Coffee Story

.

SUJU and EXO couple

.

Rate T

.

Warning : Typo(s), Yaoi, Boys Love

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

Chap 2

.

.


"Sayang.. Kenapa kau tidak memakai baju kantormu ?" tanya Teuki saat menyadari Kangin yang telah selesai mandi.

"Aku mengambil cuti beberapa hari untuk mencari pegawai baru kita, sayang.. Apa kau lupa kalau aku CEO-nya ?" jawab Kangin sambil memeluk Teuki dari belakang.

"Aishh.. Kau itu harusnya memberi contoh yang baik untuk para pegawai di perusahaanmu, bukannya malah membolos." omel Teuki sambil mengelus lengan Kangin yang melingkari perutnya.

"Mana mungkin aku tega meninggalkan suamiku sendirian mengurus kafe ?!" ucap Kangin sambil mencium bahu Teuki.

"Aku tidak sendirian, sayang.. Kan sudah ada Chanyeol.. Tapi, aku juga membutuhkanmu untuk menyeleksi para calon pegawai nanti." balas Teuki.

"Baiklah.. Lebih baik sekarang kita langsung ke kafe." ajak Kangin.

Teuki mengangguk dan menggenggam tangan Kangin.

.

.


Kafe

"Selamat pagi, hyuuuuuunngg ~~~." sapa Chanyeol pada Kangin dan Teuki.

"Astaga ! Anak ini benar – benar.. Bisakah kau mengecilkan volume suaramu ?" omel Teuki yang hendak memukul kepala Chanyeol dengan buku catatan yang dipegangnya.

"A-ampun hyung ! Aku kan hanya menyapa kalian dan ingin memberi semangat pada kalian.. Kenapa Teuki hyung malah ingin memukulku ?" tanya Chanyeol yang berhasil menghindar dari pukulan Teuki.

"Di ruangan ini, hanya ada kita bertiga.. Kau tidak seharusnya berteriak.. Bagaimana kalau gendang telingaku pecah ? Kau mau bertanggung jawab ?" omel Teuki lagi.

"Aishh.. Tidak baik marah – marah, hyung.. Nanti cepat tua.. Kau seperti ibuku saja." keluh Chanyeol.

"Astaga ! Benar – benar.. Sayang, bisakah kita memecat dia walaupun dia belum sempat bekerja disini ? Atau aku tendang saja bokongnya dari sini." tanya Teuki pada Kangin.

Kangin hanya tertawa melihat tingkah Teuki dan Chanyeol.

"Kalian seperti kucing dan tikus saja.. Apa kalian sebenarnya adalah kakak – adik yang telah lama berpisah lalu bertemu kembali ?" goda Kangin.

"Astaga, sayang ! Aku tidak mungkin punya adik berisik seperti dia." dengus Teuki.

"Aku juga tidak mungkin punya kakak yang suka mengomel seperti Teuki hyung.. Tapi, aku punya noona yang cerewet.. Aku memakluminya karena dia seorang yeoja." balas Chanyeol.

Teuki mendelik ke arah Chanyeol.

"Maksudmu, kau menyamakan aku dengan yeoja ? Astaga ! Pecat dia sekarang !" titah Teuki.

Kangin tertawa.

"Sudah – sudah.. Kalian ini seperti anak kecil saja.. Ayo, kita mulai bekerja !" ucap Kangin sambil merangkul Chanyeol dan Teuki.

"Terima kasih, hyung.. Karena kau tidak memecatku." ucap Chanyeol.

"Lihat saja nanti.. Aku akan memecatmu saat Kangin tidak ada." dengus Teuki.

Kangin hanya tersenyum.

.


Mereka menyebarkan selebaran pencarian pegawai di jalanan sekitar kafe.

Chanyeol memberikan selebaran itu pada orang – orang yang lewat di sekitar situ, Teuki menempelkan selebaran di tempat – tempat yang bisa dilihat orang banyak, dan Kangin menyebarkan selebaran di seberang jalan kafe.

.

Setelah berjam – jam menyebarkan selebaran, mereka mampir ke sebuah kedai ramen.

"Ahh.. Aku lapar sekali, hyung." keluh Chanyeol.

"Ayo, kita makan." ajak Kangin.

"Pesanlah apa yang kau suka, Chanyeol-ah." perintah Teuki sambil memberikan buku menu pada Chanyeol.

Setelah memesan, tak lama kemudian pesanan mereka datang. Mereka pun makan dengan lahap.

Ketika sedang makan, seseorang melihat selebaran yang dibawa oleh Chanyeol.

