Wah Thanks ya udah ada yang review ^^
Moku-Chan
Oc itu apa Ya? maaf saya newbie disini
klo untuk Lemon, lihat saja nanti ^_^
dara UzuHina
Di chapter ini aku akan menceritakan wanita bermata biru itu,
Apakah kakashi akan mempraktekkan Icha-Icha paradise?
Ikuti terus cerita ini ^_^
Rin Mizukami
Iya aku Kakashi lover *tos* XD, makasih atas sarannya emang aku lagi belajar disitu, ide doang banyak tapi pas nulis jadi bingung penulisannya. Udah sering baca novel tapi tetep aja Oon XD.
FuRaHeart
Ya. ya aku lanjutkan kok ^_^
Note :
Yang dimaksud bahasa asing dalam sudut pandang Kakashi yaitu bahasa inggris tapi Author menulis pake bahasa Indonesia saja ya tapi dengan huruf miring.
Disini ada Istilah Disapparate yaitu menghilang ke tempat lain, Apparate yaitu muncul ditempat ambil dari Novel Harry Potter.
AUTHOR POV
NEGARA INGGRIS
Ada sebuah rumah yang letaknya cukup jauh dari desa, rumah itu diperbatasan hutan dan desa, disana ada 3 orang, sepasang suami istri yang sudah cukup tua dan seorang putri mereka yang terkenal karena kecantikannya. Gadis itu mempunya postur tubuh tinggi dan bentuk tubuhnya indah seperti impian kaum hawa pada umumnya, kulitnya putih pucat tapi dibawah sinar matahari kulitnya agak berpendar redup. Matanya berwarna biru seperti ayahnya, rambutnya bergelombang sepanjang pinggulnya berwarna pirang seperti ibunya. Suami istri itu mendapatkan putri mereka ketika usia perkawinan mereka berumur 30 tahun. Gadis itu sekarang beranjak dewasa tetapi kedua orang tuanya seperti kakek dan neneknya. Ada rahasia besar dirumah itu kenapa mereka agak menjauh dari desa, orang-orang desa mengatakan kalau kedua orang tua itu ingin menyembunyikan anak gadis mereka yang cantik jelita tapi bukan itu alasan mereka.
Pagi-pagi sekali rumah itu sudah terlihat aktifitasnya, sang kepala keluarga keluar dari rumah lalu mengelola kebun dan peternakannya dibantu oleh istri dan anaknya. Perkebunan dan pertenakan mereka cukup luas tapi hanya mereka bertiga yang bekerja.
"Dady, telur-telur ayam dan susu perah kemarin sudah siap di pasarkan. Kalau Dady masih sibuk, Esme saja yang akan kedesa." Ucap sang gadis kepada ayahnya yang sedang memberi makan ternaknya yang berupa sapi, ayam, babi dan domba.
"Sebentar lagi ya, kau tidak boleh ke desa sendirian" ucap sang ayah lalu gadis itu pun mengangguk dia menuju kearah kereta barang besar yang ditarik oleh 4 kuda besar didekat rumahnya.
Gadis itu tidak lama menunggu ayahnya lalu merekapun berangkat ke desa, dengan waktu 3 jam merekapun sampai ke desa. Begitu mereka masuk kedaerah pasar merekapun langsung menjadi pusat perhatian penduduk desa, terutama gadis itu. Banyak pria baik muda maupun tua pasti memandang kearahnya membuatnya menunduk malu. Mereka akhirnya sampai disebuah toko besar yang memang selama ini menerima hasil kebun dan perternakan mereka.
