a/n : sebenarnya cerita ini lebih menjuru(?) ke sudut pandangnya Rin ke kedua sahabatnya meskipun ini kisah cintanya Luka. Namun, akan kuusahan untuk membuat POV nya Luka.

-Kagamine Rin POV-

"tsk,mengganggu"

"Miku?", aku mendengar dia mengatakan sesuatu. "ah, tidak. Aku hanya mau bilang selamat", "oh"responku mendengar penjelasannya. 'tapi, kenapa dia berbohong?', pikirku, jelas aku mendengar yang ia ucapkan, mengganggu. Tapi,dia menyangkal. Ah, terserah lah, aku tidak mau ambil pusing.

"Yosh! Akhirnya aku punya pacar sebelum aku SMA! Haha"tawa Luka, aku sebenarnya merasa dia memang aneh karena pilihannya sering berbeda dengan kebanyakan gadis pada umumnya, jujur saja, aku tidak mungkin jatuh cinta dengan orang kutu buku seperti Kaito, tapi, Luka memandangnya dengan sudut pandang yang tidak kumengerti.

"hei, Luka, jadi nih kita ke rumahmu?", tanya Miku, "Yap! Tentu saja"jawab Luka antusias, lantas aku melirik arloji ditangan kananku, "maaf, sepertinya aku tidak bisa ikut ke rumahmu, Luka"ujarku. Keduanya terlihat cukup frustasi mendengarnya, "ehh?! Kok begitu sih,Rin?! Bagaimana dengan tugas menggambar kami? Kau tahu sendiri kan, kami berdua sangat tidak pandai menggambar?",rasanya otakku terguncang saat Miku dan Luka menggoyangkan pundakku dengan cepat. "Oi,oi, berhenti!"pintaku saat rasanya sudah mulai mual, dan keduanya segera melepaskan cengkraman di pundakku. "fiuh.. tapi, aku lupa kalau hari ini aku harus ikut bimbel, sebentar lagi kita akan ujian masuk SMA,lho"ucapku, "hah, mau diapalagi",ucap Miku pasrah, "tapi kenapa?! Kamu kan lebih pintar dariku! Selalu juara 1 dikelas!",kali ini Luka yang merengek dan mengeluarkan jurus puppy eyes andalannya. "hah, meskipun kau mengatakan aku sangat pintar atau apa, aku harus selalu belajar tahu!"ujarku sambil mencubit hidungnya. "uhh, okeh, ampun Rin, lepaskan", aku pun segera melepaskan cubitan pada hidungnya.

"kalau begitu aku duluan"ujarku, mereka mengangguk lemah, lalu aku berjalan dengan arah yang berbeda dari keduanya, menuju stasiun A. Setelah merasa cukup jauh dari mereka, aku mengeluarkan ponselku dan mengambil headphone putihku, memakainya, lalu menyetel sebuah lagu. Kali ini lagu yang kuputar adalah Electrick Angel, kupikir lagu ini cukup sesuai dengan Luka dan Kaito, tapi entahlah. Drrt, tiba-tiba aku merasakan getaran dari ponselku, ini pesan. Saat kubuka, itu dari Luka, Kalau sudah selesai bimbel, jangan lupa istirahat yang cukup. Sahabatku yang satu ini benar-benar sangat memperdulikanku. Sejenak aku memandangi langit siang yang cukup terik, menyipitkan mataku agar sang mentari tidak menyakitinya, terlintas Jika, Luka menikah, entah siapa lagi yang akan memperdulikanku?, jujur saja itu pemikiran yang konyol! Hahaha, kami masih SMP,tahu!. Lalu, aku memikirkan ucapan Miku tadi pagi, dia kesal? Miku adalah orang yang lebih dekat dengan Luka daripada aku, mungkin saja ia kesal karena Luka terlalu fokus ke Kaito dan agak mengabaikan kami? Tapi, kurasa tidak. Atau mungkin itu,yah? Kupikir aku akan memikirkannya baik-baik sepulang bimbel, lalu..

"aku tidak suka orang yang menjilat kembali perkataannya"ujarku entah pada siapa.

Note : maaf kependekan, sengaja nih*plak*. Saya harap tidak begitu mengecewakan.