"Maaf.. Apa lowongan pekerjaan ini masih ada ?" tanya orang itu pada Chanyeol.

"Oh ! Tentu.. Tentu masih ada.. Kau ingin melamar ?" jawab dan tanya Chanyeol.

"Iya.. Kebetulan aku sedang mencari pekerjaan." jawab orang itu.

"Hyung ! Orang ini ingin melamar di kafe kita !" teriak Chanyeol senang pada Teuki dan Kangin.

Kangin dan Teuki menoleh pada Chanyeol yang sedang memegang tangan orang tersebut.

Kangin dan Teuki menghampiri Chanyeol dan orang itu.

"Anda berminat untuk bekerja di kafe kami ?" tanya Teuki pada orang tersebut.

Orang itu mengangguk sebagai jawaban.

"Baiklah.. Kalau begitu, anda ikut kami ke kafe." ucap Teuki.

Lalu setelah membayar, mereka pun kembali ke kafe.

.


Kafe

"Nah.. Ini adalah kafe kami.. Namanya Coffee Story.. Silahkan duduk." ucap Kangin.

Kangin, Teuki, Chanyeol duduk berhadapan dengan orang itu.

"Kafe yang bagus.. Sepertinya saya akan betah bekerja disini." ucap orang itu sambil melihat – lihat.

"Jadi.. Silahkan perkenalkan diri anda." suruh Kangin.

"Oh iya, namaku Tan Hangeng.. Aku bukan orang Korea, tapi aku sudah 10 tahun tinggal disini.. Kampung halamanku di Beijing.. Aku lulusan universitas di dekat sini.. Aku baru saja berhenti dari pekerjaanku karena kantor tempatku bekerja mengalami kebangkrutan." cerita Hangeng.

"Hmm.. Apa kau bisa membuat kopi, melayani tamu, dan mengelola keuangan ?" tanya Teuki.

"Hmm.. Ya.. Aku rasa, aku bisa.. Aku kuliah di jurusan akuntansi." jawab Hangeng.

"Maaf.. Aku ingin satu orang pegawai disini nantinya bisa membuat kopi, melayani tamu dan mengelola keuangan agar bisa mengatasi semua pekerjaan jika salah satu pegawai berhalangan hadir." jelas Teuki.

Hangeng tersenyum.

"Tidak apa – apa.. Tidak masalah bagiku.. Aku sudah biasa bekerja di bawah tekanan." balas Hangeng.

"Bagus.. Aku suka dengan semangatmu.. Kau kelahiran tahun berapa ?" tanya Kangin.

"Aku kelahiran tahun 1984." jawab Hangeng.

"Wahh.. Artinya aku maknae disini.. Kenalkan, aku Park Chanyeol, Hangeng hyung." Chanyeol mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Hangeng.

"Tan Hangeng.. Senang bertemu denganmu, Chanyeol-ah." balas Hangeng sambil tersenyum.

"Baiklah.. Kau bisa memanggilku Teuki hyung.. Dan ini Kangin, suamiku." ucap Teuki sambil memperkenalkan dirinya dan Kangin.

"Apa ? Suami ?" tanya Hangeng kaget.

"Eeeyyy.. Tidak perlu kaget seperti itu, hyung." ucap Chanyeol.

"Tapi.. Itu kan…" Hangeng tergagap.

"Ya.. Disini memang masih tabu soal hubungan sesama jenis.. Kami menikah di Amerika." jelas Teuki.

"Lalu.. Apa kau masih berniat bekerja disini ketika kau tahu bahwa kami adalah gay ?" tanya Kangin.

"O-oh.. Tentu ! Tentu aku masih ingin bekerja disini.. Itu sama sekali bukan masalah bagiku." jawab Hangeng.

"Bagus ! Kau bisa bekerja mulai besok.. Dan aku tempatkan kau di kasir.. Bagaimana ?" jelas Teuki.

"Terima kasih ! Aku sangat berterima kasih pada kalian." Hangeng menjabat tangan Teuki, Kangin, dan Chanyeol.

"Tapi, kami belum bisa memberi kalian gaji yang besar mengingat kafe ini baru buka kembali.. Tapi kalau kafe ramai, kami akan menaikkan gaji kalian dan tidak menutup kemungkinan kami akan memberi kalian bonus. " ucap Kangin.

"Tidak apa – apa, hyung.. Aku mengerti." balas Chanyeol.

"Iya.. Tidak apa – apa.. Aku juga mengerti.. Mari kita berjuang dari awal !" seru Hangeng semangat.

"Hwaiting !" seru Teuki, Chanyeol, Kangin dan Hangeng.

Lalu..

