Chu Me! Chapter 2

START!


Baekhyun berjalan melewati koridor kelasnya dengan wajah ditekuk. Ia tidak peduli saat berkali-kali bahunya menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannnya. Kedua alisnya bertaut tajam dengan wajah yang terlihat sangat masam. Seberapa keras Baekhyun mencoba memasang ekspresi kesal tapi yang orang lain tangkap itu malah terlihat imut. Hell. Orang tampan begini dibilang imut?

"Ýa Baekhyun-ah!"

Baekhyun menoleh ke belakang, namun setelah itu ia kembali berbalik dan melanjutkan jalannya karena ia sadar jika yang memanggilnya itu Si – Menyebalkan - Luhan. Sayangnya Luhan itu teman yang paling mengenal dirinya.

"Yak Byun Baekhyun awas saja jika kau tak berhenti disitu!"

Luhan berlari menyusul Baekhyun yang jalannya terlihat terburu-buru. Setelah langkahnya sejajar dengan Baekhyun, ia menarik lengan Baekhyun hingga tubuhnya menghadap Luhan.

"APA?"

Luhan menutup telinga kirinya. "Kau marah padaku, Baek?"

Baekhyun melengos sambil melipat tangannya di depan dada, "pikir sendiri!"

"Yak Baekhyun-ah, kenapa seperti itu saja kau sudah marah? Ayolah… kau kan juga dapat keuntungan bisa berpacaran dengan Park Chanyeol yang tampan, kaya, baik – "

Mendengar perkataan Luhan, Baekhyun melebarkan kedua matanya dan segera menyela, "Apa kau bilang? Berpacaran dengannya itu bukan anugerah, tapi musibah kalau kau tahu! Awas! Minggir! Orang kece mau lewat!'

Setelah Baekhyun pergi dengan menghentakkan kakinya, Luhan mendengus, " Kenapa dia jadi sensitif sekali sih? Apa dia sudah ditiduri Park Chanyeol ya?"


Chanyeol pikir Baekhyun akan mendatangi kelasnya untuk meminta kembali ponselnya yang Chanyeol ambil. Mengingat betapa agresifnya Baekhyun saat merebut kembali ponselnya yang Chanyeol curi itu.

Saat melirik ponsel Baekhyun yang berada di atas mejanya, otak jahilnya jadi aktif kembali. Bagaimana jika di dalam ponsel Baekhyun ada sesuatu yang berusaha Baekhyun tutupi. Pasti akan menjadi senjata ampuh untuk acara ancam-mengancam dengan Baekhyun.

Chanyeol membuka folder foto yang diberi nama 'Handsome baekkie ;*'

"Cih, melihat nama foldernya saja aku sudah geli… "

Chanyeol membuka satu persatu folder yang berisi foto-foto – abstrak – Baekhyun dengan tawa yang tidak ada hentinya.


"Baekhyun sayang, ada temanmu di lantai bawah…"

Baekhyun mengalihkan pandangannya dari PSP yang sedang digenggamnya. Ia mengernyit, siapa? Pasti Luhan. Hah ia merasa malas untuk turun ke bawah hanya untuk menemui Luhan. Jadi ia memutuskan untuk melanjutkan permainannya setelah menyahut ibunya dengan hanya bergumam.

Setelah beberapa menit berlalu, karena tak kunjung mendapat respon yang berarti dari anaknya, Ibu Baekhyun kembali mengetuk pintu kamar Baekhyun. "Kau di dalam kan, sayang? Kasihan temanmu itu jika kau lama seperti ini."

Baekhyun merespon dengan setengah berteriak, "Bilang saja kalau aku sudah tidur, Bu."

"Dia bilang dia ingin belajar bersamamu, cepat turun!"

"Luhan mengajakku belajar? Mustahil!' Batin Baekhyun. Ia jadi sibuk mengira-ngira siapa yang malam-malam begini mengajaknya belajar.

