Cerita sebelumnya...

Entah sejak kapan aku mulai merasa bahwa aku menyukai Sungmin, bukan tapi aku mencintai Sungmin. Aku mencintai sahabatku sendiri, yang memiliki gender yang sama denganku. Dan perasaan ini semakin lama semakin berkembang. Bisa dibilang dialah cinta pertamaku.

"Ada yang ingin kuceritakan padamu." Katanya sambil tersenyum.

Aku pun mengernyitkan dahi.

Ia pun bersuara lagi, "Sepertinya aku menyukai seseorang."

"Aku?"

"Ya bukan lah! Aku masih normal, pabbo!"

Ternyata benar, Sungmin masih normal. Dia bukan seorang gay sepertiku. Semuanya sudah pasti.

Sudah pasti kalau… aku tidak mungkin bisa bersamanya.

.

.

Genre : Romance

Rate : T

Pairing : KyuMin

Warning : YAOI, Tidak sesuai EYD, TYPO bertebaran

Disclaimer : KyuMin belong to each other

.

Until Forever

.

Chapter 2

.

.

Happy Reading~

.

.

3 bulan terlewati dengan mudahnya oleh Sungmin, tetapi tidak untuk Kyuhyun. Kyuhyun yang awalnya menjadi pendiam di kelas karena memang cuek, sekarang menjadi semakin pendiam dan lebih suka menyendiri daripada berkumpul dengan teman-temannya yang lain seperti biasa. Ia lebih memilih memfokuskan diri pada tugas dan tes tengah semester yang akan mereka jalani minggu depan untuk mengalihkan pikirannya. Dan baik Sungmin maupun Kyuhyun tidak lagi datang mengunjungi padang cosmos rahasia mereka sesering dulu. Untuk Sungmin, ia terlalu sibuk dengan Sunny yang sekarang menjadi teman barunya. Sedangkan Kyuhyun, ia datang kesana sesekali untuk sekedar menyegarkan pikiran dan kemudian pulang ketika hari mulai menjelang malam.

Seperti hari ini, Kyuhyun pergi menuju padang cosmos setelah baru saja bertengkar dengan Appa-nya padahal ia baru saja pulang sekolah. Perasaan kesal yang akhir-akhir ini dirasakannya akhirnya memuncak dan ia langsung lari dari rumah meninggalkan Appa-nya yang berteriak memanggilnya. Ia terus berlari, hingga kakinya mengantarnya ke bukit belakang sekolah yang dekat dengan pepohonan rimbun. Lelah dengan tenaga dan perasaannya, ia pun memukuli batang pohon besar untuk sekedar meluapkan emosi yang memuncak seiring dengan berjalannya waktu.

Meskipun ada pepatah mengatakan bahwa 'patah hati dapat disembuhkan dengan waktu', Kyuhyun tidak mempercayai itu. 'Bull Shit. Semua itu bull shit!' menurutnya. Ia tahu bahwa kenangan akan sulit untuk dilupakan dengan waktu begitu juga dengan perasaan. Begitu sudah menempel di hati akan sangat sulit untuk dilepaskan. Ibaratkan lintah, jika sekali menempel pada kulit manusia, akan sulit dilepaskan.

Setelah tak dapat menahan rasa sakit akibat tangannya yang mulai memar dan mengeluarkan darah, ia pun menghentikan pukulannya dan merosot jatuh ke tanah. Belum cukup, tanah berumput pun juga menjadi luapan emosinya sebelum akhirnya, untuk pertama kali setelah bertahun-tahun sejak kepergian Umma-nya, Kyuhyun menitikkan air mata. Ia bahkan tidak peduli dengan kata – kata bahwa seorang pria tidak boleh menangis. Tetapi, pria juga manusia, bukan? Makhluk Tuhan paling sempurna yang mempunyai akal juga perasaan. Semua makhluk Tuhan itu sama, yang membedakan hanya gender dan ego mereka saja. Dan ego seorang seperti Kyuhyun takkan mudah menangis terkecuali hal itu sangat merasuki perasaan, hati dan pikirannya.

