ANGEL?

Chapter 2

Kimnamjineu's 1st Fanfiction

Pairing: Vkook, Slight! MinYoon, NamJin, Chanbaek.

Warning : ABSURD. PERCAKAPAN TIDAK BAKU, ALUR CERITA (mungkin) BAKU. TIDAK SESUAI EYD, DIKSI BELUM RAPIH. BAHASA NYAMPUR NYAMPUR. YAOI, BL. DLDR!

Happy reading!^^

.

.

"Ah, jadi namamu Kim Jungkook? Tetangga baru kami?" Baekhyun tersenyum menyambut tamu yang berdiri didepan pintunya. Setelah insiden teriakan Taehyung, Baekhyun buru-buru berlari keluar dengan panik. Ia pikir Taehyung sudah akan dijemput ajal, karena dia berteriak kalau dia melihat bidadari.

"Iya,Tante. Saya Kim Jungkook, tetangga baru kalian. Ini, ada makanan dari Eomma sebagai tanda perkenalan," Jungkook tersenyum sopan dan menyodorkan sekotak kue.

Baekhyun mengambil kotak tersebut lalu mengucapkan terima kasih. Taehyung nampak berdiri dibelakang Baekhyun dengan pandangan yang tak lepas dari Jungkook.

"Mih, bidadarinya namanya Jungkook ya mih?" Taehyung berbisik ditelinga Baekhyun. Emm, sebetulnya, tidak pantas disebut berbisik karena Jungkook dapat mendengar dengan jelas perkataan Taehyung. Jungkook hanya tersenyum kikuk saat mendengar perkataan Taehyung.

"Shh, berisik. Dia manusia bukan bidadari, gausah bikin dia malu Tae," Baekhyun melotot kepada Taehyung. Memperingatkan anaknya agar menjaga ucapannya.

"Tidak apa, tante -"

"Kok dari tadi manggilnya tante sih? Panggil aja Mamih. Kan bentar lagi dia jadi Mamih kamu," Taehyung menyela ucapan Jungkook dengan wajah tanpa dosa.

"...Maaf?" Jungkook mengerutkan dahinya.

"Iya. Kan bentar lagi kamu bakal nikah sama aku. Iyakan, bidadariku, Jungkook sayang?" Taehyung tersenyum absurd dengan tatapan genit.

"PARK TAEHYUNG!"

.

.

"Mih, itu tadi manusia ya mih?" Taehyung duduk santai disofa ruang keluarga bersama dengan sang ibu.

"Ya iyalah. Gak punya sayap kan? Napak kan? Gausah aneh-aneh deh kamu." Baekhyun melirik Taehyung dengan tatapan malas. Kena sambet apaan anakku-

"Tapi cantik banget mih. Sempurna. Badannya hugable banget, suaranya merdu, ah, perfect mih. Kayak bidadari tau nggak," Taehyung tersenyum lebar sambil membayangkan Jungkook. Pikirannya sibuk membayangkan sang bidadari dunianya.

"Cantik sih cantik. Tapi dia itu cowok, Taehyung. Cantik itu punya cewek,"

"Mamih juga cowok kan? Kata papih, mamih cantik tuh,"

"Ya iya, tapi kan bisa aja Jungkook itu nggak kayak mamih. Maksudnya, bisa aja dia itu normal enggak kayak mamih." Baekhyun menatap anaknya.

"Loh ya kan mamih juga normal. Mamih punya mata, punya idung, punya mulut, tangan, kaki, kuping, kelam-"

"Iya yaudah nggak usah diterusin, mamih tau." Baekhyun memutuskan omongan putranya sebelum dia mengucapkan sesuatu yang vulgar. "Bukan normal yang itu. Maksud mamih, bisa aja dia straight. Sukanya sama cewek. Gak suka dibilang cantik."

"Ooh." Taehyung mengangguk.

"Yaudah deh, intinya, dia itu cowok, manusia, napak, bukan bidadari. Jangan bikin dia malu lagi."

"Hhm, iya mih iya. Oh ya, tadi kata mamih, mamih mau ngasih makanan juga kan ke keluarga mereka? Biar Tae aja yang nganterin mih," Taehyung menatap ibunya dengan tatapan berbinar. Senyuman kotak khasnya mengembang.

"Kamu pasti mau ketemu sama Jungkook kan? Modus aja kamu," Baekhyun memutarkan bola matanya gerah. Ini anakku klepek klepek sama anak tetangga..

