A.N: HOLA...(ditimbul)
ane cuma mau ngelanjut Fic doang kok ==a
sekalian balas Review.
-heriyandi kurosaki: yoy.. ini sudah lanjut, terimakasih kalau suka sama cerita ane and biarin aja masalah Sessho yang pingsan ==a
-Byakuya-White Night: terimakasih sudah me Review, and masalah Inu-chan tidak mengingat nama Sesshomaru nanti akan dijelaskan di Flashback yang ditandai dengan adanya garis lurus (lupa nama horizontal or vertikalnya) :).
-Hikari Vongola: aman,dek, jehehe oh iya disini Naraku itu adalah sebagai murid, dek.
-Guest: terimakasih sudah me Review dan terimakasih juga kalau ternyata suka fic mpreg, iya, disini Inu-chan versi human 'kan dia tidak ada hubungan dengan Sessho.
-YukiMiku (Guest): terimakasih Yuki, nah ini sudah lanjut :D
OKE, CEKIDOT
Perlahan Inuyasha mulai berdiri dari duduknya dan mulai melangkah kearah pintu keluar.
"Jaga dirimu baik-baik.." Ucap Inuyasha pada Sesshomaru yang masih terbaring diranjangnya.
Disclaimer: Rumiko Takahashi
Rate: T
Pair: SessInu, NaraInu
Warning: Sho-si, typo(s), OOC, OC,
Don't Like Don't Read
Clek..
Pintu pun kini tertutup.
Hening.
Perlahan sepasang iris Hazel tersebut mulai menampak dan Sesshomaru pun mulai bangun dari ranjang rawatnya.
Ekor matanya mulai mengarah kesebuah fas bunga yang berisikan 3 tangkai bunga Lily berwarna putih. Perlahan tangannya mulai mengarah untuk mengambil fas tersebut. Melepas bunganya dan membuangnya sembarang arah. Sesshomaru mulai menumpahkan air didalam fas tersebut ketelapak tangannya sampai pada akhirnya air tersebut habis dan mengeluarkan sebuah cincin yang indah.
Hening.
Sesshomaru terdiam dan tangannya mulai mencengkram cincin tersebut dengan erat seakan takut benda digenggamannya akan hilang.
Keesokan harinya, Inuyasha mulai berangkat sekolah seperti biasa. Saat kakinya mulai menginjak gerbang Sekolah sontak semua mata memandang kearahnya. Namun Inuyasha mencoba tidak mempermaslahkannya. Ia terus berjalan menuju kekelasnya sampai tiba-tiba langkahnya terhenti ketika dilihatnya Naraku sedang bersandar didepan pintu kelasnya. Terlebih lagi banyak Siswi-siswi cantik yang sedang mengerubuninya. Kaki Inuyasha mulai kembali melangkah namun langkahnya terhenti ketika tangannya tertahan oleh genggaman Naraku.
"Lepaskan tanganku!" Perintah Inuyasha dingin dan langsung membuat para Siswi yang tadi mengerubuni Naraku langsung kabur karena takut akan tatapan Inuyasha.
Naraku mulai menggeleng.
"Aku akan melepaskannya, tapi setelah aku tahu apa yang terjadi padamu!" Ucap Naraku dengan ekspresi khawatir.
"Kau tidak perlu tahu!" Balas Inuyasha dingin dan dengan kasar ia menarik tangannya kembali dan mulai berjalan masuk kedalam kelasnya.
Saat Inuyasha sudah duduk dikursinya tiba-tiba ia dikagetkan dengan kehadiran Naraku yang sudah ada didepannya.
"Apa yang kau lakukan dikelasku?" Tanya Inuyasha yang mulai kesal.
"Untuk mengetahui kenapa kau terluka?" Jawab Naraku.
"Keluar dari kelasku!" Perintah Inuyasha yang mulai emosi.
"Tidak!" Ucap Naraku dingin dan langsung membuat Inuyasha naik darah.
"Kau mau kuhajar?" Tanya Inuyasha dingin.
"Hajar saja kalau kau be-"
BUAK BRAK..
Inuyasha mulai tersenyum ketika ia berhasil menghajar Naraku sampai tersungkur menabrak meja-meja yang lain. Darah segar mulai keluar dari sudut bibir Naraku yang sobek. Siswa-Siswi yang melihat kejadian tersebut mulai terdiam karena kaget.
Hening.