"Mr. Radcliffe. Akhirnya kau datang juga. Persediaan telur, susu dan sayuranku sudah hampir habis" ucap sang pemilik toko menyambut Mr. Radcliffe dan putrinya
"Maaf Mr. Malfoy sayuran kami belum siap, mungkin lusa baru kami bisa antar. Esme tolong turunkan barang-barangnya" ucap Mr. Radcliffe
"Esme, tidak perlu. biar pegawaiku saja yang melakukannya"
"Putriku sudah terbiasa, Mr. Malfoy"
"Kasihan putrimu kerja terus di perkebunan dan di peternakan masa kau suruh juga mengangkut barang kedalam tokoku. Kasian dia, kalian istirahat saja didalam aku sudah membuatkan teh dan makanan ringan untuk kalian"
"Thank you, Mr. Malfoy" Ucap Mr. Radcliffe lalu dia bersama Esme masuk kedalam toko yang merupakan area pribadi pemilik toko, mereka disambut oleh istri dan anak perempuan Mr. Malfoy
"Esme, kau makin cantik saja. Andaikan aku punya anak laki-laki pasti aku akan mengambilmu jadi menantu" Ucap Mrs. Malfoy kepada Esme membuat mukanya memerah
"Thanks, Mrs. Malfoy. Anda dan Putri anda juga cantik sekali" ucap Esme
Mr. Radcliffe dan Esme menunggu sampai Mr. Malfoy dan pegawainya selesai memindahkan barang-barang. setelah 1 jam Mr. Malfoy menghampiri mereka.
"Mr. Radcliffe. Ini uangnya, putrimu hebat sekali bisa mengangkut barang sebanyak itu ke kereta barang"
"Saya perlu waktu 2 hari untuk memasukka barang-barang kedalam kereta" ucap Esme
"Mr. Radcliffe kenapa kau tidak mempekerjakan pegawai pria saja disana? kasian kan putrimu"
"Kami masih sanggup, terima kasih banyak Mr. Malfoy. Lusa kami akan kembali dengan sayurannya"
"Hati-hati dijalan"
Mr. Radcliffe dan Esmepun kembali kerumah mereka
"Dady, aku membutuhkan beberapa bahan ini untuk membuat ramuanku" Esme mengeluarkan secarik kertas dari jubahnya lalu memberikannya kepada ayahnya
"Baiklah, aku akan membelikannya. Bagaimana perkembangan ramuanmu?"
"Sangat baik, kurasa akan berhasil dan akan bisa membantuku dalam bekerja"
"Apakah kau buat ramuan dengan khasiatnya tidak akan menghilang?"
"Ya"
"Hati-hati sayang, ingat kakekmu meninggal karena gagal membuat ramuan itu"
"Aku pasti berhasil, Dad. Jangan khawatir"
Esme bingung melihat sekelilingnya dia tidak mengenal tempat itu "dimana aku?" tanya esme kepada dirinya sendiri. Dia mengira berada disebuah ruangan yang merupakan gudang, barang-barang berada dimana mana, ada beberapa perabotan seperti meja dan kursi tapi penuh dengan pakaian, buku dan bekas-bekas bungkusan makanan hanya ada satu tempat yang tidak terlalu berantakan yaitu disekitar tempat tidur, Esme melihat seorang pria berambut putih terbaring ditempat tidur membelakanginya, Esmepun memperhatikan pria tersebut. Tak lama kemudian Esme merasakan sinar matahari perlahan menyinari ruangan itu dan pria itupun bangun, Esme berusaha mencari tempat untuk bersembunyi tapi tidak ada tempat untuk menyembunyikan dirinya diruang berantakan itu dan pria itupun sudah melihat kearahnya dan Esmepun menahan nafasnya menanti reaksi pria itu melihat dirinya, tapi ternyata pria itu hanya menatap kearahnya dengan tatapan kosong, dia menggaruk garuk kepalanya lalu menguap lebar sekali.
Esme terpaku melihat pria itu awalnya disangka pria yang tidur itu merupakan pria tua karena rambutnya berwarna putih tap ternyata pria yang masih muda dan sangat tampan walaupun ada bekas luka dimata sebelah kirinya. Detak jantung Esmepun berdetak lebih cepat dan dia merasakan panas bersinar-sinar merayapi tubuhnya dan dirasakan wajahnya pun memanas. Esme menyadari bahwa dirinya menyukai pria yang ada dihadapannya itu. Pria itu terus menatap kearahnya tapi dia seperti hanya menatap tembok. Esmepun memberanikan diri mendekati pria itu lalu membungkukkan dirinya didepan wajah pria itu, wajah mereka sudah sejajar dan Esme melihat mata pria itu membesar
"apakah dia melihatku?" Batin Esme
Esme yang tidak perduli lagi apakah pria itu melihatnya, dia langsung mendaratkan bibirnya ke bibir pria itu, dirasakannya bibir pria itu lembut. Pria itu meraih tubuh Esme lalu memeluknya erat. Esme bisa merasakan detak jantung pria itu berdetak cepat sama seperti dirinya, nafas mereka memburu disela sela ciuman mereka yang dari awal pelan lalu cepat. Pria itu menjelajahi bibir sampai kedalam mulut Esme dan bahkan mereka saling menggigit pelan menyebabkan suara erangan dari keduanya. Pria itu membalikkan tubuh Esme sehingga tepat dibawahnya lalu menciumi lehernya, dirasakannya nafas pria itu di dekat kupingnya. Esme mencengkram bahu pria itu dan mengerang nikmat karena sensi yang ditimbulkan oleh ciuman pria itu di lehernya.
