KAI

"Dia sahabat nunaku yang dulu menghilang entah kemana. semenjak bomi nuna menghilang, nunaku benar benar terpukul dan memutuskan untuk pindah dari asrama ini. dan tidak kusangka selama ini kalau bomi nuna ternyata terbunuh" ucap jongin masih dengan nada kagetnya.

Kyungsoo hanya bisa diam menatap jongin dan kembali menganalisa mayat yang mongering itu. baekhyun yang bertugas memotret tkp dan barang barang yang disana pun menemukan sesuatu di tangan korban. Baekhyun pun memotret tangan korban dan mengambil barang yang sedang digenggam oleh mayat itu.

Author :: Jang Kowle
Cast :: Kim Jongin/Kai (Detective/Agent)
Do Kyungsoo (Dokter analisis tubuh korban/Agent)
Genre :: Action, Drama, Frienship,Romance, Little bit Comedy
Length :: Chaptered
Rated :: M

Disclaimer :: FF ini saya buat terinspirasi dari 2 drama action di Channel FOX "Bones" & "Castle". Dan mohon jangan ada yang ngebash dengan EXOCouple ini sekian and terimakasih.

WARNING :: GS! & Typo dimana mana xD !

Cast Victims: Yoon Bomi (Apink)

Best friends lost

Cerita Sebelumnya:
Jongin alias Kai kehilangan partnernya yang bernam Kris karena mengalami luka tembak di kepala oleh tersangka.2 tahun kemudian, jongin mendapatkabar kalau dia akan mendapatkan partner baru seorang wanita. Jongin awalnya tidak percaya karena selama ini dia selalu mendapat partner pria. Dan saat itulah sang partner muncul yang bernama dokter Do Kyungsoo yang juga berkerja sebagai menganalisa mayat korban dan bedah mayat. Dan pada saat hari itu juga, jongin mendapat kabar kalau di asrama putri Cheonsang terdapat mayat. Dan jongin mengenali mayat tersebut, siapa kah mayat itu?

Asrama Putri Cheonsang,Seoul
Monday,June 9th 2014
08.30 KT

"apa ini?" Tanya baekhyun. Kyungsoo dan jongin pun menyusul baekhyun untuk melihat barang tersebut. Ternyata ini sebuh kertas kecil yang di lipat lipat dan tulisan didalamnya adalah 'X' dengan spidol merah.

"apa maksudnya ini?" Tanya baekhyun lagi. Mereka bertiga pun mulai berpikir dengan maksud tanda 'X' dengan spidol merah ini.

"mungkin itu sebuah kode yang di berikan oleh korban ini dengan maksud memberi tahu siapa yang membunuh dia" ucap kyungsoo menebak.

"tapi kan tidak mungkin mayat yang sudah mati bisa menulis ini?" Tanya jongin asal. Kyungsoo dan baekhyun menatap jongin datar. Jongin pun terdiam dan bingung.

"what? Aku benarkan?" Tanya jongin lagi.

"kau ini, seorang flower boy dan detective tapi tidak berpikir logis. Maksudku dia menulis ini diam-diam sebelum dia terbunuh jongin-shi" ucap kyungsoo membenarkan.

"ya maaf kyungsoo-shi aku hanya menebak asal" ucap jongin sambil ngepout. Kyungsoo yang melihat jongin ngepout hanya menggelengkan kepalanya saja dan kembali menganalisa mayat dan baekhyun pun mulai memotret barang bukti yang lain.

"hei jongin, menurut murid-murid disini, sekitar tahun 2005 ada seorang murid perempuan yang bernama yoon bomi yang menghilang secara tiba-tiba. Dan ada saksi yang melihat yaitu penjaga disini, bomi mungkin ingin ke toilet dan tiba-tiba saja dia ditarik oleh seseorang entah dari mana. Dan semejak itu dia tidak ditemukan lagi jasadnya" lapor sehun ke jongin. Jongin pun mulai berpikir.

"dan penjaga itu tak berusaha untuk menolong?" Tanya jongin

"sebenarnya dia ingin menolong dan tetapi, pada saat dia menghampiri lokasi dimana bomi ditarik, mereka berdua sudah tidak ada. Kasus ini pernah dikerjakan pada tahun itu juga, tapi di tutup karena, kepolisian tidak menemukan jejak apapun. Lalu ada seorang murid perempuan yang mencium wangi yang menyengat di balik loker ini setelah dia menggeser loker tesebut, ternyata mayat bomi ini" lapor sehun kembali. Jongin pun mulai berpikir dan kembali melihat tempat dimana mayat itu berasal. Jongin memeriksa di belakang loker tersebut ada lubang besar yang sesuai dengan tinggi bomi dan disana ada banyak bercak darah yang masih tersisa. Dan jongin pun melihat ada lubang kecil disana beserta benda yang sudah berlumuran darah kering yang terselip disana. Jongin pun mengambil benda tersebut dan langsung memasukan benda itu kedalam kantong.

"sehun-ah!" teriak jongin. Sehun pun menghampiri jongin dengan muka datar yang biasa di pakai sehun.

"kau urus ini nanti di laboratorium mu ne? cari aja sidiknya atau tidak" ucap jongin. Sehun pun hanya mengangguk dan kembali memeriksa tkp.

.

.

Departemen Kepolisian Seoul

"yoon bomi adalah siswi dari Asrama Putri Cheonsang, Seoul. Dia lahir pada tahun 1988 dengan tinggi 164 cm. dia menghilang pada tahun 2005 pada bulan September dan setelah tiu keberadaanya tidak bomi ini juga termasuk sahabat dari nunanya jongin. Dan yoon bomi juga tewas karena dibunuh" ucap dujoon yang menjelaskan profil korban dan terlihat di layar smart TV.

"apakah kalian mengetahui siapa yang membunuh dia?" Tanya sang direktur.

"sejauh ini, kami belum bisa menemukannya. Karena, di tkp kami tidak menemukan sidik jari dimana pun. Tapi tadi aku menemukan sebuah cutter di sekitar lubang dimana mayat bomi ini ditemukan. Dan sekarang,sehun sedang mencari sidik jarinya dan lainnya" jawab jongin dengan lancar. Sang direktur hanya mengangguk dan berpikir.

"ohiya, tadi kalian mengatakan kalau dia mempunyai sahabatkan?" Tanya sang direktur. Jongin dan dujoon pun mengangguk bersamaan.