TRING~~

Suara lonceng pintu kafe terbuka.

"Maaf.. Apakah aku mengganggu kalian ? Sepertinya kalian sedang asyik sekali.. Kalau begitu, nanti saja aku kembali kesini lagi." ucap seseorang yang menyembul dari pintu.

Kangin, Teuki, Hangeng dan Chanyeol memperhatikan orang tersebut.

"Ah ! Tidak.. Kau tidak mengganggu kami.. Silahkan masuk." Teuki mempersilahkan orang itu masuk dan duduk.

"Maaf.. Aku melihat selebaran ini di jalan.. Apa lowongan pekerjaannya masih ada ?" tanya orang tersebut.

"Tentu ! Kami masih menerima calon pegawai baru." jawab Teuki senang.

Teuki melihat orang itu dengan wajah yang berbinar senang.

"Hmm.. Bisakah kau tidak melihatku seperti itu ? Aku merasa risih." ucap orang itu.

"Aigoo.. Hyung ! Hentikan tatapan mata berbinarmu itu.. Kau lihat ? Dia jadi ketakutan seperti itu." teriak Chanyeol.

Teuki tersadar karena teriakan Chanyeol.

"Aigoo.. Maaf.. Tapi, kau manis sekali.. Aku ingin mencubitmu.. Boleh ya ?" Tanpa diduga, Teuki sudah mencubit kedua pipi orang tersebut.

"Kau imut sekali." ucap Teuki sambil masih mencubit pipi orang tersebut.

Kangin langsung memisahkan Teuki dengan orang itu.

"Sayang.. Sudah ya.. Dia kesakitan.. Kasihan dia." Kangin melepas cubitan Teuki.

"Maaf.. Habisnya kau imut sekali." ucap Teuki.

Sedangkan orang itu masih memegangi kedua pipinya yang memerah.

"Maafkan suamiku, ya.. Dia memang seperti itu ketika melihat seseorang yang manis dan imut." Kangin meminta maaf.

"Iya.. Aku tidak apa – apa." balas orang itu.

"Oh iya.. Siapa namamu, adik manis ?" tanya Teuki.

"Hmm.. Namaku Kim Ryeowook.. Kalian bisa memanggilku Wookie." jawab orang itu sambil sedikit membungkuk.

"Awww.. Kangin-ah.. Lihat ! Manis sekali anak ini.. Bolehkah kita mengadopsinya ?" tanya Teuki.

"Astaga sayang.. Sudahlah.. Kau menakutinya." jawab Kangin.

"Kau kelahiran tahun berapa ? Dan apa keahlianmu ?" tanya Kangin.

"Aku kelahiran tahun 1987.. Aku bisa memasak." jawab Ryeowook.

"Mwo ?! 1987 ? Aku kelahiran tahun 1992.. Umurmu lebih tua dariku, tapi kenapa wajahmu bisa seimut bocah SD ?" tanya Chanyeol.

"Itu karena wajahmu boros, Chanyeol-ah." timpal Teuki.

Chanyeol hanya mendengus kesal.

"Oh iya.. Aku Teuki, dan ini Kangin.. Dia adalah suamiku.. Kau bisa memanggil kami 'hyung'.. Dan ini Hangeng, dan yang tinggi seperti tiang listrik itu adalah Chanyeol." jelas Teuki.

"Mereka juga pegawai yang baru kami terima disini.. Kau akan kutempatkan di bagian dapur untuk membuat makanan.. Tapi, maaf.. Kami belum bisa memberi gaji yang besar padamu, karena kafe kami belum buka karena masih membutuhkan beberapa pegawai lagi." jelas Kangin.

"Tidak apa – apa, hyung.. Aku mengerti." balas Ryeowook.

"Dan aku ingin ingatkan pada kalian kalau kita melayani pelanggan, membuat sesuatu untuk pelanggan dan menyajikan sesuatu pada pelanggan, harus dengan sepenuh hati.. Dengan begitu, apa yang kita buat dan sajikan akan lebih nikmat dan perasaan kita akan sampai pada pelanggan." jelas Teuki.

"Kami mengerti, hyung !" ucap Hangeng, Chanyeol dan Ryeowook serempak.

"Baiklah ! Karena hari sudah semakin sore, hari ini cukup sampai disini.. Silahkan kembali lagi besok.. Terima kasih atas waktu kalian." ucap Kangin sambil membungkuk.

"Terima kasih, hyung.. Kami pulang." ucap Hangeng, Ryeowook dan Chanyeol.

.

Setelah Hangeng, Ryeowook dan Chanyeol pamit, Kangin dan Teuki masih betah berada di kafe dan menyusun apa yang harus mereka lakukan besok.