Baik mereka bahkan Inuyasha dan Naraku tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikitpun. Tiba-tiba senyum Inuyasha menghilang dan perlahan kakinya mulai melangkah utuk mendekati Naraku.
"Kau.. tidak apa-apa?" Tanya Inuyasha canggung dan Naraku hanya membalasnya dengan sebuah senyum dan gelengan kepala.
"Tidak apa-apa, ya sudah.. aku mau kekelasku dulu dan nanti siang aku akan kesini lagi." Ucap Naraku yang mulai berdiri dan melangkah keluar ruangan tersebut. Tiba-tiba langkah Naraku terhenti dan iapun mulai menengok kearah belakang, tepatnya kearah Inuyasha. "Oh iya.. satu pesanku! jangan nakal hari ini!" Ucap Naraku lalu iapun mulai berlalu. Inuyasha mulai terdiam dan tanpa sadar iapun mengangguk.
Skip Time.
Kagome, seorang Guru cantik yang menjadi idola setiap pria tampan dan Siswa-siswa disini kini sedang menulis dipapan tulis dengan tenangnya.
Namun kali ini ia merasakan keanehan. Iapun mulai berhenti dari aktifitasnya dan teralih untuk melihat kegiatan murid-murid nya yang sedang menulis. Termasuk I-nu-ya-sha.
Kagome mulai mengaga tidak percaya dan iapun mulai mengetuk-ngetuk kepalanya beberapa kali dan mulai menggosok kedua matanya. Murid-murid yang melihat tingkah Kagome hanya saling pandang satu sama lain dengan tatapan bingung.
Sementara Inuyasha, ia masih asyik menulis dibuku catatannya. Dan tak lama kemudian iapun mulai mencolek bahu gadis yang duduk diarah didepannya.
"Sango.. ini buku catatan mu, terimakasih sudah meminjamkannya." Ucap Inuyasha lembut dan langsung membuat Sango blushing.
Sementara murid-murid yang lain kini mulai ikut menganga dan mengucek mata tidak percaya.
"I-iya.. sama-sama In-Inuyasha.." Balas Sango terbata.
"Inuyasha?" Panggil Kagome yang langsung di sahut oleh yang bersangkutan.
"Ya.. Bu Guru Kagome?" Tanya Inuyasha yang langsung membuat Kagome menganga lagi.
"Tunggu.. kau.. memangil-ku.. Bu-Guru? apa kepalamu yang diperban itu bukan penyebabnya?" Tanya Kagome meyakinkan.
Inuyasha yang mendengar pertanyaan dari Kagome hanya bisa menggeleng kepala pelan dengan pose yang menurut para Siswa terlihat sangat ma-ma-manis.
"Ba-baiklah kalau begitu.." Ucap Kagome yang mulai kembali pada aktifitasnya.
Siangpun datang dan tak seperti biasanya kini para Guru-guru tersebut sedang berkumpul untuk membicarakan perubahan yang terjadi pada Inuyasha.
"Ya.. aku yakin! pasti gara-gara kepalanya yang diperban makanya dia berubah!" Ucap seorang Guru yang wajahnya terlihat sedikit.. eeerr.. mesum.
"Bukan, Miroku! aku sudah tanyakan pada anak itu dan bukan karena kepalanya yang diperban ia jadi berubah derastis." Balas Kagome
"Lalu.. karena apa, Kagome?" Tanya Kikyo pada saudara kembarnya.
"Entahlah..mungkin memang sudah saatnya ia berubah?!" Balas Kagome santai.
"Tapi ada bagusnya kalau anak itu tidak nakal, dia jadi terlihat sangat manis, apa lagi dengan senyumnya.." Ceplos Miroku dengan pikiran Mesumnya.
Twitch..
Pletak PLETAK...
Kini dua benjolan terhias dikepala Miroku oleh ulah kedua Guru Kembar tersebut.
"Aduuh.. kejamnya" Keluh Miroku.
"Rasakan!" Ucap Kikyo dan Kagome bersamaan.
Clee..
Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan menampakkan sosok seorang pria tampan beriris Hazel dan bersurai perak panjang. Dengan riangnya Kagome dan Kikyo langsung menghampiri sosok Sesshomaru yang masih berdiri diambang pintu.
"Selamat siang Tuan Sesshomaru, cuaca yang cerah ya? hahahaha.." Ucap Kagome diiringi dengan tawa yang langsung membuat wajah saudara kembarnya menghoror.