Ia jadi ingat pepatah bahwa 'cinta pertama tak harus menjadi yang terakhir' atau 'cinta pertama tak harus berakhir bahagia'. Well untuk yang satu ini, sepertinya Kyuhyun mempercayainya. Ia akan mencoba perlahan-lahan melupakan perasaannya pada Sungmin dan lebih memilih untuk menjadi sahabat meskipun itu sulit. Ia tidak ingin kehilangan Sungmin seperti ini. Mungkin dengan menjadi sahabat terbaik Sungmin itu sudah lebih dari cukup untuk Kyuhyun. Setelah meredakan air matanya, Kyuhyun pun melanjutkan perjalanannya ke padang bunga cosmos dengan berjalan lesu.

~~Until Forever~~

Sementara di Padang bunga cosmos, telah ada Sungmin yang terlihat tidur terlentang di atas rerumputan sambil menutup mata. Mencoba merasakan semilir angin yang mencoba menerbangkan rambutnya dan kaos berwarna biru muda pemberian dari mendiang Ayah tercintanya. Ia tetap diam. Ia ingin, angin membawa semua perasaan sedih dan kehilangan yang dirasakannya. Namja imut ini bingung, apa salahnya sampai ia merasakan kehilangan seperti ini. Selama ini ada Sunny di sampingnya, yeoja yang selama ini disukainya. "Tapi kenapa aku masih merasa kehilangan?" gumam Sungmin.

Oh! Sungmin tahu jawabannya. Hanya satu orang yang selama ini bisa membuatnya khawatir, kesal, dan sedih di saat yang bersamaan, dan orang itu bernama Cho Kyuhyun. Sungmin akan membuat perhitungan pada Kyuhyun karena sudah membuatnya begini. 'Kenapa juga ia menjauhiku, padahal kan kita sahabat sejak kecil. Seharusnya kita itu tidak terpisahkan. Selain itu…' Tiba-tiba saja wajah Kyuhyun yang tersenyum bahagia dan wajah Kyuhyun yang murung terlintas di pikirannya. "Haaaah... meskipun kau menyebalkan… tapi aku merindukanmu. Dasar evil pabbo!" gumamnya terhadap angin.

"Siapa yang kau bilang pabbo itu, hah?" Suara Kyuhyun yang tiba - tiba muncul itu membuat Sungmin kaget dan langsung mengambil posisi duduk dari tidurnya.

"Kyu?"

Melihat ekspresi kaget Sungmin, Kyuhyun tersenyum. "Hei, apa kabar? Tumben kau memakai kaos berwarna biru,"

Tanpa disangka -sangka Sungmin langsung memeluk Kyuhyun. Kyuhyun pun kaget namun tetap membiarkan Sungmin memeluknya dan akhirnya ia pun membalas pelukan Sungmin. "Kemana saja kau, dasar evil pabbo! Aku marah padamu, kau tahu! Kau tiba - tiba saja menjauhiku tanpa sebab. Selama 3 bulan ini, kemana sahabat berhargaku Kyuhyun si Evil pabbo yang dulu? Kembalikan padaku! Cepat kembalikan!" Sungmin mulai meracau tidak jelas memarahi Kyuhyun. Ia sendiri bingung, tubuhnya seakan bergerak sendiri dan refleks langsung memeluk Kyuhyun setelah menyadari keberadaannya. Seakan hal itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

"Mianhae. Jeongmal Mianhae." Kyuhyun pun membalas dengan mengeratkan pelukannya pada Sungmin. 'Ya, begini lebih baik. Jauh lebih baik'. "

Baik, aku maafkan. Asal kau tidak seperti itu lagi saja," kata Sungmin.

Setelah berpelukan beberapa menit akhirnya mereka pun menuju gua untuk mengobrol dan bercanda seperti dulu. Sungmin bisa tertawa lepas lagi tanpa beban. Dan Kyuhyun… bisa tertawa lagi.

"Haha… iya ya. Mereka gila, sudah begitu tetap dipaksain lagi. Hahaha" Sungmin masih tertawa sampai mengeluarkan air mata sementara Kyuhyun yang melihatnya pun ikut tertawa tapi tidak sehisteris Sungmin.

"Sudah… sudah tertawanya. Nanti kalau kebanyakan tertawa malamnya nanti nangis loh. Udah mau jam 6 sore. Ayo ikut aku, aku tadi menemukan pemandangan yang bagus, kamu pasti suka."

