Naruto and Kushina Monogatari
Naruto Uzumaki, pahlawan perang yang terpanggil ke dunia pararel akibat kesalah dari wanita yang mirip seperti ibunya. harinya yang damai hancur karena dia harus menjadi servant dari Kushina Uzumaki yang berasal dari dunia parael itu. bagaimanakah cara dirinya mencari jalan untuk pulang ??, adakah caranya memutuskan ikatan itu...??. hanya takdir yang menentukan...
Pairing
Naruto U. x...
Genre
Adventure, Fantasy, Superpower
Rating
M
Chapter 2 : Kushina
Saat Naruto bangun, hal pertama yang ia lihat merupakan baju dalam Kushina yang berserakan.
Kushina masih tertidur di tempat tidurnya, mendengkur lembut. Wajah tidurnya membuatnya mirip seperti anak kecil.
Namun tetap saja, pagi ini merupakan pagi yang segar. Silau sinar matahari menyinari kamar. Sekarang kalau di pikir-pikir, Keadaan Naruto saat ini lebih mirip bekerja sebagai pembantu. Ya mau bagaimana lagi, mulai semalam dia sudah terikat dengan Kushina.
Setelah bangkit dari sofa, Yang paling pertama, dia menarik paksa selimut Kushina.
"A-Apa? Apa yang Terjadi!" Kushina mengatakan itu dengan mata yang masih tertutup.
"Ini sudah pagi, Ojousama!" ucap Naruto
"Huh? O-Oh... Tunggu, Siapa kau?!" Teriak Kushina dengan suara tak enak didengar. Ekspresinya menyatakan ketidaksenangan ditambah dengan menggerutu.
"Ini aku bodoh, Naruto" Naruto membalas Ucapan Kushina
"Oh..aku ingat...tapi bisa kah kau sopan dengan ku sedikit" Kushina bangun dan menguap.
"Kau yang meneriaki ku duluan" ujar Naruto membalas tidak senang.
"Ughh"
"Ada apa ??" tanya Naruto melihat Kushina memegangi kepalanya..
"Kepala ku pusing" ujar Kushina..
"Huftt...itu karena efek jutsu ku semalam" ujar Naruto.
"Apa maksud mu ??" tanya Kushina.
"Kau pingsan setelah menggunakan itu, apa kau tidak ingat ?" tanya Naruto.
"..." Kushina menggelengkan kepalanya, tanda ia tidak ingat.
"Ah..sudahlah, lebih baik kau mandi" ucap Naruto.
Saat mereka meninggalkan kamar setelah Kushina selesai mandi, Ia melihat tiga pintu yang identik di dinding. Salah satunya terbuka dan muncullah sosok perempuan dengan warna rambut hitam pekat.
Nampaknya ia lebih tinggi dari Kushina dan hampir sama tingginya dengan Naruto. Dia memiliki aura menggoda yang sangat kuat. Wajahnya juga menarik, serta juga memiliki tubuh yang menawan hati. Payudaranya seperti melon. Dua kancing paling atas dari blousenya tidak terpasang, membuang sebuah pemandang belah dada yang hebat dan pastinya menarik pandangan mata. Kulitnya juga bagus, membuatnya memiliki kecantikan yang sehat dan natural.
*
*
Saat ia melihat Kushina, wanita itu memanggilnya dengan keras.
"Pagi Kushina!"
Kushina hanya menjawabnya dengan ketus.
"Pagi… Mikoto."
"Itu…Servant mu?" Tanya Mikoto dengan nada menyindir, menunjuk Naruto.
"Iya."
"Hahahah! Jadi itu memang manusia! Hebat!"
'Dia Kaa-san nya si Teme, kan' batin Naruto
"Sepertinya kau memang memanggil orang biasa saat Pemanggilan Servant. Apa lagi yang bisa kita harapkan dari kushina Si Habanero ?"
Pipi Kushina yang putih memerah.
"Diam."
