Request pertama jadiiii! Huaaaaa! Akhirnya jadi juga yang Cinderela. Tapi belum pada Tanabata XD baru dapet idea. Tapi belum di tulis *plak*
Pertama, Maaf gag ngegunain pair SpaMano. Karena UKUS lebih cocok di gituin. Soalnya, *menurut gue) UK bisa jadi cewek yang baik ^^ daripada mereka bertiga *plak*
I DON'T OWN APH.
Ayo di mulaaaai!
Jaman dahulu kala, lahirlah seorang putri cantik. Tapi setelah anak itu lahir, ibunya meninggal Dunia. Kesedihanpun dimulai.
Di sebuah kerajaan. Ada keluarga di kerajaan itu sangatlah kaya. Saat inilah, keluarga ini di karuniai anak. Anehnya, saat melahirkan. Ada hujan, dan petir. Yang menyambar kemana-mana. Hari sangatlah gelap. Karena ini malam *ya iyalah!* tidak ada bintang dan bulan. Karena telah terjadi gerhana bulan total.
"Hueee... Hueee" terdengar suara tangisan seorang bayi dengan gajenya. Dia adalah England, cowok dari keluarga kaya raya.
"Selamat pak! Kalian berdua telah mendapat anak laki-laki!" kata suster.
"terimakasih suster!" kata ayah dari anak ini.
"Tapi pak, sepertinya anak ini ada kelainan. Dia yang seperti cewek. Mempunyai *pip* dan juga mempunyai *pip* seperti cowok. Dia bisa menikah dengan cowok maupun cewek. Sesuka hatinya," kata Suster.
"Wah! Hebat anakku!" teriak ayah dari anak ini.
"Oh ya, ibunya tadi meninggal. Jadi, dadaaaaa!" kata suster itu kabur.
"Noooo!"
Ayahnyapun memberi nama dia England. Setelah itu, Ayahnya menikah lagi. Dan dikaruniai 2 anak perempuan. Tidak lama kemudian, Ayahnya juga mengikuti Ibunya ke sisinya. Diapun menangis,
Terlihat peti mati dengan berisi seorang pria. Pria itu adalah ayah England. Dia terbaring lesuh di dalam perti tersebut. Seperti orang yang sudah mati. Coz, dia memang sudah mati kan? Kesedihan tidak saa sekali tampak di keluarga ini. Ada banyak kesenangan di kejadian ini *cerita ini mulai sangat ngaco*
"Yay! Dia mampus, dia mampus horeeee!" teriak England dengan gajenya.
"Sudah cukup. Siap-siaplah kamu jadi budakku, England!" teriak ibu tirinya.
"Iya tuh!" kata bayi-bayi anak dari ibu tirinya *plak*
"Hip-hip, huraaay!" teriak England.
Dua puluh tahun berlalu. Sekarang, England hidup dengan sengsaranya. Dia dijadikan babu oleh ibu dan kakak tirinya. Dan di panggil Cinderella.
Suara kesenanganpun di mulai. Sekarang, England di panggil Cinderella. Si cerobong emas. *?* Sejak saat itu, Cinderella selalu dibudaki oleh ibu dan kakak tirinya. Cinderella juga tidak lupa membalasnya. Dengan menyuruh ibu dan kakak-kakak tirinya untuk memijatinya *?*
"Englaannnddddd!" teriak ibu tirinya, ibu tirinya ternyata bernam British.
"Englaaaannndddd!" teriak Wales, kakak tirinya pertama.
"Englaaaaanddddd!" teriak Scotland, kakak tirinya kedua.
Kata-kata itulah yang di dengar oleh si Cerobong emas, Cinderella.
Mereka semua meminta England untuk memijatkan kakinya. Sungguh ironis sekali.
Saat Cinderella menyiram tanaman labunya. Kakak dan ibu tirinya memerintahkan banyak hal . Cinderellapun mulai di suruh menerus. Sampai-sampai England capek dan ikut-ikutan nyuruh orang tuanya yang sangat juahat! *plak* Karena jahatnya, Cinderella hanya di kasih Pizza setiap pagi, siang dan malam. Sedangkan orang tua dan kakak tirinya, hanya makan nasi dengan garam *sangat ngaco!*
"Ga maau!" teriak Cinderella.
"Harus mau!" jawab mereka.
"Kalian aja dech, yang mijitin aku!" kata Cinderella.
"Iya tuan atau nyonya..." kata ibu dan kakak tiri mereka.
Saat Cinderella sedang rajin-rajinnya mengepel lantai. Datang seorang panglima kerajaan. Yang ingin menceritakan undangan dari kerajaan. Semua orang di undang.
Cinderella saat ini lagi main game di ruang tamu. Sangat santai sekali. Tiba-tiba, ketukkan pintu terdengar. Cinderellapun membukakan pintu tersebut.
"Selamat pagi, tuan," kata seorang laki-laki. Yang sepertinya seorang panglima kerajaan.
"Aku bukan laki-laki bego! Gue nih perempuan yang ada kelainan!" oceh Cinderella.
"Baiklah, boleh ketemu ama orang tuamu?" tanya panglima.
"Boleh, bunuh aja mereka sekalian!" teriak Cinderella. Diapun ngebirit ke lantai atas. Memanggil orang tua dan kakak tirinya.
Mereka berempat dengan rukunnya turun kelantai bawah. Menemui sang Panglima dengan manisnya.
"Baiklah, kalian semua sudah datang. Mari kubacakan suratnya!" kata panglima.
Kepada warga-wargaku yang sangat kami cintai.
Kami berharap, datanglah ke pesta ulang tahun pangeran yang ke-21
Semua orang boleh ikut. Asalkan mereka adalah warga kerajaan.
