Summary :

"Aku hanya takut jika hatimu perlahan terbagi hyung. Appa Kim memang merestui tapi keadaan tak berpihak pada kita" ucap Ryeowook lirih.

"Aku mencintaimu.. Percayalah padaku" ujar Yesung.

...

...

Enno KimLee Presents

"For You"

Main Cast : YeWook

Slight : KyuMin, ZhouRy, MinBum it's mean ChangMin-KiBum

Rate : T+

Warn : BoyxBoy, drama, little hurt, gaje

Don't Like..? Don't Read..!

If you've read, please leave a comment

It's easy, Right.

No CoPas.. Okeh..


YeWook saling memiliki..

YeWook masih terikat SMEnt..

YeWook punya orang tua, saudara-saudara nya, serta shipper..

Tapi Yesung punya saya, dan cuma dengan Baby Wookie saya rela berbagi #dilemparDdangkoma

Dan cerita ini, murni punya saya!


Last Chap :

"Maaf, hyung datang sangat telat. Tadi ia datang dan appa menyuruhku menemaninya" jelas Yesung.

Ryeowook tersenyum kecil. Ia menghela nafas perlahan sambil memejamkan matanya.

"Aku mengerti, Yesung hyung. Aku mengerti" jawab Ryeowook ketika ia membuka matanya dan menatap kearah Yesung lalu mengelus pipi Yesung yang mulai tirus.

"Mianhae sayang.. Aku tak bisa menolaknya. Mianhae.. Jeongmal mianhae" ujar Yesung seraya menggenggam erat jemari Ryeowook yang mengelus pipinya lalu memeluk tubuh mungil itu.

...

...

Jam wekerku terus berbunyi nyaring sejak beberapa menit yang lalu. Tapi aku benar-benar malas untuk mematikannya. Seluruh tubuhku terasa sangat lelah dan kepalaku sangat pusing. Aku sudah sering tidur malam tapi tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.

Aku menarik nafas panjang, berusaha mengumpulkan tenaga untuk bangun. Dengan perlahan, aku duduk dan mengambil jam itu lalu mematikannya. Sudah jam sembilan lewat lima menit tapi aku masih berada diranjang dan memakai piyama coupleku dengan Yesung hyung..

Hari ini seharusnya aku datang ke pameran foto yang di gelar Yesung hyung, tapi aku tidak bersemangat, aku benar-benar merasa tak enak badan. Aku terduduk ditepi ranjang dan menatap foto dimeja nakas, foto kami sewaktu menikmati matahari terbenam di Nami Island.

Ponselku bergetar diatas meja, lalu dengan malas aku mengambilnya. Aku menyipitkan mata saat melihat nama yang terpampang disana. Aku menarik napas panjang untuk kedua kalinya sebelum menjawab telepon.

"Ada apa Kyu?" tanyaku lirih sebelum Kyuhyun mengeluarkan suaranya.

"Hyung.. Hari ini Yesung hyung menggelar pameran foto yang dimulai jam 1 siang dan kau berjanji akan menemaniku melihatnya. Tapi kenapa sampai sekarang kau belum datang ke kampusku?"

"Mianhae Kyu, aku merasa tak enak badan, kepalaku sakit. Kau bisa datang ke apartemenku untuk mengambil undangannya dan ajak temanmu saja ya"

"Kau sakit hyung? Baiklah jika begitu, aku akan mengajak Kibum hyung dan Henry saja, mereka pasti senang" kemudian Kyuhyun memutuskan sambungan telefonnya.

Perlahan aku beranjak bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku tak akan membiarkan kekasih Sungmin hyung itu tertawa melihat penampilanku saat bangun tidur.

Cukup 15 menit aku membersihkan diri, tak seperti Yesung hyung yang bisa menghabiskan 30 menit, entah apa yang dilakukannya dikamar mandi selama itu. Aku berjalan ke lemari dan mengambil kaos biru laut bergambar kura-kura, kaos pilihan Yesung hyung saat kami berlibur di Nami Island.

Hamparan pasir putih terbentang luas didepan mata. Gelung ombak tak terlalu besar membuat orang-orang bermain ditepi pantai. Mereka berlarian dan berbaring ditepi pantai sambil menikmati semilir angin.

Tak terkecuali dengan dua orang lelaki yang sedang berdiri ditepi pantai menunggu matahari terbenam. Lelaki bermata sipit memeluk lelaki bertubuh mungil dari belakang dengan mesra.

"Baby-ah.. Bagaimana jika kita membeli kaos couple dulu saja hmm? Matahari masih lama terbenamnya, saat ini masih jam 5, baby"

"Tak mau.. Aku tak mau melewati saat matahari terbenam lagi, kemarin kau membuat kita melewati saat itu karena mengajakku mancari kerang di tempat yang ramai"

"Baiklah.. Tapi aku ingin kita membeli sesuatu saat liburan disini. Bagaimana jika kaos pasangan hmm?"

