Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: SasuSaku

Warning: AU, Gaje, Typo tingkat tinggi, OOC, Hancur

Genre: Humor *maybe*, Romance

Rated: T

Ini adalah fic pertama yang saya buat jadi bila ada gangguan seperti pusing atau mual-mual gara-gara baca fic ini mohon periksakan kedokter.

Don't like, Don't read!

.

.

.

Es Krim?

.

.

.

Sebelum di mulai, saia mau balas ripiu dulu. *walaupun ada 1-2 orang sudah di balas ripiunya*. ini dia~~

aLHi : saya ini adalah manusia yang penuh dgn kesalahan... T.T, itu 100.000, saori ketawanya karena liat penampilannya sakura belum tau di situ kalo udah kecipratan air... makanya sasori nanya waktu nonton... chapter dua apdet!^^

Amutia Putri : Baiklah sensei, pelajaran yg sensei berikan tak akan ku lupakan!^^ chapter dua, semoga lebiih baik, menurut sensei...^^

Cheinn rini pinktom : Waaahhh terima kasih ya,,, ini chapter duanya... silahkan di baca dan di review^^ *Plakkk*

Kim'elf'yesung Uchiha97 : Wawaaahahah makasih udah di review^^

Fuyui-chan : makasih udah atas pujian dan ripiunya^^.. sakura gk terlalu kaya.. maksudnya sasori sama sakura bukan saudara kandung.. sekali lagi makasih^^

Rurippe no kimi : wah makasih jempolnya^^ ahaha, itu seratus ribu kok.. hehe skali lgi terima ksih^^, ini chapter 2nya datng!

Kuruke : wah hebat sampe di hitung ya! Humornya akan aku usahakan. Ini chapter 2nya datang,, makasih^^

Rizuka Hanayuuki : hahaha, sasori gk sengaja emang gtu mukanya dri lahir..ah ratednya ada sediki maksih, chapter 2nya datng..^^

Imechan : ah iya, aku author baru..salam kenal.. wah, terima kasih masukannya^^ aku sangat senang.. ini chapter 2 datang ! silahkan di baca^^

No name : wah arigato pujiannya.. ini chapter 2 datang^^

NHL-chan : Salam kenal, terima kasih atas masukannya. Wah, akan saia usahakan agar lebih baik lagi. Arigato atas ripiunya,,,,Chapter 2 apdet…^^

Waaahhhhhhhh, aku sangat berterima kasih sebanyak-banyaknya, karena tanpa kalian aku tidak akan bisa melanjutka fict ini.. sekali lagi terima kasih banyak. Nah, sekarang ayo kita mulai~

.

.

.

"Ayo cepatlah, nanti kau terlambat",teriak Sasori, kakak laki-laki Sakura. Ia berada di halaman rumah sambil duduk di atas motor sportnya. Sedangkan orang yang di teriaki masih berada di dalam rumah.

"Ah iya iya, tidak usah teriak seperti itu. Berisik",sahut Sakura sambil menutup pintu rumah, setelah itu menghampiri Sasori yang sedari tadi sudah siap.

"Kau ini lama sekali, gara-gara kau kakak hampir basi dari tadi di sini",kata Sasori sambil memakai helm berwarna hitam. Sedangkan Sakura menghampiri gerbang rumah dan berdiri di sana.

"Tenang saja, lain kali aku bawakan lemari es…", kata Sakura dengan santainya sambil tersenyum kecut kepada sang kakak. Sasori pun keluar dan Sakura segera menutup pintu gerbang.

"Kau itu bisanya cuma bicara saja. Tak ada buktinya.. Ayo cepat naik!"

"Iya..",kata Sakura malas. Sakura pun naik ke motor dan memakai helm setelah itu mereka pun melaju dengan kencang meninggalkan rumah.

Terlihat Senior High School Konoha sudah ramai, di penuhi siswa-siswi yang memakai seragam sekolah yang cukup bagus. Kini Sakura sedang berjalan dengan santainya memasuki gerbang sekolahnya. Tapi tiba-tiba terdengar sebuah suara yang lembut memanggilnya.