"Memangnya siapa yang mengajakku belajar, Bu?"

"Dia baru pertama kali kesini. Anaknya tinggi, Pan- Panyol atau siapa itu lah… Cepat turun!" (Huh, dasar! Ibu dengan anak sama saja)

Mata Baekhyun membulat, lalu ia beranjak dari duduknya, membuka pintu kamarnya. Lalu berlari menuruni tangga, ia melihat seseorang berdiri membelakanginya, hanya dengan melihat punggung lebar seksinya, Baekhyun sudah sangat tahu bahwa itu Chanyeol. Hei, apa barusan Baekhyun mengatakan bahwa punggung Chanyeol seksi? Hell!

"Chanyeol?"

Chanyeol membalikkan badannya lalu tersenyum lebar sambil melambai, "Hai!"

Baekhyun melongo, "Kenapa kau bisa berada disini?"

Dengan santai Chanyeol berjalan menuju sofa terdekat dan menyilangkan kakinya, ia sedikit menahan tawanya melihat Baekhyun yang mengenakan piyama bergambar pokemon, "Memangnya salah, jika aku berkunjung ke rumah kekasih – ?"

Mata Baekhyun membulat lalu berlari mendekati Chanyeol lalu menyumpal bibir Chanyeol dengan telapak tangannya, "Awas saja kau sampai kau berani berbicara macam-macam!"

Chanyeol mengerutkan kedua alisnya, "Hmmm hnggg hmng hmng."

"Kamu ngomong apa sih, Yeol?"

"Aaaaaaaaaaaakkk," Baekhyun berteriak lalu meniup jari tengahnya yang jadi korban gigitan Chanyeol. Chanyeol hanya memasang wajah malas. "Kamu itu bodoh atau apa, kalau kau menutupi bibirku, bagaimana aku bisa berbicara?"

Kemudian Chanyeol menyeringai, "Kalau kau membungkam bibirku dengan bibirmu sih, aku mau-mau saja."

Baekhyun meraih bantal yang berada di atas sofa lalu melemparkannya ke wajah Chanyeol dengan sekuat tenaga, "Oh, Wajah tampankuuu!"

Baekhyun tertawa dengan keras, "Rasakan itu! Jangan-jangan kamu punya sindrom narsistic ya? "

Beberapa lama Chanyeol menunggu Baekhyun berhenti tertawa, tapi malah dia sama sekali tidak berhenti. Membuat Chanyeol bosan saja.

"Yak yak Park Benjol apa yang kau lakukan?!

Baekhyun berteriak saat Chanyeol terus memajukan wajahnya ke arah Baekhyun. Hell! Bagaimana jika ibunya tah –

"Ternyata Baekhyun Puny – Oh oh ya Tuhan ..."

Chanyeol menjauhkan tubuhnya dari tubuh Baekhyun saat ia mendengar suara ibu Baekhyun yang mengagetkannya. Lalu tersenyum (sok) manis.

"Oh maafkan ibu mengganggu kalian.. silahkan lanjutkan kegiatan kalian ya sayang,"

"Ibu!"

Hahahahahahaha, Chanyeol tertawa dalam hati.


"Baek, ayo kita bercinta!" ujar Chanyeol saat duduk di kursi belajar sebelah ranjang Baekhyun. Setelah adegan memalukan yang terjadi di ruang tamu yang sialnya dilihat oleh ibu Baekhyun, mereka pamit ke kamar untuk belajar bersama, sebenarnya itu hanya alibi Chanyeol yang ingin menggoda Baekhyun, sih.

"WHAT?!"

Chanyeol sama sekali tidak menghiraukan ekspresi kaget di wajah Baekhyun, "Aku ingin berada di atasmu."

Baekhyun tergagap, "A-apa? Di atas? Ma- maksumu aku di bawah?"

"Memangnya kamu yang mau menunggangiku? Jangan harap!" jawab Chanyeol setelah terkekeh geli.

