Chapter 2: Siapakah Mereka?
.
Keesokan hari, seorang ANBU dengan bonyok tampak berjalan tertatih- tatih di sebuah hutan lebat yang cukup jauh dari Konoha. Rerimbunan daun dan segarnya angin pagi menenangkan hatinya yang sedang bergejolak. Namun, itu semua terhenti ketika ia melihat sesosok hantu yang tampak gosong di kejauhan sana menuju padanya.
"Je-jelang….JELANGKUNG!" ANBU itu berteriak panik. Setelah mendengar teriakan si ANBU, jelangkung itu malah berlari tak tentu arah.
"HUWAAA! MANA JELANGKUNGNYAAAA!"
"SETANNNN!"
"Brugh!" naas menimpa sang ANBU pinky itu. Jelangkung tadi menimpa sosok ANBU dibawahnya dengan pose WOW.
Dan detik berikutnya, kita bisa mendengar teriakan dashyat si ANBU malang.
"AAAA! JANGAN RAPE GUAAAA!" teriak ANBU ngaco. Namun, sosok jelangkung itu mengenali suara teriakan dibawahnya.
"Hoi! Ini gua men!" ujar si jelangkung itu sambil menjitak kepala ANBU pinky itu.
"O-oh…hehehe…lu rupanya…." ANBU itu nyengir- nyengir. Keduanya pun bangun dan menepuk-nepuk baju(baca: kostum) mereka yang kotor.
"Eh, gimana bro? Kemaren gua sial banget….gua dihajar ama istri lu trus nyungsep ke gerobak sampah men! Hancur dah guaaa!" dan terbukalah topeng ANBU power ranger itu yang menutupi mukanya. Jeder! Itu Fugaku ternyata! Catat! Fugaku! "Gua kan cuma mau buat kejutan….hiks…"
"Lu masih mending men…" ia membuka kostum jelangkung yang nutupin wajahnya. "Gua dibakar pake amaterasu trus kecebur di got! Huhuhu…kalau Naruto ama Kushina tau, habis dan ane…."
"Iya, nasib kita sama malangnya ya men…."
Dan mereka berpelukan bak. Tele(r)tubbies.
"HUWAAA!" dan juga menangis bersama.
.
The End! –bruakk!-
*gak lah yaw*
.
"Oke oke, bagaimana kalau kita bikin rencana lain aja? Ya…sekalian bales dendam hehehehe," usul Minato dengan wajah berseri- seri.
"Boleh juga men. Tapi gimana bro?" Tanya Fugaku sambil mengusap- usap pergelangan tangannya dengan air bersih. Rupanya mereka sedang mandi di sungai! Yuk kita intip-plakk!-dihajar KushiMiko-
"Ah! Gini aja!" Minato menghampiri Fugaku. Dan terjadilah 'bisikan setan'(?) err…maksudnya 'bisikan rahasia'.
"Hohohoh….boleh juga bro! Tos!" Fugaku maen tos-tos-an sama Minato.
"Sip! Eh, katanya Jiraiya-sensei, di air yang deket batang tenggelem itu ada buaya nya lho…"
"HA!? Sumpah lu! Huwaaa!" Fugaku ngacir dari sana dan segera ke daratan. Minato terkikik geli. Rupanya si Fugaku bisa OOC juga. Ckckckck…
.
Malam pun tiba….
Bulan purnama bersinar di atas langit. Lolongan serigala dan angin dingin yang berhembus membuat siapapun bergidik—yah setidaknya tidak untuk kedua mahluk ini. Kali ini, mereka menjalani misi yang sama seperti kemarin, tetapi sedikit berbeda dengan tujuan dan juga err….kostum?
"Man! Lu ke distrik sana. Entar kalo berhasil, kita ngumpul disini ok?" ujar si kostum lolita warna merah dengan rambut pirangnya yang direbonding-?- sehingga menambah kesan Wahhh…!
"Ok bro!" si kostum maid berwarna hitam-putih, tak lupa dengan rambut hitamnya yang diberi bando berwarna senada dengan pakaiannya dan juga wajahnya yang di make over habis- habisan segera menuju ke tempat yang dituju si Lolita itu. Katanya sih biar nggak ada yang nyurigain. Dan mereka beraksi lagi….
.
.
"Huweee! Kaa-chan! Mana cucu Na-nalu…!" bayi Naruto tampak merengek- rengek di ranjang bayi nya.
"Sabar Naru. Kaa-chan lagi bikinin!" sahut Kushina dari arah dapur. Namun, Naruto kecil tak menggubrisnya. Ia makin meraung(?) coret merengek dengan suara yang makin menjadi- jadi.
Kesal, Kushina membentaknya dengan halus. "Naru-sayang. Sabar dulu ya…Kaa-san lagi buatin,"
Perlahan, suara tangisan itu makin mereda…dan mereda….dan akhirnya menghilang begitu saja. Kushina tersenyum lega. Tak lama kemudian, susu pun jadi.
"Naru ini susu-AHHHH!" teriak Kushina histeris ketika melihat Naruto kecilnya sudah tak berada di ranjang bayinya. Ia hamper saja menjatuhkan botol susu itu dan ia menoleh menyadari ada yang aneh di rumahnya.
Gotcha! Jendela rumahnya terbuka lebar! Ia meletakan botol susu di sebuah meja kecil dan menghapiri jendela itu. Matanya melebar ketika ia melihat sebuah bando kain berenda berwarna hitam-putih itu di daun jendela.
"!" ia tahu betul milik siapa bando ini. Ia sangat tahu! Dengan langkah cepat, ia segera meninggalkan rumahnya, tak lupa dikunci dahulu.
.
.
"Zzzz…." Di sebuah kamar, tampak keduanya sedang tertidur pulas. Sasuke dan Itachi, kedua anak kecil itu tertidur sambil memeluk bayi Sasuke. Jika dilihat, indah sekali adegan ini.
"Tap tap…" dengan langkah pelan dan hati- hati, orang berkostum itu mengeluarkan sebuah suntikan bius dan…Slep! 'Korban' pertama berhasil dijatuhkan. Dengan hati- hati, ia mengangkat Itachi yang habis dibius itu ke pundaknya dan juga menggendong bayi Sasuke.
Namun, nasib berkata lain. Apakah yang terjadi saudara- saudara? Temukan chapter berikutnya. Bye bye!