"Sakura",sapa seorang gadis lugu nan cantik berjalan menghampirinya sambil melemparkan senyum hangat kepadanya. Sakura pun membalas senyum itu.

"Hei Hinata,ternyata kau",katanya.

"Selamat pagi!",katanya antusias.

"Hhhhh,,Aku iri padamu,",sahut Sakura sambil berjalan menuju kelas bersama temannya yang ia sabut Hinata.

"Kenapa?",tanyanya sambil tersenyum.

"Kau selalu saja datang lebih awal dari pada aku,haha",jawabnya sambil tertawa kecil.

"Ah, itu adalah hal sepele.. tidak usah di irikan",ucap Hinata mantap.

"Terserah kau sajalah.. Oh ya, novel itu kau sudah beli?",Tanya sakura.

"Belum, aku baru saja ingin mengajakmu membelinya bersama-sama nanti siang.",jawab Hinata antusias. "Kau mau kan, pergi bersamaku nanti siang di toko itu?",sambungnya dengan penuh harap.

"Ah itu gampang, nanti kita ketemu di halte ya! Jam 3 tepat..",jawabnya santai sambil tersenyum ke Hinata.

"Baiklah.. Sekarang aku ke kelas dulu ya, ada tugas kelompok yang harus ku kumpulkan",pamit Hinata setelah itu memasuki ruangan kelas yang ramai. Sakura hanya tersenyum setelah itu jalan kembali. Hinata memang cukup pintar dari pada Sakura karena Hinata berada di kelas 2-1 sedangkan Sakura berada di kelas 2-2, tapi kelas mereka tetap berdekatan dan sampai sekarang mereka tetap bersahabat.

.

.

.

Sakura sedang duduk di bangkunya, sambil menopang dagu. Wajahnya terlihat sangat malas, ia tidak tau apa yang akan dia lakukan sekarang, jam pelajaran sekarang sedang kosong. Terlintas di pikirannya lelaki yang kemarin, senyum pun terurai di bibirnya yang manis.

"Hn, dasar.. Mengapa sampai sekarang aku belum juga menemukan lelaki itu. Yaa, aku tau aku kagum dengan ketampanan yang di milikinya, tapi menurutku dia menjengkelkan.",sahutnya sambil menerawang. Kejadian kemarin membuat moodnya akhir-akhir ini hancur, entah kenapa setelah kejadian itu ia merasa sangat malas.

"Heeeii",sapa seorang lelaki berkulit tan berambut kuning mengagetkan Sakura. Dia Naruto teman sekelas Sakura yang bisa di bilang hyperaktif karena orangnya ceria sekali setiap hari. Waktu-waktu seperti ini Sakura dan Naruto memang sering mengobrol bersama. Mereka juga bisa di bilang sahabat.

"Kau mau apa?",Tanya sakura malas.

"Ah, aku hanya ingin mengobrol sambil bermain denganmu",jawabnya antusias.

"Boleh saja, tentukan topik pembicaraan"

"Sebelumnya aku ingin bertanya, apakah kau sedang memikirkan seseorang sekarang?",tanyanya.

"Aah, tidak. Aku hanya bad mood sekarang, tidak memikirkan siapa-siapa",jawabnya. Naruto kelihatannya sedang menunggu sesuatu, tiba-tiba benda di tangan Naruto bergetar. Seketika itu bibir sekseh Naruto menyunggingkan sebuah seringai.

"Hei, handphonemu bergetar baka. Kenapa di biarkan?",kata Sakura sambil menunjuk-nunjuk benda yang ada di tangan Naruto.

"Ahahahahhahaha! Telah terdeteksi! Kau bohong kan? Hahahaha",tawa Naruto pecah ketika getar benda itu berhenti.