Dari pangkat terendah hingga tertinggi.
Sampai termiskin hingga terkaya.
Di istana kerajaan, Malam ini. Diwajibkan menggunakan gaun. Berwarna apa saja.
Dan untuk wanita yang single, tidak terikat pernikahan.
Boleh memikat hati Pangeran. Karena Pangeran berstatus Single,
Pangeran, Alfred.
"Baik, sudah selesai!" kata Panglima, menutup surat tersebut.
"Benarkah?" tanya dua kakak tirinya Cinderella. Kepada orang tuanya.
"Iya!" jawab ibu tiri Cinderella.
Akhirnya, Sang Panglimapun pergi jauh dari rumah ini. Pergi untuk memberitahukan kepada lainya tentang undangan ini.
Para kakak dan ibu tirinyapun bergegas berdandan. Karena pesta akan diadakan beberapa jam lagi. Tapi tidak pada Cinderella. Dia tidak mempunyai sama sekali Gaun.
Semua benda di siapkan Cinderella untuk Kakak dan ibutirinya. Sungguh kejam sekali.
"Cindeeee! Ambilin kaca dong" teriak kakak tirinya.
"Apa imbalannya?" tanya Cinderella.
"1 Miliyar Pounds, mau?" jawab kakak tirinya.
"Oke!" kata Cinderella.
Masih banyak lagi yang harus dilakukan Cinderella. Tapi lumayan, 1 Miliyar Pounds sekali di suruh! Sungguh uang yang banyak. Hanya di suruh mengambil kaca, di bayar 1 miliyar Pounds! Gak sebanding dengan tukang pos yang mengantarkan surat kerumah lainya!
Semua kakak dan ibutirinya pergi. Dia hanya sendirian. Tidak ada teman. Saat itu, munculah sebuah keajaiban.
"Aku sendirian..." oceh Cinderella sambil menangis. Dia memang sangat mencintai pangeran, itu sebabnya dia ingin ikut pergi ke sana.
Tangisannya berubah menjadi sebuah kejaiban yang sangat aneh! Berubah menjadi seorang nenek peri yang sudah tua.
"Nak, jika kamu mau ikut. Ikutilah aku! Kita pergi ke halaman belakang!" kata nenek peri itu.
Cinderella hanya mengikuti saja kata-kata peri itu. Merekapun menuju ke halaman belakang.
"Pertama, kamu siapkan semua binatang peliharaan, dan labu. Itu saja cukup," kata peri tersebut.
"tapi aku gak punya binatang peliharaan?" tanya Cinderella.
"Oke, ga apa-apa. Pake apa aja boleh, yang penting oke!" kata peri tersebut dengan narsisnya.
Cinderellapun mengambil labu dan rerumputan untuk sang peri.
Simsalabim...
Dengan sekejap. Semua benda itu berubah jadi kereta kuda yang sangat besar. Lengkap dengan pelayan dan pembantunya.
"Oke, sekarang kamu boleh pergi!" kata peri.
"BODOH! MASA GUE PAKAI PAKAIAN KAYAK GINI? MANA OTAK LHO?" ejek Cinderella.
"Oh iya... kusulap!" kata peri.
Pakaian Cinderellapun berubah. Sangat cantik dan mempersona. Soal warnanya. Pikirin aja sendiri! *plak*
"Ingat, jam 12 harus kembali!" kata peri.
Cinderellapun pergi dengan kereta tersebut, Ke istana kerajaan.
Sesampainya. Pangeran Alfred memandangi Cinderella. Cinderella hanya mempersona diri dengan sundalnya. Saat Alfred mengejarnya. Cinderella menuju keluar. Dasar, England sombong! *plak*
Di luar, Cinderella dan Alfred berbincang-bincang. Tapi, itu tudak lama...
TINGGG...
Jam 12 sebentar lagi. Dengan lari estafet *?* Cinderella berlari kabur dari istana. Namun sayang, sepatunya jatuh dan tidak sempat di ambil lagi. Alfred mengambilnya.
Keesokan harinya. Datang pangeran dan pengawal kerumah penduduknya untuk mencari siapa pemilik sepatu ini. saat pangeran dan panglima singgah kerumahnya Cinde. Dia mencocokkan kaki semua orang di rumahnya. Tapi tidak ada yang cocok. Saat Cinde ingin mencoba. Di larang oleh ibu tirinya.
"Kamu tidak bisa, Cinde!" teriak Ibu tirinya.
"Gak boleh ngomong begitu, ayo coba," kata Pangeran.
Cinderellapun menggunakan sepatu tersebut. Dan ternyata pas! Dengan keajaiban. Cinderella kembali kewujud semula, seperti kemarin.
"wah, ternyata dia..." kata Pangeran Alfred. Alfredpun mencium Cinderella aka. England. Namun di hajar oleh England.
Mereka berduapun menikah dan hidup bahagia selama-lamanya, bagai kucing dan anjing
SERI 2 SELESAI...
Chapter (semi-Yaoi) pertama! Yay! *nari-nari, loncat-loncat*
Garing ya? Ga lucu kayag kemarin T.T
Ato yang kemarin emang ga lucu ya? *mojok*
Hwaa... seri tiga belum sempat ngetik! *plak* tapi tenang, idenya udah muncul di kepala. Endingnya yang lagi dipikirin! *plak*
Mau request? Sihlakan...
Sudah baca, harus review. DON'T FLAME. DON'T LIKE DON'T REVIEW.
-(EXTRA SCENE)-
England : huaaa! Kok aku jadi begitu! Seharusnya aku yang jadi pangerannya. Biar si Nesia jadi Cindenya! T.T
Author : udah-udah, tapi kamu sukakan?
England : eh? *pipi merah*
Alfred and Nesia : Review please?