"Kenapa kalian semua berkumpul disini?" Tanya Sesshomaru dingin.
"Oh.. kami hanya sedang membicarakan perubahan anak nakal dari kelas XI " Jawab Kikyo dengan senyum manisnya.
"Dia membuat masalah lagi?" Tanya Sesshomaru sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Tidak... malahan dia jadi berubah.. berubah jadi lumayan ba-ik, tapi aku belum yakin karena belum melihatnya secara langsung." Ucap Kikyo dengan pose berfikir.
Dan sedetik kemudian Sesshomaru sudah mengilang dari tempatnya membuat Kagome dan Kikyo kecewa.
"Yah.. si Tampan pergi.." Keluh Kagome.
"Sudahlah Nona Nona.. bukankah kalian masih ada aku?" Ucap Miroku sambil merangkul pundak mereka, dan..
BUK DUAK KYAA.. CIAT.. PLETAK..
Kedua Wanita Kembar sersebut akhirnya pergi meninggalkan sosok Miroku yang sudah babak belur dihajar mereka.
"Dasar!" Ucap Kikyo kesal.
"Selamat siang, Pak.."
"Siang Pak Guru.."
"Siang.."
Begitulah sapaan murid-murid tersebut yang melihat kehadiran Sesshomaru.
Namun Sesshomaru tak menggubris sedikitpun sapaan mereka. Kaki Sesshomaru terus dipacu untuk melangkah dengan cepat ketika tahu ada yang berubah dari Inuyasha.
Tap...
Kaki Sesshomaru mulai berhenti didepan kantin khusus kelas XII. Terlihat dipojok ruangan tersebut Sesshomaru sedang melihat Inuyasha yang tersenyum tulus pada pria didepannya. Saat Kaki Sesshomaru akan melangkah masuk tiba-tiba Handphonenya berbunyi dan dengan terpaksa Sesshomaru harus pergi dari Kantin untuk mengangkat pemberitahuan tersebut.
"Ada apa?" Tanya Sesshomaru pada seseorang disebrang Seluler tersebut.
-Tuan Sesshomaru..saya dengar Nona Kagura akan datang ketempat anda.- Ucap Orang disebang seluler tersebut.
"halangi jalannya! perlambat dia ingat.! hanya diperhambat bukan di ancam,bahkan dilukai! aku sedang tidak ingin bertemu dengan gadis itu." Ucap Sesshomaru dingin.
-Sya mengerti, Tuan.-
"hum.."
Nit..
Lalu Sesshomaru mulai mematikan sambungan tersebut. Tangannya mulai mengepal erat dan sangat erat. Sementara matanya yang indah itu seakan menyiratkan sebuah kebencian yang amat mendalam.
Dan perlahan kaki Sesshomaru mulai melangkah kembali dan pergi dari tempat tersebut.
Sementara itu disebuah jalan raya terlihat sebuah mobil BMW Silver sedang melaju dengan tenangnya.
Didalam mobil tersebut terdapat seorang gadis cantik yang pandangan matanya sesekali tertuju pada sebuah poto yang tergantung dikaca spion bagian tengah mobilnya.
Bibir merah merekahnya sesekali membentuk sebuah senyuman yang sangat manis. Sampai tiba-tiba ia memicingkan matanya ketika dilihatnya ada tiga buah mobil Sport Hitam menghalangi jalannya.
Tok tok tok..
Terdengar suara ketukan dari luar kaca mobil tersebut.
"permisi.. bisa kau pindahkan sebentar mobilmu yang telah menghalangi jalan untuk mobilku?"
Ucap Gadis cantik tersebut pada sang pemilik mobil namun tak ada sahutan dan yang ada malah beberapa pria keluar dari dua mobil lainnya.
"Maafkan kami Nona.. kami tidak bermaksud untuk menghalangi jalan anda"
"Dan sebagai permintaan maaf dari kami, bagaimana kalau kami mengajak anda makan siang?"
"Dan kami juga janji akan mengajak anda ke Restoran termewah disini." Tawar beberapa pria tersebut dan gadis didepan mereka hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.
"Tidak perlu!" Balas gadis tersebut lalu kakinya mulai melangkah kembali menuju mobilnya dengan ekspresi wajah kesal.
Dengan agak kasar iapun mulai membelok mobilnya dan berlalu dari tempat tersebut. Salah satu dari pria-pria tersebut mulai bersiul.