"Kalau begitu, kau saja yang pergi membelinya, kau sudah tau ukuran tubuhku bukan? Tapi kali ini aku ingin yang sedikit lebih besar ya hyung"

"Baiklah.. Kau tunggu disini sebentar, hyung akan melihat-lihat dulu lalu membelinya. Kau ingin yang seperti apa?"

"Terserah hyung saja, apapun yang kau pilihkan, aku akan memakainya"

Ting Tong..

Ting Tong..

Suara bel membuyarkan lamunanku. Dengan segera, aku memakai kaos itu beserta celana training hitam lalu membuka pintu sebelum Kyuhyun mengeluarkan gerutuannya karna terlalu lama memencet bel.

"Masuklah dulu, hyung baru selesai mandi. Sebentar hyung ambilkan undangannya" ucapku saat melihat Kyuhyun dan kedua temannya itu.

Setelah beberapa menit aku mencarinya, akhirnya aku menemukannya.

'Bukankah semalam aku meletakkan dilaci meja nakas? Kenapa sekarang ada didalam laci lemari pakaian' pikirku.

Aku berjalan keruang tengah dan mendapati Kyuhyun beserta temannya sedang menikmati cookies yang kuletakkan di meja.

"Ryeowook hyung, kue buatanmu benar-benar enak, maukah kau mengajariku membuatnya? Pasti Mimi akan senang jika aku membuatkannya kue seperti ini" ucap salah satu teman Kyuhyun yang berpipi tembam sambil mengangkat kue buatanku.

"Henry mochi, sebanyak apapun Mimimu makan kue, tubuhnya akan tetap kurus seperti si food monster"

"Siapa yang kau sebut food monster, Kyu? Jika yang kau maksud Changminku, dia bukan monster, hanya pecinta makan" ucap satu lagi teman Kyuhyun yang berkulit putih dan berambut hitam.

"Baiklah.. Nanti akan hyung buatkan resepnya dan kau bisa mencobanya sendiri, Henry-ah" ujarku cepat ketika melihat Kyuhyun ingin membalas ucapan temannya tentang food monster itu.


Jam di ruang tengah menunjukkan pukul tujuh malam. Ryeowook sedang memakan potongan buah semangka dan apel di sofa sambil menonton televisi ketika bel apartemennya berbunyi.

Ting Tong..

Ting Tong..

Segera Ryeowook meletakkan mangkuk berisi buah-buahan itu dimeja dan beranjak membuka pintu.

"Yesung hyung.." ucap Ryeowook ketika ternyata Yesung sang kekasih yang datang.

Greb..

Dengan tiba-tiba, Yesung membawa tubuh mungil Ryeowook kedalam dekapan hangatnya dan melesakkan kepalanya diperpotongan bahu dan leher Ryeowook.

"Aku sungguh senang baby-ah.. Pameran tadi sangat ramai. Banyak yang menyukai bahkan membeli hasil fotoku dan menawarkan kerjasamanya" ucap Yesung senang.

Ryeowook yang kaget akan sikap Yesung tadi segera membalas dekapan Yesung.

"Selamat hyung.. Aku tau kau akan berhasil. Ini baru awal, semoga semua berjalan baik dan kau bisa menggelar pameran sesuai impianmu"

"..Dan maaf aku tak bisa datang" tambah Ryeowook.

"Aku mengerti, Tadi Kyu bilang kau ada ujian dadakan, jadi tak bisa datang"

Ryeowook tersenyum kecil "Untuk apa kau berbohong, Kyu" pikir Ryeowook.

"Jika tidak ada kau, aku tak akan seperti ini. Terima kasih telah mendukungku selama ini. Aku sangat mencintaimu, jadi tetaplah bersamaku apapun yang terjadi"

Deg..

Ryeowook yang sedang terdiam, tersentak dengan ucapan Yesung.

"Aku akan tetap mendukungmu, hyung. Aku berjanji"

'-walau aku tak akan bersamamu'

Yesung melepaskan pelukannya dan menutup pintu, lalu mengaitkan jemari mereka dan berjalan ke ruang tengah.

"Kau sedang makan baby?" tanya Yesung ketika melihat mangkuk dimeja.

Ryeowook mendudukkan dirinya dan mengambil mangkuk itu.

"Aku sedang makan buah, aku tak ingin makan nasi. Mulutku terasa pahit" ucap Ryeowook seraya memasukkan potongan buah itu kedalam mulutnya.

Yesung yang masih berdiri segera mendudukkan dirinya disamping Ryeowook. Ia membuka mulutnya saat Ryeowook kembali mengambil potongan buah itu. Mengerti maksud sang kekasih, Ryeowook menyuapkannya kemulut Yesung.

