Untuk Hina-chan,

Hina-chan baik-baik saja di sana? Aku sudah tiba di Itali. Itali kota yang indah loh Hina-chan. Aku ingin menunjukannya pada Hina-chan, jadi aku memutuskan untuk mengirimkan fotoku saat makan bersama ayah dan ibu. Jangan tertawai wajahku yang penuh saus itu! Yang memilih foto itu ibu.

Apakah anak-anak nakal itu masih mengganggumu? Aku benar-benar khawatir. Seandainya Oka-san ngijinin, aku pasti memilih tetap di Jepang. Tapi kata Oka-san aku masih sepuluh tahun, belum bisa mandiri. Tenang saja di sana, saat aku nanti kembali lapor saja padaku jika ada yang mengganggumu dia akan kupukul. Jadi, Hina-chan harus bertahan ya sampai aku pulang.

Oh ya, di sini ada makanan yang enak loh. Namanya pizza. Bentuknya bulat dan banyak potongan daging diatasnya. Ada juga sih yang taburannya sayur, tapi aku gak suka. Walau begitu tetap saja ramenlah makanan yang paling enak sedunia!

Paman penjual pizza bilang kalau pizza itu bisa mewakili perasaan. Perasaan itu seperti pizza yang terbagi-bagi, jika terlalu besar maka orang tidak dapat memakannya. Tapi, jika terlalu kecil itu juga tidak akan memuaskan.

Paman bilang, dari delapan potong pizza ada, terdapat satu potong yang tak mungkin kau bagi. Itu adalah untuk pendamping hidup. Apa Hina-chan juga tidak mengerti? Kalau begitu sama dong, hehehe.

Kata paman, pendamping hidup tuh adalah orang yang paling ku sayang selain ayah dan ibu.

Kalau begitu, suatu saat nanti aku akan memberikan potongan pizzaku itu untuk Hina-chan. Soalnya aku paling sayang pada Hina-chan. Kata ayah aku boleh memberikannya kalau Hina-chan juga mau memberikan potongan pizza milikmu. Hina-chan maukan memberikannya?

Kalau begini aku jadi makin rindu Hina-chan… Kalau nanti pulang ke Jepang kita bakalan main lagi bersama ya Hina-chan ^_^

Ps : Saat bertemu nanti, kau maukan memberikan potongan pizzamu?

Dari temanmu yang paling tampan,

Namikaze Naruto

Hei-hei, balik lagi dengan surat-surat antara Naruto dan Hinata ^_^

Sekedar pemberitahuan, aku telah menulis side story dari chap lalu. Judulnya sama dangan chap lalu, Bunga Matahari.Silahkan mampir ya.

Langsung saja, balesan review :

Me

Terima kasih tambahan dan reviewnya. Baca lagi ya side storynya.

Mizukaze-hime

Thank you, thank you… *besar kepala, ditusuk jarum, kempes*

Amexki chan

Thanks Reviewnya~ ^_^

Hyuna Toki

Mungkin kamu harus baca side storynya, mudah-mudahan kali ini bisa dimengerti.