"Pemarah.. hahaha." Ucapnya
"Dan gadis yang malang.." Tambah seorang pria yang baru keluar dari mobilnya.
Sementara itu di Sekolahan.
Kegiatan belajar mengajar kebali dilakukan.
Disaat murid-murid yang lain sedang mendengarkan Sesshomaru selaku sang Guru sedang menerangkan. Inuyasha malah asyik dengan buku tulisnya. Dengan tenang Inuyasha menulisi kertas kosong tersebut dengan beberapa tulisan tangan.
"akhem.. maaf Nona..ini bukan waktunya menulis, tapi ini waktunya untuk ku menerangkan, dan aku juga tidak yakin kalau kau bisa mengerjakannya." Ucap Sesshomaru dingin dan langsung membuat Inuyasha menggeram kesal.
"Benarkan?" Tambah Sesshomaru lagi.
"Ya..aku memang tidak akan pernah bisa mengerjakan soal Matematika sialan ini, yang bisanya hanya membuat mata dan otakku pusing."Ucapnya santai. "Tapi setidaknya aku mencatat apa yang kau katakn, Sesshomaru!" Ucap Inuyasha emosi sambil melempar buku catatannya kearah Sesshomaru.
Hening..
Seluruh penghuni kelas tersebut kembali terdiam. Tangan Sesshomaru mulai bergerak untuk memungut buku yang tadi dilemparkan Inuyasha padanya.
Sesshomaru mulai melangkah kearah mejanya dan terduduk disana. Jari-jari tangannya mulai tergerak untuk membuka tiap-tiap halaman dibuku catatan tak ada ekspresi berarti yang ditampakkan Sesshomaru. Sampai tibalah ia dihalaman terakhir dan matanya mulai memicing sementara Inuyasha mulai was was.
"Jadi, Nona.. rupanya kau sudah punya pacar." Tanya Sesshomaru santai sambil menutup buku catatan tersebut sedangkan Inuyasha mulai membelalakkan mata kaget.
Begitu juga dengan murid-murid yang lain.
"Ku harap kekasihmu itu tidak akan menyesal berpacaran denganmu, Nona." Tambah Sesshomaru lagi.
"Kau gila?" Bentak Inuyasha. "Aku ini tidak berpacaran dengan siapapun!" Ucapnya emosi.
"Lalu apa maksud dari tulisan dibukumu ini, Nona? Aku benci dia.. tapi aku menyukainya." Ucap Sesshomaru sambil membaca buku catatan Inuyasha.
Semburat merah mulai terhias diwajah Inuyasha. Ia mulai merutuki dirinya sendiri karena menulis hal bodoh seperti itu. Namun tiba-tiba Inuyasha menyunggingkan sebuah senyum.
"Ya.. aku memang sudah punya kekasih..dan aku yakin, dia tidak akan menyesal berpacaran denganku!" Tambah Inuyasha masih dengan senyumnya.
Kreek..
Suara dari kepalan tangan Sesshomaru yang mengerat saking kesalnya.
Dia mulai berdiri dan melangkah menuju meja Inuyasha sembari menyimpan buku catatan tersebut disana.
"Kalau begitu, selamat Nona!" Ucap Sesshomaru dingin sembari kembali ketempatnya semula. "Baiklah murid-murid, siapkan diri kalian untuk Sabtu nanti karena akan ada ulangan!" Ucap Sesshomaru yang langsung disambut keluhan oleh siswa-siswi tersebut.
"Baik, Pak.." Ucap Rin senang. Dan tak lama setelah itu bell pun berbunyi dan Sesshomaru pun mulai keluar dari ruangan tersebut.
Inuyasha mulai mengambil buku catatannya kembali dan dengan geram ia merobek-robek buku catatan tak berdosa tersebut saking kesalnya.
"Inu-yasha?.. bukannya hari Sabtu ada ulangan? kenapa.. kau malah merobek.. bukumu?" Tanya Sango sedikit takut.
Namun tak ada jawaban dari Inuyasha. Sango mulai menghela napas dan iapun kembali ketempatnya.
Inuyasha mulai menggigit bibir bagian bawahnya. Matanya berubah menjadi sedikit merah dan iapun mulai merunduk.
Tes...
Setetes kristal bening terjatuh dipunggung tangan Inuyasha. Semua murid mulai menatap horor kearahnya dengan mulut mengaga tak percaya.
