"Enyahlah dari hadapanku"

"jangan pernah menampakkan wajahmu lagi dihadapanku, karena semua yang berhubungan dengamu membuatku tidak bahagia"

Kyungsoo menggenggam erat dress yang ia kenakan, sampai sampai dress tersebut menjadi sangat kusut. Sambil menghela nafas kyungsoo-

"Baiklah, aku akan melakukannya, jika itu membuatmu bahagia"

Menerimanya.

~MIANHAE~

Desclaimer: Cast disini semuanya milik tuhan.

Author: Kim Ah Rin

Warning! : banyak terdapat typo, ceritanya gaje (author baru)

Pair : KaiDo EXO and other pairings

Jongin POV

Semenjak dia menghilang, kuakui hari hariku menjadi berbeda, aku tidak mengetahui perasaanku saat ini, seberapa banyakpun aku berkata bahwa aku senang, aku bebas, tapi disisi hatiku yang paling kecil aku merasa –

Kesepian~

Saat ini keadaan kelas sangat ribut, ck aku sangat membenci keramaian, ku lirik wanita disampingku yang sedari tadi berusa menggodaku dengan tingkah centilnya. Ck dasar wanita murahan, krystal ,bahkan kau lebih memuakkan di banding kyungsoo.

Apa? apa yang aku pikirkan, baru saja aku menyebutkan namanya? Nama tunanganku? Oh tidak mantan tunanganku, dan aku memujinya? Kuusap pelan wajahku, bangkit dari tempat duduk mengabaikan krystal yang sangat kesal terhadap sifatku, kulangkahkan kakiku menuju atap sekolah, tempatku untuk menyendiri menghindari keramaian.

Disinilah aku sekarang, diatap sekolah, tempat yang memang jarang dikunjungi para siswa, kali ini penglihatanku tertuju pada gedung gedung kota seoul yang sangat padat. Tanpa sadar aku merenung, merenung kan sebuah moment yang entah kenapa terputar jelas di ingatanku.

.Flasback on~

"Jongin?" suara itu. Tanpa menolehpun aku bisa mengetahui siapa pemilik suara itu. DO Kyungsoo, tunanganku.

"hm" hanya gumaman kecil dariku untuk membalas sapaannya.

"um,, anu.. i.. ini aku membawakan makan siang untukmu" dengan seburat merah dipipinya ia memberikanku sebuah kotak bekal.

"hm, kau letakkan saja dibangku itu" tanpa menunjukpun dia bisa mengetahui bangku mana yang ku maksud. Bangku kayu berwarna coklat yang berada tepat dibelakangku berdiri saat ini.

"B..baiklah" kulirik tingkahnya yang benar benar kikuk saat berada didekatku Ck dasar yeoja bodoh. dia pun mengikuti kataku untuk meletakkan kotak bekalnya di bangku yang kumaksud.

Kriiittt~ suara pintu tua yang menjadi satu satunya jalan akses menuju tempat ini membuatku mengalihkan pandanganku.

"Sayang, akhirnya aku menemukanmu" kudapati krystal yang sedang berjalan menuju kearahku, setelahnya kulirik sebentar kyungsoo yang tengah menundukkan kepalanya.

"heh? Kenapa kau bisa disini bersama pacarku?" kulihat krystal yang menatap tajam kyungsoo saat ini.

"anoo… maaf, kami-"

"kami hanya kebetulan bertemu" sambungku, kutatap tajam kyungsoo yang saat ini tengah menatapku lihir.

"ohh arraseo, apa kau sudah makan jongin? Kalau belum ayo kita makan kekantin" mangabaikan kyungsoo , kini dapat ku rasakan krystal yang bergelayut manja di lenganku.

Kusunggingkan senyum tipisku dan mengecup puncak kepalanya, "hum, baiklah" setelahnya, kulangkahkan kakiku menuntunya menuruni tangga dan menuju kekantin, sebelumnya aku sempat melirik seseorang yang sedari tadi masih dengan posisinya, menatap nanar bekal makanan di bangku kayu tadi. Melihatnya aku hanya menyeringai tipis dan berjalan mengacuhkannya.

Flasback off

Kupijit pangkal hidungku saat ini, kepala ku berdenyut nyeri mengingat kenangan lamaku bersama kyungsoo, heh apa aku begitu kejam? Kulangkahkan kakiku menuruni tangga, aku memutuskan untuk pulang kerumah, mengistirahatkan badan ku yang terasa sangat letih, walaupun ini bukan jam pulang, toh aku tidak peduli.

