Title : Preparing Meal
Rate : (almost) M
Pair : Aomine X Kise
"Tadaima~ssu " seru Kise sambil membuka pintu. Ia melemparkan tasnya dan mencari-cari keberadaan seseorang. Ia menyalakan lampu tengah agar lebih mudah mencari seseorang yang sulit ditemukan dalam keadaan gelap.
Kise tersenyum melihat Aomine yang sedang tertidur di kasur. Sebuah majalah bersampul foto sexy Mai-chan membuat Kise berdengus kesal. Tch, kenapa Aomine harus menggunakan majalah itu untuk menutupi wajahnya sih ? Kenapa bukan majalah yang bersampul dirinya saja ?
Kise mengambil majalah itu dan hendak membakarnya (nanti). Biar saja si Ahomine itu marah, ia tidak peduli. Namun, belum sempat ia beranjak pergi untuk membakar majalah itu, matanya terkejut ketika melihat Aomine yang ternyata tidak tertidur sama sekali.
"Apa yang ingin kau lakukan pada Maichan ku, Kise !" Aomine menarik tangan Kise dan tak membiarkannya pergi. Evil grin yang biasanya hanya ia pamerkan pada lawan-lawannya pun, ia persembahkan dengan gratis pada Kise.
"A-aominecchi ? Kau hanya pura-pura tidur ?" seru Kise pura-pura kesal. "Aku mau membakar majalah ini. Aku tidak suka kau tidur dengan gambar wanita menutupi wajahmu," lanjut Kise kesal.
Aomine tersenyum sejenak melihat kecemburuan yang terlihat jelas dari Kise. Ia menarik Kise dengan luwes dan melemparnya ke tempat tidur.
"Aominecchi~ apa yang kau lakukan ? Aku capek, aku mau-mmh,,Hmph" Kise harus menelan protesnya karena Aomine sudah membungkamnya dengan ciuman manis yang membuat otaknya kosong.
"Ah. ..mine..chii.."
Aomine menarik diri dan membiarkan Kise menarik nafas. "Kise... aku belum makan malam," ujar Aomine datar.
"Lalu kenapa-ssu ? Kalau lapar kenapa tidak makan ?" respon Kise kebingungan.
"Ya, aku juga sedang melakukannya.." respon Aomine mulai menggerakan tangannya untuk menyingkirkan baju yang menutupi tubuh Kise. Selesai menelanjangi Kise, Dengan lembut ia mulai menjilat nipple Kise yang terlihat lezat. Mmm...maniss..
"Ahh...Nnn... Wait.. Hhh." Kise berusaha mengatur nafasnya agar Aomine tak menyadari desahan nikmat yang tiba-tiba ia rasakan.
"Ssstt.." Aomine membungkam desahan Kise dengan memberikan ciuman kedua yang kali ini mengajak lidah Kise untuk bermain. Aomine bisa merasakan Kise yang cukup handal mengimbangi ciuman dahsyatnya. Membuat tubuhnya semakin terasa panas.
"Ahh..." Kise akhirnya bisa bernafas kembali setelah Aomine melepaskan bibirnya. Namun Aomine tak berniat sedikitpun mengendurkan aksinya. Aomine mulai memberikan kissmark pada leher Kise yang mulus.
"Akhh...Jangan leherku Aominecchi..Ngh," Sekuat tenaga Kise memberikan protes.
"Kenapa ? Apa karena kau seorang model ? " tanya Aomine sambil menindih Kise yang ada di bawahnya. Aomine membiarkan jari-jarinya menelusuri rambut pirang Kise, membuat wajah si pirang menegang karena getaran yang baru saja di kirimkan oleh sang Ace kiseki no sedai. Membuat sang model melupakan protesnya.
"Ah mou ~ Aominecchi menyebalkan! " keluh Kise kesal. Tak peduli seberapa keras ia berusaha, Ia tak pernah bisa menang dari Aomine, baik ketika di lapangan ataupun di ranjang.
"Jadi...boleh aku melanjutkan makan malamku ?" tanya Aomine sambil mendekatkan wajahnya pada Kise yang memerah seperti kepiting rebus.
"Terserah-ssu," ucap Kise mengalihkan pandangannya dari Aomine.
Menyadari bahwa sudah mendapatkan izin, Aomine menggigit telinga sang 'copycat' dengan lembut. Ia melanjutkan dengan meninggalkan jejak kepemilikan pada dada,leher dan perut Kise. Membuat Kise tak bisa lagi menahan desahan nikmatnya.
"Nggh...Ahh...Nn, Aominecchi," Tak mau kalah, Kise menarik kepala Aomine,menaikan sedikit kepalanya dan mencium Aomine dengan rakus. Well, ternyata keduanya memang lapar.
"Mmm,Ah.." Aomine memberi waktu Kise bernafas hanya lima detik. Ia melanjutkan kissing attacknya kembali. Dan kali ini ia yang akan memimpin. Ya, dia yang menjadi seme di sini XD.
Aomine menggigit bibir bawah Kise, memaksanya untuk membuka mulut. Dengan leluasa, bibir Aomine mengakses bagian dalam Kise. Memberikan hisapan dan menggelitik rongga mulut Kise.
"Mmhh..Hhh," Kise kembali mengatur nafasnya, menatap Aomine yang saat ini menatap Kise dengan intens. Harus diakui, Kise pun menikmati setiap sentuhan dari Aomine.
"Kise, aku ingin menyantap hidangan utamanya..." ujar Aomine sambil menyentuh bagian bawah Kise yang sudah 'mengeras'.
"Akhhh, Aominecchi ! Jangan menyentuhnya dengan,,Nghhh," terpaksa Aomine harus menutup mulut Kise yang berisik karena terlalu banyak memprotes dengan sebuah ciuman panas.
"Hhh..Kise, jangan berisik. Im preparing the main dish," bisik Aomine dengan intens. Membuat Kise kembali bergetar hanya karena suara Aomine.
"Ta-tapi...Ugh.." Tubuh Kise bergetar karena jari-jari Aomine yang kali ini memasuki 'lubang'nya tanpa ijin. Membuat Kise tak bisa banyak memprotes.
"Rileks saja, Kise," ujar Aomine masihh berusaha mencari sweet spot agar membuat sang pirang rileks. Tak lupa ia mengirimkan beberapa gigitan lembut di bagian perut dan dada, meninggalkan jejak kepemilikannya.
"Ukh..Lakukan dengan lembut, Aominecchi," pinta Kise.
" Tentu saja, Kise," Aomine membalasnya dengan memberikan ciuman yang membuat otak Kise berhenti bekerja selama beberapa detik. Pada detik selanjutnya Aomine sudah melakukan tugasnya mempersiapkan Kise agar telihat semakin lezat.
xxxxxxXXXXXXXXXXXXxxxxxxx
Hahaha, masih nanggung juga ya ? Haha..apa boleh buat, sebelum sempat melanjutkan, idenya sudah lari dari otak XDD #author ga tanggung jawab.
Review ya ?
Next chapter ada usul mau bikin pair apa ?(tapi sebelumnya maaf, aku ga bisa bikin AoKaga ya ~)