"Aku memanggil Servant juga kemarin, Tidak seperti orang lain, aku berhasil dari percobaan pertama."
"Ya"
"Dan kalau memang ingin punya Servant, harus sehebat ini. Sasuke!"
Mikoto memanggil Servantnya dengan bangga.
Servant Mikoto muncul dengan sangat elite, Servant yang disebutkan sebagai Sasuke berwujud Samurai kuat yang tampan.
Naruto sedikit terkejut dengan hal itu, dan akhirnya ia tersenyum kecil
"Samurai ??" tanya Kushina.
"Ohoho! Jangan bilang kalau kau belum pernah melihat Servant Samurai?"
"Aku tidak perlu itu..kau tau walau pun servant ku seorang Manusia, tapi dia sang-"
Belum selesai berbicara, Naruto langsung membekap mulut Kushina.
"Maaf..dia terlalu banyak berbicara.. He.. Hehe" ucap Naruto.
Mikoto sedikit bingung, ia meletakkan tangannya di dagunya dan menaikkan kepalanya dengan sangat menyebalkan.
"Ya... Aku tau dia sedikit trauma karena tidak mendapatkan Servant yang berguna" ucap Mikoto.
"Ya...kau memiliki Servant yang bagus," kata Naruto, ia masih membekap Kushina.
Kushina yang merontah dari bekapan Naruto langsung masuk ke pembicaraan mereka.
"Memang apa bagusnya Samurai itu" ucap Kushina ketus
"Tentu saja! Dia sangat cocok dengan affinitasku!"
"Affinitasmu ?"
"Ya. Lagi pula, aku kan Mikoto Uchiha, bangsawan pengguna pedang terkuat" ujar Mikoto dengan bangga.
"Cih.." Kushina benci dengan hal itu
Mikoto hanya tersenyum tenang. Lalu, ia melihat Naduto.
"Dan siapa namamu?"
"Naruto Uzumaki"
"Naruto Uzumaki??. Ahahhaa.. Bahkan kau mengizinkan nama belakang bagsawan mu digunakan oleh Servant mu ini" ucap Mikoto lagi-lagi merendahkan mereka berdua.
"Hey!"
"Baiklah, aku pergi dulu."
Ia mengibaskan rambut hitam pekatnya dan pergi. Samurai itu pun mengikutinya dan saat berpas-pasan dengan Naruto, Samurai yang bernama Sasuke itu tersenyum kecil. Naruto pun juga melakukan hal yang sama.
Setelah Mikoto yang pergi tak terlihat lagi, Kushina memegang tinjunya dengan geram.
"Ooh, perempuan itu membuatku naik darah! Dia pikir servantnya lebih hebat dari punya ku" ucap Kushina
"Tenanglah, dia kan hanya pamer." ucap Naruto
"Cih..jika saja kau tidak membekap ku, pasti akan ku buat wanita itu tidak bisa berkata apa-apa lagi" ucap Kushina
"Maaf...tapi aku belum ingin orang-orang mengetahui siapa aku" ucap Naruto
"Lain kali, jika ada orang yang menyelah mu, kau tidak boleh diam begitu saja" Jelas Kushina masih kesal..
"Baik, baik. Dari pada itu, dia memanggilmu 'Kushina Si Habanero', tapi Habanero untuk apa? Nama panggilanmu?"
"Tentu bukan! Namaku Kushina Uzumaki! Habanero hanya nama sanggahan."
"Tapi kenapa kau di-,.." Naruto menghentikan perkataannya. Sejenak ia tersenyum
"begitu ya..itu pasti karena rambut mu, kan" ucap Naruto
"Kau tak perlu tahu," Jawab Kushina dengan tidak enak.
"Rambut mu Indah" puji Naruto, wajah Kushina memerah. Ia menjadi salah tingkah
Tangan Kushina tanpa masalah melayang. Naruto langsung reflek menghindarinya.
"Kembali kau!"
"Jangan Pukul aku tahu!"