"ESME... ESMERALDA" Suara Ibu gadis itu menyadarkan gadis itu dari mimpi indahnya
"YES, MOM" Esme langsung bangun dari tempat tidurnya dia agak sedikit kesal dengan ibunya lalu tiba-tiba wajahnya langsung memerah mengingat tentang mimpinya tadi, kenapa tadi dia bisa memimpikan hal itu.
Esme berlari kecil menuju tempat Ibunya berada yaitu dapur, Esme melihat wajah ibunya agak pucat dan dia melihat ketakutan dimata ibunya itu. Esme duduk di meja makan lalu menatap Ibunya lekat-lekat yang sedang menata makan malam di meja.
"Ada apa, Mom. Ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Esme
"Tidak apa-apa sayang, bagaimana dengan ramuanmu?" Mrs. Radcliffe mengalihkan pembicaraan, dia mungkin tidak ingin putrinya mengetahui tentang apa yang ditakutkannya
"Berhasil, aku memasukkan bahan terakhir dan mereka menyatu dengan sempurna. Sekarang hanya didiamkan sehari baru aku bisa meminumnya. Mom dan Dady juga harus meminumnya"
"Aku bangga padamu, sekarang makanlah" Mr. Radcliffe menghampiri Esme lalu mencium kening putrinya kemudian duduk ditempatnya dan mulai memakan makananya.
"Dady, kemana?"
"Dia ada urusan, besok pagi baru pulang"
Mrs. Radcliffe dan putrinya makan dalam keadaan tenang, mereka memang tidak berbicara ketika makan. Setelah selesai makan Esme langsung kekamarnya lagi dan dia sempat melihat kearah ibunya yang menatap keluar jendela dengan wajah yang sedih. Esme penasaran sekali apa yang dipikirkan oleh ibunya, dia ingin bertanya tapi pasti ibunya bilang tidak apa-apa.
Keesokan paginya Esme dibangunkan oleh Ibunya yang wajahnya sangat khawatir sekali.
"Kemas barangmu" Mrs. Radcliffe membuka lemari pakaian Esme lalu mengambil kain lebar untuk memasukkan barang-barang lalu dilemparkannya kearah putrinya. Esme pun dengan sigap menangkap kain itu lalu membentangkannya di tempat tidurnya. Mrs. Radcliffe menaruh beberapa stel pakaian, buku mantra dan ramuan serta sekantung penuh uang emas, lalu Esme mengikat kain itu.
"Mom, ada apa? mana ayah?" tanya Esme
"Dia dibawah, ayo kita harus cepat" Mrs. Radcliffe lalu memakaikan putrinya sebuah jubah berwarna Abu-abu gelap. Lalu keluar kamar menuju ditempat dimana Mr. Radcliffe menunggu mereka.
"Ramuanku" Esme kembali lagi kekamar lalu mengambil ramuannya
"Cepat, Esme" ucap Mrs. Radcliffe
Dengan cepat Esme menghampiri ibunya dan mereka turun bersama kelantai bawah. Mr. Radcliffe berdiri didepan perapian wajahnya tegang.
"Esme, kita harus pergi. Tapi kita harus berpisah, Ayah dan Ibu tidak sanggup pergi Jauh. Tapi kamu bisa, Jangan lupa apa yang ayah ajarkan, Berbahagialah cari kehidupanmu sendiri"
Mendengar perkataan ayahnya Esmepun menangis lalu memeluk Ayah dan Ibunya.
