Rani: Myiaw... Were the black cats haloween!
Rin : HEY! THAT'S MY SONG WITH LEN!
Len : sudahlah Rin... Balas Review:
Kito athena : Iya~~.. Penasaran? Yang kedua ini bikinnya sehari kebut jadi kagak bisa panjang-panjang.. Sebenarnya paling seru chap.3 sih~~ kekeke Blood there..*digaplok Rin* Makasih ripiunya~~
Mifune Haruka : Saran diterima! Thanks ya! Ikut kalau mau bakar-bakaran! Makasih Ripiunya~~
Shana Hwang : Iya... Makasih Ripiunya~~
Rin : Eh, author.. di cerita I wan't your love orang nge flame ternyata nanti cerita author ya? Nyatanya dia baca lagi! Kagak tau diri juga tu orang...
Rani : Begitulah Rin! Tapi saya sih bilang makasih cerita saya di Favorite~~ ARIGATOU~~
Gakupo : Disclaimer!
Disclaimer: Author Rani yang punya ide entah dari mana bisa bikin fic ini.. TIDAK AKAN PERNAH PUNYA VOCALOID! Tapi dia punya Sakurani.. Tokoh OCnya..
Rani : GAKUPO! TERONGMU LUDES UNTUK SELAMANYA!
Gakupo : WHOT? Ah,Readers silakan baca...*pundungsomnia*
What the?
chapter 2: Live again
(Sakurani POV)
"Namaku Rinto Takeuchi.. BERAPA KALI AKU HARUS NGULANG SIH?" Kata orang yang ngaku kaka Rintoku. WUAA! Marahnya mirip banget!
"KA,KAKAK RINTO ?" Kataku. Lalu meluk stalker eh, RIU MAKSUDNYA! Riu masih merona sedemikian rupa.. DAMN! JANGAN BILANG KAU DENGER YANG TADI?
"Mmh..." Kata seseorang bangun, Mayat apa Manusia?
.
.
.
.
"Dimana nih? Bau banget? HOEKS!" Kata seseorang dengan wajah masih berparas cantik dan memiliki rambut diikat twin teal dengan warna biru.
"Eh bener juga... Ini dimana Sakurani?" Kata orang yang jiwanya Rinto. Tiba-tiba bulu kudukku merinding hebat.. OH MY GOD... INI KAN KAMAR...
.
.
.
"MAYAT!" Kataku lalu menarik orang yang baru saja kupeluk. Lalu kami keluar dari Ruang mayat dengan sangat takut. SUMPAH! NGEJERIT-JERIT LAH LIAT MAYAT IDUP LAGI!(kayak tadi contohna)
(Rin POV)
"MAYAT!" Kata Sakurani ngejerit-jerit.. Ada apa sih? Lalu aku memandangi Len yang ikut kebingungan juga kebingungan. Lalu kulihat dua pasangan sejoli keluar dari kamar SE- Eh, Mayat dengan wajah satu memerah dan satu memucat pasi.
"SUMPAH GUA NGELIAT MAYAT IDUP!" Kata Sakurani dengan muka sepucat orang mati, sementara yang satu lagi sedang merona dengan hebat... Dan lagi, mereka lagi pengangan tangan. Aku ngelirik Len, ternyata Len melirikku.
"Ehem, ehem.. " Kataku bersamaan dengan Len. Sakurani lalu melihat ke arah tangannya, lalu dia melepaskannya dan tersenyum malu.
.
.
.
"LEN! ADA OREO RASA JERUK !" Kata seseorang dari ruang mayat. Denger Jeruk aku langsung bereaksi..(kebiasaan!)
"HAH! JERUK! MANA?" Kataku yang maniak jeruk. Orang itu tertawa menggelegar kayak genderuwo. Lalu pintu mayat sedikit-sedikit terbuka...
"Hai!" Kata gadis bertwin teal berambut biru. Dengan orang tinggi berambut kuning dan rambut kuning panjang. Muka Sakurani memucat lagi... Sadar akan apa yang kami lihat..
"GREP!"
Kami semua (Riu, Rin, Sakurani) meluk Len yang sebenernya ikut parno abis. Gimana kagak parno? LIAT ORANG IDUP LAGI? Sementara dua orang itu cuma ngeliatin kami dengan tanda tanya besar.
"Lo semua kenapa sih? Ada yang aneh ma kita ya?" Kata orang dengan rambut kuning. SECARA GITU! MANA ADA ORANG KAGAK TAKUT LIAT ORANG IDUP LAGI?
"E, Emang kamu kakak Rinto? Walaupun beda... kamukan kaga punya da**!" Kata Sakurani nunjuk orang yang mempunyai rambut kuning. orang yang dipanggil Rinto tiba-tiba nyengir ngeliatin sesuatu yang besar itu..
DUAK!
"Aw~~" Kata orang yang dipanggil Rinto. Sakit ga tuh? Dipukul di bagian perut?