Inuyasha, si berandal Sekolah me-na-ngis.
"Hiks.." Sekarang mulai terdengar suara isakan dari bibir inuyasha.
"Inuyasha?" Panggil Sango khawatir.
Tap..
Dan tiba-tiba Inuyasha tersentak kaget ketika ia meraskan ada yang menyentuh bahunya.
Perlahan Inuyasha mulai menengok kearah orang tersebut dan tiba-tiba saja Inuyasha langsung memeluk sosok yang duduk disebelahnya, Naraku.
"Ternyata kau cengeng juga, manis?" Ucap Naraku dengan senyumnya namun Inuyasha tak menjawab dan masih setia membenamkan wajahnya didada bidang Naraku.
Sedangkan murid-murid yang lain? Jangan ditanya! Mereka masih setia membuka mulut mereka dengan lebarnya.
Sementara itu diruangan Sesshomaru. Disana ia terlihat sedang menelfon seseorang.
"Ya, Bu..nanti aku akan pulang kerumah"
-Cepatlah Sayang.. Kagura sedang menunggumu dan dia sangat merindukanmu.-
"Hum.. tapi aku tidak bisa pulang secepatnya, Bu."
-Ibu mohon Sayang.. jangan buat Ayahmu marah lagi.- Ucap suara di seluler tersebut yang mebuat Sesshomaru terdiam sejenak.
"Baiklah.. aku akan segera pulang kerumah."
-Terimakasih Sayang..-
"Hum.."
Nit.
Sesshomaru mulai mematikan Handphonenya dan iapun mulai berlalu dari ruangan tersebut.
"Hahahaha.."
Suara tawa menggema di sebuah ruang tamu yang terbilang sangat besar dan terkesan sangat mewah tersebut.
"Aku sangat senang sekali kau bisa pulang dan kembali secepatnya dari Eropa, Kagura" Ucap seorang pria paruh baya pada gadis bernama Kagura didepannya.
"Dan saya juga senang.. bisa kembali ke Jepang, tepannya dirumah ini." Ucap Kagura dengan senyum menawannya.
"Hum..apa anak itu sudah sampai?" Tanya pria tersebut pada wanita cantik bersurai perak panjang disebelahnya.
"Mungkin sebentar lagi, setengah jam yang lalu aku baru saja menghubunginya." Lapor wanita cantik tersebut yang umur sebenarnya sudah hampir menginjak kepala 5.
"Hum.." Sahut pria tersebut kesal dan saat mereka sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba Sesshomaru datang dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
"Sesshomaru!" Panggil suara baritone yang langsung menghentikan langkah Sesshomaru ditengah anak tangga.
"Aku lelah.. aku mau tidur dulu." Balas Sesshomaru dingin pada pria yang adalah Ayahnya tersebut.
"Dasar anak kurang ajar! lelah karena mengurusi Sekolah tidak berguna itu? bagaimana kalau dia kusuruh meneruskan Shikonotama Corp?" Tanya Pria tersebut kesal bukan main.
"Akan kutemui Sesshomaru." Ucap Wanita cantik tersebut menenangkan suaminya.
Tok Tok Tok..
"Sessho.. boleh Ibu masuk?" Tanya wanita cantik tersebut. Tak ada balasan namun ia tahu pintu tersebut tidak dikunci.
Perlahan wanita cantik tersebut membuka pintu didepannya dan kakinya mulai ia langkahkan untuk memasuki ruangan bernuansa putih tersebut.
Dilihatnya Sesshomaru sedang berbaring memunggungi dirinya di ranjang King Sizenya.
"Sesshomaru..?" Panggil wanita cantik tersebut namun Sesshomaru tak menyahut.
Perlahan Ibu dari Sesshomaru ini mulai mendudukkan dirinya disebelah ranjang putranya yang sedang berbaring.
"Ibu tahu kau tidak mencintai, Kagura..tapi Ibu mohon.. jangan buat Ayahmu marah terus karena sikapmu yang tak acuh ini." Ucap Wanita tersebut mulai bicara.
"Aku sudah dewasa.. dan ku rasa aku tidak perlu menuruti keinginan dari Inutaisho yang seenakknya masih memerintahku!" Balas Sesshomaru dingin.
Wanita tersebut mulai menarik napas berat.
"Untuk kali ini Ibu mohon, Sessho.. turuti keinginan Ayahmu, kau anak semata wayang kami dan kami ingin sege-"
"Menimang cucu?" Potong Sesshomaru yang masih memunggungi Ibunya tersebut.