Aula Makan Akademi adalah yang terpanjang dan terletak di tengah bangunan. Di dalamnya terdapat tiga meja panjang yang sangat panjang yang menghubungkan orang yang makan di sana. Paling tidak ratusan orang bisa muat untuk makan di situ. Meja untuk Kushina dan murid tahun kedua adalah di tengah.
Tampaknya para murid di sini bisa di idntifikasi dengan warna pakaian mereka. Dilihat dari pintu masuk, Semua yang duduk di sebelah kiri tampak lebih tua dengan pakaian berwarna ungu, Tahun ketiga.
Murid yang duduk di paling kanan mengenakan pakaian berwarna coklat, Tahun pertama.
Setiap Penyihir di sekolah, murid, dan guru, berkumpul disini untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
Di tingkat atas, Naruto bisa melihat para guru sedang asik mengobrol. Semua meja dihias dengan sangat indah.
Lilin yang banyak, Banyak bunga, keranjang penuh dengan buah…
Naruto takjub akan keindahan di aula ruang makan. Kushina mengangkat kepalanya dengan bangga dan mulai menjelaskan. Matanya memiliki sorot kenakalan.
"Akademi Leviantan tidak hanya mengajarkan sihir."
"Hampir semua penyihir adalah bangsawan. Sang bangsawan mendapatkan kebangsawanan tersebut dengan cara menggunakan sihir merupakan sebuah fondasi utama dari semua pelajaran yang kami terima sebagai bangsawan. Lalu, aula ruang makan kami pun harus sesuai dengan status bangsawan kami."
"Begitu ya.." ucap Naruto sambil menarik kursi untuk Kushina.
"Terima Kasih" ucap Kushina
Naruto pun berdiri dibelakang Kushina. Ia bertingkah layaknya sang bodyguard Kushina.
Kushina melirik kearah Naruto.
"Kenapa kau berdiri ??" tanya Kushina.
"Kau menjelaskan tempat ini untuk bangsawan, kan. Tidak sopan rasanya jika orang asing seperti ku duduk bersamaan dengan para bangsawan" jelas Naruto.
"Tapi, hal itu berbeda untuk mu. Lebih baik kau duduk disamping ku dan kita makan bersama" ajak Kushina.
"Tidak perlu.. Aku akan makan diluar saja" ucap Naruto.
"Baiklah" Kushina pun memasang wajah kecewanya pada Naruto
*
*
Kelas di Akademi sama dengan Kelas yang ada di universitas. Dan seperti yang lain, semuanya terbuat dari batu. Guru yang mengajar terletak di tingkat yang paling bawah dan lantainya bertingkat seperti tangga. Saat Naruto dan Kushina masuk, Semua murid langsung menatap mereka. Dan mereka pun tertawa terbahak-bahak.
Mikoto ada disana, sedang dikerubuti oleh para lelaki. Servant di kelas itu sangat beragam.
Servant Samurai Mikoto sedang bersender dengan mata terpejam. Ada juga murid yang memiliki burung hantu yang tidur di bahunya. Di jendela, seekor ular besar masuk ke dalam kelas. Seorang anak bersiul dan kepala ular tersebut menaikkan kepalanya. Ada juga yang punya elang dan kucing.
"Monster apa itu yang punya mata aneh?" tanya Naruto
"Seekor Bugbear." jawab Kushina.
"Yang seperti gurita itu?" tanya lagi Naruti
"Seekor Skua." jawab Kushina langsung duduk dibangku nya.
Sedangkan Naruto sendiri, ia lebih memilih duduk bersender didinding dari pada harus berdiri.
Pintu terbuka, Seorang guru pun masuk.
Ia adalah wanita seksi yang memakai jubah ungu yang berkembang dan memakai topi. Wajahnya juga menandakan ia seoang yang bersahabat.
'Anko-Sensei' batin Naruto.
Wanita tersebut melihat sekeliling dan bebicara dengan senyum yang hangat.