"baiklah jongin, kau dan kyungsoo ke rumah nunamu. Dan kau dujoon, kembali ke tkp cari barang bukti lainnya." Perintah sang direktur. Mereka berdua pun tanpa basa basi lagi mereka pun mulai bergegas pergi.

.

.

"mayat ini sangat cantik hyung" ucap chen yang sedang membedah di bagian leher mayat bomi.

"aku setuju dengan mu chen, mengapa ada orang yang tega membunuhnya?" Tanya chanyeol yang juga sedang membedah mayat bomi.

"mungkin karena cinta" jawab baekhyun yang sedang memakai sarung tangan dan baju khususnya.

"memang ada apa dengan cinta? Cinta tak berbuat salah/?" jawab chanyol asal. Baekhyun hanya memasang wajah datar dan langsung mengambil peralatan.

"maksudnya baekhyun, dia dibunuh karena, ada orang yang mencintainya berlebihan" jawab luhan dengan jelas sambil memakai sarung tangan juga.

"oohh begitu, mianhe baek aku hanya menjawab asal hehe" ucap chanyeol.

"tidak masalah yeol-ah, penjelasan luhan unni bisa jadi pelajaran untukmu" ucap baekhyun tersenyum dan langsung menghampiri mayat bomi. Kyungsoo hanya sejak tadi hanya memriksa di bagian bawah tubuh mayat bomi. Dan dia menemukan luka biru di sekitar kaki bomi dan mulai meraba kaki bomi bagian kanan.

"hei kalian, lihat kaki bomi ini. dia mengalami patah tulang" ucap kyungsoo. Mereka pun melihat kaki bomi itu dan chanyeol pun meraba tepat di bagian betis kaki bomi.

"kau benar kyung, dia mengalami patah tulang di bagian betis" ucap chanyeol.

"Kyungsoo-shi" panggil jongin yang datang tiba tiba ke ruang otopsi.

"waeyo jongin-shi?" Tanya kyungsoo yang masih dengan baju bedah dan peralatannya.

"kau ikut aku ke rumah nunaku. kita harus menanyakan kasus bomi ini padanya" ucap jongin to the point. Kyungsoo pun mulai berpikir dan merasa tak enak pada lainnya

"kalian tidak apa apa aku meninggalkan tugasku?" Tanya jongin pada team bedah mayat.

"tidak masalah kyung, itu kan juga tugasmu" jawab luhan dengan senyumannya.

"baiklah, jongin-shi tunggu sebentar aku melepaskan bajuku ini" ucap kyungsoo.

"tidak masalah, aku bisa menunggu" ucap jongin senyum. Kyungsoo pun mulai berganti baju dari bersiap untuk pergi ke rumah nuna jongin.

"aku pergi dulu ne" pamit kyungsoo.

"hati hati di jalan kyung" ucap baekhyun sampi berdadah ria/?.

"hei kalian. Apa kalian sadar katanya mayat ini sudah terbunuh 9 tahun yang lalu ne?" Tanya chanyeol. Yang lain pun hanya mengangguk polos/?

"mengapa mayat ini baru mulai amperg?" Tanya chanyeol.

"kau tahu boraks ne? mungkin saja dia menggunakannya untuk mengawetkan mayat ini?" jawab luhan.

"ne I know, tapi mengapa dia mengawetkan mayat ini? setahu ku, seorang tersangka akan tega membuang mayat dan tak diawetkan seperti ini" ucap chanyeol. Yang lain pun hanya terdiam satu sama lain dan saling menengok.

.

.

On The Way to Eunji's Apartemen
09.30 KT

"jongin-shi" panggil kyungsoo yang masih menatap lurus kedepan.

"ne?" jawab jongin yang menegok sedikit ke kyungsoo dan kembali focus pada jalanan.

"mengapa kau dipanggil oleh fansmu kai? Padahal namamu jongin" Tanya kyungsoo yang mulai menegok ke jongin.

"yyaaaa.. itu memang nama dari mereka untukku, kau tahu film 47 Ronin ne?" Tanya jongin yang mengok sedikit amper kyungsoo. Kyungsoo hanya mengangguk dan masih menatap jongin.

"mereka samakan diriku dengannya. Di film 47 Ronin, kai menyelamatkan sang putri ne? begitu juga aku yang pernah menyelamatkan seorang putri president dari kebakaran di sebuah bar. Disitulah aku di sebut oleh banyak orang aku adalah kai. Memangnya kau tidak tahu berita itu?" Tanya jongin kembali yang masih berkonsentrasi dengan jalanan.

"aniyo, aku jarang menonton tv. Aku sering nonton film di banding berita. Sebenarnya kadang kadang aku melihat berita di tv setiap pagi, tapi sungguh aku tidak tahu berita kau pernah menyelamatkan putri president" ucap kyungsoo panjang lebar. Jongin hanya menampilkan wajah datar dan masih menatap jalanan.

"kau ini cerdas,penuh inisiatif, focus dan termasuk pekerja keras, tapi tidak mengetahui berita tentangku? Hahaha kau sangat tidak update sekali" ejekk jongin dengan hanya ngepout dan menatap jongin.

"kau ingin membalas dendam karena aku mengejek mu flower boy yang tak berpikiran logis?" ucap kyungsoo masih dengan poutnya. Jongin pun mengangguk dan kembali tertawa.

"sudahlah, kau ini tidak usah gengsi denganku" ucap jongin spontan. Kyungsoo pun mengerutkan dahinya.

"gengsi untuk apa? Memangnya aku melakukan apa padamu?" Tanya kyungsoo bingung. Jongin pun mulai tersenyum smirk dan masih terpaku dengan jalanan.

"kau tidak melakukan apa pun tapi jujurlah padaku kyungsoo-shi. Kau pasti salah satu dari mereka yang menggemariku ne?" ejek jongin masih dengan smirknya.

"MWOOOO? AAIIISSSS.. HENTIKAN MOBILNYA SEBENTAR!" teriak kyungsoo. Jongin pun spontan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

"look at me" ucap kyungsoo menarik dasi jongin" apakah aku termasuk bagian dari fansmu ne?" ucap kyungsoo lagi. Jarak diantara mereka pun hanya beberapa senti saja dan itu membuat jongin gugup dan terus menatap mata kyungsoo.

"sepertinya kau mengetahui jawabannya jongin-shi. Baiklah jalan lagi, kita mungkin hampir sampai di rumah nunamu" ucap kyungsoo yang melepas dasi dan dia menunjukkan smirknya.