"JANGAN PERVENT KAMU YA! NGERTI KAGAK RINTO!" Kata gadis yang berambut biru dan bertwinteal. Tiba-tiba kami semua melepaskan genggaman yang bikin Len ampir pingsan karna nyesek.
"Iya deh! LENKA! YANG BO-
BUAAK!
"NGOMONG APALAGI? RINTO TAKEUCHI!" Kata gadis yang dipanggil Lenka.
(Len POV)
"Tu, tunggu..? Kalian sudah mati dan masuk ke tubuh orang lain?" Kata Sakurani nunjuk orang yang dipanggil Rinto. Lalu gadis berambut twinteal biru itu melihat badannya.
"GYAAAAAAAAA! INI BUKAN BADANKU! KEMANA BADANKU?" Kata gadis itu dengan suara oktaf tinggi..
PRANG
PRANG
PRAANG!
PRANG!
SET DAH! TELINGA AKU BISA ANCUR! LIAT! KACA-KACA SETEMPAT PECAH SEMUA? GIMANA CERITANYA COBA? Kami menutup telinga kami.. Sakurani udah langsung pingsan gara-gara ga nutup kuping.
BRUUUK!
"WAA! SAKURANI?" Kata Riu terus mengangin badan Sakurani..
"Set DAH! Lu mau mecahin berapa KACA LENKA?" Kata orang yang berambut kuning yang di rasuki oleh pacar kakakku, Rinto. Sementara gadis bertwin teal rambut biru yang dirasuki kakakku. "Daripada Lu bengong kagak percaya! Gimana kalau kita liat di Ruang mayat? Siapa tau kita nemu badan kita yang asli!"
"Wait a second.. Kamu di bunuh siapa? Kan yang bunuh a-UPH!" Kata gadis(Lenka) yang di bungkam mulutnya oleh gadis kuning(Rinto). Datanglah seorang dokter berpakaian layaknya dokter dengan seorang suster membawa itu bawa catetan tagihan listrik, tagihan biaya perawatan, tagihan obat, dan lain lain.
"Ada apa Ribut-RIBBUT! MAYAT!" Kata Susternya sambil mengangin kepala dokter. kenapa mengangin kepala dokternya? Dokternya lebih shota daripada aku gitu!
"..." Dokter cuma ngeliatin kami, tiba-tiba ekspresinya kaget. "DEMI APA MAYAT?" Set dah.. ni dokter LOLA amet.. Sementara orang yang mengaku Lenka dan Rinto masuk ke dalam kamar mayat.
(Normal POV)
Rinto dan Lenka memasuki ruangan mayat dengan tatapan horor.. Dunia orang mati disini menakutkan.. Mereka mencari tubuh mereka masing-masing.. Rinto mencari tubuhnya dan Lenka mencari tubuhnya sendiri.. Rinto dengan tidak sengaja nemu tubuh Lenka. 'Kesempatan EMAS! JANGAN LEWATKAN!' Pikir otak mesum Rinto.
'Manis banget dah elu Lenka... Malaikat pasti bakal terpikat dengan elu..' ujar Rinto dalam hati.. sambil mandangi tubuh Lenka yang indah bagi Rinto untuk dilihat.
"RINTO! AKU NEMU TUBUH KAMU NIH!" Kata Lenka ngedatengi Rinto yang udah nose blood dari tadi..
.
.
.
BLETAK!
"AAAAAAAAAWWW! APA LAGI?" Kata Rinto sambil mengang kepalanya, Lenka yang sudah marah tingkat akut karna Rinto ga ngasih tahu udah nemu tubuhnya..
"NAPA LO KAGAK NGASIH TAU GUA?" Kata Lenka mukul Rinto pake pisang raksaksa. Rinto yang tubuhnya ga kebal ama pukulan Lenka otomatis menghindar.
"nggh..." Tiba-tiba orang dalam tubuh asli Lenka bangun. Lenka dan Rinto langsung pucat pasi...
"!" Kata Lenka tapi ditarik ama Rinto. "RINTO! KABURLAH!"
"Heh! Kitakan mau kembali ke tubuh masing-masing kan? Kita juga harus mengobrol dengan orang dalam tubuh kita! KAU NGERTI!" Kata Rinto seakan-akan berwibawa banget. Lenka cuma ngeliatin trus balik dengan menaikan satu alisnya.
"Disini bau banget sih!" Kata orang yang ada di tubuh Lenka bangun.
"waaw... Anda sudah bangun toh, Lenka cek yang satunya!" Kata Rinto menyuruh Lenka. Lenka lau menggangguk pelan dan mendatangi orang yang satunya.
"Belum sadar!" Kata Lenka teriak. Rinto lalu melihat gadis itu dan gadis itu melihat Rinto.
"! TUBUHKU!" Kata gadis itu menunjuk Rinto, Rinto tersenyum dan...
"Kita tertukar tubuh... Mau diapakan kira-kira?" Kata Rinto masih seperti berwibawa.