Kyuhyun pun menarik pergelangan tangan Sungmin menuju atas tebing yang ternyata tidak jauh dari padang bunga cosmos. Di atas tebing dapat terlihat hampir seluruh kota dan pepohonannya, juga laut yang menampilkan sunset disertai juga langit yang berwarna cokelat keemasan dan burung – burung yang sedang bermigrasi. Sungmin yang sedang sibuk mengagumi pemandangan di depannya, tidak mengetahui kalau dari tadi Kyuhyun memperhatikannya sambil tersenyum. 'Yup! ternyata seperti ini memang yang terbaik. Bisa melihat senyum bahagianya sudah cukup untukku.'

Setelah sembuh dari kekagumannya, Sungmin berbalik untuk bertanya pada Kyuhyun dan menghampirinya . "Kyu! Kapan kau menemukan tempat ini? Tadi itu keren banget, sumpah! Ada sunset, terus kotanya, terus pohonnya, langitnya… Aaargh, coba tadi aku bawa kame... Kyu? Kyuhyun?" Perkataannya terputus setelah menyadari bahwa Kyuhyun terus menatapnya dalam dengan sangat lembut. Sungmin yang tidak mengerti memutuskan untuk ikut menatap Kyuhyun.

Tak terasa wajah Kyuhyun maju perlahan – lahan mencoba mendekati bola mata cokelat itu. Sampai akhirnya bibir Kyuhyun menyentuh lembut bibir Sungmin. Sungmin pun terkejut, namun akhirnya ia menyerah dan membiarkannya. Setelah beberapa saat, Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari Sungmin. Wajahnya sudah sangat memerah. Untung saja langit sudah mulai gelap jadi tidak dapat terlihat oleh Sungmin. Sedangkan keadaan wajah Sungmin juga tidak kalah merahnya dengan wajah Kyuhyun.

Setelah beberapa menit kemudian, keheningan dipecahkan oleh deheman yang lumayan keras dari Kyuhyun. "Ehem… Um… Sepertinya sudah waktunya pulang ya. Cepat gih pulang, daripada nanti kau dimarahi Umma-mu lagi. Aku tidak pulang jadi aku tidur di gua aja," kata Kyuhyun dengan suara yang sangat gugup.

Sungmin yang masih terkejut cuma menganggukkan kepalanya dan pergi dari tempat itu menuju rumahnya. Kyuhyun yang sudah memastikan Sungmin pulang akhirnya menghela nafas lega. Kyuhyun masih gugup atas tindakannya sendiri tadi yang men… men… men… Arrgh pokoknya itulah. Ia pun kembali ke dalam gua dan tidur di sana.

Dalam hatinya, ia sangat senang bahwa ciuman pertamanya yaitu bersama cinta pertamanya.

.

.

Di lain pihak, Sungmin yang ada di kamar terus memegang dada dan bibirnya secara bersamaan.

"Tadi… Kyu men… men… AAARGH! Pokoknya itulah! Tapi kenapa? Berarti first kiss-ku sama Kyuhyun dong. Terus kenapa sih dengan jantungku ini? Berdebar terus dari tadi. Apa aku sakit ya?" Sungmin memegang kedua pipinya yang merah merona.

"Hangat. Haaa~h aku pasti sakit. Lebih baik aku tidur." Akhirnya Sungmin pun langsung tertidur dengan perasaan yang bercampur aduk.

~~Until Forever~~

Hubungan Sungmin dan Kyuhyun semakin lama semakin membaik, tidak satupun dari mereka yang mempermasalahkan ciuman mereka di atas tebing saat itu. Bahkan mereka semakin dekat dari pada yang dulu. Sungmin dan Kyuhyun bahkan belajar bersama di gua saat pulang sekolah untuk persiapan tes nanti. Sekarang dimana ada Sungmin pasti disitu ada Kyuhyun. Sunny tetap dekat dengan Sungmin, meskipun tetap Kyuhyun yang lebih dekat dengan Sungmin.

Dan sekarang, sepulang tes tengah semester yang terakhir, Sungmin dan Kyuhyun pergi ke padang cosmos hanya untuk berkumpul sambil membawa makanan untuk merayakan berakhirnya tes yang telah menyiksa mereka berdua.