"Hehehe~" Taehyung tersenyum tanpa dosa. Menatap sang ibu dengan tatapan polosnya.

"Kamu tuh umur berapa sih? 18 tahun tapi kayak orang yang baru pertama kali jatuh cinta aja-"

"Emang iya mih,"

"Hah?"

"Tae belum pernah ngerasain cinta. Kata Jimin, cinta itu rasanya kayak berdebar-debar, gemes, pengen milikin, pengen ngerengkuh – Tae baru ngerasain pertama kali ini sama Jungkook."

"... anakku telat puber ya Tuhan..."

.

.

Taehyung berjalan menuju rumah keluarga Jungkook. Tangannya menenteng sekantung plastik berisi sesuatu – yang tidak Taehyung tahu – untuk keluarga Jungkook dari Ibunya. Dia bersenandung ringan sambil tersenyum lebar. Membayangkan wajah sang bidadari dunianya yang manis.

Setelah sampai didepan pintu rumah kediaman Jungkook dan keluarganya, Taehyung memencet bel. Dia memainkan plastik didalam genggamannya sambil menanti seseorang membuka pintu dihadapannya. Semoga yang buka Jungkook..

"Yaa, siapa ya?" Suara lembut ke-ibu-an menyapa telinga Taehyung.

Taehyung yang semula menunduk memainkan plastik, segera mengangkat wajahnya dan menatap seseorang dihadapannya.

..Kok cantik juga? Gak secantik Jungkook sih, tapi mirip. Terus suaranya merdu juga. Apa ini rumah emang isinya bidadari semua? Batin Taehyung. Dia melongo menatap 'bidadari kedua' dihadapannya.

"Halo? Kamu siapa ya? Tetangga?" Objek yang menjadi perhatian Taehyung menggerakan tangannya. Menatap Taehyung dengan tatapan bingung.

"Ah,eh,uh-ngg, iya. Saya tetangga kalian. Park Taehyung," Taehyung buru menyadarkan diri dari lamunannya.

"Ah, anak dari keluarga Park yang tadi Jungkook datangi rumahnya ya? Halo, Taehyung. Namaku Kim Seokjin. Eommanya Jungkook," Seokjin tersenyum lembut menatap Taehyung.

"Ha-halo tante! Itu-errr- Jungkooknya ada?" Taehyung tersenyum kikuk menatap Seokjin.

"Ada, tapi kayaknya lagi mandi. Ada keperluan apa, Taehyung?" Seokjin tersenyum gemas melihat Taehyung yang seperti orang kikuk. Sedikit melirik sebuah plastik digenggaman Taehyung, Seokjin yakin tujuan anak itu kerumahnya adalah untuk memberikan sesuatu. Tapi kenapa dia malah mencari Jungkook?

"Itu, mamih ngasih ini tadi katanya buat keluarga Jungkook-"

"Kalau begitu, biar tante saja yang ambil, oke? Kan untuk keluarga Jungkook, berarti untuk tante juga."

"Eh? Iya ya? Ung, yasudah, ini tante, hehe" Taehyung menyerahkan plastik ditangannya dengan gugup dan kikuk.

Seokjin mengambil plastik tersebut dan tersenyum lucu melihat Taehyung.

"Jinseok, aku butuh tangga, dimana kau meleta- ah, tetangga?" Sebuah suara rendah menginterupsi kegiatan Seokjin dan Taehyung. Taehyung menolehkan kepalanya ke sumber suara tersebut. Nampak seorang laki-laki dengan bibir tebal yang mempesona berdiri tak jauh dibelakang Seokjin.

"Iya, joon. Ini Park Taehyung, anak tetangga kita." Seokjin menoleh dan memperkenalkan Taehyung kepada suaminya.

"Ah, halo, Taehyung. Aku suami Seokjin, Namjoon. Salam kenal." Namjoon menghampiri Taehyung dan tersenyum.

"Iya om, halo juga." Taehyung tersenyum sopan. Pikirannya melayang lagi, membayangkan sebuah kemungkinan.

Yes. Emak bapaknya sama sama laki cuy, kayak mamih papih. Berarti, Jungkook juga bisa aja demen laki kan. Gua punya kemungkinan woi!