Author POV

Setelah memarkirkan mobil di bagasi, jongin melangkahkan kakinya menuju rumah mewah miliknya, sebelum menarik ganggang pintu, ia menghentikan aktivitasnya setelah sebelumnya mendengar sang umma yang tengah menelfon seseorang, ia memang tidak pernah peduli dengan urusan sang umma selama ini, tapi kali ini berbeda, ia sangat penasaran dengan apa yang ummanya bicarakan setelah ia mendengar nama 'kyungsoo'.

"Baiklah leeteuk-ssi, aku akan segera kesana" menyadari ummanya menutup telfon dan berjalan menuju kearahnya, jongin segera persembunyi dibalik tembok disamping pintu rumahnya, 'leeteuk? Leeteuk ajjumma , ummanya kyungsoo? Bukannya ia tengah diingris?' batin jongin menatap ummanya yang berjalan kearah bagasi mobil.

Setelah jongin melihat mobil ummanya yang beranjak meninggalkan rumah, jongin berlari kembali kebagasi untuk mengambil mobilnya, ia berniat mengikuti arah tuju sang umma, ia begitu sangat penasaran dengan keadaan ini.

Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, disinilah jongin sekarang, matanya masih menatap heran gedung didepannya, untuk apa umma nya kesini?

'Seoul HOSPITAL' tulisan itu terpampang jelas didepannya, tak mau kehilangan jejak ummanya, jongin segera mengikuti arah sang umma yang tampak berlari tergesa-gesa.

Disebuah lorong rumahsakit ini, jongin melihat ummanya dan umma kyungsoo, leeteuk ajjuma, tengah berpelukan, dapat ia lihat saat ini leteuk ajjuma menangis terisak didepan sebuah ruangan, Ruangan inap. 'ada apa ini?' batin jongin, semakin ia penasaran, ia melangkahkan kaki nya mendekati kedua wanita tersebut.

"Kyungsoo Koma sungmin-ahh"

DEG..

Suara yang berasal dari umma nya kyungsoo membuat Jongin membulatkan matanya tak percaya, seketika juga ia menghentikan langkah kakinya. Kyungsoo? Ia berusaha tidak mempercayai ini, 'sebenarnya ada apa ini? Ada apa dengan kyungsoo? Apa maksud semua ini?' batinnya dicerca begitu banyak pertanyaan.

"umma?" akhirnya, jongin memberanikan diri untuk memanggil ummanya yang terlihat masih menenangkan sahabat karibnya itu. Secara spontan kedua wanita itu menoleh kearah jongin berada saat ini. Ekspresi kaget yang mereka berikan untuknya 'kenapa ini?'

"jongin?" dengan ragu umma jongin melangkahkan kakinya menuju kearah anak satu-satunya itu. Begitu sampai didepan sang anak, umma jongin segera memeluknya erat. Jongin dapat merasakan bahu kanannya basah, tidak diragukan lagi, ummanya tengah menangis saat ini. Jongin hanya bisa membalas pelukan sang umma, mengusap pelan punggung ummanya yang bergetar akibat menangis. 'ada apa ini?' sekali lagi, pertanyaan itu yang terputar dibenaknya.

Setelah sekian menit menangis, umma jongin melepaskan pelukannya dan menatap lirih anak satu-satunya itu . "sudah seharusnya kamu mengetahuinya nya, tapi maaf, selama ini umma belum sanggup memberiitahukannya padamu".

"ada apa umma, katakana secara jelas kepadaku"

Menarik nafas pelan , umma jongin menatap yakin pada anaknya "kyungsoo sekarang dia sedang berada dirumah sakit ini-"

Deg.. jongin mulai merasa tidak enak dengan pemikirannya saat ini apa 'apa jangan-jangan-

"dia dirawat disini setelah sebelumnya mencoba untuk.. bunuh diri dan saat ini ia sedang koma"

Deg.. Deg.. sekali lagi jongin membulatkan matanya tidak percaya, 'bunuh diri? Bunuh diri?' detak jantungnya dan nafasnya memburu.

"kenapa umma tidak memberitahuku sebelumnya? Kenapa umma menyembunyikan kondisinya dariku, aku ini tunangannya umma"

Jongin menyadarinya, jongin menyadari adanya emosi didirinya, emosi yang bercampur dengan kekhawatiran, ia sendiri tidak memahami apa yang ia rasakan, bukankah ia membenci calon tungangannya itu?