"Kyu, bisa tidak… kamu baikan sama Appa-mu? Kalian kan Ayah dan anak, masa berkelahi terus." bujuk Sungmin.

"Malas. Aku nggak mau membahas itu lagi." balas Kyuhyun.

"Haaah… ya sudahlah, tapi kamu masih beruntung, Kyu. Appa-mu masih ada disini. Sedangkan Appa-ku? Setidaknya kamu masih bisa minta maaf, kamu masih bisa bilang sayang ke dia, kamu masih bisa mendapatkan kasih sayangnya, meskipun terkadang Appa-mu memang keras padamu. Tapi kamu masih beruntung, Appa-mu masih ada di sisimu, Kyu. Jangan menyia-nyiakan yang sudah jadi karunia Tuhan. Ada saatnya nanti kau menyesal dan betapa kau merindukan saat – saat ini." jelas Sungmin panjang lebar dengan mata yang berkaca-kaca.

Kyuhyun yang tidak tega akhirnya menyerah sambil mendengus kecil, "Baiklah, akan kucoba." Sungmin yang mendengar hal itu langsung ceria.

"Jinjja?" Kyuhyun hanya menganggukan kepala dengan lemas.

"Yeey! Oiya, gimana menurutmu kalau aku mengungkapkan perasaanku ke Sunny besok di café dekat sekolah? Gimana?" Kyuhyun yang memang sudah merelakan Sungmin, akhirnya mengatakan itu hal bagus bahkan lebih cepat lebih baik, dengan senyum palsu terbaiknya. Tapi tentu saja Sungmin tidak menyadari hal itu. Ia dan Kyuhyun terus mengobrol dan bercanda sampai malam tiba.

.

.

Besoknya sepulang sekolah, sesuai rencana Sungmin mengajak Sunny ke café dekat sekolah yang bernama Sapphire Blue Café. Sungmin memulai obrolan dengan basa basi dan candaan yang akan membuat mereka tertawa kemudian Sungmin akan mengacak rambut Sunny dengan pelan. Sepertinya hal itu mulai menjadi kebiasaan Sungmin untuk mengacak rambut Sunny, sejak mereka menjadi dekat.

Setelah mengumpulkan semua keberaniannya Sungmin bertanya, "Sunny, umm… Kira – kira ada namja yang lagi kamu suka gak?" Sambil meminum Mocca Blast-nya, Sunny menjawab, "Memangnya ada apa, Oppa?"

"Nggak apa apa kok. Aku cuma penasaran aja. Um… kalau menurutmu secara pribadi, aku orangnya seperti apa?" 'Aaaaah… akhirnya aku bilang juga.'

"Hum? Ummm… Oppa itu imut, lucu, baik, perhatian, terus Oppa juga mirip banget dengan Oppa-ku yang ada di New York. Setiap melihat Oppa aku jadi teringat Oppa-ku, habis aku kangen banget sama dia. Makanya aku sangat senang bisa dekat dengan Oppa. Mianhae aku sudah membuat Oppa risih dengan aku yang terus mendekati Oppa. Jeongmal Mianhae" jelas Sunny merasa bersalah.

"Mmmh… Oh… nggak apa-apa kok. Aku… umm… oiya, Oppa ada janji sama Kyuhyun sebentar lagi. Umm… Mianhae, Sunny. Oppa duluan, ya."

Setelah itu dengan berat hati Sungmin meninggalkan Café tersebut sambil menahan air mata yang sudah ada di pelupuk matanya agar tidak jatuh. Sambil berjalan cepat Sungmin menuju padang cosmos, tempat dmana ia bisa dengan puas meluapkan emosinya, tempat ia menangis dengan sepuasnya, dan juga disana ada seseorang yang dapat menjadi tumpuan bahu dan dapat menghiburnya di saat – saat seperti ini. Hanya dia. Ya, hanya Kyuhyun yang bisa.

.

.

Di perjalanan dari padang cosmos, Kyuhyun sedang berjalan lesu.

'Sepertinya aku memang tidak bisa untuk bersama dengan Sungmin. Dia kelihatan sangat bahagia saat bersamanya. Aku tak bisa merebut itu darinya. Sepertinya aku memang akan menjadi sahabatnya aja selamanya.' Pikirnya.