"Terlalu cepat, bukankah Dady bilang masih 3 tahun lagi kita akan pergi. Lagipula kita harus pergi bersama sama" Suara Esme gemetar karena dia menangis
"Prediksiku meleset, mereka mengetahui keberadaan kita sekarang. Kita tidak bisa bersama, kondisiku dan Ibumu sudah tidak kuat lagi berdisparate ketempat jauh. Kami akan pergi ketempat yang kita rencanakan tapi kau, pergilah sejauh mungkin. Kau masih ingatkan gambar-gambar di buku pengetahuan tentang alam yang aku berikan padamu? pergilah ketempat tempat itu dan berbaurah dengan masyarakat disana, hiduplah dengan damai disana"
"Dan ingat satu hal Esmeralda putriku, Kau jangan mencari kami. Jangan berani mempertaruhkan nyawamu"
"Mom, aku tidak bisa meninggalkan kalian" Protes Esme
"Kau harus menuruti perkataan Ibumu, Sekarang pergilah ketempat itu, SEKARANG" Suara Mr. Radcliffe meninggi membuat Esme tidak bisa melawan perkataannya dan diapun melakukan Disapparate.
Esme Apparate disebuah tempat yang dia lihat dimimpi bersama pria itu, saat itu ketika Mr. Radcliffe menyuruhnya pergi yang dipikirannya terlihat pria itu. Dia berharap pria itu nyata dan bisa membantunya. Ternyata tempat yang ada didalam mimpinya nyata tapi tempat itu kosong, tubuh Esme terduduk di ruang berantakan itu, dia menangis keras. Cukup lama dia menangis lalu diapun melihat keluar Jendela dan dilihatnya pemanadangan sebuah desa dan jauh disana ada sebuah bukit yang terukir 5 wajah manusia. Dia langsung meminum ramuannya dan berlari keluar Jendela untuk mencari pria itu, Desa itu sangat aneh menurutnya dari bangunannya dan juga orang-orangnya. Ketika Esme bergabung dengan orang-orang yang sedang berlalu lalang di jalan, mereka semua memandang takut dirinya. Mereka semua berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Esme dan ada beberapa diantara mereka langsung membentaknya.
Dengan cepat Esme berlari menghidari orang-orang itu, tak lama kemudian ada beberapa orang mengejarnya dan meneriakkan kata-kata yang tidak dimengerti dan Esme melihat orang yang mengejarnya aneh semua, dari wajah dan pakainnya. Berkat ramuan yang dibuatnya dia bisa berlari lebih cepat dan melompat tinggi. Penglihatannya juga tajam, dia bisa memandang jelas benda yang ada didepannya walaupun sedang bergerak cepat.
Setelah hampir 30 menit Esme berlari menghindari orang-orang aneh itu, dia pun langsung mencari tempat persembunyian. Dia meraskan kalau orang-orang aneh itu menjaga jarak. Sekitar 20 menit Esme berdiam diri ditempat persembunyiannya lalu tak lama ada yang mendekat dan Esmepun langsung berlari, orang itu gerakannya lebih cepat dari orang-orang sebelumnya. Tak lama kemudian orang itu sepertinya tidak mengikutinya lagi tapi Esme terus berlari maju lalu setelah itu ada yang menyergapnya, meangkap tubuhnya. Esmepun langsung berusaha melepaskan dirinya.
"LEPASKAN AKU" Teriak Esme
Karena usaha melepaskan diri, Esme dan orang itu pun terjatuh. Posisi Esme diatas tubuh orang itu tapi orang itu tidak melepaskan tubuhnya, tangannya tetap memeluk erat tubuhnya. Esme mendengar orang itu mengerang kesakitan lalu dia melihat wajah orang asing itu akan tetapi wajah orang itu ditutupi oleh masker tapi Esme melihat rambutnya yang putih dan ada bekas luka di mata sebelah kirinya. Esmepun berhenti bergerak dan terpaku menatap wajah yang ada didepannya, ternyata pria yang selama ini didalam mimpinya benar-benar ada.
BERSAMBUNG
Oke Sekian Chapter 2
Ditunggu Reviewnya
Mungkin Updatenya agak lama karena aku lagi sibuk untuk pindahan Kantor.
See you later~
