannya bermuram sedih melihat hamparan hijau yang terbentang di depan mereka.
Tidak ada yang aneh jika bukan Cho sedarah itu melihatnya, namun akan menjadi pintu neraka bagi anak dan ayah itu.
"Appa berjanji akan membereskannya" ucap SungKyu yang menyadari terlalu lama mereka berdiam.
"Aish, diam Baby Cho. Jika begini, Appa pun tidak bisa membereskannya" jawab Kyuhyun frustasi.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan Appa…ini semua gara-gara Appa" kesal SungKyu.
"Hei, Pangeran…mengapa kau menyalahkan Appa?" teriak Kyuhyun yang tidak terima dirinya dipojokan oleh anaknya.
"Kalau, saja Appa suka makan sayuran, aku pasti juga akan menyukainya Appa, tidak membencinya begini. Lihat mereka begitu malang karena tidak kita sentuh sama sekali" meskipun kebencian akan sayur dari Kyuhyun mengalir deras dalam tubuh SungKyu, tapi tetap saja sikap dan perilaku iba Sungmin masih saja melingkup ditubuh SungKyu.
"Aishhh, jika begini kau menyalahkan Appa!"
"Jadi, kita harus bagaimana Appa~~~" rajuk SungKyu.
"Cepat panggil, Ahjumma Kim" perintah Kyuhyun.
"Percuma Appa, eomma sudah mengetahuinya. Eomma sudah tahu jika kita selalu memanggil ahjumma Kim untuk menghabiskan sayur yang ada. Sekarang Ahjumma Kim disuruh pergi oleh Eomma, dan kembali setelah eomma pulang nanti' jawab SungKyu.
"Aisshhhhh…." Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Trik yang selama ini ia lakukan bersama putranya telah diketahui oleh istrinya. Selama ini, ia dan putra nya akan memanggil ahjumma Kim untuk menghabiskan sayuran yang tersedia.
.
.
*** My Family, Father, Mother, Son ***
.
.
Waktu itu kini berlalu satu jam. Perlu waktu satu jam untuk memikirkan musnahnya sayur-sayuran itu.
"Panggil Sen dan Cacao kemari" perintah Kyuhyun.
"Siap Appa…"
SungKyu beranjak dari duduknya. Mencari keberadaan seekor kucing dan seekor anjing untuk dihadapkan pada ayahnya.
"Ini mereka Appa…"
Seperti seorang pengawal yang membawa penjahat ke hadapan sang raja, SungKyu berdiri tegap dengan mengapit Sen dan Cacao di lengan kanan dan kirinya. Sen dan Cacao pun bergerak gelisah dalam dekapan tuannya, mereka merasakan adanya bahaya yang akan datang pada mereka.
"Sen Cacao, ayo cepat makan" Kyuhyun meletakan sesendok sayuran itu diatas lantai dan memerintah agar Sen dan Cacao memakannya.
Mungkin hal ini adalah hal yang paling gila yang pernah ia lakukan, pikir SungKyu. Bagaimana mungkin seorang kucing dan anjing yang tergolong kedalam hewan karnivora memakan sayuran. Tapi meskipun ia sadar akan kegilaannya itu, ia tetap mengesampikan ilmu pengetahuan yang ia dapat dari guru biologinya itu. Ia tetap membantu ayahnya, mendesak hewan peliharaan ibunya itu untuk memakan jatah sayuran mereka meskipun berakhir kegagalan.
"aishhh, Appa…ini tidak berhasil. Appa ayo berpikir lagi. Jika Eomma mendapati masih ada makanan dimeja makan itu, Eomma pasti mengamuk, dan Appa pasti tahu apa yang akan terjadi jika Eomma marah" kata SungKyu.
"Aishh, diam Baby Cho. Jangan katakan itu. Appa tidak mau membayangkan apa-apa tentang Eomma mu yang marah. Itu sama saja seperti menancapkan paku di jantung Appa."
"Aku pun begitu Appa, Eomma pasti tidak akan memberikanku 'vitamin'. Jika begitu, duniaku akan runtuh Appa~~~" rengek SungKyu.
Kyuhyun berpikir sejenak. Ia memandang anaknya yang begitu menyedihkan meminta tolong untuk lepas dari kesengsaraan ini.
"Yeoboseo, Direktur Han…Datang kerumah ku segera. Tidak kurang dari 5 menit. Cepat!"
Kyuhyun mengambil handphone yang ada disakunya, menelepon seseorang yang diyakini adalah direktur pelaksana di toserba kepunyaan Kyuhyun.
.
.
*** My Family, Father, Mother, Son ***
.
.
Bunyi ban yang bergesekan dengan bumi begitu kencang terdengar didepan kediaman keluarga Cho itu. Tidak hanya terdengar seperti satu mobil, tapi lebih dari satu.
Para pria bersetelan jas hitam layaknya seorang eksekutif muda bergegas memasuki rumah megah itu, menghampiri dia yang telah memanggil mereka.
"Tuan Cho…Apa yang bisa kami bantu" ucap salah seorang pria ber jas itu panik.
Melihat para suruhan ayahnya datang, mata foxy itu kembali berbinar. Ia tahu dengan pasti, Appa nya adalah yang terbaik. Appa nya akan menyelesaikan semua masalah yang ada.