"Memangnya aku mau apa berada di bawahmu? Tentu saja aku di atas!"

"Aku!"

"Aku!"

"Aku!"

"Ya sudah kalau begitu, kita miring saja!"

Chanyeol mengernyitkan dahinya, "miring?"

"Iya miring," jawab Baekhyun sambil mengangguk beberapa kali. "Daripada kita berebut posisi siapa yang di atas dan siapa yang di bawah, lebih baik kita miring saja. Adil kan?"

Chanyeol tergelak, membuat Baekhyun sadar akan ucapan bodohnya.

"Aish, lupakan yang kukatakan!" ucap Baekhyun gugup. Ia meraih buku yang berada di meja samping ranjangnya lalu membukanya asal.

"Baek, aku ingin menciummu,"

"Baekhyun, kau dengar tidak? Aku ingin mencium bibirmu yang seksi itu." Baekhyun mendengus, mengalihkan perhatiannya dari buku yang ia pegang. Sebenarnya Baekhyun tidak benar-benar membaca buku, pemirsa. Dia hanya salah tingkah karena sejak masuk ke kamarnya, Chanyeol hanya diam tak bergeming dan menatap Baekhyun dengan intens.

"Diam atau keluar saja dari sini dan segera pulang!" ucap Baekhyun dengan sedikit geraman di ujung kalimatnya. Ia kembali menoleh pada buku yang sebelumnya ia lihat.

Mendengar penolakan Baekhyun, Chanyeol malah kian gencar saja menggoda pemuda mungil itu. Ia menggeser kursinya lebih dekat dengan ranjang dimana Baekhyun duduk bersandar pada kepala ranjang, membuat mata Baekhyun kian membesar.

"MENJAUH!" Baekhyun setengah berteriak tapi Chanyeol malah kian mendekatinya saja.

Chanyeol tersenyum, "ya sudah, aku ingin memelukmu saja, ya?" pintanya dengan penuh harap. Tapi dengan tegas Baekhyun menggelengkan kepalanya.

"No no no! Menjauh atau kau mau aku menendang bokong seksimu itu?" Ucap Baekhyun dengan wajah yang diseram-seramkan tetapi malah menambah kadar imut dalam dirinya. Chanyeol menaik turunkan alisnya, "Apa kau baru saja bilang kalau bokongku seksi, sayangku?"

Mata Baekhyun berkilah ke kanan dan ke kiri, ia tergagap, "Ti-tidak, makannya bersihkan telinga secara rutin, jadi tidak kena masalah pendengaran."

Chanyeol kian berulah, "Apa kau sedang mencemaskan keadaanku sekarang, Honey?"

"Yak siapa bilang aku begitu!" kilah Baekhyun dengan cepat. "Jangan berpikir macam-macam, sudah sana menjauhlah!"

Bukannya Chanyeol menjauh seperti yang Baekhyun pinta, ia kini malah bangkit dari kursinya, beralih duduk di sebelah Baekhyun, menghadap si manis yang tengah memasang wajah gugupnya. "Benar tidak mau kucium?"

Baekhyun menggeleng tapi tatapannya terus menuju pada bibir Chanyeol, "Sebenarnya kamu juga berpikir kalau bibirku ini seksi, kan?"

Tanpa sadar Baekhyun mengangguk dua kali, membuat Chanyeol tersenyum. Segera saat Baekhyun menyadari tindakannya, ia berkilah lagi, "Eh tidak kok! Tidak! Siapa yang bilang begitu?!"

Telapak tangan kanan Chanyeol menapak di pipi Baekhyun, ia tersenyum lembut saat Baekhyun memejamkan matanya.

"Kau benar-benar ingin kucium ya, manis?"