"Ah tidak kok..",

"Hahahahaha, kau tidak bisa lagi berbohong di depanku, karena ada ini!",kata Naruto antusias sambil memperlihatkan benda yang memang mirip handphone itu.

"Apa itu?",Tanya sakura bingung.

"Ini adalah alat pendeteksi kebohongan",jawab Naruto.

"Ooohhh, jadi itu ya.. sini aku pinjam",dengan gesitnya Sakura mengambil dengan paksa alat pendeteksi itu. "Hahh, sekarang aku akan bertanya kepadamu, jangan sampai kau mengelak",sambungnya.

"Ah iya iya!"

"Sekarang, Kau punya utang padaku?"

"Ummmmm,…"

"Hehhh, aku tanya kau punya utang padaku tidak?"

"…"

"Heeiii, apa kau tuli? Kau punya utang padaku atau tidak, haahh?"

"…"

"NARUTOOOOOOOO!"

"Aaah, aku rasa tidak, Sakura, iya tidak!",katanya sambil cengengesan. Beberapa detik kemudian alat pendeteksi itu bergetar, Sakura pun tersenyum penuh kemenangan.

"Ohhh, jadi tidak ya? Kenapa kau lupa, padahal aku masih ingat!",ucap sakura sambil tersenyum kecut.

"Aku yakin Sakura, aku tidak punya utang padamu"

"Hehhhh, jadi yang dua minggu yang lalu itu apa? Haahhh? Kau meminjam uangku sebanyak Rp.20.000 untuk mengisi perutmu dengan ramen di kedai ramen langgananmu itu! Cepat kembalikan uangku!"

"Haahhhh, jadi kau masih ingat sakura?",katanya tak lupa dengan cengirang khasnya.

"Ahhh! Tidak usah basa-basi. Atau,, kau mau wajahmu aku bentuk seperti ramen? Haahh? Mau?"

"Ahhh, tentu tidak! Kalau begitu ini ambil, berikan alat itu! Aku menyesal bermain denganmu"

"Hahahahahaha! Siapa suruh mau main denganku! Ini punyamu!",mereka pun saling bertukar barang, Naruto mengambil alat pendeteksinya dan Sakura mengambil uangnya. Setelah itu, Naruto pun keluar dengan wajah yang masam, sambil memanyunkan bibir. Tapi, setelah itu senyum berkembang di bibirnya. Entah kenapa.

"Dasar Naruto baka! khekhekhekhe",ucap sakura sambil tertawa penuh kemenangan. Setelah itu ia menundukkan kepalanya, berniat melihat uangnya yang sudah kembali. Tapi tiba-tiba matanya terbelalak melihat benda di tangannya itu.

1

2

3

"NARUTOOOOOOOOOOOOOOOOOOO! KURANG AJAR SEKALI KAU. AKU TIDAK MEMBUTUHKAN UANG PALSU SEPERTI INIIIIIIIII!"

.

.

.

"Kakak, aku mau ke toko buku dulu",sahut sakura sambil berjalan menuju Sasori yang sedang menonton TV.

"Mau kakak antar?",tanyanya.

"Tentu saja, antar aku ke halte bus, aku akan menunggu Hinata di sana",jawabnya sambil memakai sepatu yang berda di rak sepatu.

"Baiklah..ayo berangkat.."mereka pun menaiki motor dan melaju kencang.

Tak cukup 15 menit, mereka sudah sampai di halte bus. Sakura pun turun dari motor sang kakak.

"Kau tidak apa-apa sendirian di sini?",Tanya Sasori sedikit khawatir. Maklumlah, Dia sangat menyayangi adik satu-satunya itu.

"Ah, tenang saja. Aku akan baik-baik saja,kok!",jawabnya Sakura sambil tersenyum penuh semangat.

"Aaa, tapi kalau ada apa-apa, cepat telepon kakak ya!"

"Iya..tapi mungkin aku pulangnya kemalaman"

"Oh, yasudahlah,, hati-hati ya! Kakak pulang dulu",pamit Sasori setelah itu melaju kencang bersama motornya.