"sialan, dia menggodaku rupanya. Aku akan balas dendam kyung suatu saat nanti" ucap jongin dalam hati dan mulai menjalankan mobilnya dan melanjutkan perjalanan.

.

.

Eunji's Apartement
10.00 KT

"jadi, kalian ingin menanyakan apa padaku?" ucap eunji yang mengajak jongin dan kyungsoo duduk di sofanya.

"sebelum kami menanyakan padamu, kami ingin memberi tahu kalau mayat bomi nuna sudah ketemu" ucap jongin. Eunji pun menunjukan ekspresi wajah yang antusias.

"hhahhh.. syukurlah tapi tunggu apa maksud dari mayat bomi? Apakah dia sudah meninggal?" ucap eunji yang mulai dengan nada sedih. Kyungsoo dan jongin pun mengangguk bersama dengan muka penyelasan. Eunji pun mulai lemas mendengarnya.

"aku menyesal nun. Aku pertama kali melihat juga terkejut" ucap jongin mulai menggenggam tangan nunanya. Nunanya hanya tersenyum tipis dan menatap jongin.

"tidak masalah jongin, kejadian itu juga sudah berlalu. Sekarang apa yang ingin kalian Tanya kan?" Tanya eunji.

"ahhh.. kami ingin tahu dan engkau sambil mengingat ngingat, pada saat bomi belum terbunuh, dia ingin pergi kemana?" Tanya kyungsoo. Eunji pun mulai terdiam dan berpikir.

"ahh.. waktu itu pada saat kami ingin tidur tepatnya jam 21.30,dia katanya dia ingin mengambil salah satu barang di lokernya aku tidak tahu barang apa setelah itu aku tidak melihatnya lagi. Ku kira dia sehabis mengambil barang di loker, ingin keluar sebentar makanya aku tinggal tidur. Pukul 06.00 pagi aku terbangun tapi bomi tetap tidak ada disampingku karena bomi tidur di sampingku. Dan aku tetap berpikir positif, ku kira lagi dia sudah bangun duluan tapi aku cek di dalam lemari,seragamnya bahkan tasnya pun masih ada. Pokoknya barang-barangnya masih ada. Dan aku sudah mencari kemana pun dia tetap tidak ada. Akhirnya aku menanyakan pada semua orang disana. Tapi mereka tidak melihat bomi. Akhirnya aku bertanya pada salah satu penjaga katanya, dia melihat bomi diseret oleh seseorang dan pada saat penjaga itu ingin menolong sudah tidak ada jejak lagi. Akhirnya ku menelpon polisi" ucap eunji dengan panjang lebar. Kyungsoo dan jongin pun mengangguk.

"apakah dulu bomi, punya musuh dan semacamnya?" Tanya kyungsoo lagi.

"dia tidak pernah punya musuh, bahkan dia adalah idola para lelaki. Karena kecantikkannya, ahli di bidang seni. Yah intinya dia sangat berbakat" ucap eunji. Kyungsoo pun diam dan berpikir.

"apakah dia pernah mempunyai pacar eunji-shi?" Tanya kyungsoo. Eunji pun terdiam dan mengingat ngingat kembali.

"seingatku, dia tidak mempunyai pacar. Bahkan dia tidak pernah bercerita orang yang dia taksir. Bahkan tentang mantannya pun aku tidak tahu" ucap eunji lagi. Kyungsoo dan jongin pun terdiam.

"aamm… nuna sampai sekarang masih berhubungan tidak dengan keluarga bomi nuna?" Tanya jongin tiba tiba.

"ahh.. ne, sampai sekarang aku masih berhubungan dengan mereka. Aku juga sering mengunjungi rumah mereka. Mereka keluarga yang sangat baik" ucap eunji. Kyungsoo dan jongin pun mulai tersenyum.

"baiklah, dimana rumah keluarga yoon nuna?" Tanya jongin

.

.

Yoon's Family House
10.15 KT

"jadi kalian sudah menemukan anakku? Syukurllaahh.." ucap wanita tua itu sambil mengajak jongin dan kyungsoo duduk di sofanya.

"ne ahjumma, tapi kami ada satu hal lagi yang ingin kami beri tahu pada ahjumma" ucap jongin dengan nada penyesalan.

"ada apa lagi? Ini masih menyangkut dengan bomiku?" Tanya wanita tua itu tak lain adalah eommanya bomi. Jongin dan kyungsoo pun menunjukkan muka penyesalan pada nyonya yoon ini.

"apakah bomiku sudah meninggal?" Tanya nyonya yoon yang sudah menintikkan air mata.

"kami sangat menyesal nyonya yoon, kami menemukan dia dalam sudah tak bernyawa di belakang loker siswa" ucap jongin masih dengan nada penyesalan. Nyonya yoon pun menutup mulutnya dan menangis. Kyungsoo pun menghampiri nyonya yoon dan menenangkan nyonya yoon.

"kami berjanji pada anda akan menemukan siapa pelakunya, serahkan seluruhnya pada kami dan percayalah kepada kami ahjumma" ucap kyungsoo masih menenangkan nyonya yoon.

"ne, ahjumma selalu percaya kalian, ahjumma yakin kalian pasti akan menemukan pelakunya. Kamsahmnida" ucap nyonya yoon dengan suara parau. Jongin dan kyungsoo hanya bisa tersenyum.

"sebelumnya kami datang kesini sekaligus ingin menanyakan sesuatu pada ahjumma. Terakhir ahjumma lihat bomi, bagaimana sikap bomi ke ahjumma?" Tanya jongin.

"ahhh.. dia tetap seperti dulu, baik, periang,penyayang dan juga berbakat. Semenjak dia punya pacar, sifat penyayang itu malah lebih ke pacarnya di banding denganku. Setelah itu, dia ingin pindah sekolah ke asrama putri Cheonsang, entah kenapa dia berpikiran untuk pindah ke asrama itu. akhirnya aku pindahkan dia ke asrama itu. awalnya, suamiku tak memperbolehkan, tapi bomi tetap ingin pindah ke asrama itu. tak kusangka kalau kejadiannya akan seperti ini" ucap nyonya yoon panjang lebar dan mulai menangis lagi. Kyungsoo pun kembali menenangkan nyonya yoon. Kyungsoo pun melihat sekeliling rumah itu dan dia pun terpaku pada pintu kamar yang di depannya ada tulisan 'Yoon Bomi'.