"Sayang.. Kita sudah mendapatkan Hangeng, Chanyeol, dan juga Ryeowook.. Anak – anak itu manis sekali.. Tidakkah kau sadar kalau wajah mereka tampan – tampan ?" tanya Teuki.

"Iya sayang.. Wajah mereka bisa dibilang lebih cocok untuk menjadi boyband." jawab Kangin.

"Itu artinya pertanda bagus ! Kita bisa menarik banyak pelanggan wanita dengan ketampanan mereka." jelas Teuki.

"Kau benar, sayang.. Mereka bisa menjadi daya tarik kafe ini.. Aku yakin kita bisa membangun kafe ini kembali dan mewujudkan impian ayahku. " balas Kangin.

"Iya, sayang.. Ayahmu pasti bangga padamu.. Ingin langsung pulang ?" tanya Teuki.

"Ayo ! Kau sudah lelah ya ?" jawab dan tanya Kangin.

"Tidak juga." jawab Teuki.

Ketika mereka sampai di depan pintu kafe, terlihat dua orang yang sedang ingin memasuki kafe.

"Maaf.. Kami ingin bertanya tentang selebaran ini.. Apa lowongan pekerjaannya masih ada ?" tanya orang itu.

Mata Teuki berbinar lagi.

"Tentu ! Tentu masih ada.. Sayang, kita kembali ke dalam dan bawa mereka masuk." ucap Teuki senang.

Kangin mengangguk.

Teuki mempersilahkan dua orang itu duduk.

"Baiklah.. Silahkan perkenalkan diri kalian." suruh Teuki.

"Aku Lee Hyuk Jae, tapi kalian bisa memanggilku Eunhyuk."

"Aku Donghae.. Lee Donghae."

"Baiklah.. Kalian ingin bekerja disini ?" tanya Teuki.

Eunhyuk dan Donghae mengangguk.

"Apa alasan kalian ingin bekerja disini ?" tanya Teuki.

"Selain untuk mengisi waktu luang kami, kami juga ingin mendapatkan pengalaman dan merasakan bagaimana mencari uang." jawab Donghae.

"Hmm.. Baiklah.. Kalian masih kuliah ? Semester berapa ?" tanya Kangin.

"Iya.. Kami masih kuliah dan sudah semester akhir." jawab Eunhyuk.

"Kami harap, kalian mau menerima kami.. Kami akan bekerja sebaik mungkin.. Dan jika kalian ingin menerima salah satu di antara kami, lebih baik kami tidak bekerja disini." jelas Eunhyuk.

Kangin dan Teuki mengernyitkan dahi mereka.

"Maksud kalian.. Kalau kami hanya menerima Donghae, Donghae tidak mau bekerja disini ?" tanya Kangin.

Donghae dan Eunhyuk mengangguk.

"Kami ini sudah satu paket.. Kami telah berteman sejak kecil dan tak pernah terpisahkan." jelas Donghae.

"Aigoo.. Kalian ini benar – benar kekanakan.. Bagaimana nanti kalau kalian telah benar – benar bekerja dan menikah ? Apa kalian masih harus bersama ?" tanya Teuki yang mulai pusing.

Donghae mengangguk yakin, sedangkan Eunhyuk terlihat berpikir.

"Hmm.. Ya.. Kira – kira seperti itu." jawab Eunhyuk tidak yakin.

Donghae melotot ke arah Eunhyuk.

"YA ! Kenapa kau tidak yakin ? Kau sudah tak ingin bersamaku ? Kau bilang kita akan bersahabat dan bersama selamanya.. Kenapa sekarang kau terdengar tidak yakin ?" tanya Donghae marah.

"Aishh.. Bukan begitu, Hae-ya.. Kau tidak mengerti maksudku.. Aku bukannya tidak yakin, tapi apa yang dibilang … Maaf, siapa namamu ?" Eunhyuk memotong kata – katanya lalu bertanya pada Teuki.

"Teuki." jawab Teuki singkat.

"Ah ! Apa yang dibilang Teuki ini ada benarnya juga." ucap Eunhyuk.

PLAK

Teuki memukul kepala Eunhyuk.

"YA ! Kenapa kau memukulku ?" tanya Eunhyuk sambil mengelus kepalanya yang kesakitan.

"Kau ini punya sopan santun tidak ? Aku ini lebih tua darimu ! Panggil aku Teuki hyung !" jawab Teuki.

"Aishh.. Iya, hyung.. Maaf.. Tapi ini semua gara – gara Donghae." Eunhyuk masih mengelus kepalanya.