"Enyahlah dari hadapanku"

"jangan pernah menampakkan wajahmu lagi dihadapanku, karena semua yang berhubungan dengamu membuatku tidak bahagia"

Deg.. sekali lagi, hatinya tersentak mengingatnya, perkataanya beberapa hari yang lalu, ia tahu ia tahu penyabab kyungsoo nekat melakukan tindakan bodoh ini. 'kau memang bodoh kyungsoo'

Jongin melangkahkan cepat kakinya menuju sebuah ruangan diujung lorong terebut, jongin menatap lirih sosok yang tengah terbaring tak berdaya diranjang rumahsakit saat ini, ia hanya bisa melihatnya dari jauh, hanya dari kaca kaca tembus pandang yang terdapat di pintu ruangan. Ia merasa langkahnya berat untuk memasuki ruangan itu, ia merasa tidak pantas berada disamping yeoja itu saat ini.

Jongin mengepalkan erat tangannya, menahan semua emosi yang saat ini tengah bersarang didadanya, 'ini semua salahku, salahku, ini memang salahku' batinya berteriak pilu.

Pukk..

Jongin menoleh setelah sebelumnya ia merasakan tepukan halus di pundaknya, ia dapat melihat sang umma yang tengah menatapnya lirih.

"sejak kapan umma, sejak kapan kyungsoo koma?" Tanya jongin yang saat ini mulai bisa meredakan emosinya.

"siang ini, kyungsoo dinyatakan koma siang ini oleh dokter"

Jongin menundukkan kepalanya mendengar ucapan itu 'Bahkan kau tidak menungguku untuk meminta penjelasanmu kyungsoo'

"sebelumnya, kyungsoo meminta agar pertunangan kalian dibatalkan, hanya satu alasan yang ia berikan untuk membatalkan ini, ia … tidak bisa membehagiakanmu"

Deg.. Deg.. kembali detak jantung jongin berdetak kencang, ia merasakan nyeri yang termat didirinya 'bodoh bodoh, kau bodoh kyungsoo'

"kyungsoo, ia mencoba melakukan bunuh diri dengan melompat dari lantai tiga rumahnya"

Hhh~hhh … masih dengan menunduk jongin berusaha mengatur nafasnya yang memburu, sungguh kejadian hari ini banyak yang membuat emosinya meningkat naik naik.

"umma, boleh aku .. menjenguknya?" jongin menengadahkan kembali kepalanya menatap sang umma. Ia meyakini dirinya untuk melihat lebih jelas keadaan tunangannya saat ini.

Dengan senyum lirih, umma jongin menganggukkan kepala menyetujuinya.

jongin membuka pelan pintu ruangan itu, takut suara sedikit saja dapat mengganggu kyungsoo yang tengah tertidur, yaah, jongin masih beranggapan kyungsoo sedang tidur saat ini. Sekarang siapa yang bodoh jongin?

Setelah melangkahkan pelan kakinya, sekarang dapat dengan jelas ia lihat, gadis bertubuh mungil ini tengah berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit dengan berbagai selang yang disambungkan ketubuhnya.

Masih dengan menatap lirih mantan tunangannya, jongin menduduki dirinya di bangku samping ranjang yang memang telah disediakan untuk penjenguk.

Suara dari monitor pendeteksi jetak jantung menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruangan itu. Jongin hanya bisa menutup rapat mulutnya saat ini, ia bingung, apa yang musti ia lakukan saat ini, entah kenapa baru kali ini ia merasa .. gugup.

Begitu bodoh kita menyadari kita gugup saat berhadapan dengan orang yang sedang koma .

"hahaha~ aku bodoh" tawa lirih jongin akhirnya keluar juga,

"tapi, sebodoh-bodohnya aku, disini kau lah yang paling bodoh kyungsoo"

Jongin mulai menatap tajam kearah kyungsoo, yang saat ini ia tau kyungsoo tidak akan meresponya.

"kau bodoh, kau licik, apa ini caramu hah? Membuatku dihantui rasa bersalah, membuatku merasakan banyak emosi yang baru pertama kali aku rasakan"

Menarik nafas sebentar, jongin melanjutkan kata-katanya

"aku tidak menyangka, kau gadis yang begitu picik, terima kasih kyungsoo, terimakasih telah membuatku menjadi seperti ini" nada suara jongin menurun, tatapan tajamnya tadi berubah menjadi tatapan lirih.