"ahjumma? Boleh kah kami meminta izin untuk melihat kamar bomi? Mungkin disana kami bisa mencari barang bukti lainnya yang berhubungan dengan bomi?" izin kyungsoo. Nyonya ahjumma pun mengangguk.

"ne, silahkan saja mungkin kalian akan menunjukkan petunjuk" nyonya yoon pun berdiri dan mengajak kyungsoo dan jongin untuk masuk ke kamar bomi.

Ya, kesan pertama duo detective ini melihat kamar bomi ini bernuansa pink dan masih dalam keadaan rapih.

"aku sering sekali datang kesini, membersihkan kamarnya, menggantikan sepreinya, membereskan meja belajarnya. Agar aku selalu mengingat bomi selalu ada disini" ucap nyonya yoon yang berdiri di pintu kamar sedangkan, kyungsoo dan jongin sedang melihat lihat barang barang bomi disana. Kyungsoo pun melihat beberapa foto yang berada di dinding dan di meja rias. Terlihat ada duo sejoli yeoja dan namja yang tersenyum kebahagiaan. Salah satunya pasti bomi.

"apakah ini pacar bomi, ahjumma?" Tanya kyungsoo. Nyonya yoon pun menghampiri kyungsoo dan diikuti oleh jongin.

"ne, namanya Jang Dongwoo. Bomi pernah membawanya kemari. Dia pria yang baik dan sopan. Tapi setelah bomi putus darinya, setelah itu bomi ingin pindah ke asrama putri cheonsang" ucap nyonya yoon. Kyungsoo dan Jongin pun berpikir dan saling lihat satu sama lain.

.

.

Departemen Kepolisian Seoul
10.45 KT

Jongin dan Kyungsoo kembali dan mereka pun langsung duduk di kursi kerja mereka. Jongin pun memejamkan matanya dan sedangkan kyungsoo langsung berdiri karena ada sang direktur.

"bagaimana hasilnya?" Tanya sang di rektur yang datang tiba tiba ke meja jongin. Jongin hanya duduk dan menguap. Kyungsoo menghampiri meja jongin dan melihat jongin bersikap seperti itu, kyungsoo langsung mencubit pipinya dan langsung membuat jongin berdiri karena terkejut. Sang direktur hanya menatap sinis jongin.

"aaammmm… kami tadi mendapatkan petunjuk dari nunaku dan keluarga yoon. Dari nunaku, yoon bomi ini menghilang semenjak malam sebelum bomi dibunuh dan…."

"dan dari keluarga yoon, yoon bomi ini ingin pindah ke asrama cheonsang karena dia putus oleh mantan pacarnya Jang Dongwoo" sambung kyungsoo secara tiba tiba. Sang direktur pun berpikir.

"carilah profil mengenai Jang Dongwoo dengan Sehun, kyungsoo kau bisa kembali ke ruang otopsi. Aku akan menunggu disini" perintah Direktur. Mereka berdua pun mengangguk bersamaan dengan mulai pergi ke tempat suruhan direktur.

.

.

"SEHUUNNAAAAAA" teriak jongin mengahampiri lab sehun dan jongin terkejut karena dia melihat juga ada luhan disana. Luhan dan sehun bersamaan menegok amper jongin

"nuna mengapa ada disini? Bukannya nuna harusnya berada di ruang otopsi?" Tanya jongin pada luhan yang menghampiri mereka berdua.

"aku disuruh chanyeol untuk menemaninya, dia tahu kalau aku juga pintar menganalisis dna dan jago computer, padahal aku ingin menganalisis mayat bomi itu juga" ucap luhan ngepout. Jongin pun menyadari kalau sehun sejak tadi memerhatikan luhan dan sehun juga sedikit tersenyum kearah luhan. Jongin pun iseng mencolek sehun dan memberi kode mengoda sehun. Sehun hanya diam dengan muka datarnya dan kembali memerhatikan computer.

"hei sehunaaa, kau jangan memasang muka datar terus nanti kau tidak akan mendapat pasangan. Mana mau para itu yeoja ingin bersamamu yang selalu memasang muka datar? Hahaha" ejek jongin. Sehun pun mulai senyum evil dan tetap mengarah computer sambil mengetik sesuatu.

"baiklah KAINA! Aku akan selalu memasang wajah ramah pada semua orang haha" ejek sehun lagi pada kai. Luhan yang sejak tadi memerhatikan mereka beruda pun hanya tersenyum dan luhan melihat sekeliling lab sehun dan terpaku oleh cutter yang berada di meja tepat di belakang sehun

"aaaiiiissss kau ini hunn. Hei kau disuruh oleh direktur mencari data tentang Jang Dongwoo" ucap kai pada sehun. Tanpa basa basi lagi, sehun langsung mencari data mengani Jang Dongwoo ini. dan langsung terpampang wajah Dongwoo sekaligus profilenya.

"silahkan lihat sendiri kaina, dan nanti aku kirimkan data ini pada direktur dan menampilkannya di ruang kerjamu" ucap sehun yang masih mengejek kai.

"aiisss hentikan dengan panggilan itu hunaa. Ohiya kau punya catatan amperl tentang dirinya?" Tanya kai lagi. Sehun pun mencarinya lagi di computer super miliknya.

"dia pernah di penjara beberapa bulan karena dia mengendarai mobil sambil mabuk dan juga dia pernah di penjara lagi karena pernah tawuran antar sekolah setelah itu dia tidak pernah melanggar lagi" ucap sehun. Kai pun mengangguk mengerti.

"ohiya aku amper lupa, bagaimana dengan cutter yang aku temukan di tempat tkp? Apakah kau menemukan sidik jarinya?" Tanya jongin.

"ahhh.. itu.. aku tidak menemukannya itu benar benar bersih dan hanya ada darah bomi disana dan.."

"aku menemukannya" potong luhan. Jongin dan sehun pun menghampiri luhan. "kau saja yang tidak teliti lihatt.." ucap luhan lagi sambil memperlihatkan sedikit sidik jari di bagian luar cutter.

"kau teliti sekali rupanya" ucap sehun. Luhan hanya tersenyum dan memberikan cutternya pada sehun.

"carilah siapa pemilik sidik jari ini" sehun pun mengambil dan mencari siapa pemilik sidik jari tersebut.

"nice job nuna! Kalian kembali lah bekerja, SEMOGA KALIAN CEPAT JADIAN!" teriak jongin seraya meninggalkan labnya sehun.

"YYYAAAAKKKKK!" teriak hunhan alias sehun luhan

.

.