"Uhm, Taehyung, mau mampir? Siapa tahu kamu mau minum teh didalem," Seokjin menepuk pundak Taehyung. Menawarkan sebuah tawaran untuk masuk dan meminum teh bersama.

"Ngerepotin nggak, tante? Kalau ngerepotin nggak usah, saya langsung pulang aja."

"Nggak kok. Sekalian mau ketemu Jungkook, nggak? Nanti dia bisa gabung kita minum teh bareng,"

"Boleh deh tante!"

Seokjin tertawa dan menggelengkan kepalanya gemas.

.

.

"Jadi, Taehyung. Usiamu 18 tahun?" Seokjin dan Taehyung sedang duduk berhadapan di sofa ruang tamu. Belum pantas disebut ruang tamu sebetulnya, karena masih banyak sekali barang menumpuk yang belum ditata.

"Iya, tante. 19 tahun di bulan Desember nanti," Jawab Taehyung sambil meneguk teh suguhan Seokjin. Teh melati dengan rasa yang segar.

"Ah, begitu. Kalau Jungkook, dia berusia 16 tahun. 17 tahun di September nanti."

Taehyung menggangguk.

Jadi, dia 2 tahun lebih muda dariku? Wow, muda sekali..

"Eomma, ada apa? Kata Appa kau memanggilku tadi."

Taehyung menoleh. Melihat bidadari dunianya dengan rambut yang basah dan baju rumah yang santai menghampiri Seokjin.

"Ah, hai, bidada- Jungkook!" Taehyung tersenyum lebar. Dia refleks berdiri setelah melihat Jungkook. Hatinya berdebar senang.

"Uhm.. Taehyung?" Jungkook mengerutkan dahinya ketika melihat Taehyung.

"Iya, tadi Taehyung kesini nganterin makanan, Kookie. Terus eomma suruh masuk aja. Gih, kamu temenin. Eomma mau nemenin Appa kamu. Daripada nanti dia ngerusakin barang lagi. Taehyung, ngobrol sama Jungkook aja ya." Seokjin tersenyum lalu bergegas meninggalkan Taehyung dan Jungkook.

Sesaat setelah Seokjin pergi, mereka berdua berada dalam suasana yang canggung. Hanya canggung untuk Jungkook saja mungkin, karena Taehyung tersenyum lebar sambil terus menatapi Jungkook tanpa ada rasa canggung diwajahnya.

"So,uhm, Taehyung, apa kamu mau makan sesu-"

"Panggil aku Oppa." Taehyung memotong ucapan Jungkook dan tersenyum absurd. Jungkook menaikkan sebelah alisnya dan menghela nafas.

"Maaf, berapa usia-"

"Aku lebih tua darimu. Usiaku 18 tahun, panggil aku Oppa."

"Tapi aku laki lak-"

"Kalau begitu panggil aku sayang saja." Lagi-lagi, Taehyung memotong ucapan Jungkook dan tersenyum absurd.

"Uh, Hyung saja kalau begitu. Taehyung Hyung, apa kau ingin sesuatu?" Jungkook menatap gerah kedua mata Taehyung.

"Ingin nomormu saja, boleh? Atau cintamu, mungkin?

"... Berikan ponselmu. Biar aku tulis nomorku." Jungkook memutar bola matanya malas. Genit sekali pria ini...

"Wah, agresif sekali. Kau tidak sabar memberikan nomormu ya? Ingin segera berkirim pesan denganku? Baiklah, ini ponselku." Taehyung menyodorkan benda persegi pipihnya kepada Jungkook.

Lu yang daritadi agresif, woi. Dasar genit. Batin Jungkook. Ia mengambil handphone Taehyung dan memasukkan nomor dan namanya di kontak.

Selama Jungkook sibuk mengetik, Taehyung tak berhenti menatap Jungkook. Senyuman di bibirnya tak kunjung pudar. Matanya terus memperhatikan wajah Jungkook.

Manis banget, duh. Bener ya kata Jimin, cinta itu asyik. Pengen milikin Jungkook deh jadinya, hehe. Bidadari banget.. bisa ya manusia begini...

"Sudah." Jungkook mengembalikkan handphone kepada sang pemilik. Taehyung mengambil dan melihat kontak Jungkook di hpnya.