"Ahjussi…ayo kesini" panggil SungKyu.
"Ne, Tuan muda…apa yang harus ahjussi lakukan." Ucap Direktur Han, masih dengan mimik muka panik.
"Ahjussi, ini makanlah…." SungKyu menunjuk kepada Hamparan hijau itu.
"Tuan Cho, ma—maksud anda, kami disuruh cepat-cepat begini, hanya untuk menghabiskan makanan ini?" tanya Direktur Han heran.
Direktur Han masih tidak mengerti tujuan ia dipanggil ke kediaman atasannya itu. Jika untuk mengajaknya makan, buat apa Cho Kyuhyun memanggilnya begitu cepat seperti tuannya itu sedang berjuang dengan hidup dan mati. Jika hanya mengajak nya makan, Direktur Han tidak harus memanggil semua anak buahnya untuk ikut datang. Ia berpikir jika terjadi apa-apa dengan atasannya itu.
"Ikutin apa yang SungKyu katakan Direktur Han, dan cepat habiskan sebelum istriku pulang" ucap Kyuhyun tegas.
Tanpa banyak bicara lagi, Direktur Han dan seluruh anak buahnya memakan sayuran yang dianggap rajun oleh Cho sedarah itu. Mereka bergerak cepat sebelum sang permaisuri itu kembali dari berkelananya.
Kyuhyun dan SungKyu? Dan mereka pun tertawa puas dengan ide mereka.
.
.
*** My Family, Father, Mother, Son ***
.
.
"Apa yang terjadi disini? Mengapa banyak sekali mobil didepan rumah? Atau jangan-jangan"
Sang 'ibu' suri kembali ke kerajaannya. Sungmin kembali kerumahnya dengan membawa begitu banyak belanjaan ditangannya. Sungmin heran dengan apa yang terjadi dirumahnya, terlalu banyak mobil yang berbaris didepan rumah megah itu membuat ia cemas, menduga-duga ada sesuatu yang tidak beres dengan keluarganya.
Sungmin berjalan ke dalam rumah, meskipun ia cemas, tetapi karena sikap tenang selalu ada pada dirinya, membuat ia tidak terlalu gegabah untuk mendobrak pintu depan itu.
Sungmin memasuki pintu megah itu dengan perlahan, melihat keseluruh penjuru rumah apa yang terjadi. Ia melihat suami dan anaknya berdiri membelakangi ruang makan yang dipenuhi banyak sekali pria bersetelan jas.
Sungmin melangkah mendekat mencapai jarak terdekat dengan ayah dan anak itu, mengamati apa yang terjadi sampai ia sadar dengan kelakuan Raja dan Pangeran itu.
"Pangeran SungKyu, Raja Kyuhyun~~~~" panggil Sungmin tepat di belakang leher suami dan anaknya.
Mendengar suara yang begitu indah dibelakang mereka, membuat ayah dan anak itu sulit untuk berbalik. Suara indah itu seperti panggilan malaikat pencabut nyawa. Baik ayah dan anak itu hanya sanggup menahan nafas membayangkan hidup mereka selanjutnya.
Direktur Han yang mendengar suara yang begitu familiar di telinganya berbalik dengan mulut yang berisi sayuran yang baru ia suapkan semenit yang lalu. Saat Direktur Han berbalik, seketika sayuran itu tertelan paksa oleh dirinya sendiri.
"Tu—tuan Cho Sung—Min" ucapnya terbata.
"Annyongasseo, Direktur Han, bawa kembali anak buahmu dan keluar dari rumah ini segera. Saya harap, dalam waktu 10 detik tidak ada lagi orang-orang dirumah ini kecuali saya, suami saya dan putra saya" kata Sungmin.
Direktur Han dengan isyarat yang dibuat secepat mungkin, menarik seluruh anak buahnya keluar dari rumah itu. Ia berharap tidak akan lagi bertemu dengan sosok bernama Cho Sungmin itu. Direktur Han akan dibakar hidup-hidup jika bertemu lagi dengan Sungmin karena telah membantu Kyuhyun untuk memakan sayuran.
.
.
*** My Family, Father, Mother, Son ***
.
.
"Pangeran SungKyu…aaaaa" ucap Sungmin.
Sesendok nasi dengan hiasan sayuran disuapkan kedalam mulut SungKyu. SungKyu tidak bisa melakukan apapun, ia menerima dengan 'senang' hati suapan penuh kasih sayang dari sang eomma.
"Baby KyuBear….aaa" ucap Sungmin lagi.
Sama halnya dengan SungKyu, Kyuhyun menerima dengan hati terbuka suapan penuh cinta dari istrinya.
"Ommo…Kalian pintar sekali" kata Sungmin.
"Ne, Eomma…Gomawo" ucap Kyuhyun dan SungKyu yang sedang berlutut dan kedua tangan mereka terangkat keatas.
"Cha…aaaa"
*** My Family, Father, Mother, Son ***
Author's Note : Ini cerita drabble ber chapter. Nnt kalau sudah END, saya tulis END koq. Kalau belum, berarti masih ada chap-drab berikutnya.