"bagaimana hasilnya? Kalian menemukan sesuatu?" Tanya kyungsoo yang langsung masuk ke dalam ruang otopsi.

"hei kyungsoo, kau sadar tidak kalau mayat ini diawetkan?" Tanya chanyeol pada kyungsoo. Kyungsoo pun mengerutkan dahi dan menghampiri mayat tersebut.

"yak kau benar, dia diawetkan" ucap kyungsoo. Kyungsoo pun terdiam lagi dan mengingat sesuatu.

"oohhhh no" kyungsoo langsung meninggalkan ruang otopsi sambil membawa tasnya. Tim otopsi pun bingung dengan kyungsoo yang datang tak bilang bilang pergi pun tak bilang bilang juga *beneran kek jelangkung kyungsoo. Setelah yang lain menatap kyungsoo pergi, chen memeriksa mayat bomi kembali dan memeriksa alat vitalnyaa bomi. Chen mengerutkan dahinya dan menemukan sesuatu.

"apa ini?" chen pun mengambil sedikit caiiran di alat vital bomi dan memasukannya dalam tempat kecil. Baekhyun dan chanyeol menghampiri chen.

"iiituuuuu… spermaa?" ucap chanyeol sambil menunjuk ke arah tempat berisi cairan yang bernama sperma.

"bisa jadi.. tapi mengapa bisa?" Tanya chen lagi. Duo Baekyeol pun berpikir.

" dia bisa jadi berhubungan seks dann.." ucap baekhyun yang mulai angkat bicara.

"dan bisa jadi dia diperkosa" ucap chanyeol cepat.

.

.

Jongin kembali ke ruang kerjanya dimana sang direktur sudah melihat profile dari Jang Dongwoo.

"ini jang dongwoo?" Tanya sang direktur. Jongin mengangguk membenarkan.

"ne, dia adalah jang dongwoo. Dia lahir di Gyeonggi pada tanggal 22 November tahun 1987. Pekerjaan dia saat ini adalah menjadi pelayan di sebuah restoran cepat saji dan Street Dance. Dan dia tinggal di apartemen di Jalan Gangnam" ucap jongin yang menjelaskan profil jang dongwoo.

"heii jongin-shi" panggil kyungsoo menghampiri jongin dan direktur "kita harus pergi ke rumah jang dongwoo itu, sepertinya ada hubungannya dengan pembunuhan bomi ini" ucap kyunsgoo mengajak.

"sabar dulu, aku sedang menjelaskan pada direktur mengenai dia" ucap jongin. Jongin menatap sang direktur dan sang direktur memberi aba aba untuk melanjutkan presentasinya.

"dan jang dongwoo ini memiliki catatan criminal yaitu dia pernah di penjara beberapa bulan karena dia mengendarai mobil sambil mabuk dan juga dia pernah di penjara lagi karena pernah tawuran antar sekolah setelah itu dia tidak pernah melanggar lagi. Itu yang aku dapatkan dari sehun" ucap jongin. Sang direktur pun mengangguk mengerti.

"yak, kau ingin bilang apa tadi padaku kyungsoo-shi?" Tanya jongin pada kyungsoo.

"tadi aku ke ruang otopsi dan diberitahu chanyeol kalau mayat bomi ini diawetkan oleh boraks. Apakah kau menyadarinya? Padahal mayat itu sudah lama dari tahun 2003" jongin pun mengingat lagi mulai mengangguk.

"dan kemungkinan besar, jang dongwoo itu membunuhnya dan mengawetkan mayat bomi. Karena bomi ini adalah mantan pacar dongwoo" jelas kyungsoo. Direktur dan jongin pun mengangguk mengerti.

"tunggu apa lagi kita langsung kesana" ajak jongin kyungsoo pun mengangguk dan sang direktur meninggalkan ruang kerja jongin and team.

.

.

Apartemen at Gangnam Street
11.15 KT

Jongin dan kyungsoo menuju apartemen dongwoo dengan menaikki tangga karena lift apartemennya macet/?.

"ini yang punya apartemen tidak modal sekali untuk memperbaikki liftnya" keluh jongin karena capek menaikki lantai. Tentu saja, karena apartemen dongwoo berada di lantai 6.

"tidak apa apa, olahraga sedikit jongin-shi" ucap kyungsoo yang sebenarnya juga capek. Jongin hanya diam dan terus menaiki tangga apartemen.

PPIIPPPP..PPIIIPPP..

Jongin dan kyungsoo berhenti dan jongin mengangkat teleponnya dari sehun.

"kai"

"hei, aku menemukan sidik jarinya. Dan sidik jari itu milik orang yang kau cari yang bernam jang dongwoo itu." ucap sehun di telepon.

"sudah kuduga, nice job hun saranghae hunnaaa"

"yang benar saja kau, aku masih normal jongin" sehun memutuskan teleponnya dan jongin menaruh phonennya lagi dikantongnya. Kyungsoo yang sejak tadi menatap jongin hanya memasang wajah datar dan langsung menaikki anak tangga.

"what? Itu tidak aneh kan dengan sahabat sediri?" Tanya jongin menyusul hanya diam dan masih memasang wajah datar. Dan tiba tiba muncul sesosok manusia dengan bibir cetar membahananya/? Jang dongwoo yang hendak turun dengan tangga yang bersamaan dengan jongin dan kyungsoo. Dongwoo berhenti berjalan sedangkan jongin dan kyungsoo juga

"Jang Dongwoo?" Tanya kyungsoo. Dongwoo langsung lari berbalik arah ke apartemennya. Jongin langsung berlari dan disusul oleh kyungsoo. Jongin berhasil menangkap dongwoo dan memborgol dongwoo. Jongin memang pelari cepat dulu.

"jang dongwoo, kami dari Departemen Kepolisian Seoul. kau ditangkap atas pembunuhan yoon bomi" ucap kyungsoo.

"apa? Aku tak membunuh yoon bomi. Kalian menemukan dia?" Tanya dongwoo yang posisinya sedang terduduk di lantai.

"bicarakannya nanti saja di kepolisian" ucap jongin yang menarik dongwoo untuk ikut ke kantor.

.

.

Investigation Room
12.45 KT

"kau ingin melihatnya tertidur pulas dengan wajah pucatnya?" tawar jongin. Jongin melempar foto bomi yang sudah menjadi mayat yang mulai mongering. Dongwoo hanya diam menatap wajah bomi.