"Baik semua. Nampaknya Pemanggilan Servant di musim semi berjalan dengan sukses. Aku, Anko Mitarashi, selalu terhibur akan Servant baru yang muncul di tiap musim semi."
Anko melirik ke arah Kushina dan Naruto.
"Hmm… kau memanggil Servant yang agak aneh, nona Kushina," ucapnya saat ia melihat Naruto. Komentar itu sebenarnya tanpa maksud apapun, namun seluruh kelas tertawa terbahak-bahak.
"Kushina si Habanero! Jangan mengambil orang biasa dari jalan secara tiba-tiba hanya karena kau tak bisa memanggil apapun!"
Rambut Kushina yang panjang terkibas saat ia berdiri. Ia meninggikan suaranya yang manis karena marah.
"Tidak! Aku melakukan semuanya sesuai dengan perintah! Yang muncul memang dia!, dan aku tidak menyesali itu"
"Jangan bohong! Aku bertaruh kau tak bisa menggunakan sihir 'pemanggil servant' secara benar, kan?"
Semuanya tertawa kecil.
"Cih..kau tidak tau apa pun" ucap Kushina
Kushina memukul mejanya dengan tinjunya tanda protes.
"Nona Kushina, tuan Minato. Tolong hentikan argument yang tidak berguna ini."
Kushina tampaknya sangat kesal. Semua usaha perlawanan yang ia tunjukkan tadi langsung menghilang.
Anko melihat sekeliling dengan ekspresi yang keras.
"Mari kita mulai pelajarannya."
Anko menggerakkan tangannya. Beberapa batu kecil muncul di atas mejanya.
"Element ku dalah tanah. Tahun ini, aku akan mengajarkan kalian semua tentang sihir dari elemen tanah. Kau tahu empat element utama, Tuan Minato?"
"Ya, Anko-Sensei. Mereka adalah Api, Air, tanah dan Angin."
Anko mangangguk.
"Dan juga tambahan dengan element yang hilang 'petir', mereka merupakan lima element. Setelah semuanya tahu, dari lima element tersebut, tanah merupakan element dengan peran terpenting. Bukan karena afinitasku adalah tanah dan juga bukan karena dari referensi sendiri."
"Sihir tanah sangat penting untuk pembentukan segala sesuatu. Jika bukan karena sihir tanah, kita takkan bisa membuat dan membentuk bahan-bahan yang berguna. Mendirikan bangunan dari batu dan juga memetik hasil bumi juga akan membutuhkan banyak tenaga. Karena itulah, sihir tanah diperlukan dalam kehidupan kita."
"Baik, semua, tolong ingat sihir dasar tanah yang bernama 'transmutasi'. Mungkin beberapa sudah mempelajarinya di tahun pertama, jadi mari kita mengulang sebentar."
Anko memalingkan wajahnya kepada batu kecil tersebut. Lalu ia membacakan mantra sihir, dan perlahan batu kecil tersebut mulai bersinar.
Saat cahaya itu redup, batu tersebut telah berubah menjadi unsur yang bersinar.
"Wow.. Emas" ucap Naruto kagum
"Menakjubkan bukan." ucap Kushina pada Naruto..
"huh?"
"Para penyihir yang bisa menggabungkan dua sihir tadi disebut penyihir garis. Anko-Sensei, dapat mengabungkan tanah-tanah-api, sehingga disebut penyihir segitiga." jelas Kushina.
"Kekkei genkai , kah" ucap Naruto
"Kekkei Genkai??, apa itu?? " tanya Kushina.
"Didunia kami, shinobi yang bisa menguasai lebih dari satu elemen dapat menciptakan element baru dengan menggabungkan beberapa element menjadi satu, itu yang disebut Kekkei Genkai." jelas Naruto.
"Wow... Itu sama dengan kami para penyihir" ucap Kushina.
Anko mengetahui mereka sedang berbicara.