"E,eh... Ti, Tidak Tahu!" Kata gadis itu.. Lalu Rinto mendekatkan wajahnya ke gadis itu..
BLETAK!
"JANGAN GANGGU DIA! AWAS KAU!" Kata Lenka menggelegar..
"Dasar ganggu!" Kata Rinto memengang kepalanya.
-(Markas B-Rabbit)-
"Hm? Sungguh merepotkan.. Apa benar Rinto mati? Padahal dia sangatlah berguna." Kata seorang gadis dengan rambut hitam dikuncir twin teal dan mata merah. Memeriksa laporan pagi ini dengan sangat teliti, terlihat di wajahnya kekecewaan karna diketahui Rinto meninggal.
"Benar nyonya.. Saya juga kaget.." Kata seseorang berambut 'Maafkan saya Nona, saya tidak bisa membiarkan orang itu hidup lebih lama lagi.. Ia sudah berkhianat' pikir orang itu dalam hati.
"Kerjamu bagus, Gakuko-chan.. Kini Lenka sudah mati.. Tandanya kita tinggal menghabisi satu orang pengganggu lagi.." Kata gadis berambut hitam, dia tertawa licik. Gakuko menunduk lalu melihat gadis itu.
"Siapa itu Nona?" kata Gakuko lalu memberikan satu foto. Gakuko tersenyum, adik Rinto adalah sasaran selanjutnya?
"Dia cukup mengganggu 'kan? Selalu mendekat kepada orang yang kusayangi.. Karna sekarang Rinto tidak ada kau bisa membunuhnya." Kata Nyonya Gakuko itu lagi. Gakuko mengangguk dan memberikan salam lalu keluar.
"Main-main dulu? Sepertinya harus..." Kata Gakuko tersenyum. Ia lalu merobek foto itu, dan berjalan menuju lorong yang menghubungkannya menuju rumahnya.
-(Rumah Gakuko)-(Gakuko POV)
"Gakuko! Waktunya makan!" Kata kakakku Gakupo. Aku buru-buru melepaskan topengku dan menuju meja makan.. Kulihat Terong balado, Steak Ikan Tuna dengan Terong dan yang terakhir... Kakakku tercinta dengan pacarnya tersenyum. Yah, entah sejak kapan aku merasa cemburu dengan Luka. Kenapa tidak aku saja yang menjadi pedamping Gakupo? Aku yang mengetahuinya sejak kecil! Sementara Luka, mengambilnya dengan sangat licik.
"Enak tidak? TADI AKU MASAK BARENG LUKA LOH!" Kata Gakupo dengan semangat 100% bagiku G-A-J-E.
BUAK!
Gakupo terkena pukulan Luka yang sangat kencang dan hidung Gakupo nose blood seketika. Aku terkekeh sedikit, walau hatiku pedih.
"Oiya kudengar dari Len, nanti katanya Rinto-nii + Lenka-nee. Itu masih hidup." Kata Luka sambil memandangi HPnya.
DEG!
"UHUK! UHUK!" Kataku lumayan tersedak mendengar kabar itu. Luka dan Gakupo melihatku sambil menaikan satu alisnya.. "Aku tidak apa-apa kok!" Jawabku sambil tersenyum memaksa walau hati pedih.. No WAY! TUGASKU BERTAMBAH 2X LIPAT! Masa aku harus membunuh 3 orang sekaligus? GILA SAJAKAN?
-(Mister. S)-
"Hm... Sepertinya Dramanya akan bagus Gakuko? Aku tunggu.." Kata Mister S. Sambil membaca article koran yang mengatakan Lenka dan Rinto hidup kembali.. "MAID! BAWAKAN AKU TEH+KOPI!" Katanya berteriak.
"IYA BAWEL!" Kata Maid-nya sambil membawakan Kopi yang dicampur Teh.. 'Selera tuan aneh banget..' pikir Maidnya.
"Hm, aku penasaran dengan bagaimana Dramanya.." Kata Mister S lalu meminum Kopi+Tehnya.
SURRRRRRRRRRRP!
"PANAS! AMET!" Kata Mister S. Maidnya ketawa..
"MAKANYA ATI-ATI!" Kata Maidnya tertawa. 'Ah.. Sudahlah.. Ayolah Gakuko.. Buatlah Drama sebagus mungkin..' pikir Mister S.
-(TBC)-
Rani : Bah~~ Aku ga bisa ngabulin permintaan Kito athena.. Fic ini pendek .. huhuhu.. TToTT
Rin : Oh, ayolah.. Kamu kan bikinya ngebut.. 1 hari..
Rani : Ehehe iya benar... Anyway.. Ripiu dan maaf lebih pendek dari yang kemarin..
Len : Gakuko mau ngebunuh siapa?
Rani : TAU!*Masukin pisang ke mulut Len* *ngasih jeruk ke Rin*
Rin : YATTA! ANYWAY REVIEW YA~~