"bahkan kau tega membunuhnya. Apa salahnya sampai kau membunuhnya dongwoo-shi?" Tanya jongin yang mulai mendekati dongwoo. Dongwoo tetap diam dan menunduk

"bahkan, kau sampai mengawetkannya. Kau benar benar psikopat dongwoo-shi" ucap kai yang benar benar menusuk.

"aku tak membunuhnya" ucap dongwoo singkat.

"jinja? Bahkan ada sidik jarimu disini" jongin pun melempar tas plastic yang berisikan cutter yang jongin temukan di tkp. Dongwoo tampak kaget dan bingung.

"kau ingin bilang apa sekarang dongwoo-shi? Sidik jari tidak pernah berbohong" Tanya jongin lagi.

"tu..tunggu dulu.. aku bisa memang saat itu ingin bertemu dengan bomi karena aku ingin baikkan dengannya. Tapi dia tak kunjung datang, akhirnya aku mendatangi mendengar suara jeritan tapi kecil. Aku ikuti ruangan tersebut ternyata itu gudang asrama yang paling belakang. Dan aku lihat bomi ditahan oleh seseorang. Pada saat bomi ingin dibunuh, dia diperkosa terlebih dahulu oleh orang itu. Dan aku berniat ingin menolong bomi, tapi aku terlambat. Orang itu malah membunuhnya dengan cutter itu. dan dia malah melemparkan cutter itu padaku tapi aku tak menangkapnya hanya mengenai cutter itu masuk ke dalam lubang di belakangku, entah itu lubang apa" jelas dongwoo. Jongin diam dan menatap dongwoo.

"kau yakin?" Tanya jongin lagi. Dongwoo mengangguk cepat dan ketakutan.

"siapa orang itu?" Tanya jongin lagi. Dongwoo diam sambil mengingat.

"ahhh.. lee howon, aku lihat matanya karena dia memakai topeng. Dia adalah mantan pacar bomi yang katanya paling disayang-_-" setelah ucapan dongwoo itu, jongin keluar ruangan tersebut dan masuk ke ruangan dimana kita bisa lihat orang mengintrogasi lewat kaca satu sisi. *nggak tau nama ruangannya-_-".

"kau percaya dengan omongannya?" Tanya dujoon yang sedari tadi ada disana sambil menatap dongwoo yang sedari tadi gelisah.

"entahlah hyung, aku masih tidak yakin. Dia tampak ketakutan, bingung, dan gelisah" ucap jongin

.

.

Tuesday, June 10 2014
08.45

"kau tumben sekali datang terlambat hyung" ucap jongin sedari tadi duduk di kursi kerjanya.

"aku semalam nonton bola ya jadinya seperti ini. kau ingin lihat kantung mataku?" ucap dujoon sambil menunjukkan kantung matanya.

"sudah terlihat dari sini hyung tidak usah ditunjukkan haha" ejek jongin. Dujoon hanya memasang muka datar dan menaruh tasnya dan duduk di kursi rajanya.

"dimana kyungsoo?" Tanya dujoon yang mulai bersandar pada kursinya.

"dia sudah berada di ruang otopsi" ucap jongin

"kalian lebih baik mencari pelaku pembunuhan yoon bomi disbanding kalian harus berleyeh leyeh seperti ini" ucap sang direktur yang tiba tiba saja datang ke ruangan mereka.

"aaihhh.. hyungg aku masih tidak percaya dengan perkataan dongwoo kemarin, dia mengakui tak membunuh bomi" ucap jongin.

"kau sudah tunjukkan sidik jarinya?" Tanya direktur. Jongin hanya mengangguk dengan muka melas.

"lalu?" jongin pun berdiri dan merapihkan jasnya.

"dia mengantakan kalau dia ingin berniat menyelematkan bomi dan pada saat dia ingin menyelamatkan bomi, bomi sudah terbuh oleh cutter kemarin yang aku temukan. Dan pelaku itu melemparkan cutter itu pada dongwoo mungkin bermaksud agar dongwoo menjadi pembunuhnya tapi dongwoo tak mengangkap cutter itu dan cutter itu masuk kedalam lubang tempat aku menemukan cutter itu" jelas jongin. Direktur hanya mengangguk mengerti.

"oh dan satu lagi, sebelum dibunuh bomi telah diperkosa oleh orang yang membunuh bomi itu" jelas kai lagi.

"aku telah menemukan siapa yang memerkosa bomi" ucap sehun yang tiba tiba saja sudah muncul di belakang direktur dan jongin.

"sehun, kau tidak pulang sayang?" goda jongin pada sehun.

"diam kau pesek/?." Jongin seketika memasang wajah datar "Kemarin, chen hyung menemukan sperma di alat vital milik yoon bomi dan membawanya pada ku sampai aku tidak pulang ke rumah-_-. Dan baru sekarang aku mengetahui kalau sperma ini milik seseorang yang bernama lee howon" sehun langsung menghampiri meja jongin dan mencari data mengenai lee howon lewat computer milik jongin. Dan profile dari lee howon muncul di layar smart tv.

"namanya lee howon. Lahir di Busan pada tanggal 28 maret 1987. Dia tinggal di rumah di jalan Yangcheon nomor 91. Dia bekerja sebagai pelayan kafe. Dan catatan kriminalnya dia pernah di penjara karena dia sma pernah tawuran antar sekolah dan memperkosa. Ya itu saja yang aku temukan hyung" jelas sehun pada direktur dan juga jongin.

"nice job hun, kau boleh pulang sekarang" perintah direktur.

"gomawo hyung, aku memang sudah sangat lelah" sehun pun berjalan kembali ke lab dengan lemas.

"kau dan dujoon pergilah ke rumah howon" perintah direktur.

"baik bosss"

Zzzzzz…zzzzz.

Jongin dan direktur pun mengok ke arah dujoon yang sejak tadi tidur di kursinya. Direktur menghampiri meja dujoon dannn….

BBRRAAAAAAKKKKK!

"iya iya bos?" ucap dujoon bangun karena kaget oleh pukulan meja oleh sang direktur. Direktur kasih kode untuk pergi dan dujoon mulai bersiap siap pergi dengan jongin.

.

.

Lee Howon's House
09.20 KT

TOK…TOK…TOK…!

"Departemen Kepolisian Seoul" teriak dujoon. Dujoon hanya menaikkan pundaknya. Jongin memberi kode untuk sekali lagi mengetok pintunya.

TOK…TOK..TOK..!

"Departemen Kepolisian Seoul" teriak dujoon. Dan tetap tidak ada respon. Dujoon menggeleng kepalanya. Jongin pun menghela napas.