"kau pasti saat ini tengah tertawa kan? Kau tertawa melihatku saat ini. Kau telah berhasil membuatku menjadi seperti seorang yang rapuh , kau menuruti kata-kata bodohku itu, aku kejam ? akutau itu, tapi tidak kusangka, kau lebih kejam dari ku kyungsoo" demi apapun, saat ini jongin telah menahan emosinya untuk tidak menghancurkan alat-alat disekelilingnya.

"aku mohon" suara jongin yang tadinya sangat tinggi akibat emosi terdengar lirih kali ini.

"ku mohon kyungsoo .. bangunlah" jongin menundukkan kepakanya, tangannya menggenggam tangan mungil yang sedang terdapat selang infus di punggung tangannya. Ia menggenggam lembut tangan itu, mengelusnya pelan.

"kyungsoo, tolong bangunlah dan bilang semua ini bukan salahku" sambung jongin dan setelahnya mengecup lembut punggung tangan kyungsoo.

"aku mohon kyungsoo" jongin sangat amat menyadarinya, semua perubahan sikapnya hari ini, baru kali ini ia memohon kepada seorang gadis, mengeluarkan nada lirih nya kepada seorang gadis, gadis yang selama ini ia benci, gadis yang ia anggap telah merusak semua kebahagiaanya, dan gadis itu yang saat ini tengah berbaring tak sadarkan diri dihadapannya.

.

.

.

TBC

Selesaiii~

Maaf yah chap sebelumnya ngegantung :D , author lupa ngasih TBC nya hehehe~

Maaf juga chapter 2 nya tidak sesuai dengan harapan kalian, author disini sudah berusaha semaksimal mungkin.

Author ucapin terima kasih kepada teman teman yang udah nyemperin ngereview cerita ini sebelumnya , tapi dichap ini, author juga mengharapkan review dari teman teman semua.

Terima kasih ^^

~BALASAN RIVIEW~

Gothiclolita89 : yang enggak diketahui udah dijelaskan dichap ini kok chinggu

Pecinta crack Pair : hehe, ini udah lanjut chinggu, keep review yah

DianaSangadji : ia ini bersambung chingu, maaf yah chap sebelumnya jadi nggak jelas gitu :D

Devil meet demon : ia chinggu ini juga udah dilanjut, makasih semangatnya yaah ^^

Byunpopof : ini udah update secepat yang author bisa maaf yah lama

Seo baby : Ini udah dilanjut

Kang hyung yoo : hahaa~ andwaee jangan buat jonginku crong goreng nanti malah tambah sexy /? XD ini udah dilanjut kok, makasih semangatnya ^^

Oelfha100194 : semua yang dipenasarin mungkin sudah terjawab dichap ini kok ^^

Brigitta bukan brigittiw : halloh chinggu, ketemu lagi di fict aku yang ini , makasih yah udah ngereview ^^

Seo baby : hahahah~ ia udah author lanjut nih, maaf yah kalau tidak sesuai harapan, terimakasih reviewnya chinggu

Kyungieee : waah, author buat ff nya terlalu kejam yah sama kyungsoo, hm, tenang aja didoain jongin juga menderita /? Eh ? Xd bercanda, makasih reviewnya ^^

Myeolchi gyuhee: semoga rasa penasarannya kejawab dichap ini yah chinggu ^^

12gheys : maaf ne chinggu, emang sengaja digantungin /? Biar penasaran .. hehe~

Guest: sebelumnya, author terima kasih yah buat sarangnya, tapi setelah autor pertimbangkan, menurut author lebih cocok GS , dan juga author belum pernah ngebuat ff yaoi sebelumnya –' chinggu ^^

Park eunhae : terima kasih sarannya chinggu, tapi dichap selanjutnya, lambat laun semua masa lalu mereka bakal diceritain kok ^^ hehehe~ maaf yah kalau kamu ngerasa kecepetan alurnya XD

Dodyokyungsoo : ini juga author usahain lanjut cepet chinggu ^^ semoga suka ne

Mita884 : masih lanjut kok chinggu, maaf yah chap sebelumnya ngegantung, hehe~

Taniana12 : ia chinggu ^^ ini udah dilanjut, makasih yah udah nyempertin ngerivew.