Saat ingin menyeberang, Kyuhyun tidak mengetahui bahwa lampu lalu lintas yang menandakan untuk berjalan mulai berkedip. Ia juga tidak menyadari ada mobil yang berkecepatan tinggi yang sedang menuju ke arahnya.

Sungmin yang sedari tadi berjalan menuju padang cosmos, sambil terisak akhirnya sampai di perempatan jalan dekat sekolah. Saat ia melihat ke seberang, ia melihat Kyuhyun yang sedang berjalan dengan lesu sambil menunduk ke bawah. Rupanya, Kyuhyun tidak menyadari adanya mobil sedan putih yang melaju kencang ke arahnya. Sungmin yang melihat hal ini pun panik. Namun…

Terlambat untuk menghentikan kejadian itu.

"KYUHYUUUUUN!"

CKIITTT

BRUAAK

Sungmin berlari menuju Kyuhyun yang sudah tidak sadarkan diri dengan tubuh yang berlumuran darah. Sugmin pun langsung memeluk Kyuhyun dengan erat.

"Kyu! Aku mohon, bangun Kyu! Kau harus bertahan, Kyu! Jangan pergi dulu, please! Waktu itu kau pernah berjanji kalau kita akan meninggal sama-sama, Kyu! Hiks… hiks…!" Sungmin langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi ambulans.

"Hiks… Hiks… tolong kirimkan 1 ambulans ke perempatan dekat SM High School. CEPAT!" Sungmin langsung menutup ponselnya, dan memeluk Kyuhyun dengan sangat erat sambil terisak.

Tak ingin lagi. Tak ingin lagi ia kehilangan orang yang ia sayangi untuk kedua kalinya. Sudah cukup Appa-nya yang pergi ke Surga dengan tenang, ia tidak ingin Kyuhyun juga pergi kesana dan meninggalkannya sendirian.

Ia tidak mau merasakan hal itu lagi…

'Kyu, aku mohon bertahanlah. Jangan tinggalkan aku,'

.

.

To Be Continued

Annyeong~:D

White kembali~ , Fyuuh akhirnya chap 2 update juga :D Mianhae klo ceritanya jadi makin hancur, maklum sebentar lagi White mau semesteran, jadi harus belajar giat #alasan –curcol

Langsung aja, White mau balas review yang masuk dulu deh :D

YuraELF: Ne, White gak bakal pernah berhenti untuk menulis kok #smirk Gomawo udah review, mind to RnR again? :)

chiikyumin : Ne, udah White tulis pair KyuMin kok di summary-nya. Gomawo atas sarannya :) gomawo juga review nya, mind to RnR again? :)

reaRelf : haha..EvilKyu disini emang sengaja White buat menderita, sekali-kali suami White ini emang harus di buat menderita :D #dirajam sparkyu Gomawo review nya, mind to RnR again? :)

ayachi casey : haha Minnie emang belum sadar aja klo dia lebih cocok jadi Uke nya Kyu :D Ne, gomawo ya review nya, mind to RnR again? :)

Song HyoRa137 : ah Mianhae, White salah ketik tinggi mereka berdua, maklum White ngetiknya pas malam-malam dan kapasitas mata udah sisa 5 watt #digantung :D gomawo atas sarannya ^,^ gomawo juga review nya, mind to RnR again? :)

NiMin Shippers : Ne, gomawo atas sarannya yaa :) untuk chap 2 ini udah White kasih pembatas kok :) Mian klo alurnya kecepatan, maklum ide nya dadakan, hehe #dibakar Sunny juga bias White loh #ga nanya. Gomawo ya review nya, mind to RnR again? :)

Park Min Rin : ah ne, mianhae. White emang salah ketik tinggi mereka berdua. Mau di edit lagi, gak ada waktu :D #bilang aja malas. Gomawo yaa review nya, mind to RnR again? :)

Akhirnya selesai juga sesi membalas review nya :D White gak nyangka, fic abal ini mendapat sambutan yang baik. Gomawo buat yang udah baca, ngereview, nge fav dan juga nge follow fic abal White ini :)

Semoga chap 2 ini tidak mengecewakan para reader, dan jangan lupa juga review nya yaa.

Kamsahamnida ^^