"permisih hyung aku akan menggebrak pintunya"

BBRRRAAAKKKKKK!

Jongin dan dujoon masuk ke rumah howon dan siap dengan pistol mereka. Dujoon periksa ke dapur dan jongin periksa ke taman belakang. Dan hasilnya nihil tidak menemukan apa apa. Dan satu satunya tempat yang belum di periksa, kamar howon. Dujoon menggebrak pintu kamar dan memeriksa di dalam kamar howon. Dan tak mereka sangka bahwa isi kamar howon penuh dengan foto bomi dengan beraneka macam gaya. Dan mereka pun melihat di tepat di samping tempat tidur howon. Mereka pun mendekati tempat tidur terpampang foto nuna jongin alias eunji yang sedang tertawa. Dan howon menandainya dengan spidol merah.

"ohhh..SHIT! ayo hyung kita ke rumah nunaku." jongin dan dujoon langsung keluar dari rumah howon dan pergi ke rumah eunji.

.

.

Eunji's Apartement
10.00 KT

Jongin dujoon langsung memasuki apartmen eunji karena pintunya sudah terbuka dan mereka sudah siap dengan pistol mereka. Mereka melihat howon sedang menduduki eunji di atas tempat tidur yang hendak memperkosa eunji dan juga memegang pistol.

"ANGKAT TANGAN! DEPARTEMEN KEPOLISIAN SEOUL!" teriak jongin dengan pistolnya yang mengarah ke howon begitu juga dengan dujoon. Howon pun mengangkat tangan dan melepaskan pistolnya. Tanpa basa basi eunji mendorong howon dan terjatuh dari tempat tidur dan mengamankan howon.

"aku pinjam borgolmu" teriak eunji. Jongin pun melempar borgolnya dan eunji menangkap borgol itu dan mengunci tangan howon. Jongin dan dujoon menghampiri howon dan eunji.

"bagaimana kau bisa lakukan adegan ini sayang?" Tanya howon yang tersungkur dilantai

"aku ini special Agent for Militery sayang, kau ingin lihat lencanaku" eunji mengambil lencananya di meja yang tak jauh darinya dan menunjukkan pada howon.

"kau salah memperkosa orang sayang, hubungan kita sudah berakhir sampai disini" eunji pun melihatkan howon dan memberikannya pada howon

"kau ditahan karena membunuh dan memperkosa yoon bomi dan memperkosa wanita ini juga" ucap dujoon dan menarik howon.

"MWO? Aku tak membunuh yoon bomi! Siapa yang bilang seperti itu?" elak howon.

"bicarakannya nanti saja di kepolisian, ayok jalan" dujoon pun mendorong howon untuk jalan keluar apartemen. Dan di apartmene itu Cuma ada eunji dan jongin.

"kau hebat sekali nuna, mengapa kau dari tadi tak memberontak saja?" Tanya jongin.

"aisss… aku sudah memberontak tapi dia pintar sekalli ambil posisi. Dan kalian pun datang dan aku mengambil kesempatan itu haha" ucap eunji seraya juga tertawa. Jongin pun juga ikut tertawa.

"dan tadi kata temanmu dia juga membunuh yoon bomi? Aaiiisss.. aku salah memacari orang rupanya" keluh eunji.

"ya, bahkan dia memperkosanya juga" ucap kai lagi.

"MWOO? Aiisss.. seharusnya aku lakukan lebih dari itu. penjarakan saja dia. Aku sudah muak melihat mukanya" keluh eunji lagi. Jongin hanya bisa tertawa.

"lain kali kau memacari orang jangan lihat dari mukanya saja nuna" ucap jongin yang juga mencubit pipi nunanya.

"aaiisss arraseo lain kali aku harus membutututi orang yang aku suka biar aku tak salah lagi" ucap eunji. Jongin mendengar keluhan nunanya hanya bisa tertawa.

.

.

Investigation Room
11.00 KT

"kau ingin melihat bomi mu?" dujoon melempar mayat bomi yang sudah mulai mongering. Howon melihat fotonya sambil tahan menangis. Dujoon mulai mendekati howon.

"kau mengapa menangis? Kau menyesal membunuhnyadan memperkosanya juga?" Tanya dujoon lagi. Howon pun menggeleng kuat.

"AKU TAK MEMBUNUHNYA! AKU BERSUMPAH!" teriak howon yang tangisannya mulai pecah.

"berarti kau memperkosanya?" Tanya dujoon lagi. Howon terdiam dan mengalihkan pandangannya.

"JAWAB AKU!" bentak dujoon.

"NE! AKU MEMPERKOSANYA KARENA AKU TAK RELA DIA BERPACARAN DENGAN SI BRENGSEK DONGWOO YANG HANYA MEMANFAATKAN BOMI SEBAGAI PELARIAN DAN HARTA BOMI. DIA YANG MEMBUNUH BOMI BUKAN DIRIKU. KALIAN PASTI MENEMUKAN SIDIK JARINYA KAN?" teriak howon masih dengan tangisannya. Dujoon pun terdiam mendengar teriakkan howon.

"aku mencintai bomi. Aku benar benar mencintainya. Pasti si brengsek itu membalikan fakta kan? Sudah kuduga" ucap howon yang sudah melemah.

"kalau begitu, ceritakan kejadian aslinya" perintah dujoon

.

.

On The Way To Dongwoo's Apartemen
12.30 KT

"oohhh.. jadi dongwoo itu membunuh bomi karena dia ingin membalas dendam karena memutuskannya dan howon memperkosa bomi karena howon ingin bomi menjadi miliknya seutuhnya dan howon mengawetkan tubuh bomi yang berharap agar bomi hidup lagi? Cerita cinta yang rumit dan tragis" ucap kyungsoo yang menatap jongin yang sedang menyetir itu.

"ne, aku kasihan dengan bomi nuna. Hidupnya di penuhi dengan duo namja yang benar benar keparat" ucap jongin yang masih focus dengan jalanan.

"aku setuju denganmu jongin-shi"

Akhirnya mereka pun sampai di apartemen dongwoo yang menurut mereka melelahkan karena harus menaikki tangga terlebih dahulu.

"hei jongin-shi sepertinya liftnya sudah di perbaikki. Lebih baik kita naikki liftnya dari pada kau mengeluh capek terus" ajak kyungsoo. Jongin mengangguk mereka menaikki lift tersebut.

.

.

TOK…TOK…TOK..!