"Kakak… Aduhhhh, Hinata mana ya? Ini sudah pukul 15.22. Hinata lama sekali",sahut Sakura sambil mendudukkan dirinya di kursi tunggu halte.

Waktu terus berjalan, Sakura sudah dari tadi menuggu tapi Hinata belum datang juga. Walaupun begitu sakura tetap tidak mau mengecewakan Hinata, dia harus tetap menunggu Hinata sampai Hinata datang.

"Haahhh, panas". Bus sudah beberapa kali singgah namun Sakura menolak. Waktu pun menunjukkan pukul 16.37, Hinata belum datang juga. Tiba-tiba, handphone Sakura bergetar tanda ada pesan masuk.

From: Friend Hinata

Maaf Sakura, aku tidak bisa datang. Sepupuku tiba-tiba datang ke rumahku. Aku sedang sibuk. Sekali lagi aku minta maaf sebesar-besarnya.

Ternyata pesan dari Hinata. Sakura menghembuskan nafasnya pelan sambil menyandarkan kepalanya di dinding.

"Kenapa tidak dari tadi..",keluh sakura. Sakura baru sadar kalau ada orang lain yang sedang menunggu bus juga. Seorang pemuda tinggi berdiri di depan Sakura. Sakura menatapnya, dari atas sampai bawah. Sampai ke bawah Sakura melihat selembar kartu nama, mungkin milik pemuda itu. Sakura pun menghampirinya dan memungutnya.

"Sasuke Uchiha… Perusahaan Uchiha Corporation..",gumam Sakura membaca kartu nama tersebut. Sakura memutuskan untuk memberitahu pemuda itu.

"Hei, bung. Maaf kartu namamu jatuh",kata sakura sambil menepuk-nepuk pundak pemuda itu. Pemuda itu pun berbalik.

"Hn,?",sahutnya, memperdengarkan suara bassnya yang indah kepada sakura. Mata Sakura seketika itu terbelalak.

"K-Kau? Hn kita bertemu lagi rupanya..bung, waktu itu apa maksudmu?"

"Bung? Siapa kau?",tanyanya bingung. Keningnya mengkerut.

"Jangan pura-pura bodoh.. Maksudmu apa, memberiku uang yang tidak perlu itu? Ohhhh, kau mengiraku pengemis ya?"

"Memangnya kau bukan pengemis? Oohh, aku baru tau.."

"Kau memang menyebalkan!"

"Hn.."

"Tunggu, aku ingin mengembalikan barang yang tidak perlu itu!",kata Sakura sambil merogoh tasnya. Tapi, beberapa menit kemudian, terlihat keningnya mengkerut.

"Hahhhhh, ternyata aku tidak membawanya..",gumam Sakura sambil menghembuskan nafas panjang. Sakura pun menoleh, namun tak ada seorang pun di hadapannya.

"Heei, mau kemana kau?",umpat Sakura sambil meneriaki mobil sport yang ada di jalanan yang di dalamnya ada lelali tadi. Sakura tidak sadar kalau lelaki itu meninggalkannya.

"Heeeeeeiiiii! Kartu namamu!",teriaknya lagi.

"Ohh, simpan saja..!",katanya sambil menampakkan kepalanya di jendela mobil. Mendengar itu, Sakura memanyunkan bibirnya kesal.

"Huuaaaaaaaaaaaaaaahhhhh! Kenapa seperti ini!",teriaknya. Tanpa basa-basi, dengan kesal Sakura memasukkan kartu nama itu dan setelah itu berjalan meninggalkan halte bus di sertai dengan umpatan yang tidak jelas.

TBC

Akhirnya, Chapter dua selesai! Pasti masih hancur kan para readers? Lebih hancur daripada sebelumnya malah.. Tapi, semua pikiranku telah aku keluarkan. Ripiunya semua, sangat membangun! Gomawoyo^^

Review Again, Please?