"Hanya Jungkook saja? Kenapa tidak masukkan nama yang lebih manis? Seperti Jungkookie, atau Jungkooknya Taehyung, atau Park Jung-"

"Tidak. Hanya Jungkook. Sudah ya, Taehyung hyung. Aku mau membantu eomma appaku. Kapan kapan kesini lagi saja." Jungkook menatap Taehyung dengan datar. Mencegah omongan Taehyung sebelum merambat kemana-mana.

"Aw, jadi kamu ingin aku tiap hari ngapelin kamu? Oke deh, Jungkook. Besok aku kesini lagi. Setiap hari juga gak papa." Taehyung mengedipkan sebelah matanya kepada Jungkook.

"Iyasudah terserah. Udahan ya Hyung. Dah!" Jungkook tersenyum datar lalu segera pergi meninggalkan Taehyung. Taehyung berjalan keluar dari rumah keluarga Kim dan tersenyum sangat lebar. Dia segera berlari menuju rumahnya dengan perasaan yang bahagia.

"MAMIH, TAE PUNYA NOMORNYA BIDADARI MIH! HANDPHONE TAE TERBERKATI MIH!"

Dan sepertinya dari sinilah, kehidupan Jungkook akan kedatangan seorang pengganggu.

TBC

.

.

A/N :

Haiiiiiii aku kembali dengan eps keduanya. Gimana? Makin absurd kah?

Aku berterima kasih banget buat semuanya yang udah nge follow, nge favorite, atau ngereview ff pertamaku ini. Aku gak nyangka ada yang pengen FF ini dilanjut, aku berterima kasih sekali T^T

Seperti biasa, kritik-saran, sangat aku terima. Karena aku masih butuh bimbingan juga. Kotak review akan selalu terbuka dan kutunggu!^^

-Balasan Review untuk kalian tercinta 3

Chanbaeklmn : haloo, makasih udah nyempetin waktu buat baca ya. Makasih juga pujiannya, hehe. 3

auliaMRQ : Halo halo! Sudah ku update ya. Makasih udah baca ff ini dan nungguin next chapternya T^T

Kyunie : Hai~ Iya disini Taehyungnya alay banget karena baru pertama kali ketemu Bidadari dunia, haha. Terpesona dia sama jungkook kkk~ Sudah ku update ya. Makasih udah sempetin baca ^^

chanbaek0605 : Hellooo~ Iya, Taehyung disini emang ceritanya alay kkk. Tapi bener bener alaynya baru nampak pas dia ketemu Jungkook, bidadari dunianya. Udah kulanjut ya, selamat membaca!^^

MeikiToka : Annyeeeong~ Taehyungnya gemes gemes nyebelin yaa, haha. Aku pas ngetik juga ngebayangin kalo Tae ngomong gitu, kayanya lucu kalo dia segemes itu dihadapan Jungkook xD Terima kasih udah mau baca, jadinya aku tbc in dan ini lanjutannya! Semoga suka yaa~

94shidae : Haaaaaiii~ iya nih, pada bilang Tae alay ya. Tapi Taehyungnya alay karena Jungkook, si dedek bikin anak orang klepek klepek ngalay gini nih xD sudah kulanjut ya, selamat membaca!

mons'cbhs'kjd : Annyeoong, makasih udah sempetin buat baca. Iya, taehyung absurd banget ya disini untungnya ganteng xD

: Halooooo~ Tau nih ya, absurdnya parah xD untung ganteng ya, jadi gak bikin ilfeeeell xD Maklum lah baru ngeliat bidadari jadi norak si taehyung teriak teriak. Jungkook nih bikin Taehyungnya makin mengabsurd (?)

SwaggxrBang : Hi! Makasih ya udah sempetin baca!^^ sudah kulanjut, selamat membacaa 3

TyaWuryWK : haii~ hahaaa untungnya ganteng ya. Doain Taehyungnya ga jomblo lagi kan udah ketemu bidadarinya :")

Buzlague : Annyeeeong~ Cieee si V nih ya udah ketemu kekasih idaman(?) mak baek seneng banget nih kalo bisa gendong cucu. Tapi usaha Taehyung masih panjang! Jungkook belum bisa langsung digaet nih hoho xD doain perjuangannya Taehyung gak bakal susah susah banget (?) Iya, Namjin sama Chanbaek yaoi juga kok. Disini ada penjelasan kalau mereka sama sama laki (?) Makasih ya udah sempetin baca. Udah ku update, selamat membaca lagi!^^

Hug,

Kimnamjineu.