Kelopak mata Baekhyun segera terbuka, ia berniat mengimidasi Chanyeol dengan tatapan tajam, tapi setelah ia dapati wajah Chanyeol yang terlampau dekat dengannya, nafasnya tercekat. Ia merasa darahnya berkumpul di wajahnya, membuatnya merasa panas dan sesak. Ia merasakan hembusan nafas Chanyeol yang menggelitik bibirnya. Baekhyun menelan ludahnya gugup.

Chanyeol mengecup bibir Baekhyun sekali, sekali tapi itu melebihi sepuluh detik. Ia melepaskan kecupannya kemudian menatap pada kedua mata Baekhyun yang juga menatapnya. Chanyeol menempatkan tangan kirinya di pundak Baekhyun, lalu kembali mengecup bibir tipis itu. Ia mengecupnya berkali-kali hingga suara decakan timbul memenuhi ruangan yang hening itu.

Diam-diam Baekhyun memejamkan matanya. Jemarinya meremas buku yang tengah ia pegang. Kecupan Chanyeol membuat jantungnya berdebar tiga kali lebih cepat, mendorong darahnya untuk berkumpul di kepalanya. Ia merasakan pening dan berat karena godaan Chanyeol.

Dengan tidak sabar Baekhyun meraih tengkuk Chanyeol lalu ia membuka sedikit bibirnya, menghisap bibir atas Chanyeol dengan lembut. Merasakan pergerakan Baekhyun, Chanyeol senang luar biasa. Dengan dengan senang hati akan ia ladeni ciuman bocah manis ini.


"Lain kali kau harus mengajaknya bercinta, Yeol! Aku jadi penasaran bagaimana rasanya berciuman dengan anak laki-laki," ujar Jongin saat ia dan tim basket sedang berada di ruang ganti.

"Ciumannya saja payah sekali, baru kugoda sedikit saja dia sudah tidak sabar," ucap Chanyeol diselingi tawa remehnya. Teman-temannya yang melihat ekspresi konyol Chanyeol pun ikut tertawa bersamanya.

"Serius Yeol, kau benar-benar ingin mengajaknya bercinta?" pertanyaan Sehun membuat Chanyeol mengernyit, lalu mengangguk tanpa ragu, "Kenapa memangnya?"

Sehun menggeleng, "tidak apa-apa. Lalu kau akan memutuskannya setelah menidurinya?"

"Iya, kamu kenapa sih? Jangan-jangan kamu menyukai Baekhyun?"

Sehun menepuk bahu Chanyeol beberapa kali, "Hanya menyarankan, takut kau akan menyesal di akhir cerita, Yeol. Kalau tidak benar-benar ingin mengencaninya, jangan tiduri dia."


Luhan memanggil nama Baekhyun saat ia melihat bocah manis itu sedang menuju ke arah kantin. Setelah mendapati Baekhyun menoleh padanya, Luhan berlari mendekat.

"Mau ke kantin?" tanya Luhan. Baekhyun mengangguk lalu menggandeng lengan Luhan, membuat Luhan mengernyit. "Wah, sudah tak marah lagi padaku, ya?"

Luhan nyengir, tapi Baekhyun tidak menanggapinya. Ia hanya menyeret Luhan menuju kantin, "Sudahlah, jangan banyak bicara. Aku sangat lapar."

Laki-laki yang digandeng Baekhyun mengangguk, lalu pasrah saja saat Baekhyun menariknya. Ia memulai pembicaraan, "oh ya Baekhyun-ah, soal kameraku –"

"Sudahlah Lu, aku tidak menginginkan kameramu lagi." Sela Baekhyun sebelum Luhan menyelesaikan ucapannya. Tentu saja Luhan kaget. Sejak kapan Baekhyun tak lagi terobsesi pada kameranya?

"Hey, kau masih marah padaku ya?" tanya Luhan sambil menahan nafasnya, melihat Baekhyun menggeleng, akhirnya ia bisa bernafas dengan lega sekarang.

"Atau kau ada masalah dengan Chanyeol?" Baekhyun menghentikan langkahnya, berbalik menatap Luhan dengan pandangan yang tak bersahabat.