"Departement Kepolisian Seoul" teriak jongin sambil mengetuk pintu aparemen dongwoo. Dan mereka tak mendengar respon apapun.

"aku bingung dengan semua orang, mengapa kalau polisi datang ke rumah orang mengapa selalu tak ada yang merespon?" Tanya jongin pada kyungsoo. Kyungsoo yang bisa menaikki bahunya.

"mungkin mereka takut denganmu haha" ejek kyungsoo. Jongin memasang muka datar dan kembali mengetuk pintu apartemen dongwoo. Dan seklai lagi, tak ada yang merespon

"baiklah, aku harus menggebrak pintu ini" ucap jongin yang sudah bersiap siap untuk menggebrak pintu.

"biarkan aku yang mencoba" ucap kyungsoo yang mencegah jongin. Jongin pun mengerutkan dahinya.

"memangnya kau bisa?" Tanya jongin dengan nada meremehkan.

"kau meremehkanku?"

GUBBRRRAAKKK!

Jongin hanya bisa menganga melihat aksi kyungsoo yang menggebrak pintu dengan kakinya.

"sekarang kau percaya kan? Jangan membuka mulutmu terus nanti lalat masuk" kyungsoo pun mengambil pistol dan mulai memasuki apartemen dongwoo. Jongin pun menutup mulutnya dan mengambil pistol dan menyusul kyungsoo.

Mereka pun mengecek isi apartemen dongwoo mulai dari dapur, ruang tivi, dan kamar mandi dan hasilnya nihil, tak ada dongwoo. Jongin terpaku oleh kamar dongwoo yang masih tertutup. Jongin membuka kamar dongwoo yang tak dikunci dan masuk ke dalam kamar itu dan melihat jendela yang masih terbuka. Jongin melihat keluar jendela dan melihat kebawah. Jongin kaget sekaligus bingung.

"KYUNGSOO-SHI" teriak jongin. Kyungsoo menghampiri jongin dan melihat apa yang dilihat jongin. Jang Dongwoo sang tersangka pembunuhan Bomi, tewas mengenaskan karena jatuh dari tangga kayu yang mungkin ambil dari gudang apartemen. Tewas yang mengenaskan.

"dia itu stupid apa pabbo?" Tanya jongin dengan pertanyaan yang bisa di bilang konyol.

"dia lebih dari stupid dan paboo jongin-shi"

"aku setuju denganmu kyungsoo-shi, aku bingung satu hal. Dimana dia mendapatkan tangga yang jelas jelas tidak kuat untuk beban dirinya dan tas kopernya itu?" kyungsoo yang mendengar pertanyaan itu hanya memasang wajah datar dan memilih untuk diam dan tak menjawab pertanyaan jongin.

"waee? Aku hanya bertanya kyungsoo-shi"

"lebih baik kau hubungi yang lain dari pada menjawab pertanyaanmu. aku akan kebawah dan mengurusi mayat itu" kyungsoo pun meninggalkan jongin yang masih terlihat bingung.

.

.

Departemen Kepolisian Seoul
17.30 KT

"aku tidak bisa pergi kesana nuna, aku sangat capek dengan kasus bomi nuna. Mungkin lain kali aku akan ke pemakamannya sendirian…ne,cheonma nuna…ne salamkan aku pada ahjumma yoon ne? okey sampai jumpa nuna" jongin memutuskan teleponnya yang sudah pasti dengan pun duduk di kursi kerjanya dan mulai merenggangkan badannya karena capek.

"kau kelelahan jongin-shi?" Tanya kyungsoo yang datang menghampiri meja kerjanya yang berada di samping meja kerja jongin dan duduk di kursi kerjanya itu.

"tentu saja, memangnya kau tidak kelelahan kyungsoo-shi?" ucap jongin yang masih merenggangkan badan dan mulai bersandaran di kursi kerjanya.

"tentu saja jongin-shi, bahkan aku lbih lelah dari kau" ucap kyungsoo yang merenggangkan badan sedikit dan mulai bersandaran di kursinya.

"hhmm.. kau beruntung sekali, hari pertama disini kau langsung mendapatkan job" jongin pun memutar kursinya kea rah kyungsoo dan kyungsoo juga memutar kursinya ke arah jongin.

"hehe.. mungkin keburuntungan lagi di pihakku" ucap kyungsoo. Jongin pun hanya tersenyum dan menaikkan kakinya pada meja kerjanya. Dan mereka pun mulai terdiam

"ohh.. kyungsoo-shi?" panggil jongin.

"ne jongin-shi?" jawab kyungsoo.

"kau ini adalah partnerku, aku ingin sekali mengenalmu lebih dalam. Bolehkan?" Tanya jongin. Kyungsoo pun tampak berpikir sambil memutar kursinya.

"ne, boleh saja. Aku juga ingin mengenalmu lebih dalam agar kita bisa mengerti satu sama lain" ucap kyungsoo menyetujui.

"jadi, mulai sekarang kita tak boleh memanggil nama kita dengan embel embel 'shi'?" Tanya kai. Kyungsoo pun mengangguk.

"tentu saja,kita adalah partner jongin" ucap kyungsoo.

"baiklah aku punya satu pertanyaan untukmu?" Tanya jongin sambil menunjukkan angka satu pada jarinya.

"baiklah, kau ingin Tanya apa?" Tanya kyungsoo balik.

"berapa usiamu?" pertanyaan itu menbuat kyungsoo tersenyum evil pada jongin.

"kau sungguh ingin tahu?" Tanya kyungsoo. Jongin pun mengangguk.

"baiklah, usiaku setahun lebih tua darimu" ucap kyungsoo senyum sambil tersenyum menang.

"MMMMWOOOOOOO?!"

::TBC::

Akhirnyaa selesaiiii jugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… YEHET! YEHET! Kaisoo momentnya belom ada ya? :D haha ini kan masih masa perkenalan belom terlalu deket tapi nanti aku usahain ada kok. Makasih buat tomoyasaki,ruixi,guest,kim leera, ,yixingcom,kimkyungin1214,dan kyunginoru yang udah kasih review sekaligus fav and followers. Sebelumnya ini ff undah di publish di rated T cuman kata temen ff yang kayak beginian cocoknya di rated m makanya aku pindahin ke rated m dan tulisan di ffnya masih rated T xD

Btw, jangan lupa kasih review lagi yang banyak yaa bbuat lanjut ke chapter 3. Dan satu lagi jangan lupa kasih koreksi dan kritik saran neee :D