"Nona Kushina"
"Y-Ya?"
"Tolong jangan berbicara di jam pelajaran."
"Maaf…"
"Karena kau punya waktu untuk berbicara, mungkin aku bisa memintamu untuk mendemonstrasikannya untuk ku?"
"eh? Aku?" ucap Kushina kaget
"Ya. Coba ubah batu-batu kecil ini menjadi unsur yang kau suka."
Kushina tidak berdiri. Dia masih tetap duduk dengan raut muka serba salah.
"Tenang saja, aku akan memberi tahu mu satu jutsu element tanah ku.." bisik Naruto..
"Nona Kushina, Ada masalah?"
Anko memanggilnya lagi, namun Mikoto mengangkat tangannya untuk bicara. Suaranya terdengar seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"um…"
"Ya?"
"Aku rasa lebih baik jika kau tidak membiarkannya melakukannya…"
"Mengapa?"
"Itu sangat berbahaya," Jawab Mikoto cepat. Semua murid mengangguk setuju.
"Berbahaya? Kok bisa?"
"Ini kali pertama kau mengajar Kushina, kan?"
"Ya, tapi aku dengar ia pekerja keras. Nah, Nona Kushina. Jangan takut. Coba saja. Takkan terjadi apapun walaupun kau melakukan kesalahan."
"Jangan Kushina!" teriak Mikoto. Wajahnya pucat.
Tapi dengan kepercayaan yang tinggi, Kushina berdiri.
"Aku akan melakukannya." Dengan ekspresi gugup, ia berjalan ke depan kelas dengan cepat.
Naruto tersenyum kecil melihat hal itu.
Anko berdiri di samping Kushina dan tersenyum.
"Nona Kushina, Kau harus memvisualisasikan metal yang ingin kau transmutasikan."
Kushina mengangguk dengan lucu. Ia mulai dengan mengingat apa yang dikatakan Naruto tadi.
Semua murid yang duduk tiba-tiba sembunyi di bawah kursi dengan alasan yang tidak jelas.
Sambil menutup matanya, Kushina dengan percaya diri mengatakan sesuatu.
Doton : Doryuheki
Blaarrr
Lalu, tiba-tiba dari bawah tanah muncul sebuah tembok besar dan tebal tepat didepannya.
Kushina takjub dengan hal itu, tidak hanya Kushina. Anko serta murid-murid yang lain juga terpukau.
"Menakjubkan" ucap Anko tersenyum.
"Aku tidak percaya ini.. " ucap Mikoto.
"Sejak kapan dia bisa melakukannya tanpa melakukan kesalahan" sambung Minato.
Naruto juga ikut senang saat orang yang mengejek Kushina sebelumnya terpukau kagum.
"Cih.. Kau memang menggelikan, Naruto" ucap Kurama.
"Apa kau baru saja bangun dari tidur mu itu" ucap Kurama.
"Aku juga ingin melihat wanita yang mirip Kushina itu" jawab Kurama.
"Hahaha.. Kau mengingat Kaa-san ku?? " tanya Naruto tertawa geli.
"Tentu saja bodoh, bagaimana bisa aku lupa dengan Jichuriki kedua ku" ucap Kurama.
Naruto tersenyum kecil. "Dia bukan Kaa-san ku. Hanya wujudnya saja yang mirip" ujar Naruto.
"Heehh.. Tapi kau tampak senang terikat kontrak dengannya" ucap Kurama.
"Tidak ada pilihan lain, kan" ujar Naruto.
"Kenapa kau tidak membunuhnya saja, dengan begitu kontrak akan terputus, kan" usul Kurama.
"Dasar !!, ternyata kau masih mempunyai sisi yang sadis juga ternyata" ucap Naruto.
"Aku hanya bercanda" ujar Kurama tertawa girang.
"Khee... Dasar Kurama" Naruto pun tertawa kecil sambil memandangi Kushina yang tampak sangat senang dengan hasil yang ia buat.
To be continue...