"Tolong juga, jangan sebut namanya di hadapanku jika kau masih ingin berteman denganku, okay?"

Mendengar jawaban Baekhyun, Luhan kian bingung, "Apa kau diperkosa olehnya?"

Lagi-lagi Baekhyun menghentikan langkahnya di saat ia baru saja berjalan kembali, "Tidak. Dan kumohon sekali lagi, jangan bicarakan dia di hadapanku."

Melihat raut wajah Baekhyun yang tak bersahabat itu, Luhan hanya mengangguk. Takut kalau-kalau Baekhyun mengabaikannya lagi seperti kemarin.

Kelas baru saja berakhir, Baekhyun yang tengah membenahi buku-bukunya ke dalam tas tersentak karena bunyi dering di ponselnya. Seingatnya ia tak pernah mengganti bunyi tanda pesan masuk di ponselnya. Ah, pasti Chanyeol yang menggantinya kemarin. Ia meraih ponsel di sakunya lalu membaca pesan tersebut.

[Baek, bibirku rindu dengan bibirmu :*]

Baekhyun berdecih, ia menghiraukan pesan dari Chanyeol yang menurutnya sangat menjijikan itu. Tapi baru saja ia berniat ingin beranjak dari tempat duduknya, ponselnya kembali berbunyi.

[Kamu dimana? Pulang bersama ya?]

[Jangan pernah menghubungiku lagi, jangan mengajakku betemu, jangan mengajakku bicara.]

Setelah membalas pesan dari Chanyeol, ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas. Saat ia melewati persimpangan koridor kelas, ia melihat Chanyeol yang berjalan ke arahnya, dengan cepat Baekhyun berbalik dan berjalan dengan cepat. Namun seberapa cepat ia berjalan pun Chanyeol akan mengejarnya. Chanyeol menarik lengan Baekhyun lalu menariknya ke kamar mandi.

"Kamu berniat menghindariku, ya?" ucap Chanyeol sambil memerangkap tubuh Baekhyun dengan lengannya pada dinding. Ia terus saja menatap wajah Baekhyun yang dari tadi tidak mau membalas tatapannya.

"Baek?" Baekhyun menepis telapak tangan Chanyeol yang menyentuh dagunya. Dengan berani ia membalas tatapan Chanyeol, "Jangan sentuh aku."

"Kenapa?" dahi Chanyeol mengernyit, "Kamu kan pacarku?"

Baekhyun tertawa remeh, "Ya sudah, kita putus."

Dengan kuat Baekhyun berusaha mendorong tubuh Chanyeol yang memerangkapnya. Tapi gagal saat dengan kuat Chanyeol kembali meraih lengan Baekhyun lalu mencium bibirnya. Baekhyun memberontak, tapi sama sekali tak di indahkan oleh Chanyeol.

Akhirnya dengan segala keputus-asaan yang ia miliki, Baekhyun membuka satu persatu kancing seragamnya, ia medorong tubuh Chanyeol hingga pria itu terduduk di dinding westafel yang berada di belakangnya.

Tingkah Baekhyun membuat Chanyeol bertambah bingung. Ia bingung kenapa Baekhyun meminta putus dan sekarang ia malah membuka kancing seragamnya.

"Baek, kenap –"

"Tujuanmu memacariku hanya untuk ini, kan?" ujar Baekhyun masih dengan jari yang tengah membuka kancing seragamnya, ia melangkah perlahan mendekati Chanyeol.


T(endang) B(aekhyun) K(e) P(angkuan) C(hanyeol) /?

Aku mau minta maaf karena telat update, sebenarnya udah lama pengin update tapi ffn ga bisa kebuka. Ini aja pinjem laptop temen. Hehe xD

Makasih ya buat reviews, follows, dan favorites-nya. Aku seneng karena kalian mau menghargai karyaku. Love yaa...

See ya next chaap!