"Kalau kalian memang ingin segera menimang cucu aku akan segera membuatnya! tapi tidak dengan, Kagura!" Ucapnya masih terkesan dingin.
"Lalu dengan siapa?" Tanya wanita tersebut. "dengan anak itu? kau tahu 'kan dia itu tidak diketemukan dalam kecelakaan beruntun 9 tahun lalu." Ucap wanita tersebut dengan suara meninggi.
"Iya.. dan gadis berengsek itu pelakunya!"
"KAGURA HANYA KEBETULAN ADA DITEMPAT KEJADIAN, SESSHO!"
"DIALAH PELAKUNYA!" Potong Sesshomaru.
"DAN JIKAPUN ANAK ITU SELAMAT DIA TETAP TIDAK AKAN MENGHASILKAN KETURURNAN UNTUKMU, SESSHO!"
"DIAM" Bentak balik Sesshomaru. "Hanya itu yang mau kau katakan?" Tanya Sesshomaru yang mulai membalik tubuhnya dengan pandangan mata yang terlihat sangat menusuk.
"Sessho.. Ibu hany-"
"Pergi dari kamarku!" Potong Sesshomaru.
"Tapi, Ibu.."
"Pergi." Potongnya lagi dingin. "Dan jangan sekali-kali kau membicarakan sesuatu tentang Kekasih-ku, kau mengerti!" Ucap Sesshomaru yang sudah beranjak dari acara tidurannya.
Wanita cantik tersebut mulai terdiam dan iapun mulai mengangguk.
"Baiklah.. Ibu tidak akan mengganggumu lagi.. tapi setidaknya kau temui, Kagura.. walau bagaimanapun juga, dia adalah tunanganmu, Sesshomaru."
Ucap wanita cantik tersebut dan iapun mulai berlalu dari kamar putranya.
"tck.." Sesshomaru mulai berdecak kesal.
Malam pun tiba.
Hening..
Itulah yang Sesshomaru rasakan ketika makan malam berdua dengan Kagura.
Padahal suasana di Restoran tersebut terbilang hangat karena terdapat beberapa Musisi yang menyanyikan beberapa lagu romantis.
"Sesshomaru.." Panggil Kagura sambil menggenggam tangan pria didepannya namun Sesshomaru segera menarik tangannya kembali.
"Ma-maaf.." Ucap Kagura terbata.
"Aku kebelakang dulu!" Ucap Sesshomaru yang mulai berlalu meninggalkan Kagura sendirian.
Setelah Sesshomaru menghilang dari pandangannya, Kagura langsung mengamati sekelilingnya dan dengan cepat ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Dan dengan cepat pula Kagura memasukkan sesuatu berbentuk serbuk tersebut kedalam minuman Sesshomaru dan tak lama kemudian Sesshomaru sudah duduk ditempatnya semula.
"Sudah selesai?" Tanya Kagura dengan sebuah senyum namun Sesshomaru tak menjawabnya karena ia sibuk dengan mi-nu-man-nya.
Dan tanpa sadar Kagura telah menyunggingkan sebuah senyuman. Setelah selesai Sesshomaru kembali menyimpan gelas berisi minuman tersebut pada tempatnya semula.
Dan dua puluh menit kemudian setetes bulir keringat terlihat menggantung di dahi Sesshomaru, padahal suhu ruangan tersebut tidak begitu panas. Gerah. Ia mulai merasakan ketidaknyamanan ditubuhnya.
"Sesshomaru.. kau kenapa?" Tanya Kagura yang mulai mendekati Sesshomaru. "Kau tidak apa-apa 'kan? ayo kita pulang saja.." Ajak Kagura dan Sesshomarupun mengangguk.
Di sepanjang perjalanan mereka ke tempat parkir, Kagura tak henti-henti nya memeluk tubuh Sesshomaru yang sesekali hampir terjatuh karena pusing.
"Hati-hati, Sessho.." Ucap Kagura memperingati. Namun tiba-tiba langkah Sesshomaru terhenti. Ia terdiam, perlahan ia mulai memandang wajah kagura, lama.. dan makin lama.
Kagura mulai tersenyum ketika dirasakannya tangan Sesshomaru sedang mengelus pipi bagian kanannya.
Dan tanpa sadar Sesshomaru mulai mencondongkan tubuhnya untuk lebih dekat kearah Kagura.