"YA ! Kenapa jadi salahku ? Kan kau yang menyebut nama Teuki tanpa 'hyung'." Donghae tidak mau kalah.

"Tapi kan aku sedang menjelaskan padamu tadi." Eunhyuk juga meninggikan suaranya.

"DIAAAMMM !" teriak Kangin.

"Kalian ini seperti anak kecil saja ! Aku kira, hanya suamiku dan Chanyeol yang suka bertengkar, ternyata kalian juga begitu.. Kalian membuat kepalaku jadi pusing." ucap Kangin sambil memijit pangkal hidungnya.

Donghae dan Eunhyuk hanya menunduk.

"Belum bekerja disini saja, kalian sudah membuat keributan dan membuat kepalaku pusing.. Bagaimana kalau kalian sudah bekerja ? Kalian berminat tidak sih bekerja disini ?" tanya Kangin.

"Iya, hyung ! Kami sangat berminat bekerja disini !" jawab Eunhyuk dan Donghae serempak sambil mengangguk.

"Baiklah.. Kenalkan, aku Teuki dan ini suamiku Kangin." Teuki memperkenalkan dirinya dan Kangin.

Eunhyuk dan Donghae membungkuk.

Kangin dan Teuki saling menatap.

"Bagaimana ? Kita akan menerima mereka ? Atau salah satu dari mereka ?" tanya Teuki.

Lalu, Kangin hanya mengangguk.

"Baiklah.. Berhubung kami juga membutuhkan banyak pegawai, kalian diterima untuk bekerja di kafe kami." ucap Teuki.

Eunhyuk dan Donghae saling menatap lalu berpelukan.

"YEEEAAAHHH !" teriak Donghae dan Eunhyuk sambil berpelukan.

"Terima kasih, Teuki hyung ! Terima kasih, Kangin hyung ! Terima kasih telah menerima kami." Eunhyuk dan Donghae menjabat tangan Teuki dan Kangin secara bergantian.

"Sama – sama.. Asal kalian tidak membuat keributan dan tidak membuatku pusing, kalian boleh bekerja disini." balas Kangin.

Donghae dan Eunhyuk hanya mengeluarkan senyuman lebar.

"Sepertinya mereka tidak bisa berjanji untuk tidak membuat keributan dan membuatmu pusing, sayang." goda Teuki.

"Ya.. Sepertinya begitu." balas Kangin sambil tersenyum.

"Baiklah.. Kalian boleh pulang dan persiapkan diri kalian untuk besok." ucap Teuki.

"Baik, hyung ! Kami pulang." seru Eunhyuk dan Donghae.

.

Setelah Donghae dan Eunhyuk pergi, Kangin dan Teuki menutup dan mengunci pintu kafe.

"Hari ini cukup melelahkan.. Bagaimana kalau kita makan di restoran Cina ?" tanya Kangin.

"Baiklah.. Setelah makan, kita ke kedai es krim untuk membeli es krim favoritku." jawab Teuki.

"Hmm.. Boleh saja.. Asal kau mau menjadi 'makanan pencuci mulut'ku malam ini." balas Kangin dengan kedipan nakal menggoda Teuki.

"Ish ! Kau ini !" Teui memukul lengan Kangin dengan wajah merona hebat.

Sedangkan Kangin hanya tertawa sambil merangkul Teuki erat.


.

.

.

TBC

.

Ada 10 orang yang komen di ff ini.. Makasih banget buat yang mau ff ini lanjut, walaupun ff aku yang lain belum lanjut.. Makasih buat komen dan waktunya.. Saranghae ^^

GreenteaLatte16 : Ini udah aku lanjut ya, tapi masih belum bisa panjang kayaknya.. kamu pengamat EXO ? Sama dong.. hehe..

cho loekyu07, CassieVhe, dan qamariahroyyani : Makasih buat komennya.. tapi maaf, aku bukan WonKyu shipper.. Aku mungkin bakal pasangin Kyuhyun sama Sungmin.. Maaf ya..

abilhikmah : ciyeeeee juga..

Camomile1720 : Ini udah aku lanjut ya.. makasih ya komennya.. ^^

neko . chan . 75470 : Makasih komennya ^^.. KangTeuk nya mau dibikin konflik maksudnya ?

yuuyo : Iya.. Ini official pairing.. Kamu Exo-L ?

Rierie11 : Ini udah aku lanjut ya ^^

Pandajoy137 : Makasih komennya ^^.. My Annoying Fiance nya nanti dulu ya.. hehe.. lagi gak mood sama KyuMin.. hehe ^^