"Kenapa kau datang kesini hyung? Pasti kau lelah kan" tanya Ryeowook ketika Yesung menyandarkan kepalanya pada bahu kanannya.

"Aku tak akan lelah jika bersamamu. Lagi pula aku tak ingin bertemu dengannya lagi, tadi appa menyuruhku menunggunya di galeri karna ia bilang akan datang"

"Jadi karna tak ingin bertemu dengannya, maka itu kau kesini hyung?"

Perasaan bahagia yang Ryeowook rasakan tadi, lenyap seketika saat mendengar alasan sebenarnya Yesung datang. Ia berpikir bahwa Yesung sengaja datang untuk memberinya kabar bahagia tentang keberhasilan pameran fotonya.

Tapi ternyata tidak.. Ye3sung datang untuk menghindarinya.

"Kau sangat tau alasanku datang. Aku datang karna rindu padamu. Bukan karna menghindarinya" jelas Yesung seakan tau apa yang dipikirkan Ryeowook.

Yesung kembali mendekap erat tubuh mungil Ryeowook. Ia mengecup pucuk kepala Ryeowook sebelum mengecup bibir merah jambu yang akhir-akhir ini jarang dikecupnya. Yesung sangat rindu saat-saat mereka memadu kasih.

"Aku mencintaimu.. Percayalah padaku"

"Aku hanya takut jika hatimu perlahan terbagi hyung. Appa Kim memang merestui tapi keadaan tak berpihak pada kita" ucap Ryeowook lirih.


"Eunghh~" suara lirih dikeluarkan oleh salah satu lelaki yang terbaring dikamar bercat ungu muda itu.

Seorang lelaki lain yang keluar dari kamar mandi segera mempercepat langkahnya saat mendengar gumaman lelaki diatas ranjang itu. Yesung, lelaki yang baru saja mandi segera duduk ditepi kasur dan mengusap peluh dikening Ryeowook yang bergumam. Yesung menempelkan punggung tangan kanannya dan terkesiap saat mendapati suhu tubuh kekasihnya itu tinggi.

'Kau demam baby-ah. Mengapa tak mengatakannya padaku' ujar Yesung lirih.

Segera, Yesung mengambil obat demam dan baskom berisi air serta sapu tangan dan langsung mengompres Ryeowook. Yesung tak mau melihat kekasih yang berbeda 3 tahun darinya itu sakit, karna kini ia tak bisa menjaganya seperti dulu.

Gerimis kecil menemani dua insan yang terduduk dihalte bus. Mereka berteduh agar tak jatuh sakit tapi salah satu dari mereka sedang mengerucutkan bibirnya.

"Jangan merajuk padaku Wookie, kau tau bahwa kau baru sembuh dari sakit. Hyung tak mau kau sakit lagi karna hujan"

"Tapi aku sudah lama tak bermain hujan hyung. Kau selalu melarangku menerobos hujan walau gerimis kecil seperti ini"

"Itu karna kau tak bisa lama-lama dengan dingin, Wookie. Bibirmu saja sudah mulai pucat, kemari.. Mendekatlah pada hyung, aku akan memelukmu agar tetap hangat"

"Aku tak mau! Kau saja yang mendekat padaku"

Perlahan Yesung menggeser tubuh nya yang terbalut sweater abu-abu dan langsung mendekap tubuh Ryeowook.

"Aku tau kau tak bisa jauh-jauh dariku ketika sakit. Kau itu sangat manja, apakah kau tak menyadarinya humm?"

"Untuk apa aku punya kekasih jika tak bisa bermanja dengannya? Dan jika kau tak mau menemaniku, katakan saja maka aku tak akan memintamu menemaniku"

"Aku akan selalu memanjakanmu, tak hanya saat kau sakit tapi aku akan memanjakanmu selama aku bersamamu"

"Yesung hyung.. Jangan pergi, hiks.. Aku tak ingin kau bersamanya, hiks.." igauan Ryeowook membuat Yesung kembali dari lamunannya.

Yesung menggenggam jemari Ryeowook "Aku tak akan pernah pergi. Aku juga tak ingin bersamanya tapi tunggulah sebentar lagi. Kita akan kembali seperti dulu, hanya menunggu saat itu tiba" ucap Yesung seraya mengusap pipi Ryeowook.

..To be continued..


Thanks to :

Tabiwook :: vimelf :: KyuWookSung :: blackwhite28 :: Kiki Craft :: :: yumiewooki :: JaeRyeoCloudnia :: KiKyuWook :: yewookyeoja

allow~

aku datang bawa chap 2 nya.

Semoga tidak mengecewakan.

Gimme Your Review...?