Kini kedua bibir tersebut hampir bersentuhan. Sedikit lagi. Dan tiba-tiba mata Sesshomaru terbelalak ketika ia tahu siapa yang akan ia cium.
Brak.
Dengan cepat Sesshomaru langsung mendorong tubuh Kagura sampai menabrak mobil dibelakangnya.
"ahh.." Ringgis Kagura sambil memegangi bahunya.
"Aarrrrgghh.." Rutuk Sesshomaru kesal lalu iapun mulai berlari meninggalkan Kagura yang masih meringgis kesakitan.
"Sesshomaru!" Panggil Kagura namun tak digubris Sesshomaru karena ia sudah lenyap dari pengelihatannya.
Di sepanjang jalan Sesshomaru terus berlari sembari tanggannya melonggarkan ikatan dasi dan melepas beberapa kancing bajunya karena gerah.
"Tuan, Sesshomaru..." Panggil seseorang dari dalam mobil Sport Hitam yang sudah ia lewati.
Sesshomaru mulai menghentikan langkahnya ketika pria tersebut mulai keluar dari mobilnya dan mulai berlari untuk mendekati dirinya.
"Tuan.. apa yang sedang anda lakukan disini? dan.. apa yang terjadi dengan anda?" Tanya pria berkucir kuda tersebut betubi-tubi.
"Kau.. punya obat tidur.. Kou-ga?" Tanya Sesshomaru dengan napas berat kepada pria yang ia panggil, Kouga.
"A-ada.." Lalu Kouga pun mulai berlari kembali menuju mobilnya dan sesaat kemudian ia kembali lagi dengan membawa sebuah botol berukuran kecil.
"Ini, Tuan.. ngomong-ngomong untuk apa obat ini? apa anda kekusahan tidur?" Tanya Kouga sembari menyodorkan botol tersebut.
Dengan cepat Sesshomaru mengambilnya dan iapun kembali berlari tanpa menjawab pertanyaan dari, Kouga.
Kouga mulai terdiam ditempat dan iapun mulai mengangkat kedua bahunya, saat ia berbalik kebelakang tiba-tiba..
BUK..
Kouga dan Kagura bertabrakan sampai terjatuh.
"Aw... hati-hati, Nona.." Ucap Kouga pada Kagura.
"Hei.. bukannya kau yang menghalangi jalanku tadi siang?" Tanya Kagura kesal.
"Oh.. iya.. maafkan saya, Nona.." Ucap Kouga namun tak digubris oleh Kagura.
Hening..
"Lain kali parkir mobilmu ditempat lain!" Ucap Kagura dengan nada menyuruh lalu ia pun mulai berlalu dari hadapan Kouga.
"Pantas saja, Tuan Sesshomaru tidak suka gadis itu, ternyata dia tidak menyenangkan!" Ucap Kouga kemudian.
Berlari.
Tap tap tap..
Sesshomaru terus berlari ia kesal karena Kagura menaruh sesuatu diminumannya.
"Sial.." Ucap Sesshomaru kesal dan tiba-tiba rintik-rintik hujan mulai turun membuat Sesshomaru makin emosi. "Aarrgh.."
KRING KRING..
"AWAS!" Teriak seseorang dari arah belakang Sesshomaru dan..
BUK..
Sesshomaru tersungkur setelah berhasil ditabrak oleh sebuah sepeda.
"Kendalikan arah sepedamu itu, bodoh!" Ucap Sesshomaru kesal pada si pelaku penabrakan, namun sang pelaku tak menjawab karena ia juga dalam keaadaan yang sama.
"Kau yang seharusnya menyingkir dari jalanku, bodoh! aku sedang buru-buru karena sebentar lagi hujan akan melebat!" Bentak sipelaku tak kalah emosi.
Tatap tatap tatap..
"KAU?!.." Ucap mereka bersamaan sambil menunjuk lawan satu sama lain.
Tbc
A.N: akhirnya.. Chap dua selesai, ada pertanyaan?
misalnya apa yang dimasukan Kagura kedalam minuman Sesshomaru?
Asal kalian tahu itu adalah obat perangsang dan kenapa Sesshomaru minta sebuah obat tidur pada Kouga.
Niatnya ia akan melawan pengaruh obat perangsang tersebut dengan obat tidur. Oke .. ane bicara sudah berbelit-belit. ==a
SIIP, REVIEW?
